ABDIMASTA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Asy-Syukriyyah Tangerang e-ISSN x-x https://doi. org/10. 36769/abdimasta. Adab Pergaulan di Era Digital Asep Muljawan1*. Muhammad Faisal Ridwan2 1,2Institut Asy-Syukriyyah *asep. muljawan@asy-syukriyyah. id, fridwan559@gmail. Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai adab pergaulan di era digital sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan etika komunikasi di kalangan remaja, khususnya dalam penggunaan media sosial. Program dilaksanakan pada 8 September 2025 di SMP Islam Terpadu An-Nuqthah Kecamatan Pinang Kota Tangerang dengan metode edukatifpartisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, serta evaluasi pretest dan post-test. Sampel sebanyak 40 peserta dari 210 siswa terlibat dalam pengukuran efektivitas kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pemahaman dari 58,25 pada pre-test menjadi 84,70 pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis interaksi dan refleksi moral efektif dalam memperkuat kesadaran siswa terhadap etika pergaulan digital sesuai nilai-nilai Islam. Dengan demikian. PKM ini berkontribusi pada penguatan karakter digital yang santun, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia di lingkungan Kata Kunci: Adab. Akhlak digital. Etika komunikasi. Literasi digital Dikirim: 02 Desember 2025 Direvisi: 03 Februari 2026 Diterima: 03 Februari 2026 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi dan pergaulan masyarakat. Media sosial, platform pesan instan, dan berbagai ruang komunikasi digital memberikan kemudahan dalam membangun relasi sosial tanpa batas ruang dan Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diiringi dengan kecakapan beretika sehingga melahirkan berbagai permasalahan sosial seperti ujaran kebencian, perundungan siber . , penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, hingga degradasi moral dalam komunikasi publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa tingginya intensitas interaksi digital tidak serta-merta berbanding lurus dengan kualitas adab dan etika berkomunikasi masyarakat, terutama pada kalangan pelajar dan remaja yang merupakan pengguna digital paling aktif. Minimnya kesadaran terhadap adab bermedia menjadi tantangan serius yang berdampak pada rusaknya hubungan sosial dan menurunnya budaya saling menghargai dalam interaksi sehari-hari 1. 1 Amalia Amalia dkk. AuPendidikan Karakter Dan Teknologi: Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Pembentukan Karakter Remaja,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran 3, no. Oktober 2. : 32Ae39, doi:10. 58706/jipp. Adab Pergaulan Di Era Digital | 72 Melihat realitas tersebut, urgensi penguatan pendidikan adab pergaulan dalam ruang digital menjadi sangat penting sebagai upaya preventif dan solutif dalam membangun budaya komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai moral serta agama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademik untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan mengenai etika pergaulan digital. Rasionalisasi kegiatan ini didasarkan pada pandangan bahwa pendidikan karakter dan literasi digital perlu berjalan seimbang agar masyarakat tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga matang secara moral dalam menggunakan media digital. PKM ini juga merupakan wujud nyata peran institusi pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial melalui transfer pengetahuan dan pembinaan kepada masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait prinsip-prinsip adab pergaulan di era digital, menumbuhkan kesadaran kritis dalam menggunakan media digital secara bijak, serta membangun budaya komunikasi yang menghargai, berempati, dan tidak merugikan orang lain. Rencana pemecahan masalah dilakukan melalui pendekatan edukasi partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, studi kasus, simulasi komunikasi digital santun, serta pengukuran capaian pemahaman melalui pre-test dan post-test. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan perubahan positif terhadap perilaku sosial peserta dalam kehidupan nyata maupun interaksi daring. Secara teoretis, kegiatan ini didukung oleh beberapa kajian pustaka relevan. Konsep literasi digital menurut Livingstone . menekankan kemampuan individu untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, memahami dampak sosial komunikasi digital, serta mempraktikkan perilaku etis di ruang Sementara itu. Kemendikbud . menegaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai kesantunan, empati, dan etika untuk menjaga kualitas interaksi sosial di era digital. Dalam perspektif etika komunikasi Islami, prinsip menjaga lisan, menghindari ghibah dan fitnah, serta berkata baik atau diam sebagaimana diajarkan dalam Al-QurAoan dan hadis, menjadi landasan moral dalam membangun pergaulan yang beradab. Dengan demikian, integrasi antara literasi digital modern dan nilai-nilai adab menjadi dasar konseptual yang memperkuat urgensi pelaksanaan kegiatan PKM ini. METODE PALAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengenai adab pergaulan di era digital dilaksanakan pada tanggal 8 September 2025 bertempat di SMP Islam Terpadu An-Nuqthah. Kecamatan Pinang. Kota Tangerang. Sasaran kegiatan adalah peserta didik tingkat SMP yang berada pada fase perkembangan sosial dan emosional kritis serta memiliki intensitas tinggi dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dan pergaulan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta, sebagaimana kebutuhan yang telah diuraikan dalam latar belakang, yaitu melalui kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, penyajian studi kasus, simulasi komunikasi digital santun, dan sesi tanya jawab untuk memperdalam 73 | Muljawan. Ridwan pemahaman dan refleksi sikap. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah Alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan meliputi perangkat multimedia seperti laptop. LCD proyektor, dan layar proyeksi untuk menampilkan materi dan video edukatif, lembar angket untuk evaluasi peserta, perangkat audio pengeras suara untuk mendukung komunikasi selama penyampaian materi, serta dokumentasi berupa kamera dan daftar hadir peserta 2. Materi pembelajaran disusun dalam bentuk presentasi digital, modul singkat, dan skenario simulasi yang relevan dengan fenomena interaksi sosial di media digital. Dengan dukungan alat, metode, dan partisipasi aktif ini, kegiatan PKM diharapkan mampu mencapai tujuan efektif berupa peningkatan pemahaman dan penguatan sikap peserta terhadap pentingnya adab dalam pergaulan di era digital. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengenai adab pergaulan di era digital di SMP Islam Terpadu An-Nuqthah Kecamatan Pinang Kota Tangerang menghasilkan sejumlah temuan penting terkait perubahan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai etika komunikasi digital. Proses penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi perilaku komunikasi santun yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital berkarakter pada Hal ini terlihat dari peningkatan skor rata-rata antara hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya transformasi pengetahuan dan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Berikut tabel hasil Pre-test dan Post-test terkait Adab Pergaulan di Era Digital bagi sampel 40 peserta di SMP Islam Terpadu An-Nuqthah. Tabel 1. Perbandingan Nilai Pre-test dan Post-test Sampel 40 Peserta Kategori Penilaian Rentang Nilai Pre-test Post-test Sangat Baik 86Ae100 2 siswa . %) 20 siswa . %) Baik 71Ae85 6 siswa . %) 15 siswa . ,5%) Cukup 56Ae70 12 siswa . %) 4 siswa . %) Kurang O 55 20 siswa . %) 1 siswa . ,5%) Rata-Rata Nilai Ai 58,25 84,70 Ai 26,45 poin Kenaikan Rata-Rata Ai 2 Hasan Maulana dkk. AuAnalysis of the Effectiveness of Instilling Islamic Religious Values in Shaping StudentsAo Religious Character,Ay Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam 6, no. Oktober 2. 249Ae62, doi:10. 54150/thawalib. Adab Pergaulan Di Era Digital | 74 Interpretasi Tabel Berdasarkan data pada Tabel 1, terlihat peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai adab pergaulan di era digital setelah mengikuti kegiatan pembinaan dan edukasi. Pada hasil pre-test, sebagian besar peserta . %) berada pada kategori kurang, menunjukkan rendahnya pemahaman terkait etika digital, etika berkirim pesan, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, serta prinsip menjaga kehormatan diri sesuai nilai Islam. Setelah kegiatan berlangsung, hasil post-test menunjukkan perubahan drastis, dimana peserta pada kategori sangat baik meningkat dari 5% menjadi 50%, dan kategori kurang turun dari 50% menjadi hanya 2,5%. Kenaikan rata-rata nilai sebesar 26,45 poin menunjukkan efektivitas metode pembelajaran berbasis penyadaran, diskusi kasus nyata, serta praktik langsung sebagaimana dijelaskan pada bagian metode pelaksanaan. Hasil empiris ini sejalan dengan tujuan literasi digital yang dikemukakan Kemendikbud . , yaitu membentuk warga digital yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga berkarakter santun, empatik, dan bertanggung jawab dalam interaksi daring. Selain itu, kegiatan PKM ini juga mengintegrasikan perspektif etika komunikasi islami, seperti prinsip qaulan sadida, qaulan karima, dan qaulan layyina, serta ajaran Rasulullah mengenai kewajiban menjaga lisan dan menghindari ghibah, fitnah, dan ujaran kebencian. Integrasi nilai agama dalam kegiatan pembelajaran terbukti efektif dalam memperkuat motivasi internal peserta untuk berubah karena memiliki dasar moral yang jelas untuk dipraktikkan dalam kehidupan digital mereka. Temuan lapangan juga menunjukkan indikasi perubahan sikap dari sisi Peserta menjadi lebih berhati-hati dalam memberikan komentar, belajar menghormati perbedaan pendapat, serta memahami konsekuensi jangka panjang jejak digital . igital footprin. terhadap masa depan akademik dan karier mereka. Selain itu, melalui sesi diskusi kelompok, peserta mengakui bahwa mereka sebelumnya sering melakukan tindakan tanpa mempertimbangkan etika, seperti berbagi tangkapan layar percakapan pribadi atau mengunggah komentar emosional, dan mulai menyadari bahwa perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang lain 3. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa program PKM ini memberikan dampak positif dan berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas peserta dalam membangun budaya pergaulan digital yang beradab. Peningkatan skor dan perubahan sikap sosial peserta menjadi bukti bahwa literasi digital berbasis karakter dan nilai agama dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menghadapi tantangan interaksi sosial di era digital. Kegiatan ini juga memberikan rekomendasi bahwa pembinaan etika digital sebaiknya dilakukan secara 3 Ach Baidowi dkk. AuBoard Leadership as a Determining Factor in Student Discipline,Ay AlTatawur: International Journal of Social Science 3, no. Desember 2. : 103Ae10, doi:10. 61806/altatawur. 75 | Muljawan. Ridwan berkelanjutan, tidak hanya kepada siswa tetapi juga kepada guru dan orang tua sebagai ekosistem pendidikan yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan edukasi Adab Pergaulan di Era Digital bagi siswa SMP Islam Terpadu An-Nuqthah Kecamatan Pinang Kota Tangerang dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SMP Islam Terpadu An-Nuqthah yang telah memberikan izin, dukungan, serta fasilitas dalam pelaksanaan Guru dan staf tata usaha yang turut membantu dalam koordinasi, persiapan teknis, serta kelancaran kegiatan. Seluruh peserta kegiatan, yaitu siswa kelas VII yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan keterlibatan aktif. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu namun telah memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan program ini. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan literasi digital di lingkungan sekolah. Jazakumullahu khairan katsrA. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan edukasi Adab Pergaulan di Era Digital di SMP Islam Terpadu An-Nuqthah, dapat disimpulkan bahwa program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terkait etika berinteraksi di dunia digital sesuai nilai-nilai Islam. Hasil pengukuran melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata nilai dari 58,25 menjadi 84,70 dengan kenaikan sebesar 26,45 poin, yang menunjukkan efektivitas metode pembelajaran berbasis diskusi, simulasi kasus nyata, dan refleksi moral. Selain peningkatan pemahaman, siswa juga menunjukkan perubahan sikap dan komitmen untuk menerapkan adab digital dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga tutur kata di media sosial, menghormati privasi orang lain, dan menggunakan teknologi secara bijaksana. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pendidikan karakter dalam membangun perilaku berakhlak mulia di era digital. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya kegiatan pendampingan lanjutan, penyusunan panduan etika digital bagi siswa, serta kerja sama berkelanjutan dengan pihak sekolah dan orang tua agar pembiasaan akhlak digital dapat terjaga secara konsisten. Adab Pergaulan Di Era Digital | 76 DAFTAR PUSTAKA