Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: x-x Vol. No. : 1-12 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN LITERASI MAHASISWA: Strategi Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Efektivitas Penyediaan Literatur Ravi Udin Amirullah Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Email: ravi97amir@gmail. ABSTRACT One of the things that is an important pillar in the implementation of education in universities is the library. The better quality of a library, the higher positive impact in supporting higher education. The central library of UIN Malang has been accredited A. This library has also developed several electronic services in an effort to increase the effectiveness of providing literature. The purpose of this study is to describe and analyze the planning, implementation and impact of library strategies in increasing the effectiveness of providing literature through electronic services at the central library of UIN Malang. This research uses a qualitative approach, with the type of case study. Data collection techniques using observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique is through data reduction, data presentation, and drawing The results of the study concluded that: . Planning strategies for increasing student literacy in the central library of UIN Malang was carried out through four things. namely forming a special team, analyzing all related matters through a SWOT analysis, drawing up a plan, based on 5W 1H questions, aligning planning with capabilities, asking for advice and then establishing a plan. Regarding strategy implementation, there are also four activities, namely organizing and motivating, introducing electronic library services, repairing all problems in complaints, and evaluating electronic services. There are two impacts of this electronic service, namely it can help all students in the development of their research and studies, and also this service has proven to be effective and efficient in improving student literacy. Keywords: Strategy. College Library. Student Literacy ABSTRAK Salah satu hal yang menjadi pilar penting dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi adalah perpustakaan. Semakin baik kualitas sebuah perpustakaan, tentu akan semakin tinggi juga dampak positif dalam menunjang pendidikan di perguruan tinggi. Perpustakaan pusat UIN Malang telah terakreditasi A. Perpustakaan ini juga telah mengembangkan beberapa layanan elektronik dalam upaya meningkatkan efektivitas penyediaan literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis perencanaan, penerapan dan dampak dari strategi perpustakan dalam meningkatkan efektivitas penyediaan literatur melalui layanan elektronik di perpustakaan pusat UIN Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan untuk Teknik analisis data yakni melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. menyimpulkan bahwa: . Perencanaan strategi peningkatan literasi mahasiswa di perpustakaan pusat UIN Malang dilakukan melalui empat hal. yakni membentuk tim khusus, menganalisis segala hal yang berhubungan melalui analisis SWOT, menyusun perencanaan, berdasarkan pertanyaan 5W 1H, menyelaraskan perencanaan dengan kemampuan, meminta saran kemudian menetapkan perencanaan. Terkait penerapan strateginya juga melalui empat kegiatan, yakni pengorganisasian dan pemotivasian, pengenalan layanan elektronik perpustakaan, memperbaiki seluruh masalah dalam pengaduan, dan melakukan evaluasi layanan elektronik. Terdapat dua dampak dari layanan elektronik ini, yakni dapat membantu seluruh mahasiswa dalam perkembangan riset dan studi mereka, dan juga layanan ini terbukti berhasil secara efektif dan efisien dalam meningkatkan literasi mahasiswa. Kata Kunci: Strategi. Perpustakaan Perguruan Tinggi. Literasi Mahasiswa PENDAHULUAN Salah satu hal yang menjadi tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan Hal ini tertulis pada pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan negara tersebut, salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang mampu menunjang upaya peningkatan wawasan pengetahuan, contohnya seperti perpustakaan. Membahas terkait perpustakaan. Maksum menjelaskan bahwa perpustakaan senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan tersebut dimulai dari sistem tradisional, konvensional, otomasi sampai dengan sistem digitalisasi. (Maksum et al. , 2. Bila perpustakaan terdahulu terkesan kurang efektif karena cukup lama untuk mendapatkan literatur yang tepat. Maka saat ini hal tersebut telah berubah, karena perpustakaan saat ini mulai menerapkan digitalisasi perpustakaan, dimana para pemustaka dapat dengan mudah memperoleh literatur yang tepat dalam waktu yang sangat cepat. Dalam digitalisasi perpustakaan ini, literatur yang dibutuhkan dapat ditelusuri secara online di manapun dan kapanpun. Dengan demikian para pemustaka dapat mengefisiensikan waktu dalam mencari literatur yang mereka butuhkan, sehingga hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat baik untuk turut mensukseskan tujuan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan adalah tempat sentral bagi para mahasiswa untuk memperoleh banyak ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Seiring perkembangan zaman, maka semakin banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perpustakaan. Bila dahulu mahasiswa ingin mencari sebuah literatur maka mereka akan mencarinya ke perpustakaan. Namun fenomena yang terjadi saat ini berbanding terbalik, dimana para mahasiswa sangat tergantung kepada produk teknologi informasi dalam seluruh kegiatannya. Para mahasiswa pun semakin berkurang minatnya terhadap perpustakaan karena mereka dapat dengan mudah mencari literatur hanya dengan melalui internet (Amirullah, 2. Kurangnya minat mahasiswa terhadap perpustakaan perlu segera untuk ditangani, dengan berbagai upaya melalui analisis yang baik. Sebenarnya bila dianalisis dengan seksama, literatur yang ada di internet tidak semuanya lengkap dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Sehingga hal ini bisa menjadi dasar perencanaan strategi perpustakaan dalam meningkatkan efektivitas penyediaan literatur. Hal ini juga dikuatkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Maksum dan kawan-kawan, bahwa para mahasiswa yang datang ke perpustakaan bertujuan untuk mencaru informasi yang lengkap STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Ravi Udin Amirulah (Maksum et al. , 2. Sehingga perpustakaan perlu untuk merancang sebuah strategi guna memenuhi kebutuhan para pemustaka tersebut. Strategi sangatlah penting untuk dimiliki oleh sebuah organisasi, termasuk perpustakaan juga perlu menggunakan strategi dalam segala kegiatannya. Terkait hal ini. Juni Pranoto dan Adam Ibrahim Indrawijaya juga menjelaskan pentingnya strategi bagi suatu organisasi. Juni dan Adam juga meyakini bahwa strategi yang superior akan membawa keberhasilan untuk sebuah organisasi. Strategi bisa tumbuh melalui proses analisis mendalam (Indrawijaya & Pranoto, 2. Berdasarkan semua penjelaasan tersebut, maka dapat ditentukan bahawa fokus penelitian ini adalah terkait strategi perpustakaan perguruan tinggi dalam meningkatkan efektivitas penyediaan literatur ditinjau dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan terkait strategi perpustakaan dalam peningkatan efektivitas penyediaan literatur. KAJIAN LITERATUR Strategi Perpustakaan Perguruan Tinggi Strategi Penggunaan kata strategi lebih dikenal dalam bidang peperangan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Arsyad bahwa kata strategi diambil dari bahasa Yunani AustrategoAy yang memiliki arti perencanaan untuk pemusnahan musuh-musuh melalui pemanfaatan sumber-sumber yang efektif (Arsyad, 2. Bahkan dalam kamus bahasa Indonesia, kata strategi juga diartikan sebagai cara/siasat perang (Daryanto, 1. Namun meski demikian, ada juga beberapa tokoh yang mengartikan kata strategi dengan bahasa yang umum serta tidak mengidentikkan kata strategi dengan sebuah peperangan. Seperti halnya Gorge dan Jhon, mereka berdua mengartikan bahwa strategi adalah penentuan cara untuk mencapai sasaran organisasi dengan kekuatan eksternal dan internal. Tujuan dari perumusan strategi adalah untuk memastikan secara tepat implementasi dalam mencapai sasaran organisasi (Miner, 1. Pengertian kata strategi menurut Ernie dan Kurniawan juga serupa dengan pengertian George dan Jhon, yakni strategi merupakan rencana komprehensif guna mencapai tujuan organisasi dan untuk mempertahankan keeksistensian organisasi dalam sebuah lingkungan (Sule & Saefullah, 2. Berdasarkan semua pengertian di atas, maka dapat dipahami bahwa strategi merupakan sebuah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi serta sebagai upaya dalam mempertahankan keeksistensiannya melalui sumber-sumber efektif baik dari sumber internal maupun sumber Menurut Crown dalam Wahyudi (Wahyudi, 1. , menjelaskan bahwa strategi memiliki tiga tahapan: Formulasi strategi Wahyudi menjelaskan bahwa pada tahap formulasi strategi ini terdiri dari tiga bagian, yakni: Mempersiapkan beberapa strategi alternatif . Pemilihan strategi . Penetapan strategi. Penjelasan Wahyudi ini akan lebih lengkap lagi bila ditambahkan dengan penjelasan Thompson dan Strickland dalam Jogiyanto (Jogiyanto, 2. , dijelaskan bahwa tahap formulasi strategi terdiri dari: Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Analisis lingkup internal . Analisis lingkup eksternal . Analisis keunggulan kompetitif . Membentuk visi dan misi . Menentukan tujuan . Menentukan strategi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan. Handoko (Handoko, 2. juga menjelaskan hal yang serupa sebagaimana Jogiyanto, yakni sebagai berikut: Menentukan tujuan . Merumuskan keadaan terkini . Mengidentifikasi seluruh kemudahan dan hambatan . Mengembangkan perencanaan untuk mencapai tujuan Pada penjabaran Jogiyanto dan handoko tersebut, terkait perumusan keadaan terkini, analisis lingkup internal, eksternal, keunggulan kompetitif, dan mengidentifikasi seluruh kemudahan dan hambatan, sebenarnya kelima hal ini dapat dijadikan menjadi satu kegiatan yang terpadu yakni menjadi kegiatan analisis SWOT. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Yusanto (Yusanto & Ismail, 2. , bahwa analisis SWOT merupakan sebuah aktivitas untuk menganalisis lingkup internal dan eksternal yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara komprehensif terkait kualitas dan kuantifikasi posisi organisasi. Sehingga melalui analisis SWOT tersebut dapat menentukan pilihan strategi yang dibutuhkan organisasi. Selain itu, dalam formulasi strategi juga perlu menjawab seluruh pertanyaan pokok perencanaan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Malayu dalam bukunya (Malayu S. Hasibuan, 2. , bahwa dalam sebuah perencanaan perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok perencanaan, yakni what, why where, when, who dan how. Semua pertanyaan tersebut harus dijawab secara ilmiah melalui analisis data serta Berdasarkan penjabaran Wahyudi. Jogiyanto. Handoko, dan Malayu tersebut, maka kesemua penjabaran tersebut dapat dikombinasikan menjadi satu guna mendapatkan tahapan formulasi strategi yang baik. Kombinasi dari semua penjabaran tersebut yakni sebagai berikut: Menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok perncanaan . W 1H) . Analisis SWOT . Penetapan visi, misi dan tujuan . ila belum ada sebelumnya, bila sudah ada maka tidak dibutuhkan lag. Penyiapan strategi dan beberapa strategi cadangan . Pemilihan strategi . Penetapan strategi Pelaksanaan strategi Terkait pelaksanaan sstrategi ini. Wahyudi (Wahyudi, 1. menjelaskan bahwa pelaksanaan strategi yakni sebagai berikut: Penentuan sasaran operasional tahunan . Kebijakan organisasi . Pemotivasian anggota . Mengalokasikan sumberdaya dengan benar dan tepat. STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Ravi Udin Amirulah Jadi dalam tahapan pelaksanaan strategi ini, strategi tersebut akan diterapkan dengan memperhatikan empat hal tersebut, yakni penentuan sasaran operasional dalam jangka per tahun, perumusan kebijakan yang mendukung kesuksesan penerapan strategi, pemotivasian anggota agar senantiasa memberikan kinerja terbaik mereka untuk organisasi, dan terakhir yakni dengan mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki secara benar dan tepat sasaran. Evaluasi strategi Tahapan yang terakhir dari tahapan strategi adalah evaluasi strategi. Tahapan ini merupakan sebuah tahapanyang ditujukan untuk mengendalikan dan mengontrol strategi yang telah dirumuskan secara bersama-sama tersebut, agar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menyimpang dari dari tujuannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan Yayat (Herujito, 2. yang menjelaskan bahwa evaluasi merupakan sebuah pengamatan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi agar dapat dikontrol dan dikendalikan. Wahyudi (Wahyudi, 1. menyebutkan tiga hal penting yang harus dilakukan dalam tahap evaluasi strategi, yakni: Menganalisis faktor internal maupun eksternal dari strategi yang dibuat . Menilai performa dari strategi yang dibuat . Menentukan dan melakukan langkah pembenahan Kegiatan penilaian performa, alisis faktor internal dan eksternal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagaimana yang disebutkan oleh Herujito (Herujito, 2. yakni sebagai berikut: Melalui pengawasan langsung . Melalui penjagaan khusus . Melalui laporan lisan dari orang-orang yang ada . Melalui tulisan-tulisan dari laporan harian, mingguan, bulanan, dan juga dari laporan khusus. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa tahapan evaluasi strategi ditujukan untuk menganalisis performa strategi yang dibuat dan untuk menganalisis faktor internal serta eksternal yang mempengaruhi performa strategi Banyak cara untuk menganalisis performa dan faktor yang mempengaruhi strategi, baik itu melalui pengawasan/penjagaan langsung, maupun melalui laporan lisan serta tulisan dari orang-orang yang ada. Perpustakaan Perguruan Tinggi Ada beberapa pengertian mengenai makna dari kata perpustakaan. Berikut ini pengertian perpustakaan dari beberapa literatur: Sutarno menyebutkan bahwa perpustakaan merupakan sebuah ruangan dari suatu gedung, atau bahkan gedung itu sendiri. Ruangan atau gedung tersebut berisikan koleksi buku-buku yang disusun serta diatur agar mudah dicari serta digunakan saat dibutuhkan oleh para pemustaka (NS, 2. Larasati memberikan pengertian bahwa perpustakaan merupakan tempat penyimpan kumpulan koleksi literatur yang diatur dengan sistematis agar bisa digunakan sebagai sumber informasi saat dibutuhkan (Milburga, 2. Hartono menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang ada pada perguruan tinggi. Contoh dari perpustakaan perguruan tinggi ialah seperti Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. perpustakaan universitas, perpustakaan institut, perpustakaan akademi, perpustakaan fakultas, dan perpustakaan jurusan (Hartono, 2. Melalui pengertian dari bebrapa literatur di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan sebuah bangunan yang ada pada perguruan tinggi yang memiliki kumpulan koleksi literatur. Literatur tersebut kemudian disusun secara sistematis agar mudah dalam pencariannya saat dibutuhkan oleh para pemustaka. Literasi Mahasiswa Kata literasi dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai keterampilan atau pengetahuan seseorang dalam aktivitas atau bidang tertentu (KBBI V, 2. Literasi juga dapat diartikan sebagai sebuah ketrampilan menulis ataupun membaca. Seseorang akan dikatakan sebagai literat bilamana telah memahami sesuatu melalui sebuah bacaan informasi yang tepat kemudian melakukan sesuatu berlandaskan pemahamannya dari bacaan informasi tadi . (Permatasari, 2. Literasi dikenal juga dengan istilah multiliterasi yang diartikan sebagai keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami semua ide-ide serta informasi yang ada (Abidin et al. , 2. Melalui beberapa uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa literasi mahasiswa merupakan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam pemahaman, pengembangan, serta penerapan pengetahuan, ide serta informasi yang mereka dapatkan. METODE Pada penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode kualitatif. Lexy mengemukakan bahwa metode kualitatif adalah proses penelitian yang akan menghasilkan data deskriptif yakni berupa kata-kata tertulis atau terucap dari narasumber serta perilaku yang bisa diamati (Moleong, 2. Pada metode kualitatif ini, peneliti menggunakan pendekatan dengan jenis studi kasus, yakni sebuah bentuk penelitian mendalam terkait sebuah aspek lingkungan sosial dan juga termasuk manusia yang ada di dalamnya. Studi kasus dapat dilakukan terhadap seseorang, sekelompok orang, suku, golongan, lingkungan, ataupun lembaga sosial. Studi kasus juga bisa digunakan untuk meneliti terkait perkembangan sesuatu, ataupun menggambarkan keadaan dari suatu keadaan yang ada. Data yang bisa digunakan dalam studi kasus bisa berupa laporan pengamatan, buku harian, catatan pribadi, buku biografi, ataupun keterangan dari para narasumber (Nasution, 1. Penelitian ini akan dilakukan di Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Perpustakaan ini berlokasi di Jl Gajayana no. 50, kecamatan lowokwaru, kota Malang. ada beberapa narasumber yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini, yakni kepala, sekretaris, koordinator urusan pengembangan koleksi, dan juga koordinator urusan pengembangan teknologi informasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi/pengamatan terbuka, wawancara, dan dokumentasi (Usman & Setiady, 2. Sedangkan untuk analisis data menggunakan pendapat sugiyono yang melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi (Sugiyono, 2. HASIL Perencanaan Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Ravi Udin Amirulah Pada proses perencanaan/formulasi strategi ini, kepala perpustakaan menjelaskan bahwa perencanaan strategi ini berlandaskan dengan renstra dan milsestone yang telah dibuat sebelumnya. Terkait teknis formulasi strateginya, kepala perpustakaan membentuk tim khusus perencanaan strategi yang terdiri dari kepala perpustakaan, sekretaris, koordinator urusan pengelolaan dan pengembangan koleksi, serta koordinator urusan pengembangan teknologi informasi serta seluruh stakeholder perpustakaan. Hal yang dilakukan dalam tahap perencannan ini adalah melakukan pemetaan, penganalisissan menggunakan analisis SWOT, analisis beban kerja, analisis 5w 1h, dan survey serta kunjungan ke perpustakaan yang maju. Sekretaris perpustakaan juga menjelaskan bahwa perencanaan terkait konten/isi pada infrastruktur teknologi informasi yang merancang adalah koordinator urusan pengembangan koleksi dan pengelolaan koleksi. Selain itu koordinator urusan pengembangan teknologi informasi juga menjelaskan bahwa kepala perpustakaan juga turut andil dalam proses penentuan isi/konten seluruh infrastruktur teknologi informasi yang akan dikerjakan oleh koordinator urusan pengembangan teknologi informasi. Untuk perencanaan ini umumnya membutuhkan waktu sekitar satu sampai tiga bulan. Pelaksanaan Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa Setelah kegiatan proses perencanaan strategi selesai, maka tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Proses pelaksanaan ini dilaksanakan oleh semua pihak yang diberikan taanggungjawab untuk pelaksanaannya. Contohnya seperti dalam pengembangan layanan literatur berbasis teknologi informasi, maka yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya adalah koordinator urusan pengembangan teknologi informasi. Dalam pelaksanaan strategi ini, kepala perpustakaan selalu memberi dukungan moril kepada seluruh penanggungjawab. Kepala perpustakaan juga senantiasa melakukan pengawasan kinerja dan juga mengingatkan bila ada sesuatu yang terlupakan oleh penanggungjawab. Terkait evaluasi kinerja akan dilakukan seitap rapat bulanan dan juga setiap rapat tahunan. Pada rapat ini, semua permasalahan yang tengah dialami oleh masing-masing koordinator urusan akan dibahas bersama-sama guna mencari solusi yang tepat untuk Saat ini perpustakaan telah memiliki layanan e-theses, yakni sebuah layanan repository yang terdiri dari kumpulan koleksi seluruh tugas akhir mahasiswa dari berbagai tingkatan strata dan tahun. Selain e-theses perpustakaan juga telah memiliki institutional repository yang terdiri dari banyak jenis karya tulis mulai dari prosiding, boochapter, sampai artikel jurnal. Kesemua karya tulis tersebut merupakan hasil dari karya tulis dosen dan tenaga kependidikan UIN Malang. Pada tahun 2017 perpustakaan juga telah mengembangkan eresources yang terdiri sekitar dua ribu buku elektronik yang open access. Saat ini perpustakaan juga dalam proses pengembangan layanan library guides. Layanan ini dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa dan dosen agar dapat dengan mudah mencari informasi yang dibutuhkan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni. Pada pelaksanaan strategi ini juga, sekretaris perpustakaan menjelaskan bahwa agar mahasiswa dan dosen dapat mengetahui lebih dalam terkait beberapa layanan perpustakaan yang bisa memudahkan dalam proses pembelajaran dan penelitian mereka, pihak perpustakaan mengadakan kegiatan online research skills. Kegiatan ini terdiri dari pengenalan terhadap jenis-jenis literatur, bagaimana agar bisa mendapatkan literatur yang berkualitas, serta menunjukkan beberapa link untuk mengakses banyak artikel-artikel jurnal yang openaccsess, mulai dari jurnal nasional sampai dengan jurnal internasional. Pada kegiatan ini pihak perpustakaan juga mengenalkan beberapa layanan penyediaan literatur yang dimiliki Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. perpustakaan UIN Malang serta memberikan pelatihan penggunaan software Mendeley dan Zotero. Dampak Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa Penerapan strategi dalam meningkatkan literasi mahasiswa ini memiliki dampak yang cukup signifikan bermanfaat bagi para mahasiswa maupun dosen, hal ini sebagaimna yang disampaikan oleh kepala perpustakaan. Kepala perpustakaan pernah melakukan sebuah riset terhadap beberapa peserta kelas online reseach skills melalui uji pretest dan postest, para peserta juga diminta untuk mengisi angket terkait pelatihan dan fasilitas perpustakaan dan juga dilakukan wawancara terbatas. berdasarkan data yang diperoleh, maka prosentasenya mencapai 86% mahasiswa merasakan manfaat dari semua layanan perpustakaan khususnya dibidang pelatihan dan penyediaan literatur. Peneliti juga membandingkan hasil wawancara tersebut melalui hasil dokumentasi terhadap beberapa layanan penyediaan literatur berbasis digital yang dimiliki oleh perpustakaan pusat UIN Malang. Pertama, layanan e-thesis telah memiliki 19. 121 items 100% fulltext, sampai saat ini lyanan e-thesis telah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang muali dari mahasiswa sampai dosen, bahkan items yang ada telah diunduh sebanyak 34. Layanan e-thesis ini juga sangat mudah digunakan dan banyak fitur yang diberikan mulai dari informasi tentang items yang paling banyak diunduh, penulis-penulis terbaik, sampai pada pencarian yang sangat detil yang bisa ditentukan melaui tahun, subjek, devisi, penulis, dan jugan pembimbing. Kedua, layanan institutional repository juga banyak memberkan kontribusi manfaat kepada para mahasiswa dan juga dosen. Layanan yang terdiri dari berbagai artikel, bookchapter dan juga prosiding inimemiliki 6. 382 items dengan 74% full text dan 65% openaccess. Items yang ada pada layanan ini juga telah didownload 133 kali. Layanan ini juga memiliki kemudahan dan kelebihan fitur yang sama dengan layanan e-thesis. Ketiga, layanan online research skill dengan berbagai informasi penting terkait literatur penelitian serta pelatihan software untuk sitasi melalui riset kepala perpustakaan menunjukkan angka 86% mahasiswa menyatakan bahwa layanan online research skill sangat bermanfaat bagi mereka dalam menunjang literatur studi dan penelitian PEMBAHASAN Perencanaan Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa Pada perencanaan strategi, ada lima hal yang dilakukan yakni pembuatan tim khusus, menjawab pertanyaan pokok perencanaan, analisis SWOT, penyesuaian rencana dengan kemampuan, meminta masukan. Pertama, pembuatan tim khusus untuk pembuatan perencanaan/formulasi strategi. Pada tahap ini kepala perpustakaan membentuk tim khusus yang terdiri dari koordinator urusan pengembangan koleksi, koordinator urusan pengelolaan koleksi, koordinator urusan pengembangan teknologi informasi, sekretaris dan kepala perpustakaan. Pembuatan tim khusus untuk perencanaan/formulasi strategi ini sesuai dengan penjelasan Malayu S. Hasibuan. Malayu S. Hasibuan (Malayu S. Hasibuan, 2. memaparkan jenis-jenis perencanaan yakni sebagai berikut: Joint participation in planing. Bawahan yang melakukan perencanaan, kemudian manajer yang memutuskan. Manajer yang melakukan penetapan bagan, kemudian bawahan yang merencanakan. Manajer yang melakukan perencanaan namun disesuaikan dengan saran dan masukan dari para bawahan STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Ravi Udin Amirulah Manajer yang melaksanakan perencanaannya sendiri. Pembuatan tim khusus yang dilakukan kepala perpustakaan ini sesuai dengan jenis perencanaan joint participation planing. Melalui jenis perencanaan ini, para bawahan bisa turut berinisiatif dan berpartisipatif dalam merencanakan strategi, dan perencanaan ini akan menjadi lebih berbobot karena melalui beberapa usulan dan pertimbangan dari berbagai Kedua, menjawab pertanyaan pokok perencanaan. Pada tahap ini tim khusus akan menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan pokok perencanaan. Mulai dari pelayanan apa yang akan dikembangkan untuk meningkatkat literasi, mengapa pelayanan tersebut harus dikembangkan, siapa saja yang terlibat, kapan akan dilaksanakan, dimana dan bagaimana Hal ini sesuai dengan penjelasan Malayu dalam bukunya (Malayu S. Hasibuan, 2. Malayu menjelaskan bahwa dalam perencanaan harus menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok perencanaan yakni 5w 1h, what, why, where, when, who, and Semua pertanyaan ini harus dijawab secara ilmiah. Ketiga, analisis SWOT. Pada analisis SWOT ini tim khusus akan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari internal maupun eksternal perpustakaan UIN Malang. Analisis SWOT yang dilakukan oleh tim khusus ini dimaksudkan untuk mengetahui posisi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada perpustakaan. Hal ini sesuai dengan penjelasan Yusanto. Yusanto (Yusanto & Ismail, 2. menjelaskan bahwa analisis SWOT yang dilakukan akan meberikan petunjuk terkait kuantifikasi dan kualitas organisasi yang kemudian melalui petunjuk ini akan muncul beberapa rekomendasi strategi. Tabel 2. Analisis SWOT Perpustakaan Pusant UIN Malang Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Memiliki tenaga ahli IT yang mumpuni Mahalnya harga pembelian sources Peluang (Oppurtunit. Ancaman (Threa. Adanya Sources gratis Banyaknya mahasiswa yang beralih ke media elektronik Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut, tim khusus kemudian mengambil strategi untuk mengembangkan penyediaan literatur melaui pemanfaatan sources gratis. Melalui pemanfaatan sources gratis ini, akan lebih memudahkan mahasiswa dalam mencari literatur untuk studi dan penelitian mereka. Hal ini juga untuk mengatasi ancaman berupa mahasiswa yang beralih minat kepada media elektronik. Hal ini sesuai dengan penjelasan ratminto dan winarsih (Ratminto & Winarsih, 2. bahwa salah satu indikator keberhasilan sebuah pelayanan adalah terwujudnya kemudahan akses. Selain itu Vilojen dalam Ratminto dan winarsih(Ratminto & Winarsih, 2. juga menjelaskan hal yang serupa. Menurut Vilojen, prinsip pelayanan ialah mengidentifikasi kebutuhan para konsumen lalu memenuhinya melalui inovasi-inovasi. Keempat, menyesuaikan rencana dengan Rencana yang dibuat harus disesuaikan dengan kemampuan, mulai dari sumber daya manusianya, finansialnya, barang atau alat yang dibutuhkan dan lain-lain. Hal ini bagaimana yang diungkapkan oleh salah satu anggota tim khusus perencanaan. Penyesuaiain rencana dengan kemampuan ini sesuai dengan pendapat abdul kadir dan Terra (Kadir & Triwaahyuni, 2. Abdul Kadir dan Terra menjelaskan bahwa langkah membandingkan kebutuhan degan kemampuan ini melalui identidikasi, bilamana kemampuan belum bisa memenuhi kebutuhan maka bisa melalui pilihan alternatif seperti memodifikasi/mengubah prosedur/tetap menggunakan kemampuan seadanya saja. Kelima, meminta masukan. Setelah semua tahapan perencanaan mulai dari pertama sampai keempat Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. telah selesai, maka tahap perencanaan selanjutnya ialah meminta masukan kepada beberapa stakeholders agar memperoleh hasil rencana yang sangat baik. hal ini juga sesuai dengan pendapat Malayu bahwa guna mendapatkan rencana yang terbaik maka memerlukan saran dan pertimbangan yang lebih banyak dari berbagai pihak. Pelaksanaan Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa Tahap pelaksanaan strateggi peningkatan literasi mahasiswa ini terdiri dari pengorganisasian serta pemotivasian, pengenalan layanan, penyelesaian pengaduan, mengevaluais layanan, melakukan inovasi. Pertama, pengorganisasian dan pemotivasian. Pada tahap ini yang bertugas untuk mengerjakan perencanaan yang dibuat sebelumnya adalah koordinator urusan pengembangan teknologi informasi karena memang hal ini sesuai dengan bidang yang ditekuni. Hal ini sesuai denga penjelasan Manullang bahwa pengorganisasia atau pembagian pekerjaan dilakukan setelah proses perencanaan telah Pada proses pelaksanaannya, ketua perpustakaan juga selalu memberikan dukungan atau disebut juga sebagai memotivasi anggota yang menjalankan tugasnya. Hal ini menjadikan para anggota yang bekerja menjadi lebih semangat dalam melaksanakan keadaan ini sesuai dengan Penjelasan Malayu S. P Hasibuan, bahwa motivasi dilakukan bisa berguna dalam mendorong gairah kerja bawahan, sehingga bawahan akan bekerja keras dan memberikan seluruh kemampuan dan keterampilannya untuk meujudkan tujuan organisasi. Kedua, pengenalan layanan. Proses pengenalan layanan ini sering juga disebut sebagai proses promosi, yakni mempromosikan semua pelayanan yang telah direncanakan dan telah disiapkan untuk upaya peningkatan literasi mahasiswa. Tujuan dari promosi ini adalah untuk menarik minat mahasiswa serta memperkenalkan layanan yang telah perpustakaan sediakan untuk seluruh mahasiswa. Kegiatan ini sesuai dengan penjelasan Hartono (Hartono, 2. dimana tujuan dari promosi adalah untuk menarik perhatian, menciptakan kesan, membangkitkan minat dan memperoleh tanggapan. Banyak cara yang dilakukan perpustakaan dalam mensukseskan kegiatan promosi ini, baik dengan menggunakan promosi melalui media sosial maupun melalui kegiatan pelatihan online research skills. Ketiga, penyelesaian pengaduan. Pengaduan yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun dosen akan dengan segera ditangani. Kepala perpustakaan juga turut mengawasi penyelesaian pengaduan tersebut. Setelah permasalahan pengaduan selesai maka pihak perpustakaan akan segera mengkonfirmasi kepada seluruh pengguna bahwa pengaduan telah diselesaikan. Hal ini sesuai dengan penjelasan ratminto dan Winarsih (Ratminto & Winarsih, 2. bahwa penyelesaian harus diselesaikan dengan segera, adanya pemantauan, dan adanya penyampaian penyelesaian masalah pengaduan. Keempat, pengevaluasian Evaluasi terhadap layanan yang telah direncanakan dan dilaksanakan ini akan dilakukan saat rapat bulanan, tahunan, dan bahkan ketika ada pengaduan masalah yang cukup serius sehingga butuh segera dievaluasi. Kelima, melakukan inovasi. Seiring perjalanan waktu dan perkembangan zaman, maka pihak perpustakaan juga terus berinovasi, baik itu karena melalui usulan, saran, pengaduan dan juga berdasarkan ide ataupun aidentifikasi kebutuhan para pemustaka. Hal ini terbukti dari setiap layanan yang ada selalu mengalami perubahan menjadi lebih baik lagi dan lebih lengkap dibandingkan dengan sebelumnya. Keadaan seperti inisesuai dengan penjelasan vilojen dalam Ratminto dan atik (Ratminto & Winarsih, 2. bahwa harus senantiasa melakukan identifikasi kebutuhan konsumen dan berinovasi. Dampak Strategi Peningkatan Literasi Mahasiswa STRATEGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Ravi Udin Amirulah Terdapat dua dampak dari layanan ini, yakni dapat membantu seluruh mahasiswa dalam perkembangan riset dan studi mereka, dan juga layanan ini terbukti berhasil secara efektif dan efisien dalam meningkatkan literasi mahasiswa. Pertama, membantu dalam perkembangan riset dan studi mahasiswa. hal ini dapat diketahui berdasarkan pengamatan peneliti bahwa fitur yang dimiliki dari layanan literatur digital yang diberikan sangat baik dan memudahkan para mahasiswa untuk mencari literatur sesuai dengan bidang riset ataupun studi mereka. Kemudahan dan keefektifan dari layanan literatur digital ini merupakan indikator dari pelayanan yang baik dan hal ini sesuai dengan penjelasan Ratminto dan Winarsih (Ratminto & Winarsih, 2. Kedua, bukti keberhasilan strategi peningkatan literasi mahasiswa ini adalah melalui informasi yang ada pada layanan tersebut dan juga berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya. Terkait layanan pelatihan online research skills. Kepala perpustakaan mengemukakan bahwa tingkat manfaat yang dirasakan mahasiswa terhadap layanan ini sebanyak 86%. Data ini diperoleh melalui sebuah riset terhadap beberapa peserta kelas online reseach skills dengan menggunakan uji pretest dan postest, para peserta juga diminta untuk mengisi angket terkait pelatihan dan fasilitas perpustakaan dan setelah itu dilakukan wawancara terbatas. Tidak hanya itu, peneliti juga membandingkan hasil wawancara tersebut melalui hasil dokumentasi terhadap beberapa layanan penyediaan literatur berbasis digital yang dimiliki oleh perpustakaan pusat UIN Malang. Pertama, layanan institutional repository juga banyak memberkan kontribusi manfaat kepada para mahasiswa dan juga dosen. Layanan yang terdiri dari berbagai artikel, bookchapter dan juga prosiding inimemiliki 6. 382 items dengan 74% full text dan 65% openaccess. Items yang ada pada layanan ini juga telah didownload 133 kali. Layanan ini juga memiliki kemudahan dan kelebihan fitur yang sama dengan layanan e-thesis. Kedua, layanan e-thesis telah memiliki 19. 121 items 100% fulltext, sampai saat ini lyanan e-thesis telah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang muali dari mahasiswa sampai dosen, bahkan items yang ada telah diunduh sebanyak 34. Layanan e-thesis ini juga sangat mudah digunakan dan banyak fitur yang diberikan mulai dari informasi tentang items yang paling banyak diunduh, penulis-penulis terbaik, sampai pada pencarian yang sangat detil yang bisa ditentukan melaui tahun, subjek, devisi, penulis, dan juga pembimbing penelitian. Kemudahan akses dan keefisienan dari layanan literatur digital ini merupakan indikator dari pelayanan yang baik dan hal ini sesuai dengan penjelasan Ratminto dan Winarsih (Ratminto & Winarsih, 2. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. REFERENSI Abidin. Mulyati. , & Yunansah. Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. Sains. Membaca, dan Menulis. Bumi Aksara. Amirullah. Manajemen strategi pelayanan perpustakaan perguruan tinggi berbasis teknologi informasi dalam meningkatkan literasi mahasiswa. http://etheses. id/id/eprint/17932 Arsyad. Pokok Managemen: Pengetahuan Praktis Bagi Pimpinan dan Eksekutif. Pustaka