p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 Darunnajah Islamic Boarding School Jakarta in the Framework of Society 5. 0: Uniting Tradition and Technology in the Curriculum Elita Fauzia. *). Muh. Zuhdi. Maftuhah. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Correspondence author : elitafauzia28@gamail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract Islamic boarding schools (Pesantre. are traditional Islamic educational institutions that have played a vital role in shaping the character, spirituality, and intellectuality of Muslims in Indonesia. However, technological advances and current social transformations require Islamic boarding schools to adapt quickly to remain relevant and contribute to modern society. Technological transformation in the Society 5. 0 era encourages all sectors, including Islamic education, to integrate advanced technology with humanitarian values. As educational institutions based on Islamic tradition. Islamic boarding schools face significant challenges and opportunities in responding to the demands of an increasingly digitalized and automated society. This article discusses how Darunnajah Islamic Boarding School, as a modern Islamic boarding school, adapts to the Society 5. 0 paradigm by developing a curriculum that combines traditional values and technological innovation with the principles of digital learning and a human-centered society as idealized in the Society 5. 0 concept. Using an exploratory qualitative approach, this study relies on interview data, documentation, and literature review with a comparative analysis of Deguchi's Society 5. 0 theory and Bernie Trilling's 21st-century skills theory. This study shows that Darunnajah Islamic Boarding School has made significant innovations in designing a curriculum that prioritizes life skills, digital literacy, and comprehensive Islamic character This is realized through the implementation of the Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) curriculum which is based on the values of Maqashid al-Syari'ah, integration of digital technology, and strengthening 21stcentury competencies. Keywords: Darunnajah Islamic Boarding School. Society 5. Curriculum. Technology. Islamic Tradition ABSTRAK Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional yang telah memainkan peran vital dalam pembentukan karakter, spiritualitas, dan intelektualitas umat Muslim di Indonesia. Namun, kemajuan teknologi dan transformasi sosial dewasa ini menuntut pesantren untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan kontributif dalam tatanan masyarakat modern. Transformasi teknologi di era Society 5. 0 mendorong semua sektor, termasuk pendidikan Islam, untuk mampu mengintegrasikan teknologi canggih dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis tradisi Islam menghadapi tantangan dan peluang besar dalam menjawab tuntutan masyarakat yang semakin terdigitalisasi dan terotomatisasi. Artikel ini membahas bagaimana Pesantren Darunnajah sebagai pesantren modern beradaptasi dengan paradigma Society 5. 0 melalui pengembangan kurikulum yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan inovasi teknologi dengan prinsip pembelajaran digital dan human-centered society sebagaimana diidealkan dalam konsep Society 5. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif, studi ini mengandalkan data wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan analisis komparatif terhadap teori Society 5. 0 dari Deguchi dan teori keterampilan abad 21 dari Bernie Trilling. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pesantren Darunnajah telah melakukan inovasi signifikan dalam merancang kurikulum yang mengedepankan kecakapan hidup, literasi digital, dan pembentukan karakter islami secara menyeluruh. Hal ini diwujudkan melalui penerapan kurikulum Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI) yang berlandaskan pada nilai-nilai Maqashid al-SyariAoah, integrasi teknologi digital, serta penguatan kompetensi abad ke-21. Keywords: Pesantren Darunnajah. Society 5. Kurikulum. Teknologi. Tradisi Islam https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 PENDAHULUAN Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional yang telah memainkan peran vital dalam pembentukan karakter, spiritualitas, dan intelektualitas umat Muslim di Indonesia. Tradisi panjang pesantren tidak hanya membentuk landasan penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang bersumber dari ajaran syariat Islam. Namun, kemajuan teknologi dan transformasi sosial dewasa ini menuntut pesantren untuk beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan kontributif dalam tatanan masyarakat modern. Memasuki era Society 5. 0, yaitu sebuah konsep masyarakat masa depan yang mengintegrasikan dunia fisik dan digital secara menyeluruh melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti artificial intelligence (AI). Internet of Things (IoT), big data, dan robotics, dunia pendidikan mengalami pergeseran paradigma yang sangat signifikan. Konsep ini diperkenalkan oleh Jepang dan disempurnakan oleh Deguchi sebagai upaya membentuk super smart society yang berpusat pada manusia dan bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta menyelesaikan berbagai problem sosial secara inovatif (Deguchi et al. , 2. Dalam konteks global, pendekatan ini semakin ditekankan oleh laporan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Developmen. yang menempatkan literasi teknologi, fleksibilitas kognitif, dan pemecahan masalah kontekstual sebagai elemen utama dalam sistem pendidikan masa depan (Schleicher, 2. Sejalan dengan itu, pendekatan pendidikan dalam Society 5. 0 menempatkan manusia sebagai pusat dari perkembangan teknologi. Dengan demikian, teknologi bukanlah tujuan, melainkan alat untuk membangun peradaban yang beradab . uman-centered technolog. (OECD, 2. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dituntut untuk merancang kurikulum yang tidak hanya berbasis pada hafalan dan teks, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup, literasi data, serta pemanfaatan teknologi secara etis dan kontekstual . Transformasi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi lembaga pendidikan Islam, termasuk pesantren, untuk mendesain ulang kurikulum yang tidak hanya berakar pada teks dan tradisi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi abad ke Trilling dan Fadel menekankan bahwa pendidikan modern harus mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi efektif, dan literasi digital (Erstad. Herman, & Angeles, 2. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dan inovasi teknologi menjadi tuntutan mutlak dalam pengembangan kurikulum pesantren masa kini. Integrasi antara nilai-nilai Islam dan kebutuhan global dapat diwujudkan melalui berbagai strategi, https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 seperti memperkuat kurikulum berbasis kitab kuning dengan penambahan materi sains dan teknologi, mengembangkan keterampilan soft skills dan hard skills yang berbasis syariah, serta menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan formal dan industri. Dengan manajemen kurikulum yang inovatif dan adaptif, pesantren dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global (Dace & Budi, 2. Dalam kerangka nilai-nilai Islam. Maqasid Al-Syariah menjadi fondasi filosofis dan etis yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum yang transformatif. Konsep ini, sebagaimana dirumuskan oleh al-Ghazali dan dikembangkan lebih lanjut oleh Jasser Auda menekankan lima pilar utama perlindungan nilai yaitu agama . ifz al-di. , jiwa . ifz al-naf. , akal . ifz al-aq. , keturunan . ifz al-nas. , dan harta . ifz al-ma. (Auda, 2. Pendekatan kurikulum berbasis Maqasid bukan hanya menjaga substansi Islam, tetapi juga mampu menjadi jembatan etis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi. Pesantren Darunnajah Jakarta merupakan salah satu contoh pesantren modern yang mencoba mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan digitalisasi. Melalui pengembangan kurikulum Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah (TMI). Darunnajah menerapkan pendekatan integratif yang memadukan nilai-nilai Maqasid Al-Syariah dengan kompetensi abad ke-21 serta teknologi informasi. Pendekatan ini dikenal sebagai model integratif-kontekstual, di mana nilainilai Islam tidak ditinggalkan, melainkan menjadi kerangka etis dalam setiap proses pembelajaran yang adaptif dan inovatif. (Yoseph Salmon Yusuf & Nur Ali, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana Pesantren Darunnajah menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis Maqasid Al-Syariah yang relevan dengan era Society 5. menganalisis strategi adaptasi terhadap tantangan transformasi digitalndalam mewujudkan kurikulum yang kontekstual, transformatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Dengan menggabungkan pendekatan normatif Islam dan inovasi teknologi mutakhir di era Society 0 diharapkan mampu menghasilkan model pendidikan pesantren yang rooted in tradition but agile and futuristic. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam, tetapi juga menawarkan inspirasi praktis bagi pesantren lain di Indonesia dalam merespons era disrupsi digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif analitis, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena yang dikaji melalui penggalian data https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 kontekstual dan detail pada setiap kasus. Metode ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi makna, sifat, dan dinamika permasalahan sosial maupun kemanusiaan yang sedang diteliti (John. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik, yakni wawancara dengan Pimpinan Pondok Pesantren. Sekretaris Pesantren. Departemen Kurikulum. Departemen Pengasuhan Santri. Direktur Digi Kidz, serta para guru di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran dan pengelolaan kurikulum. studi dokumentasi terhadap dokumen kurikulum formal dan non-formal. serta kajian pustaka dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas kurikulum pesantren dalam bingkai society 5. Seluruh data yang terkumpul dianalisis secara tematik dengan mengacu pada kerangka Miles dan Huberman yang mencakup tiga tahapan utama, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Kurikulum Integratif Berbasis Model TMI Struktur kurikulum yang diterapkan di pesantren Darunnajah mengembangkan kurikulum berbasis model Tarbiyatul MuAoallimin Al-Islamiyah (TMI), yang mengintegrasikan tiga komponen utama: kurikulum nasional (DIKNAS dan KEMENAG), . kurikulum salaf berbasis kitab kuning, dan . kurikulum Kulliyatul MuAoallimin Al-Islamiyah (KMI) yang diadaptasi dari Pondok Modern Gontor. Setiap disiplin ilmu baik yang bersifat keagamaan (Islam maupun non-Isla. , ilmu-ilmu sosial, humaniora, maupun ilmu-ilmu alam pada hakikatnya tidak dapat berdiri secara independen. Masing-masing memerlukan kolaborasi, saling keterhubungan, dan interaksi lintas bidang. Hubungan antar ilmu ditandai oleh saling melengkapi, saling mengkritisi secara konstruktif, serta membangun dialog dan sinergi untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif (Anshori et al. , 2. Model ini merepresentasikan paradigma kurikulum integratif, yang tidak hanya menghindari dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, tetapi juga mengedepankan pembelajaran kontekstual dan transformatif Struktur jenjang TMI mencakup enam tingkat pendidikan berkelanjutan, yaitu kelas 1,2,3 . etara Madrasah Tsanawiyah/MT. dan kelas 4,5,6 . etara Madrasah Aliyah/MA atau SMA). Kurikulum ini tidak sekadar menekankan aspek akademik, tetapi berlandaskan pada pola dasar pendidikan pesantren yang khas: Panca Jiwa. Panca Bina, dan Panca Dharma. Ketiga pilar ini dirancang untuk membentuk karakter santri yang adaptif terhadap perubahan global, namun tetap kokoh dalam https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 nilai-nilai Islam. Panca Jiwa. Lima nilai dasa yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan dalam belajar. Ini menjadi dasar pembentukan karakter santri. Dalam konteks Society 5. 0, nilai-nilai ini krusial untuk menyeimbangkan antara kemampuan adaptasi teknologi dan keteguhan moral. Menurut Deguchi Society 5. 0 menuntut manusia memiliki kecerdasan kolektif yang berbasis nilai, bukan sekadar kecerdasan digital (Deguchi et al. , 2. Oleh karena itu. Panca Jiwa berfungsi sebagai modal karakter spiritual untuk membentuk human centric learner yang tangguh dan reflektif. Panca Bina. Panca Bina mengarahkan pendidikan santri pada lima aspek: ketakwaan kepada Allah SWT, akhlak mulia, kesehatan jasmani, kecakapan hidup, dan keluasan wawasan. Model ini sejalan dengan prinsip holistic education yang menekankan keseimbangan antara knowledge, skill, and attitude (Schleicher, 2. Pesantren Darunnajah merespons kebutuhan ini dengan membangun kurikulum yang tidak hanya kognitif, tetapi juga transformatif melalui integrasi aktivitas fisik, ibadah, dan pembinaan sosial. Panca Dharma. Sebagai perwujudan peran sosial santri. Panca Dharma menanamkan kesadaran akan tanggung jawab individual, sosial, dan nasional. Santri diarahkan untuk menjadi kader umat dan bangsa melalui penguatan peran dakwah Islamiyah, cinta tanah air, dan keterlibatan dalam pembangunan sosial. Pendekatan ini mendukung lahirnya moral and civic agent yang sesuai dengan tuntutan Global Citizenship Education yaitu warga yang kritis, inklusif, dan memiliki kesadaran tanggung jawab global sebagaimana yang di kemukakan oleh UNESCO (UNESCO. Pesantren Darunnajah secara aktif mempersiapkan santri sebagai agen perubahan . gent of chang. yang tidak hanya cakap dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam. Persentase keterlibatan siswa secara keseluruhan mencapai 88,67%, dengan indikator meliputi keaktifan menjawab pertanyaan, partisipasi dalam kelompok, serta antusiasme menyelesaikan tugas visual. Namun demikian, siswa dengan gaya belajar auditorial menunjukkan respons yang lebih rendah, karena strategi pembelajaran belum sepernuhnya mengakomodasi kebutuhan mereka akan instruksi verbal dan diskusi. Integrasi Nilai Maqashid al-SyariAoah dalam Kurikulum Pesantren Darunnajah Konsep Maqashid al-SyariAoah secara kontemporer dipahami sebagai prinsip universal yang mencakup perlindungan terhadap agama . , jiwa . , akal (Aoaq. , keturunan . , dan harta https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 . , yang tidak hanya digunakan sebagai fondasi hukum Islam, tetapi juga sebagai dasar perancangan kurikulum pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman modern. Perspektif ini diperkuat untuk mendorong integrasi maqashid ke dalam sistem pendidikan berbasis teknologi dan nilai kemanusiaan dalam era Society 5. 0, pendekatan ini menuntut agar proses pembelajaran tidak hanya bertujuan kognitif, tetapi juga pengembangan etika, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial (Yoseph Salmon Yusuf & Nur Ali, 2. Kurikulum Pesantren Darunnajah dirancang dengan menjadikan Maqashid al-SyariAoah sebagai fondasi filosofis dan operasional. Dalam konteks kurikulum pesantren Darunnajah, aspek hifz aldin . diintegrasikan dalam penguatan mata pelajaran diniyah seperti tafsir, hadis, dan fikih, tahfidz al-QurAoan, dan penguatan akidah. Hifz al-nafs . diwujudkan dengan adanya pendidikan kesehatan dan pembiasaan hidup sehat dalam lingkungan pesantren. hifzh al-nasl . dikembangkan dalam bentuk pendidikan karakter, pembinaan akhlak, serta pembelajaran berbasis problem solving terkait isu-isu sosial seperti kesehatan mental, etika digital, dan relasi gender dalam Islam. Sementara hifzh al-Aoaql dan hifzh al-mal . kal dan hart. direfleksikan melalui program literasi digital, kewirausahaan santri, dan pengembangan logika kritis melalui pelatihan debat serta kajian interdisipliner. Dengan begitu, kurikulum ini bukan hanya mengedepankan aspek kognitif, melainkan juga integrasi antara dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Integrasi ini relevan dengan model pendidikan Islam kontemporer yang menekankan pendekatan holistik, bahwa pendidikan Islam masa kini harus menghubungkan aspek ruhani, intelektual, dan digital (Alawilhuda. Alfadilah, & Miftah, 2. Oleh karena itu, kurikulum Pesantren Darunnajah menjadi prototipe kurikulum Islam berbasis Maqashid yang mampu beradaptasi dengan tantangan Society 5. 0 secara substantif dan aplikatif. Inovasi Pembelajaran Abad 21 dalam Konsep Society 5. Konsep pembelajaran dalam konteks Society 5. 0 memiliki keterkaitan yang kuat dengan kecakapan abad ke-21, yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, pendekatan ini perlu diselaraskan dengan kompetensi yang ditargetkan, agar relevan dan adaptif terhadap tuntutan kemampuan di era Society 0 (Limbong et al, 2. Pesantren Darunnajah, sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis asrama, memiliki karakteristik khas yang menekankan pembentukan karakter, etika, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai nilai Islam. Dalam menghadapi tantangan era Society 5. pesantren ini mengembangkan https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 pendekatan pembelajaran adaptif yang mempertahankan nilai-nilai tradisional melalui pembinaan harian, keteladanan, serta internalisasi prinsip maqashid al-syariAoah dalam setiap kegiatan Pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren dilakukan secara selektif dan proporsional. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, tetapi sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pembelajaran. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligenc. dan big data telah mulai dimanfaatkan dalam merancang modul pembelajaran yang dipersonalisasi, berdasarkan minat dan kemampuan masing-masing santri, namun tetap berada dalam kerangka nilai-nilai Islam yang ketat. Dalam rangka mengintegrasikan prinsip Society 5. 0 ke dalam sistem pendidikan, kurikulum pesantren Darunnajah telah menyesuaikan dengan kerangka kecakapan abad 21 seperti yang dikemukakan oleh Trilling dan Fadel yang mencakup Life and Career Skills. Learning and Innovation Skills . dan Information. Media, and Technology Skills (Trilling & Charles, 2. Life and Career Skills, konsep ini dibentuk melalui pembentukan karakter santri yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab menjadi prioritas utama. Sistem asrama, kegiatan kepemimpinan, dan pelatihan kewirausahaan melalui unit usaha pesantren seperti pengelolaan green house, menjadi sarana efektif dalam membekali santri dengan keterampilan hidup dan kesiapan berkarier. Learning and Innovation Skills . , pesantren mendorong santri untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis . ritical thinkin. melalui pembelajaran kitab kuning, forum bahtsul masail, dan diskusi ilmiah. Komunikasi efektif dilatih dalam kegiatan pidato berbahasa Arab dan Inggris, serta presentasi kelompok. Kolaborasi tercermin dalam kegiatan organisasi santri, kerja tim dalam proyek kelas, dan ekstrakurikuler. Kreativitas difasilitasi melalui program seni, media digital, kewirausahaan, serta kompetisi karya ilmiah. Dalam era percepatan digital dan model pembelajaran yang menggabungkan ruang fisik dan virtual, keterampilan komunikasi dan kolaborasi menjadi unsur esensial untuk mendukung efektivitas proses belajar dan interaksi antarpeserta didik (UNESCO, 2. Information. Media, and Technology Skills. Meskipun penggunaan gawai oleh santri dibatasi, pesantren tetap memberikan pelatihan literasi digital bagi guru dan santri. Platform digital dimanfaatkan untuk manajemen kelas, administrasi pembelajaran, serta akses terhadap sumber sumber belajar modern. Hal ini menunjukkan adanya upaya integratif antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian nilai nilai tradisional pesantren. Dengan pendekatan ini, pesantren Darunnajah menunjukkan kesiapan dalam menjawab tantangan https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 Society 5. 0 tanpa kehilangan identitas keislaman dan tradisionalnya. Transformasi ini menjadi bukti bahwa pesantren dapat mengembangkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur Islam. Desain kurikulum Darunnajah menunjukkan respons adaptif terhadap tantangan Society 5. 0, yang mengedepankan sinergi antara kecerdasan teknologi dan nilai-nilai Strategi Institusional dalam Membangun Ekosistem Society 5. Transformasi pendidikan Islam memerlukan integrasi nilai keislaman dan inovasi modern melalui teknologi digital, dan pemberdayaan sumber daya manusia, dengan dukungan kepemimpinan adaptif serta kolaborasi lintas negara (Rahim. Kemala, & Putri, 2. Esensi dari transformasi dalam manajemen pendidikan Islam terletak pada kemampuan menyelaraskan dimensi intelektual, spiritual, dan teknologi secara harmonis. Tujuannya bukan semata mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk insan berkarakter yang menjunjung tinggi akhlak mulia, memiliki daya saing global, serta kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Dalam kerangka Society 5. 0, transformasi ini mengarahkan pesantren untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi, namun tetap berlandaskan pada niali nilai Islam sebagai etika dasar pendidikan (Ramadhan. Ahmad, & Kamaludin, 2. Pesantren Darunnajah telah melakukan transformasi kurikulum tidak hanya dari sisi isi, tetapi juga melalui pembangunan ekosistem pembelajaran yang progresif guna menjawab tantangan di era Society 5. Transformasi ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis yang menyentuh aspek sumber daya manusia, infrastruktur, serta jejaring kerja sama global. Pertama, dilakukan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis digital. Para pendidik diberikan akses terhadap pelatihan teknologi pendidikan, baik melalui program internal pesantren maupun melalui kerja sama dengan lembaga eksternal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru dan memastikan mereka mampu mengelola pembelajaran dengan pendekatan yang relevan di era konektivitas tinggi. Kedua. Darunnajah secara aktif mendorong kemitraan strategis dengan dunia industri, lembaga internasional, serta institusi berbasis teknologi. Kolaborasi ini meliputi dukungan terhadap kegiatan para santri dalam pengembangan bidang seperti teknologi digital, robotika, kewirausahaan, serta penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Kegiatan ini bukan hanya memperluas wawasan santri, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi global yang dibutuhkan di abad ke-21. Ketiga, dalam hal sarana dan prasarana, pesantren ini menempatkan pembangunan infrastruktur https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 digital sebagai prioritas utama. Peningkatan kualitas fasilitas seperti jaringan Wi-Fi yang andal, pengadaan laboratorium komputer yang memadai, serta pengembangan perpustakaan digital menjadi bagian integral dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi antara ruang fisik dan virtual. Dengan seluruh upaya tersebut. Pesantren Darunnajah tidak hanya menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman, tetapi juga tampil sebagai lembaga pendidikan Islam yang visioner dan siap bersaing di tengah dinamika era Society 5. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Darunnajah telah berhasil membangun kurikulum yang holistik dan integratif melalui pendekatan Tarbiyatul MuAoallimin Al-Islamiyah (TMI). Kurikulum ini menyatukan tiga basis utama, kurikulum nasional (DIKNAS dan KEMENAG), kurikulum salaf . itab kunin. , dan kurikulum modern berbasis Kulliyatul MuAoallimin alIslamiyah (KMI) dari Gontor. Nilai-nilai Maqashid al-SyariAoah telah dijadikan kerangka filosofis dan operasional kurikulum, yang menyatu dalam struktur pembelajaran, pembinaan karakter, dan program kewirausahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya fokus pada capaian kognitif, tetapi juga spiritual, sosial, dan digital. Pembentukan karakter melalui Panca Jiwa. Panca Bina, dan Panca Dharma menjadi fondasi kuat dalam menyeimbangkan antara nilai-nilai tradisional dan kecakapan abad 21. Selain itu, pesantren secara progresif memanfaatkan teknologi secara selektif dalam pembelajaran berbasis AI dan manajemen digital, tanpa meninggalkan peran guru sebagai figur sentral dalam pendidikan moral dan spiritual. Pendekatan ini menjadikan Pesantren Darunnajah sebagai model kurikulum Islam yang kontekstual, resilien, dan responsif terhadap tantangan era Society 5. Dari temuan ini, dapat dikembangkan pokok-pokok pikiran baru bahwa: Pesantren memiliki potensi sebagai pusat inovasi pendidikan Islam berbasis nilai dan teknologi yang tidak bertentangan dengan tradisi. Integrasi Maqashid al-SyariAoah dengan teknologi modern merupakan strategi efektif dalam membentuk peserta didik yang unggul secara spiritual, intelektual, dan Model kurikulum Darunnajah dapat direplikasi sebagai prototipe pendidikan Islam era digital yang berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan global. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 DAFTAR REFERENSI Alawilhuda. Alfadilah. , & Miftah. Transformation of Islamic Education Management The Era Society (I), 42Ae53. https://doi. org/xx. x/ahad. Auda. MAQASID AL-SHARIAH as Philosophy of Islamic Law A Systems Approach. The International Institute of Islamic Thought london washington. Dace, & Budi. Manajemen Kurikulum di Pesantren: Mengintegrasikan Nilai Keislaman dan Kebutuhan Global. EDUKASIANA: Journal of Islamic Education, 4. , 399Ae409. https://ejournal. id/index. php/edukasiana Deguchi. Hirai. Matsuoka. Nakano. Oshima. Tai. A Sameshima. Society 5. 0: A People-Centric Super-Smart Society. Spinger Open 2020. Retrieved from https://library. org/bitstream/handle/20. 12657/41719/2020_Book_Society50. ?sequenc#page=59 Erstad. Herman. , & Angeles. Defining Twenty-First Century Skills. Retrieved from https://doi. org/10. 1007/978-94-007-2324-5 Isa Anshori. Nur Baiti Rohmah. Wulandari. , & Wulan Sari. Paradigma Integratif-Interkonektif Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Raudhah, 2. , 32Ae45. John. Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Amerika Serikat: SAGE. Limbong. Pasaribu. Tampubolon. , & Lubis. The Relevance of The Independent Learning Curriculum to the 21st Century Learning Model in Development of Society Era 5. EDUCTUM: Journal Research, 3. , 100Ae106. Retrieved from https://doi. org/10. 56495/ejr. OECD. Trends Shaping Education 2023. OECD Publishing. Rahim. Kemala. , & Putri. TRANSFORMASI KOMUNIKASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ASIA TENGGARA, 5, 77Ae89. Ramadhan. Ahmad. , & Kamaludin. Transformasi Manajemen Pendidikan Islam. AT-TAJDID: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 03. , http://dx. org/10. 24127/att. Schleicher. The Future of Education and Skills: Education 2030. OECD Education Working Papers, 23. Retrieved from http://w. org/education/2030/E2030 Position https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 151-161 Paper . Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Trilling. , & Charles. 21st-century skills: learning for life in our times. US: JosseyBass A Wiley Imprint. UNESCO. Global education monitoring report 2023. Southeast Asia: technology in education: a tool on whose terms? Summary . Global Education Monitoring Report 2023. Southeast Asia: Technology in Education: A Tool on Whose Terms? Summary (In. Retrieved from https://doi. org/10. 54676/mwkz6101 Yoseph Salmon Yusuf, & Nur Ali. Strategi Pembelajaran Integratif di Pesantren Dengan Menggabungkan Tradisi dan Modernitas. Journal of Islamic Education Studies, 3. , 173Ae Retrieved from https://doi. org/10. 58569/jies. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2798/2496