JPFT - volume 12, nomor 1, pp. April 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 1 BANAWA SELATAN THE INFLUENCE OF DISCOVERY LEARNING MODEL ON THE ABILITY OF SCIENCE LITERACI OF CLASS Vi STUDENTS AT SMP NEGERI 1 BANAWA SELATAN Ulfian. Syamsu. Jusman Mansyur Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia Ulfian. idris98@gmail. Kata Kunci Discovery Learning Literasi Sains Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain kelompok pretest-posttest ekuivalen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Vi pada tahun ajaran 2021-2022, dengan teknik purposive sampling yang memilih kelas Vi A sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi C sebagai kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 21 siswa. Tes pilihan ganda yang divalidasi digunakan sebagai instrumen pengukuran literasi sains. Hasil posttest menunjukkan skor rata-rata 11,29 untuk kelas eksperimen dan 9,81 untuk kelas kontrol yang menggunakan model direct Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. = 0,002, lebih kecil dari 0,05, yang berarti discovery learning memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi sains siswa. Keywords Discovery Learning Science Literacy Abstract This study aims to determine the effect of the discovery learning model on the science literacy skills of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Banawa Selatan. This research uses a quasiexperimental method with an equivalent pretest-posttest group design. The population consists of all eighth-grade students in the 2021-2022 academic year, with purposive sampling selecting class Vi A as the experimental group and class Vi C as the control group, each with 21 A validated multiple-choice test was used as the instrument for measuring science Post-test results showed an average score of 11. 29 for the experimental group and 9. for the control group, which used the direct instruction model. The Mann-Whitney U test results showed an Asymp. Sig. -taile. value of 0. 002, which is less than 0. 05, indicating that discovery learning has a significant effect on students' science literacy skills. A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 06/02/2024. Revised 10/03/2024. Accepted 01/04/2024. Available Online 30/04/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online PENDAHULUAN Dalam era globalisai pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang sangat diperlukan dalam melakukan persaingan dengan bangsa-bangsa Semua mengandalkan manusia-manusia yang memiliki pengetahuan yang tinggi, dan satu hal konkret mencapai pengetahuan tersebut yaitu melalui pendidikan . Peranan pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi era globalisasitidaklah mudah. Literasi sains (Scientific Literac. kini menjadi tuntutan oleh setiap individu baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia Individu yang melek sains dapat menggunakan informasi ilmiah yang dimilikinya untuk mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari serta menghasilkan produk-produk ilmiah yang bermanfaat . Menurut PISA 2018 literasi sains merupakan pemahaman tentang bagaimana . engetahuan tentang sain. mengubah cara seseorang agar dapat berhubungan dengan dunia serta dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang lebih luas . Pengukuran kemampuan literasi sains sangat penting karena dapat melihat . Berdasarkan hasil survei PISA (Programme For International Student Assesmen. pada tahun 2018 menyatakan indonesia masih memiliki tingkat literasi sains yang rendah karena menduduki peringkat 62 dari 78 negara yang mengikuti tes dengan nilai yang di peroleh yaitu 396, yang berarti nilai tersebut jauh dari nilai rata-rata . Rendahnya literasi sains membuat perkembangan serta permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar . Salah satu unsur yang membuat literasi sains siswa indonesia rendah pembelajaran yang kurang tepat . Ketepatan pembelajaraan sangat Vol. No. 1, pp. April 2024 data, dan mengambil kesimpulan sendiri dari masalah yang ditemukan dilapangan (Hajar & InAoam, 2. menentukan dalam upaya membuat lingkungan yang sesuai supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran . Penelitian terdahulu mengenai penggunaan model discovery learning terhadap literasi sains yang di teliti oleh Tri Pujiah dkk . mengemukakan bahwa penggunaan model discovery learning dapat menjadikan siswa menjadi aktif dan mencoba mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri. Selain itu ditemukan hasil bahwa pada aspek konten dan aspek proses Pada penelitian yang dilakukan oleh Utami dkk . menunjukkan hasil bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatan kemampuan literasi sains siswa yang dinilai dari dua aspek yaitu aspek konten dan aspek proses serta mampu memotivasi siswa untuk mengembangkan suatu konsep Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pada peneliti ini mengkaji 3 aspek literasi sains yaitu aspek konten, aspek proses dan aspek konteks. Selain itu perbedaan lainnya adalah pada materi pembelajaran, dimana pada penelitian ini materi yang dipilih yaitu materi kalor. Menurut Mustafa Sozbilir . Menyatakan bahwa kalor merupakan salah satu materi yang memiliki konsep yang sulit sehingga muncul kebingungan pada siswa dalam memahami konsep kalor. Hasil kajian juga menyatakan bahwa meskipun siswa sudah pernah mempelajari kalor, ternyata masih banyak siswa yang kesulitan dalam memahami kalor (Nottis dkk, 2. Berdasarkan pemaparan diatas, penelitian ini akan mengkaji tentang kemampuan literasi Discovery Learning dengan mengkaji tiga aspek tersebut dengan menggunakan materi kalor. Dari uraian diatas Maka peneliti akan melakukan penelitian berjudul AuPengaruh Model Discovery Learning Kemamp uan Literasi Sains Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Banawa SelatanAy. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran yang berorientasi pada aktifitas siswa, contohnya model Discovery Learning. Discovery learning mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan dala pembelajaran melalui hasil penyelidikan yang dilakukan hingga penarikan kesimpulan (Hanafiah, 2. Model discovery learning memiliki sintaks yang cocok untuk meningkatkan literasi sains siswa seperti METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Kabupaten Donggala. Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu yaitu pada tanggal 15 Februari Ae 10 Maret 2022. Desain pada peneltian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan teknik equivalent pretest posttest group design. Dimana sebelum diberi perlakuan, terlebih dahulu sampel diberikan tes awal . dan mengidentifikasi masalah, mencari data, mengolah Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online diberikean tes akhir . pada akhir Prosedur penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu . tahap pra penelitian, . tahap pelaksanaan penelitian, dan . tahap akhir. Pada tahap pra penelitian, peneliti membuat surat turun penelitian sebagai pengantar penelitian, kemudian melakukan observasi kesekolah tempat penelitian dan menentukan sampel, setelah itu peneliti menyusun instrumen penelitian yang berupa perangkat pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal pretest dan posttest serta lembar observasi discovery learning, kemudian melakukan uji coba instrumen tes sebelum pada siswa terlebih dahulu untuk di uji kelayakannya dengan uji validitas tes, reabilitas tes, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Kemudian menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian, serta melakukan revisi isntrumen Pelaksanaan penelitian ini, langkah awal dilakukan yaitu siswa mengerjakan soal pretest yang diberikan sebelum diberikan perlakuan, kemudian memberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas learning, dan kelas kontrol diterapkan model direct instruction, kemudian memberikan tes akhir . untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa. Pada tahap akhir penelitian yaitu mengolah data hasil tes awal . dan tes akhir . Kemudian membandingkan hasil analisis data tes antara sebelum perlakuan dan setelah diberi perlakuan untuk menentukan apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara model discovery learning dan model direct instruction terhadap kemampuan literasi sains siswa. Jenis data dalam penelitian ini yaitu Data berdasarkan pengumpulan data menggunakan pretets dan posttest dalam bentuk pilihan ganda. Teknik pengambilan data pada peneltian ini diperoleh dari pretest dan posttest. Nilai pretest diambil pada awal kegiatan sebelum proses posttest diambil pada akhir kegiatan yaitu pada akhir pembelajaran. Adapun analisis yang dilakukan untuk data . retest-posttes. menggunakan analisis teknik deskriptif statistik, kemudian data nilai pretest dan posttest tersebut dianalisis dengan uji Mann Whitney U menggunakan SPSS Statistics 26. Vol. No. 1, pp. April 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh data pretest dan posttest hasil kemapuan literasi sains siswa perindikator dapat dilihat hasil pada berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus: ycIycoycuyc ycEyceycycuycoyceEaycaycu ycU= ycu 100 . ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycyco Tabel 1 Skor Kemampuan Literasi Sains Siswa Dimensi Literasi Sains Konten Proses Konteks Kelas Eksperimen Pre Post 28,36 37,66 24,80 31,20 3,70 9,30% Kelas Kontrol Pre Pos 26,04 33,94 23,56 27,90 1,86% 5,58% Perindikator Berdasarkan Tabel 1 bahwa kemampuan literasi sains siswa tiap indikator pada kelas eksperimen memiliki persentase tertinggi pada Konten 37,66% sedaangkan pada kelas kontrol memiliki persentase sebesar 33,94%. Dapat disimpulkan bahwa pada skor persentase tiap indikator kemampuan literasi sains siswa pada kelas eksperimen memiliki perbedaan skor. Tabel 2 Statistik Deskriptif Kemampuan Literasi Sains Siswa Uraian Minimum Statistik Deskriptif Pretest Postetst Eksper Eksper Kontrol Kontrol Maksimum Mean 6,33 6,48 9,81 11,29 Std. Deviation 1,155 1,504 1,365 1,365 Berdasarkan Tabel 4. 2 diketahui skor ratarata kemampuan literasi sains siswa pada kelas eksperimen dari pretest dan posttest lebih tinggi Pada eksperimen dari pretest diperoleh skor rata-rata yaitu 6,48 dan posttest diperoleh skor rata-rata yaitu 11,29, sedangkan kelas kontrol dari pretest diperoleh skor rata-rata yaitu 6,33 dan posttest di peroleh skor rata-rata yaitu 9,81. Dari skor Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa. Namun, untuk lebih menyakinkan data tersebut akan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil output uji Mann Whitney dapat dilihat pada Tabel 4. menunjukkan hasil bahwa penerapan model discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains. Hal ini juga didukung oleh penelitian Ulfa. Saptaningrum, dan kurniawan . yang menunjukkan faktor memberikan pengaruh pada hasil peningkatan literasi sains siswa diantaranya, siswa dilatih untuk menemukan konsep langsung melalui pengalamannya sehingga beberapa aspek literasi dapat tercapai. Tabel 3 Output Uji Mann Whitney Test Statisticsa Literasi Sains Mann Whitney U 99,000 Wilcoxon W 330,000 -3,134 Asymp. Sig. -taile. Vol. No. 1, pp. April 2024 0,002 KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model discovery learning terhadap kemapuan literasi sains siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Hal ini tersebut ditunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor rata-rata dari pretest dan posttest yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas Dimana skor rata-rata pada posttest yaitu 11,29 untuk kelas eksperimen setelah diberi perlakuan dan 9,81 pada kelas kontrol yang menerapkan model direct instruction. Berdasarkan hasi analisis data menggunakan uji mann whitney U diperoleh nilai pada Asymp. Sig. -taile. yaitu 0,002. Hal ini berarti nilai . < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh model discovery learning terhadap kemapuan literasi sains siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Banawa Selatan. Hasil ini sejalan dengan depenelitian yang dilakukan oleh Mustofa dkk, . yang menyimpulkan bahwa model discovery learning efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Berdasarkan uji statistik menggunakan Mann Whitney diperoleh sebesar 0,002. Karena < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga terdapat peningkatan kemampuan literasi sains siswa setelah menggunakan model Discovery Learning yang di terapkan di kelas eksperimen. Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan skor kemampuan literasi sains siswa tiap indikator bahwa kelas eskperimen memiliki persentase tertinggi pada indikator konten sebesar 37,66% sedangkan pada kelas kontrol memiliki persentase sebesar 33,94% sehingga dapat disimpulkan bahwa pada skor persentase tiap indikator kemampuan literasi sains siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan skor. Hasil ini sejalan dengan penelitian Mustofa. Kuswanti, dan Hidayati . mengemukakan bahwa pada kemampuan siswa juga mengalami peningkatan, kemudian pada aspek konteks kemampuan literasi sains siswa juga meningkat. Hasil ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan Syarifah. Listiani. Aidil kemampuan literasi sains dapat dilihat dengan kemampuan siswa menjelaskan feneomena alam SARAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat mempertimbangkan model Discovery Learning sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Pembelajaran melalui model Discovery Learning memerlukan adanya pengawasan lebih dari guru pada saat belajar secara berkelompok agar lebih Untuk guru hendaknya tidak berfokus pada satu cara untuk mengajar. Seorang guru menyamaratakan kemampuan siswa karena setiap siswa memiliki keunikannya masingmasing. Kepada pendidikan fisika agar dapat menerapkan model Discovery Learnig pada penelitian mereka dengan materi yang berbeda sebagai bahan secara ilmiah. jika siswa mampu menjelaskan fenomena ilmiah maka dapat dikatakan siswa telah mampu menerapkan kemampuan literasi sains. Berdasarkan uji statistik menggunakan Mann Whitney diperoleh sebesar 0,002. Karena < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga terdapat peningkatan kemampuan literasi sains siswa setelah menggunakan model Discovery Learning. Berdasarkan hasil tersebut bahwa model Discovery Learning terhadap kemampuan literasi sains siswa dapat dikatakan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Hasil penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Niswatuzzahro. Fakhriyah, dan Rahayu Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online perbandingan dengan hasil penelitian ini. Model Discovery Learning membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam pembelajaran, sebaiknya peneliti dapat memperhitungkan waktu disetiap fase pembelajaran agar lebih efesien, karena . DAFTAR PUSTAKA