JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1837 - 1847 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Arif Hidayat1A. Abdul Ghofar2 Madrasah Ibtidaiyah NU Buaran Pekalongan1,2 E-mail: muhammadarifhidayat6@gmail. com1, abedeghofar@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan evaluasi hasil belajar dalam pembelajaran berbasis multiple intelligence pada materi Al-QurAoan Hadis kelas V Madrasah Ibtidaiyah. Evaluasi hasil belajar memiliki peran penting dalam menilai penguasaan siswa terhadap materi, sekaligus mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi hasil belajar berbasis multiple intelligence dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan menilai aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Guru menggunakan berbagai strategi penilaian yang disesuaikan dengan jenis kecerdasan siswa, seperti kecerdasan linguistik, interpersonal, dan kinestetik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Pendekatan ini juga membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta meningkatkan motivasi belajar. Kesimpulannya, penerapan evaluasi hasil belajar berbasis multiple intelligence memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Al-QurAoan Hadis di Madrasah Ibtidaiyah. Kata Kunci: Evaluasi hasil belajar, multiple intelligence, pembelajaran Al-QurAoan Hadis. Madrasah Ibtidaiyah. Abstract This study aims to describe the implementation of learning outcome evaluation in multiple intelligenceAebased learning on the QurAoan and Hadith subject for fifth-grade students of Madrasah Ibtidaiyah. Learning outcome evaluation plays an important role in assessing studentsAo mastery of the material and determining the extent to which learning objectives are achieved. The research method used was descriptive qualitative with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of learning outcome evaluation based on multiple intelligence was carried out comprehensively and continuously by assessing the aspects of attitude, knowledge, and skills. Teachers used various assessment strategies adapted to studentsAo types of intelligence, such as linguistic, interpersonal, and kinesthetic intelligences, making learning more meaningful and enjoyable. This approach also helped students develop critical and creative thinking skills as well as increase learning motivation. In conclusion, the implementation of learning outcome evaluation based on multiple intelligence has a positive impact on improving the quality of QurAoan and Hadith learning in Madrasah Ibtidaiyah. Keywords: Learning outcome evaluation, multiple intelligences. QurAoan and Hadith learning. Madrasah Ibtidaiyah Copyright . 2025 Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar ACorresponding author : Email : muhammadarifhidayat6@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Evaluasi hasil belajar merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran (Idrus, 2019. Evaluasi hasil belajar juga berfungsi sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Evaluasi hasil belajar dilakukan secara teratur dan berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan hasil belajar siswa setelah mengikuti program pembelajaran. Evaluasi hasil belajar mencakup beberapa hal, seperti penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Evaluasi hasil belajar harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbagai jenis kecerdasan. Evaluasi hasil belajar harus memperhatikan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam menerapkan materi Alquran Hadis dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan dengan berbagai teknik, seperti tes tertulis, tes lisan, tugas, dan observasi. Pembelajaran yang berbasis multiple intelligence adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kecerdasan siswa secara holistk (Rahadian et al. , 2. Pembelajaran yang berbasis multiple intelligence memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Implementasi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence memerlukan pemahaman guru terhadap esensi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence dan teknik-teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi Alquran Hadis. Pembelajaran Alquran Hadis kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah juga dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis multiple intelligence. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Evaluasi hasil belajar dalam pembelajaran yang berbasis multiple intelligence harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbagai jenis kecerdasan. Implementasi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence memerlukan pemahaman guru terhadap esensi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence dan teknik-teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi Alquran Hadis. Evaluasi hasil belajar juga dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis multiple intelligence untuk menilai kemampuan siswa dalam berbagai jenis kecerdasan. Implementasi evaluasi hasil belajar memerlukan pemahaman guru terhadap esensi evaluasi hasil belajar dan teknik-teknik evaluasi yang sesuai dengan materi Alquran Hadis. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Maisaroh . , penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis Multiple Intelligences pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis di Madrasah Ibtidaiyah mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Evaluasi hasil belajar dilakukan melalui berbagai teknik seperti observasi, portofolio, dan penilaian unjuk kerja yang disesuaikan dengan jenis kecerdasan dominan siswa (Maisaroh, 2. Masalah dalam penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan sistem evaluasi hasil belajar yang mampu menggambarkan potensi siswa secara lebih utuh, khususnya dalam pembelajaran Al-QurAoan Hadist di Madrasah Ibtidaiyah. Selama ini, evaluasi pembelajaran cenderung berfokus pada aspek kognitif semata, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan keberagaman kemampuan dan kecerdasan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan upaya inovatif melalui penerapan evaluasi hasil belajar berbasis multiple intelegensi yang disesuaikan dengan karakteristik materi Al-QurAoan Hadist dan kebutuhan belajar siswa kelas V. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat dikembangkan instrumen evaluasi yang tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga aspek kecerdasan lain seperti linguistik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, musikal, dan spiritual. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan memberikan nilai baru berupa model evaluasi yang lebih komprehensif, humanis, dan relevan dengan prinsip pendidikan Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Islam, serta mampu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman nilai-nilai keislaman peserta didik secara lebih mendalam. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka peneliti membuat judul penelitian berupa AuPenerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi Pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah IbtidaiyahAy yang bertujuan untuk lebih membuka wawasan terutama bagi seorang guru untuk dapat melakukan evaluasi dari pembelajaran yang melalui pendekatan multiple intelegensi. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode ini dipilih karena sesuai untuk memahami fenomena yang kompleks dan tidak dapat diukur secara kuantitatif, seperti pengalaman, persepsi, dan sikap guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis berbagai kecerdasan (Multiple Intelligence. Pendekatan studi kasus digunakan agar peneliti dapat mempelajari secara mendalam dan detail bagaimana seorang guru menerapkan pembelajaran serta melakukan evaluasi berdasarkan pendekatan tersebut. Penelitian ini diawali dengan tahap persiapan, meliputi identifikasi masalah, kajian literatur, penentuan fokus penelitian, pemilihan subjek, dan penyusunan instrumen. Peneliti terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan untuk memahami konteks penerapan pembelajaran Al-QurAoan Hadis dengan pendekatan Multiple Intelligences di madrasah. Selanjutnya, peneliti menentukan lokasi dan informan penelitian, yaitu seorang guru Al-QurAoan Hadis di Madrasah Ibtidaiyah yang telah menerapkan pembelajaran dan evaluasi berbasis berbagai kecerdasan. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas pedoman wawancara, lembar observasi, dan panduan dokumentasi. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan penelitian di lapangan. Pada tahap ini, peneliti hadir secara langsung di sekolah sebagai instrumen utama penelitian. Kehadiran peneliti bersifat partisipatif moderat, artinya peneliti terlibat dalam kegiatan pengamatan dan wawancara tanpa mengubah situasi pembelajaran yang sedang berlangsung. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam dengan guru Al-QurAoan Hadis untuk menggali pengalaman dan strategi pembelajaran yang observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi. serta studi dokumentasi berupa analisis perangkat pembelajaran, hasil penilaian siswa, dan catatan refleksi guru. Pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian ini antara lain guru Al-QurAoan Hadis sebagai informan utama, siswa sebagai subjek pendukung yang diamati aktivitas belajarnya, serta kepala sekolah atau wakil kepala madrasah sebagai informan tambahan yang memberikan keterangan tentang kebijakan dan konteks pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yang mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan hasil penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan interpretatif dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Reduksi data dilakukan dengan memilah informasi penting yang berkaitan dengan penerapan pembelajaran dan evaluasi berbasis Multiple Intelligences. Data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk narasi deskriptif, kutipan wawancara, dan tabel pendukung untuk memudahkan interpretasi. Selanjutnya, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan pola dan temuan yang muncul dari hasil observasi dan wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara etimologi "evaluasi" berasal dan bahasa Inggris yaitu evaluation dari akar kata value yang berarti nilai atau harga. Nilai dalam bahasa Arab disebut alqiamah atau al-taqdirAo yang bermakna penilaian . Sedangkan secara harpiah, evaluasi pendidikan dalam bahasa Arab sering disebut dengan al-taqdir Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. altarbiyah yang diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Secara terminologi, beberapa ahli memberikan pendapat tentang pengertian evaluasi diantaranya: Edwind mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses dalam menentukan nilai sesuatu (Magdalena. Ridwanita, et al. , 2. Chabib Thoha, mendefinisikan evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk rnengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan (Nur Cahyanti, 2. Evaluasi pembelajaran adalah proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses belajar mengajar (Magdalena. Fauzi, et al. , 2. Evaluasi dilakukan untuk mengukur dan menilai apakah seluruh program dan aktivitas kependidikan yang dilaksanakan telah berhasil merealisasikan program dan aktivitas tersebut ke arah pencapaian tujuan pembelajaran (Prijowuntato, 2. Proses evaluasi harus diarahkan ke tujuan tertentu, yaitu untuk mendapatkan berbagai jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran (Febriana, 2021. Evaluasi membutuhkan penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan (Rika et al. , 2. Evaluasi juga dapat dilakukan dengan teknik non-tes. Tujuan evaluasi pembelajaran antara lain Mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang telah diberikan oleh seorang guru. Mengetahui kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan belajar Sebagai sarana umpan balik bagi guru yang bersumber dari siswa Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajarsiswa Sebagai laporan hasil belajar kepada orang tua wali siswa (Febriana, 2021. Evaluasi pembelajaran sangat penting untuk dilakukan oleh pendidik karena tidak hanya dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa, namun bagaimana penilaian tersebut mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai selarna mengikuti pendidikan. Pada kondisi dimana siswa mendapatkan nilai yang mernuaskan, maka akan memberikan dampak berupasuatu stimulus, motivator agar siswa dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi dimana hasil yang dicapai tidak memuaskan, maka siswa akan berusaha memperbaiki kegiatan belajar,namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus positif dari guru/pengajar agar siswa tidak putus asa (Magdalena. Ridwanita, et al. , 2. Nana Sudjana (Idrus, 2019. menjelaskan bahwa, evaluasi berfungsi sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus. Dengan fungsi ini dapatlah diketahui bahwa tingkat penguasaan bahan pelajaran yang dikuasai oleh siswa. Dengan kata lain, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa tersebut baik atau tidak baik. Untuk mengetahui keaktifan proses pembelajaran yang dilaksanakan Rendahnya capaian hasil belajar yang diperoleh siswa tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakmampuan siswa itu sendiri (Idrus, 2019. Multipleintelegensi Konsep multiple intelligences atau kecerdasan majemuk adalah teori kecerdasan manusia yang dibedakan menjadi delapan modalitas. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh psikologHarvard Howard Gardner padatahun 1983 (Cahyo, 2. Setiap jenis kecerdasan dapat dikembangkan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai. Orang atau anak yang memiliki kecerdasan tertentu cenderung menyukai dan efektif dalam hal tertentu. Misalnya. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. orang dengan kecerdasan linguistikcenderung pandai berbicara dan menulis, sedangkan orang dengan kecerdasan kinestetik cenderung pandai dalam olahraga dan tari. Teori multiple intelligences mulai diterima dalam dunia pendidikan karena dianggap lebih melayani semua kecerdasan yang dimiliki anak (Rustiyana et , 2. Teori Multiple Intelligences diungkapkan oleh Howard Gardner. Dalam teori ini, kecerdasan berarti kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau produk fesyen, yang dinilai dalam satu atau lebih pengaturan budaya atau komunitas. Teori ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sembilan kecerdasan: linguistik, logismatematis,spasial, kinestetik-tubuh,musik,antarpribadi, intrapersonal,naturalis, dan eksistensial. Pengembangan kecerdasan ganda dapat dilakukan dengan metode pendidikan termasuk metode pendidikan Islam. Hal ini dilakukan untuk membangun proses pendidikan Islam yang humanis dan bahagia serta memaksimalkan kecerdasan gandaanak. Multiple Intelligences adalah istilah yangdigunakan oleh Howard Garner untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu memiliki banyak kecerdasan (Syarifah, 2. Allah menciptakan makhluk yang paling sempurna adalah Manusia, ditandai dengan memiliki akal untuk menentukan kecerdasan dan potensi pada diri manusia itu sendiri untuk bisa menjadikan seorang manusia yang lebih baik lagi melalui kecerdasannya masing-masing, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Swt. Qs. At-Tin:4: eyOangartinya : AuSesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknyaAy. Macam-macam Kecerdasan Menurut Howard Gardner Gardner merumuskan macam-macam kecerdasan, yang awalnya hanya ada beberapa kecerdasan, kemudian dikembangkan menjadi beberapa kecerdasan, di mana dari setiap kecerdasan itu memiliki karakterisktik tersendiri untuk dikembangkan oleh manusia, berikut macam- macam kecerdasan menurut Gardner (Syarifah, 2. Kecerdasan Linguistik Kecerdasan ini menggambarkan bahwa kepekaannya akan lebih tinggi dalam hal sematik yaitu mengartikan kata-kata, dalam hal sintaksis yaituaturan untuk menghubungkan kata-kata, dan peka terhadap fonologi yaitu peka pada ungkapan kata-kata dengan suara atau ritme, kemudian peka dengan pragmatik yaitu suatu perbedaan pada fungsi bahasa. Kecerdasan Linguistik memiliki berbagai karakteristik, yaitu: Merespon apa yang didengar, yang dibaca, berbicara, pandai dalam menggunakan setiap aturan dari satuan tata bahasa. Kecerdasan linguistik atau kecerdasan bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan ini pandai mengolah kata-kata. Sebagian di erantara meka pandai berkata-kata . isalnya: presenter, rohaniwan, pendongeng, mc, ds. Sebagian lagi pandai menulis . isalnya: novelis, penulis buku, ds. Tetapi cukup banyak juga yang menguasai keduanya (Rofiah, 2. Kecerdasan Logis-Matematis Kecerdasan ini biasa dimiliki oleh para ahli akuntan ataupun ahli statistic, di mana kecerdasan ini adalah salah satu kemampuan untuk lebih mengenal angka secara efektif, kecerdasan ini lebih kepada hal-hal yang logis, pertanyaan dan dalil, serta dalam hal perhitungan. Orang logic smart adalah orang yang realistis dan selalu mencari jawaban atas berbagai Tetapi harus diwaspadai karena biasanya orang logic smart cenderung mencari alasan terhadap segala sesuatu, sehingga mereka sulit memercayai Tuhan yang ajaib (Rofiah, 2. Kecerdasan Spasial Anak yang cenderung memiliki kecerdasan spasial ini adalah sebuah kemampuan yang mudah memahami dunia visual . apat dilihat dari penginderaa. Ae spasial . erkenaan dengan tempat ataupun ruanga. secara cermat, kecerdasan ini adalah sebuah kemampuan untuk memahami suatu bentuk maupun benda-benda dengan benar, dalam pikirannya, ia dapat melakukan perubahan suatu benda dan mengenali benda tersebut dengan baik dan tepat. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh seorang arsitektur, pemburu, navigator, dan dekorator. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Kecerdasan Kinesterik Kecerdasan Kinestetik ini juga merupakan sebuah keterampilan fisik tertentu, seperti halnya dalam keseimbangan, ketangkasan, koordinasi, kecepetan, dan kefleksibilitas. Karena kecerdasan ini anak yang memikinya akan dengan mudah mengekspresikan dirinya melalui gerak tubuhnya, mislanya dalam hal mengekspresikan perasaanya ataupun apa yang difikirkannya,ia akan mengekspresikan melalui gerak tubuhnya, baik itu dari gerakan tangan maupun kakinya, serta bisa mengekspresikannya melalui mimic wajahnya Kecerdasan Musik Kecerdasan Musik ini , anak yang memiliki keahlian dalam menciptakan lirik sebuah lagu, bernyanyi, kemudian menikmati sebuah lagu, melodi, dan sebuah irama, serta mampu memainkan segala alat musik. Kecerdasan Interpersonal Kecerdasan interpersonal ini biasanya dikenal dengan suatu kemampuan dalam menjalin relasi . ubungan silaturrahm. , menjalin komunikasi dengan berbedanya orang, dapat menjalin sebuah hubungan dan menjaga hubungan tersebut, serta mampu menilai bagaimana peran yang ada di dalam suatu perkumpulan. 20 Dalam pencapaian kecerdasan Interpersonal ini juga saling berkaitan dengan Intrapersonal dimana antara interaksi social dan peningkatannya, karena manusia tidak lain adalah makhluk yang secara terus menerus berinteraksi sosial. Kecerdasan Intrapersonal Kecerdasan ini adalah biasanyadimiliki oleh anak yangdengan mudah ia mengatur bagaimana perasaannya dan bagaimana sikap emosionalnyadalam bertindak, sehingga ia akan terlihat begitu tenang untuk merencanakan dan mengarahkan sebuah kehidupannya, serta ia mudah dalam hal konsentrasi untuk melakukan sebuah pekerjaan sendirian. Kecerdasan Eksistensial Spiritual Kecerdasan Eksistensial ini biasadisebutdengan Kecerdasan Spiritual, dimana anak yang memiliki kecerdasan ini dapat menunjukkan kemampuan inti yang mana dia akan menemukan jati dirinya sendiri yang berhubungan dengan keadaan yang terjauh dan tidak terukur, misalnya eksistensialnya ia dapat mengemukakan keadaan manusia sebagai makna hidupnya, makna kematiannya, bagaimana nasib akhir di dunia yang akan di alaminya (Chatib, 2. Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Mata pelajaran Al-Qur'an-Hadis di Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu mata pelajaran PAI yang menekankan pada kemampuan membaca dan menulis al-Qur'an dan hadis dengan benar, serta hafalan terhadap suratsurat pendek dalam al-Qur'an, pengenalan arti atau makna secara sederhana dari surat-surat pendek tersebut dan hadis-hadis tentang akhlak terpuji untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan dan pembiasaan. Hal ini sejalan dengan misi pendidikan dasar adalah untuk: Pengembangan potensi dan kapasitas belajar peserta didik, yang menyangkut: rasa ingin tahu, percaya diri, keterampilan berkomunikasi dan kesadaran diri Pengembangan kemampuan baca-tulis-hitung dan bernalar, keterampilan hidup, dasar-dasar keimanan dan ketakwaan terhadan Tuhan YME Fondasibagipendidikanberikutnya. Tujuan pembelajaran Mata pelajaran Al-Qur'an-Hadis di Madrasah Ibtidaiyah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (Permena. Aeselanjutnya ditulis Permenag- Nomor 2 Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tahun 2008 adalah untuk: Memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik dalam membaca, menulis, membiasakan, dan menggemari membaca al-Qur'an dan hadis. Memberikan pengertian, pemahaman, penghayatan isi kandungan ayat-ayat al-QurAoan-hadis melalui keteladanan dan pembiasaan Membina dan membimbing perilaku peserta didik dengan berpedoman pada isi kandungan ayat al-Qur'an dan hadis (Walid & Sulalah, 2. Ditegaskan pula bahwa mata pelajaran al-Qur`an Hadis di MI secara substansial memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mencintai kitab sucinya, mempelajari dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai sumber utama ajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan dan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari (ULLA, 2. Materi Alquran Hadis kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah mencakup beberapa kompetensi inti dan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Berikut adalah beberapa materi yang diajarkan dalam pembelajaran Alquran Hadis kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah: Membaca, menerjemahkan, menghafal, menulis, dan memahami isi kandungan Surah Al-'Ashr dan Surah Quraishy. Belajar hukum bacaan Izhhar dan Ikhfa', termasuk pengertian, contoh bacaan, dan menerapkan bacaan. Belajar hadis tentang takwa dan niat, termasuk membaca, mengartikan, menghafal, menulis, dan memahami isi kandungan hadis tersebut. Evaluasi akhir semester dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Pembelajaran Alquran Hadis kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah juga dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis multiple intelligence. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Evaluasi hasil belajar dalam pembelajaran yang berbasis multiple intelligence harus dilakukansecara komprehensif dan berkelanjutan untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbagai jenis kecerdasan. Implementasi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence memerlukan pemahaman guru terhadap esensi pembelajaran yang berbasis multiple intelligence dan teknik-teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi Alquran Hadis (Sahnan. Adapun pembelajaran al quran hadist dikaitkan dengan multiple intelegensi adalah sebagai berikut: Kecerdasan Linguistik Proses pembelajaran dikaitkan dengan kecerdasan ini yaitu seorang guru memberikan pengajaran dengan menggunakan kalimat mengenai materi seperti contoh cerita tentang sebab turunnya sebuah surat. Dalam proses ini peserta didik membaca kemudian mereka menuangkan sendiri melalui bahasa mereka. Kecerdasan Logis-Matematis Proses pembelajaran dikaitkan dengan kecerdasan ini yaitu peserta didik mempu menghitung jumlah ayat yang terdapat dalam suatu surat atau nomor bilangan hadist dalam suatu pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga jika seorang guru meminta siswa menyebutkan nomor ayat dari ayat yang dibacakan mereka mampu menjawabnya dengan benar. Kecerdasan Spasial Proses pembelajaran dikaitkan dengan kecerdasan ini yaitu siswa memiliki kemampuan dalam memahami sebuat makna dari kandungan ayat dan memfokuskan pemahaman tersebut terhadap materi dalam surat yang dipelajari. Sehingga esensi dari sebuah kandungan surat atau hadist tersebut dapat mereka tempatkan sisi baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Kecerdasan Kinestetik Proses pembelajaran dikaitkan dengan kecerdasan ini yaitu selain belajar dengan duduk, peserta didik di ajak menggerakkan tubuhnya dalam proses pembelajaranketika guru memberikanperintahuntuk menyelesaikantugas berupa menjodohkan soal secara berpasangan satu sama lain. Dimana satu soal dipegang oleh siswa satu dan jawaban dipegang oleh siswa lainnya. Kecerdasan Musik Prosespembelajarandikaitkandengankecerdasaniniyaitugurumembuatlirik lagu yang berkaitan dengan materi yang kemudian guru tersebut meminta siswanya untuk bernyanyi bersama diiringi music. Sebagaimana yang diungkap oleh guru al qurAoan hadist Luthfi hamdani Ausebelummasuk padaprosespembelajaranselain penelitimempersiapkan Rpeneliti juga menyiapkan lirik lagu dan musiknya untuk dipakai pada saat proses pembelajaran supaya pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan siswa lebih semangat dalam belajarAy Kecerdasan Interpersonal Kecerdasan interpersonal ini biapeneliti dikenal dengan suatu kemampuan dalam menjalin relasi atau berinteraksi social. Melaui pembe. ajaran seperti yang dijelaskan pada sub kecerdasan kinestetik, didalamnya siswa satu dengan siswa lainnya harus berkomunikasi secara intens, alhasil dalam satu kelas ini terjalin interaksi dankomunikasi yang cukup baik. Kecerdasan Intrapersonal Melalui proses pembelajaran, kecerdasan ini dapat dibangun diman pada saat kelas sudah mulai tidak terkondisikan karena menyelesaikan tugas dari guru berupamencari pasangan antara soal dan jawaban, beberapa siswa mampu mengatur kegaduhan tersebut agar kelas lebih kondusif lagi dan melanjutkan tugas yang belum terselesaikan dengan lebih tenang. Kemampuan seperti ini dapat melatih kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan Eksistensial Spiritual Melalui pembelajaran al quran hadist ini pastinya diharapkan siswa mampu memahami bagiaman esensi dari belajar materi. Dimana setelah mereka mendapatkan materi siswa diharapkan mampu membedakan hal yang benar dan salah dan mampu meneladani dari kisah atau suri tauladanyang terdapat pada materi yang sudah mereka pelajari. Pendidik harus mampu mengetahui sejauh mana hasil belajar yang telah dilakukan, hasil dari proses pembelajaran dapat berupa kategori baik, tidak baik, bermanfaat, tidak bermanfaat dan lain-lain. Hal ini penting untuk diketahui karena hasil belajar menjadi tolak ukur keberhasilan seorang pendidik atau sebagai alat ukur sejauh mana proses pembelajaran yang ia terapkan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Jika hasil belajar baik, maka proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil dan demikian sebaliknya. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran yaitu mengevaluasi proses dan hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan salahsatu guru yang mengajar al qurAoan hadist Muhammad Luthfi Hamdani beliau mengatakan bahwa evaluasi yang diterapkan ialah kurang lebih sama halnya seperti dalam proses penyampaian di pembelajarannya. Ausetelah peneliti menyampaikan materi biasanya peneliti memberikan sebuah pertanyaan yang peneliti lemparkan ke siswa, tujuannya supaya peneliti bisa mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang asudah peneliti sampaikanAy Dalam proses evaluasi guru menggunakan pendekatan yang mengarah ke berbagai kecerdasan siswa diantaranya dengan menggunakan nyanyian, tanya jawab lisan, mendemonstrasikan gambar. Auteknik evaluasi yang peneliti lakukan itu bermacam-macam, ada kalanya menggunakan verbal saja, kadang menggunakan lirik lagu darimateri berupa nyanyian, kadang juga menggunakan kemampuan Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. menggerakkan tubuh dengan cara mencari jawaban pada temannya, ya banyak cara yang dapat digunakan sebagaicara untuk mengevaluasiAy Seperti yang dikatakan oleh guru pengampu al quran hadis ini, bahwa dengan proses pembelajaran yangmenggunakan pendekatan multiple intelegensi makaproses evaluasi ataupun penialainnya juga menggunakan pendekatan intelegensi seperti meminta siswa untuk bernyanyi seputar materi yang telah disampaikan dengan hal ini siswa dimanfaatkan melalui kecerdasan verbal linguistik. Menjawab pertanyaan dengan tulis melalui kecerdasan logis matematis dan pastinya kecerdasan musikal yang tentu sangat bermanfaat bagi siswa yang mempunyai kecerdasan menghafal dengan cara bernyanyi. Adapun penjelasan lebih lanjut mengenai evaluasi yang dilakukan adalah sebagai berikut: Untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan terdapat berbagai macam pendekatan. Pertama, menggunakan pendekatan Linguistik, yaitu kecerdasan yang lebih mengarah pada menghubungkan kata dan merespon dari suatu yang di dengar. Dalam hal ini contohnya guru memberikan pertanyaan secara lisan Auapasaja asbabun nuzulnya surat al quraisy?Aydari sini siswa secara bebas menceritakan sebab-sebab turunnya surat al quraisy dengan bahasa mereka sendiri. Kedua, menggunakan pendekatan Logis matematis, yaitu kecerdasan yang lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat realistis dalam hal ini guru memberikan pertanyaan seputar bagaimana arti kata atau perkalimat yang ada dalam surat maupun hadist,jumlahbilanganayatdalamsuatusurat. MisalnyaAudiambildariayatberapakah nama surat alquraisy?Ay. Ketiga, menggunakan pendekatan spasial, yaitu kecerdasan yang lebih mengarah pada kemampuan memahami dunia visual . apat dilihat dari penginderaa. contohnya memahami suatu tingkah seseorang terhadap anak yatim . al ini sesuai materi dalam kelas tersebut yaitu hadist tentang menyanyangi anak yati. Misalnya guru meminta siswa untuk mengamati tingkahseseorang apakah tingkah tersebut baik atau buruk. ContohAuDoni merupakan anak yatim. Lani membagikan minuman kepada Doni pada waktu istirahat sekolah, bagaimana menurutmu sikap Lani?Ay. Keempat, menggunakan pendekatan kinestetik, yaitu kecerdasan yang mengarah pada gerak tubuh siswa, dalam hal ini merupakan gerak cepatnya siswa dalam mencari jawaban dari soal yang telah dibagikan kepada satu persatu siswanya. Seorang guru memberikan beberapa kertas yang berisikan soal dan jawaban, lalu disebar ke seluruh siswa yang kemudian siswa tersebut diminta untuk mencari jawaban satu sama lain, alhasil siswa bergerak untuk mencari pasangan atau jawaban dari soal yang di dapat. Kelima, evaluasi denganmenggunakan pendekatan musik, yaitu kecerdasan mengarah pada keahlian bernyanyi, bernyanyi dalam hal ini bukanlah menyanyikan sembarang lagu namun bernyanyi dengan menggunakan lirik sesuai materi yang diajarkan lalu siswa melanjutkan lirik tersebut. Keenam, evaluasi dengan menggunakan pendekatan interpersonal, yaitu kecerdasan dimana seorang siswa mampu menjalin komunikasi yang baik, baik sesama teman atau siswa maupun interaksi dengan Dengan menggunakan sebagaimana yang dijelaskan dalam pendekatan kinestetik, selain menggunakan gerak cepat tubuh siswa dituntut bisa berkomunikasi dengan baik antar teman supaya bisa menemukan jawaban yang sesuai dari soal yang ia peroleh. Ketujuh, pendekatan intrapersonal yaitu guru dapat mengkur kemampuan bagaiamana siswa mampu mengontrol emosinya selama pembelajan atau evaluasi berlangsung. Kedelapan, pendekatan eksistensial spiritual, yaitu disini seorang guru melakukan evaluasi sebagaiamana tingkat pemahaman siswa terkait materi materi spiritual yang telah diajarkan yang kemudain dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah khususnya pada saat pembelajaran berlangsung. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Evaluasi Hasil Belajar dalam Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegensi pada Materi Al QurAoan Hadist Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Ae Muhammad Arif Hidayat. Abdul Ghofar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar berbasis Multiple Intelligences pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadis mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kemampuan peserta didik. Guru tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan kecerdasan lain seperti linguistik, musikal, interpersonal, dan kinestetik dalam proses pembelajaran maupun penilaian. Pemahaman guru terhadap konsep Multiple Intelligences menjadi faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan penilaian yang adil sesuai dengan potensi masing-masing siswa. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi hasil belajar yang mengakomodasi berbagai jenis kecerdasan dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar peserta didik secara menyeluruh, serta memberikan kontribusi baru bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-QurAoan Hadis yang lebih humanis dan berorientasi pada keunikan individu. UCAPAN TERIMA KASIH Jika perlu berterima kasih kepada pihak tertentu, misalnya sponsor penelitian, nyatakan dengan jelas dan singkat, hindari pernyataan terima kasih yang berbunga-bunga. DAFTAR PUSTAKA