Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN: 2527-368X (Prin. 2621-4385 (Onlin. Pengaruh Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah di RW 01 Kelurahan Pasar Baru Siti Robeatul Adawiyah1. Rizka Nurcahyani 2. Rizki Fadilah 3. Shinta Susilowati 4. Shinta Marta5. Siti Nuriah6. Daffa Affan Perdana7. Riza Amelia8. Siti Nurun Nissa9. Wiwin Sri Waningsih10 1-10 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Yatsi Madani. Tangerang. Indonesia *Sitirobeatuladawiyah@uym. id, nurcahyanirizzka@gmail. *corresponding author Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Penanganan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologis, salah satunya dengan pemberian jus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 01 Kelurahan Pasar Baru. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest pada satu kelompok tanpa kontrol, melibatkan 30 responden dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing satu kali pemberian jus per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus semangka dengan nilai p < 0,05. Rata-rata tekanan darah sistolik mengalami penurunan dari 146,63 mmHg menjadi 136,20 mmHg pada hari pertama, dan tren penurunan serupa terjadi hingga hari ketiga. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jus semangka efektif dalam menurunkan tekanan darah, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi alami bagi penderita hipertensi. Kata kunci: Hipertensi. Tekanan Darah. Jus semangka The Effect of Watermelon Juice on Blood Pressure Reduction in RW 01. Pasar Baru Subdistrict Abstract Hypertension is a non-communicable disease that continues to increase in prevalence annually. Management of hypertension can be conducted through non-pharmacological therapy, such as consuming watermelon juice. This study aimed to determine thel elffelct of watelrmel on juicel on relducing blood prelssurel in hypelrtelnsivel patielnts in RW 01. Pasar Baru Subdistrict. Thel relselarch elmployeld a quasi-elxpelrimelntal melthod with a onel-group preltelstposttelst delsign, involving 30 participants sel elcteld through total sampling. Thel intelrvelntion was administelreld oncel daily ovelr threlel conselcutivel days. Data welrel collelcteld by melasuring blood prelssurel belforel and aftelr thel intelrvelntion using a sphygmomanomeltelr. Thel paireld t-telst analysis relvelaleld a significant diffelrelncel beltweleln preland post-intelrvelntion blood prelssurel valuels . < 0. On thel first day, thel avelragel systolic blood prelssurel delcrelaseld from 146. 63 mmHg to 136. 20 mmHg, with similar relductions obselrveld on subselquelnt days. Thel relsults indicatel that watelrmel on juicel is elffelctivel in lowelring blood prelssurel and may selrvel as a natural and practical altelrnativel thelrapy for individuals with hypelrtelnsion. Keywords: Hypertension. Blood Pressure. Watermelon Juice. PENDAHULUAN Kasus peningkatan yang signifikan setiap tahunnya dan kini telah menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Penyakit ini memiliki potensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, bahkan dapat mengancam Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat berujung pada komplikasi berat, seperti gangguan fungsi otak, jantung, ginjal, dan mata, serta dapat maupun kematian secara mendadak. Karena sering berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas, hipertensi sering disebut sebagai Aupembunuh diam-diamAy . ilent kille. , di mana banyak penderita tidak komplikasi yang mengancam (Adibah, 2. Berdasarkan data (WHO, 2. sebanyak 1,28 juta orang berusia 30 hingga 79 tahun di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah tercatat sebagai penderita hipertensi. Menurut data Riskesdas . , prevalensi hipertensi secara global mencapai 22%, sedangkan di Indonesia angkanya lebih tinggi, yaitu sebesar 34,1%. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana prevalensi hipertensi di Indonesia tercatat sebesar 25,9% (Kemenkes, 2. dalam (Roswita, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten . , jumlah penduduk berusia di atas 18 tahun yang berisiko mengalami hipertensi pada tahun 2018 956 jiwa, atau sekitar 30,45% dari total populasi. Kota Tangerang tercatat sebagai wilayah dengan persentase kasus hipertensi tertinggi sebesar 28,07%, sedangkan angka terendah ditemukan di Kota Cilegon, yaitu 11,98%. Dari angka prevalensi hipertensi di Provinsi Banten tersebut, diketahui bahwa 13,3% penderita tidak mengonsumsi obat hipertensi sama sekali, dan 32,3% lainnya tidak mengonsumsinya secara teratur. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah tersebut masih rendah (Thoharunisa. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling sering ditemukan di masyarakat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan Berdasarkan data dari Puskesmas Pasar Baru pada Desember 2024, hipertensi menempati urutan tertinggi dengan jumlah 52 kasus di wilayah RW 01 Kelurahan Pasar Baru. Banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka dan cenderung mengabaikan pengaturan pola makan dan gaya hidup sehat. Salah satu penyebab utama hipertensi adalah konsumsi natrium yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan Intervensi berbasis masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap pola hidup sehat. Jus semangka dipilih sebagai media intervensi karena memiliki kandungan air yang tinggi dan senyawa sitrulin serta likopen yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan Semangka mengandung air dalam jumlah tinggi serta asam amino seperti Larginine yang berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Kandungan kalium yang cukup tinggi juga membantu fungsi jantung dan berperan dalam menormalkan tekanan darah. Likopen dalam semangka merupakan antioksidan kuat yang lebih efektif dibanding vitamin C dan E. Biji semangka mengandung zat gizi penting seperti minyak berwarna kuning . Ae45%), protein . Ae40%), sitrulin, vitamin B12, dan enzim urease. Senyawa aktif kukurbositrin dalam biji semangka dapat merangsang fungsi ginjal dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Selain itu, kandungan asam amino sitrulin berfungsi menurunkan tekanan darah, sementara karotenoid dalam semangka berperan dalam mencegah pengerasan dinding arteri dan vena, sehingga turut membantu mengurangi tekanan darah (Sari et al. , 2. Kandungan kalorinya yang rendah serta tingginya kadar kalium menjadikan semangka sebagai buah yang bersifat Semangka juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti serat, likopen, vitamin A, dan kalium. Penelitian di Florida State University menunjukkan bahwa asam amino L-citrulline dan Larginine dalam semangka dapat membantu menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah studi, pemberian jus semangka sebanyak 100 gram per hari terbukti mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 4,4 mmHg dan diastolik 2,5 mmHg pada penderita hipertensi. Sementara pada individu normal, penurunannya masingmasing sebesar 1,8 mmHg dan 1,0 mmHg. Jumlah 100 gram buah semangka dapat Vol. 8 No. 1 December 2025 | 155 diolah menjadi sekitar 100 ml jus untuk sekali konsumsi terapi (Romi Syahrial, dkk, 2. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka pemberian jus semangka dipilih sebagai intervensi terapi non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah yang diharapkan dapat memberikan solusi yang alami, ekonomis, dan mudah diterima masyarakat. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Yatsi Madani yang bekerja sama dengan Puskesmas Pasar Baru dan kader kesehatan setempat terhadap 30 responden di RW 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest pada satu Teknik total sampling digunakan dalam pemilihan sampel, yakni seluruh populasi yang memenuhi kriteria dijadikan (Sugiyono. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi Intervensi dilakukan setiap pukul 00 WIB, diawali dengan pengkajian kondisi Jus diberikan satu kali dalam setiap sesi, dan kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga sesi pertemuan selama tanggal 23-25 Juni 2025. Setelah mengonsumsi jus semangka, responden diobservasi selama 30 menit sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah lanjutan dan evaluasi terhadap respons tubuh terhadap Penelitian ini menerapkan analisis univariat dan bivariate dengan paired sample ttest. 156 | Pages 154-158 Table 2. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Waktu Tekanan Darah Silstolilk Dilastolilk Silstolilk Dilastolilk Silstolilk Dilastolilk Silstolilk Dilastolilk Silstolilk Dilastolilk Silstolilk Dilastolilk Hari ke-1 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-3 MinMax Mean 146,63 90,50 136,20 86,50 147,43 90,40 138,17 86,27 141,70 89,90 132,63 87,10 11,303 6,651 9,561 5,472 10,559 5,864 8,542 3,685 8,867 6,155 6,155 5,108 Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa tekanan darah sistolik sebelum intervensi pada hari pertama berada dalam rentang 128Ae171 mmHg dengan standar deviasi sebesar 11,303, sedangkan tekanan darah diastolik berada pada kisaran 75Ae102 mmHg dengan standar deviasi 6,651. Setelah intervensi, tekanan darah sistolik menurun menjadi 120Ae158 mmHg dengan standar deviasi 9,561, dan tekanan darah diastolik menjadi 80Ae98 mmHg dengan standar deviasi 5,472. Pada hari kedua, tekanan darah sistolik sebelum intervensi berkisar antara 127Ae171 mmHg dengan standar deviasi 10,559, dan tekanan darah diastolik berada pada rentang 80Ae100 mmHg dengan standar deviasi sebesar 5,864. Setelah intervensi, tekanan darah sistolik menurun menjadi 120Ae155 mmHg dengan standar deviasi 8,542, dan tekanan darah diastolik berada dalam kisaran 80Ae 93 mmHg dengan standar deviasi 3,685. Pada hari ketiga, nilai tekanan darah sistolik sebelum intervensi berada pada rentang 130Ae160 mmHg dengan standar deviasi 8,867, sedangkan tekanan darah diastolik berkisar antara 80Ae100 mmHg dengan standar deviasi sebesar 6,155. Berdasarkan tabel 1 diatas didapatkan hasil bahwa jumlah perempuan lebih banyak Tabel 1. Karakteristik Responden yang Mengalami Hipertensi Karakteristik Janils Lakil-lakil 33,3% Kel amiln Pelrelmpuan 33,3% Usila 20,0% Tahun 56,7% Tahun >65 Tahun 23,3% HASIL DAN PEMBAHASAN mengalami hipertensi yang berjumlah 20 . ,7%) dibandingkan dengan laki-laki sebanyak 10 . ,3%). Sedangkan usia yang paling banyak terkena hipertensi yaitu usia 55-65 Tahun sejumlah 17 . ,7%) lalu dilanjut pada usia >65 Tahun 7 . ,3%) lalu diikuti pada usia 45-54 Tahun 6 . ,0%). Setelah intervensi, tekanan darah sistolik menurun menjadi 120Ae145 mmHg dengan standar deviasi 6,155, dan tekanan darah diastolik menurun ke kisaran 80Ae98 mmHg dengan standar deviasi 5,108. Table 3. Pengaruh Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tekanan Darah Sistolik Hari ke-1 Diatolik Hari ke-1 Sistolik Hari ke-2 Diatolik Hari ke-2 Sistolik Hari ke-3 Diatolik Hari ke-3 Sebelum 146,63 91,37 147,73 90,40 141,70 89,90 Sesudah 136,20 87,70 138,17 86,27 132,63 87,10 Sig 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,007 Berdasarkan tabel 3, diketahui sebelum intervensi tekanan darah sistolik rata- rata pada hari kesatu yaitu 146,63 mmHg, dan untuk diastolik sebesar 91,37 mmHg, setelah didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik 136,20 mmHg, dan diastolik 87,70 mmHg, selisih tekanan darah sistolik antara sebelum dan sesudah pemberian jus semangka pada hari pertama yaitu 10,43 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik terdapat selisih 3,67 mmHg. Lalu tekanan darah rata-rat pada hari kedua yaitu 147,73 mmHg untuk sistolik, dan untuk diastolik sebesar 90,40 mmHg, setelah didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik 138,17 mmHg, dan diastolik 86,27 mmHg, hingga didapati selisih tekanan darah sistolik antara sebelum dan sesudah pemberian jus semangka sebesar 9,56 mmHg, lalu selisih tekanan darah diastolik sebesar 4,13 mmHg. pada hari terakhir pemberian jus semangka, tercatat rata-rata tekanan darah sistolik 141,70 mmHg dan diastolic sebesar 89,90 mmHg setelah intervensi pemberian jus semangka didapatkan hasil rata-rata sistolik 132,63 mmHg, dan diastolik 87,10 mmHg, sehingga adanya selisih tekanan darah sistolik 9,07 mmHg, lalu selisih tekanan darah diastolik 2,8 mmHg. Berdasarkan uji paired menunjukkan hasil nilai p-value untuk tekanan darah sistolik dan diastolik secara keseluruhan 0,000 <0,05, hanya untuk p-value diastolik hari ketiga sebesar 0,007 <0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pemberian jus semangka pada penurunan tekanan darah di Rw01. Kelurahan Pasar Baru. Mayoritas individu dengan hipertensi sering mengalami keluhan seperti nyeri kepala, rasa pusing, hingga kelelahan sebagai gejala yang umum dirasakan (Tekanan darah sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain riwayat keluarga . , jenis kelamin, usia, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, tingkat stres, serta pola makan yang tidak seimbang (Sulistia et al. , 2. dalam (Pratiwi et al. , 2. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya adalah terapi non-farmakologis, seperti pemberian jus semangka. Buah semangka diketahui memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah, karena mengandung komponen aktif yang dapat merangsang produksi senyawa kimia yang berperan dalam membuat pembuluh darah menjadi lebih fleksibel dan rileks. Selain itu, semangka juga mengandung asam amino yang mendukung fungsi jantung, memperlancar sirkulasi darah, serta Kandungan-kandungan tersebut telah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi (Pratiwi et al. , 2. Hasil studi kasus ini sejalan dengan penelitian yang berjudul AuPengaruh Pemberian Terapi Jus Semangka Terhadap Penurunan Hipertensi Pada LansiaAy yang dilakukan oleh (Sari et al. , 2. menunjukkan adanya perubahan pengaruh pemberian terapi jus semangka terhadap penurunan hipertensi pada lansia p-value untuk hipertensi sebesar 0. 000 (<0. Penurunan tekanan darah ini dapat dikaitkan dengan kandungan L-citrulline dalam semangka, yang diketahui mampu meningkatkan produksi nitric oxide (NO) dalam tubuh. Nitric oxide berperan penting dalam vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah, sehingga menurunkan resistensi perifer dan tekanan darah. Studi terkini mendukung hal ini, di mana L-citrulline menurunkan tekanan darah pada individu Vol. 8 No. 1 December 2025 | 157 dengan hipertensi ringan hingga sedang (Sepideh. Mahboobi et al. , 2. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian (Romi Syahrial, dkk, 2. Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Komunitas Pra Lansia dengan nilai p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus semangka. SIMPULAN Penerapan intervensi konsumsi jus semangka pada responde dengan hipertensi yang dilaksanakan di wilayah RW 01. Kelurahan Pasar Baru menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tekanan darah. Intervensi ini diberikan selama tiga sesi pertemuan dengan frekuensi satu kali per hari dengan nilai p-value = <0,05 yang menunjukkan H0 ditolak dan Ha Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian jus semangka secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan tekanan darah pada individu dengan DAFTAR PUSTAKA