Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Beban Kerja dan Kelelahan pada Perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Factors Associated with Workload and Fatigue Among Nurses in the Intensive Care Unit (ICU) Novita Anggraini1. Yuniar Wardani1. Widodo Hariyono1 Program studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan Korespondensi Penulis : novitaanggraeni523@gmail. ABSTRACT Nurses working in Intensive Care Units (ICU. carry significant responsibilities in ensuring the quality of care for critically ill patients. High workloads, irregular work schedules, and demanding responsibilities frequently lead to physical, mental, and emotional exhaustion. This not only impacts the well-being of nurses but also affects the quality of healthcare This study aims to identify the factors contributing to the workload and fatigue of ICU nurses and propose strategies to address these challenges. The research employed a systematic literature review method using the PRISMA approach, including articles sourced from Google Scholar and PubMed published between 2019 and 2024. Eight selected articles were analyzed using the Joanna Briggs Institute (JBI) instrument to assess their quality and methodology. The findings reveal that ICU nurse fatigue is influenced by several factors, including suboptimal nurse-to-patient ratios, disruptive shift rotations, insufficient rest periods, and psychological stress. Interventions such as more flexible work schedules, additional rest periods between shifts, and mental health support have proven effective in mitigating fatigue. In conclusion, policies and managerial support focusing on work-life balance are essential to enhance the well-being of nurses and improve the quality of ICU Keywords : Workload. Fatigue. ICU Nurse ABSTRAK Perawat yang bekerja di unit perawatan intensif (ICU) memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kualitas perawatan bagi pasien dengan kondisi kritis. Beban kerja yang tinggi, jadwal kerja yang tidak teratur, serta tuntutan tanggung jawab yang besar sering kali menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional. Hal ini berdampak tidak hanya pada kesejahteraan perawat tetapi juga pada mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban kerja dan kelelahan perawat ICU serta mengusulkan strategi untuk mengatasi tantangan Metode penelitian berupa tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan PRISMA, mencakup artikel yang diperoleh dari Google Scholar dan PubMed, dipublikasi antara tahun 2019 hingga 2024. Dari hasil penyaringan, delapan artikel terpilih dianalisis menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute untuk menilai kualitas dan metodologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelelahan perawat ICU dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rasio pasien-perawat yang tidak ideal, rotasi shift yang mengganggu, kurangnya waktu istirahat, dan tekanan psikologis. Intervensi berupa penjadwalan kerja yang lebih fleksibel, tambahan waktu istirahat antar shift, serta dukungan kesehatan mental, terbukti efektif dalam mengurangi dampak kelelahan. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan dan dukungan manajemen yang berfokus pada keseimbangan kerja dan kehidupan perawat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka serta kualitas pelayanan di ICU. Kata Kunci : Beban kerja. Kelelahan. Perawat ICU Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. PENDAHULUAN Perawat penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan langsung dalam memberikan perawatan kepada pasien. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas tugastugas klinis, tetapi juga melibatkan aspek administratif dan emosional. Dalam konteks perawatan di unit kritis seperti Intensive Care Unit (ICU), perawat menghadapi tuntutan kerja yang sangat Kondisi menyebabkan tekanan fisik dan mental yang dapat memicu kelelahan kerja, sehingga berdampak pada kesejahteraan kesehatan (Rahmawati & Vellyana, 2. Ruang Perawatan Intensif atau ICU (Intensive Care Uni. merupakan fasilitas khusus di rumah sakit yang dirancang untuk memberikan perawatan kepada pasien dengan kondisi yang memerlukan pemantauan ketat. (Kemenkes, 2. Beban kerja yang dialami oleh perawat ICU jauh lebih kompleks dibandingkan dengan unit lain. Di banyak rumah sakit, perawat ICU sering menghadapi rasio perawat terhadap pasien yang tidak ideal, seperti 1:3 atau lebih, yang meningkatkan intensitas kerja Penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi ini dapat menyebabkan peningkatan kelelahan dan menurunkan kinerja perawat, yang pada akhirnya berdampak pada keselamatan pasien (Aminulloh & Tualeka, 2. Beban kerja yang berat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kelelahan kerja pada perawat. Penelitian (Nugraheni menunjukkan bahwa di Indonesia, rasio perawat terhadap pasien yang tinggi, seperti 1:7 hingga 1:8 pasien per shift, sering kali menyebabkan waktu istirahat yang tidak mencukupi. Kondisi ini diperparah oleh sistem kerja shift yang melibatkan rotasi pagi, sore, dan malam. Shift berdampak signifikan terhadap ritme biologis perawat, mengganggu kualitas tidur, dan meningkatkan risiko kelelahan fisik serta mental (Aminulloh & Tualeka. Selain itu, penelitian di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi menunjukkan bahwa sebanyak 82% perawat yang bekerja di shift malam mengalami tingkat stres kerja yang tinggi, yang berkontribusi pada kelelahan mental yang signifikan (Aminulloh & Tualeka. Kelelahan kerja pada perawat tidak hanya memengaruhi kesehatan individu mereka, tetapi juga dapat menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Studi penelitian oleh (Zhao et al. , 2. menemukan adanya korelasi negatif antara kelelahan empatik perawat dan identitas profesional, yang menunjukkan bahwa kelelahan berlebihan dapat memengaruhi dedikasi dan komitmen mereka terhadap profesi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sekitar 50,9% perawat di empat provinsi di Indonesia mengalami stres kerja, dengan gejala seperti sering merasa pusing, kelelahan, dan kesulitan untuk beristirahat akibat tingginya beban kerja yang menyita waktu. (Basalamah et , 2. Selain itu stres kerja pada perawat juga terjadi di Indonesia Sebesar 50,8% perawat di RSUD Dr. La Palaloi Maros memiliki beban kerja yang tinggi(Septiani et al. , 2. , 37,5% perawat di RSUD Prof Dr. Soekandar Mojosari Mojokerto mengalami beban kerja yang berat, 66,2% perawat di RSUD Dr. Abdul Moeloek Lampung (Isnainy et , 2. Sebuah penelitian juga dilakukan di RSUD Wates Yogyakarta terhadap 41 responden menunjukkan bahwa beban kerja perawat tinggi sebanyak 32 responden . %) (Rizky et Penelitian mengungkapkan bahwa perawat dengan beban kerja berlebih beresiko 2 kali lebih besar untuk mengalami kelelahan kerja di bandingkan perawat dengan beban kerja (Handayani Intervensi untuk mengatasi beban kerja dan kelelahan pada perawat telah menjadi perhatian banyak penelitian. (Kubo et al. , 2. menunjukkan bahwa pengaturan jadwal shift yang lebih fleksibel, termasuk penambahan waktu istirahat antara shift malam berturutturut, dapat secara signifikan mengurangi kelelahan vital dan tekanan psikologis. Selain itu, penelitian oleh (Dahlgren et al. melaporkan bahwa program intervensi proaktif berbasis kesehatan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. kelelahan dan burnout pada perawat, meskipun efek ini tidak selalu bertahan dalam jangka panjang. Manajemen rumah sakit memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan perawat. Studi (Septiani menggarisbawahi pentingnya motivasi kerja dan dukungan psikologis sebagai faktor yang dapat meningkatkan kinerja perawat, meskipun mereka menghadapi beban kerja yang tinggi. Dengan emosional, dan pengaturan beban kerja yang seimbang, manajemen dapat membantu mengurangi kelelahan kerja dan meningkatkan efisiensi pelayanan Di Indonesia, perhatian terhadap isu beban kerja dan kelelahan perawat meningkatnya kompleksitas pelayanan Berbagai penyesuaian rasio perawat terhadap mendukung keseimbangan kerja dan Namun, kebijakan ini sering kali menghadapi anggaran dan kurangnya kesadaran Penelitian kelelahan dan beban kerja perawat secara luas tanpa membedakan kondisi spesifik unit kerja. Namun, penelitian ini berfokus secara lebih terperinci pada kelelahan dan beban kerja perawat yang bertugas di ruang ICU, mengingat lingkungan kerja di ICU memiliki karakteristik yang unik, seperti tuntutan kerja yang tinggi, tekanan psikologis, dan kompleksitas pasien yang memerlukan perhatian Hal ini menjadi celah penelitian yang perlu diisi untuk memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi perawat di unit tersebut. Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan beban kerja dan kelelahan pada perawat adalah isu yang kompleks dan saling berkaitan. Penting bagi manajemen rumah sakit untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktorfaktor ini, serta menyediakan lingkungan memastikan kesejahteraan perawat serta menjaga kualitas layanan kesehatan yang Pemahaman tentang faktor-faktor ini akan membantu pengambil keputusan dalam merancang kebijakan dan program yang efektif untuk mengurangi beban kerja serta kelelahan pada perawat, sehingga perawat dapat memberikan perawatan terbaik bagi METODE Penelitian metode tinjauan pustaka dan analisis PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta-analyses ) sistematis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan dan beban kerja pada perawat. Temuan penelitian didasarkan pada jurnal yang menjadi rujukan utama. Proses tinjauan literatur meliputi pencarian literatur yang relevan, pemilihan sumber spesifik, identifikasi. Dalam merumuskan konsep tinjauan literatur. JBI (Joanna Briggs Institut. memiliki berbagai alat dan pedoman yang berguna dalam menilai kualitas penelitian. JBI memberikan alat penilaian yang dapat digunakan untuk menilai validitas internal, eksternal, dan metodologi penelitian. JBI menyediakan alat penilaian yang dirancang untuk menilai kualitas metodologis suatu penelitian, termasuk pengukuran, dan ketepatan analisis data. Pedoman ini juga membantu dalam menilai konsistensi dan potensi replikasi hasil penelitian di berbagai konteks, serta sejauh mana variabel yang diuji dapat Selain JBI memungkinkan penilai mengidentifikasi potensi bias dalam desain atau proses pengumpulan data dan mengevaluasi reliabilitas instrumen yang digunakan. Secara keseluruhan, alat ini memperkuat terhadap validitas dan reliabilitas temuan. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. IDENTIFICATION Setelah berikutnya adalah menyaring jurnal berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan fokus pada isu kelelahan kerja yang berkaitan dengan faktor lingkungan kerja seperti tekanan, konflik peran, beban kerja berlebih, ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta ketidaksesuaian antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya yang tersedia. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu memiliki data yang valid baik dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif, serta memiliki tujuan yang jelas berkaitan dengan stres kerja dan variabel-variabel yang relevan. Artikel tersebut juga harus berasal dari jurnal yang telah melalui proses peer review secara ketat guna menjamin kualitas dan Studi dilakukan dengan menelusuri berbagai basis data seperti Google Scholar dan PubMed, menggunakan kata kunci seperti Aukelelahan, beban kerja pada perawat ICUAy dan AuOccupational fatigue in nurses ICUAy. Kriteria inklusi mencakup artikel dengan publikasi terakreditasi baik nasional maupun internasional, diterbitkan dalam rentang tahun 2019 hingga 2024, tersedia dalam teks lengkap, akses terbuka, tidak dilakukan selama masa pandemi Covid-19, serta membahas kelelahan kerja pada perawat. Dari hasil pencarian, diperoleh 8 artikel yang memenuhi syarat dan dianalisis lebih Proses seleksi dan analisis artikel tersebut disajikan dalam skema PRISMA pada Gambar 1. Pemilihan artikel dengan database: Google Scholar : 116 PubMed : 342 Literatur di luar tahun 2019-2024 : 119 Artikel yang diidentifikasi: 229 SCREENING Artikel yang tidak full teks dan berbayar :208 Artikel yang sesuai: 21 Isi topik pembahasan sedang covid-19 : 10 Artikel yang diinklusi: 11 INCLUDED Artikel dikeluarkan karena pembahsan tidak spesifik ke permasalahan yang akan dibahas Artikel sesuai dengan tujuan penulisan literatur review . Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis (PRISMA) Gambar 1. Skema PRISMA Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. LITERATUR REVIEW_ FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PADA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) IDENTIFICATION OF STUDIES DATABASE Judul Penulis Jenis Lokasi dan Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stress Perawat (Rahma Vellyana , 2. Survey n Cross Lokasi : Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stres Kerja Pada Perawat ICU di RSUD Dr. Djoelham Binjai Tahun (Pratam a Yose Dodi et Penelitian . ixed Lokasi : ruang ICU RSUD Dr. Djoelham Kota Binjai Pengum Kuesioner Sampel : 36 Sampel : 21 Perawat Kuesioner Temuan studi Analisis statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,016, yang mengindikasikan adanya hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres perawat di Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Penelitian keterkaitan tersebut, sehingga langkah pencegahan terhadap mempersiapkan diri secara fisik dan mental, mengikuti pelatihan keterampilan, dan menciptakan lingkungan sosial yang positif di antara sesama perawat untuk menimbulkan stres. Hasil beban kerja, tanggung jawab, dan keamanan kerja memiliki terhadap tingkat stres kerja pada perawat ICU, masing-masing dengan nilai signifikansi p = 0,009. p = 0,030. dan p = 0,032. Sebaliknya, variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, masa kerja, status pernikahan, serta hubungan interpersonal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap stres kerja, dengan nilai p yang melebihi Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan tugas dan lingkungan kerja memengaruhi stres perawat, sedangkan faktor pribadi tidak memiliki kontribusi yang berarti. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Tingkat Stres Kerja Ruang IGD ICU RSUD Prof Dr. Soekandar Mojosari Mojokerto Tahun 2023 (Aldy Wicakso Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Perawat UGD ICU RSUD dr. Palaloi Maros (Septiani Penelitian Cross Lokasi RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari Mojokerto Cross Sectional Lokasi RSUD dr. Palaloi Maros Kuesioner Sampel : 40 Perawat Sampel: Perawat Analisis Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat merumuskan perbaikan kondisi kerja guna kesejahteraan perawat ICU. Berdasarkan mengalami beban kerja berat . ,5%), diikuti oleh beban kerja ringan . ,5%) dan sedang . %). Sementara itu, tingkat stres kerja yang paling banyak dialami adalah stres ringan . %), dengan masing-masing 25% perawat mengalami stres sedang dan berat. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square signifikansi p = 0,00 . < 0,. , hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja di Ruang IGD dan ICU RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari Mojokerto. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kepala ruangan maupun pihak memberikan dorongan motivasi mengurangi dampak beban kerja terhadap stres, yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra positif institusi layanan Lebih dari setengah perawat di RSUD dr. La Palaloi Maros tercatat memiliki beban kerja dan motivasi kerja yang tinggi, masing-masing sebesar 50,8%, serta mayoritas menunjukkan kinerja yang tinggi pula . ,4%). Temuan mengindikasikan bahwa baik beban kerja maupun motivasi statistiknya berada di atas 0,05 . > 0,. Oleh karena itu, penting bagi pihak manajemen faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. Hubungan Beban Kerja Fisik Dan Mental Perawat Dengan Penerapan Patient Safety IGD Dan ICU Rsu GMIM Pancaran Kasih Manado (Yudi. Tangka. Wowiling , 2. Analitik Cross Lokasi : Rsu GMIM Pancaran Kasih Manado Sampel : 30 Perawat Kuesioner perawat, termasuk beban kerja dan tingkat motivasi. Sementara itu, penelitian lain dengan uji chisquare pada tingkat signifikansi 95% menunjukkan bahwa beban kerja fisik memiliki hubungan pelaksanaan keselamatan pasien . atient safet. dengan nilai p = 0,023 ( = 0,. , sedangkan 0,. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan patient safety di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Manado lebih dipengaruhi oleh Lebih dari setengah perawat di RSUD dr. La Palaloi Maros tercatat memiliki beban kerja dan motivasi kerja yang tinggi, masing-masing sebesar 50,8%, serta mayoritas menunjukkan kinerja yang tinggi pula . ,4%). Temuan mengindikasikan bahwa baik beban kerja maupun motivasi statistiknya berada di atas 0,05 . > 0,. Oleh karena itu, penting bagi pihak manajemen faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja perawat, termasuk beban kerja dan tingkat motivasi. Sementara itu, penelitian lain dengan uji chisquare pada tingkat signifikansi 95% menunjukkan bahwa beban kerja fisik memiliki hubungan pelaksanaan keselamatan pasien . atient safet. dengan nilai p = 0,023 ( = 0,. , sedangkan 0,. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan patient safety di IGD dan ICU RSU GMIM Pancaran Kasih Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. Randomised control trial of a proactive recovery in work hours: sleep, burnout, fatigue somatic sym Shift-Work Schedule Intervention for Extending Restart Breaks after Consecutive Night Shifts: NonRandomized Controlled Cross-Over Study (Dahlgre n et al. d control trial with (Kubo et non-acak Correlations identity, and sleep quality (Zhao et Cross Location RNs from 8 hospitals in Sweden Kuesioner Intervensi Sample: 461 RNs from 8 hospitals in Sweden were Sample : 30 perawat yang bekerja Location : Panjin Intervensi Kuesioner Manado lebih dipengaruhi oleh Efek pencegahan terlihat pada gejala somatik pada kelompok Selain itu, kelompok intervensi menunjukkan lebih sedikit gejala kelelahan dan Namun, efek terakhir ini tidak bertahan pada tindak lanjut. Peserta menggunakan banyak strategi dari program tersebut Temuan bahwa pengaruh positif dari jadwal shift dengan hari libur tambahan antara dua shift malam berturut-turut dan shift sore memengaruhi kelelahan dan tidur di antara perawat yang Efek terutama untuk kelelahan vital, tekanan psikologis, dan evaluasi jadwal shift. Namun, manfaat yang diharapkan dari intervensi tidak diamati dalam variabel yang diukur secara objektif. Jadwal shift intervensi ini dapat dicapai hanya dengan mengubah menambah lembur atau jumlah Oleh karena itu, dalam hal upaya yang diperlukan karyawan, sangat layak untuk intervensi di rumah sakit lain yang jadwalnya mencakup tiga shift 8 jam dengan rotasi Terdapat korelasi positif antara kelelahan empatik dan kualitas terdapat korelasi negatif antara kelelahan empatik dan identitas profesional. Identitas pekerjaan dan kualitas tidur berkorelasi negatif. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. in nursing staff: a HASIL 224 perawat Hasil tinjauan sistematis terhadap delapan artikel ilmiah menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti beban kerja, tingkat tanggung jawab, motivasi kerja, dan lingkungan kerja. Dari berbagai penelitian yang dianalisis, beban kerja merupakan variabel yang paling sering dikaji dalam konteks kelelahan dan stres kerja pada Beban kerja tidak hanya berkaitan kompleksitas tugas, besarnya tanggung jawab, dan keterbatasan waktu. Penelitian oleh (Pratama Yose Dodi et al. , 2. di RSUD Dr. Djoelham Binjai menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan stres kerja . = 0,. Kondisi ini semakin nyata terutama di unit-unit dengan tekanan tinggi seperti ICU, di mana perawat harus menjaga stabilitas pasien secara intensif. Hal serupa diungkapkan dalam penelitian oleh (Rahmawati & Vellyana, 2. di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Studi tersebut menyimpulkan bahwa beban kerja yang berat secara signifikan meningkatkan risiko stres kerja. Penelitian oleh (Aldy Wicaksono, 2. di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojokerto mencatat bahwa 37,5% perawat ICU mengalami beban kerja berat, dengan analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara beban kerja dan stres kerja . < 0,. Terdapat profesional, dan kualitas tidur Kelelahan kualitas tidur. Kelelahan empatik identitas profesional. Identitas pekerjaan berkorelasi negatif dengan kualitas tidur. Untuk memberikan dasar teori bagi manajemen staf perawat lansia dan perumusan sistem dan sesuai, meningkatkan kesehatan mental staf perawat lansia, meningkatkan kualitas tidur, dan memberikan dasar teori dan intervensi di masa mendatang. Penelitian oleh (Kubo et al. , 2. menunjukkan bahwa jadwal shift yang tidak teratur meningkatkan kelelahan vital, tekanan psikologis, dan gangguan tidur. Penambahan hari libur antara shift malam Dalam penelitian lainnya, (Zhao et al. , 2. mengungkapkan bahwa terdapat hubungan positif antara kelelahan empatik dan kualitas tidur yang buruk. Selain itu, (Dahlgren et al. , 2. melaporkan bahwa intervensi pemulihan proaktif dapat membantu mengurangi gejala burnout, meskipun efek jangka panjang belum terjamin. PEMBAHASAN Temuan dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa beban kerja dan kelelahan kerja saling berkaitan erat. Beban kerja berat dapat emosional, yang pada akhirnya mengurangi efisiensi perawat dalam menyelesaikan Penurunan efisiensi ini kemudian menambah beban kerja lebih lanjut. Studi oleh (Pratama Yose Dodi et al. , 2. juga menunjukkan bahwa tanggung jawab tinggi dan rasa aman kerja yang rendah turut berkontribusi terhadap kelelahan, apalagi bila ditambah dengan jadwal kerja yang tidak fleksibel. Pada penelitian (Yudi et al. menemukan bahwa beban kerja fisik yang berat secara signifikan memengaruhi stres kerja dan berdampak terhadap Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 459-469 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Bebas A. (Novita Anggraini. Yuniar Wardani, dk. penerapan prinsip keselamatan pasien. (Azhari, 2. memperkuat temuan ini dengan menyebutkan bahwa stres kerja pada perawat berhubungan signifikan dengan beban kerja, budaya organisasi, masa kerja, dan hubungan dengan atasan . -value = 0,. Penelitian (Pramono Siregar & Ananda, 2. juga menemukan bahwa peningkatan beban kerja fisik berkorelasi langsung dengan meningkatnya Faktor masa kerja dan sistem shift juga turut memengaruhi kelelahan kerja. (Rahmayani et al. , 2. menjelaskan bahwa masa kerja panjang tanpa dukungan karier dapat meningkatkan stres. Hal ini diperkuat oleh (Nurliasari et al. , 2. yang mencatat bahwa prevalensi stres kerja pada perawat di Indonesia mencapai 50,9%, dengan penyebab utama lingkungan kerja dan pengaturan shift yang tidak kondusif. (Piaster et al. , 2. menegaskan bahwa beban kerja berlebihan dapat menurunkan kinerja serta meningkatkan risiko kesalahan dalam pekerjaan. Dari segi metodologi, tinjauan ini memiliki keunggulan karena menggunakan sumber data yang luas dan kredibel, seperti PubMed dan Google Scholar. Fokus penelitian tidak hanya mengidentifikasi penyebab kelelahan kerja, tetapi juga menawarkan solusi nyata seperti penyesuaian jadwal kerja, peningkatan waktu istirahat, serta dukungan psikososial. Namun demikian, jumlah artikel yang dianalisis masih terbatas . anya delapa. , sehingga generalisasi temuan bersifat Selain itu, solusi yang ditawarkan lebih banyak berfokus pada penanganan jangka pendek dan belum membahas SIMPULAN Beban kerja yang berat dan kelelahan kerja merupakan dua masalah utama yang saling terkait dalam lingkungan kerja perawat, terutama di unit ICU . Artikel menyoroti pentingnya manajemen beban kerja, jadwal kerja yang fleksibel, dan dukungan psikologis untuk mengatasi tantangan ini. Dengan strategi yang tepat, stres kerja dan kelelahan kerja dapat diminimalkan, sehingga kinerja perawat dan kualitas pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan. Beban kerja memengaruhi stres kerja perawat, dengan tanggung jawab dan keamanan kerja sebagai pendukung signifikan. Namun, faktor-faktor sosial, seperti hubungan interpersonal yang baik, motivasi kerja, dan meningkatkan kinerja. Oleh karena itu, intervensi berbasis manajemen kerja dan kesejahteraan psikologis perawat sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan SARAN Penelitian kekurangan seperti cakupan geografis yang kurang luas dan diharapkan pada penelitian mendatang dapat dilakukan di berbagai rumah sakit dengan kondisi kerja yang berbeda untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan generalisasi hasil. DAFTAR PUSTAKA