Jurnal Siti Rufaidah Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 26-35 Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis La. Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicu. Monica Suryani Universitas Sari Mutiara Indonesia Manahan Situmorang Universitas Sari Mutiara Indonesia Dhea Nur Fadhilah Universitas Sari Mutiara Indonesia Alamat: Jl. Kapten Muslim No 79 Medan Korespondensi penulis: monicasuryani2@gmail. Abstract. Medicinal plants have been known and used worldwide for thousands of years. One type of medicinal plant that is often used is gaharu. The efficacy of gaharu leaves provides properties as a fever reducer, increases appetite, launches menstruation, and relieves pain. This study aims to determine whether there is an analgesic effect from the methanol extract of gaharu leaves in male Wistar rats using the heat stimulation method. This study was an experimental study using twenty-five male Wistar rats divided into five groups. Group I . egative contro. , rats were treated with 1% CMC-Na. Group II . ositive contro. , rats treated with mefenamic acid 45 mg/kg BW. Group i. IV, and V rats were treated with gaharu leaf methanol extract suspension . 200, and . mg/kg BW. Pain stimulation was carried out by dipping the rat tail into a 40AC water bath. Data on response time to pain, stimuli were analyzed using the One-Way Analysis of Variance (ANNOVA) method with a 95% confidence level followed by a post-hoc Tukey test to determine which group had the same or significantly different The results showed that the normal response time data for mice to painful stimuli ranged from 2. 79 to 3. 1% CMC-Na treatment in mice was unable to increase the response time to a significant pain stimulus . >0. Mefenamic acid treatment 45 mg/Kg BW significantly increased the response time to painful stimuli . <0. with the longest average response time to painful stimuli, namely 8. 87 seconds. Based on the method used in this research, methanol extract of agarwood leaves 400 mg/kgBW has almost the same analgesic effect as mefenamic acid 45 mg/KgBW. Keywords: Analgesic. Methanol Extract Of Gaharu Leaves. Heat Stimulus. Tail Larva Abstrak. Tanaman obat sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun yang lalu. Salah satu jenis tanaman obat yang sering digunakan yaitu gaharu. Khasiat daun gaharu memberikan khasiat sebagai penurun demam, penambah nafsu makan, melancarkan haid dan meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek analgesik dari ekstrak metanol daun gaharu pada tikus wistar jantan dengan menggunakan metode rangsang panas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan dua puluh lima ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok I . ontrol negati. , tikus diberi perlakuan dengan CMC-Na 1%. Kelompok II . ontrol positi. , tikus diobati dengan asam mefenamat 45 mg/kg BB. Tikus kelompok i. IV, dan V diberi perlakuan suspensi ekstrak metanol daun gaharu . 200 dan . mg/kg BB. Rangsangan nyeri dilakukan dengan mencelupkan ekor tikus ke dalam penangas air bersuhu 40 AC. Data waktu respon terhadap stimulus nyeri dianalisis dengan metode One Way Analysis of Variance (ANNOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji post hot tukey untuk mengetahui kelompok mana yang mempunyai pengaruh sama atau berbeda secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data respon waktu normal tikus terhadap stimulus nyeri adalah berkisar antara 2,79-3,57 detik. Perlakuan CMC-Na 1% pada tikus tidak mampu meningkatkan respon waktu terhadap stimulus nyeri yang signifikan . >0,. Berdasarkan metode yang digunakan dalam penelitian ini, ekstrak metanol daun gaharu 400 mg/kgBB memiliki efek analgesik yang hampir sama dengan asam mefenamat 45 mg/Kg BB. Kata kunci: Analgesik. Ekstrak Metanol Daun Gaharu. Rangsang Panas. Jentik Ekor Received September 28, 2023. Accepted Oktober 27, 2023. Published November 30, 2023 *Monica Suryani, monicasuryani2@gmail. Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis La. Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicu. PENDAHULUAN Obat analgesik yang sering digunakan pada umumnya adalah Asam mefenamat . efenamic aci. Asam mefenamat bekerja dengan menghambat enzim yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin akan memicu munculnya gejala dan tanda radang saat tubuh mengalami cedera atau luka. Jika produksi prostaglandin dihambat, gejala radang, seperti nyeri, kemerahan, bengkak dapat mereda. Penggunaan obat yang berbahan kimia dapat digantikan oleh penggunaan bahan alam. Indonesia merupakan Negara tropis yang kaya akan berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan. Banyaknya jumlah tanaman di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai tanaman berkhasiat yang digunakan sebagai obat dan bahan baku. Pengunaan obat tradisional sudah menjadi tradisi budaya dalam mengatasi masalah kesehatan oleh masyarakat di Indonesia. Kementrian Kesehatan RI berupaya mengembangkan industry obat tradisional melalui sinergi Academic Business Government dan Community (ABGC) dan meningkatkan penggunaan obat tradisional pada fasilitas pelayanan kesehatan. Indonesia diketahui memiliki keragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Dari berbagai penelitian menyebutkan, dari sekitar 30. 000 spesies tumbuhan di Indonesia sebanyak 000 jenis tumbuhan berkhasiat sebagai obat. World Health Organizarion (WHO) menyatakan sekiatar 80% penduduk di dunia menggunakan obat tradisional yang berasal dari tumbuhan. Penggunaan obat tradisional di dunia tidak bisa diabaikan karena merupakan bagian dari sejarah kebudayaan manusia selama ribuan tahun. Tiap bangsa di berbagai belahan dunia dapat dipastikan memiliki tradisi pengobatan tradisonal (Peraturan Kementrian Kesehatan RI Nomor 88 Tahun 2. Tumbuhan obat bagi masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di daerah pedesaan di sekitar hutan dalam pemanfaatan tanaman obat untuk kepentingan kesehatan bukan merupakan hal yang baru namun sudah berlangsung cukup lama. (Wiriadinata, et al 1994 dalam Soekarma dan Riswan, et al 1. Obat tradisional yang berasal dari tanaman pada umumnya memiliki efek samping yang lebih rendah tingkat bahayanya dibandingkan obat obatan sintetik, walaupun tidak semua tanaman obat aman untuk dikonsumsi. Berbagai ramuan tradisional tersebut sering dikenal sebagai pengobatan herba (Suparnini dan Wulandari, 2. Hal ini menunjukkan dukungan WHO terhadap penggunaan obat tradisional sebagai salah satu alternatif pengobatan yang lebih dikenal dengan back to nature yang dalam hal tertentu lebih menguntungkan jika dibandingkan pengobatan dengan obat sintetik atau modern (Wasito. Hal ini karena manusia memiliki sifat alamiah yang sangat mengandalkan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhannya (Sari, 2. Salah satu jenis tumbuhan yang dikenal memiliki banyak khasiat adalah tanaman gaharu Gaharu. Gaharu merupakan nama berbagai Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 26-35 jenis pohon yang tergabung dalam genus Aquilaria, famili Thymelaeceae. Screening Fitokimia dari ekstrak metanol daun gaharu mengandung senyawa metabolit sekunder seperti senyawa fenol, terpenoid dan flavonoid (Mega, 2. Berdasarkan penelitian Janshen . diketahui bahwa ekstrak daun gaharu dengan pelarut methanol memiliki aktivitas antibakteri terhadap pseudomonas aeruginosa dan staphylococcus aureus dengan konsentrasi 15%. Pada penelitian Khalil dkk. ekstrak metanol daun gaharu mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan Kandungan senyawa tersebut menyebabkan adanya aktivitas antibakteri pada daun genus Manfaat pohon gaharu lainnya adalah khasiat analgesik, anti-arthritis, dan antiperadangan. Kombinasi khasiat ini membuatnya bisa meredakan nyeri dan mengurangi peradangan yang berkaitan dengan arthritis. Masyarakat telah biasa menggunakan daun gaharu sebagai obat luar atau obat dalam, misalnya rebusan daun gaharu dimanfaatkan sebagai lotion pada bagian tubuh yang menderita rematik. Pucuk daun gaharu dengan warna hijau muda bisa menjadi olahan teh herbal. Sebelum diolah menjadi teh, harus dijemur terlebih dahulu selama 3 hari tanpa terkena sinar matahari Dari 1 kilogram daun gaharu basah, bisa menjadi 240 gram teh. Teh olahan daun gaharu ini punya khasiat detoksifikasi hingga meredakan stres. Aromanya unik dan banyak yang menyebutnya sebagai teh herbal dengan bau menenangkan. Manfaat pohon gaharu dalam pengobatan tradisional digunakan sebagai ramuan untuk meredakan kejang otot. Selain itu, orang yang mendapatkan khasiat ini juga merasakan keluhan membaik terkait dengan keluhan sistem pernapasan, pencernaan, hingga menurunkan demam. Getah atau resin dari pohon gaharu yang telah terinfeksi jamur parasit akan menghasilkan gupal beraroma wangi. Bahkan, hal ini diakui secara internasional. Banyak parfum mewah menggunakan olahan dari resin pohon gaharu sebagai bahan bakunya. Olahan ekstrak gaharu dianggap bisa menyembuhkan dari trauma emosional. Bahkan, olahan herbal ini dinilai mampu meningkatkan energi dan harmonisasi frekuensi otak. Itulah mengapa aromanya banyak digunakan sebagai aromaterapi dalam tradisi spiritual. Kandungan senyawa daun gaharu yang berperan sebagain alagesik yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan turunan senyawa fenol yang umumnya memiliki sifat analgetik, antiinflamasi, meningkatkan mortilitas usus, antimikroba, dan lainnya (Andawulan et al. Senyawa flavonoid merupakan senyawa yang dapat menghambat siklooksigenase, sehingga diduga efek antipiretik disebabkan karena adanya aktivitas penghambatan dari siklooksigenase yang merupakan langkah pertama pada jalur menuju eikosinoid seperti prostaglandin dan tromboksan. Flavonoid diketahui memiliki efek antipiretik dan analgetik Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis La. Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicu. karena kemampuannya dalam menghambat reaksi biosintesis prostaglandin melalui mekanisme penghambatan enzim siklooksigenase. (Wijayakusuma, 2. Hal inilah yang membuat efek antipiretik dan analgetik flavonoid lebih baik dari pada obat-obatan antipiretik dan analgetik sintesis yang cara kerjanya dengan menghambat enzim siklooksigenase (Badan POM RI, 2. Namun efek piretik dan analgesik ini hanya didasarkan pada pengalaman empirik saja belum didukung oleh bukti-bukti ilmiah mengenai manfaatnya untuk mengatasi Oleh karena itu dilakukan penelitian terhadap ekstrak daun gaharu untuk membuktikan adanya aktivitas sebagai analgesik. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek analgesik ekstrak metanol daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam. ) pada tikus jantan (Rattus norvegicu. galur wistar Metode penelitian yang dilakukan adalah secara eksperimental, yang meliputi : pengumpulan sampel, identifikasi tumbuhan, karakteristik simplisia, skrining fitokimia, pembuatan infusa daun talas dan pengujian efek analgesik ekstrak methanol daun Gaharu pada tikus jantan. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode One Way ANOVA program SPSS (Statistical Product and Service Solutio. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Skrining Fitokimia Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang mempunyai aktivitas biologi yang terdapat dalam simplisia Daun Gaharu. Skrining fitokimia yang dilakukan adalah pemeriksaan golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, glikosida dan steroid/triterpenoid. Hasil skrining fitokimia Simplisia Daun Gaharu dapat dilihat pada tabel. Tabel Hasil Skrining Fitokimia Daun Gaharu No. Golongan Alkaloid Flavonoid Saponin Tanin Triterpenoid/ Sreroid Reaksi Mayer Bourchard Dragendroff Serbuk Mg Amil Alkohol HCL pekat Air panas HCL 2N Air panas =FeCl3 10% Lieberman-Bouchard Keterangan Terbentuk Endapan kuning Terbentuk warna coklat Endapan merah bata Terbentuk warna merah kekuningan Hasil Terbentuk busa Terbentuk warna hijau kehitaman Terbentuk biru kehijauan Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 26-35 Keterangan : ( ) menunjukkan adanya golongan senyawa (-) menunjukkan tidak adanya golongan senyawa Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa ekstrak metanol daun gaharu mengandung flavonoid, saponin, tanin dan Triterpenoid/Sreroid, sedangkaan alkaloid tidak terkandung dalam ekstrak metanol daun gaharu. Hasil pengujian ini terbentuk warna merah pada sampel menunjukkan positif mengandung flavonoid, flavonoid memiliki struktur benzopyron, sehingga jika bereaksi dengan asam mineral yaitu asam klorida pekat akan menghasilkan garam flavilium yang berwarna merah (Ardian dkk, 2. Flavonoid berperan sebagai analgetik yang mekanisme kerjanya menghambat kerja enzim siklooksigenase (Suryanto. Dengan demikian akan mengurangi produksi prostaglandin oleh asam arakidonat sehingga mengurangi rasa nyeri (Gunawan, 2. Hasil Pengujian Aktivitas Antidiare Pada penelitian ini metode uji analgesik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jentik ekor. Induksi untuk menimbulkan rasa nyeri yaitu rangsangan fisis berupa panas yang berasal dari air dalam penangas air yang sudah diatur suhunya, yaitu sebesar 40 oC. Langkah awal dilakukan orientasi terlebih dahulu untuk melihat respon hewan uji terhadap rangsangan nyeri, yaitu dengan cara mencelupkan ekor hewan uji ke dalam penangas air, dan dicatat waktu yang diperlukan tikus untuk menjentikkan ekornya keluar dari penangas air yang selanjutnya disebut sebagai data respon waktu terhadap stimulus nyeri. Data respon waktu terhadap stimulus nyeri sebelum dan setelah perlakukan sediaan uji hasil uji efek analgetik dapat dilihat pada tabel. Tabel Data Respon Waktu Terhadap Stimulus Nyeri Sebelum dan Setelah Perlakuan Perlakuan Kelompok Normal Kelompok Negatif Na CMC 0,5% Kelompok Positif Loperamide HCl 1% Kelompok IDT 12,5% mg/kgBB Kelompok IDT 25% mg/kgBB Kelompok IDT 50% mg/kgBB Awal terjadinya diare 00 A 0. 26,00 A 9,028 59,40 A 7,797 40,40 A 9,397 45,80 A 10,183 52,00 A 21,272 Hasil penelitian menunjukkan bahwa data respon waktu normal tikus terhadap stimulus nyeri adalah berkisar antara 2,79-3,57 detik. Perlakuan CMC-Na 1% pada tikus tidak mampu meningkatkan respon waktu terhadap stimulus nyeri yang signifikan . >0,. Pada menit ke60 dan 90, kelompok kontrol negatif sedikit mengalami peningkatan respon waktu rangsangan. Hal ini bukan berarti CMC-Na 0,5 % dapat meningkatkan ambang nyeri, namun mungkin disebabkan adanya respon alami tubuh saat mengalami nyeri. Lama kelamaan tubuh akan Pengujian Efek Analgesik Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Aquilaria Malaccensis La. Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus Norvegicu. beradaptasi dengan adanya stimulus nyeri, karena sesungguhnya tubuh mempunyai analgesik alami yaitu senyawa endorphin. Hal ini yang menyebabkan tubuh akan meningkatkan kekuatannya dalam menahan rasa nyeri (Goodman dan Gilman, 2. Perlakuan asam mefenamat 45 mg/Kg BB dan ekstrak metanol daun gaharu . , 200 dan . mg/Kg BB mampu meningkatkan secara signifikan respon waktu terhadap stimulus nyeri . <0,. Sudah mulai terlihat pada menit ke-10 setelah perlakuan sediaan uji. Puncak meningkatnya nilai ambang terhadap nyeri pada tikus yang mendapatkan perlakuan asam mefenamat 45 mg/KgBB terlihat pada menit ke-90 setelah perlakuan, dengan rata-rata respon waktu terhadap stimulus nyeri paling lama, yaitu sebesar 8,87 detik. Gambar 1. Grafik Rata-rata Respon Waktu Terhadap Stimulus Nyeri Tikus Asam mefenamat telah terbukti mempunyai kerja analgesik. Asam mefenamat mempunyai efek antiinflamasi, analgesik . nti nyer. dan antipiretik. Asam mefenamat merupakan satu-satunya fenamat yang menunjukkan kerja pusat dan juga kerja perifer. Dengan mekanisme menghambat kerja enzim sikloogsigenase (Goodman, 2. Selanjutnya, kelompok perlakuan yang memberikan waktu rangsangan stimulus nyeri terlama adalah pemberian ekstrak daun gaharu mulai dosis 400 mg/kg BB, 200 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Berdasarkan hal ini, ekstrak metanol daun gaharu terbukti mempunyai efek analgesik, dengan dosis efektif sebesar 400 mg/kgBB. Berdasarkan metode yang digunakan dalam penelitian ini, ekstrak metanol daun gaharu 400 mg/kgBB memiliki efek analgesik yang hampir sama dengan asam mefenamat 45 mg/Kg BB. Diagram perubahan respon waktu terhadap stimulus nyeri sebelum dan sesudah perlakuan dapat dilihat pada gambar. Jurnal Siti Rufaidah - Vol. No. 4 November 2023 e-ISSN :3032-1344. p-ISSN :3032-1336. Hal 26-35 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa ekstrak metanol Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam. ) dapat memberikan efek analgesik terhadap tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicu. Dengan dosis 400 mg/kg BB sebagai dosis terbaik dalam memberikan efek analgesik. Saran