Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika p - ISSN 2654-4539 e Ae ISSN 2654-8720 Vol. 3 No. Mei 2021 Page 91 of 100 Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa dalam Mempelajari Materi Statistik Kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi Semester Genap melalui Pendekatan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Realita Tahun Pelajaran 2015/2016 Haryati SMK Negeri 1 Slawi haryatismea@gmail. ABSTRAK Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui . peningkatan minat siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016 . peningkatan hasil belajar siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016. perubahan perilaku siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016, pada saat mengikuti pembelajaran statistika melalui model pembelajaranInkuiri berbasis Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Slawi. Subjek penelitian ini adalah kelas XI Ap 3 dengan jumlah siswa 32 orang . Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 pada Januari sampai dengan bulan Juni 2016. Penyusunan instrumen dilaksanakan pada Januari. Bulan Februari sampai dengan bulan April untuk pengumpulan dan analisis data. Bulan Mei dan Juni untuk penyusunan laporan. PTK ini dilakukan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: . Tes Tertulis. Observasi dan angket. Wawancara. Dokumentasi. Simpulan PTK ini adalah sebagai berikut . Penggunaan model inkuiri berbasis realitadapat meningkatkan minat siswa. Penggunaan model pembelajaran inkuiri berbasis realita dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI AP3 SMK Negeri 1 Slawi dalam materi statistik. Kata kunci : minat, hasil belajar. Inkuiri berbasis realita Pendahuluan Banyaknya unsur-unsur terlibat dalam sebuah interaksi edukatif antara siswa dan guru dalam proses Guru merupakan unsur penting dan menduduki posisi utama dalam menyukseskan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Sebab faktor utama yang menentukan keberhasilan belajar siswa ialah kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Secara umum siswa mengalami kesulitan belajar tanpa bantuan dan bimbingan guru. Siswa dapat belajar dengan baik jika guru telah mempersiapkan lingkungan positif bagi siswa untuk belajar. Dalam proses belajar-mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk (Slameto, 2003 : . Sebagai perencana pengajaran, seorang guru diharapkan mampu untuk belajarmengajar secara efektif. Untuk itu, ia harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang prinsip-prinsip belajar sebagai dasar dalam merancang kegiatan belajar-mengajar, seperti merumuskan tujuan, memilih bahan, memilih metode, menentukan evaluasi dan sebagainya. (Slameto, 2003 : . Salah satu materi yang harus dipelajari pada kelas XI AP 3 semeeter genap adalah materi statistika. Statistika ini juga sudah diberikan di kelas X . Dalam materi ini banyak masalah atau kasus yang berhubungan dengan masalah yang ada di kehidupan sehari-hari. Aplikasi statistika dapat ditentukan pada berbagai bidang atau sehari-hari. Dalam sehari-hari digunkan untuk menghitung nilai ratarata dalam suatu kelas, dalam perusahan statistika digunakan untuk menentukan berapa banyak produk yang harus diproduksi serta yang dapat diserap oleh pasar dan berapa banyak produk yang harus diproduksi di tahun mendatang, dan dalam bidang yang lain statistika mempunyai peranan yang sangat penting. Hasil prestasi siswa pada materi statistika di kelas X masih tergolong Dapat penulis paparkan dari 32 siswa ada 15 siswa tuntas dan ada 17 siswa belum tuntas. Batas minimal ketuntasan belajar (KKM) di SMK N 1 Slawi sebagai sekolah Kluster adalah dengan nilai 76. ( data ini melihat hasil ualangan harian di kelas X ) Melihat kenyataan ini penulis mencoba mencari solusinya agar kemampuan siswa khususnya dalam materi statistika dapat ditingkatkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan mencoba menerapkan model pembelajaran berorientasi Inkuiri. Pemilihan Model Pembelajaran inkuiri ini akan meningkatkan hasil pembelajaran tersebut menumbuhkan kerjasama yang aktif, kreatif, responsif dan fleksibel, menggunakan konsep untuk menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan statistika. Berdasarkan paparan di atas maka dilaksanakanlah penelitian tindakan kelas dengan judul Au Peningkatan Minat dan Kemampuan Siswa dalam Mempelajari Materi Statistika melalui Pendekatan Model Pembelajaran Inkuiri pada Siswa Kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016Ay. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : Bagaimanakah peningkatanminat siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun 2015/2016pada mengikuti pembelajaran materri Model Pembelajaran Inkuiriberbasis Bagaimanakah belajar siswa dalam mempelajari materi statistika melalui Model Pembelajaran Inkuiri realitasiswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016? Bagaimanakah perubahan perilaku pada saat mengikuti melalui Model pembelajaraniInkuiri berbasis realita siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016 ? Tujuan umum penelitiian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan kompetensi peluang suatu kejadian pada siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi. Adapun tujuan khusus dari penelitian iniadalah : Untuk mengetahui peningkatan minat siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016 pada pembelajaranInkuiri Untuk mengetahui peningkatan hasil belajarsiswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016 pada saat mengikuti pembelajaran pembelajaranInkuiri Untuk perilaku siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2015/2016 pada pembelajaranInkuiri Landasan Teori Dan Hipotesis Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan . Pembelajaran dapat jugadiartikan sebagai proses interaksi antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar . Dalam standar isi dan standar bentuk kompetensi yang harus dicapai atau dikuasai oleh siswa. Melalui memproyeksikan apa yang harus dicapai oleh siswa setelah berakhir suatu proses pembelajaran dalam merumuskan tujuan pembelajaran, tugas guru adalah menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK/KD) menjadi indikator hasil Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkatperangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain (Joyce dalam Trianto 2. Adapun Soekamto,dkk. alam Trianto 2. mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah Aukerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pembelajaran dan para pengajar dalam mengajarAy. Dipertegas oleh Kardi. S dan Nur . alam Trianto, 2. mengemukakan maksud dari model pembelajaran pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Pengajaran Model Inkuiri Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok siswa inkuiri ke dalam suatu isu atau mencari jawaban-jawaban pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktural kelompok. (Kourilsky dalam Hamalik, 2. Adapun merupakan prosedur yang bisa dilakukan oleh ilmuwan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memahami fenomena alam, memperluas pemahaman dan menerapkan dalam kehidupan seharihari Mean . ataan didefinisikan sebagai jumlah data kuantitatif dibagi banyaknya data. Atau dapat dinyatakan sebagai jumlah seluruh data dibagi banyaknya Modus adalah nilai yang paling banyak muncul. Untuk data tunggal, modus sangat mudah ditentukan, yaitu data yang yang mempunyai frekuensi Median adalah nilai yan membagi data menjadi dua bagian yang sama banyaknya setelah data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : Ada peningkatan minat siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2016/2017 dalam mempelajari materi statistik melalui Model Pembelajaran Inkuiri berbasis Ada peningkatan hasil belajar siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2016/2017 mempelajari materi statistik melalui Pembelajaran Inkuiri berbasis realita. Ada perubahan perilaku siswa kelas XI AP 3 SMK Negeri 1 Slawi semester genap tahun pelajaran 2016/2017 dalam mempelajari materi statistik melalui model Pembelajaran Inkuiri berbasis Metode Penelitian Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Slawi. Subyek penelitian ini adalah kelas XI Ap 3 dengan jumlah siswa 32 orang . Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 pada Januarisampai dengan bulan Juni Penyusunan dilaksanakan pada Januari. Bulan Februari sampai dengan bulan April Tabel 3. 1: Jadwal Pelaksanaan PTK No. Kegiat 1 Instru 2 Perenc Penyu 3 Pelaks 4 Pelapo Indikator pengetahuan dan ketrampilan yang dipakai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah norma penilaian dan standar ketutantasan belajar minimal yang telah ditetapkan di awal semester ketuntasan belajar klaisikal adalah 85 % sedangkan ketuntasan perorangan perpedoman pada pada peraturan terbaru adalah 76 atau kelompok pada interval 71-85 dengan predikat B kategori menonjol. Berikut tabel penilaiannya adalah : Interval nilai Predikat Ket 0 - 55 Perlu 56 - 70 Cukup 71 - 85 86 - 100 Sangat Sumber : Permen DikBud no 53Th Pelaksanaan Ma Ap M Ju ret ril ei ni Sumber : Jadwal Pelaksaan Penelitian Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tes Tertulis. Tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa khususnya materi statistika. Observasi dan angket digunakan untuk mengumpulkan data yang bersifat kualitatif berupa sikap siswa pada saat mengikuti pembelajaran. Observasi perhatian, keaktifan, dan kerja sama pembelajaran statistika melalui model pembelajaran inkuiri. Perhatian, sikap, dan keaktifan siswa direkam dalam lembar observasi dan angket yang dibagikan kepada siswa. Lembar observasi dan angket siswa tersebut selanjutnya dianalisis Penelitian penelitian tindakan kelas, yang artinya penelitian yang berbasis pada kelas. Tujuan tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui efektivitas suatu model pembelajaran di kelas, yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran baik yang dihadapi oleh siswa maupun oleh guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada saat pembelajaran di Tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahap yaitu . tahap perencanaan/persiapan, . tindakan, . tahap pengamatan, . tahap refleksi. Hasil Penelitian . Guru memberikan pretes materi ukuran pemusatan data dan untuk data tunggal ( materi kelas X) . Guru dan siswa bertanya jawab materi kelas satu pemusatan dan penyebaran data untuk data tunggal . Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang terdiri atas 4-5 0rang siswa. Guru menjelaskan tentang cara meyajikan data statistik dan contoh soal dan pembahasannya tentang ukuran pemusatan , letak dan penyebaran data . Siswa mengamati penjelasan yang disampaikan oleh guru. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai cara menghitung dan mengolah ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data. Siswa diberi tugas mencari masalah statistik dalam kelas sendiri ( misal data tentang tinggi badan, berat badan dl. merupakan aplikasi dari materi ukuran pemusatan , letak dan yang telah . Siswa mengerjakan soal tersebut dalam kelompok diskusinya. Salah satu siswa presentasi di depan kelas dan siswa lain mendengarkan dan mengamati hasil presentasi . Pertemuan Kedua Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Memeriksa kehadiran siswa Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Deskripsi Kondisi Awal Pada kondisi awal sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri berbasis realitadiadakan tanya jawab dengan siswa mengenai ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data diperoleh nilai siswa sebagai berikut: Nilai Pengetahuan Prasiklus Interval 0 - 55 Jumlah Predika 56 - 70 71 - 85 Keterangan Perlu Cukup Menonjol KKM B KKM B KKM KKM 86 - 100 Sangat KKM Sumber : Analisis Hasil Pre Tes 2016 Deskripsi Siklus I Pembelajaran dalam enam jam pelajaran atau tiga kali pertemuan efektif. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2016, pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2016, pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2016. Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: Pertemuan Pertama . Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran . Memeriksa kehadiran siswa . Guru pembelajaran yang ingin dicapai, manfaat dari materi yang akan . Guru dan siswa bertanya jawab tentang materi statisk . engingat kembali materi pembelajaran pada kelas X). manfaat dari materi yang akam Apersepsi . engingat kembali materi pembelajaran pada pertemuan Guru bertanya jawab dengan siswa tentang tugas yang diberikan pada pertemuan pertama. Siswa dimohon untuk mempersiapkan tugasnya Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang terdiri atas 4-5 0rang siswa. Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil tugas pada pertemuan pertama Siswa membuat laporan hasil menyajikan data dalam daftar distribusi frekuensi dan menentukan ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data secara runtun dan Siswa menganalisis dan membuat Salah satu siswa presentasi di depan kelas dan siswa lain mendengarkan dan mengamati hasil presentasi . Guru menegaskan kembali hasil diskusi dan bersama-sama dengan Guru menginformasikan pada pertemuan ketiga akan diadakan tes evaluasi dan siswa dimohon untuk mempelajari kembali materi tentang ukuran pemusatan, letak dan penyebaran data. Guru pembelajaran dengan memberikan motivasi untuk tetap belajar dengan rajin. Pertemuan Ketiga Guru menyampaikan ulang KD dan tujuan pembelajaran. Guru bertanya jawab tentang materi pertemuan 1 dan pertemuan 2 sebelum pelaksanaan tes evaluasi. Guru sebelum tes evaluasi dilaksanakan Guru membagi soal tes evaluasi Siswa dimohon kerja sendiri dan tetap bersemangat mengerjakan soal Setelah selesai mengerjakan soal tes Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam. Diskripsi Siklus 2 Tahap-tahap pembelajaran siklus 2 adalah sebagai Pertemuan Pertama Membuka pembelajaran dengan berdoa dan mengucap salam. Memeriksa kehadiran siswa Guru pembelajaran yang ingin dicapai , manfaat dari materi yang akam Guru dan siswa bertanya jawab tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada siklus I. Guru mengulang kembali materi pada siklus I siswa menyimak penjelasan guru perasaan gembira dan Bersama-sama guru dan siswa memecahkan masalah . ontoh soa. Siswa saling bekerjasama dan penyelesaian masalah. Siswa belajar kelompok dengan temen satu bangku dan harus terlibat pemecahan masalah. Guru banyak memberikan dril soal supaya siswa pemahaman konsep lebih lengkap dan bervariasi. Salah satu siswa presentasi hasil pembahasannya di depan kelas dan siswa lain mendengarkan dan mengamati hasil presentasi . Siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan teman yang lain atau memberikan tanggapan atas pertanyaan atau tanggapan teman yang lain. Diakhir mengerjakan tes untuk mengukur pemahapan siswa materi statistik. Guru menegaskan hasil diskusi dan bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. Guru memberikan PR kepada siswa untuk mencari data statistika tentang nilai pelajaran bentuk kelompok dan tiap kelompok tidak boleh sama Guru pembelajaran dengan memberikan motivasi untuk tetap belajar dengan rajin. Pertemuan Kedua Guru membuka pelajaran dengan berdoa dan salam Memeriksa kehadiran siswa Guru pembelajaran yang ingin dicapai , manfaat dari materi yang akam Apersepsi . engingat kembali tugas pada pertemuan . Guru bertanya jawab dengan siswa tentang tugas yang diberikan pada pertemuan pertama. Siswa dimohon berkumpul dengan kelompok diskusi yang terdiri atas mempersiapkan tugasnya Masing-masing mendiskusikan hasil dari tugas pada pertemuan pertama Siswa membuat laporan hasil menyajikan data dalam daftar menentukan ukuran pemusatan , letak dan penyebaran data secara runtun dan lengkap. Siswa menganalisis dan membuat suatu kesimpulan dari hasill Salah satu siswa presentasi di depan kelas dan siswa lain mendengarkan dan mengamati hasil presentasi . Siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan teman yang lain atau memberikan tanggapan atas pertanyaan atau tanggapan teman yang lain. Siswa harus terlibat aktif dalam kelompokdiskusi dan berperan serta kesempurnaan solusi. Guru menegaskan kembali hasil diskusi dan bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. Guru memberikan PR kepada siswa . ebagai umpan bali. Guru menginformasikan pada pertemuan ketiga akan diadakan tes evaluasi Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan motivasi untuk tetap belajar dengan Guru menyampaikan salam, menyampaikan ulang KD dan tujuan pembelajaran. Pertemuan Ketiga Guru dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran Memeriksa kehadiran siswa Guru menyampaikan tujuan tes evaluasi yang akan dilaksanakan dan menyampaikan hasil minimal yang harus diperoleh siswa supaya KKM Siswa duduk sendiri-sendiri dan mengerjakan setiap soal tanpa menggunakan kalkulator. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kalau ada soal yang tidak jelas. Siswa Diakhir waktu bertanya jawab dengan siswa mengenai kesulitan yang dihadapai saat mengerjakan soal evaluasi. Guru mengumumkan kepada siswa bahwa akan diadakan perbaikan jika hasil evaluasi belum KKM Guru pembelajaran dengan membaca Hasil Penilaian siklus I dan siklus II Penilaian Minat : Perbandingan Minat siklus I dan siklus II Siklus I Jumlah Prosentas Siswa 84,38% 5 BT 15,62% Siklus II Jumlah Prosent Siswa Aspek minat jika disajikan dalam grafik sebagai berikut : Grafik 1 Grafik Perbandingan Minat Siklus II Siklus II tdk pernah Perbandingan Nilai Pengetahuan siklus I dan siklus II Kondisi Awal Jumlah Pros Siswa 16 BT Siklus I Jumlah Prosentas Siswa Siklus II Jumlah Prosent Siswa 15 BT 46,88% Aspek nilai pengetahuan jika disajikan dalam grafik sebagai berikut : Grafik Perbandingan Nilai Pengetahuan Kondisi Awal Siklus ISiklus II Nilai Ketrampilan siklus I dan siklus II Nilai Keterampilan siklus I dan siklus Ada 15,6% Jumlah Siswa Siklus I Prosentase Jumlah Siswa Siklus II Prosentase Aspek Nilai Ketrampilan disajikan dalam grafik sebagai berikut Grafik Perbandingan Nilai Ketrampilan evaluasi dari 32 siswa ada 17. ,13%) siswa tuntas pada interval 71-85 dan ada 15. ,87%) siswa tuntas pada interval 86-100, ada peningkatan nilai sebesar 50% dari siklus I ke siklus II. Penggunaan model pembelajaran mengubah perilaku siswa siswa kelas XIAP3 SMK Negeri 1 Slawi dalam materi statistik Siswa lebih bersemangat dan senang mengikuti pembelajaran dan merasa lebih bermakna dan bermanfaat khususnya pada materi SiklusSiklus Simpulan Simpulan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : Penggunaan model pembelajaran minat siswa. Sebelum minatsiswa rendahpada katagori cukup (C) pada siklus I minatsiswa mencapai katagori cukup tinggi pada katagori (B), pengamatan minatsiswa meningkat pada katagori tinggi (A) . Penggunaan model pembelajaran meningkatkan hasil belajar siswa kelas XIAP3 SMK Negeri 1 Slawi dalam materi statistik. Hal ini terlihat pada peningkatan nilai kompetensi siswa pada tiap-tiap Pada siklus I, nilai tes evaluasi dari 32 siswa ada 7. ,88%) siswa belum tuntas pada interval 0-55, ada 9. ,23,4%) siswa belum tuntas pada interval ada 13. ,63%) siswa tuntas pada interval 71-85 danada ,5%) siswa tuntas pada interval Pada siklus II nilai tes Daftar Pustaka