Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. PENGARUH TEKNIK SPUIT TERHADAPKEMAMPUAN MENGGAMBAR BENTUK DI TAMAN KANAK-KANAK MELATI IKHLAS PADANG Zulhamida Febri Reza1. Farida Mayar2 1,2Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. FIP. Universitas Negeri Padang Email: zulhamidafebrireza567@gmail. com1, mayarfarida@gmail. Abstrak Permasalahan tugas menggambar di bawah standar yang diselesaikan siswa kelompok B TK Melati Ikhlas Padang menjadi pendorong penelitian ini. Hal ini terjadi ketika anak-anak menganggap latihan menggambar membosankan karena guru tidak menggunakan berbagai strategi untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan menggambar mereka, dan teknik spuit tidak digunakan dalam latihan menggambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik spuit mempengaruhi kemampuan siswa TK Melati Ikhlas Padang dalam membuat sketsa bentuk. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu sebagai metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah 87 siswa yang terdaftar di TK Melati Ikhlas Padang, sedangkan sampelnya adalah 15 siswa di masing-masing kelas B2 dan B3. Sebelum menggunakan uji t sebagai bagian dari teknik analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dan normalitas. Program SPSS 25 for Windows kemudian digunakan untuk mengolah data. Rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 11,73, sedangkan rata-rata skor post-test mereka adalah 15,33, menurut analisis data. Rata-rata nilai post-test kelompok kontrol adalah 10,47, sedangkan rata-rata nilai pre-test kelas kontrol adalah 8,93. Kumpulan data terakhir terdistribusi secara teratur dan homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig . -taile. sebesar 0,000 < 0,05. penggunaan teknik spuit terbukti sangat efektif untuk kegiatan menggambar bentuk pada anak Kata Kunci: Kemampuan menggambar. Teknik Spuit. Anak Usia Dini Abstract The issue of the subpar drawing assignments completed by group B students at the Melati Ikhlas Padang Kindergarten served as the impetus for this study. This occurs when children find drawing exercises boring since teachers are not using a variety of strategies to help kids improve their drawing abilities, and the syringe technique is not being employed in drawing exercises. The purpose of this study was to ascertain how the syringe technique affected the Melati Ikhlas Padang Kindergarten students' capacity to sketch shapes. This study used a quasi-experiment as a quantitative method. The 87 pupils enrolled in the Melati Ikhlas Padang Kindergarten made up the population of this study, while the 15 students in each of classes B2 and B3 made up the sample. Before using the t-test as part of the data analysis technique, the homogeneity and normality tests are conducted. The SPSS 25 for Windows program was then used to process the data. The experimental group's average pre-test score was 11. 73, while their average post-test score was 15. 33, according to data analysis. The control group's average post-test score was 10. 47, while the control class's average pre-test score was 8. The final set of data is regularly distributed and homogeneous. The hypothesis test results indicate that the sig . -taile. value 000 <0. Keywords: Drawing ability. Spuit Technique. Early Childhood. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 162 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 Corresponding author : Email Address: zulhamidafebrireza567@gmail. Received 25 Juni 2024. Accepted 19 Juli 2024. Published 20 Juli 2024 PENDAHULUAN Proses interaksi secara sadar, metodis, terencana antara guru dan siswa atau lingkungan untuk mencapai potensi siswa secara keseluruhan dikenal dengan istilah pendidikan. Pendidikan anak usia dini merupakan suatu bentuk pengajaran yang dimaksudkan perkembangan seluruh aspek diri seorang anak. Pendidikan anak usia dini juga merupakan pendidikan yang berupaya mengarahkan anakanak melalui pembelajaran berbasis mempersiapkan mereka untuk pendidikan tinggi. Taman Kanak-kanak merupakan salah satu saluran khusus pendidikan anak usia dini yang dirancang untuk anak-anak berusia antara empat dan enam Pendidikan taman kanakkanak berupaya mempersiapkan siswa untuk jenjang pendidikan berbagai faktor perkembangan. Komponen kognitif, moral, bahasa dan agama, fisik motorik, sosialemosional, dan kreatif merupakan beberapa domain perkembangan yang biasanya matang pada awal Biasanya, komponen artistik ini dimasukkan ke dalam hampir setiap langkah evolusi yang dijelaskan di atas. Kemajuan merupakan perkembangan yang tidak boleh diabaikan. Hal ini disebabkan karena seni, sebagai ciptaan manusia yang dapat batin dan disajikan dengan cara yang menarik secara visual untuk pengalaman batin pada manusia lain yang mengalaminya, memiliki peranan penting dalam aspek perkembangan keberhasilan anak dalam belajar. Anak-anak di taman kanakkanak perlu belajar melalui aktivitas Menggambar adalah salah satu latihan yang sangat bagus untuk meningkatkan kualitas kreatif. Latihan dianggap sangat penting untuk mengkomunikasikan pendapatnya. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 163 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 Membuat sketsa merupakan upaya anak dalam mengkomunikasikan Seni dalam dua dimensi itulah gambar. Seseorang yang menggambar melakukannya untuk Seseorang emosional maupun fisik, apa yang dialaminya melalui garis dan warna dalam gambar. 2 Melalui stimulasi otak kanan dan pengembangan kreativitas, menggambar berupaya membangun kepekaan sensorik, visi kreatif, kemampuan motorik, dan imajinasi untuk interaksi Kegiatan bersama anak kelompok B di TK Melati Ikhlas Padang memberikan suatu tantangan, sesuai observasi Menurut peneliti, anak-anak kelompok B di TK Melati Ikhlas Padang melakukan kegiatan menggambar yang kurang ideal. Hal itu terlihat ketika anak-anak Saat itu, sejumlah anak menolak mengikuti latihan menggambar karena guru masih 1 Hajar Pamadhi. Estetika Untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. 2 Hill. A . Bagaimana Menggambar. Bandung: Angkasa. kurang berupaya menumbuhkan menggunakan alat pembelajaran dasar seperti buku teks dan papan menjadi kurang menarik dan Jadi. Berpartisipasi Beberapa menggambar dan didampingi oleh seorang guru. Anak-anak biasanya memprotes dan mengaku tidak bisa membuat gambar bertema bebas karena mereka biasanya diharapkan meniru gambar persis gurunya. Peneliti beberapa anak bahkan meminta bantuan temannya yang berprofesi Biasanya anak TK kegiatan menggambar. Setelah menerima kertas untuk digambar, mereka kebingungan dan berulang kali bertanya tentang gambar yang ingin mereka buat. Krayon dan pensil warna kemudian digunakan anak-anak untuk membuat karya 3 Mayar, . Menggambar Melalui Ekspresi Bebas Bagi Anak Usia Dini. Yogyakarta: Deepublish. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 164 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 Anak-anak di kelas ini tampak dibandingkan membuat sketsa. Seingga untuk mendorong sebagian anak agar terus menggambar, guru harus selalu mengawasi mereka selama latihan menggambar. Penjelasannya penggunaan metode menggambar yang terbatas oleh guru dalam latihan menggambar. TK Melati Ikhlas Padang sudah melakukan kegiatan menggambar. Namun, bahan-bahan tradisional seperti pensil dan krayon digunakan dalam Dengan kemampuan menggambar tentunya tidak akan berkembang jika latihan menggambar ini dilakukan dengan pendekatan yang sama. Para peneliti terdorong oleh adanya isu menggambar ini menggambar menarik yang dapat meningkatkan motivasi anak dalam membuat sketsa. Anak-anak pada menggambar sebagai hobi yang kanak-kanak. Dengan penggunaan alat menggambar tertentu, anak pada hakikatnya mengkomunikasikan ide, mimpi, perasaan, dan pengalaman yang mereka amati . Menurut perkembangan kognitif Piaget, melukis pada anak merupakan Aktivitas membantu anak mengembangkan memahami konsep-konsep seperti bentuk, warna, dan ruang, serta melibatkan pemikiran simbolik. Melalui mengonstruksi pemahaman mereka sensorimotor, dan merangsang perkembangan kognitif mereka. Jadi teknik yang akan penulis gunakan adalah teknik Spuit. Teknik Spuit merupakan semprotan berdasarkan desain mata Spuit. Biasanya alat spuit ini terbuat dari bahan stainless steel, plastik, besi, dan alumunium. Menggambar dengan teknik spuit membantu menarik perhatian anak. 2 Tujuan menggunakan teknik Spuit pada Pertama. Pengenalan warna dan bentuk: melalui penggunaan spuit Sumanto. Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. 5 Budi Sutomo. Cara Mudah Menghias Kue. Jakarta: Demedia Pustaka. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 165 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 dan berbagai warna cat, anak-anak dapat memperdalam pemahaman mereka tentang warna dan bentuk, pengembangan pemahaman seni Kedua. Pengenalan media Teknik Spuit memberikan anak kesempatan untuk berkenalan dengan berbagai media seni dan teknik, membuka wawasan mereka terhadap ekspresi seni yang Permendikbud No. Tahun 2009 menjelaskan kriteria pendidikan anak usia dini yang mendukung hal tersebut. Dalam hal ini disebutkan bahwa anak usia 5 hingga 6 tahun harus mampu mengekspresikan dirinya melalui gerakan menggambar yang tepat, berinteraksi dengan berbagai media dan aktivitas, serta menggambar sesuai dengan pemikirannya. Anak-anak Taman Kanak-kanak Melati Ikhlas Padang belum ada melakukan kegiatan menggambar menggunakan Teknik Spuit, karena Teknik Spuit ini adalah teknik menggambar inovasi untuk mengetahui kemampuan menggambar anak. Peneliti tertarik dengan pokok bahasan tersebut, seperti yang ditunjukkan oleh penjelasan sebelumnya mengenai Pengaruh Teknik Spuit Terhadap Kemampuan Menggambar Bentuk di Taman Kanak-kanak Ikhlas Padang. Melati METODE Penelitian kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen semu menggunakan teknik eksperimen. Penelitian semester JanuariAeJuni 2024 di TK Melati Ikhlas Padang. Sampel penelitian ini berjumlah 15 anak kelas B2 dan B3, sedangkan populasinya adalah seluruh siswa yang bersekolah di TK Melati Ikhlas Padang yang berjumlah 87 orang. Peneliti menyiapkan instrumen penelitiannya sebelum memulai penelitian apa pun. Alat ini dikembangkan ketika proposal penelitian yang didasarkan pada teori sedang dibuat. Sebelum melakukan observasi awal untuk Dalam penelitian ini tahapannya adalah: . Tahap perencanaan. Di sini peneliti menetapkan jadwal penelitian, memilih subjek dan subtopik, dan dengan menggunakan jumlah anak yang sama untuk setiap kelompok, memilih kelompok eksperimen dan . Tahap pelaksanaan. Pada hari pertama penelitian, dilakukan tes kemampuan awal (Pre-tes. anak terkait kemampuan menggambar dikelas eskperimen dan kelas kontrol tes awal dikelas eskperimen dilakukan oleh peneliti sedangkan DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 166 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 dikelas kontrol dilakukan oleh guru menggambar diberikan perlakuan dikelas eksperimen menggunakan Teknik Spuit dan dikelas kontrol dilakukan oleh guru kelas dengan pembelajaran seperti biasanya, yaitu dengan menggambar dengan teknik arsir Perlakuan ini dilakukan kelas,sehingga secara total terdapat 6 kali perlakuan selanjutnya Penilaian . ost-tes. kemampuan menggambar anak usia dini sesuai dengan indikator atau pertanyaan-pertanyaan pada penelitian pengaruh kemampuan menggambar untuk anak-anak dalam kelompok eksperimen dan kontrol, yang terdiri dari hasil tes sebelum, sesudah, dan pengobatan. Uji t digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data, namun uji homogenitas dan normalitas belum selesai sebagai prasyarat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pebriana. Analisis kemampuan berbahasa dan penanaman moral pada anak usia dini melalui metode Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 139-147. 7 Mulyasa. Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 8 Nasution N. Yaswinda. Analisis Pembelajaran Berhitung Melalui Anak usia dini adalah tahap menyelidiki, berimajinasi, dan lingkungan sekitarnya. Dengan mengembangkan kebiasaan yang biasanya puas dengan pengalaman Lompatan perkembangan adalah istilah untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat yang menjadi ciri awal 3 Pada hakikatnya pendidikan anak usia dini adalah pertumbuhan dan perkembangan anak secara utuh atau yang perkembangan kepribadian anak secara utuh. , pendidikan adalah proses memperoleh pengetahuan, tujuan untuk meningkatkannya. pendidikan anak usia dini berupaya agar menumbuhkan potensi pada diri anak sehingga bisa Media Prisma Pintar pada Anak Usia Din. Jurnal Obsesi, 4 . , 230-236. 9 Suryana. Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. Stimulasi Aspek Perkembangan, 1Ae94. 10 Asa L. Nursyam R. Ekspresi Diri Berbasis Gerak Maknawi Melalui Menciptakan Karya Tari Lenggang Meniti Asa Dance Work. Semakreasi, 2, 79-97. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 167 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 menyesuaikan diri dan siap untuk Usia dini merupakan masa yang optimal untuk memberikan landasan bagi pengembangan nilainilai moral dan agama, serta bakat fisik-motorik, sosial-emosional, dan kreatif. Salah satu hal yang harus dibina dengan baik pada anak usia dini adalah perkembangan seninya. Tujuan pendidikan seni di taman kanakkanak adalah untuk membekali anak-anak dengan alat yang mereka butuhkan untuk menyampaikan apa yang mereka ketahui dan rasakan melalui seni. Karya seni anak-anak menangkap kemegahan momen yang mereka alami. Oleh sebab itu, dibutuhkan menggambar anak sejak dini. Usia 0-6 tahun adalah usia dini, yang memerlukan berbagai pemberian dan ransangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Menggambar merupakan kegiatan yang merangsang minat belajar anak dan juga metode 11 Menggambar adalah salah satu kegiatan yang digemari anak. Seni dalam dua dimensi itulah gambar. Seseorang yang menggambar 4 melakukannya untuk mengkomunikasikan ide dan Garis dan warna merupakan representasi mental dan visual seseorang terhadap apa yang Anak kecil sebaiknya tidak hanya bermain menggambar. Menggambar dilakukan, untuk menghasilkan visual yang dapat Hal ini disebabkan karena anak masih belum kompak atau belum mampu membagi ide dan perasaannya. 13 Gambar anakanak, memiliki dua manfaat bagi membantu pengamatan praktis. Berdasarkan terdapat perbedaan kecil pada hasil Susanto. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Bumi Aksara. 12 Olivia. Gembira Bermain CoratCoret. Jakarta: Alex Media Komputindo. 13 Ukar. Taib. , & Alhadad. Analisis Kreativitas Menggambar Anak Melalui Kegiatan Menggambar. JICP: Jurnal Ilmiah Cahaya PAUD,3. , 118-124. 14 Hajar Pamadhi dan Evan Sukardi. Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka. 15 Hajar Pamadhi & Evan Sukardi. Seni Ketrampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 168 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 pre-test pertama antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mengenai bagaimana teknik spuit membuat sketsa siswa usia dini di TK Melati Ikhlas Padang. Hal ini terjadi karena belum adanya taktik baru yang digunakan baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, dimana kemampuan awal anak dinilai melalui tes. Hasil pre-test pada kelas eksperimen menunjukkan rata-rata 11,73, standar deviasi 1,09978, skor minimum 10, dan skor maksimum Sebaliknya, standar rata-rata pre-test kelas kontrol adalah 8,93. Skor tertinggi 10, skor minimum 8, dan deviasi 0,79881. Kemudian praeksperimen nilai signifikansi Shapiro Wilk sebesar 0,23 dan uji normalsi kendali pretes mempunyai nilai 0,06. Uji normalitas dengan SPSS 25. Pemahaman homogenitas kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan sig 0,072. Pada pretest ini, anak-anak di kelompok eksperimen dan kontrol juga melakukan hal yang sama. Hal ini5 bahan ajar baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol pada saat pre-test yang digunakan untuk menggambar anak di TK Melati Ikhlas Padang. Untuk memastikan menggambar bentuk berkembang dengan baik, guru hendaknya menarik perhatian siswa selama proses pembelajaran. Dalam proses pendidikan, seni berupaya menjadi media interaksi yang terjadi. Makna dan emosi juga dikomunikasikan antar Menurut perkembangan kognitif Piaget, diwujudkan dalam seni anak usia Anak-anak muda yang melukis belajar tentang bentuk, warna, dan ruang, serta cara berpikir secara simbolis. Melalui proses ini, anak-anak membangun persepsi mereka tentang dunia, memperkuat pengalaman sensorik pertumbuhan kognitif mereka. Oleh menerapkan pendekatan Spuit. Dengan menggunakan aplikasi spray, teknik Spuit menghasilkan motif cantik berdasarkan desain mata Spuit. Biasanya alat spuit ini DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 169 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 terbuat dari bahan stainless steel, plastik, besi, dan alumunium. Menggambar dengan teknik spuit membantu menarik perhatian anak. Tujuan dan manfaat menggambar menggunakan teknik Spuit pada anak usia dini diantaranya: Pertama. Pengenalan penggunaan spuit dan berbagai warna cat, anak-anak dapat memperdalam pemahaman mereka pengembangan pemahaman seni Kedua. Pengenalan media Teknik Spuit memberikan anak kesempatan untuk berkenalan dengan berbagai media seni dan teknik, membuka wawasan mereka terhadap ekspresi seni yang Berdasarkan pandang di atas, anak-anak dapat menggambar bentuk dengan teknik spuit sehingga membuat mereka lebih semangat belajar dan menarik Anak juga dapat mengenal warna-warna yang telah mengacu pada seluruh instrumen Dengan teknik spuit, semua benda tersebut dijadikan sebagai kegiatan menyenangkan yang dapat membantu anak menjadi lebih terampil dan antusias membuat sketsa. Setelah menerima temuan pre-test, setiap anak di kelas eksperimen mendapat perlakuan menggunakan media metode spuit. Pada perlakuan kedua, anak diberikan media khususnya teknik pada perlakuan ketiga, semua anak mendapat nilai sangat baik. dan terakhir dilakukan post-test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak setelah diberikan Beberapa tampaknya berada dalam kategori Nilai eksperimen berkisar antara 13 sampai 18 dengan rata-rata 15,33 1,447. Sebaliknya, post-test kelas kontrol menghasilkan nilai rata-rata 10,47 dengan standar deviasi 0,915, dengan 9 sebagai nilai terendah dan Selanjutnya pada uji prasyarat eksperimen uji normalitas post-test dengan menggunakan SPSS 25, nilai t t post-test eksperimen dan kontrol mempunyai nilai sig . -taile. sebesar 0,000, uji normalitas posttest kontrol sebesar 0,082, nilai eksperimen dan uji homogenitas post-test kontrol adalah sig 0,29, dan Shapiro Wilk adalah 0,162. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan dalam menggambar anak DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 170 Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 2 . Pages 162-172 antara usia 5-6 tahun di kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga penggunaan teknik spuit terbukti sangat efektif untuk kegiatan menggambar bentuk pada SIMPULAN Dengan nilai rata-rata pretest 8,93 dan post-test 10,47, maka secara keseluruhan kelas kontrol peneliti, sehingga selisih kelas kontrol menjadi 1,53. Selain itu, kelas eksperimen juga meningkat. rata-rata skor pra-tes mereka adalah 11,73, dan skor pasca-tes mereka adalah 15,33, dengan selisih 3,6. Meskipun skor rata-rata kelas mengalami peningkatan yang sama di kedua kelas. Yaitu 0,000 < 0,05 menurut nilai sig dua sisi. Hasilnya kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan, sehingga dapat dikatakan HO ditolak dan Ha Temuan menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam menggambar bentuk dipengaruhi oleh teknik spuit. DAFTAR PUSTAKA