http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Complications of Hypertension Patients with and Without Type 2 Diabetes Mellitus at the Poasia Public Health Center in Kendari City Risqi Wahyu Susanti1. Abd. Gani Baeda1. Ekawati Saputri1. Grace Tedy Tulak1. St. Syahriyani2 Abstrak Latar belakang: Koeksistensi hipertensi dan diabetes melitus secara sinergis berkontribusi terhadap risiko morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Mengetahui perbedaan komplikasi antara kelompok penderita hipertensi dan kelompok penderita hipertensi dengan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional study yang dilakukan di Puskemas Poasia Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang dengan 46 orang pada kelompok hipertensi dan 44 orang pada kelompok hipertensi dengan diabetes Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil: terdapat perbedaan komplikasi antara kelopmpok penderita hipertensi dan kelompok penderita hipertensi dengan diabetes melitus. Penderita hipertensi 67,4% tidak memiliki komplikasi sedangkan kelompok hipoertensi dengan diabetes melitus 59,1% memiliki 1 komplikasi dengan jenis komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Kesimpulan: penderita hipertensi dengan diabetes melitus memiliki lebih banyak komplikasi sehingga diperlukan intervensi yang tepat untuk menangani kedua penyakit tersebut. Kata kunci: diabetes melitus, hipertensi, koeksistensi hipertensi Abstract Background: The coexistence of hypertension and diabetes mellitus synergistically contributes to the risk of morbidity and mortality. Purpose: Determine the differences in complications between the group of hypertensive sufferers and the group of hypertensive sufferers with diabetes mellitus. Methods: This research is a quantitative study with an observational study approach conducted at the Puskemas Poasia Kendari City. The sample in this study was 90 people with 46 people in the hypertension group and 44 people in the hypertension group with diabetes mellitus. The sampling technique used is accidental sampling. Results: There were differences in complications between the hypertension patient group and the hypertension patient group with diabetes mellitus. Patients with hypertension 67. 4% did not have complications while the group of hypertension with diabetes mellitus 59. 1% had 1 complication with both microvascular and macrovascular complications. Conclusion: hypertensive patients with diabetes mellitus have more complications so appropriate interventions are needed to treat both diseases. Keywords: coexistence of hypertension, diabetes mellitus, hypertension Submitted : 21 Agust 2023 Revised : 18 April 2024 Affiliasi penulis : 1 Prodi Keperawatan Universitas Sembilanbelas November Kolaka, 2 Poli Umum Puskesmas Poasia Kota Kendari Korespondensi : AuRisqi Wahyu SusantiAy risqisusanti90@gmail. Telp: 6282347779759 PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) dan hipertensi telah menjadi ancaman kesehatan global utama dengan kontribusi signifikan terhadap cardiovascular disease (CVD) di seluruh dunia, dan frekuensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Nilai tekanan darah tinggi adalah temuan umum pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 dan dianggap dampak resistensi insulin yang mendasari pada pembuluh darah dan ginjal . Hipertensi umumnya hidup berdampingan karena latar Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted : 16 May 2024 patofisiologis yang sama, dan faktor risiko yang mendasarinya tumpang tindih. Diperkirakan 1,28 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi dan Sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes melitus . , sekitar 1,5% penduduk Indonesia menderita diabetes melitus dan 34,1% menderita hipertensi pada tahun 2018, sedangkan di Sulawesi Tenggara 6,25% penduduk menderita hipertensi dan 1,30% menderita diabetes Melitus. Di Kota kendari sekitar 0,9% menderita diabetes melitus dan 7,55% menderita hipertensi . Peningkatan jumlah penderita DM dan komplikasi, termasuk serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi kaki, kehilangan penglihatan dan kerusakan saraf bahkan dapat meningkatkan risiko kematian Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 . Di antara banyak komplikasi diabetes mikrovaskular, hipertensi memainkan peran utama dalam perkembangan nefropati Hipertensi juga menginduksi Dengan demikian, hipertensi merupakan faktor risiko tinggi untuk komplikasi diabetes kronis . Komplikasi makrovaskuler sangat berhubungan dengan mortalitas dan penurunan kualitas hidup pada pasien diabetes maupun hipertensi . Hipertensi dan diabetes melitus merupakan mikrovaskulopati . aitu retinopati, nefropati, dan neuropat. dan makrovaskulopati . aitu penyakit arteri koroner, serebrovaskular, dan arteri perife. Secara sederhana. HTN dan diabetes mellitus masing-masing memicu remodeling vaskular eutrofik dan hipertrofik . Sebagian membahas tentang komplikasi hipertensi dengan DM, namun di Indonesia masih sangat sedikit penelitian terkait ini tertutama di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hipertensi dan kelompok penderita hipertensi dengan diabetes melitus, dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan intervensi keperawatan selanjutnya terkait pasien hipertensi dengan diabetes melitus. METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional study yang dilakukan di Puskemas Poasia Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang dengan 46 orang pada kelompok hipertensi dan 44 orang pada kelompok hipertensi dengan diabetes Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah menderita penyakit hipertensi atau hipertensi dan diabetes melitus dan bersedia menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang berisi data demografi responden, hasi pengukuran tekanan darah, glukosa darah dan komplikasi yang diderita oleh responden dan uji statistik untuk melihat adanya perbedaan komplikasi menggunakan cramerAos v. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman HASIL Karakteristik responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. Karaktersitik Responden Penderita Hipertensi dan Hipertensi dengan DM Tipe 2 Karakteristik Hipertensi Usia Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan PNS IRT Pegawai Swasta Wiraswasta Pensiunan Honorer 51,09A7,330 Hipertensi & 54,89A6,865 7. 148,98 A 23,486 90,63 A 15,198 147,32 A 19,608 82,55 A 12,613 Tekanan Darah Sistol Diastol Perbedaan komplikasi pada kelompok hipertensi dan kelompok hipertensi dengan DM tipe 2 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Perbedaan komplikasi pada kelompok hipertensi dan kelompok hipertensi dengan DM tipe 2 Komplikasi Tidak 1 komplikasi 2 komplikasi 3 komplikasi Kelompok Hipertensi Hipertensi n (%) dan DM n (%) 31 . 0,00 26 . Hasil uji beda kategorik menggunakan cramerAos v menunjukkan p=0,00 yang berarti bahwa ada perbedaan komplikasi antara kedua kelompok. Kelompok hipertensi tidak 67,4% sedangkan kelompok hipertensi dan diabetes memiliki 1 komplikasi selain diabetes sebesar 59,1%. Adapun komplikasi pada penderita hipertensi dan penderita hipertensi dengan diabetes melitus tipe 2 dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4. Tabel 3. Komplikasi No. Komplikasi Jumlah HHD CHF Neuropati perifer Stroke Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Chest pain Katarak CAD Tabel 4. Komplikasi pada hipertensi dengan DM tipe 2 No. Komplikasi Jumlah Neuropati perifer Gangguan penglihatan Ulkus DM Stroke Katarak CHF Dermatitis Chest pain Retinopati Pruritus HHD CKD PEMBAHASAN Hasil menelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komplikasi antara kelompok penderita hipertensi tanpa diabetes dan kelompok hipertensi dengan diabetes. Kelompok penderita hipertensi dengan diabetes memiliki lebih banyak komplikasi penglihatan, ulkus DM, stroke, katarak. CHF, dermatitis, chest pain, retinopati, pruritus. HHD, dan CKD. Sedangkan kelompok penderita hipertensi mengalami komplikasi yaitu HHD. CHF, neuropaty perifer, stroke, chest pain, katarak, dan CAD. Penelitian sebelumnya menunjukkan sekitar 67,5% pasien dewasa dengan DM tipe 2 memiliki hipertensi. Ko-eksistensi komplikasi diabetes makro dan mikrovaskular pada pasien ini. Meskipun yang peran penting adalah hipertensi dalam morbiditas dan mortalitas . Sebuah studi kohort retrospektif besar . = 208. di antara peserta diabetes non-lansia melaporkan hubungan serupa antara variabilitas tekanan darah sistolik dan komplikasi mikrovaskular, yaitu nefropati, retinopati, dan neuropati . Hipertensi merupakan faktor risiko sinergis utama untuk mikrovaskulopati . aitu retinopati, nefropati, dan neuropat. dan makrovaskulopati . aitu penyakit arteri koroner, serebrovaskular, dan arteri perife. Secara sederhana. HTN dan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman diabetes mellitus masing-masing memicu remodeling vaskular eutrofik dan hipertrofik . Tekanan darah sistolik secara positif terkait dengan tingkat keparahan atau tingkat diabetik retinopati di antara peserta dengan DM konsisten . Hypertensive heart disease (HHD) Penyakit jantung hipertensi adalah sindrom komplikasi yang berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular yang berhubungan dengan hipertensi kronis. mengacu pada konstelasi perubahan di ventrikel kiri, atrium kiri, dan peningkatan tekanan darah kronis, yang meningkatkan beban kerja pada jantung yang menyebabkan perubahan struktural dan Perubahan ini meliputi hipertrofi ventrikel kiri, yang dapat berkembang menjadi gagal jantung. pasien dengan hipertrofi ventrikel kiri secara signifikan meningkatkan morbiditas dan mortalitas . Hipertensi merupakan faktor risiko paling umum untuk stroke, berdasarkan data dari 30 penelitian , dan telah dilaporkan pada sekitar 64% pasien stroke . Hubungan antara hipertensi dan gagal jantung juga berakar pada perubahan sistem reninangiotensinaldosteron (RAAS), yang diaktifkan secara berlebihan oleh tekanan dinding sistolik left ventricular (LV) dan selanjutnya berkontribusi pada hipertrofi jantung . Hipertensi juga memiliki efek mendalam pada berbagai bagian mata. Secara klasik, peningkatan tekanan darah menghasilkan serangkaian perubahan mikrovaskular retina yang disebut retinopati hipertensif, yang terdiri dari penyempitan arteriol retina umum perdarahan retina, mikroaneurisma dan, pada kasus yang parah, diskus optikus dan edema makula . Sedangkan penderita DM tipe 2 dihubungkan dengan kejadian katarak senilis, yaitu pasien dengan DM berisiko 3,150 kali untuk mengalami katarak senilis . Hipertensi sangat terkait dengan neuropati diabetik dan kehilangan sensorik yang diamati dapat diperburuk oleh iskemia dan hipoksia saraf yang diinduksi hipertensi . Berbagai mekanisme patofisiologis bersama berkontribusi pada koeksistensi hipertensi dan diabetes mellitus, termasuk penanganan natrium ginjal yang abnormal, renin-angiotensinaldosteron (RAAS), peradangan, stres oksidatif dan endotel. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 1. Juni 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 disfungsi sel. Resistensi insulin dan hiperinsulinemia terkait, komponen utama DM, memainkan peran penting dalam perkembangan Hipertensi. RAAS adalah modulator kunci dari BP, dan aktivitasnya yang berlebihan telah berimplikasi pada perkembangan diabetes melitus. Angiotensin II, RAAS, menyebabkan resistensi insulin pada otot rangka dengan mengurangi aliran darah dan menghambat jalur pensinyalan insulin mengganggu sekresi insulin dari sel-b pankreas . Sebuah analisis kohort prospektif barubaru ini dari 15. 792 peserta dari Risiko Aterosklerosis dalam Studi Komunitas menegaskan kontribusi yang signifikan dari hipertensi terhadap penurunan fungsi ginjal pada orang dewasa dengan diabetes mellitus . Ada prevalensi chronic kidney disease (CKD) yang tinggi di antara pasien DM dan hipertensi di Ghana . Hipertensi merupakan presentasi dan penyebab CKD karena ginjal memainkan peran penting dalam mengontrol tekanan darah dan dapat mendasarinya . Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik juga menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara cepat yang berpuncak pada penyakit ginjal stadium akhir (ESKD). Prevalensi CKD di antara peserta dengan DM tipe II dan hipertensi adalah 28,5%. DM diketahui sebagai penyebab hipertensi dalam konteks penyakit ginjal diabetik . Hasil penelitian ini ini menunjukkan bahwa hipertensi memiliki efek sinergis dengan diabetes pada neuropati diabetik dan Angiotensin Converting Enzyme (ACE) yang menguntungkan, diabetic peripheral neuropathy (DPN) merupakan penyebab utama morbiditas di antara pasien dengan diabetes melitus, dengan predisposisi mereka terhadap trauma ekstremitas berulang, ulkus, dan infeksi. sering berakhir dengan amputasi ekstremitas . , hipertensi berhubungan dengan gangguan konduksi saraf pada diabetes melitus dengan cara penghambat enzim konduksi saraf dan menganjurkan perlunya uji klinis yang lebih besar dengan agen penurun tekanan darah di diabetik neuropati perifer . sebuah studi di Korea Selatan menunjukkan bahwa tingkat HT atau DM Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian pada populasi Asia, sehingga disarankan perlunya sistem baru untuk pengendalian tekanan darah atau glikemik yang efektif, seperti program manajemen komunitas menggunakan teknologi kesehatan bergerak . Sebaliknya, menunjukkan bahwa gangguan metabolisme karbohidrat lebih sering terjadi pada individu hipertensi, sehingga menunjukkan bahwa hubungan patogenik antara diabetes mellitus (DM) dan hipertensi sebenarnya bersifat dua arah . Koeksistensi hipertensi dan berkontribusi terhadap risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Kesamaan faktor risiko HTN dan diabetes melitus memberikan peluang unik untuk pencegahan atau pengelolaan kedua kondisi tersebut dengan modifikasi gaya hidup yang serupa . Hipertensi merupakan dua penyakit yang saling terkait dan saling memperberat serta mempercepat penderita baik komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang lebih kompleks untuk mengatasi penyakit tersebut agar komplikasi tidak semakin memperburuk kondisi pasien termasuk memperhatikan kepatuhan pengobatan dan manajemen diri. SIMPULAN Kelompok penderita hipertensi dengan diabetes memiliki lebih banyak komplikasi penglihatan, ulkus DM, stroke, katarak. CHF, dermatitis, chest pain, retinopati, pruritus. HHD, dan CKD. Sedangkan kelompok penderita hipertensi mengalami komplikasi yaitu HHD. CHF, neuropati perifer, stroke, chest pain, katarak, dan CAD. Sehingga diperlukan intervensi yang tepat untuk menangani kedua penyakit tersebut pada seorang pasien. DAFTAR PUSTAKA