JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 dapat diakses melalui: https://ejournal. id/index. php/jmuo/index Analisis Percepatan Tanah Maksimum Akibat Adanya Gempa Bumi di Lengan Utara Pulau Sulawesi Menggunakan Metode Fukushima Tanaka Clarita Maramis a* ,Guntur Pasau a . Gerald Hendrik Tamuntua a aJurusan Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi. Manado KATA KUNCI ABSTRAK Gempa Bumi Percepatan Tanah Maksimum Metode Fukushima-Tanaka Percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleratio. Adalah salah satu parameter yang digunakan dalam mengestimasi tingkat kerusakan akibat goncangan gempa bumi. Lengan utara pulau Sulawesi merupakan salah satu bagian dari pulau Sulawesi yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan peta sebaran nilai PGA di lengan utara Sulawesi berdasarkan perhitungan percepatan tanah dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka sebagai upaya mitigasi bencana. Hasil analisis nlai PGA menunjukkan bahwa daerah utara provinsi Gorontalo, sebelah timur provinsi Sulawesi Utara . aut Maluk. dan daerah Sulawesi Tengah . ota Pal. memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. KEYWORDS ABSTRACT Earthquake Peak Ground Acceleration Fukushima-Tanaka Method Peak Ground Acceleration Is one of the parameters used in estimating the level of damage due to earthquake shocks. The northern arm region of Sulawesi island is one part of the island of Sulawesi which is very vulnerable to The purpose of this study was to obtain a map of the distribution of PGA values in the north arm of Sulawesi based on ground acceleration calculations using the Fukushima-Tanaka and method as a disaster mitigation The results of the PGA analysis showed that the northern area of Gorontalo province, east of North Sulawesi province (Maluku se. and Central Sulawesi area (Palu cit. had a high level of vulnerability to earthquake TERSEDIA ONLINE 01 Agustus 2020 Pendahuluan Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang sering dilanda gempa bumi. Hal ini dilatarbelakangi oleh letaknya yang berada pada jalur cincin api . ing of fir. dan pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia yaitu lempeng Pasifik. Indo-Australia, dan Eurasia (Febriani et al. , 2. sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu daerah di dunia dengan tingkat resiko gempa yang cukup tinggi (Tenda, 2. Lengan utara Sulawesi merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai tingkat seismisitas yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya di pulau Sulawesi hal ini disebabkan kedudukan lengan utara pulau Sulawesi dikontrol oleh aktivitas tunjaman lempeng laut Sulawesi di sebelah utara semenanjung Minahasa dan lempeng Pasifik di sebelah timurnya. Selain itu di daratan lengan utara pulau Sulawesi ini dijumpai adanya patahan aktif Gorontalo. Elemen-elemen tektonik ini berperan sebagai jalur sumber gempa bumi tektonik yang sangat menentukan tingkat kerawanan wilayah ini terhadap bahaya gempa bumi. Sumber gempa di wilayah ini berasal dari beberapa penunjaman seperti subduksi Sulawesi Utara (North Sulawesi Trenc. , tumbukan ganda laut Maluku (East Molucas and West Molucas Thrus. , penunjaman lempeng laut Filipina dan beberapa sesar aktif di daratan lengan utara Sulawesi. Oleh karena itu wilayah ini sangat rawan terhadap bencana gempa-gempa tektonik (Harmsen, 2. *Corresponding author: Email address: claritamaramis@yahoo. Published by FMIPA UNSRAT . JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 Gempa bumi merupakan salah satu fenomena fisis pelepasan energi gelombang seismik akibat dari pergerakan lempeng-lempeng bumi ataupun proses vulkanik yang terjadi secara tiba-tiba dan itu merupakan peristiwa alam yang tidak dapat dicegah oleh manusia. Permasalahan yang timbul pasca terjadi bencana gempa bumi biasanya berupa kerusakan-kerusakan baik secara fisik maupun moril yang menyebabkan kerugian yang besar terhadap daerah ataupun penduduk yang tinggal disekitar tempat terjadinya gempa (Kapojos et al. , 2. Oleh karena itu telah dilakukan banyak upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak dan kerugian akibat gempa bumi, salah satunya yaitu dengan memetakan daerah-daerah dengan potensi efek gempa bumi yang sangat merusak berdasarkan distribusi nilai percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) (Pasau dan Tanauma, 2. PGA merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan besar kecilnya kerusakan sebagai akibat dari adanya gempa bumi (Edwiza. Gambar 1. Peta Seismisitas Regional X BMKG. Stasiun Geofisika Kelas 1 Manado (BMKG, 2. Percepatan tanah maksimum atau Peak Ground Acceleration (PGA) adalah nilai percepatan tanah terbesar pada permukaan yang pernah terjadi di suatu wilayah dalam periode waktu tertentu akibat getaran gempa bumi (Massinai et al. , 2. Nilai PGA dinyatakan dalam satuan gal yang merupakan satuan dari percepatan gelombang seismik dimana 1 gal = 10-2 m/s2 (Kapojos et al. , 2. Studi tentang resiko gempa berdasarkan nilai PGA telah dilakukan oleh beberapa peneliti pada beberapa wilayah di lengan utara Sulawesi. Kapojos et al. , . mengatakan bahwa dengan menghitung PGA menggunakan metode rumusan Esteva dan Donovan didapatkan hasil analisis yang menunjukkan bahwa perubahan nilai percepatan tanah dari rumusan tersebut memiliki pola perubahan yang sama terhadap jarak. Nilai percepatan tanah menurut rumusan Donovan lebih tinggi dibandingkan dari rumusan Esteva. Perbandingan mengindikasikan bahwa rumusan Esteva lebih cocok digunakan dalam mengestimasi PGA di semenanjung utara pulau Sulawesi. Pasau et al. , . menganalisis PGA akibat adanya gempa bumi di kota Manado, percepatan tanah menggunakan metode Donovan dan McGuire dimana kota Manado merupakan bagian dari lengan utara pulau Sulawesi yang terletak pada batas pertemuan beberapa lempeng besar sehingga wilayah ini sangat rawan akan goncangan gempa bumi dan itu menjadi salah satu upaya mitigasi dalam memetakan PGA di permukaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besar PGA di Kota Manado menggunkan metode Donovan sekitar 12 gal sampai dengan 51. 82 gal sedangkan metode Mc Guire diperoleh nilai percepatan tanah 13 gal sampai 72. 53 gal. Pasau dan Tanauma, . menganalis resiko gempa bumi wilayah lengan utara pulau Sulawesi menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) untuk mengantisipasi bencana gempa bumi di masa yang akan datang kita perlu melakukan antisipasi atau mitigasi yang bersifat preventif, salah satunya adalah dengan cara memodelkan sumber-sumber gempa bumi. Hasil analisis probabilistik seismik hazard menunjukkan bahwa besar PGA di batuan dasar lengan utara Sulawesi pada periode ulang 500 tahun berkisar 0,05 - 1,4 gal. Kurva hazard menunjukkan bahwa sumber gempa dominan berasal dari zona patahan. Selain itu terdapat juga metode lain yang dapat digunakan dalam penentuan nilai PGA yaitu Fukushima-Tanaka. Rumusan atenuasi Fukushima dan Tanaka digunakan pertama kali pada tahun 1990 di Kepulauan Jepang dimana sumber gempa bumi yang berada di wilayah Jepang berasal dari zona subduksi. Fungsi atenuasi ini dikembangkan untuk percepatan maksimum horizontal (Putri et al. , 2012. Gusdalina et al. , 2. Besar nilai PGA untuk suatu wilayah menggambarkan tingkat resiko gempa di wilayah tersebut terhadap gempa bumi. Semakin besar nilai PGA suatu wilayah berarti semakin besar bahaya dan resiko gempa yang mungkin terjadi. Percepatan tanah adalah faktor utama yang mempengaruhi konstruksi bangunan dan menimbulkan momen gaya yang terdistribusikan merata di titik-titik bangunan, sehingga percepatan tanah merupakan titik tolak perhitungan bangunan tahan gempa. Penelitian ini menentukan tingkat resiko lengan utara pulau Sulawesi terhadap gempa bumi berdasarkan nilai PGA yang dihitung dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka sebagai upaya mitigasi bencana Material dan Metode Material Penelitian ini menggunakan data gempa gumi yang terjadi dari Januari 2000 Ae Juli 2019 pada rentang wilayah 1190 Ae 1260 BT dan 00 Ae 2. 750 LU dengan M Ou 6,0. Data tersebut diakses melalui https://earthquake. gov/earthquakes/search/. Metode Perhitungan nilai PGA di lengan utara pulau Sulawesi Fukushima-Tanaka. Rumusan Fukushima-Tanaka digunakan pada penelitian ini dikarenakan sumber JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 Tabel 1. Data Gempa Bumi Selama Periode Observasi. PGA . yaycuyci ya = . ,41 ycA Ae log. cI 0,032 y 100,41 ycA ) Ae 0,0034 ycI 1,. AA. AA. R= i h a. AA. dimana, ya adalah nilai PGA di titik pengukuran . , ycA adalah magnitudo gempa (SR), ycI adalah jarak hiposenter ke titik pengukuran . , i adalah jarak episenter . , dan h adalah kedalaman sumber gempa . Data gempa (Latitude dan Longtitud. yang diperoleh dari USGS kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai R dan i. Proses perhitungan nilai PGA dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2016. Untuk menampilkan peta sebaran gempa bumi yang terjadi disekitar wilayah lengan utara Sulawesi maka digunakan ZMAP. Sementara untuk menampilkan peta kontur percepatan tanah digunakan software Surfer 11. Hasil dan Pembahasan Berikut adalah data gempa yang diperoleh dari USGS pada periode Januari 2000 Ae Juli 2019 dengan M Ou 6,0 SR (Tabel . , kemudian data tersebut divisualisasi dengan menggunakan ZMAP . ambar Peta kontur percepatan tanah untuk masingmasing gempa dapal dilihat pada gambar-gambar Gambar 3. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. PGA . gempa bumi yang berada di Kep. Jepang berasal dari zona subduksi sama seperti sumber gempa pada lengan utara Sulawesi. Metode tersebut telah digunakan beberapa peneliti sebelumnya (Putri et al. Gusdalina et al. , 2018. Jena dan Pradhan. Berikut merupakan rumusan FukushimaTanaka untuk besar percepatan tanah maksimum : Gambar 4. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 3 dan 4 memperlihatkan peta kontur PGA dari gempa bumi dengan magnitudo yang sama yaitu 6,0 SR tapi dengan kedalaman yang berbeda yaitu 109,4 km dan 33 km. Sumber gempa pada gambar 3 terdapat pada koordinat 0,4510 LU dan 121,8920 BT sementara pada gambar 4 sumber gempa berada di koordinat 0,8390 LU dan 125,980 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan masingmasing sebesar 20,4 gal dan 104,1 gal. Dari hasil tersebut terlihat bahwa perbedaan kedalaman sumber gempa mempengaruhi nilai PGA yang Semakin dalam sumber gempa maka nilai PGA semakin kecil, sebaliknya jika sumber gempa lebih dekat ke permukaan bumi maka semakin besar pula PGA yang dihasilkan. PGA . Sumber : USGS, . Gambar 2. Sebaran 11 titik gempa bumi dengan magnitudo Ou 6,0 SR di sekitar lengan utara pulau Sulawesi yang telah diolah dengan software ZMAP. Sumber : USGS, . Gambar 5. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,3 SR. Gambar 5 merupakan peta kontur percepatan tanah dari gempa bumi yang memiliki besar magnitudo 6,3 SR dan berkedalaman 90,8 km JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 Peta kontur percepatan tanah untuk masingmasing gempa dapal dilihat pada gambar-gambar PGA . PGA . PGA . dengan pusat gempa berada di koordinat 0,7970 LU dan 124,7260 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan dari hasil perhitungan sebesar 36,2 gal. Nilai tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai PGA pada gambar 4 yang pada kenyataannya memliki magnitudo gempa yang lebih kecil. Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan kedalaman pusat gempa. Gambar 3. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Berikut adalah data gempa yang diperoleh dari USGS pada periode Januari 2000 Ae Juli 2019 dengan M Ou 6,0 SR (Tabel . , kemudian data tersebut divisualisasi dengan menggunakan ZMAP . ambar Tabel 1. Data Gempa Bumi Selama Periode Observasi. Gambar 4. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 3 dan 4 memperlihatkan peta kontur PGA dari gempa bumi dengan magnitudo yang sama yaitu 6,0 SR tapi dengan kedalaman yang berbeda yaitu 109,4 km dan 33 km. Sumber gempa pada gambar 3 terdapat pada koordinat 0,4510 LU dan 121,8920 BT sementara pada gambar 4 sumber gempa berada di koordinat 0,8390 LU dan 125,980 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan masingmasing sebesar 20,4 gal dan 104,1 gal. Dari hasil tersebut terlihat bahwa perbedaan kedalaman sumber gempa mempengaruhi nilai PGA yang Semakin dalam sumber gempa maka nilai PGA semakin kecil, sebaliknya jika sumber gempa lebih dekat ke permukaan bumi maka semakin besar pula PGA yang dihasilkan. PGA . Sumber : USGS, . PGA . Gambar 6. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 2. Sebaran 11 titik gempa bumi dengan magnitudo Ou 6,0 SR di sekitar lengan utara pulau Sulawesi yang telah diolah dengan software ZMAP. Sumber : USGS, . Gambar 5. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,3 SR. Gambar 5 merupakan peta kontur percepatan tanah dari gempa bumi yang memiliki besar JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 pengukura. dari masing-masing gempa. Semakin kecil nilai R maka nilai percepatan tanah akan semakin meningkat sebaliknya jika nilai R meningkat maka nilai percepatan tanah menurun. PGA . PGA . magnitudo 6,3 SR dan berkedalaman 90,8 km dengan pusat gempa berada di koordinat 0,7970 LU dan 124,7260 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan dari hasil perhitungan sebesar 36,2 gal. Nilai tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai PGA pada gambar 4 yang pada kenyataannya memliki magnitudo gempa yang lebih kecil. Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan kedalaman pusat gempa. Gambar 9 merupakan peta percepatan tanah dari gempa bumi dengan besar magnitudo 7,4 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 30 km. Pusat gempa terletak pada koordinat 1,2710 LU dan 122,0910 BT. Nilai PGA yang didapatkan sebesar 248,6 gal. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai PGA untuk gempa ke-5 . yang memiliki nilai PGA sebesar 252,9 gal. Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman pusat gempa juga mempengaruhi nilai percepatan tanah. PGA . PGA . Gambar 6. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 9. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR. Gambar 8. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 6, 7 dan 8 merupakan peta kontur percepatan tanah dari kasus gempa dengan besar magnitudo yang sama yaitu 6,0 SR dan terjadi pada kedalaman yamg sama yaitu 10 km. Masing-masing gempa terjadi pada koordinat 0,9550 LU dan 125,8880 BT, 1,0420 LU dan 125,9690 BT, serta 1,0410 LU dan 125,8490 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan sebesar 243,3 gal, 252,9 gal dan 212,8 Perbedaan hasil tersebut disebabkan oleh perbedaan nilai R . arak hiposenter ke titik Gambar 10. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. PGA . PGA . Gambar 7. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 11. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 10 dan 11 adalah peta kontur percepatan tanah untuk kasus gempa dengan besar magnitudo 6,0 SR dan dengan kedalaman 35 km. JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 PGA . PGA . Pada gambar 10 pusat gempa berada pada koordinat 1,2910 LU dan 122,1060 BT sementara pada gambar 11 pusat gempa terletak di koordinat 1,1270 LU dan 121,7750 BT. Nilai PGA tertingi yang diperoleh berturut-turut yaitu 95,9 gal dan 90,8 gal. Perbedaan nilai PGA disebabkan oleh perbedaan koordinat pusat gempa yang mempengaruhi nilai R. Gambar 12. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. PGA . Gambar 12 merupakan peta percepatan tanah dari gempa bumi yang pusat gempanya terletak pada koordinat 0,0410 LU dan 123,030 BT dengan besar 0 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 161 km. Hasil perhitungan menunjukkan nilai PGA sebesar 9,6 gal. Gambar 14. Peta kontur PGA yang diperoleh dari penggabungan nilai PGA tertinggi untuk setiap gempa dengan menggunakan metode FukushimaTanaka. Berdasarkan perhitungan nilai PGA paling maksimum menggunakan metode FukushimaTanaka di lengan utara pulau Sulawesi dalam gambar 14 terlihat bahwa daerah utara provinsi Gorontalo, wilayah sebelah timur provinsi Sulawesi Utara . aut maluk. dan daerah Sulawesi Tengah yang memiliki nilai percepatan tanah yang tinggi. Hal ini disebabkan karena adanya aktivitas beberapa lempeng tektonik seperti Indo-Australia, lempeng laut Filipina, subduksi Sulawesi Utara, tumbukan ganda laut Maluku ditambah dengan beberapa sesar aktif di wilayah tersebut seperti patahan Gorontalo dan sesar Palu-Koro (Harmsen, 2. Nilai perhitungan PGA tertinggi dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka sebesar 252,9 gal sedangkan nilai PGA terendah sebesar 9,6 gal. Nilai PGA sebesar 252,9 gal diperoleh dari gempa dengan magnitudo 6,0 SR, berkedalaman sejauh 10 km dan pusat gempa terletak pada koordinat 1,0420 LU dan 125,9690 BT, sementara nilai PGA sebesar 9,6 gal didapatkan dari gempa dengan magnitudo 6,0 SR, berkedalaman sejauh 161 km dan pusat gempa terletak pada koordinat 0,0410 LU dan 123,030 BT Gambar 13. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,1 SR. Gambar 13 menunjukkan sebaran nilai percepatan tanah dari gempa bumi yang pusat gempanya terletak pada koordinat 0,059 0 LU dan 119,6830 BT dengan besar magnitudo 6. 1 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 10 km. Hasil perhitungan menunjukkan nilai PGA sebesar 222,7 Dari kesebelas sebaran percepatan tanah diambil setiap nilai tertinggi untuk masing-masing koordinat untuk kemudian digabungkan menjadi satu peta kontur nilai PGA dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka yang dapat dilihat pada Gambar 7. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. PGA . PGA . JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 Gambar 10. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 6, 7 dan 8 merupakan peta kontur percepatan tanah dari kasus gempa dengan besar magnitudo yang sama yaitu 6,0 SR dan terjadi pada kedalaman yamg sama yaitu 10 km. Masing-masing gempa terjadi pada koordinat 0,9550 LU dan 125,8880 BT, 1,0420 LU dan 125,9690 BT, serta 1,0410 LU dan 125,8490 BT. Nilai PGA tertinggi yang didapatkan sebesar 243,3 gal, 252,9 gal dan 212,8 Perbedaan hasil tersebut disebabkan oleh perbedaan nilai R . arak hiposenter ke titik pengukura. dari masing-masing gempa. Semakin kecil nilai R maka nilai percepatan tanah akan semakin meningkat sebaliknya jika nilai R meningkat maka nilai percepatan tanah menurun. Gambar 11. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. PGA . PGA . Gambar 8. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 10 dan 11 adalah peta kontur percepatan tanah untuk kasus gempa dengan besar magnitudo 6,0 SR dan dengan kedalaman 35 km. Pada gambar 10 pusat gempa berada pada koordinat 1,2910 LU dan 122,1060 BT sementara pada gambar 11 pusat gempa terletak di koordinat 1,1270 LU dan 121,7750 BT. Nilai PGA tertingi yang diperoleh berturut-turut yaitu 95,9 gal dan 90,8 gal. Perbedaan nilai PGA disebabkan oleh perbedaan koordinat pusat gempa yang mempengaruhi nilai R. Gambar 9 merupakan peta percepatan tanah dari gempa bumi dengan besar magnitudo 7,4 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 30 km. Pusat gempa terletak pada koordinat 1,2710 LU dan 122,0910 BT. Nilai PGA yang didapatkan sebesar 248,6 gal. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai PGA untuk gempa ke-5 . yang memiliki nilai PGA sebesar 252,9 gal. Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman pusat gempa juga mempengaruhi nilai percepatan tanah. PGA . Gambar 9. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR. Gambar 12. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,0 SR. Gambar 12 merupakan peta percepatan tanah dari gempa bumi yang pusat gempanya terletak pada koordinat 0,0410 LU dan 123,030 BT dengan besar 0 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 161 km. Hasil perhitungan menunjukkan nilai PGA sebesar 9,6 gal. JURNAL MIPA 9 . 97Ae105 PGA . Gambar 13. Peta kontur PGA menggunakan metode Fukushima-Tanaka pada kasus gempa bumi dengan magnitudo 6,1 SR. PGA . Gambar 13 menunjukkan sebaran nilai percepatan tanah dari gempa bumi yang pusat gempanya terletak pada koordinat 0,059 0 LU dan 119,6830 BT dengan besar magnitudo 6. 1 SR dan kedalaman pusat gempa sejauh 10 km. Hasil perhitungan menunjukkan nilai PGA sebesar 222,7 Dari kesebelas sebaran percepatan tanah diambil setiap nilai tertinggi untuk masing-masing koordinat untuk kemudian digabungkan menjadi satu peta kontur nilai PGA dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka yang dapat dilihat pada Gambar 14. Peta kontur PGA yang diperoleh dari penggabungan nilai PGA tertinggi untuk setiap gempa dengan menggunakan metode FukushimaTanaka. Berdasarkan perhitungan nilai PGA paling maksimum menggunakan metode FukushimaTanaka di lengan utara pulau Sulawesi dalam gambar 14 terlihat bahwa daerah utara provinsi Gorontalo, wilayah sebelah timur provinsi Sulawesi Utara . aut maluk. dan daerah Sulawesi Tengah yang memiliki nilai percepatan tanah yang tinggi. Hal ini disebabkan karena adanya aktivitas beberapa lempeng tektonik seperti Indo-Australia, lempeng laut Filipina, subduksi Sulawesi Utara, tumbukan ganda laut Maluku ditambah dengan beberapa sesar aktif di wilayah tersebut seperti patahan Gorontalo dan sesar Palu-Koro (Harmsen, 2. Nilai perhitungan PGA tertinggi dengan menggunakan metode Fukushima-Tanaka sebesar 252,9 gal sedangkan nilai PGA terendah sebesar 9,6 gal. Nilai PGA sebesar 252,9 gal diperoleh dari gempa dengan magnitudo 6,0 SR, berkedalaman sejauh 10 km dan pusat gempa terletak pada koordinat 1,0420 LU dan 125,9690 BT, sementara nilai PGA sebesar 9,6 gal didapatkan dari gempa dengan magnitudo 6,0 SR, berkedalaman sejauh 161 km dan pusat gempa terletak pada koordinat 0,0410 LU dan 123,030 BT18. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai percepatan tanah bernilai cukup tinggi pada daerah utara provinsi Gorontalo, sebelah timur provinsi Sulawesi Utara . aut Maluk. dan daerah Sulawesi Tengah . ota Palu dan Toli-tol. Dengan kata lain daerah tersebut mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi tektonik. Daftar Pustaka