ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 EVALUASI AKSEPTABILITAS TEKNOLOGI AI DALAM PERTANIAN BERKELANJUTAN DALAM KERANGKA SDGs 2 Nurhayati Prodi Teknik Lingkungan. Universitas Satya Negara Indonesia nurhayati@usni. Correspondent author : nurhayati@usni. Tgl. Diterima 14 Agustus 2025 Tgl. Revisi 19 Agustus 2025 Tgl. Disetujui 28 Agustus 2025 Tgl. Terbit 01 September 2025 Abstract Farming on large tracts of land in Indonesia is very difficult. This is because land is already being used for residential areas, which are increasing annually, and industrial development is increasing. Currently, the younger generation in Indonesia is not interested in agriculture, considering that agricultural yields are very low and do not guarantee a future. The existence of artificial intelligence (AI) technology and the assistance of IoT, a network of connected objects within AI, synergizes with each other, resulting in technological discoveries, especially in the agricultural sector, that can help reduce labor and agricultural failure due to natural conditions. This precision farming technology can make a strategic contribution to achieving SDG 2 (Zero Hunge. in the smallholder agricultural sector. This can be summarized in three main pillars: Productivity. Resilience, and Economic Inclusion. Precision farming technology can be formulated as a transformation of human profitability because it goes beyond achieving production figures to improving living standards. Keywords : Precision farming, artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), sustainable development (SDG. 2 Abstrak Pertanian dengan lahan yang cukup luas di Indonesia, sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan lahan sudah digunakan untuk lokasi pemukiman masyarakat yang semangkit meningkat setiap tahunnya dan bertambahnya pembangunan Industri. Penomena di Indonesia saat ini generasi muda tidak tertarik pada bidang pertanian, mengingat hasil usaha dari pertanian sangatlah rendah dan tidak menjamin masa depan. Adanya teknologi kecerdasan buatan (AI) dan bantuan IoT yaitu jaringan terhubung antar objek yang terdapat dalam AI saling berinergis menghasilkan temuan teknologi khususnya bidang pertanian yang dapat membantu dalam pengurangan tenaga kerja dan kegagalan akan hasil pertanian karena kondisi Teknologi pertanian pesisi inilah yang dapat berkontribusi strategis terhadap pencapaian SDG 2 (Zero hunger/tanpa kelapara. di sektor pertanian rakyat dapat dirangkum dalam tiga pilar utama: Produktivitas. Resiliensi, dan Inklusi Ekonomi dan teknologi pertanian presisi dapat dirumuskan sebagai transformasi Profitabilitas manusia karena tidak hanya mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan standar hidup Kata Kunci : Pertanian presisi, kecerdasan buatan (AI), jaringan internet (IoT), pembangan berkelanjutan (SDG. 2 Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 PENDAHULUAN Indonesia adalah negara agraris yaitu negara yang sektor ekonomi utamanya bergantung pada bidang pertanian. Pertanian sumber mata pencaharian penduduk dan menjadi fondasi identitas sosial, budaya, dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian peran pertanian sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi negara kita, perlu diketahui bersama bahwa petani di Indonesia rata-rata mayoritas berusia di atas 45-50 tahun. Di Indonesia, lebih dari 70% petani berada di rentang usia ini berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil rilis diketahui pula jumlah pemuda Indonesia mencapai 64,16 juta yang setara dengan 23,18% dari total penduduk di tanah Tentunya dengan jumlah tersebut, pemuda memiliki potensi besar untuk dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Peranan pemuda dalam hal ini adalah sebagai agen perubahan yang membawa inovasi, energi dan semangat dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi dan lingkungan. Melalui kreativitas tinggi dan akses luas terhadap penggunaan teknologi tentunya pemuda mampu menciptakan solusi baru dan memobilisasi komunitas melalui teknologi digital . Kreativitas dengan teknologi informasi AI (Artificial Intelligenc. sangatlah penting karena dapat meningkat pertumbuhan perekonomian dan mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan SDGs 8 dan SDGs yaitu ketahanan pangan, perbaikan gizi dengan pertanian berkelanjutan . Kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) merupakan teknologi kunci dalam mendorong upaya keberlanjutan di berbagai yaitu salah satunya pertanian. Kecerdasan buatan dapat juga memprediksi cuaca ekstrem, mengelola sumber daya alam secara efisien, hingga mempercepat penemuan material ramah lingkungan. Selain itu dapat membantu menciptakan solusi yang lebih cepat dan tepat dalam menghadapi krisis iklim. Indonesia, sebagai negara dengan populasi keempat terbesar di dunia dan semangat inovasi yang tinggi, memiliki potensi besar untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam mengatasi masalah-masalah modern, termasuk dalam rangka meningkatkan resiliensi terhadap pertanian dan perubahan iklim saat ini. Kesenjangan teknologi . igital divid. tetap menjadi tantangan struktural yang signifikan dalam transformasi pertanian global. Sementara industri pertanian skala besar telah mengintegrasikan presisi AI dan automasi tingkat tinggi untuk memaksimalkan profitabilitas, petani seringkali tertinggal akibat keterbatasan akses terhadap infrastruktur digital. Hal ini dapat menciptakan risiko di mana kemajuan teknologi justru memperlebar jurang kesejahteraan, sehingga demokratisasi teknologi menjadi krusial. Dengan demikian diperlukan generasi muda Indonesia untuk bekerja keras dalam menciptakan teknologi digital dengan AI sebagai solusi di bidang pertanian presisi, pemantauan tanaman, analisis tanah, dan optimalisasi rantai pasok. Diharapkan dengan teknologi berbasis AI dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi kehilangan hasil panen, dan membangun sistem pangan yang lebih tangguh terhadap tekanan lingkungan RUMUSAN MASALAH Bagaimana implementasi IA berkontribusi terhadap pencapaian indikator SDGs 2 . ertumbuhan ekonomi dan pekerjaan laya. bagi pertanian berkelanjutan BATASAN MASALAH Pertanian modern sekala kecil dan sekala sedang Perangkat berbasis AI dan IoT . eperti sensor tanah, aplikasi prediksi cuaca, drone pemetaa. yang relevan untuk skala lahan terbatas. Analisis dibatasi pada kaitan antara adopsi teknologi dengan indikator SDG 2, dan 8 khususnya pada aspek produktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan ketahanan pangan TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi strategis implementasi Kecerdasan Buatan (IA) terhadap pencapaian indikator SDG 2 di sektor pertanian rakyat. Memetakan bagaimana teknologi presisi mampu mengoptimalkan produktivitas ekonomi sekaligus memperbaiki kualitas pekerjaan petani agar menjadi lebih layak dan aman. Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 TINJAUAN PUSTAKA Pertanian Berkelanjutan Pertanian berkelanjutan . ustainable agricultur. adalah sistem pengelolaan lahan yang tidak hanya mengejar produktivitas saat ini, tetapi juga memastikan kesehatan ekosistem tetap terjaga untuk generasi Konsep ini muncul sebagai antitesis dari pertanian industri yang sering kali merusak lingkungan demi hasil panen instan. Keberlanjutan dimaksudkan sebagai suatu konsep untuk memastikan ketersediaan sumber daya alam yang berkualitas di masa mendatang tanpa harus menghentikan pemanfaatannya bagi kepentingan hidup manusia dan makhluk lain. Ada desakan terhadap berbagai pihak untuk mengelola sektor-sektor kehidupan dengan menggunakan prinsip pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. termasuk di antaranya pertanian agar komoditasnya tetap terjadi di masa depan, terus menerus memberi manfaat bagi kehidupan, dan tidak menjadi ancaman . Pembangunan berkelanjutan dalam sektor pertanian sering disebut pertanian berkelanjutan . ustainable Itu berarti bahwa pertanian berkelanjutan adalah salah satu penerapan konsep pembangunan berkelanjutan yang amat diperlukan di masa depan. AI (Artificial Intelligenc. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin untuk mensimulasikan pembelajaran manusia, pemahaman, pemecahan masalah, dan pengambilan AI mencakup berbagai teknik dan strategi yang dirancang untuk membuat mesin berperilaku seperti manusia, termasuk kemampuan untuk belajar dari data dan pengalaman. Penggunaan AI membawa berbagai manfaat dalam kehidupan manusia antara lain Peningkatan efisiensi dan produktivitas yaitu AI dapat mengotomatiskan tugas-tugas rutin yang memakan waktu, seperti pengolahan data dan pembuatan laporan, sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Pengambilan keputusan yang lebih baik, dengan kemampuan menganalisis data dalam jumlah besar . AI membantu dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan berdasarkan data. Selain itu AI dapat mengembangkan solusi inovatif mendorong inovasi dengan menciptakan solusi baru dalam berbagai bidang, seperti pertanian, ekonomi/ bisnis semudahkan dalam pekerjaan. ( Sustainable Digital Business. Internet of Things (IoT) Internet of Things (IoT) adalah jaringan objek fisik, alat, kendaraan, bangunan, dan barang lainnya yang ditanamkan dengan elektronik, sirkuit, perangkat lunak, sensor, dan konektivitas jaringan yang memungkinkan objek-objek ini untuk mengumpulkan dan bertukar data. Internet of Things (IoT) di mana objek fisik dapat saling terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan internet dan objek-objek tersebut dapat diindera dan dikendalikan secara jarak jauh melalui infrastruktur jaringan yang sudah ada, menciptakan peluang untuk integrasi yang lebih langsung antara dunia fisik dengan sistem berbasis komputer, dan menghasilkan peningkatan efisiensi dan akurasi. Kemajuan teknologi di era modern memaksa banyak tugas yang harus diutamakan, seperti efisiensi dan kemudahan pelaksanaan, harus diselesaikan setiap hari. Hal ini mengarah pada produksi berbagai teknologi otomatis yang mengurangi tugas-tugas yang melelahkan dan memakan waktu. Pertanian merupakan salah satu industri atau bidang yang dapat memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi dapat mempermudah pengelolaan lahan pertanian dalam industri Salah satu elemen kunci dalam proses pertumbuhan sektor pangan saat ini adalah penerapan teknologi di bidang pertanian. Teknologi yang digunakan adalah IoT. Teknologi IoT pada awal mulanya digagas untuk memperbaiki proses bisnis dalam industri manufaktur, sekarang ini telah jadi bagian dari bermacam bidang perekonomian, termasuk dalam sektor utama seperti pertanian . Dengan menggunakan teknologi ini dapat menghubungkan berbagai alat dengan koneksi internet untuk melakukan suatu kegiatan. SDGs 2 dan SDGs 8 Pembangunan Berkelanjutan (SDG. adalah serangkaian tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua orang di planet ini. Pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. SDGs8 memiliki tujuan berusaha Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua. Pembangunan Berkelanjutan (SDGs . menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Target SDGs2 yaitu pada tahun 2030 menghilangkan kelaparan dan kekurangan gizi, menggandakan produktivitas pertanian, menjamin pertanian pangan berkelanjutan, dengan mengelola keragaman genetik, dan meningkatkan kapasitas produktif pertanian . Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai target-target tersebut dijabarkan pada kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka, yang bertujuan untuk menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam mendorong transformasi di bidang produktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja yang inklusif dan ketahanan pangan berkelanjutan. Literature review dilakukan dengan mengumpulkan dan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel konferensi, laporan riset, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan penerapan AI dan IoT dalam bidang ekonomi, pekarjaan yang layak dan ketahanan pangan . ertanian berkelanjuta. Metode ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman konseptual dan empiris yang lebih komprehensif mengenai perkembangan, manfaat, serta tantangan integrasi AI dan IoT dalam pengelolaan pertanian untuk meningkatkan Ekonomi dan pekerjaan yang inklusif. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis menggunakan kata kunci seperti AuArtificial IntelligenceAy dalam pertanian berkelanjutan, teknologi pertanian, dampak teknologi dalam SDGs, transformasi pertanian,generasi muda Data skunder ini diperoleh dari berbagai publikasi akademik dan dokumen resmi, pencarian dilakukan melalui beberapa basis data akademik seperti Google Scholar. Scopus. ScienceDirect, dan Publish or Perish (PoP), dengan fokus pada publikasi yang dirilis dalam rentang tahun 2020Ae Kriteria inklusi meliputi artikel yang relevan dengan konteks perekonomian, kelayakan pekerjan, pertanian berkelanjutan . etahanan panga. baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Analisis ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana AI dan IoT berkontribusi terhadap transformasi perekonomian dan kelayakan memperoleh pekerjaan dalam bidang pertanian berkelanjutan Pembahasan Pertanian berkelanjutan bukan sekadar kembali ke cara tradisional, melainkan bersinergi anatara kearifan lokal dengan teknologi presisi (AI) untuk menciptakan ekosistem pangan yang tangguh terhadap perubahan iklim dan adil secara ekonomi bagi petani rakyat. Tujuannya tentunya peningkatan ekonomi dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan inklusif. Pertanian berskala kecil sampai dengan menengah pada dasarnya sudah banyak teknologi yang diterapan seiring dengan perkembangan AI dan dan penggunaan IoT. Aktifitas pertanian modern telah menimbulkan masalah ekologis yaitu alih fungsi teknologi dan degradasi lahan. Penurunan luas lahan pertanian di Indonesia seluas 17. 000 ha atau 56,167 ha pertahun. Penyebab menurunnya luas lahan pertanian adalah alih fungsi lahan karena pertumbuhan penduduk yang cepat, untuk pembuatan pabrik industry kebutuhan pokok, daerah wisata, hingga sarana pelayanan public . Hasil penelitian . generasi muda enggan menjadi petani, pada umumnya memilih untuk kerja di industri dan supermarket dari pada bertani. Generasi muda memilih merantau di kota dibanding dengan bercocok tanam di kampung bersama kedua orang tuanya. Mereka memiliki alasannya bahwa menjadi petani belum bisa memberikan jaminan yang layak bagi kehidupannya. Permasalahan lainnya adalah pemikiran bahwa menjadi petani memerlukan tenaga dan pekerjaan yang menguras tenaga. Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Integrasi Teknologi Dalam Pertanian Rendahnya minat generasi muda menjadi petani serta rendah nya tingkat pendidikan menjadi penyebab utama rendahnya produktivitas dalam sektor ini pertanian . Saat ini generasi muda . ilenial dan Generasi Z) tumbuh dalam era digital, sehingga memiliki potensi besar untuk memahami dan menerapkan teknologi canggih untuk mendukung pertanian secara presisi. Dengan demikian untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan integratif. Beradasarkan pendahuluan penelitian ingin mengkaji gagasan inovatif yang membahas teknologi digital AI dan IoT dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi berbasis system pertanian presisi dalam menunjang perekonomian dan kelayakan pekerjaan . Teknologi kini menjadi alat yang dapat memenuhi banyak kebutuhan manusia. Meskipun era digital membawa berbagai perubahan positif tetapi juga menghadirkan dampak yang tidak selalu baik, yang menjadi tantangan baru bagi kehidupan manusia di zaman digital Salah satu dampak utama teknologi terhadap gaya hidup generasi muda adalah cara mereka Teknologi mempermudah dalam membangun jaringan sosial dan profesional, serta memperoleh informasi secara langsung. Selain itu, teknologi juga mempengaruhi cara mereka bekerja dan belajar. Generasi muda lebih memilih bekerja dengan fleksibilitas, memanfaatkan berbagai aplikasi kolaborasi dan platform online untuk menyelesaikan tugas dan cenderung memilih pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk berinovasi dan bekerja secara mandiri. Teknologi digital AI dan IoT yang akan membawa generasi muda berminat dalam pertanian cerdas dan bisnis cepat dengan menggunakan aplikasi . Teknologi berbasis IT menggunakan sensor dan aktuator yang terhubung ke jaringan computer petani dapat mengatur irigasi tanaman, suhu lingkungan, dan aplikasi pestisida secara otomatis sehingga petani dapat mengontrol dan memantau proses pertanian secara lebih akurat dan efisien melalui sistem pengendalian otomatis. Penggunaan sensor dan teknologi Internet of Things (IoT) membuka peluang baru dalam pemantauan lapangan secara real-time. Dengan menggunakan sensor pada tanah pertanian, akan lebih mudah memantau kondisi tanah, kelembaban, kualitas air serta dapat mengidentifikasi masalah pertanian dengan cepat. Dengan menggunakan Teknologi petani lebih cepat dalam merespon perubahan kondisi pada pertanian, lebih efektif dan pengurangan resiko kerugian dan dapat meningkatkan efisiensi operasional. Integrasi teknologi pertanian mencakup analisis data besar . ig dat. , kecerdasan buatan (AI), dan komputasi awan . loud computin. yang memungkinkan pengolahan data yang kompleks dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas. Dengan demikian petani generasi muda dapat memanfaatkan big data dan AI untuk menganalisa pola tanam, prediksi hasil panen sampai dengan perencanaan strategi pertanian yang lebih efektif . Peranan AI dan Sensor Dalam Pertanian Alat dan mesin berbasis Artificial Intelligence (AI) atau lebih dikenal dengan sebutan robot dikembangkan khususnya di negara-negara maju dan akan terus menerus berkembang. AI dan teknologi robot akan menjadi alat utama untuk mengatasi situasi sulit di masa mendatang pada bidang pertanian. Robot pertanian dapat menjadi teknologi tolok ukur menjaga keberlangsungan hidup masyarakat, dengan merancang sistem yang baik dapat mengatasi permasalahan di bidang pertanian yang tidak terduga. Robot pertanian dapat bekerja sepanjang hari, dirancang dengan program dan tugas yang berbeda. Robot ini memeliki efisiensin secara ekonomi dalam jangka panjang. Alat dan mesin berbasis AI dan robotik yang baik dan presisi akan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Mesin dan robot memiliki kelebihan yaitu tidak mengenal lelah, teliti . dengan pekerjaanya, dan kapasitas kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan manusia. Kesadaran akan pentingnya hal ini telah muncul sejak dulu sehingga mekanisasi pertanian yang berbasis otomasi hingga AI telah dikembangkan dan diterapkan dengan baik di banyak negara-negara maju . Pertanian presisi merupakan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi informasi. Sistem pertanian presisi meliputi Sistem Informasi Geografis . eographical information syste. dan sistem pendukung keputusan . ecision support syste. serta data . rop models & field histor. Pertanian presisi, membutuhkan kolaborasi antara "indera" . dan "otak" (AI). Sensor bertugas mengumpulkan data mentah dari lapangan, sedangkan AI digunakan untuk mengolah data dan memberikan rekomendasi atau tindakan otomatis . Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Pada table 1 dapat dilihat pengelompokan alat sensor pertanian presisi yang paling umum digunakan. Tabel 1. Pengelompokan Alat Sensor No Kategori Jenis Sensor Peran bagi AI Manfaat Utama Sensor Spesifik 1 Sensor Optik Kamera RGB. Memberikan data visual Deteksi biologis atau Multispektral, untuk dianalisis oleh pemantauan stres tanaman Hiperspektral Computer Vision guna mengecek kesehatan 2 Sensor Tanah Sensor NPK. Memberikan input angka Optimasi irigasi dan pH, dan untuk Machine Learning pemupukan, peningkatan hasil guna menghitung dosis panen, pengurangan limbah cair (Moistur. pupuk dan air. Memantau dan pupuk dan untuk kelembaban tanah terukur, pemantauan lingkungan suhu. PH dan nutri tanah 3 Sensor Lokasi GPS/GNSS Memberikan data Navigasi pemetaan, pelacakan koordinat presisi agar AI lokasi, layanan berbasis local, teknologi RTK bisa mengarahkan pengawasan keamanan dan robot/traktor dengan analisis data lokasi bisnis. akurasi 2 cm. 4 Sensor Anemometer. Memberikan data cuaca Prediksi cuaca & jadwal panen. Lingkungan Pyranometer, mikro agar AI bisa perlindungan ekosistim. Termometer memprediksi risiko gagal pemantauan dan panen atau serangan Pengambilan kesimpulan berbasis data,mengurangi risiko kerugian akibat iklim Sumber:data skunder Teknologi digital berbasis AI dan IoT, menjadikan pertanian itu mudah dilakukan dan hasilnya mengurang tingkat kesalahan. Selain itu beberapa teknologi dan inovasi yang diprediksi dapat menjadi solusi antara lain vertikultur . ertanian secara vertica. , urban farming . ertanian di perkotaa. , serta plant factory . erusahaan tanaman terintegras. Robot AI digunakan dalam pertanian untuk menutupi kurangnya tenaga kerja dalam bidang pertanian. Implementasi dan Perekonomian Pertanian Presisi Salah satunya tantngan implementasi adalah tingginya biaya investasi awal untuk membeli peralatan presisi seperti traktor dengan GPS dan sensor tanah. Selain itu, urangnya akses petani terhadap pelatihan dan pendampingan teknis dalam penggunaan dan teknologi presisi juga menjadi hambatan utama dan keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan infrastruktur yang dibutuhkan. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar petani di Indonesia masih menghadapi kendala dalam mengakses teknologi pertanian presisi karena keterbatasan finansial dan infrastruktur yang tidak memadai, seperti koneksi internet dan listrik. Para petani kurang familiar dengan konsep dan penggunaan teknologi pertanian presisi, sehingga sulit bagi mereka untuk mengadopsi teknologi ini dalam praktik pertanian mereka. Kurangnya pelatihan dan pendampingan teknis juga menjadi kendala dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi pertanian presisi . Pertanian presisi menjadi kunci untuk mendapatkan hasil panen terbaik dan maksimal dengan penggunaan input produksi yang tepat jumlah dan waktu dengan mengedepankan kelestarian lingkungan. Adapun tujuannya adalah agar program dan kegiatan pengembangan dapat dilaksanakan secara sinergis, koordinatif, terintegrasi, dan saling melengkapi secara berkelanjutan. Dalam bidang perekonomi pertanian presisi diperlukan model bisnis yang menggambarkan keterpaduan semua kegiatan dari hulu sampai hilir dengan mengembangkan sistem usaha pertanian untuk mendapatkan hasil maksimal dan Jurnal Satya Informatika Vol. 10 No. September 2025 Halaman 121-128 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 mengurangi dampak buruk terhadap kelestarian lingkungan di berbagai lokasi dan agroekosistem. Selain itu pertanian presisi dapat mengatasi tantangan inkonsistensi produktivitas pertanian karena kondisi lingkungan dan informasi cuaca yang tidak sampai ke petani atau pelaku usaha tani. Dengan demikian diharapkan peningkatan yang signifikan dari hasil pertanian untuk ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi dan social petani generasi muda yang bekerja secara sirkular untuk memastikan sumber daya alam tetap terjaga bagi generasi mendatang. Kesimpulan Eksplorasi kontribusi strategis Artificial Intelligence (AI) terhadap pencapaian SDG 2 (Zero hunger/tanpa kelapara. di sektor pertanian rakyat dapat dirangkum dalam tiga pilar utama: Produktivitas. Resiliensi, dan Inklusi Ekonomi Yaitu: Kontribusi SDG 2. 1 dan 2. 2 dalam pilar produktivitas yaitu deteksi dini penyakit tanaman melalui Computer Vision, kehilangan hasil panen dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini menjamin ketersediaan pangan yang lebih stabil bagi masyarakat pedesaan. Kontribusi SDG 2. 4 dalam piar resilensi yaitu melalui analisis prediktif cuaca dan manajemen air yang cerdas. AI membantu menciptakan sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Petani tidak lagi mengeluh dengan musim, melainkan mampu beradaptasi melalui data yang disediakan oleh algoritma AI. Kontribusi SDG 2. 3 pilar inklusi ekonomi yaitu Dengan optimalisasi dosis pupuk dan pestisida (VRT), biaya produksi menurun sementara kualitas hasil panen meningkat. Data yang dihasilkan AI juga membuka akses bagi petani rakyat ke sektor keuangan . erbankan/asurans. karena risiko usaha mereka menjadi lebih terukur dan transparan. Pemetaan teknologi pertanian presisi dalam konteks produktivitas dan kualitas kerja petani dapat dirumuskan sebagai transformasi Profitabilitas. Teknologi ini tidak hanya mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan standar hidup. Teknologi presisi mengubah struktur ekonomi tani dari pemborosan sumber daya menjadi optimalisasi eknologi menggeser peran petani dari buruh kasar menjadi manajer teknologi Peningkatan Keamanan Kerja (Work Safet. dengan pengurangan risiko kesehatan di lapangan menggunakan AI. Sehingga dengan menggunakan spraying drone atau robot otonom untuk pestisida memastikan petani tidak lagi terpapar langsung bahan kimia berbahaya, yang secara jangka panjang mengurangi risiko penyakit kronis DAFTAR PUSTAKA