Room of Civil Society Development DOI: https://doi.org/10.59110/rcsd.265 Vol. 2 No. 6, December 2023 Peningkatan Budaya Literasi Melalui Workshop Penulisan Puisi dan Cerpen bagi Pelajar di Kota Baubau Ld. Abdul Ghaniyu Siadi1, Nurhayati2, Agus Slamet3* 1 SMP Negeri 5 Batauga, Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, Indonesia 2Universitas Muslim Buton, Baubau, Indonesia 3Universitas Muhammadiyah Buton,Baubau, Indonesia Correspondence: aslametgus@gmail.com ABSTRACT This training discusses strategies for increasing literacy through writing skills, especially in the form of poetry and short stories, as a response to the low literacy mastery in Indonesia. By detailing Indonesia's low ranking in the PISA survey, this training highlights the potential of poetry and short stories as effective tools for improving students' language skills. The training method uses a workshop approach which includes coordination, outreach and training sessions with experienced resource persons. Resource persons, such as teachers and literacy practitioners, provided theoretical and practical guidance to 41 middle school and high school/vocational school students in Baubau City. The results of the workshop produced 26 works, including 12 short stories and 14 poems, which will be published as an anthology book. This activity aims to increase students' enthusiasm for learning, interest in writing, and develop creative ideas in literacy. By involving literacy communities, such as the Limbo Wolio Institute, this research underlines the important role of communities in preserving creative writing culture among the younger generation. It is hoped that this workshop will make a positive contribution to students' literacy and motivate them to be more active in exploring the world of writing. Keywords: Short story; Literacy; Poetry; Baubau City Students ABSTRAK Pelatihan ini membahas strategi peningkatan literasi melalui keterampilan menulis, khususnya dalam bentuk puisi dan cerpen, sebagai respons terhadap rendahnya penguasaan literasi di Indonesia. Dengan merinci peringkat rendah Indonesia dalam survei PISA, pelatihan ini menyoroti potensi puisi dan cerpen sebagai alat efektif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Metode pelatihan menggunakan pendekat workshop yang mencakup koordinasi, sosialisasi, dan sesi pelatihan dengan narasumber berpengalaman. Narasumber, seperti guru dan praktisi literasi, memberikan panduan teori dan praktis kepada 41 siswa SMP dan SMA/SMK di Kota Baubau. Hasil workshop menghasilkan 26 karya, termasuk 12 cerpen dan 14 puisi, yang akan diterbitkan sebagai buku antologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan semangat belajar siswa, minat dalam menulis, dan mengembangkan ide kreatif dalam literasi. Dengan melibatkan komunitas literasi, seperti Limbo Wolio Institut, penelitian ini menggarisbawahi peran penting komunitas dalam melestarikan budaya menulis kreatif di kalangan generasi muda. Workshop ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap literasi siswa dan memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi dunia tulis-menulis. Kata Kunci: Cerpen; Literasi; Puisi; Pelajar Kota Baubau Copyright © 2023 The Author(s): This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) 226 Room of Civil Society Development Volume 2 No 6: 226-231 1. Introduction Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Permasalahan yang dihadapi Indonesia yakni rendahnya penguasaan literasi yang dibuktikan melalui survei Program for International Student Assessment (PISA), menunjukkan Indonesia berada di posisi 60 dari 61 negara dalam penguasaan literasi (Ariyana et al., 2017), Irianto et al., 2017). Salah satu keterampilan literasi yang dapat dilatihkan sebagai alternatif untuk menekan rendahnya penguasaan literasi adalah menulis. Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang merupakan ekspresi pikiran dan gagasan melalui bahasa (Azizah, 2015). Keterampilan menulis memerlukan perencanaan yang cukup baik. Perencanaan tersebut meliputi, pengetahuan, penguasaan bahasa, dan minat dari seorang penulis (Washadi et al, 2021). Puisi dan Cerpen merupakan dua dari karya sastra yang mampu menciptakan keindahan bagi penulis maupun pembacanya (Ariyana et al, 2017). Siswa sangat berpotensi untuk menulis puisi dan cerpen sesuai dengan tingkat pemahaman yang dimiliki. Dengan puisi dapat berekspresi serta berimajinasi menciptakan suatu karya sesuai dengan ide dan gagasan. Menurut Kosasih (2012) puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan katakata indah dan kaya makna. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima dan irama yang terkandung dalam karya sastra itu. Demikian pula dengan cerpen atau cerita pendek, tergolong karya sastra berbentuk prosa yang memerlukan imajinasi yang tinggi. Cerpen bukan hanya berisi cerita hayalan yang kosong tanpa makna melainkan sebuah cerita yang dirangkai penuh dengan gaya bahasa dengan berlatar kehidupan social budaya masyarakat suatu daerah (Puspita et al., 2022). Dinamika karya tulis kreatif ini pun tidak serta merta ditinggalkan oleh kaum milenial. Karya cerpen dan puisi pun mulai bertransformasi kepada hal-hal yang bersifat realistis dan sederhana. Hingga saat ini di Indonesia telah menghadirkan berbagai komunitas yang dengan sengaja melestarikan budaya menulis kreatif terutama puisi dan cerpen. Satu diantaranya adalah Limbo Wolio Institut (LWI). LWI merupakan salah satu komunitas yang bergerak di bidang pedidikan khususnya di literasi. Berdasarkan uraian diatas, dapat diyakini bahwa puisi dan cerpen memiliki ruang yang besar untuk menanamkan keterampilan berbahasa dan menghasilkan tulisan siswa yang berkualitas. Imajinasi siswa dapat disalurkan ke dalam sebuah karya literasi dan menghasilkan karya sastra luar biasa. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi siswa dan komunitas. Bagi siswa pengabdian ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa, meningkatkan minat siswa dalam kemampuan menulis dan mengembangkan ide-ide siswa untuk berfikir kreatif dalam menulis. Bagi Komunitas meruapakan wadah berbagi ide dan pengetahuan khususnya dalam bidang literasi serta mengajak siswa SMP dan SMA/SMK yang berbakat di bidang literasi untuk bergabung di dalam komunitas literasi. 2. Metode Pelaksanaan Metode dalam kegiatan pelatihan ini adalah pendampingan menulis terbimbing (workshop). Kegiatan workshop ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori tetapi juga secara praktis untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang bermanfaat sebagai bekal awal dalam belajar menulis. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: 227 Room of Civil Society Development Volume 2 No 6: 226-231 a. Koordinasi dan Sosialisasi Tim berkoordinasi dengan pihak sekolah (SMP dan SMA/SMK) se-Kota Baubau untuk menentukan kenutuhan siswa dan waktu pelaksanaan b. Workshop Kegiatan workshop berupa pelatihan menulis cerpen dan puisi yang diberikan pemahaman materi menulis cerpen dan puisi terlebih dahulu yang disampaikan oleh narasumber. c. Coaching Klinik Kegiatan ini adalah pendampingan kepada peserta penulis cerpen dan puisi sehingga menghasilkan naskah cerpen dan naskah puisi. d. Seleksi naskah dan kompilasi, Naskah siswa baik cerpen maupun puisi diseleksi oleh tim dan dikompilasi masingmasing menjadi dua buku yang berbeda yaitu Buku Antologi Puisi dan Buku Antologi Cerpen Siswa SMP dan SMA/SMK se-Kota Baubau. 3. Hasil dan Pembahasan a. Kegiatan Pengabdian Masyarakat 1) Lokasi Kegiatan Pengabdian dan Jumlah Peserta Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Hotel Galaksi Inn Baubau pada hari Kamis, 16 November 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 41 siswa yang terbagi menjadi 31 siswa perwakilan SMA/SMK se-Kota baubau dan 10 siswa lainnya merupakan perwakilan dari SMP se-Kota Baubau, 2) Narasumber Narasumber dalam workshop penulisan cerpen adalah Ade Faisal, S.Pd (Guru sekaligus Penulis Cerpen), sedangkan Narasumber workshop penulisan puisi adalah Zulyah (Pendiri Taman Baca Hayluz, Penulis dan Deklamator). Kedua Narasumber ini disamping memaparkan materi juga memberikan coaching klinik hingga naskah cerpen dan puisi selesai. 3) Proses pelaksanaan Tabel 1. Proses Pelaksanaan Kegiayan Pelatihan No Waktu Kegiatan Penanggung Jawab Kamis, 16 November 2023 Pembukaan MC Menyanyikan Lagu Muaya Indonesia Raya 1. 08.00 – 09.30 Pembacaan Doa Ranang Iqwanul Sambutan Ketua Lembaga Ld. Abdul Ganiu Siadi, Limbo Wolio Institut S.Pd., M.Si Break Pemaparan Materi 2. 09.30 – 10.30 Zulyah Penulisan Puisi Pemaparan Materi 3. 10.30 – 11.30 Ade Faisal, S.Pd. Penulisan Cerpen 4. 11. 30 – 12.00 Tanya Jawab Moderator 5. 12.00 – 13.00 Break Tim 228 Room of Civil Society Development 6. 7. 8. 9. 10. 11. 13.00 – 15.00 15.00 – 15.30 15.30 – 16.40 16.40 – 17.00 Jumat – Minggu (17 – 19 November) Senin, 20 November 2023 Volume 2 No 6: 226-231 Coaching Klinik Break Refleksi Penutup Pendampingan Finalisasi Pengumpulan Cerpen dan Puisi Narasumber Tim Narasumber Tim online - Naskah Narasumber Tim Kegiatan Workshop Penulisan Cerpen dan Puisi bagi siswa SMP dan SMA/SMK seKota Baubau. Kegiatan pemberian materi dilakukan di awal sesi, pembacaan cerpen, pembacaan puisi sekaligus memotivasi siswa dalam menulis cerpen dan puisi. Pada sesi kedua, peserta dicoaching oleh narasumber hingga menghasilkan draft naskah. Narasumber memberikan feedback kepada peserta yang sudah menyiapkan draft (cerpen maupun puisi) untuk diikutkan dalam coaching klinik. Peserta yang membawa draft puisi diminta membacakan puisi yang dibuat. Gambar 1. Rangkaian Kegiatan Workshop dan coaching klinik Penulisan Cerpen dan Puisi Dalam penyampaian materi, narasumber juga memberikan trik dan tenkin menulis cerpen dan puisi yang baik dan hal-hal yang harus dihindari saat menulis cerpen dan puisi. Hal inilah yang membentu peserta dalam menentukan tema dan judul, narasumber juga mengarahkan peserta menentukan kata kunci yang dikembangkan menjadi sebuah kalimat atau larik puisi yang kemudian menjadi paragraph atau bait ouisi. Menciptakan suasana dalam karangan cerpen dan puisi, menggunakan diksi ataupoun gaya bahasa yang seindah mungkin. Selanjutnya peserta diarahkan untuk mengembnagkan paragraph dan larik menjadi sebuah cerpen atau puisi dengan memperhatikan ketentuan penulisan cerpen dan puisi. Begitupula dibagian akhir diarahkan agar dibuat sedramatis sehingga memberikan kesan dihati pembaca. Naskah yang sudah dibuat dibaca berulang-ulang guna memastikan penyuntingan beberapa bagian seperti diksi atau bisa juga mengubah atau membuang bagian 229 Room of Civil Society Development Volume 2 No 6: 226-231 draft isi yang dirasa tidak layak. Diksi dapat dikatakan sebagai pilihan kata untuk memperindah cerpen atau puisi dengan menghadirkan kata-kata yang indah menjadikan cerpen dan puisi menjadi lebih baik dan memiliki makna serta mampu memunculkan ide-ide yang baru bagi pembaca. Berdasarkan hasil pelatihan menulis cerpen dan puisi sebanyak 26 karya yang berhasil dihasilkan dari workshop, selanjutnya karya ini akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi cerpen dan antologi puisi. Adapun judul cerpen dan puisi peserta yang berhasil dihasilkan adalah sebagai berikut: No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Tabel 2. Judul Cerpen dan Puisi Peserta Workshop. Judul Cerpen an Penulis No Judul Puisi dan Penulis “Melangkah Dalam Gelap” “Kalbu Seakan Mati” 1. Ni Komang Eva Triastuti Al Urwatil Wutsqa “Surat Untuk Ayah” “Yang Terbaik” 2. Waode Khofifah Ramadhani Suci Sepria Awrani “Mencari Jejak Pelangi” “Ayah?” 3. Ni Putu Queen Sasmitha Dirsyahayu Ambar Mentari “Sebuah Diorama” “Kepergian Matahariku” 4. Dian Apriani Safriadin Wahyu Falaq “Setebal Lapisan Langit” “Pulau karang” 5. Soniaul Hairia Leyla “Rahasia Keyza” “Berliku-Liku Lara” 6. Salsa Mutiara S. Fatikah Dzaluliyyah “Rasa Yang Tersamarkan” “Guru Matematika” 7. Nayla Febrianti A. Asmita Sudirjo “Menemukan Malaikat” “Pindah Sekolah” 8. Andhika Putra Prasetya Nudi Syarifah Al Maghfirah Assagaf “Kami Bukan Bystander” “Kabut Asap” 9. Sarlin Sri Asriani Hasan Senja Mengerlip di Daun Kamboja “Kenangan Kita” 10. Nadira Aulia Azmi Alhiqni Rosyada “Lumba-lumba Mungil” “Lentera Hati” 11. Nazwa Nur Sakinah Wa ode Agistha Anggraeny Rahman “Hilang Nilai” 12. Adiyaksa Azhar “Perempuan Berjantung Pisang” Fajrin rajab “Ayah” 13 Nia Anzana Kotara “Nyanyian Kemerdekaan” 14. Aprinia 4. Kesimpulan Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami melihat bahwa peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa ketika mengikuti workshop penulisan cerpen dan puisi. Mereka menghasilkan karya tulis yang luar biasa, totalnya 26 karya yang terdiri dari 12 cerpen dan 14 puisi. Ini menunjukkan betapa seriusnya siswa mengembangkan keterampilan menulis mereka, dan ini sangat menggembirakan. Karya-karya yang dihasilkan sangat mengesankan. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dalam menulis, tetapi juga mengungkapkan kreativitas, pemahaman mereka tentang kehidupan sehari-hari, dan cara mereka mengekspresikan diri. Workshop ini 230 Room of Civil Society Development Volume 2 No 6: 226-231 berhasil menginspirasi siswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka melalui tulisan, dan ini adalah indikator positif bahwa literasi dan minat siswa dalam menulis kreatif semakin meningkat. Kegiatan penulisan cerpen dan puisi dalam framework pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan literasi siswa. Ini juga berhasil memotivasi mereka untuk lebih giat mengeksplorasi dunia tulis-menulis dan mengasah kreativitas mereka. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan merangsang semangat kreatif di kalangan generasi muda. 5. Ucapan Terimakasih Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terselenggara berkat bantuan dari Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Juga kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Workshop Penulisan Cerpen dan Puisi ini. Daftar Pustaka Ariyana, Ramadhani, I.S., & Anggraini. (2021). Peningkatan Budaya Literasi Dengan Pelatihan Menulis Puisi di SMA Muhammadiyah 3 Kota Tangerang. Community Services and Social Work Bulletin, 1(1), 34 – 38, DOI: http://dx.doi.org/10.31000/cswb.v1i1.5729 Azizah, A. (2015). Pembelajaran Menulis Puisi dengan Memanfaatkan Teknik Brainwriting pada Peserta Didik SD/MI Kelas V. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 2(2), 136-140. Irianto, O.P., Febrianti & Yola, L. (2017). Pentingnya Penguasaan Literasi Bagi generasi Muda Dalam Menghadapi MEA. Prosiding Seminar Education dan language International Conference. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/1282 Nufus, H., Agustina, J., Masnunah, Sari, M., Wardarita, R., Rukiyyah, S., & Puspita, Y. (2022). Pelatihan Menulis Cerpen yang Berkearifan Lokal pada Siswa SMAN 2 Prabumulih. Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa (JPMF) 1(1): 225 – 232. Washadi et al., (2021). Pelatihan Penulisan Puisi dan Cerpen di kalangan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Daerah Kota Tangerang Selatan. Jurnal Pekodimas, 1(1) 174-180. 231