PERANCANGAN MEDIA VISUAL SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN PENYULUHAN EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH JERAMI Rikhan Noor Adilah1. Ine Rachmawati2. Kusnadi3 Desain Komunikasi Visual, 3Teknik Informatika. Universitas Catur Insan Cendekia Jl. Kesambi No. Drajat. Kec. Kesambi. Kota Cirebon. Jawa Barat 45133 e-mail: rikhanadilah@gmai. com1, ine. rachmawati@cic. id2, kusnadi@cic. ABSTRAK Pemanfaatan limbah jerami padi di Kecamatan Juntinyuat Kab Indramayu masih belum maksimal, sebagian besar jerami dibakar yang merupakan tindakan yang kurang tepat karena memiliki sejumlah dampak negatif. Kegiatan penyuluhan pertanian yang diadakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Juntinyuat Kab Indramayu adalah upaya untuk mengedukasi para petani dalam kelompok tani yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan atau kemampuan dalam mengolah limbah jerami. Untuk mendukung kegiatan penyuluhan. BPP belum memiliki media informasi untuk menyampaikan materi kepada para Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pendampingan langsung kepada BPP dalam perancangan media sebagai penunjang kegiatan penyuluhan edukasi pemanfaatan limbah Pendekatan pendampingan menggunakan metode design thinking dalam proses perancangan media. Target dari penyuluhan edukasi ini adalah anggota kelompok tani di Kecamatan Juntinyuat Kab Indramayu. Tujuan pendampingan pembuatan media untuk penyuluhan ini agar materi yang disampaikan lebih menarik sehingga mengajak para petani untuk memanfaatkan jerami dan tidak membakar jerami. Perancangan media yang digunakan berupa video ilustrasi, video berisi penjelasan dampak buruk membakar jerami, dan menjelaskan cara mengolah jerami padi menjadi kompos yang bermanfaat dan bernilai. Media pendukung berupa poster berisi pesan ajakan berhenti membakar jerami dan menjelaskan dampak buruknya secara singkat, x-banner berisi penjelasan singkat cara pengolahan jerami dan pamflet berisi tuntunan membuat pengurai sendiri untuk membuat kompos. Ini adalah petunjuk penulisan jurnal Grafis. Abstrak tidak boleh lebih dari 200 kata dan isi abstrak ditulis dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman, 11, single dan dalam format satu kolom. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, posisi abstrak bahasa Indonesia di atas abstrak berbahasa Inggris. Kata Kunci : Limbah Jerami. Video. Edukasi ABSTRACT Utilization of rice straw waste in Juntinyuat sub-district is still not maximized, most of it is burned which is not a good action because it has numerous negative impacts. Agricultural extension activities held by the Agricultural Extension Center (Balai Penyuluhan Pertania. are efforts to educate farmers in farmer groups that aim to produce changes in knowledge or To support extension activities, the Agricultural Extension Center requires information media to deliver material. The research used qualitative and quantitative methods by interview, observation and questionnaire. The target of this social campaign design are members of farmer The strategy of delivering the message uses a rational strategy, inviting the audience to use straw and not burning straw by stating facts about rice straw and the negative effects of burning straw conveyed through the media. Media used for the campaign is a video as the main medium, the video contains an explanation of the bad effects of burning rice straw, and explains how to process rice straw into useful and valuable compost. The supporting media are posters containing messages pursuing to stop burning straw and briefly explaining the bad effects, x-banners containing brief explanations of how to process straw and pamphlets containing instructions for making decomposers to make compost. Keywords: Straw Waste. Video. Education PENDAHULUAN Pemanfaatan limbah jerami padi di kecamatan Juntinyuat. Indramayu masih belum Kegiatan penyuluhan pertanian yang diadakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah upaya untuk mengedukasi petani dalam kelompok tani yang bertujuan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan atau kemampuan. Untuk mendukung kegiatan penyuluhan. BPP memerlukan media informasi sebagai alat untuk menyampaikan materi. BPP Juntinyuat memiliki keterbatasan media edukasi tentang pemanfaatan limbah jerami, belum tersedia media tentang pemanfaatan limbah jerami padi yang mudah dipahami dan menarik bagi para petani. Dari hasil observasi ditemukan bahwa setelah panen selesai, lahan sawah akan digunakan untuk menanam padi kembali, sehingga limbah jerami yang menumpuk harus dihilangkan, untuk menghilangkannya sebagian besar jerami dibakar. AU Dari hasil observasi di BPP Juntinyuat ditemukan bahwa terdapat beberapa media informasi seputar pertanian, namun media tentang pemanfaatan jerami padi tidak tersedia. Berdasar hasil wawancara dengan penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Juntinyuat, pemanfaatan jerami padi di Kecamatan Juntinyuat masih belum maksimal, kurang keterampilan dan pengetahuan adalah penyebab mengapa masih banyak yang tidak memanfaatkan jerami padi, padahal jumlah jerami padi yang melimpah berpotensi untuk dimanfaatkan. AU Untuk mengedukasi para petani BPP (Balai Penyuluhan Pertania. Juntinyuat melakukan penyuluhan. Penyuluhan berisi tentang pemanfaatan jerami padi menjadi kompos atau pakan ternak. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan cara menyampaikan materi menggunakan media penyuluhan kemudian atau praktik langsung bersama anggota kelompok Petani cukup antusias menerima materi penyuluhan, namun ada juga yang menolak. Kendala yang dialami pada saat kegiatan penyuluhan adalah dari beberapa anggota kelompok tani yang tidak tertarik untuk mengolah jerami karena beberapa alasan misalnya malas. Para petani juga sebagian besar memiliki minat baca rendah sehingga media yang berisi banyak tulisan kurang disukai karena sulit dipahami dan tidak menarik. AU Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk membuat media kampanye edukasi bagi Balai Penyuluh Pertanian tentang pemanfaatan jerami untuk menunjang penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Juntinyuat dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Perumusan permasalahan ini yaitu membuat media edukasi yang menarik dan mudah dipahami bagi petani tentang pemanfaatan jerami bagi BPP agar memudahkan penyuluh pertanian dalam melakukan Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan media edukasi bagi penyuluh pertanian di BPP Juntinyuat mengenai pemanfaatan, serta mengembangkan media edukasi dari media yang telah digunakan oleh BPP. Objek dalam perancangan ini adalah media kampanye edukasi pemanfaatan jerami berisi informasi tentang kekurangan membakar jerami dan ajakan untuk mengolah jerami, serta tutorial mengolah jerami. Sasaran atau target utama dari media edukasi atau kampanye ini adalah membuat perancangan media edukasi berupa video sebagai media utama, poster, x-banner dan pamflet sebagai pendukung. Perancangan media ini digunakan sebagai penunjang dalam penyuluhan yang dilakukan oleh BPP kepada para petani. METODE PENELITIAN Metode perancangan yang dilakukan adalah dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dikembangkan dalam perancangan media berupa media edukasi tentang pemanfaatan jerami padi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan studi Metode analisis data yang dilakukan adalah dengan metode 5W 1H dengan membuat jawaban dari pertanyaan apa, mengapa, kapan, di mana, siapa dan bagaimana tentang permasalahan dalam kegiatan penyuluhan pertanian dan pemanfaatan jerami padi. Langkah metode yang dilakukan demi memetakan dan menganalisis permasalahan yang Pada observasi lapangan, terdapat dua analisis yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung, antara lain: AU Faktor Pendukung Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Jerami Padi, antara lain: AU Anggota kelompok tani yang cukup antusias mengikuti kegiatan penyuluhan. AU Jumlah jerami yang melimpah di kecamatan Juntinyuat yang berpotensi besar untuk AU Faktor Penghambat Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Jerami Padi: AU Minat baca anggota kelompok tani yang rendah. AU Beberapa anggota kelompok tani tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan AU Belum ada media penyuluhan yang mudah dipahami dan menarik bagi anggota kelompok tani. ANALISIS 5W1H What Why When Wher Who How Tabel 1. Analisis awal sebagai pemetaan permasalahan Jumlah limbah jerami yang melimpah dan pemanfaatannya yang belum maksimal. Karena keterbatasan media edukasi oleh penyuluh pertanian mengenai pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah jerami padi. Ketika waktu panen padi tiba, dua kali dalam setahun BPP Kecamatan Juntinyuat, kabupaten Indramayu. Penyuluh Pertanian, anggota kelompok tani, para Dengan membuat media edukasi pengolahan limbah jerami. Analisis ini bertujuan untuk dapat memahami sebagai langkah pengembangan media yang sebelumnya digunakan dan merancang media edukasi pemanfaatan limbah jerami yang mudah dipahami dan menarik. Media yang dirancang diharapkan dapat membantu kegiatan penyuluhan BPP Juntinyuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan Media Media dipilih berdasarkan kebutuhan BPP mengenai media penyuluhan yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami dari media yang telah digunakan sebelumnya. Media utama yang dipilih adalah video, dipilih berdasarkan hasil kuesioner yang menunjukkan sebagian besar responden mendapat informasi dari media audiovisual . Video juga dipilih karena berisi suara dan gambar bergerak, sehingga lebih mudah dipahami karena audiens tidak perlu membaca untuk mendapat informasi yang disampaikan. Video berisi penjelasan singkat dampak buruk pembakaran jerami, kemudian dilanjut dengan tutorial mengolah jerami menjadi kompos. Untuk media pendukung yang dipilih adalah poster, berisi ajakan untuk tidak membakar jerami padi, x-banner berisi tutorial mengolah jerami menjadi pakan ternak dan kompos dengan singkat, dan pamflet berisi tutorial membuat pengurai sendiri untuk membuat kompos. Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dari media edukasi pemanfaatan jerami adalah anggota kelompok tani dalam kelompok-kelompok tani, sebagai berikut: AU DemografisAU Usia AU AU : 25 -50 tahun Jenis kelamin AU : Laki-laki dan Perempuan Pekerjaan AU : Petani, peternak dan lainnya AU Psikografis AU Seseorang yang memiliki minat untuk mengolah limbah jerami dan peduli lingkungan AU Geografis AU Anggota dalam kelompok-kelompok tani di Kecamatan Juntinyuat. Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Konsep Kreatif AU Isi Pesan (What to Sa. Pesan yang disampaikan adalah bahwa jerami merupakan limbah pertanian yang memiliki sejumlah potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat, membakar jerami bukan cara tepat untuk menghilangkan limbah, yang juga dapat menimbulkan AU Bentuk Pesan (How to Sa. Pesan disampaikan dengan cara memberi tahu dampak buruk pembakaran jerami serta mengajak dan menuntun khalayak bagaimana cara memanfaatkan jerami melalui audiovisual serta teks dan ilustrasi yang menjelaskan bahan, alat dan tahapan-tahapan pengolahan jerami. Program Kreatif AU Tema Pesan (Big Ide. Tema pesan dari media edukasi yang dirancang adalah mengolah jerami menjadi sesuatu yang bermanfaat yang juga di saat bersamaan membersihkan lingkungan dari limbah pertanian. AU Strategi Penyajian Pesan Penyajian pesan menggunakan strategi rasional. Pesan disampaikan dengan memberi fakta-fakta mengenai jerami dan alasan mengapa pemanfaatan jerami menguntungkan serta memberi alasan mengapa membakar atau menimbun jerami bukan hal tepat untuk menghilangkannya. AU Pengarahan Pesan Visual AU Warna Warna yang digunakan adalah warna-warna yang berkaitan dengan tanaman dan masa panen yaitu hijau, cokelat, dan kuning keemasan seperti jerami kering. AU Ilustrasi Ilustrasi yang digunakan pada media cetak adalah ilustrasi gambar suasana panen padi serta berupa penjelasan tahap, alat dan bahan pemanfaatan jerami untuk memperjelas pesan yang disampaikan. AU Layout Tata letak pada media cetak diatur secara seimbang, kontras, berurutan dan sederhana setiap bagiannya supaya pembaca mudah mengetahui perbedaan bagian satu dengan yang lain dan mudah dipahami. AU Tipografi Tipe huruf yang digunakan adalah huruf tipe sans-serif untuk bagian isi dan judul, pada media cetak tipe sans-serif lebih nyaman dibaca pada teks yang dicetak besar seperti pada poster atau banner. AU Proses Desain Atau Visualisasi a. AU Penjaringan Ide Visual Ide visual didapatkan dari suasana panen padi, warna-warna dominan yang dipilih adalah warna-warna yang ditemukan atau diasosiasikan dengan alam, yaitu hijau dan cokelat untuk memberi kesan alami atau asri. AU Pengembangan Bentuk Visual Pengembangan bentuk visual ke dalam beberapa media, antara lain: Thumbnail Gambar 1. Thumbnail Poster Gambar 2. Thumbnail Pamflet Gambar 3. Thumbnail X-Banner Gambar 4. Thumbnail Video Tight Tissue Gambar 5. Tight Tissue Poster Gambar 6. Tight Tissue Pamflet Tutorial Membuat Dekomposer Gambar 7. Tight Tissue X-Banner Gambar 8. Tight Tissue Video Eksekusi Final Desain Gambar 9. Desain Final Poster Gambar 10. Desain Final Pamflet Gambar 11. Desain Final X-Banner Gambar 12. Desain Final Video KESIMPULAN Perancangan kampanye sosial edukasi pemanfaatan limbah jerami dilatarbelakangi oleh sedikitnya pemanfaatan limbah jerami padi di kecamatan Juntinyuat. Indramayu. Untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan supaya dapat mengolah jerami, para petani memerlukan informasi dari Balai Penyuluh Pertanian melalui kegiatan penyuluhan. Dalam kegiatan penyuluhan, media diperlukan untuk mempersuasi dan mengedukasi anggota kelompok tani. Di BPP kecamatan Juntinyuat masih belum tersedia media edukasi pemanfaatan jerami yang mudah dipahami dan menarik bagi para petani. Perancangan kampanye sosial pemanfaatan limbah jerami ini menghasilkan media untuk BPP juntinyuat dalam melakukan penyuluhan tentang pemanfaatan jerami padi kepada anggota kelompok tani untuk mengampanyekan pemanfaatan limbah jerami DAFTAR PUSTAKA