Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SIMULASI SISWA SDN 160 BENGKULU UTARA Dwi Yulianingsih Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu dwiyulianingsih96@gmail. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam melalui penerapan metode pembelajaran simulasi pada siswa SDN 160 Bengkulu Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . Bagaimana penerapan metode pembelajaran simulasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa SDN 160 Bengkulu Utara, . Bagaimana peningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam melalui penerapan metode pembelajaran simulasi pada siswa SDN 160 Bengkulu Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari prasiklus dan dua ulangan siklus dengan tiga kali pertemuan dan satu kali evaluasi. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan observasi dan evaluasi serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari prasiklus sebanyak 15 siswa hanya 1 . %) siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM) secara klasikal tidak terpenuhi karena nilai KKM 75. Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 8 . %), serta pencapaian nilai pada siklus II sebanyak 13 . %) siswa yang mencapai nilai KKM. Kata Kunci: Hasil Belajar. Pembelajaran Simulasi. Pendidikan Agama Islam Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Pengertian hasil belajar, masalah belajar adalah masalah bagi setiap manusia, dengan belajar manusia memperoleh keterampilan, kemampuan sehingga terbentuklah sikap dan bertambahlah ilmu pengetahuan (Evita et al. , 2. Jadi hasil belajar itu adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk raport pada setiap semester. Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha bimbingan danasuhan tehadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikandapat memahami apa yang terkandung didalam islam secara keseluruhan, menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapatmengamalkannya serta menjadikan ajaran-ajaran agama islam yang dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhiratnya kelak. Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Swt (Fadhila, 2. Simulasi adalah mirip dengan latihan, tetapi tidak dalam realitas sebenarnya, melainkan seolah-olah dalam bayangan yang menggambarkan keadaan sebenarnya dalam arti terbatas, tidak meliputi semua aspek. Melalui simulasi terjadi perjumpaan yang mirip dengan perjumpaan ala orang dewasa yang telah matang. Dengan cara ini para peserta akan memperoleh esensi dari pada situasi, melalui prosedur dengan tanpa adanya kecemasan kalau-kalau melakukan tindakan atau pertimbangan yang salah. Antara simulasi denga pengembangan keterampilan terdapat hubungan yang erat. Jemieton telah mencoba meneliti hubungan tersebut. Ia berhasil mendefinisikan komponen-komponen keterampilan dasar yang meliputi: waktu . , kuci . , umpan balik . , ramalan/ dugaan sebelumnya . , pembuatan keputusan . , dan transfer belaja . ransfer of learnin. (Nurdin. Nurliana, & Mashuri. Pendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan insani Pendidikan dapat dilaksanakan bisa saja di rumah tangga, di masyarakat atau di sekolah sebagai satuan pendidikan (Etri, 2. Adapun yang menjadi permasalahan pada lokasi penelitian yaitu: Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah SDN 160 Bengkulu Utara selama ini khususnya kelas IV hanya menggunakan metode ceramah saja sehingga minat siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat rendah atau kurang di minati. Atas dasar tersebut, peneliti bermaksud mengadakan penelitian yang berjudul Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi Pada Siswa Kelas IV SD N 160 Bengkulu Utara. METODE Subyek Penelitian Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 160 Bengkulu Utara pada semester satu Tahun Pelajaran 2024/2025 sebanyak 15 siswa, yang terdiri dari 7 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus, di awali dengan prasiklus, siklus I dan siklus II, selama 1 bulan pada bulan Desember tahun 2024. Adapun tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 160 Bengkulu Utara pada semester Satu Tahun Pelajaran 2024/2025 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Langkah-langkah pelaksanaan Jenis penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu penelitian yang di lakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersma-sama dengan orang lain dengan jalan merancang. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 melaksanakan dan merefleksikan tindakan kolaboratif dan partisifatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelas melalui tindakan tertentu. Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini di rencanakan dua siklus. Setiap siklus penelitian tindakan dilaksankan sebanyak tiga kali pertemuan dan satu kali evalusi. Model penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model yang digunakan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Langkah-langkah pelaksanaan penelitian tindakan kelas dapat dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 tahapan yaitu a. perencanaan, b. pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan guru dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran. Guru sebagai peneliti dan pelaksana tindakan. Dalam melakukan observasi dibantu teman sejawat. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas Perencanaan Persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas ini adalah menyusun RPP dan membuat media powerpoint serta menyusun lembar observasi. Pelaksanaan Tindakan yang dilakukan adalah skenario kerja tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan serta tindakan yang akan diterapkan Observasi Observasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan semua rencana yang telah dibuat. Kegiatan observasi dilakukan dengan cara memberikan lembar pengamatan oleh teman Refleksi Kegiatan refleksi penelitian ini untuk mengkaji motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Kegiatan refleksi dilakukan setiap siklus/ pertemuan dengan melihat ketercapaian dalam indikator kinerja pada prasiklus. Peneliti juga mengkaji kekurangan dan permasalahan yang muncul pada siklus 1, kemudian membuat perencanaan perbaikan untuk pertemuan berikutnya. Gambar 1. Desain Penelitian Kelas (Sumber Kemmis dan Mc Taggart dalam Suharsimi Arikunto, 2014:. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Teknik Pengumpulan Data Instrumen penelitian merupakan salah satu yang sangat penting dalam penelitian karena fungsi sebagai alat atau sarana pengumpulan data dengan demikian, instrumen penelitian harus ssesuai dengan masalah dan aspek yang akan di teliti, agar memperoleh data yang akurat. Untuk memperoleh skor dari setiap variabel maka peneliti akan menggunakan instrumen-instrumen sebagai berikut: (Arikunto, 2. Tes soal , di gunakan untuk mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang telah di anjurkan sehingga dapat di tentukan hasil belajar yang diperoleh setiap siswa. Pedoman wawancara, tehnik penelitian yang di laksanakan dengan cara dialog baik secara langsung maupun . atap muk. maupun saluran media tertentu antara pewawancara dengan yang di wawancarai sebagai sumber data. Pedoman observasi, yaitu tehnik pengumpulaan data engan cara mengamati secara langsung maupun tidak tentang hal-hal yang di amati dan mencatatnya pada alat observasi. Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui data kuantitatif. Analisis kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka yang dijumlahkan sebagai data yang kemudian dianalisis. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan penggunaan media pembelajaran dalam proses siswa. Hasil belajar siswa akan dideskripsikan melalui pengolahan data dengan rumus: (Suharsaputra. Rumus untuk menghitung presentase : ya ycU100% ycA Keterangan: P = Presentase Ketuntasan Siswa F = Jumlah siswa yang mendapatkan nilai Ou 75 N = Banyaknya Siswa Rumus untuk menghitung rata-rata xE ycU= ycu Keterangan: X =Nilai rata-rata xE = Jumlah semua nilai tes siswa n =Jumlah siswa yang mengikuti tes Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 HASIL Hasil Belajar Prasiklus Sebelum dilakukan penerapan pembelajaran dengan penggunaan media gambar pada pembelajaran PAI, diakukan tes terlebih dahulu pada siswa didapat nilai belajar sebegai berikut. Tabel 1. Data Hasil Belajar Siswa Prasiklus Aspek Deskripsi 15 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 1 Orang . %) Jumlah Siswa yang Tuntas 14 Orang . %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 15 orang siswa nilai kognitif tertinggi yang diperoleh siswa adalah 75 dan nilai terendah 25. Nilai rata-rata yang dicapai adalah 51,3. Data hasil belajar siswa prasiklus dapat digambarkan grafik sebagai berikut: Nilai Kognitif Prasiklus Tuntas Tidak Tuntas Gambar 2. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Prasiklus Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 15 siswa, yang telah tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 7% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa dengan presentase 93 %. Hasil belajar Siklus I Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I, berikut adalah hasil belajar PAI siswa siklus I dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi . Tabel 2. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus I Aspek Deskripsi Jumlah Siswa yang ikut Tes 15 Orang 8 Orang . %) Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang tidak Tuntas 7 Orang . %) Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada siklus 1 yaitu 85 sedangkan nilai terendah yaitu 55. Nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 73,3. Data hasil belajar siswa siklus I dapat digambarkan dalam diagram berikut: Nilai Kognitif Siklus I Tuntas Tidak Tuntas Gambar 3. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 15 siswa yang telah tuntas sebanyak 8 siswa dengan presentase 53 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa dengan presentase 47%. Hasil Belajar Siswa Siklus II Setelah melaksanakan pembelajaran pada siklus II berikut adalah hasil belajar PAI siswa siklus II dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tabel 3. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus II Aspek Deskripsi 15 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 13 Orang . %) Jumlah Siswa yang Tuntas 2 Orang . %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 100 sedangkan nilai terendah yaitu 70. Nilai rata-rata yang dicapai siswa adalah 91,7. Data hasil belajar siswa siklus II dapat digambarkan dalam diagram berikut: Nilai Kognitif Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa siswa yang telah tuntas sebanyak 13 siswa dengan presentase ketuntasan sebesar 87% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 13%. Pembahasan Hasil Penelitian Mengacu pada tahap-tahap kegiatan persiklus, dapat hasil penelitian di atas dapat dijabarkan sebagai berikut. Tahap Persiapan Membuat lembar observasi untuk melihat keaktifan siswa ketika menerapkan pembelajaran simulasi. Membuat soal yang diujikan. Membuat soal ulangan harian. Tahap ini merupakan awal bagi pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran simulasi siswa SDN 160 Bengkulu Utara, dengan tahap tersebut maka membantu pendidik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penerapan pelaksanaan pembelajaran dengan mengguanakn model pembelajaran simulasi siswa SD. Kegiatan Awal . Pemberian motivasi . Memberikan penjelasan tentang materi yang akan disajikan. Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok . Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca materi selama 10 . Menyelesaikan masalah pada kartu beberan . Pesrta didik dapat menyelesaikan tugas dengan benar . Kegiatan inti . Dapat menyelesaikan soal pada kartu soal . Menghubungkan konsep pada hasil yang dicapai . Menarik kesimpulan hasil permainan . Kegiatan Akhir Siswa mencatat konsepyang dibacakan oleh pendidik Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan pendidikan membagi tiga pertemuan. Pertemuan pertama dan pertemuan kedua dilaksanakan proses pembelajran, dan pertemuan ketiga melaksanakan tes. Pada pembelajaran simulais siwa lebih diaktfkan dengan membagi peserta didik dalam beberapa kelompok dengan cara acak sehingga anggita bervariasi . erkolaborasi antara perempuan dan laki-lak. kemudian memberi motivasi dan menjelaskankembali secara detail tata cara pelaksanaan simulasi. Bagi kelompok yang berhasil menyelesaikan maslah yang akan dikji diberikan penghargaan dalam bentuk Langkah-langkah yang digunakan terhadap pelaksanaan tindaan dalam pembelajaran simulasi sebagai berikut: Pertemuan Pertama . Peneliti membuka pelajaran . Peneliti menjelaskan materi sebelumnya untuk menghubungkan pada materi yang akan di bahas . Peneliti membagi siswa dalam beberapa kelompok dari laki- laki dan perempuan yang ada dalam satu kelompok . Peneliti menutup perlajaran Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Peneliti memberian tugas pada siswa Pertemuan Kedua . Peneliti membahas tugas kemudian membuka pelajaran . Peneliti melaksanakan pelajaran seperti biasanya dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dan menjelaskan kepapan tulis hal-hal yang dianggap penting dan sulit oleh peserta didik . Meningkatkn pelaksanaan permainan dengan memperbanyak mengerjkan soal . Peneliti menutup pelajaran dan menuntun siswa membuat kesimpualan sendiri yang akhirnya dibearkan oleh pendidik yang menjadi bahan catatan siswa Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga peneliti memberikan soal ujian kepada siswa untuk menjawab dengan benar sesuai dengan materi yang telah di ajarkan, selanjutnya siswa diminta untuk membacakan dan menuliskannya di depan kelas yang diamati oleh siswa dan peneliti dan pada akhirnya diislah bersama-sama, kegiatan ini dikontrol selama proses pembelajaran tentang aktvitas belajar siswa pada setiap Observasi dan Evaluasi Pada tahap ini hal-hal yang diobservsikan dalam proses pembelajaran adalah sikap siswa selama mengikuti proses pembelajran di antaranya, keaktifan seluruh siswa selama belajar, sikap dalam menerima pelajaran, kemampuan menyelesaikan tugastugas hasil observasi terhadap siswa merupakan hal-hal sebagai berikut: Pada pertemuan pertama siswa belum dapat menangkap secara maksimal maksud dari petunjuk pembelajaran Sebagian siswa Nampak masih kesulitan dalam memahami pengertian dan Sebagian siswa masih bannyak siswa bertanya kepada temannya bila menemukan kosakata yang tidak mampu dipahami secara jelas. Berdasarkan hasil analisis pengumpulan data maka diperoleh kesimpulan data hasil belajar. Rekapitulasi hasil belajar siswa per siklus melalui penerapan pembelajaran dengan disertakan gambar dapat dilihat dari tabel berikut ini: Uraian Prasiklus Siklus I Siklus II Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas Frekuensi Frekuensi Rat-rata Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Persentase Pencapaian Kognitif Siswa Prasiklus Siklus I Tuntas Siklus II Tidak Tuntas Gambar 5. Diagram Perbandingan Prasiklus. Siklus I dan Siklus II Dari perbandingan diatas dapat dilihat bahwa pada prasiklus siswa yang telah tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 7% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa dengan prsentase 93 % , siklus I siswa yang telah tuntas sebanyak 8 siswa dengan presentase 53 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa dengan presentase 47% , dan siklus II yang telah tuntas sebanyak 13 siswa dengan presentase 87% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 13%, yang berarti penggunaan media gambar dapat meningkatkan nilai kognitif belajar PAI siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Etri . dengan judul AuPeningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi pada Siswa Kelas IV SDN 160 Bengkulu UtaraAy, hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai kognitif belajar Pendidikan Agama Islam Siswa meningkat dari setiap siklusnya, hal ini dikarenakan setiap evaluasi setiap siklus dilakukan pembenahan dan memaksimalkan pembelajaran. Refleksi Pada pelaksanaan tindakan prasiklus dan siklus I, pemelajaran belum sepenuhnya berjalan baik/sempurna. Tahap refleksiyang di lakukan santara peneliti secara kolaboratif disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu: Pada siswa, kelemahan yang teramati adalah sebagian siswa belum dapat menangkap secara maksimal maksud para petunjuk materi pembelajran. Berdasarkan hasil observasi, evaluasi dan refleksi dari setiap siklus, maka penelitian ini di lanjutkan dengan tindakan siklus II karena indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini belum tercapai. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran simulasi diterapkan di SDN 160 Bengkulu Utara pada bidang studi Pendidikan Agama Islam kelas IV. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Simulasi Diberikan beberapa tahap pembelajran Pendidikan Agma Islam yaitu tahap pertama di mulai dari persiapan,yang kedua pelaksanaan tindakan,dan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 dilakukan Observasi dan Evaluasi, dan dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Simulasi Siswa sudah dapat memahami dengan baik serta menyadari hakikat, keunggulan dalam pembelajaran dengan metode yang telah diterapkan, para siswa lebih konsentrasi penuh dalam mengerajakan latihanlatihan pembelajaran serta aktif bertanya, pada saat mengerjakan latihan-latihan yang diberikan terkadang menguji dengan cara bertanya dan siswa spontan menjawab pertanyaan Disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa dengan peningkatan nilai kognitif siswa dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 51,3 dengan pencapaian belajar sebesar 7%, nilai rata-rata post-test siklus I sebesar 73,3 dengan pencapaian belajar sebesar 53% dan rata rata nilai post-test siklus II sebesar 91,7 dengan pencapaian belajar sebesar 87%. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, maka saran yang disampaikan oleh penulis adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya hasil belajar Pendidikan Agama Islam, pendidik diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran simulasi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan penemuan peneliti bagi pendidik dan siswa SDN 160 Bengkulu Utara untuk dijadikan sebagai bahan tambahan untuk tahun-tahun berikutnya, serta diharapkan bagi guru untuk menerapkan beberapa metode lainnya guna untuk mendapatkan metode pembelajaran yang tepat untuk penyampaian materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan hasil peneliti ini diharapkan dapat dikembangkan oelh peneliti berikutnya. REFERENSI