Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMP Darul Hikmah Bangkalan Madura Yasir Arafat 1. Mujiono 2 Ashari3 Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto. Jawa Timur 1,2,3 rafat@darul-hikmah. com 1, mujiono. mau@gmail. com 2, ashari@uac. ABSTRACT This research is a qualitative research. Data collection techniques used are observation . , interviews, documentation. The Principal Plays an Important Role in Implementing Teacher Professionalism. as educators need a professional ability that is able to support the achievement of educational goals, so as to create changes in behavior, both at school and in society. Teacher professionalism can be formed through implementing professional programs. This increase is expected to be able to support teachers in carrying out their duties and roles as professional educators. The problems that occur in connection with increasing teacher professionalism at SMP Darul Hikmah Bangkalan are related to: the teacher's weak motivation in developing their professional abilities, the lack of supporting infrastructure. Increasing teacher professionalism is an effort made by the head of the madrasa in implementing his work effectiveness. With this increase, it is hoped that the teacher will be able to improve the knowledge, skills and attitudes of employees in carrying out their duties as teachers. Efforts made by the madrasah head in improving teacher professionalism include: seminar activities, training, training, workshops, and regular meetings that discuss the problems of existing Keywords: Strategy. Headmaster. Teacher Professionalism ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi (Pengamata. , wawancara. Dokumentasi. Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme guru. sebagai pendidik memerlukan suatu kemampuan profesional yang mampu mendukung terhadap pencapaian tujuan pendidikan, sehingga mampu menciptakan perubahan-perubahan tingkah laku, baik disekolah maupun dimasyarakat. Profesionalisme guru dapat dibentuk melalui program-program Mengimplementasikan profesional. Peningkatan tersebut diharapkan mampu menunjang guru dalam menjalankan tugas dan peranannya sebagai pendidik yang profesional. Permasalahan-permasalahan yang terjadi sehubungan dengan peningkatan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan berhubungan dengan: lemahnya motivasi yang dimiliki guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya, kurangnya sarana prasarana yang mendukung. Peningkatan Profesionalisme guru merupakan upaya yang dilakukan kepala madrasah dalam Mengimplementasikan efektivitas kerjanya. Dengan adanya peningkatan tersebut Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 diharapkan guru mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pegawai dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Upaya yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru antara lain: kegiatan seminar, pelatihanpelatihan, diklat, workshop, dan rapat rutin yang membahas permasalahan bapak/ibu guru yang ada. Kata Kunci: Strategi. Kepala Sekolah. Profesionalisme Guru PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur tentang pendidikan nasional (Ashari & Zakariyah, 2. Visi undang-undang ini adalah mewujudkan sistem Pendidikan kemasyarakatan yang baik, sehingga mampu mengubah masyrakat untuk menjadi manusia yang berkuatas secara aktif merespon masyarakat. tantangan era yang selalu berubah. Kualitas humanistik yang dibutuhkan bangsa Indonesia ke depan adalah yang mampu menghadapi persaingan yang iemakin ketat iengan negara lain di dunia. Harapannya melalui pendidikan, siswa dapat tumbuh dan berkembang sesuaidengan potensinya. Pendidikan yang dilakukan harus mencapai tujuannya. Penerapan diharapkan dapat memiliki sikap, pengetahuan serta keterampilan. Syafaruddin menjelaskan, fungsi umum adalah mendidik individu dan masyarakat serta memberdayakan mereka agar dapat bertanggung jawab dalam membangun komunitasnya sendiri (Syafaruddin, 2012, hlm. Suparno dan Danim mengatakan bahwa: Kepala sekolah bertanggung jawab membina dan menjaga guru, serta murid. supaya ibisa ijalankan iketetapan yang Sehingga terlihat bahwa esensi kepala sekolah bisa menjalankan perannya di bidang strategi (Ismuha. Khairudin, & Ar, 2. Fungsi Kepala sekolah pada lembaga melihatkan kepada berbagai kegiatan dan tindakan yang dikerjakan. sebagai seorang pimpinan dalam mengupayakan kerja guru, karyawan, serta siswa dan lapisan masyarakat bisa melakukan langkah agar terlaksanya program sekolah (Anwar, 2013, hlm. Kepala sekolah yang memiliki kemampuan manajemen dapat memberikan bimbingan dan teladan kepada bawahannya melalui berbagai bentuk kegiatan sekolah. menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya. lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Hal ini dibenarkan Nurussalami mengatakan bahwa kepala sekolah menyusun rencana kerja berupa pembina untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan meningkatkan kinerja (Nurussalami, 2015, hlm. Penanggung jawab mengenai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan. Dan mengontrol sekolah beserta sumber daya manusianya bersama dengan seluruh pengurus lembaga sebagai orang yang memegang peran yang penting dalam peningkatan kemampuan guru (Buchari Alma, 2008, hlm. Peran guru sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mereka harus bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, serta membimbing siswa (Ashari & Zakariyah, 2. Seperti dikatakan Muhson ,dapat disimpulkan guru yang profesional ialah ahli di bidangnya, juga dapat melaksanakan tugasnya sebaik mungkin, serta memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya (Ali Muhson, 2024, hlm. Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Jika benar memahami dan mempraktikkan kualitas profesional guru, maka tugas dan fungsi guru akan berjalan normal. Akibat berbagai observasi tersebut, masih banyak guru yang belum menguasai buku teks di bidangnya. Banyak alasan mengapa jumlah guru pengawas masih sedikit. Pertama-tama. Anda belum benar- benar menguasai materi-materi tersebut saat Anda belajar atau memberi kuliah. Memang mereka lewat tapi tidak mulus, ada juga yang lewat begitu saja. Kedua, sebagian guru tidak mengajarkan bidangnya. Untuk melahirkan guru yang profesional, kepala melakukan pembinaan serta berkesinambungan, dan perlu memahami kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan dan kendala dalam meningkatkan profesionalisme guru (Saifullah, 2016, hlm. Menurut Rice & Bishoprick guru profesional dapat mengatur dirinya dalam pekerjaan sehari-hari. guru sebagai tenaga profesional melaksanakan sistem pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi beriman dan bertakwa kepada yang mahakuasa, berakhlak mulia, sehat, berpengetahuan luas, kompeten, dan kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Buat memenuhi kategori seorang guru yang handal, maka guru wajib menjalankan proses mengarah pada ketegori handal yang sebenarnya dengan cara tahap demi tahap, seperti kompetensi pengelolaan kelasnya. Dikatakan guru yang handal iyalah yang berkompeten baik secara pembelajaran serta keilmuannya. dengan dua itu terlihat pada kerjanya selama sepanjang pendidikan. Dalam konteks pendidikan maka guru harus memiliki kompetensi agar menjadikan sekolah itu maju dan berkembang (Khairil Sudarwan Danim, 2012, hlm. 5Ae. Kepala sekolah wajib memiliki strategi pas dalam upaya mengimplementasikan profesionalisme seorang pendidik supaya bisa menjadikan suasana sekolahnya aman dan terkendali, juga berikan nasihat dengan gurunya, dalam melaksanakan model Tidak hanya menjalankan tugasnya. Kepala sekolah harus memiliki pengetahuan agar bisa membuat strategi agar tahu kemana harus memulai dan seperti apa supaya sampai pada tujuan yang ingin dicapai. Pada suatu lembaga pendidikan Keberhasilan kepala sekolah sangat tergantung pada keahliannya, sebagai kepala sekolah harus memandang arah sekolahnnya ingin kearah mana. Agar menggapai visinya maka sumber daya manusia harus dibuat sebaik mungkin, seperti membuat pelatihan, seminar, dan hal lainnya untuk peningkatan profesionalisme guru di Penulis melakukan observasi di SMP Darul Hikmah Bangkalan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan waka kurikulum, menurutnya kompetensi guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan masih tergolong rendah. Terdapat beberapa guru belum menguasai teknologi, guru belum mampu mengoptimalkan pengaplikasian media pembelajaran sehingga mengalami kesulitan dalam mengaktualisasikan kemampuan peserta didik di kelas dan terdapat beberapa guru belum mampu memanfatkan metode strategi pembelajaran secara aktif dan fleksibel. Berdasarkan hasil wawancara tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuStrategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMP Darul Hikmah BangkalanAy METODE Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisa data Miles dan Huberman, yaitu analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan mengorganisasikan data berbasis teks yang dipahami secara mendalam kemudian diintegrasikan dengan pemahaman yang sudah diperoleh Keabsahan data dalam penelitian dilakukan sebagai langkah evaluasi untuk memenuhi kriteria valid, reliabel, dan obyektif dalam penelitian. Pengujian keabsahan tersebut yaitu melalui uji validitas dan reliabilitas. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh Sedangkan reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data yang ditemukan dalam penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan. Kepala sekolah sebagai Manajer. Maka dari itu, kepala sekolah dituntut harus mampu melaksanakan kompetensi tersebut secara optimal, yang pada akhirnya mutu pendidikan yang merupakan harapan bagi setiap masyarakat dapat tercapai, khususnya SMP Darul Hikmah Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak SyafiAoi Marjaki. Pd selaku kepala Sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru: AuDalam rangka mengimplementasikan profesionalisme guru kita lihat dahulu arahan sekolah mau dibawa kemana, yaitu melihat dari visi dan misinya. Untuk mencapai visi ini maka SDM perlu dibangun. Dipersiapkan betul dan dengan baik, misalnya dengan diadakan pelatihan-pelatihan, workshop, dan sebagainya guna mencapai visi tersebut. Selain itu, dalam mengimplementasikan profesionalisme guru adalah kita tumbuhkan kesadaran pentingnya peningkatan kompetensi guru sesuai dengan UU tentang guru (SyafiAoi Marjaki, 2. Sementara itu menurut Ibu Azizah selaku guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru adalah: AuDari kepala sekolah yang saya ketahui dalam mengimplementasikan profesonalisme guru adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan, diklat kepeguruan, dan juga rapat dinas secara rutin. Selain itu juga mengimplementasikan kedisiplinan bapak/ibu guru, misalnya guru harus sesuai dengan kode etik guru, kemudian guru harus datang tepat waktu dan saat ini sistem daftar hadir guru sudah menggunkan AuprinzerAy. Dan semua itu dimuali dari kepala sekolah sendiri, jadi kepala sekolah itu memberi contoh pada bapak/ibu guru (Azizah, 2. Ay Hal senada juga disampaikan oleh bapak Afifi selaku guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan: Aukepala Sekolah mengikut sertakan bapak/ibu guru dalam kegiatan seminar, pelatihan-pelatihan, diklat, dan rapat rutin yang membahas permasalahan bapak/ibu guru yang adaAy. Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Begitu juga menurut bapak Zubairi selaku guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan: Aukepala Sekolah selain mengadakan Warkshop dalam rangka mengimplementasikan rofesionalisme guru kepala sekolah juga sering mengajak bapak/ibu guru untuk sharing bersama, memberi wawasan tentang peningkatan kualitas guru, proses pembelajaran peserta didik dan juga peningkatan fasilitas berupa tambahan buku di perpustakaanAy (Zubairi, 2. Pada waktu observasi, peneliti melihat kepala sekolah sedang berkeliling sekolah memantau kondisi sekolah. Adakah kelas yang tidak diisi oleh guru atau adakah guru yang belum masuk. Yang kemudian peneliti tanyakan kepada bapak SyafiAoi Marjaki. Pd selaku kepala sekolah, yang dilakukan kepala sekolah adalah: AuPengawasan secara langsung itu sangat penting dalam upaya mengoptimalkan kinerja guru. Terus dipantau kinerjanya mulai dari kedisplinan dan cara mengajarAy (SyafiAoi Marjaki, 2. Pernyataan kepala sekolah tersebut didukung dengan adanya absensi guru di setiap jam pelajaran pertama, jam pelajaran Kedua . etelah jam istiraha. dan jam Ketiga (Sebelum jam sholat dzuhu. Guru piket wajib mengadakan absensi guru setiap jam. Selain itu guru juga wajib mengisi daftar hadir dalam rangka memantau jam kedatangan guru ke sekolah. Pernyataan kepala sekolah juga didukung oleh bapak Zubairi selaku guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan yaitu: AuDalam mengimplementasikan profesionalisme guru kepala sekolah mengikutsertakan atau mengirim bapak/ibu guru dalam kegiatan seminar, diskusi, workshop, pelatihan-pelatihan, dan lain- lain. Dan juga kepala sekolah memotivasi bapak/ibu guru untuk menjadi guru yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawabAy. (Zubairi, 2. Langkah-langkah mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencanakan, melaksanakan, memimpin dan mengendalikan usaha anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimiliki mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah perlu memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui persaingan yang membuahkan kerja sama, memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Sebagai kepala sekolah mau dan mampu mendayagunakan sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi, dan mencapai tujuannya. Memberikan peluang kepada tenaga kependidikan untuk mengimplementasikan profesinya. Semua peranan tersebut dilakukan secara persuasif dan dari hati ke hati. Mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam setiap kegiatan di sekolah . Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Berikut hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah SMP Darul Hikmah Bangkalan mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk mengimplementasikan profesionalisme guru, yaitu: Auuntuk mengimplementasikan profesionalisme guru di sekolah ini saya pelatihan-pelatihan di sekolah yang melibatkan mereka, saya panffil pelatih untuk melatih mereka minimal sekali dalam sebulan, kalau ada pelatihan di luar sekolah saya ikutkan mereka, saya adakan kegiatan di sekolah dan selalu melibatkan mereka dalam kegiatan tersebut. Dan upaya lain yang saya lakukan untuk mengimplementasikan keprofesionalan mereka adalah salalu saya awasi jika saya berada di sekolah, saya awasi mereka dalam mengajar, tidak jarang saya mengawasi mereka di dalam kelas ketika sedang mengajar, tapi mereka tidak tahu, setelah selesai mengajar terkadang saya panggil guru yang saya awasi tadi untuk memberikan bimbingan dan arahan jika memang itu diperlukan. Saya tayakan apa masalah dalam kelas, apakah ada kendala dalam mengajar, berikan motivasi, dan saya berikan dorongan kepada mereka agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas sebagai guru atau pendidikAy. (SyafiAoi Marjaki, 2. Dari hasil wawancara tersebut terlihat, bahwa kepala sekolah menginginkan kemajuann khususnya dalam rangka peningkatan profesionalisme guru dan salah satunya adalah kepala sekolah terbuka dan mengikutsertakan guru-guru dalam pelatihanatau lainnya, baik sifat pelatihan dan pendidikan seorang guru jika punya keinginan untuk maju dan kepala sekolah tidak mengijinkan, maka akan menjadi masalah dalam peningkatan profesionalisme guru, sebab guru akan merasa tertekan dan tidak punya kebebasan untuk mengembangkan kemampuannya. Hasil wawancara dengan Bapak Afifi mengenai upaya yang dilakukan oleh kepala Sekolah untuk mengimplementasikan profesionalisme guru, yaitu: Ausebagai kepala sekolah ini bapak adalah pemimpin yang baik menurut saya, karena beliau orangnya bertanggung jawab. Beliau selalu berusaha untuk selalu mengimplementasikan mutu guru di sekolah ini. Upaya yang beliau lakukan untuk mengimplementasikan profesionalisme guru SMP Darul Hikmah Bangkalan ini adalah banyak, seperti mengadakan pelatihan, mengikutsertakan kami dalam segala hal jika memang perlu untuk diikutsertakan selalu mendukung kami apapun yang kami lakukan, memberikan kami semangat, memberi reward bagi guru yang berprestasi walaupun hanya pujian dan ucapan terimakasih tapi kami merasa senang karena pekerjaan kami dihargaiAy (Afifi, 2. Berikut hasil wawancara dengan salah seorang guru sekolah SMP Darul Hikmah Bangkalan mengenai langkah apa yang dilakukan kepala sekolah untuk mengimplementasikan profesionalisme guru, yaitu: AuLangkah yang dilakukan untuk mengimplementasikan profesionalisme guru di sekolah ini. Bapak sebagai kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya untuk pelatihanpelatihan, mengutus guru untuk mengikuti pelatihan profesi. Selain hal tersebut juga bapak selalu memotivasi kepada para guru, dan juga mengadakan rapat setiap bulannya mengenai profesionalisme guru, melakukan pengawasan setiap hari apabila bapak berada di sekolah, yang mana pengawasan dilakukan baik diluar maupun didalam kelas. bapak juga sering masuk ke dalam kelas untuk mengawasi Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 guru yang sedang mengajar, kalau menurut beliau ada yang kurang cocok dalam proses mengajar guru tersebut baru diberikan pengarahan setelah selesai jam belajarAy. (Guru, 2. Kemudian berikut hasil wawancara dengan wali kelas di sekolah SMP Darul Hikmah Bangkalan mengenai upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk mengimplementasikan profesionalisme guru, yaitu: AuLangkah yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah menganjurkan kepada guru untuk betul-betul dalam pembuatan RPP dan menggunkan media. Dengan kata lain kepala sekolah menganjurkan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam mengajar, menganjurkan perubahan metode pembelajaran disekolah, supaya jangan hanya fokus pada metode ceramah dan hanya mencatat saja. Untuk itu kepala sekolah tidak hanya menganjurkan saja tanpa bertindak apa-apa, setelah beliau menganjurkan yang demikian beliau membimbing kami, membina, mengajari dan mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap sebagai guru yang kurang mampu melaksanakan tugas tersebut, kalau disekolah tidak ada pelatihan maka beliau mengutus kami untuk mengikuti pelatihan-pelatihan diluar sekolah, mengikuti seminar yang berkaitan dengan keprofesian guruAy . ali kelas, 2. Berdasarkan hasil wawancara diatas maka peneliti simpulkan bahwa kepala sekolah sangat antusias terhadap peningkatan mutu keprofesionalan para guru di Sekolah SMP Darul Hikmah Bangkalan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan profesi dan mengikutsertakan para guru di setiap kegiataan yang diadakan baik di dalam maupn diluar sekolah. Dan kepala sekolah tidak hanya memerintah saja melainkan beliau juga bertidak, memberikan pengarahan terhadap guru yang kurang mampu dalam menjalankan tugasnya, memberi motivasi, dan melibatkan diri di setiap kegiatan yang berkaitan dengan profesi guru. Kepala Sekolah memberikan kepercayaan terhadap bawahan/guru untuk melaksanakan tugasnya masing-masing tapi tidak lepas dari pengawasan beliau. Setiap masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam menjalankan tugas sebagai guru, beliau sebagai kepala sekolah memberikan solusi dalam menyelesaikannya. Dengan demikian peningkatan profesionalisme guru tidak luput dari perhatian kepala sekolah. (SyafiAoi Marjaki, 2. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti di lapangan langkah yang dilakukan kepala sekolah memang benar adanya seperti hasil wawancara diatas. Kepala sekolah mengadakan pelatihan-pelatihan untuk guru, baik diluar maupun didalm sekolah. Kepala sekolah selalu memberikan bimbingan. Dari upaya kepala sekolah tersebut, maka profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan sedikit banyak mengalami perubahan ke yang lebih baik. Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh kepala Sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia tidak selamanya mulus dan lancar seperti apa yang diharapkan. Ada faktor yang mendukung untuk usaha yang kita lakukan dan ada juga faktor penghambatnya. Begitu juga yang dihadapi oleh kepala SMP Darul Hikmah Bangkalan. Berikut wawancara dengan kepala sekolah mengenai faktor pendukung dan hambatan yang beliau hadapi dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan. Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Aufaktor pendukung yang saya hadapi dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan adalah kesadaran guru-guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan ini. Mereka selaku keprofesionalan dalam mendidik dan mengajar, mereka sadar akan peran Sehingga apa yang saya perintahkan untuk mengimplementasikan profesionalisme mereka sebagai guru harus berusaha untuk menurutinya. Dan mereka juga sangat mendukung saya apabila saya bicara tentang peningkatan keprofesionalan mereka, mereka senang mengikuti kegiatankegiatan dan pelatihanpelatihan yang berkaitan dengan profesi guru. Allhamdulilah saya bersyukur sekali memiliki mereka di SMP Darul Hikmah Bangkalan ini faktor penghambat yang saya hadapi dalam mengimplementasikan profesionalisme guru disini adalah keterbatasan sarana dan prasarana, terkadang faktor yang berasal dari guru, sepertinya susahnya bagi sebagian guru untuk mempraktikkan yang sudah di dapatkan dari kegiatan dan pelatihan yang sudah diadakan, sekalipun mereka bagi mereka meninggalkan kebiasaankebiasaan mengajar yang hanya menggunakan metode ceramah saja, tapi hambatan tersebut tidak menghalangi jalan bagi saya untuk tetap berusaha memajukan sekolah iniAy. (SyafiAoi Marjaki, 2. Berikut wawancara dengan wali kelas di SMP Darul Hikmah Bangkalan mengenai faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru, yaitu: Auyang saya lihat dan saya rasakan juga faktor yang mendukung Bapak sebagai kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru disini adalah adanya dukungan dari kami para guru di sekolah ini. Apa pun yang beliau lakukan, apapun yang beliau perintahkan terhadap kami, saya selaku wali kelas kami dengarkan, kami laksanakan jika memang kami sanggup melaksanakan beliau Tapi kami selalu berusaha untuk melaksanakan dan mendukung apapun yang beliau lakukan, karena kalau bukan kami siapa lagi yang akan mendukung beliau, lagi pula semua yang beliau perintahkan untuk kebaikan kami juga. Dan yang sering menjadi pengahambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana , seperti sarana untuk belajar mengajarAy. ali kelas, 2. Kemudian berikut hasil wawancara peneliti dengan salah seorang guru bidang studi Bahasa indonesia mengenai faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesonalisme guru, yaitu: Aubapak sebagai kepala sekolah ini selalu berusaha untuk mengimplementasikan mutu di sekolah ini, termasuk mengimplementasikan profesioanalisme guru, dalam usaha beliau untuk memajukan sekolah ini tentu mendapat faktor pendukung dan penghambat, yang mana faktor pendukungnya adalah kesadaran guru-guru di madrasaah ini, kesadaran akan peran sebagai guru. Dan faktor penghambat yang beliau hadapi adalah kondisi lembaga seperti dana, fasilitas sarana dan prasaranaAy. (Guru Bahasa Indonesia, 2. Dari hasil wawancara peneliti dan narasumber diatas dapat disimpulkan bahwa kepala SMP Darul Hikmah Bangkalan dalam melaksanakan peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru tidak selamanya berjalan dengan mulus dan lancar, seperti yang beliau uangkapkan dalam wawancara diatas beliau Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya, tapi ada juga faktor yang Tapi semangat beliau tidak patah hanya karena hambatan tersebut, dalam menghadapi hambatan itu beliau selalu mengingat bahwa masih ada faktor yang mendukung beliau, maka beliau tetap semangat Berdasarkan deskripsi data penelitian mengenai strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesonalisme Guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan, setelah penulis mengamati dan mencermati dari hasil wawancara dan studi dokumentasi peneliti menemukan : Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan. Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen yang paling berperan dalam strategi yang tepat untuk mengimplementasikan profesionalisme guru di Sekolah. Seorang kepala sekolah diharuskan memiliki strategi untuk mengimplementasikan profesionalisme guru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, adapun strategi itu antara lain adalah strategi dengan memberi perintah, menegur, menghargai, menerima saran, memilihara identitas, mengenalkan anggota baru, menciptakan disiplin Temuan : Strategi Kepala SMP Darul Hikmah Bangkalan dalam mengimplementasikan profesionalisme guru yakni dengan melakukan pelatihan pelatihan kepada guru, mengikuti Workshop maupun diklat hal ini sesuai dengan penelitian Zairotul Malikkhah pada tahun 2020 Institut Agama Islam Al-Qodiri Jember dengan judul Austrategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di madrasah ibtidaiyah (MI). dengan paparan hasil Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru pada aspek profesional dengan cara mengadakan pembinaan disiplin guru, mengikut sertakan guru dalam kegiatan pelatihan, lokakarya, diklat, seminar. KKG. MGMP untuk memperluas pengetahuan guru dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Akan tetapi hasil penelitian ini tidak di temukan pemberian motivasi oleh sebagai mana penelitian yang dilakukan oleh Putri Puspa Dewi, pada tahun 2022 Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukit tinggi dengan judul Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAI di SMA Negeri 1 Tigo Nagari. Langkah-langkah Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan. Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin dan mengendalikan usaha anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimiliki mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah perlu memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui persaingan yang membuahkan kerja sama, memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 mengimplementasikan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Temuan : Langkah-langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk profesionalisme guru-guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan adalah menganjurkan kepada guru untuk betul-betul dalam pembuatan RPP dan menggunakan media dan juga melakukan sepervisi baik di kelas maupun di luar kelas, hal ini sesuai dengan penelitian Joni Putra. UIN Mahmud Yunus Batusangkar, pada tahun 2022 AuStrategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SDN 03 Tanjung BalikAy Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh kepala Sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia tidak selamanya mulus dan lancar seperti apa yang diharapkan. Ada faktor yang mendukung untuk usaha yang kita lakukan dan ada juga faktor penghambatnya. Begitu juga yang dihadapi oleh kepala SMP Darul Hikmah Bangkalan. Berikut wawancara dengan kepala sekolah mengenai faktor pendukung dan hambatan yang beliau hadapi dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan. Temuan : Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan adalah dengan adanya dukungan dan kesadaran guru akan pentingnya keprofesionalan dalam menjalankan tugas sebagai guru untuk mengajar dan mendidik murid-murid. Guru- guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh kepala sekolah untuk peningkatan profesi mereka, ini dibuktikan dengan keikut sertaan mereka dalam segala kegiatan yang di rencanakan kepala sekolah. Dan faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru adalah kondisi lembaga seperti kurangnya dana untuk melakukan kegiatan-kegiatan disekolah, dan fasilitas. Sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung dalam kegiatan pembelajaran hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehb Nany Librianty, pada tahun 2018 bertampat di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai riau dengan judul Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di sd muhamadiyah kota bangkinang. SIMPULAN Strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan yakni dengan melakukan pelatihan pelatihan kepada guru, mengikuti Workshop maupun diklat Langkah-langkah strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan menganjurkan kepada guru untuk betul-betul dalam pembuatan RPP dan menggunakan media pembelajaran dan juga melakukan sepervisi baik di kelas maupun di luar kelas. Faktor Pendukung dan Penghambat strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan profesionalisme guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan adalah dengan adanya dukungan dan kesadaran guru akan pentingnya keprofesionalan Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Profesionalisme Guru Di SMPA. Copyright. Yasir Arafat 1. Mujiono 2. Ashari 3. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 dalam menjalankan tugas sebagai guru untuk mengajar dan mendidik murid-murid. Guru-guru di SMP Darul Hikmah Bangkalan sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh kepala sekolah untuk peningkatan profesi mereka, ini dibuktikan dengan keikut sertaan mereka dalam segala kegiatan yang di rencanakan kepala sekolah. Dan faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah dalam profesionalisme guru adalah kondisi lembaga seperti kurangnya dana untuk melakukan kegiatan-kegiatan disekolah, dan fasilitas. Sarana