Excellent Midwifery Journal Volume 8 No. Oktober 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 Dukungan Suami sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester Tiga Nur Fitri Ayu Pertiwi. Endah Dian Marlina. Raudhatul Munawarah 3. Siti Masitoh4 1,2,3Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta i Email: ayu. fitri08@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan tersebut menimbulkan rasa takut dan khawatir yang dapat berdampak pada kesiapan mental ibu serta kelancaran proses persalinan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menurunkan kecemasan adalah dukungan suami, baik secara emosional, informasional, maupun pendampingan selama kehamilan. Dukungan yang optimal dapat membantu ibu merasa lebih tenang dan mampu menghadapi persalinan dengan lebih percaya diri. Namun, belum banyak data yang menggambarkan hubungan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester tiga. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester tiga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, dan sampel dipilih menggunakan purposive Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan suami dan penilaian kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan ibu hamil, dibuktikan dengan hasil uji Chi Square yang memperoleh nilai p < 0,001 ( = 0,. Kesimpulannya, semakin tinggi dukungan yang diberikan suami, maka semakin rendah tingkat kecemasan ibu hamil trimester tiga. Oleh karena itu, suami diharapkan berperan aktif memberikan dukungan selama masa kehamilan untuk membantu ibu merasa lebih tenang menjelang persalinan. Kata Kunci: Kecemasan. Dukungan suami. Kehamilan. Trimester i. Penghasilan. ABSTRACT Background: This anxiety causes fear and worry that can affect the mother's mental readiness and the smoothness of the delivery process. One factor that plays an important role in reducing anxiety is the support of the husband, both emotionally, informationally, and through accompaniment during pregnancy. Optimal support can help mothers feel calmer and more confident in facing childbirth. However, there is not much data describing the relationship between husband support and anxiety levels in third trimester pregnant women. Objective: This study was conducted to determine the relationship between husband support and anxiety levels in third trimester pregnant women. The research Method used a quantitative approach with a cross-sectional design, and the sample was selected using purposive sampling. The research instruments included a questionnaire on spousal support and an anxiety assessment using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The results showed a significant relationship between spousal support and anxiety levels in pregnant women, as evidenced by the Chi-square test results, which obtained a p-value < 0. 001 ( = In Conclusion, the higher the level of support provided by husbands, the lower the anxiety levels of pregnant women in their third trimester. Therefore, husbands are expected to play an active role in providing support during pregnancy to help mothers feel calmer as they approach childbirth. Keywords: Anxiety. Spousal support. Pregnancy. Third trimester. Income. LATAR BELAKANG Kehamilan merupakan proses alamiah yang dialami wanita, namun sering menimbulkan perubahan fisik Pada sebagian ibu, kehamilan menjadi stresor yang menghadapi persalinan. Kecemasan persalinan lama atau macet yang dapat membahayakan ibu dan bayi. Kondisi ini sering terjadi akibat kekuatan mengejan tidak efektif, ukuran janin besar, ketidaksesuaian panggul, serta kondisi emosional ibu yang tidak stabil . Trimester i menjadi periode dengan tingkat kecemasan tertinggi karena ibu proses persalinan dan kondisi bayinya . Penelitian bahwa kecemasan lebih sering . Selain Pregnancy-Specific Anxiety mencapai puncaknya pada trimester ketiga, dengan 71% ibu hamil mengalami kecemasan berat . Kecemasan berlebih dapat menyebabkan kontraksi prematur, persalinan lebih lama dan lebih nyeri . Beberapa memengaruhi kecemasan meliputi usia, tingkat pendidikan, kesehatan, dan dukungan keluarga. Dukungan komponen penting karena mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu . Bentuk dukungan tersebut dapat berupa dukungan emosional, informasi, fisik, maupun finansial, yang semuanya dapat menurunkan kecemasan menjelang persalinan . Karakteristik suami seperti pendidikan dan pekerjaan memberi dukungan. Penelitian signifikan antara dukungan suami dan kecemasan ibu menjelang persalinan . Pemerintah turut melalui program Suami Siaga untuk Selain itu, bidan memiliki peran penting dalam memberikan asuhan dan konseling selama kehamilan untuk menurunkan kecemasan ibu . Mengingat tingginya angka kunjungan ibu hamil di PMB Ika Retna Andriyani, menjadi penting untuk diteliti lebih METODE PENELITIAN Penelitian pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk melihat hubungan antara variabel dukungan suami dan trimester tiga. Desain ini umum kebidanan dan psikologis ibu hamil karena mampu menggambarkan kondisi responden secara cepat dan efisien . Teknik adalah purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kehamilan trimester i, kondisi kehamilan stabil, dan kesediaan menjadi responden. Pendekatan ini lazim digunakan dalam penelitian subjek spesifik . Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan suami yang menilai aspek emosional, informasi, beberapa penelitian sebelumnya mengenai peran dukungan suami dalam kehamilan . Sementara itu. Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), instrumen standar yang banyak digunakan dalam penelitian kecemasan pada ibu hamil trimester akhir . Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square hubungan antarvariabel. Uji ini diaplikasikan dalam penelitian yang menilai hubungan dukungan suami dan kecemasan ibu hamil . Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan nilai signifikansi = 0,05 untuk menentukan hubungan yang HASIL Berdasarkan didapatkan distribusi frekuensi ibu hamil trimester i mengalami cemas ringan sebanyak 28 . ,44%) cemas sedang 6 . ,52%) dan cemas berat 1 . 60%) sementara, ibu trimester tiga yang tidak mengalami kecemasan sebanding dengan ibu hamil trimester tiga yang mengalami cemas ringan yaitu sebanyak 28 . 44%). Sedangkan suami di dominasi data tidak mendukung sebanyak 34 responden . %). Mayoritas responden tidak mendapatkan dukungan suami pada sebagian besar bentuk dukungan. Dukungan emosional merupakan banyak diterima, yaitu oleh 38 . ,3%). Namun, sebagian besar responden tidak memperoleh dukungan penilaian . ,4%), dukungan instrumental . ,1%), informasi . ,7%). Selain itu karakteristik suami responden di PMB Ika Retna Andriyani. Jakarta Barat, mayoritas suami responden berusia 20 Ae 35 tahun sebanyak 50 orang . 4%), dan paling sedikit berusia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun sebanyak 13 orang . 6%). Pendidikan sebagian besar berada pada level pendidikan tinggi sebanyak 53 orang . 13%). Sementara responden dengan latar pendidikan rendah sebanyak 10 orang . 87%). Untuk pendapatan suami sebagian besar memiliki jumlah pendapatan kurang dari UMR dan sama dengan UMR dengan jumlah 48 orang . 20%), berpendapatan lebih dari UMR sebanyak 15 orang . 80%). Analisis bivariat dilakukan untuk dengan karakteristik suami di PMB Ika Retna Adriyani. Berikut tabel Tabel 1. Hasil Analisis Bivaria Hubungan Kecemasan Dengan Karakteristik Suami di PMB Ika Retna Andriyani Varibel Cemas Berat Jumlah . % CI) . 32%) . 92%) . 0,943 2,235 ,4143,. 44%) . Tidak Cemas Usia Suami 20-35 Tahun <20 tahun dan >35 tahun Total Presentasi (%) Tingkat Kecemasan Cemas Cemas Ringan Sedang . 60%) . Pendidikan Suami Pendidikan . Rendah . Pendidikan Tinggi . 68%) . 52%) . Total Presentasi (%) 44%) . 52%) . Penghasilan >UMR 0,731 . 11%) .