Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis Pengaruh Implementasi Kebijakan Penataan Pasar Tradisional Dan Toko Moden Terhadap Efektivitas Pembinaan Sektor Informal Di Kabupaten Subang Ine Mariane1 FISIP Universitas Pasundan Bandung mariane@unpas. Titin Kartini2 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang unsub@gmail. Abstrak Hasil penelitian diatas hipotesis yang diajukan adalah : Auterdapat pengaruh antara variabel implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap variabel efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang. Ay Berdasarkan hasil pengujian dengan paket statistik programme for social science (SPSS) 0, diperoleh data besarnya pengaruh antara Implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang adalah 0,888. Berdasarkan tabel koefisien korelasi tersebut termasuk dalam kategori Ausangat kuatAy. Dari tabel coefficients diperoleh variabel Implementasi kebijakan dan Efektivitas nilai sig. Sebesar 0,000. Karena nilai probabilitas . < nilai probabilitas 0,05, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada hipotesis maka dapat dibuktikan bahwa Implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern berpengaruh sangat kuat terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan. Efektivitas Abstract is: "there is influence between variable policy implementation arrangement of traditional markets and modern stores to variable effectiveness of coaching the informal sector in Subang. " Based on the test results with statistical package program for social science (SPSS) version 16. 0, was obtained the influence of data between the implementation of planning policies traditional markets and modern shops on the effectiveness of the informal sector guidance in Subang is 0. Based on the correlation coefficient table included in the category of "very strong". From the table variable coefficients obtained by the implementation of policies and Effectiveness sig. 0,000. Because the probability value . 0,05 maka Ha diterima. Dari signifikasi terlihat bahwa pada angka Sig . adalah 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara pengaruh implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap efektivitas pembinaan sektor informal. Hubungan antara pengaruh Implementasi kebijakan dengan efektivitas didapat 0, 888 ini berarti arah korelasi positif atau makin tinggi pengaruh implementasi kebijakan maka efektvitas pembinaan sektor informal cenderung meningkat. Besar korelasi tersebut apabila dikonsultasikan pada pedoman interpretasi koefisien korelasi berarti pengaruh implementasi kebijakan berhubungan sangat kuat terhadap efektivitas pembinaan sektor informal. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap Efektivitas pembinaan sektor informal dapat dilihat dengan menggunakan analisis regresi linear, dengan menggunakan bantuan paket Statistics Programme For Social Science (SPSS) Version 0, dengan hasil sebagai berikut : Hasil analisis regresi didapatkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,888 dengan koefisien determinasi (Rsquar. sebesar 0,788 atau 78,8% Tabel 4. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of Estimat Change Statistics R Square Chang F Change Sig. Chan Predictors: (Constan. Nilai Rsquare . oefisien korelas. menyatakan persentase variabilitas variabel efektivitas yang dapat dijelaskan oleh Implementasi kebijakan Rsquare = 0,788 atau menunjukan bahwa 78,8 % variabel efektivitas yang dapat dijelaskan oleh Implementasi kebijakan, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh Artinya bahwa dari 78,8% pengaruh Implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang, masing-masing variabel Implementasi kebijakan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap Efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang Analisis Regresi Adapun untuk koefisien-koefisien regresinya secara parsial dapat dilihat pada tabel berikut ini : Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis Tabel 5 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Err 1 (Constan. Standardized Coefficie Beta 95% Confidence Interval for B Sig. Lower Bou Upper Boun Collinearity Statistics Correlations Zeroor r Partial Part Tolerance VIF Dependent Variable: variabel Dari tabel 4. 10 dapat dilihat bahwa koefisien korelasi product moment . ero order correlatio. pada variabel Implementasi kebijakan sebesar 0,888 dan koefisien partial correlation adalah 0,888. Maka dari penjelasan pada tabel 4. 10 diperoleh persamaan regresi antara implementasi kebijakan dan efektivitas adalah sebagai berikut : Y = a A bx Y = -0,739 0,839 X Berdasarkan persamaan regresi yang terbentuk menjelaskan bahwa konstanta memiliki nilai negatif dan koefisien variabel-variabel independen memiliki nilai Hal ini menandakan bahwa persamaan regresi tersebut memiliki hubungan dari nilai negative menuju positif dan menunjukan adanya pengaruh signifikan, yang berarti efektivitas akan meningkat seiring dengan meningkatnya pengaruh Implementasi kebijakan. Persamaan regresi yang telah ditemukan dapat digunakan untuk melakukan prediksi . bagaimana individu dalam variabel dependen akan terjadi bila individu dalam variabel independent ditetapkan. Misalnya nilai Implementasi kebijakan = 40, maka nilai rata-rata efektivitas adalah : Y = -0. 739 0,839. Y = 32,821 Jadi diperkirakan nilai rata-rata efektivitas sebesar 32,821. Dari persamaan regresi tersebut dapat diartikan bahwa, bila nilai implementasi kebijakan bertambah 1, maka nilai rata Aerata efektivitas akan bertambah 0,839 atau setiap nilai implementasi kebijakan bertambah 10 maka nilai rata-rata efektivitas akan bertambah 8,39. Sedangkan untuk menguji signifikasi korelasi, dapat dihitung menggunakan rumus uji F atau uji ANOVA, yang lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis Tabel 6 ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. , variabel x Dependent Variable: Melalui uji F atau Uji ANOVA, dapat diketahui nilai F hitung sebesar 304,689 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil uji F menunjukan bahwa nilai probabilitas 0,000 jauh lebih kecil dibandingkan dengan 0,05 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memprediksikan implementasi kebijakan . Variabel Implementasi Kebijakan Dalam penelitian ini, dimensi komunikasi dari Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada para pedagang di pasar tradisional yang mencapai 45% memilih setuju dalam penilaian positif atas komunikasi yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 45% atas kesamaan komunikasi yang disampaikam petugas dalam menyelesaikan Kesamaan komunikasi yang disampaikan ini dikarenakan bahwa komunikasi menjadi upaya untuk mendorong, mengarahkan, dan memilih perilaku menuju tindakan atau tujuan tertentu. Dalam penelitian ini, dimensi sumberdaya pada Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah memenuhi kewajibannya kepada para pedagang yang mencapai 59% memilih setuju dalam penilaian positif atas sumberdaya yang ditunjukan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 35% atas sumberdaya yang dimiliki petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi sumberdaya ini dikarenakan bahwa sumberdaya merupakan faktor yang berpengarus secara langsung terhadap keefektifan pelaksanaan kebijakan menjadi dan salah satu upaya dalam memberikan respon yang konsisten terhadap situasi atau informasi. Dalam penelitian ini, dimensi disposisi dari Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada para pedagang yang mencapai 61% memilih setuju dalam penilaian positif atas disposisi yang diberikan petugas dalam menyelesaikan Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya pedagang memilih sangat setuju mencapai 33% atas disposisi yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi disposisi ini Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis dikarenakan bahwa disposisi menjadi upaya menambah rasa percaya diri agar dapat efektif hampir dalam setiap situasi dan konsisi apapun. Dalam penelitian ini, dimensi struktur birokrasi Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya pedagang yang mencapai 61% memilih setuju dalam penilaian positif atas struktur birokrasi yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya pedagang memilih sangat setuju mencapai 36% atas struktur birokrasi yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi struktur birorasi ini dikarenakan bahwa struktur birokrasi terdapat suatu standart operating procedures (SOP) yang mengatur tata aliran pekerjaan dan pelaksanaan program atau prosedurprosedur rutin yang mengatur mekanisme kerja proses pelaksanaan kebijakan. Variabel Efektivitas Dalam penelitian ini, dimensi tepat kebijakannya pada Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada pedagang dalam penataan pasar dan pembinaan yang mencapai 55% memilih setuju dalam penilaian positif atas tepat kebijakannya yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 38% atas tepat kebijakannya yang diberikan petugas dalam menyelesaikan Tingginya dimensi tepat kebijakannya ini dikarenakan bahwa tepat kebijakan menjadi upaya untuk meminimalisir tingkat kesalahan,. Dalam penelitian ini, dimensi tepat pelaksanannya pada Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada pedagang di pasar tradisional Kabupaten Subang dalam penataan dan pembinaan yang mencapai 49% memilih setuju dalam penilaian positif atas tepat pelaksanaanya yang diberikan petugas dalam menyelesaikan Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 45% atas tepat pelaksanaanya yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi tepat pelaksananya ini dikarenakan bahwa kuantiitas kinerja menjadi upaya untuk tujuan agar jumlah pekerjaan yang dihasilkan sudah sesuai harapan. Dalam penelitian ini, dimensi tepat targetnya dalam bekerja dari petugas pada Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada pedagang dalam penataan dan pembinaan yang mencapai 57% memilih setuju dalam penilaian positif atas penggunaan waktu dalam kinerja yang diberikan petugas dalam menyelesaikan Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 29% atas tepat targetnya dalam kerja yang diberikan petugas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi tepat targetnya dalam kerja ini dikarenakan bahwa ketepatan target menjadi upaya untuk menciptakan waktu kerja yang efektif. Dalam penelitian ini, dimensi tepat lingkungannya pada Dinas Perindustrian. Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sudah bersinergi tinggi dalam memenuhi kewajibannya kepada pedagang dalam penatan dan pembinaan yang mencapai 58% Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis memilih setuju dalam penilaian positif atas tepat lingkungannya yang ditunjukan petugas terhadap pedagang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, penilaian positif ini juga didukung oleh sangat tingginya penilaian pedagang memilih sangat setuju mencapai 36% atas atas tepat lingkungannya yang ditunjukan petugas terhadap pedagang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tingginya dimensi tepat lingkungannya ini dikarenakan bahwa ketepatan lingkungan menjadi upaya untuk menjalin kerjasama dengan pedagang dalam mewujudkan pelayanan menjadi lebih Kesimpulan Hasil analisis data menunjukan bahwa implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern mempengaruhi efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang. Mengenai besarnya pengaruh implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang, dapat ditarik kesimpulan sebagai Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan bahwa pada dasarnya implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern di Kabupaten Subang sudah cukup baik meskipun belum maksimal. Hal ini berdasarkan pada pengujian terhadap 4 dimensi yang terbagi menjadi 11 indikator pertanyaatan dalam kuesioner dan disebarkan kepada responden. Dari hasil deskriptif data penelitian dapat dikemukakan tanggapan responden terhadap pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam kuesioner yaitu disimpulkan bahwa secara umum implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern di Kabupaten Subang sudah cukup baik meskipun belum maksimal secara keseluruhan. Hal ini ditunjukan oleh hasil jawaban dari responden yang lebih dominan menjawab setuju dan sangat setuju meskipun masih ada responden yang memilih kurang setuju ,tidak setuju, dan sangat tidak setuju meskipun dalam jumlah yang sedikit. Artinya bahwa implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern di Kabupaten Subang harus lebih di tingkatkan. Berdasarkan variabel efektivitas pembinaan sektor informal yang terdiri dari 4 dimensi yang terbagi dari 9 indikator pertanyaan dalam kuesioner didapatkan data bahwa tingkat efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang sudah cukup baik meskipun belum maksimal secara keseluruhan itu terlihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan diperoleh bahwa responden lebih dominan menjawab setuju dan sangat setuju meskipun masih ada responden yang menjawab kurang setuju ,tidak setuju, dan sangat tidak setuju meskipun dalam jumlah yang kecil. Artinya bahwa efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang harus lebih di tingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil analisi regresi dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0. 888 dan koefisien determinasi (Rsquar. sebesar 0,788 atau 78,8%. Nilai Rsquare . oefisien determinas. menyatakan persentase variabilitas variabel efektivitas yang dapat dijelaskan oleh variabel implementasi kebijakan Rsquare = 0,788 atau menunjukan bahwa 78. 8% variabel efektivitas yang dapat dijelaskan oleh implementasi kebijakan, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang Volume 1 Issue 1. Juni 2019 http://ejournal. id/index. php/bisnis tidak diteliti oleh penulis. Artinya bahwa dari 78,8% pengaruh implementasi kebijakan penataan pasar tradisional dan toko modern terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang, masing-masing variabel implementasi kebijakan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap efektivititas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang. Tingkat implementasi kebijkan dan efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang berada pada kategori kuat dengan nilai 0,888 nilai tersebut berada pada interval koefisien 0,60 O r < 0,8, jadi terdapat hubungan yang kuat antara implementasi kebijakan dan efektivitas pembinaan sektor informal . Implementasi kebijakan mempunyai pengaruh positif terhadap efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten subang. Terlihat pada Y= -0,739 0,839 X sehingga makin tinggi tingkat implementasi kebijakan akan semakin tinggi tingkat efektivitas pembinaan sektor informal di Kabupaten Subang. Referensi