Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah ISSN: 2527 - 6344 (Printe. ISSN: 2580 - 5800 (Onlin. Accredited No. 204/E/KPT/2022 DOI: https://doi. org/10. 30651/jms. Volume 11. No. 2, 2026 . 2 - 1. ANALISIS MANAJEMEN RISIKO SUMBER DAYA MANUSIA PADA USAHA RUMAH MAKAN TARAGUNG BERDASARKAN TEORI TAWAKAL Novita Agustina Putri1. Rahmah2. Lusiana Febriany3. Dihyat Azroli4. Surika Adiustrya5. Reza Setiawan6. Hamdi Agustin7 Pasca Sarjana. Magister Manajemen. Universitas Islam Riau 1novitaagustinaputri08@gmail. com, 2rahmahanatha14@gmail. 3lusianafebriany@gmail. com, 4dihyatazroli@staff. 5surikaadiustrya@gmail. com, 6rezasetiawan280498@gmail. 7hamdiagustin@eco. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko Sumber Daya Manusia (SDM) pada Rumah Makan Taragung di Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan Teori Tawakal. Mengingat pentingnya peran SDM dalam keberlangsungan UMKM, diperlukan sistem yang terorganisir untuk meminimalisir potensi kerugian di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung kepada pemilik serta karyawan. Analisis risiko dilakukan dengan mengintegrasikan standar ISO 31000 ke dalam kerangka kerja yang terdiri dari aspek fondasi . kidah dan tawaka. serta aspek ikhtiar . dentifikasi, pengukuran, strategi, dan evaluasi risik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian risiko aspek fondasi berada pada kategori rendah, yang mencerminkan penerapan nilai religi yang baik dalam operasional usaha. Melalui risk register, ditemukan lima kejadian risiko utama (S1-S. pengembangan SDM yang seluruhnya berada pada level rendah. Upaya penanganan yang diusulkan meliputi penguatan sistem absensi, standarisasi prosedur rekrutmen, pelatihan rutin, dan penyusunan struktur organisasi yang lebih formal. Keterbaruan penelitian ini terletak pada penggunaan risk register berbasis Teori Tawakal untuk mensinergikan logika manajerial modern dengan nilai-nilai spiritual Islam. Kata kunci: Manajemen Risiko. Sumber Daya Manusia. UMKM. Teori Tawakal. Risk Register Pendahuluan Dalam literatur penelitian di akademisi menunjukkan bahwa banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai topik manajemen risiko seperti Khan dan Ahmed . Sundararajan dan Errico . Elgari . Tariq . Akkizidis dan Khandelwal . Greuning dan Iqbal . Siddiqui . Eid dan Kamal . Febianto . , dan Al-Suwailem . telah berfokus pada risiko yang khususnya bagaimana mengelolanya dengan cara yang mengurangi "dampak buruk" dalam pengambilan keputusan. Penelitian mengenai manajemen risiko pada Islamic microfinance institutions pernah dilakukan oleh Fianto et al. Kassim and Rahman . Maali and Atmeh . Rozzani et al. Sholihin et al. Wardiwiyono . Penelitian dengan menggunakan aspek persepsi terhadap risiko dengan pendekatan postpositivist (Indrawati et al. , 2012. Kamal. , 2014. Suparmin, , 2019. Nuraini. , 2022. Hasanah. , & Mahya. , 2. Sementara itu penelitian tentang pengelolaan manajemen risiko pada bank syariah sudah banyak dilakukan seperti Abu Hussain and Alajmi . Khalid and Amjad . Zainol and Kassim . Alhammadi et al . Chattha et al . Mukhibad et al . Elgharbawy . Mutamimahet al . Shah et al . Mokni et al . Oudat et al . Semua penelitian yang telah dilakukan tidak ada membahas dalam perspektif Islam seperti aspek tawakal dan ikhtiar dalam manajemen risiko. Meskipun dalam penelitian akademisi telah menggunakan variabel tawakal dalam penelitian mereka namun tidak pada topik manajemen risiko, seperti Survei yang dilakukan oleh Ghobary et al. menunjukkan bahwa mahasiswa muslim menggunakan tawakal untuk menghadapi berbagai situasi sulit secara ekonomi, sosial, kesehatan, maupun bencana alam. Melibatkan konsep religious-spiritual secara spesifik memunculkan hasil beragam terhadap konstruk tawakal . urrender to Go. melalui beberapa pembuktian salah satunya oleh Javanmard . bahwa tawakal menjadi bagian dari religious beliefs yang memprediksikan 35 penurunan kondisi psikologis tidak sehat seperti pada stres akademik (Negi et al, 2021. Pajarianto et al, 2020. Philip et al, 2. , tawakal dalam manajemen stres (Perera et al, 2. , tawakal berkorelasi negatif dengan depresi (Sakellari et al, 2. , tawakal dapat menekan tingkat stres pada mahasiswa (Abu-Hilal et al, 2017. Yun et al, 2. serta tawakal berdampak pada kesehatan mental (Garssen et al, 2021. Lucchetti et al, 2. Sementara, sudah berkembang pola berpikir berbasis risiko yang tertuang di dalam konsep manajemen risiko. Sehingga diperlukan sebuah interpretasi dan pemahaman yang lebih tepat tentang bagaimana memahami konsep tawakal seiring dengan berkembangnya manajemen risiko tersebut. Dalam beberapa hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam yang dapat dilihat dalam berbagai literatur, memberikan sebuah isyarat dan pemahaman bagaimana mensinergikan antara risiko, konsep tawakal, serta ikhtiar. Setelah dilakukan kajian dan penelitian maka akan dapat dipahami bahwa ternyata terdapat kaitan antara konsep manajemen risiko dengan konsep ikhtiar dan tawakal yang tertuang dalam hadits tentang mengikat unta. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Ikhtiar maksimal dapat meningkatkan probabilitas keberhasilan, namun peran sikap tawakal atau berserah diri dan bergantung kepada Allah TaAoala menjadi berkurang tingkat kepentingan dalam probabilitas keberhasilan. Sikap tawakal tetap penting karena setinggi apapun probabilitas keberhasilan suatu hal, tidak bisa memutlakkan kepastian terjadinya suatu keberhasilan. Sikap tawakal diharapkan memungkinkan pemahaman yang tidak parsial antara sudut pandang agama dan sudut pandang akademisi modern yang dalam menggunakan logika dan pengamatan Berdasarkan sektor industri, risiko akan diminimalkan karena adanya ketidakpastian yang sebelumnya ada dan dapat mengakibatkan sejumlah kerugian yang harus diatasi oleh perusahaan. Hal serupa juga berlaku untuk UMKM. Salah satu UMKM di Pekanbaru adalah Rumah Makan Taragung, sebuah usaha yang menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penentu utama kesuksesan Rumah makan Taragung mungkin memiliki risiko terhadap SDM yang tinggi, sehingga manajemen risiko perlu ditingkatkan. Analisis manajemen risiko yang berhasil akan menghasilkan sistem yang lebih terorganisir dan lebih banyak insiden pembenahan. Untuk menentukan risiko yang dapat memengaruhi setiap aspek bisnis, diperlukan informasi yang akurat. Dalam hal manajemen risiko. SDM yang dimiliki bisnis merupakan komponen terpenting untuk kesuksesan dan keberlangsungan. Untuk memastikan stabilitas usaha Rumah Makan Taragung, manajemen risiko diterapkan secara berkelanjutan dengan cara yang menarik dan interaktif berdasarkan Teori Tawakal. Studi ini mengacu pada standar ISO 31000 yang telah di rubah yang disesuaikan dengan manajemen risiko berdasarkan teori tawakal. tujuannya untuk meminimalisir kerugian-kerugian yang mungkin terjadi dengan membuat analisis manajemen risiko berbentuk risk register menggunakan teori tawakal yang dikemukakan oleh Agustin et al . Tulisan kami saat ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan berbagai Selama sepengetahuan kami, belum ditemukan penelitian membuat analisis manajemen risiko usaha berbentuk risk register menggunakan teori tawakal (Agustin et al, 2. Penelitian ini pertama membuat membuat analisis manajemen risiko SDM berbentuk risk register menggunakan teori tawakal. Tujuan penelitian adalah membuat analisis manajemen risiko SDM berdasarkan teori tawakal. Penelitian ini perlu dilakukan mengingat bahwa manajemen risiko memberikan gambaran kepada para menejer sebagai potensi kerugian dimasa mendatang, serta memberikan informasi untuk membuat keputusan yang tepat sehingga dapat membantu pengelolaan usaha untuk meningkatkan daya saing. Namun jika risiko SDM tersebut tidak di kelola dengan baik maka perusahaan dapat mengalami kegagalan usaha bahkan pada akhirnya mengalami kebangkrutan. Kajian Pustaka 1 Kerangka Teori Manajemen risiko berdasarkan teori Tawakal (Agustin et al, 2. dapat diidentifikasi pada gambar 1. Manajemen risiko berdasarkan teori tawakal Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 seperti bangunan rumah, dimana fondasi dari manajemen risiko terdiri dari akidah . erdasarkan Al-Quran dan Al Hadi. dan Tawakal. Setelah fondasi sudah ada dan kokoh maka dapat melakukan ikhtiar yang terdiri dari: Identifikasi risiko, sesuai Surah Lukman ayat 34. Al-Hasyr ayat 18 dan Surah Yusuf ayat . Pengukuran risiko, sesuai Surah Yusuf ayat 47 Strategi pengelolaan risiko, sesuai Surah Yusuf ayat 47- 48 dan al-Maidah Evaluasi manajemen risiko, sesuai Surah Al-Baqarah ayat 286, ar-Rad ayat 11 dan An Najm ayat . Apabila ikhtiar sudah dijalankan pada manajemen risiko, maka sikap selanjutnya menerima takdir risiko . esuai Surah Al-Hadid: 22. Ar-Ra'd: 39. AlAn'am: 59. Yunus: 61. Al-Baqarah: 216. Al Hajj: . Evaluasi manajemen Risiko ( Surah AlBaqarah: 286, ar-Rad: 11. An Najm: 3942. Yusuf: . Strategi pengelolaan risiko Surah (Yusuf: 47- 48, al-Maidah : 2. Pengukuran Risiko ( Surah Yusuf: . Identifikasi Risiko ( Surah Lukman: 34. AlHasyr: 18. Yusuf: . Menerima Takdir Risiko (Surah Al-Hadid: 22. Ar-Ra'd: 39. Al-An'am: 59. Yunus: 61. Al-Baqarah: 216. Al Hajj: . Fondasi: Tawakal (Ath-Thalaq: 2-3. Ali Imran: 159. Hud: 123. Al-ahzab: 2-3. At-Taubah: 129. Yunus: 71. Asy-Syura: 10. Ali Imran: 121-122. Ali-Imran: 160, . Al-Maidah: 11. Al-Anfal: 61. Yusuf: 66-67. An-Nahl: 41-42. Asy-Syura: . Fondasi: Akidah berdasarkan Al-Quran (Al Maidah: 3. Al Anbiyaa: 25. Al-Baqarah: 2, 186, 208. An-nisa: 80. Az Zumar : 65. At Taubah: 31. AI-iklas: 1-4. Adz-Dzariyat: 56. Al hadid: . Gambar 1. Manajemen risiko berdasarkan teori tawakal Sumber: Agustin et al. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 2 Fondasi 1 Akidah Berdasarkan Al-quran dan Al-Hadis (Al Maidah: 3. Al-Baqarah: 2, 186, 208. An-Nisa: 80. Az-Zumar: 65. At Taubah: 31. Al-ikhlas: 1-4. Adz-Dzariyat: 56. Al hadid: . Berdasarkan firman-firman Allah Ta'ala di atas, prinsip-prinsip dasar iman dalam keuangan Islam dapat diringkas sebagai berikut (Agustin, 2021,2021. Percaya dan berharap hanya kepada Allah Ta'ala . Semua masalah dan peristiwa dalam manajemen risiko atas kehendak Allah Ta'ala. Membatasi sumber referensi dalam masalah manajemen risiko hanya AlQur'an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. Merujuk pada hadis shahih dalam masalah manajemen risiko, kedua hadis tersebut bersifat mutawatir dan ahad. Jangan menggunakan pikiran yang terdorong oleh hawa nafsu dan keinginan duniawi untuk memaknai manajemen risiko sesuai dengan . Menolak ajaran dan pemikiran manajemen selain berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. Penerapan akidah ini adalah sebagai fondasi dalam kegiatan pemasaran di bank syariah sehingga dapat mengembangkan strategi pemasaran syariah bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Landasan akidah ini berdasarkan pada hasil para penelitian seperti Abu Khalil . Fathi . Al-Khudairi . Mustafa . Maher . Al-Momani . Al-Sheikh . Abu Farah . Indriya . Tasri . Ab Rahman et al . Ahmad dan Ahad . Amanambu . Choudhury . dan Hakim et. Agustin . Agustin et al, . Agustin et al, . Agustin et al, . 5, 2025. 2 Tawakal Tawakal merupakan amalan hati untuk mendorong individu memiliki rasa optimis dan keberanian menghadapi tantangan. Mengingat urgensi tawakal telah disebutkan sebanyak 84 kali dan dalam 22 surat di Al-Quran yang menandakan bahwa tawakal memiliki keutamaan tersendiri (Setiawan & Mufarihah, 2. Sartika dan Kurniawan . telah memberikan gambaran dalam mengukur variabel tawakal dan memberikan tiga dimensi berdasarkan hasil studi tematik Alquran sebagai berikut: Keyakinan Kepada Allah SWT, memiliki arti bahwa seorang hamba meyakini segala perkara yang terjadi dalam kehidupan sebagai atas dasar kuasa dan kehendak Allah SWT. Berdasarkan hasil analisis faktor. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dimensi ini memiliki muatan sebesar 40,924% dari total skor varian tawakal dan menghasilkan paling banyak butir aitem dalam skala tawakal (Q. Al-Anfal: . Beribadah memiliki arti menjalankan hukum tertulis . yariAoa. sebagai bukti ketaatan menjalani perintah Allah SWT baik dalam bentuk ibadah wajib atau sunnah disertai dengan berserah diri. Namun segala perbuatan yang diniatkan sebagai ibadah dan menggapai ridho Allah SWT akan bernilai ibadah seperti, belajar, bekerja, mencari nafkah, menjalankan amanah diikuti dengan amal saleh lainnya. Dimensi ini memiliki muatan sebesar 5,823% dan banyak tergambar dalam rutinitas kegiatan beribadah individu (Q. S Adz-Dzariyat: . Tidak Khawatir, memiliki arti bahwa individu memiliki perasaan tidak terbebani menjalankan segala perintah dari Allah SWT. Individu tidak merasa takut ketika terdapat kemungkinan ancaman atau kegagalan dalam melakukan usaha menggapai sesuatu. Muatan dimensi ini sebesar 3,833% dari total varian skala tawakal (Q. S Al-Imran: . Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullyh berkata: AuUmat (Isla. ini telah bersepakat bahwa tawakal dengan berusaha untuk melakukan sebab . Bahkan tawakal tidak sah kecuali dengan mengambil atau melakukan faktor penyebab berupa berikhtiar. Jika tidak demikian, maka tawakalnya rusak dan sia-sia. Sungguh Allyh TaAoala telah memerintahkan para manusia untuk mengambil sebab dengan tetap tawakal kepada Allyh TaAoala. Dengan demikian, berusaha mengambil sebab dengan anggota badan merupakan ketaatan kepada Allyh TaAoala dan tawakal dengan hati merupakan bukti keimanan kepada- Allyh TaAoala. Ibnu MasAoud Radhiyallahu Aoanhu berkata. AuSesungguhnya ayat yang paling jelas menunjukkan mengenai tawakal adalah firman Allah TaAoala dalam surat Ath- Thalaq ayat 2 sebagai berikut:AuBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar'Ay Hadis Riwayat Ibnu Sunni Radhiyallahu Aoanhu berkata. Au Allah-lah yang mencukupi . egala kebutuhank. , tidak ada Allah yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia. Kepada Allah aku bertawakal. Dialah Rabb . ang menguasa. Arsy yang agungAy Hadis Riwayat At-Tirmizi bahwa Nabi Shallallahu Aoalaihi wasallam bersabda AuSungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenarbenar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burungburung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyangAy Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Aoanhu, bahwa Nabi Shallallahu Aoalaihi wasallam bersabda. AuWahai umat manusia, bertakwalah Engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati sampai dia benar-benar telah mendapat seluruh rezekinya walaupun terlambat datangnya. Maka Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haramAy (HR. Ibnu Majah, sahi. Ayat-ayat Al-Quran perintah untuk tawakal dalam urusan kehidupan dunia termasuk dalam pembahasan maanjemen risiko adalah sebagai berikut: Surat Hud ayat 123 AEaOeNA a a ea eNa aO aaO acE eEA AuMaka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-NyaAy Dalam ayat ini. Allah TaAoala memerintahkan kepada rasul-Nya dan orang-orang yang beriman untuk beribadah dan sekaligus memerintahkan mereka untuk bertawakal. Surat Al-Ahzab ayat 2-3 AcEE aOEOEA ca AcEE aO aEAaO A ca AEaOA a AcEE aEIa aI a e aIEaOIa aO aO aaO acE eEA a ca AaOac e aI OaO aO uEaOeEa II acEa u acIA AuDan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai PemeliharaAy. Setelah Allah TaAoala memerintahkan untuk beribadah dan mengikuti wahyu yang Allah TaAoala turunkan. Allah TaAoala memerintahkan pula untuk bertawakal dalam urusan dunia. Ini merupakan perintah untuk nabi dan seluruh umat setelahnya sampai hari kiamat. Perintah untuk nabi berlaku juga untuk seluruh umatnya, selama tidak ada dalil yang . Surat Ath-Thalaq ayat 2-3 a AcEEa Oa eaE EacNa aI e a aOOa e a eCNa I eI aOA AcEE aE aA ca AEaOA ca AaO aII OaacCA a Ae aE Oa e aa aO aII Oa aaO acE eEA a ca AcEE Aa aN aO a eaNa u acIA A eO CaeA a AcEEa E aEEA ca A a eIN Ca e aa aEA AuBarang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan . Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang . -Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatuAy. Surat Ali-Imran ayat 159 a a aI a e aI IIa cEE EIa Ea aN eI aOEa eO aEIa Aa aEOA A eI aN eI aO e a eA e Ea aN eIA a A eECa eE EaIacOe I eI a eOEEa a a AeAA aAcEE Oaac eE aI aaOEEOIA a Aa Iea Aa aaO acE eEA a AaOaO eNa eI AO E a eI AauaA a AEaO cEE u acIA AuMaka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-NyaAy. Ayat ini memberikan isyarat bahwasanya musyawarah merupakan salah satu langkah mengambil sebab untuk tercapainya sesuatu. Adapun sebab yang nyata adalah tawakalnya hati kepada Allah TaAoala yang menjadi alasan terwujudnya hal yang diinginkan dalam suatu perkara. Lihatlah orang yang tampaknya hebat dan berada pada posisi unggul, dia bisa satu suara bersama ratusan pendukung dan para ahli bersamanya. Akan tetapi, bisa jadi pendapat mereka ternyata keliru. Oleh karena itu, sudah seharusnya bertawakal kepada Allah TaAoala saat melakukan musyawarah dan memutuskan suatu perkara. 3 Ikhtiar Ikhtiar seringkali disamakan dengan usaha untuk mendapatkan hal yang Seperti surah Al-Najm ayat 39-42. Artinya: "Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan . , kemudian dia akan diberi balasan atas . itu dengan balasan yang paling sempurna, bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan . egala sesuat. ," Dalam Hadits juga dikisahkan, salah seorang sahabat Rasulullah Saw. yang meninggalkan untanya tanpa diikatkan pada sesuatu, seperti pohon, tonggak dan lain-lain, lalu ditinggalkan. Beliau s. "Mengapa tidak kamu ikatkan?" Ia menjawab: "Saya sudah bertawakal kepada Allah. " Rasulullah Saw. tidak dapat menyetujui cara berfikir orang itu, lalu bersabda, "Ikatlah dulu lalu bertawakallah. " Ringkasnya tawakal tanpa usaha lebih dahulu adalah salah dan keliru menurut pandangan Islam. Adapun maksud tawakal yang diperintahkan oleh agama itu ialah menyerahkan diri kepada Allah sesudah berupaya dan berusaha serta bekerja sebagaimana Dalam banyak literatur bahwa ikhtiar dalam manajemen risiko dapat dilakukan melalui tahap sebagai berikut: Identifikasi Risiko Salah satu fungsi yang paling penting dari manajemen risiko adalah proses identifikasi. Kegagalan untuk mengenali keberadaan satu atau lebih peristiwa yang potensial dapat mengakibatkan permasalahan yang berarti. Penting untuk dapat mengantisipasi berbagai posisi permasalahan sebelum terjadi akan tetapi sampai dengan saat ini tidak ada metode ilmiah atau pendekatan sistematis yang baku dalam proses identifikasi. Beberapa pendekatan dalam proses identifikasi di antaranya evaluasi karakteristik terkait operasional perusahaan. Daftar periksa pada berbagai risiko potensial dapat dikembangkan perusahaan berdasarkan pada pendekatan kuesioner. Pendekatan lain dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan metode diagram alur, metode laporan keuangan atau analisis kontrak. Proses mengidentifikasi Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 dapat dilakukan dengan pendekatan sistematis terhadap pelanggan, pemasok, pesaing dan regulator. Pengukuran risiko Setelah risiko diidentifikasi maka langkah selanjutnya dalam manajemen risiko yaitu mengevaluasinya dengan cara mengukur risiko. Proses pengukuran bertujuan untuk mengukur besarnya potensi kerugian dan kemungkinan terjadi. Diperlukan informasi terkait dengan risiko yaitu frekuensi kejadian dan tingkat kerugian yang akan terjadi. Informasi dikumpulkan untuk menganalisis secara deskripsi pada suatu fenomena, melakukan evaluasi dan Selanjutnya dibutuhkan cara untuk meringkas data dengan menyiapkan distribusi frekuensi dan dapat menyajikan informasi yang berguna terkait penyebab atau akibat yang ditimbulkan dari suatu fenomena. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam proses pengukuran dimana suatu peristiwa dapat menimbulkan biaya langsung dan tidak langsung. Strategi pengelolaan risiko Strategi manajemen risiko yang baik melibatkan siklus berkelanjutan untuk mengidentifikasi, menilai, menanggapi, dan memantau risiko. Memiliki strategi manajemen risiko yang efektif dapat menghasilkan peningkatan dalam efektivitas operasional, keberlangsungan bisnis, perlindungan aset, kepuasan pelanggan, pencapaian tujuan, dan peningkatan profitabilitas. Strategi pengelolaan risiko adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi atau individu. Pengelolaan risiko bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari risiko yang mungkin terjadi dan memaksimalkan peluang yang ada. Ada beberapa strategi yang bisa dipilih, antara lain: Menghindari Risiko (Risk Avoidanc. Strategi ini dilakukan dengan menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan risiko. Misalnya, jika risiko suatu proyek tidak dapat dikelola dengan baik, perusahaan mungkin memilih untuk tidak melanjutkan proyek tersebut. Mengurangi Risiko (Risk Mitigat. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak risiko. Ini bisa dilakukan dengan cara memperkuat prosedur pengawasan, meningkatkan pelatihan karyawan, menggunakan teknologi yang lebih aman, atau merancang ulang suatu Mentransfer Risiko (Risk Transfe. Strategi ini melibatkan pemindahan risiko kepada pihak lain, misalnya melalui asuransi, outsourcing, atau kontrak dengan pihak ketiga yang bertanggung jawab atas risiko tertentu. Menerima Risiko (Risk Acceptanc. Kadang-kadang, organisasi atau individu memilih untuk menerima risiko tersebut, terutama jika dampaknya relatif kecil atau biaya untuk mengelolanya terlalu tinggi. Namun, keputusan ini harus dibuat dengan hati-hati dan didasarkan pada analisis yang cermat. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Maksimalkan Peluang (Risk Exploitatio. Kadang-kadang, organisasi bisa mengambil keuntungan dari risiko, misalnya dengan mengeksplorasi peluang pasar baru yang berisiko tinggi tetapi memiliki potensi keuntungan yang besar. Evaluasi manajemen Risiko Evaluasi Manajemen Risiko adalah proses untuk menilai efektivitas dan efisiensi dari kebijakan, prosedur, dan strategi pengelolaan risiko yang telah diterapkan oleh organisasi. Tujuan evaluasi ini adalah untuk memastikan bahwa risiko dikelola dengan baik dan strategi yang diterapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, serta menyesuaikan pendekatan terhadap risiko sesuai dengan perubahan kondisi atau informasi yang baru. Evaluasi manajemen risiko dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah Evaluasi manajemen risiko bukanlah kegiatan yang dilakukan sekali saja, tetapi merupakan proses berkelanjutan. Seiring waktu, organisasi harus terus meninjau dan memperbarui pendekatannya terhadap manajemen risiko sesuai dengan perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar Berikut adalah tahapan dalam proses evaluasi tersebut: Mengumpulkan Data dan Informasi Proses pertama dalam evaluasi adalah mengumpulkan data yang relevan A Identifikasi risiko yang telah terjadi dan yang masih ada. A Tindakan pengelolaan risiko yang telah diterapkan . isalnya, mitigasi, transfer, atau penerimaan risik. A Dampak dan hasil yang diperoleh setelah tindakan diterapkan. A Kinerja dan hasil yang diharapkan dari strategi pengelolaan risiko. Menganalisis Efektivitas Pengelolaan Risiko Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah menganalisis efektivitas dari pengelolaan risiko yang telah dilakukan, termasuk: A Menilai keberhasilan pengendalian risiko: Apakah risiko yang sebelumnya diidentifikasi sudah berhasil dikendalikan sesuai dengan rencana? A Evaluasi dampak: Apakah pengelolaan risiko mengurangi dampak negatif terhadap organisasi? A Perbandingan dengan hasil yang diharapkan: Apakah hasil dari pengelolaan risiko sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan A Kepatuhan terhadap prosedur: Apakah prosedur manajemen risiko diikuti dengan tepat dan sesuai dengan standar yang ditentukan? 4 Menerima Takdir Dalam prinsip agama Islam bahwa keberhasilan dan kegagalan adalah kehendak Allah TaAoala. Sejauh para manajemen perusahaan telah berusaha dan berikhtiar dengan maksimal dalam menangani risiko, selanjutnya harus Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 menyerahkan hasil dan keputusannya kepada Allah TaAoala. Namun yang menjadi pertanyaan adalah sejauh apa seorang menejer di katagorikan gagal dalam menangani risiko terkait hasil usahannya?. jika ternyata hasil penanganan risiko tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tentunya dapat dipahami bahwa jika manajemen sudah melakukan prosedur secara baik dan secara sempurna, kegagalan dapat dimaklumi dan diberikan toleransi. Tetapi dalam bidang lain yang tidak ada prosedur di dalamnya, maka diperlukan sebuah panduan tentang bagaimana seseorang sudah dinyatakan cukup melakukan usaha yang seharusnya. Suatu usaha dinyatakan cukup bila ternyata tidak ada lagi sebuah usaha atau ikhtiar yang bisa dilakukan dengan tingkat probabilitas keberhasilan serta tingkat kesuksesan dan biaya yang dapat diterima. Probabilitas keberhasilan tentu selalu bisa ditingkatkan dengan suatu usaha tertentu. namun bila ternyata usaha tersebut menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan manfaat yang didapatkan dari usaha tersebut maka bisa dikatakan usaha tersebut tidak layak untuk dilakukan. Maka opsi terpilih saat ini bisa dikatakan adalah opsi terbaik yang dapat dilakukan. Bila pun ternyata setelah dilakukan opsi terbaik tersebut terjadi kegagalan maka kegagalan tersebut adalah kegagalan yang dapat diterima. Metode Penelitian Penelitian ini mempergunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam tentang fenomena yang terjadi di dunia nyata, dengan cara menggali perspektif, pengalaman, dan pemikiran subjektif individu atau kelompok yang terlibat dalam konteks tertentu (Agustin, 2. Sehingga dengan pendekatan ini penulis dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang praktik manajemen risiko berdasarkan teori tawakal. Penelitian ini dilaksanakan pada rumah makan Taragung. Penilaian manajemen risiko berdasarkan teori tawakal. Risiko usaha termasuk risiko sumberdaya manusia (SDM). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara secara langsung. Penilaian risiko manajemen perusahaan dapat mengukur dan menilai ukuran atau skala risiko yang dihadapi dan bisa mengetahui dampak dari terjadinya risiko tersebut terhadap operasional perusahaan. Pengukuran risiko dalam penelitian ini mengacu pada standar ISO 31000 yang disesuaikan dengan manajemen risiko berdasarkan teori tawakal. Dengan pengukuran risiko ini, maka perusahaan bisa melakukan prioritas risiko . ang paling releva. (Arta et al. , 2. Dalam penilaian risiko, penulis menggunakan frekuensi yang diambil dari angka 1-5, dan dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 1. Tingkatan frekuensi ikhtiar Tingkat Ikhtiar yang dilakukan Tidak Pernah Jarang Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Cukup Sering Sering Sangat Sering Tabel 2. Tingkatan dampak Tingkat Kejadian Sangat Kecil Kecil Sedang Besar Sangat Besar Ikhtiar Berdasarkan hasil dari penilaian frekuensi dan dampak pada tabel penilaian risiko, maka untuk mengetahui tingkat keparahan rendah . , sedang . , tinggi . penulis menggunakan Likelihood Impact Matrix dengan membagi frekuensi dan dampak menjadi sumbu x dan sumbu y. Dampak Keterangan: Kotak hijau berarti tingkat risiko rendah (Low Ris. Kotak kuning berarti tingkat risiko sedang (Medium Ris. Kotak merah berarti tingkat risiko tinggi (High Ris. Hasil dan Pembahasan 1 Penilaian Risiko Aspek Fondasi Manajemen risiko berdasarkan teori tawakal akan membahas dua aspek utama. Pertama, aspek fondasi, terdiri dari akidah dan tawakal. Aspek ini menilai pengamalan sholat, sumber modal tidak berasal dari unsur riba dan perilaku bisnis berupa jujur. Kedua, aspek ikhtiar dengan cara membuat risk register terdiri dari identifikasi risiko, pengukuran risiko, strategi pengelolaan risiko dan evaluasi manajemen risiko. Untuk mengukur risiko manajemen pada aspek fondasi sebagai berikut: Tabel 3. Penilaian risiko aspek fondasi Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Jenis Risiko Kode Mengerjakan Perilaku jujur Sumber modal usaha Risiko Usaha/ Dampak Ikhtiar Mengerjakan setiap waktu Menu yang dijual sesuai Sumber modal usaha sendiri bebas dari riba Nilai Risiko Low Low Low Berdasarkan pada tabel diatas menunjukana bahwa penilaian aspek fondasi pemilik usaha rumah makan Taragung berada pada risiko rendah . untuk aspek mengerjakan sholat, perilaku jujur dan sumber modal usaha. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemilik usaha mempunyai akidah dan tawakal yang baik, dimana pemilik usaha mengerjakan sholat lima waktu dan mempunyai perilaku jujur dan sumber modal usaha berasal dari modal sendiri. Penilaian risiko (Risk Assesmen. Pada tahap risk Assesment terdapat beberapa proses yang harus dilakukan yaitu mengidentifikasikan, menganalisis, dan mengevaluasi risiko. 2 Identifikasi Risiko Usaha Proses ini dilaksanakan secara mengidentifikasi sumber risiko SDM di Rumah Makan Taragung baik yang terkendali maupun tidak. Proses identifikasi dilaksanakan menggunakan metode wawancara serta cheklist adalah bagian dari prosedur dokumentasi maupun jaminan kualitas organisasi. (Husein & Imbar , 2. Sedangkan untuk wawancara dilakukan oleh Pemilik Rumah Makan Taragung, dan Karyawan Rumah Makan Taragung. Berdasarkan hasil identifikasi yang sudah Di bawah merupakan hasil temuan yang didapati di Rumah Makan Taragung Tabel 4. Temuan risiko di rumah makan taragung Uraian Ya Tidak Temuan Ketidakpatuhan dan Ketidakhadiran Karyawan (Kedisiplina. Karyawan sering datang tidak Oo Hadir tepat waktu dan tidak terdapat tepak waktu dan sering absen kasus absensi tanpa izin, sehingga tanpa izin Kondisi mendukung peningkatan efisiensi operasional dan menjaga kepuasan Beban kerja berlebihan pada Oo Beban kerja karyawan masih sedang / tinggi pada jam sibuk, yaitu tergantung pesanan. Penurunan kualitas layanan. Oo Tidak terjadi penurunan kualitas Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 pelanggan tetap terjaga. Terdapat kelelahan karyawan. Oo Karyawan yang mengalami kelelahan atau sakit tetap dapat diatasi karena pekerjaan dapat dialihkan kepada karyawan lain, sehingga operasional tetap berjalan lancar. Struktur Organisasi yang Tidak Jelas (Pengorganisasia. Struktur organisasi. Oo Struktur organisasi di Rumah Makan memudahkan pembagian tugas dan tanggung jawab dan operasional berjalan efektif. Pengarahan tugas. Oo Pengarahan tugas optimal karena ada pembagian tanggung jawab yang tertulis dan sistematis. Reorganisasi SDM. Oo Sudah SDM pembagian peran dan beban kerja diperbarui sesuai kebutuhan usaha Memiliki HRD dalam Usaha Oo Rumah Makan Taragung belum HRD menangani perektrutan, pelatihan, dan pengawasan kinerja karyawan secara professional. Sistem Pengelolaan SDM (Pengendalia. Menerapkan kegiatan briefing Oo Briefing dilakukan secara rutin, rutin untuk memberikan arahan. sehingga karyawan bekerja dengan arahan atau koordinasi dengan jelas. Karyawan hak Oo Karyawan pada Rumah Makan mengutarakan kritik dan saran. Taragung menyampaikan kritik dan saran karena ada wadah komunikasi Ketidakmampuan Oo Konflik antar karyawan ditangani mengelola konflik atau masalah dengan baik karena ada komunikasi karyawan secara efektif. dan adanya pihak khusus yang menengahi secara kekeluargaan. Kesejahteraan Karyawan Terganggu ( Pengadaa. Kondisi kerja yang tidak Oo Lingkungan kurang nyaman karena area kerja bersih dan ada pengaturan jadwal Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 kerja yang seimbang Monitoring pekerjaan. Oo Pengawasan karyawan berjalan baik sehingga pelaksanaan tugas dapat terkontrol dengan baik. Koordinasi beban kerja yang Oo Pembagian beban kerja dibagi secara tidak seimbang. bersama-sama sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih efektif dan menciptakan kerja sama tim yang Program dan Oo Terdapat program Kesehatan kerja kesejahteraan karyawan. yang mendukung kesejahteraan karyawan dan menjaga kondisi kerja tetap optimal. Kurangnya Keterampilan (Pengembanga. Pengembangan pada Oo Karyawan mendapatkan pelatihan masing masing karyawan. keterampilan kerja sesuai bidangnya Pelatihan terhadap tiap tim. Oo Ada pelatihan bagi tiap tim, sehingga Setelah didapatkan temuan risiko SDM yang ada di Rumah Makan Taragung, terdapat 5 temuan kemungkinan risiko pada masing masing bidang, mulai dari bidang pengadaan, pengorganisasian, kedisiplinan, pengendalian, dan pengembangan. Proses selanjutnya yaitu mengidentifikasi kejadian risiko tersebut, mulai dari akar penyebabnya hingga akibat apabila risiko tersebut dilupakan. Berikut merupakan hasil identifikasi risiko pada Rumah Makan Taragung. Tabel 5. Identifikasi risiko sdm rumah makan taragung Kode Bidang Identifikasi Risiko Kejadian Risiko Akar Penyebabnya Risiko bila Dilupakan Kedisiplinan Karyawan kehadiran dan jobdesk sesuai Adanya kerja yang jelas, pengawasan yang karyawan dalam tanggung jawab Dapat terjadi penurunan Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Pengorganis Struktur organisasi jelas dan pembagian Pengendalia Koordinasi antar karyawan dan atasan berjalan efektif, terutama pada jam padat Pengadaan Proses terstandar dan Pengemban Ada pelatihan bagi karyawan untuk Adanya terdefinisi dengan baik, pembagian tugas yang tegas, yang efektif Adanya Ketidakjelasan tanggung tugas, dan menurunkan efesiensi usaha. Owner langsung yang merekrut Kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas dapat layanan dan memicu SDM yang direkrut sesuai Pentingnya perhatian terhadap adanya program Karyawan kerja dan daya saing 3 Analis Risiko Tahapan berikutnya yakni analisis dampak dan kemungkinan risiko. Berdasarkan tahap ini dilaksanakan proses analisis risiko dengan melakukan penentuan nilai dari kemungkinan probability serta sebesar apakah dampak yang dihasilkan dari risiko yang telah diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Adapun penilaian kemungkinan dan dampak risiko bisa diamati dalam Tabel 6. Analisis Kemungkinan dan Dampak Risiko Kode Risiko Ikhtiar Dampak Ikhtiar Skor Total Risiko Dampak Skor Ketidakhadiran Jarang Dampaknya 2 Kecil Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 produktivitas, dan yang tidak disiplin Ketidakjelasan tanggung jawab efesiensi usaha. Kesalahpahaman kualitas layanan ketegangan antar SDM direkrut kurang Karyawan tidak kualitas kerja dan daya saing usaha Sumber : Data Diolah, 2026 Tidak Pernah Dampaknya Kecil Jarang Dampaknya Kecil Jarang Dampaknya Kecil Jarang Dampaknya Kecil 4 Evaluasi dan Penanganan Risiko Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Evaluasi risiko membantu untuk menentukan perlakuan risiko. Pengevaluasian risiko adalah sebuah proses dalam memperbandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko untuk selanjutnya ditentukan apakah risiko ataupun sebesar apakah risiko tersebut bisa ditoleransi atau diterima (IEC, 2. Tujuan dari evaluasi risiko ini yakni guna melakukan evaluasi tingkat prioritas risiko, apakah sedang, rendah, ataukah tinggi. Evaluasi risiko bisa berbentuk matriks. Matrik risiko adalah alat yang dipakai dalam memahami efektivitas yang bisa dipakai organisasi dalam melakukan peningkatan pada kejelasan dan kesadaran sehingga pengambilan keputusan risiko dapat dibuat. Berikut merupakan hasil matriks evaluasi risiko Rumah Makan Taragung. Ikhtiar 5 Matrix Evaluasi Risiko Berdasarkan hasil dari penilaian frekuensi dan dampak pada tabel penilaian risiko, maka untuk mengetahui risiko rendah . , sedang . , tinggi . penulis menggunakan Likelihood Impact Matrix dengan membagi ikhtiar dan dampak menjadi sumbu x dan sumbu y. S1,S3,S 4,S5 F1,F2,F3 Dampak Gambar 2. Likelihood-Impact Matrix Keterangan: Kotak hijau berarti tingkat risiko rendah (Low Ris. Kotak kuning berarti tingkat risiko sedang (Medium Ris. Kotak merah berarti tingkat risiko tinggi (High Ris. Setelah dilakukan analisis risiko dan penempatan pada matriks risiko, menunjukkan bahwa seluruh risiko berada pada kategori rendah. Risiko tersebut meliputi ketidakhadiran tanpa alasan yang dapat mengganggu operasional dan menurunkan produktivitas . ode S. , ketidakjelasan tanggung jawab yang berpotensi menimbulkan konflik kerja dan menurunkan efisiensi usaha . ode S. , kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas yang dapat menurunkan kualitas layanan serta memicu ketegangan antar karyawan . ode S. SDM yang direkrut kurang Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 sesuai dengan kebutuhan sehingga berdampak pada kinerja dan potensi turn over . ode S. , serta karyawan yang tidak mengalami peningkatan kemampuan yang dapat menurunkan kualitas kerja dan daya saing usaha . ode S. 6 Perlakuan Risiko Langkah terakhir setelah penilaian risiko mulai dari mengidentifikasi, menganalisis, serta mengevaluasi risiko adalah menentukan perlakuan pada risiko. Tahap ini merupakan tahap Dimana kemngkinan risiko akan diberikan usulan yang dapat meminimalaisir akan terjadinya risiko tersebut dapat terjadi. Adapun perilaku risiko yang dapat diusulkan oleh penulis yaitu : Tabel 7. Usulan Tindakan resiko Kejadian Risiko Akar Penyebab Level Risiko Kode Risiko Karyawan kehadiran dan jobdesk sesuai Proses terstandar dan Ada pelatihan bagi karyawan untuk Struktur organisasi jelas dan pembagian tugas terarah. Perlakuan Risiko Pengawasan disiplin kerja tegas serta sanksi atas Owner Rendah Adanya pelatihan dan an SDM. Rendah Menyelenggarakan minimal dua kali menunjuk karyawan kemampuan tim. Adanya Rendah Membuat organisasi yang lebih Rendah Menerapkan sistem terpantau langsung oleh owner, serta memberikan sanksi tegas bagi karyawan yang tidak disiplin. Membuat prosedur hasil penilaian calon Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Koordinasi antara karyawan berjalan efektif. dengan baik, tugas yang tegas, serta yang efektif Adanya briefing rutin kerja bagi Rendah Melakukan briefing setiap hari sebelum jam kerja, membuka forum diskusi rutin, koordinator tim untuk komunikasi kerja. Sumber : Data Diolah, 2026 Berdasarkan hasil tabel evaluasi dan matriks penanganan risiko, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa risiko utama yang perlu mendapatkan perhatian meskipun berada pada level rendah, guna memastikan stabilitas operasional Risiko tersebut mencakup kedisiplinan karyawan dalam mematuhi sistem kehadiran serta pelaksanaan jobdesk yang sesuai dengan ketentuan. Selain itu, proses rekrutmen yang belum terstandar dan program pelatihan karyawan yang belum optimal juga menjadi poin krusial dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Akar penyebab dari permasalahan tersebut berasal dari pengawasan disiplin kerja yang belum tegas, kurangnya sanksi atas pelanggaran kehadiran, serta keterlibatan owner secara langsung dalam rekrutmen tanpa seleksi yang jelas. sisi lain, struktur organisasi yang belum terdefinisi dengan baik dan kurangnya koordinasi dua arah antara atasan dan karyawan turut memicu ketidakefektifan Upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan sistem kedisiplinan melalui penerapan absensi yang terpantau langsung oleh pimpinan serta pemberian sanksi tegas bagi pelanggar. Selain itu, perusahaan perlu membuat prosedur rekrutmen tertulis yang terstandar, menyelenggarakan pelatihan internal minimal dua kali setahun, serta menunjuk mentor senior untuk meningkatkan kemampuan tim. Terakhir, pembuatan struktur organisasi yang lebih lengkap dan pelaksanaan briefing harian serta forum diskusi rutin sangat diperlukan agar koordinasi antara karyawan dan atasan dapat berjalan lebih efektif dan Kesimpulan dan Saran Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Berdasarkan hasil analisis manajemen risiko pada Rumah Makan Taragung dengan pendekatan teori tawakal, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan risiko sumber daya manusia (SDM) di usaha ini secara keseluruhan berada pada kategori rendah (Low Ris. Pada aspek fondasi, pemilik usaha telah menerapkan prinsip akidah dan tawakal yang kuat melalui pelaksanaan ibadah sholat, perilaku bisnis yang jujur, serta penggunaan modal sendiri yang bebas dari unsur riba. Kondisi fondasi yang kokoh ini menjadi landasan penting dalam menghadapi ketidakpastian usaha sesuai dengan kerangka manajemen risiko islami. Dari sisi ikhtiar, melalui proses identifikasi dan pengukuran risiko SDM, ditemukan lima kejadian risiko utama (S1-S. yang meliputi kedisiplinan karyawan, kejelasan struktur organisasi, efektivitas koordinasi, standar rekrutmen, dan program Meskipun seluruh risiko ini tergolong rendah, evaluasi menunjukkan perlunya tindakan mitigasi yang lebih terstruktur untuk menjaga stabilitas operasional. Usulan penanganan yang dirumuskan mencakup penerapan sistem absensi yang terpantau langsung oleh pimpinan, pembuatan prosedur rekrutmen tertulis, penyelenggaraan pelatihan internal secara rutin minimal dua kali setahun, serta penyusunan kontrak kerja dan struktur organisasi yang lebih lengkap. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian standar ISO 31000 dengan teori tawakal dalam bentuk risk register, yang memberikan perspektif baru bahwa manajemen risiko tidak hanya mengandalkan logika manajerial modern, tetapi juga sinergi antara ikhtiar maksimal dan penyerahan diri kepada takdir Allah Ta'ala. Keterbatasan penelitian ini adalah cakupannya yang hanya berfokus pada satu unit UMKM di sektor rumah makan dan hanya meneliti aspek risiko SDM. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian pada sektor industri yang berbeda serta mengidentifikasi jenis risiko lain seperti risiko keuangan atau operasional secara lebih luas dengan tetap mengedepankan aspek tawakal sebagai basis evaluasi. Daftar Pustaka