e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman: 134-137 Pengaruh Penggunaan Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Prasekolah Di TK Nurul Kawakib The Effect of Using Picture Storybooks on Preschool Children's Speaking Skills at Nurul Kawakib Kindergarten Nurhaida Br Kaban1. Pratiwi Syah Putri2. Tika Ayu Pratiwi3 & Anita Yasmin4 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 202 *Corresponding author: E-mail: nurhaidakaban@gmail. Abstrak Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia prasekolah. Anak usia 4Ae5 tahun rata-rata mampu menggunakan 900Ae1000 kosa kata dalam bentuk kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan buku cerita bergambar terhadap kemampuan berbicara anak prasekolah di TK Nurul Kawakib Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test, serta teknik total sampling. Jumlah sampel sebanyak 28 anak usia 4Ae5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak berada pada kategori kemampuan berbicara AukurangAy . ,9%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori AubaikAy . ,6%) dan Ausangat baikAy . ,7%). Penggunaan buku cerita bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak prasekolah. Intervensi ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran alternatif dalam stimulasi perkembangan bahasa anak. Kata Kunci: Buku Cerita Bergambar. Anak Prasekolah. Kemampuan Berbicara Abstract Speaking ability is an important developmental aspect in preschool children. Children aged 4Ae5 years are able to use an average of 900Ae1000 words in simple sentences. This study aims to determine the effect of using picture storybooks on the speaking ability of preschool children at Nurul Kawakib Kindergarten. Medan. The research design used was a quasi-experimental study with a pre-test and post-test approach, and a total sampling technique. The sample size was 28 children aged 4Ae5 years. The results showed that before the intervention, most children were in the "poor" speaking ability category . 9%), while after the intervention, the majority were in the "good" . 6%) and "very good" . 7%) categories. The use of picture storybooks has been proven effective in improving preschool children's speaking ability. This intervention is recommended as an alternative learning medium to stimulate children's language Keywords: Picture Books. Preschoolers. Speaking Skills DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Nurhaida. Anita. Y, & Pratiwi. The Influence of Using Picture Story Books on Preschool Children's Speaking Ability at Nurul Kawakib Kindergarten Medan ,Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Salah satu tugas perkembangan anak pra-sekolah dalam berbicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud dan menjelaskan bahwa ada kreteria yang dapat digunakan untuk memutuskan apakah anak berbicara atau hanya Pertama anak harus mengetahui mengkaitkannya dengan objek yang diwakilinya, kedua anak harus melafalkan kata-kata sehingga orang lain memahami dengan mudah (Puspita, 2. Anak-anak memiliki kemampuan . endengar, berbicara, membaca, dan menuli. , termasuk dalam memahami cerita bergambar. Melalui bacaan yang tepat dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, berbagai kegiatan Ketidakmampuan anak tahun dalam kemampuan bahasanya sendiri, tentunya belum sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan bahasa anak . fnida dan fakhriah, 2. Untuk berbicara anak ada beberapa metode untuk melatih kemampuan berbicara anak dengan menggunakan buku cerita bergambar terdapat gambar sebagai perwakilan cerita yang saling berkaitan dan juga terdapat tulisan yang dapat mewakili cerita yang ditampilkan oleh gambarnya, melalui media gambar dapat memahami isi ceita (Sarumpaet, 2. METODE PENELITIAN Penelitian penelitian eksperimen (Quasi experimen. adalah penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek atau tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan rendomisasi untuk memasukan subyek ke dalam kelompok perlakukan kontrol (Dharma, 2. Di mana dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik bercerita terhadap kemampuan berbicara anak usia prasekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi kemampuan Bicara sebelum menggunakan buku cerita Jumlah No Pre Frekuensi 1 Baik Cukup 3 Kurang Sangat Baik Total Sumber Tabel: Data Primer Tahun 2024 Berdasarkan diketahui bahwa distribusi frekuensi tentang kemampuan bicara sebelum perlakuan . mayoritas pada kategori kurang yaitu 12 responden . ,9%), kategori baik sebanyak 8 reponden . ,6%) dan kategori minoritas yaitu sangat baik ada 1 responden . ,6%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi kemampuan Bicara sesudah menggunakan buku cerita e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Post Baik Cukup Kurang Sangat Baik Total peran dalam situasi kehidupan yang kemampuan berbahasa sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Motivasi Jika anak memperoleh apa saja yang mereka inginkan tanpa memintanya, dan jika anak tahu bahwa pengganti bicara seperti tangis dan isyarat dapat mencapai tujuan tersebut, maka motivasi anak untuk Bimbingan. Cara yang paling baik untuk membimbing belajar berbicara adalah mengadakan kata-kata dengan jelas, serta memberikan bantuan mengikuti model. Jumlah Frekuensi % Berdasarkan Tabel bahwa distribusi frekuensi tentang mayoritas pada kategori baik yaitu 15 responden . ,6%), kategori kurang terdapat sebanyak 5 reponden . ,5%). Kemampuan Berbicara dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: Kesiapan Berbicara. Kemampuan berbicara bergantung pada kematangan mekanisme bicara. Sebelum semua organ bicara mencapai bentuk yang lebih matang, saraf dan otot mekanisme suara tidak dapat menghasilkan bunyi yang diperlukan bagi kata- kata. Kesiapan Mental untuk Berbicara. Kesiapan mental kematangan otak, khususnya bagianbagian asosiasi otak. Biasanya kesiapan tersebut berkembang di antara umur 12 dan 18 bulan dan dalam perkembangan berbicara dipandang sebagai Ausaat dapat diajarAy. Model yang Baik untuk ditiru. Model yang baik untuk ditiru diperlukan agar anak tahu mengucapkan kata dengan Model tersebut mungkin orang di lingkungan sekitar mereka. Jika mereka kekurangan model yang baik, maka mereka akan sulit belajar berbicara dan hasil yang dicapai berada di bawah kemampuan bercerita. Kesempatan untuk Berpraktik. Jika anak tidak diberikan kesempatan untuk berpraktek maka mereka akan putus asa dan memotivasi anak menjadi rendah. Untuk bermain SIMPULAN Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi tentang kemampuan bicara sebelum perlakuan . mayoritas pada kategori kurang yaitu 12 responden . ,9%), kategori baik sebanyak 8 reponden . ,6%) dan kategori minoritas yaitu sangat baik ada 1 responden . ,6%). Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi tentang mayoritas pada kategori baik yaitu 15 responden . ,6%), kategori kurang terdapat sebanyak 5 reponden . ,5%). UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih Kepada Yayasan Flora Karna telah memberikan motivasi dan bantuan sehingga dapat terlaksananya penelitian ini Terima kasih kami ucapkan kepada Kepala TK Nurul Kawakib karna telah memberikan izin bagi saya untuk melaksanakan penelitian e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Terimakasih Kepada semua pihak yang terciptanya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA