ARUMBAE: JURNAL ILMIAH TEOLOGI DAN STUDI AGAMA Available online at: http://ojs. id/index. php/arumbae E-ISSN: 2715-775X Vol. No. 2 (Desember, 2. : 273-294 DOI: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata,1 Otniel Aurelius Nole,2* Devrinho Julliard,3 Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay,4 Riki Sumardi Fay. Magister Sosiologi Agama. Universitas Kristen Satya Wacana *Corresponding Author Email: niellarta09@gmail. Submitted: 19-10-2024 Accepted: 21-11-2024 Published: 27-12-2024 Abstract The Christian Foundation for Public Health (YAKKUM) is a social foundation engaged in public health, focusing on all religious communities, including marginalized people who do not get justice. This research aimed to analyze how YAKKUMAos works to liberate the rights of marginalized people from the perspective of De La TorreAos liberation theology. This research used a qualitative descriptive analysis method with a literature review approach, observation, and interviews with credible participants. We found that YAKKUM is a social movement in the health sector that transforms the lives of people with services, empowerment, and guidance accompanied by Through work units. YAKKUM provides transformative services and empowers and guides marginalized people to live in peace and prosperity. YAKKUMAos efforts to liberate marginalized groups are tangible actions that manifest through a vertical relationship with God and are realized horizontally with fellow humans. Keywords: Human Rights. Liberation theology. Marginalized people. YAKKUM. Abstrak Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) merupakan yayasan sosial yang bergerak pada bidang kesehatan umum dengan berfokus pada semua kalangan umat beragama, termasuk pada orang terpinggirkan yang tidak mendapatkan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karya YAKKUM memerdekakan hak orang terpinggirkan yang dikaji dari perspektif teologi pembebasan Miguel A. De La Torre. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur, observasi, dan wawancara dengan partisipan yang Kami menemukan bahwa YAKKUM adalah gerakan sosial pada bidang kesehatan yang mentransformasi kehidupan insan dengan pelayanan, pemberdayaan, dan pembinaan yang disertai kasih sayang. Melalui unit-unit kerja. YAKKUM memberikan pelayanan yang bersifat transformatif, kemudian menghadirkan pemberdayaan dan pembinaan kepada insan terpinggirkan untuk hidup damai dan sejahtera. Usaha YAKKUM untuk membebaskan orang yang dipandang marginal ini merupakan tindakan nyata yang wujudnya melalui hubungan vertikal dengan Tuhan dan notabene direalisasikan secara horizontal dengan sesama manusia. Kata-kata Kunci: Hak Manusia. Teologi Pembebasan. Orang Terpinggirkanl. YAKKUM. @ Copyright: Authors 2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 Generic License Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. PENDAHULUAN Gereja sejatinya harus tetap eksis di tengah-tengah pergumulan kehidupan sekitarnya, terkhususnya gereja di dalam konteks masyarakat Indonesia. Gereja juga berperan dalam menjawab permasalahan yang ada di sekitar. Tema tentang kemanusiaan menjadi sebuah isu yang selalu ada di sekitar gereja. Adapun gereja bukan hanya berfokus pada mimbar atau urusan hubungan vertikal . anusia dengan yang Ilah. , tetapi gereja tidak bisa mengesampingkan urusan hubungan horizontal . anusia dengan sesam. 1 Gereja berteologi berdasarkan refleksi iman kritis atas kondisi kehidupan manusia. Gereja eksis melalui teologinya dalam setiap tantangan arus zaman, sehingga gereja perlu peka akan kondisi sosial sekitarnya, terutama dalam konteks Indonesia. Indonesia merupakan negara multikultural yang kaya akan etnis yang beragam, juga memiliki enam agama diakui dan berbagai keyakinan lokal-pribumi di dalamnya. Negara yang multikultural ini juga memiliki banyak pergumulan dari berbagai sisi kebutuhan Kesehatan mental dan fisik merupakan salah satu sisi kebutuhan yang paling urgen untuk disoroti dari masa ke masa. Walaupun demikian, dalam konteks Indonesia, ada kasus yang secara implisit menampakkan tindakan peminggiran dan diskriminatif dari berbagai elemen masyarakat umum tertentu. Contohnya, terdapat para penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan penghargaan karena keterbatasan yang dimiliki, juga masih ada kasus mengenai individu yang mengalami problem dan identitas tertentu sehingga dipandang sebelah mata. Padahal, mereka memiliki hak sebagai manusia sejati. Persoalan semacam itu berorientasi pada kesehatan mental dan fisik yang ditemui di kalangan Namun, tantangan ini dijawab dengan refleksi sekaligus aksi yang konkret bagi Salah satu lembaga Kristen yang merespons hal itu ialah Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM). YAKKUM adalah lembaga Kristen yang bergerak dalam bidang pelayanan YAKKUM dibentuk oleh Sinode Gereja Kristen Jawa(GKJ) dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sinode Wilayah Jawa Tengah. 2 Keterhubungan antara YAKKUM dan kedua Sinode itu tampak pada segi struktural, pelaksanaan, dan program. Kemudian, didukung oleh Sinode Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS), untuk mewartakan kasih dan solidaritas di tengah-tengah pergumulan dewasa ini. Yayasan ini Mateus Mali. AuGuiterrez dan Teologi Pembebasan,Ay Orientasi Baru 25, no. : 19Ae36. YAKKUM. AuTeologi YAKKUM: Simpul-simpul Pandangan Sinode GKJ dan GKI SW Jateng Tentang Pelayanan YAKKUM Sebagai Gereja di MasyarakatAy (Karanganyar, 2. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay memiliki unit yang bergerak dalam pelayanan kesehatan . umah sakit dan klini. , pengembangan kesehatan masyarakat dan kemanusiaan, dan pendidikan sebagai buah dari komitmennya untuk menyediakan pelayanan yang holistik dan inklusif. Sebagai lembaga misi. YAKKUM juga memastikan kualitas pelayanan demi menyalurkan kasih kepada setiap orang, dalam karyanya untuk memanusiakan manusia, pelayanan kesehatan yang holistik, inklusi, advokasi, dan melayani dari hati. YAKKUM berusaha untuk menjawab konteks pergumulan kesehatan umum di Indonesia dan menjadi bagian dari gereja. Sebagai pranata sosial, gereja tidak bisa menutup mata atas berbagai persoalan sosial di sekitarnya. Gereja yang kontekstual dan transformatif harus peduli dan terlibat langsung dalam berbagai pergumulan sosial. Bahwasanya gereja terpanggil untuk mengambil tindakan tegas terhadap berbagai persoalan sosial, memperjuangkan kehidupan yang adil adalah dengan menuntut kepada keadilan itu sendiri. Demikian bahwa pilihan untuk memperjuangkan keadilan sosial sebagai wujud cinta kasih, di situlah gereja berperan. YAKKUM merupakan representasi gereja dan gereja yang berada di tengah-tengah Ini juga adalah lembaga sosial yang berfokus pada bidang kesehatan yang unggul, bertumbuh, terintegrasi dan mampu mentransformasi lembaga sejenis. Aspek semacam ini menjawab kebutuhan dan kepedulian individu sebagai arti kehadiran dari pranata sosial dalam usaha memanusiakan manusia dalam bentuk pembebasan. Pada umumnya, pendekatan teologis yang berbicara tentang kemanusiaan ialah teologi pembebasan yang berorientasi pada suatu tindakan praksis yang nyata dalam membebaskan kaum yang termarginalkan. Perjuangan dan keberpihakan pada mereka yang tertindas merupakan isu kemanusiaan yang disuarakan dan juga dipraktikkan. Adapun penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas mengenai isu-isu sosial dengan konsentrasi terhadap kajian teologi pembebasan. Pertama. Marthinus Ngabalin dengan judul penelitian AuTeologi Pembebasan Gustavo Gutierrez Dan Implikasinya Bagi Persoalan KemiskinanAy mengatakan bahwa gerakan kemanusiaan yang adil dan beradab diutamakan dalam Teologi Pembebasan. 4 Gereja mesti hadir dan turut memberikan kontribusi dalam hal kemiskinan bukan hanya pada persoalan materi namun juga pada persoalan spiritual khususnya bagi masyarakat Papua. Kedua. Bambang Aris Kartika dengan Anne Birgitta Pessi. AuReligion and Social Problems: Individual and Institutional Responses,Ay in The Oxford Handbook of the Sociology of Religion, ed. oleh Peter B. Clarke (New York: Oxford University Press. Marthinus Ngabalin. AuTeologi Pembebasan Menurut Gustavo Gutierrez Dan Implikasinya Bagi Persoalan Kemiskinan,Ay KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 3, no. : 129Ae47. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. judul penelitian AuNovel Biografi Romo MangunAy merepresentasikan perjuangan kemanusiaan yang adalah bentuk dari refleksi teologi pembebasan untuk membela serta berpihak pada masyarakat Kali Code dan Kedung Ombo yang dibelenggu oleh kemiskinan dan ketidakadilan, serta penenggelaman desa untuk membangun megaproyek waduk. Ketiga. Fajar Gumelar dan Hengki Wijaya dengan judul penelitian AuPeran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan GutierrezAy teologi pembebasan berorientasi pada tindakan praksis yang nyata dalam kehidupan, yaitu pembebasan kaum termarginalkan, miskin, dan 6 Namun, dalam kajian teologi pembebasan tersebut ditemukan bahwa belum adanya penelitian yang sampai pada titik membebaskan kaum marginal secara mendasar yang bukan hanya berpihak dan memperjuangkan keadilan bagi kaum marginal, tetapi sampai kepada memberdayakan kaum marginal tersebut untuk hidup layak dan sejahtera. Kemudian, penelitian-penelitian tersebut juga tidak menyinggung isu kesehatan, padahal masyarakat membutuhkannya. Berkenaan dengan gap-research di atas, peneliti memberikan sumbangsih kepedulian dari YAKKUM menghadirkan kesehatan dengan gerakan yang membebaskan hak orang yang termarginalkan. Dari hal itu, terdapat teologi pembebasan yang berciri teologishumanis sebagaimana yang ada pada teori Miguel A. De La Torre tentang beretika Kristen dari pinggir. Walau dia bukan merupakan teolog Indonesia, penelitian ini justru memakai teori itu guna menunjukkan kebaruan notabene mengintroduksi pemikiran teolog pembebasan tersebut demi mendukung kepentingan konteks Indonesia. Peneliti menyadari bahwa teori itu relevan dengan konteks yang ada di Indonesia, secara khusus berfokus untuk melakukan pembebasan kepada kaum yang dipandang sebagai kelompok marginal. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini ialah menganalisis karya YAKKUM dalam memerdekakan hak orang yang terpinggirkan yang dikaji dengan teori teologi pembebasan De La Torre. METODE PENELITIAN Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data, yaitu reviu literatur untuk mendukung penelitian ini dari Bambang Aris Kartika. AuNovel Biografi Romo Mangun: Refleksi atas Teologi Pembebasan Sang Manyar,Ay Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal 2, no. : 34Ae52. Fajar Gumelar dan Hengki Wijaya. AuPeran Gereja Masa Kini Menyikapi Teologi Pembebasan Gutierrez,Ay BIAAo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2, no. : 14Ae26. Sugiyono. Cara Mudah Menyusun: Skripsi. Tesis. Disertasi (Bandung: ALFABETA, 2. , 30. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay pustaka primer maupun sekunder,8 serta memanfaatkan website YAKKUM dan unitunitnya. Selain itu, kami juga memperoleh data dari usaha mengobservasi dan mewawancarai para aktivis yang terkait dan kredibel untuk memperoleh informasi penting mengenai pokok pembahasan yang dikaji guna mendukung penelitian ini. Lokasi penelitian kami ialah tempat Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) di Karanganyar dan Yogyakarta, dengan mengamati empat unit di dalamnya, yaitu Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Community Development Bethesda (CD Bethesd. YAKKUM Emergency Unit (YEU), dan Taman Lansia Ceria (TLC). Pada lokasi-lokasi tersebut, kami terlibat dan berinteraksi langsung dengan para aktivis dan penerima bantuan yang didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Selanjutnya, kami membahas hasil penelitian dan mendiskusikannya dengan kajian pustaka. HASIL DAN PEMBAHASAN Beretika Kristen dari Pinggiran Miguel A. De La Torre adalah seorang teolog dan pendeta dari Amerika serikat yang memiliki bidang di teologi dan etika sosial. Salah satu teori De La Torre yang terkenal adalah Doing Christian Ethics from the Margins. Menurut De La Torre,9 tujuan dari kehidupan manusia ialah menetapkan praktik etis yang adil bagi mereka yang berada di pinggir. De La Torre berangkat dari pemahaman tentang Yesus yang bertindak dalam memedulikan kaum De La Torre menyadari bahwa realitas sosial dan konteks kehidupan masyarakat menunjukkan keberadaan kaum marginal, sebagaimana itu adalah gambaran dari mereka yang dimarginalisasi atau dipinggirkan yang berimplikasi pada penderitaan dan 10 Arti pinggiran mengindikasikan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang termarginalisasi dan tidak sepenuhnya diperhatikan karena keberadaan mereka yang dianggap asing dan berbeda dari orang normal pada umumnya. Kaum marginal kerap kali menerima ketidakadilan ketika para penguasa tidak memperhatikan keberadaan mereka sebagai subjek. Pada intinya semua manusia mempunyai hak untuk memperoleh keadilan. Apabila ada kejanggalan dari perilaku yang membuat kaum marginal tidak diprioritaskan, maka dalam bahasa De La Torre, usaha yang Hannah Snyder. AuLiterature review as a research methodology: An overview and guidelines,Ay Journal of Business Research 104 . : 333Ae39, https://doi. org/10. 1016/j. Miguel A. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins, 2nd ed. (New York: Orbis Books, 2. , chap. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. perlu dilakukan adalah merealisasikan pembebasan. Dengan melakukan pembebasan, agen bertujuan untuk memutuskan rantai belenggu atau struktur yang membuat masyarakat 11 Pembebasan berusaha untuk bergerak dalam merealisasikan nilai-nilai Pembebasan berarti bentuk yang memerdekakan hak orang yang terpinggirkan, sembari memberi kesadaran bahwa mereka adalah subjek yang mempunyai harga diri untuk diterima dan dihormati. Berkenaan dengan hal itu. YAKKUM hadir dengan kepedulian untuk menjangkau orang yang membutuhkan bantuan sosial. Menurut De La Torre, etika yang dibangun dari pinggir adalah sistem etika yang menyatakan eksistensi Tuhan yang hadir di tengah penderitaan manusia dan yang berusaha untuk bersifat loyal pada praksis pesan Injil untuk memperjuangkan keadilan bagi 12 Mengenai hal itu, orang Kristen seyogianya mempunyai cara hidup yang tidak hanya menginternalisasi keyakinan doktrinal, tetapi juga mewujudkan pembebasan sebagai bentuk keselamatan yang memerdekakan hak yang lain sebagaimana karya Yesus sebagai figur yang mempunyai kepedulian yang komprehensif. 13 Aksi melakukan tindakan etis seperti yang pernah dilakukan Yesus menjadi tanda bagi orang yang beriman kepada Kristus. 14 Praksis yang dilakukan oleh agen moral bukanlah praksis abstrak belaka, tetapi praksis abstrak yang beralih ke praksis aktual untuk memberi perhatian kepada kelompok paling kecil. 15 Walaupun teori beretika dari pinggir bersumber dari latar belakang Kristen, tetapi konsep dan penerapannya bisa berlaku secara umum, yaitu bagi mereka yang mengalami kelemahan. Kemudian. De La Torre juga menyadari bahwa semua teologi, teori, dan paradigma etika bersifat kontekstual dan semuanya berakar dari lokasi sosial masyarakat yang mencari respons berbasis agama terhadap ketidakadilan. 16 Dengan kata lain, agen memperhatikan kondisi dari lokasi sosial tentang apa yang terjadi, terutama mengkritisi isuisu yang menolak keadilan. Pada intinya, teori ini mengayomi kelompok yang dipandang kecil dengan memenuhi kebutuhan mereka dalam menerima dan memperoleh penghargaan. Untuk menerapkan teori Miguel A. De La Torre. AuIntroduction,Ay in Ethics: A Liberative Approach, ed. oleh Miguel A. De La Torre (Minneapolis: Fortress Press, 2. , 3. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. De La Torre. De La Torre. Miguel A. De La Torre. Liberating Jonah: Forming an Ethics of Reconciliation (New York: Orbis Books, 2. Miguel A. De La Torre. AuLiberation Theology and Social Justice: A Defense,Ay in Christian Faith and Social Justice: Five Views, ed. oleh Vic McCracken (New York: Bloomsbury, 2. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay beretika dari pinggir. De La Torre mengemukakan sebuah teori yang disebut Aolingkaran Ao Itu menjadi fondasi dan model yang efektif dalam mewujudkan rekonsiliasi, pembebasan, dan penyelamatan. 17 Istilah itu semacam strategi dan jalan yang mengarahkan agen untuk berefleksi dan beraksi dengan maksud menghadirkan transformasi keadaan yang baik bagi kaum marginal. 18 Adapun lingkaran hermeneutik memiliki lima tahap yang gambarannya dilakukan dengan kontinuitas:19 Pertama, observasi. Ketika berada di dalam lingkungan sosial, agen tidak hanya berdiam diri, tetapi melakukan observasi dengan cermat dan kritis terhadap kondisi sosial yang dimulai dari bawah atau posisi mereka yang terpinggirkan. Ini berarti agen melihat fenomena yang menimbulkan kesenjangan sosial, lalu mengamati penyebabnya, kemudian lanjut pada internalisasi akan hal tersebut. Agen melakukan observasi sembari melakukan pembacaan Alkitab dan memahami kasih Allah terhadap manusia. Kedua, refleksi. Setelah agen mengobservasi, maka agen melanjutkannya dengan merefleksikan fenomena yang telah dipandang. Adapun refleksi bersifat menganalisis persoalan secara sosial . nalisis sosia. Agen melakukan refleksi untuk menemukan makna yang ada. Dengan refleksi, agen turut menaruh perhatian terhadap perilaku dan sikap Yesus yang menjadi teladan sehingga mendukung refleksi yang ada. Ketiga, berdoa. Setelah berefleksi, agen melanjutkannya dengan tahap dalam berdoa sebagai analisis teologis. Dengan doa, agen menghubungkan observasi, refleksi dan aksi untuk pribadi yang dimarginalisasi. Doa memuat elemen individual dan komunal yang secara bersama-sama membawa harapan, keyakinan, dan tindakan baik. 20 Doa memuat komitmen untuk bertindak praksis aktual kepada kaum marginal. Jadi, doa membuat agen tidak bekerja dengan sendirian, tetapi melibatkan kebaikan Tuhan. Keempat, aksi/tindakan. Selanjutnya, langkah-langkah sebelumnya dengan dedikasi yang beraksi sebagai bentuk implementasi praktis yang benar . Hal yang telah diamati, dianalisis secara sosial, dan didoakan, menjadi hal yang diteruskan dengan tindakan solidaritas. Pada intinya, apa yang dilakukan adalah De La Torre. Liberating Jonah: Forming an Ethics of Reconciliation. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. De La Torre. Otniel Aurelius Nole. AuPrinsip Hidup yang Mengingat Tuhan: Studi Hermeneutik terhadap Yakobus 4:13-17,Ay CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 4, no. : 326Ae40, https://doi. org/https://doi. org/10. 46348/car. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. keadaan atau kondisi yang mentransformasi kehidupan kaum marginal, secara khusus memerdekakan hak mereka. Kelima, penilaian ulang. Setelah sampai pada tahap bertindak praktis, agen tidak hanya berhenti pada tahap itu saja, tetapi melanjutkan untuk membentuk sistem etika. Namun, bersifat menilai ulang apa yang kurang dan mengevaluasi apa yang perlu ditambahkan tentang menghadirkan keadilan dan pembebasan secara terus-menerus. Realitas sosial bisa berubah, sehingga agen sebaiknya melakukan dengan menyesuaikan pada konteks yang ada secara kreatif dan inovatif. Pada intinya, lingkaran hermeneutik dilakukan secara konstan. Gambar 1. Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Sumber: Dokumentasi Penelitian (Oktober, 2. Eksistensi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) YAKKUM berdiri pada tahun 1964 yang dibentuk oleh dua sinode, yaitu Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Tengah (GKI SW-Jaten. Perjalanan awal sejarah YAKKUM dengan memahami Yesus Kristus. Sang Penyembuh. Hal tersebut membuat Gereja memiliki kekhususan pelayanan sebagai misi hidupnya di tengah dunia ini. YAKKUM adalah lembaga pelayanan umum yang melayani seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan suku, agama, kepercayaan, ras serta golongan. 21 Dalam pelayanannya juga memberikan prioritas pelayanan kepada mereka yang miskin dan tersisih, dengan tetap memperhatikan kelestarian pelayanan. YAKKUM mengelola banyak unit kerja 13 unit rumah sakit dan 12 klinik. 4 unit pelayanan kesehatan masyarakat dan kemanusiaan: Pusat Rehabilitas YAKKUM. CD YAKKUM. AuYayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum,Ay diakses 16 November 2023, https://yakkum. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay (Community Developmen. /UPKM (Usaha Peningkatan Kesehatan Masyaraka. Bethesda. YAKKUM Emergency Unit (YEU) dan Taman Lansia Ceria (TLC) Bethesda. serta 3 unit Pendidikan. Hal ini membuktikan pelayanan kesehatan yang holistik dan inklusi kepada masyarakat, yang tidak terkhusus bagi orang Kristen belaka. YAKKUM juga aktif di berbagai jaringan nasional dan global karena YAKKUM percaya, kemitraan dengan ratusan badan pemerintah lokal atau nasional, perguruan tinggi, akademisi nasional juga mancanegara, dengan gereja berbagai denominasi serta organisasi keagamaan lain, termasuk kelompok insan dengan disabilitas, lansia, dan lain sebagainya. Semua itu dilandasi nilai-nilai kasih, benar, bersyukur, bekerja keras, bederma, hidup sederhana dan bekerja dalam budaya pembelajaran serta antisipatif. Visi YAKKUM adalah menuju sistem pengelolaan lembaga pelayanan kesehatan holistik yang unggul, bertumbuh dan terintegrasi dan mampu mentransformasi lembaga Kemudian. Misi YAKKUM adalah: . Menghadirkan lembaga pelayanan kesehatan dalam mewujudkan karya kasih Allah. Berkontribusi positif pada kesejahteraan manusia dan lingkungan. Melayani secara holistik, menyeluruh dan inklusi. Membangun organisasi yang sehat, bertumbuh, terintegrasi serta berjejaring. Mengembangkan perilaku proaktif yang visioner antisipatif. Semua hal tersebut termanifestasi dalam wujud keberadaan unit-unit kerja YAKKUM. Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) YAKKUM memiliki unit yaitu Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang selanjutnya akan disebut PRY. 22 PRY didirikan oleh Colin McLennan pada tanggal 16 November 1982. PRY berlokasi di jalan Kaliurang. KM 13,5. Yogyakarta. Unit ini memiliki visi orang dengan disabilitas terpenuhi hak dasarnya secara holistik dalam masyarakat yang inklusif melalui layanan yang berkualitas, terjangkau dan terintegrasi. Visinya dibarengi dengan misi yaitu: Pertama, mengembangkan pelayanan terintegrasi melalui pelayanan yang saling mengisi antar bidang dalam PRY, linkage dengan pemerintah, mitra pelayanan dan pemangku kepentingan lainnya. Kedua, memastikan pelayanan dan pemberdayaan disabilitas untuk memenuhi hak dasar disabilitas dalam komunitas yang inklusif tercapai oleh PRY yang bertumbuh melalui program rehabilitasi holistik. Ketiga, layanan berkualitas dan akuntabel yang dilakukan dalam koordinasi organisasi yang efektif dan memungkinkan adanya proses Pusat Rehabilitasi YAKKUM. AuProfil Pusat Rehabilitasi YAKKUM,Ay diakses 30 November 2023, https://w. rehabilitasi-yakkum. id/about2. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. umpan balik dan pembelajaran yang digunakan sebagai pengembangan program dan institusi di masan depan. Pendekatan yang dilakukan oleh PRY adalah rehabilitasi berbasis masyarakat, pendekatan berbasis hak dan pembangunan inklusif. Pendekatan ini mengandung unsur menunjukkan belas kasih sebagaimana itu adalah identitas Kristen. 23 Visi, misi serta pendekatan yang dilakukan oleh PRY tampak di dalam sektor pendidikan: pertama, terdapat kelas pendidikan bagi anak disabilitas yang didirikan pada tahun 1992, berangkat dari banyaknya orang disabilitas di usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan sekolah maupun bagi yang tidak memiliki akses pendidikan, pendidikan juga dilakukan bagi anak penyandang Aocerebral palsyAo yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, tulis dan berhitung, motorik, afektif, dan sosial. Peningkatan kognisi dan kondisi fisiknya melalui pendampingan belajar dan edukasi fisioterapi. Dalam prosesnya juga keterlibatan tersebut diharapkan untuk mengoptimalkan proses perkembangan pada anak, program beasiswa bagi disabilitas, pelatihan vokasi dan memiliki tenaga kerja inklusif. Dalam sektor ini juga terdapat program pelatihan vokasi yang diperuntukkan untuk penyandang disabilitas di usia produktif selama tiga hingga enam bulan. Tujuannya adalah supaya mereka memiliki kemandirian untuk memiliki pekerjaan maupun usaha sendiri. Contoh pelatihan yang mereka lakukan adalah pelatihan barista inklusif yang tidak hanya diperuntukkan untuk disabilitas, namun juga untuk kelompok masyarakat marginal lainnya. PRY juga memiliki program ketenagakerjaan inklusif yang bertujuan supaya disabilitas terjamin haknya untuk bekerja di sektor formal. Tidak hanya berfokus untuk pemberdayaan dan pembinaan insan dengan disabilitas dalam pelatihan vokasi. PRY juga mempekerjakan Di dalam lokasi PRY, terdapat seorang insan dengan disabilitas yang bekerja sebagai barista di coffee shop. Community Development Bethesda (CD Bethesd. Community Development Bethesda atau yang disingkat dengan CD Bethesda ini merupakan lembaga kursus dan pelatihan dari YAKKUM yang didirikan pada tahun 1974 dengan tujuan memfasilitasi pelayanan untuk masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan rumah sakit. 24 CD Bethesda juga melaksanakan konsep yang juga menjadi moto I Made Suardana. AuIdentitas Kristen dalam Realitas Hidup Berbelaskasihan: Memaknai Kisah Orang Samaria Murah Hati,Ay Jurnal Jaffray . 121Ae38, https://doi. org/10. 25278/jj. YAKKUM. AuUPKM/CD Bethesda YAKKUM,Ay diakses 30 November 2023, https://w. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay kerja dari CD Bethesda, yakni Hospital Without Wall CD Bethesda yang memfokuskan pada pelayanan kesehatan primer. Konsep tersebut untuk menjembatani masalah aksesibilitas masyarakat kurang mampu, rentan, terisolasi terhadap informasi kesehatan rumah sakit. Visi dari CD Bethesda ialah menjadi lembaga yang unggul dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan komprehensif berbasis potensi lokal, membuka aksesibilitas bagi kelompok rentan yang didukung sumber daya manusia yang kompeten, profesional. Misi dari CD Bethesda dibagi menjadi dua: Pertama, memberdayakan masyarakat dan komunitas agar mampu mengelola potensi yang dimiliki dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung terbangunnya sistem pelayanan kesehatan yang Kedua, mewujudkan lembaga yang memiliki keunggulan kompetitif dalam pelayanan Kesehatan primer berbasis masyarakat. Kesehatan primer CD Bethesda atau PKP adalah pelayanan kesehatan pokok berdasarkan metode dan teknologi praktis yang dapat diterima secara individu maupun umum, dilaksanakan melalui program-program yang terintegrasi untuk mewujudkan masyarakat sehat dan mandiri. Strategi PKP dibagi menjadi tiga, yakni perubahan orientasi yang berfokus pada penyehatan yang total dan terpadu . Kedua, perubahan cara pendekatan yang berfokus pada menjadikan rakyat yang adalah objek menjadi partisipan. Ketiga, perubahan cara pelaksanaan yang berfokus kepada usaha memperkuat serta mengembalikan hak dan tanggung jawab masyarakat, memprioritaskan kelompok risiko tinggi atau yang paling membutuhkan, dan mengembangkan sistem rujukan secara vertikal dan secara horizontal, lintas profesional dan lintas sektoral. Kegiatan yang dilakukan oleh CD Bethesda adalah pengorganisasian, pengadaan seminar, dan pemberdayaan masyarakat terkait penanggulangan penyakit menular, perlawanan terhadap HIV & AIDS, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, sanitasi air, dan pengembangan obat tradisional. Bethesda sudah melayani dan memberikan pelatihan di berbagai daerah di Indonesia yang terisolasi dari informasi dan jangkauan kesehatan rumah sakit. Itu semua sebagai bukti tindakan nyata menjangkau orang marginal dalam kebutuhan kesehatan yang holistik. YAKKUM Emergency Unit (YEU) YAKKUM Emergency Unit (YEU) merupakan salah satu unit kerja YAKKUM. Adapun YEU berdiri pada tahun 2001 menjalani mandat dengan melakukan tanggap bencana YAKKUM. AuYAKKUM https://w. id/in/berita. Emergency Unit (YEU),Ay November Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. yang inklusif pelayanan yang dilakukan melibatkan masyarakat dalam kaji cepat serta distribusi bantuan. YEU juga mendapat mandat untuk membangun ketangguhan masyarakat melalui kegiatan pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim berbasis Pada tahun 2017. YEU telah mendampingi lebih dari 250 desa dan bermitra dengan lebih dari 350 organisasi berbasis masyarakat di Indonesia. Di sisi lain. YEU juga terlibat dalam pelayanan kepada korban bencana alam Aceh dan Palu (Sulawesi Tenga. Mandat untuk mengelola pusat pelatihan dan guest house yaitu Disaster Oasis yang berada di lingkungan tenang di kaki Gunung Merapi dijalankan oleh YEU. Disaster Oasis dikelola secara profesional untuk menjawab kebutuhan akan sebuah tempat belajar sekaligus rekreasi yang dilengkapi dengan berbagai macam informasi mengenai pengelolaan bencana di Indonesia dan dunia. Visi YEU membuat masyarakat yang terkena bencana mendapatkan hak dan dapat menjalani kehidupannya dengan bermartabat melalui sinergi pelayanan kemanusiaan dan pengembangan masyarakat transformatif yang berbasis organisasi kemasyarakatan, akuntabel, dan berkualitas. Misi YEU mengusahakan menjadi unit YAKKUM yang cepat dalam merespons dengan basis organisasi rakyat yang berjejaring kuat, kemitraan yang strategis, lembaga serta staf yang akuntabel, berkompeten, berkarakter dan berbudaya. YEU melakukan pelayanan dengan berpedoman pada rencana strategis yang telah dibuat sebagai arahan. Adapun rencana strategis tersebut: . Semakin meningkatkan kapasitas masyarakat rentan bencana. Dengan mencapai hal tersebut, ada program penanganan bencana yang dikoordinasikan dengan jaringan strategis dan dilakukan keberlanjutan dengan program-program pembangunan dan advokasi. Semakin meningkatkan kualitas program dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan perubahan iklim untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan tidak berisiko yang dikoordinasikan dengan jaringan strategis yang lain dalam hal kemitraan, keterhubungan, dan keberlanjutan dengan program-program pembangunan dan advokasi. Menjadi lembaga mandiri dan terbaik dalam pembangunan yang transformatif. Pelayanan yang dilakukan YEU bekerja sama dengan setiap lapisan masyarakat seperti: kecamatan, kelurahan dan desa, serta departemen sosial. Ketika melakukan pembinaan, mereka melibatkan semua kategori usia dan juga disabilitas, serta melibatkan semua agama. Ketika menangani bencana yang terjadi. YEU bekerja sama dengan pemerintah setempat. Penanganan bencana diawali dengan assessment dan juga dengan orang penting . di daerah bencana yang akhirnya ditemukan langkah-langkah Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay penanganan tersebut. Salah satu kerja sama yang dilakukan oleh YEU dengan Taruna Siaga Bencana Indonesia (TAGANA) untuk menyiapkan dapur umum di setiap bencana yang terjadi guna merespons dengan segera salah satu kebutuhan yang penting. Hal ini dapat dilihat sebagai manifestasi dari visi dan misi YEU. Taman Lansia Ceria (TLC) Sejarah singkat berdirinya Taman Lansia Ceria Bethesda (TLC), yaitu pertama, pada tahun 1936-1968, awalnya digunakan untuk panti asuhan. Kedua, pada tahun 1969-2010, digunakan untuk pemberdayaan terhadap korban disabilitas mental. Terakhir pada bulan Juli 2023, awal mula berdiri dan diresmikan menjadi Taman Lansia Ceria Bethesda YAKKUM (TLC). Pengawas sekaligus dokter yang berada di Taman Lansia Ceria Bethesda adalah dokter Sari. Beliau merupakan sumber informan, bahwasanya tujuan utama dari Taman Lansia Ceria Bethesda (TLC), yaitu mewujudkan lansia yang CERIA (Cakap, sEhat, beRdaya. Inovatif dan sejahterA) dan memberi harapan besar bagi para lansia dalam mengekspresikan diri, mengaktualisasikan diri, memberdayakan diri dan menjadi berkat bagi orang lain. Lebih lanjut. Taman Lansia Ceria Bethesda (TLC) menawarkan berbagai jenis program, pertama adalah Ceria Lansia Care (CLC), merupakan pelayanan bagi para senior yang memerlukan pengawasan ketat . dan/atau mengalami ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Kedua adalah Ceria Lansia Living (CLL) berupa pendampingan pada aktivitas sehari-hari secara terjadwal, berupa olah raga/ fisioterapi/kinesio, seni dan ketrampilan, konsultasi dan cek kesehatan, spiritual dan motivasi, dan kegiatan outdoor. Ketiga adalah Ceria Wellness Clinic (CWC) sebagai layanan dari dokter praktik, jadwal kinesio, mendapatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama pada asuransi kesehatan BPJS. Keempat adalah Ceria Worship dan Entertainment (CWE) merupakan fasilitas berupa family gathering, meeting, prewedding, ibadah padang, dan retret. Keenam adalah Ceria Healthy Package (CHP) berupa fasilitas pemeriksaan kesehatan dengan berbagai penawaran menarik setiap hari beserta paket penawaran jamuan makan bersama. Terakhir adalah Ceria Care Giver berupa kegiatan fun day, ibadah padang, pelatihan sampah, bakti sosial, dan pelatihan kesehatan. Program di atas sebagai usaha terhadap pemenuhan untuk mendukung kesehatan fisik, jiwa, dan sosial. Kegiatan yang dilakukan mencakup unsur kesehatan, kesenian dan kreativitas, olahraga, religi, kegiatan harian, produktivitas, dan pelayanan. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Karya YAKKUM dalam Analisis Teologi Pembebasan Miguel A. De La Torre Bertolak dari pemaparan di atas. YAKKUM dalam sejarah dan visi-misinya memiliki pemahaman yang berpijak untuk membebaskan kaum yang termarginalkan, selayaknya Yesus Kristus yang datang untuk membebaskan orang yang termarginalkan juga. Semangat inilah yang terus dibawa oleh YAKKUM dalam perumusan visi dan misi mereka sebagai bentuk realisasi tindakan nyata dari semangat tersebut, termasuk dengan keberadaan unitunit kerja. De La Torre menjelaskan bahwa ketika seorang agen berada pada lingkungan sosial agen tersebut tidak hanya berdiam diri. Namun, agen tersebut harus melakukan observasi untuk melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Observasi menandakan aktivitas yang bertemu dengan orang, dan pertemuan yang berinteraksi adalah perjumpaan bersama saudara di dalam Tuhan. 26 Observasi juga melibatkan kesadaran, dan kesadaran berarti membuat diri merespons keberadaan Tuhan. 27 Observasi yang dilakukan tersebut untuk mencari akar permasalahan yang terjadi lalu akar permasalahan tersebut melahirkan suatu kesenjangan sosial atau membuat masyarakat termarginalkan. 28 Observasi membuat agen berfokus kepada orang yang terpinggirkan untuk mengusahakan kasih dan keadilan. Adapun kasih dan keadilan adalah unsur utama yang seyogianya diberikan kepada kaum yang dianggap lemah. 29 Hal tersebut terlihat juga dalam kerangka kerja dari YAKKUM yang selalu melakukan observasi sebelum melangkah pada tahap-tahap selanjutnya dalam aksiaksi nyata YAKKUM. Observasi dilakukan oleh unit-unit YAKKUM, yakni CD Bethesda merupakan suatu langkah penting, karena dalam observasi tersebut mereka bukan hanya mencari akar permasalahan saja, tetapi juga mencari orang penting . maupun lembaga-lembaga sosial dan kesehatan pemerintah sebagai pintu masuk mereka, untuk berkolaborasi dan melayani masyarakat sesuai kebutuhan urgen yang diperlukan. Bentuk observasi yang Ravanelly Fabrizio Gabriel. AuKeadilan dan Advokasi sebagai Panggilan Gereja dalam Konteks Kehidupan Kaum Buruh,Ay BIAAo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2, no. : 248Ae63, https://doi. org/10. 34307/b. Irene Ludji. AuGod as Sound-Conciousness,Ay Indonesian Journal of Theology 2, no. : 65Ae77, https://doi. org/10. 46567/ijt. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Oinike Natalia Harefa. AuKetika Keadilan Bertemu dengan Kasih: Sebuah Studi Perbandingan Antara Teori Keadilan Menurut John Rawls dan Reinhold Niebuhr,Ay SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi. Pendidikan. Sains. Humaniora Kebudayaan . 39Ae47, https://doi. org/10. 36588/sundermann. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay paling nyata ada dalam bentuk assesment yang selalu dilakukan oleh YAKKUM sebelum melakukan programnya. Dalam refleksi. De La Torre menekankan bahwa refleksi sosial tidak bisa menjadi landasan tunggal, tetapi juga harus menjadi dasar bersama-sama dengan etika Kristen dan semua itu harus berangkat dari ajaran Yesus Kristus. De La Torre memberikan salah satu landasan ayat refleksi dalam Alkitab yang menjadi dasar semangat etika Kristen. Yaitu. Yohanes 10:10b. AuAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Ay Ayat ini menjadi refleksi bagi agen setelah melakukan observasi supaya menjadi semangat untuk melakukan suatu tindakan praksis pembebasan. Bagi De La Torre, refleksi semacam ini akan mengembangkan tindakan-tindakan praksis pembebasan yang bertujuan sebagai tindakan-tindakan yang membawa transformasi kepada lingkungan sosial yang dituju untuk dibebaskan. Kasih adalah bagian dari melakukan ibadah yang menghormati Tuhan sebagai pencipta dan berinteraksi dengan sesama. 31 Demikian juga YAKKUM, memiliki refleksi yang didasarkan pada ajaran-ajaran Yesus Kristus untuk menjadi sebuah semangat dalam melakukan aksi mereka. Narasumber S menyampaikan refleksi dari YAKKUM itu berangkat dari sebuah pemahaman yang didasarkan pada ajaran-ajaran Yesus Kristus, di mana kita sebagai agen harus menempatkan posisi orang termarginalkan setara atau seperti diri kita sendiri. Pemahaman tersebut diadopsi dari ajaran Yesus Kristus tentang kasih sesama manusia dari Alkitab,32 seperti Matius 22:39b. AuKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ay Teologi pembebasan mengambil dasar dari teks-teks Alkitab bukan secara harfiah. Namun, harus berdasarkan sejarah bagaimana Allah yang menjadi manusia dan realisasinya dalam tindakan bagi orang yang termarginalkan. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh De La Torre,33 dalam bukunya dengan mengatakan demikian: The Bible is not read literally to determine how one group interprets a certain passage,but rather to learn GodAos character and how that character manifests itself throughout history. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Rencan Carisma Marbun. AuKasih Dan Kuasa Ditinjau Dari Perspektif Etika Kristen,Ay Jurnal Teologi Cultivation 3, no. : 88Ae97, https://doi. org/10. 46965/jtc. Otniel Aurelius Nole. AuHidup adalah Kasih: Perjumpaan antara Karya Yesus Kristus dan Orang Mamasa,Ay Pengarah: Jurnal Teologi Kristen . 109Ae18, https://doi. org/https://doi. org/10. 36270/pengarah. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins, chap. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Teks Alkitab dibaca melalui manifestasi Allah dalam sejarah untuk membebaskan kaum marginal. Setelah itu, salah satu bagian yang krusial dalam paradigma etika Kristen pembebasan menurut De La Torre adalah berdoa. Karena berdoa menghubungkan teori berdasarkan observasi dan refleksi dengan keyakinan untuk mengharapkan kebaikan Allah dalam tindakan pembebasan. 34 Berdoa juga menjadi bagian terpenting dari aksi YAKKUM untuk mengumpulkan komunitas dalam suatu kesatuan, bersama-sama berharap hal-hal baik yang disampaikan melalui doa sebagai suatu harapan akan tindakan praksis pembebasan maupun memperjuangkan hak orang yang termarginalkan. Doa mengandung makna tentang sikap yang memohon pertolongan dan kuasa Tuhan. 35 Dalam hal ini. YAKKUM pusat dalam suatu kesatuan komunal berkumpul untuk sama-sama berefleksi melalui teks Alkitab, lalu berdoa setiap hari senin sebagai kebiasaan dan suatu bentuk semangat bagi unit-unit yang terus berjuang demi memperjuangkan hak orang yang termarginalkan. YAKKUM juga berangkat dari Matius 25:40. AuDan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AkuAy. Dalam memahami realitas konteks. YAKKUM berefleksi akan disabilitas sebagai kaum yang kerap kali dipandang termarginalkan, sehingga YAKKUM berusaha untuk memenuhi hak mereka sebagai manusia. Melalui hal tersebut. YAKKUM melalukan tahap refleksi teologis akan realitas konteks yang mereka sadari. Bagi De La Torre, aksi atau tindakan ini merupakan hasil dari pada runtutan lingkaran hermeneutik yaitu, observasi, refleksi, dan berdoa yang dilakukan oleh agen. Tindakan ini merupakan bentuk ortopraksis . indakan yang bena. Tindakan ini merupakan bagian dari solidaritas, rancangan pembebasan yang akan mentransformasi insan yang termarginalkan. Tindakan yang memuat aksi nyata selalu berimplikasi pada usaha untuk mengasihi. 37 Untuk mengusahakan kasih, agen memiliki kesadaran moral untuk membuatnya menjadi aktual dan jujur. Adapun kejujuran berimplikasi pada keadilan sehingga menjadi aksi nyata yang De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Sherly Mudak. AuMAKNA DOA BAGI ORANG PERCAYA,Ay Missio Ecclesiae 6, no. : 97Ae 111, https://doi. org/https://doi. org/10. 52157/me. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Arozatulo Telaumbanua. Jan Lukas Lombok, dan Otieli Harefa. AuPerspektif Etika Kristen tentang Standar Mengasihi dan Penerapannya bagi Orang Kristen Masa Kini,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 5, no. : 233Ae49, https://doi. org/10. 34081/fidei. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay memuat kebenaran. 38 Tindakan yang benar adalah perilaku yang tidak mencerminkan sikap yang radikal, termasuk diskriminasi. 39 Jadi, tindakan atau aksi nyata berbicara tentang kemauan diri untuk terlibat di dalam dunia sosial orang lain. Runtutan awal lingkaran hermeneutik akan memberikan cukup informasi bagi agen untuk memutuskan tindakan etis apa yang dapat dilakukan bagi kaum yang termarginalkan Putusan tindakan tersebut akan teruji pada tahap selanjutnya yakni penilaian 40 Aksi yang dilakukan oleh YAKKUM melalui unit-unit kerja begitu banyak. Aksi yang dilakukan oleh unit dibagi menurut fokus dari unit tersebut: Pertama, adalah Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) yang menolong insan dengan disabilitas, advokasi juga menjadi salah satu aksi yang dilakukan oleh PRY untuk memperjuangkan hak orang yang termarginalkan supaya dapat hidup dengan damai dan Para pekerja PRY juga memberdayakan penyandang disabilitas dengan mengasah potensi skill yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tersebut, seperti contoh menjadi seorang barista yang bersertifikat resmi untuk melakukan pekerjaan tersebut. Kedua. Community Development Bethesda (CD Bethesd. Orientasi aksi dari CD Bethesda berfokus kepada pedagogi tentang penyakit menular dan edukasi obat-obat herbal. Bethesda juga memiliki moto yang menarik yaitu hospital without wall atau rumah sakit tanpa dinding, moto ini untuk memperjuangkan orang yang memiliki kesusahan dalam akses kesehatan karena kendala yang dimiliki yaitu jarak rumah yang jauh dari daerah perkotaan. Ketiga. Taman Lansia Ceria (TLC) yang merupakan unit YAKKUM yang berfokus kepada para lansia. Menurut partisipan dari unit TLC, hal yang seyogianya diperhatikan adalah perihal merawat serta memberikan pelayanan kepada kaum lansia. Banyak lansia yang merasa kesepian tidak terawat sehingga perlu untuk diperhatikan. Keempat. YAKKUM Emergency Unit (YEU) yang berfokus pada bencana alam, dengan tindakan cepat tanggap yang juga melibatkan masyarakat dalam melakukan aksi. YEU memiliki moto yaitu IDEAKSI atau inovasi, kemanusiaan, dan inklusif. Aksi yang dilakukan oleh YEU ini telah mendampingi lebih dari 250 desa serta bermitra dengan lebih dari 350 organisasi berbasis masyarakat di Indonesia. Di samping itu. YEU pernah melakukan aksi nyata sesuai dengan Jhon Leonardo Presley Purba dan Priyantoro Widodo. AuKebenaran: Keadilan dan Kejujuran menurut Mazmur 111,Ay ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. : 101Ae12, https://doi. org/10. 53814/eleos. Martina Novalina. AuSpiritualitas Orang Kristen Dalam Menghadirkan Kerajaan Allah di Tengah Tantangan Radikalisme,Ay Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. : 26, https://doi. org/10. 46445/jtki. De La Torre. Doing Christian Ethics from the Margins. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. mandat yang dipegang yaitu pada saat tragedi tsunami di Aceh tahun 2004 dan bencana alam Sulawesi Tengah pada tahun 2018, serta melibatkan masyarakat dan menolong masyarakat tanpa melihat latar belakang mereka. Bagi De La Torre, tindakan praksis pembebasan yang telah dilakukan harus melalui proses penilaian ulang, apalagi hal yang dapat ditambahkan sebagai suatu bentuk tindakan etis sebagai sebuah terobosan baru yang dapat diperlengkapi kepada orang yang termarginalkan untuk dibebaskan dan diberdayakan dari penindasan. 41 Di sisi lain, menyadari keberadaan kaum yang menderita berarti menyadari usaha untuk bergerak menghadirkan solidaritas. 42 Tindakan yang efektif untuk menjadi sebuah terobosan baru akan muncul ketika penilaian ulang dan hasil observasi baru terhadap situasi terkini. YAKKUM juga melakukan hal serupa, memberdayakan orang marginal untuk hidup dengan layak. Misalnya, mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki dan disediakan tempat ataupun didukung dalam sebuah usaha dalam contoh bisnis. Setelah itu akan ditentukan dengan estimasi waktu untuk dicek kembali mengenai perkembangan yang dimiliki maupun kendala yang dimiliki, kemudian dilakukan inovasi-kreatif untuk memperlengkapi komunitas dan dalam mengatasi kendala yang ada. Pelayanan yang dilakukan oleh YAKKUM sejatinya sudah merupakan bentuk berteologi dari pinggir. Melalui analisis teori pembebasan De La Torre. YAKKUM sudah melalui beberapa proses, mulai dari observasi, refleksi, berdoa, aksi, dan penilaian ulang. Tidak hanya berhenti sampai di situ saja. YAKKUM selalu melakukan pembaharuan yang bersifat transformatif. Hal itu terlihat dari beberapa pertambahan unit kerja yang baru sejak Keberadaan unit-unit itu mencerminkan bahwa YAKKUM selalu ada untuk menjawab realitas konteks sekitarnya. Melalui analisis dari teori De La Torre. YAKKUM selalu melakukan lima tahap dalam lingkaran hermeneutik dan dilakukan terus-menerus. Kerangka berteologi dari pinggir menurut De La Torre ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh YAKKUM dalam usaha membebaskan insan yang terpinggirkan secara YAKKUM membela hak dari orang terpinggirkan dengan cara yang memberdayakan dan membina mereka. Pemberdayaan tersebut terus dilakukan demi mencapai kehidupan yang damai dan sejahtera bagi kaum marginal. De La Torre. Sonny Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 61Ae74, https://doi. org/10. 30648/dun. Daniel Groody. AuMigrants and refugees: Christian faith and the globalization of solidarity,Ay International Review of Mission 104, no. : 314Ae23, https://doi. org/10. 1111/irom. Memerdekakan Hak Orang Terpinggirkan: Analisis Teologi Pembebasan terhadap Karya Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum Marfan Ferdinanda Tahamata. Otniel Aurelius Nole. Devrinho Julliard. Benaya Revelino Maxmilian Yohanes Ay. Riki Sumardi Fay Selaras dengan De La Torre. YAKKUM memaknai insan dengan disabilitas sebagai komunitas yang berharga dan memenuhi haknya secara holistik. Adapun YAKKUM dalam aksi konkretnya berusaha melakukan diakonia transformatif bagi kehidupan insan dengan Usaha tersebut sejalan dengan maksud aksi konkret De La Torre yang menekankan pelayanan untuk mentransformasi kehidupan orang terpinggirkan. Beberapa hal yang dilakukan oleh YAKKUM yang tidak terakomodir oleh teori De La Torre adalah pelayanan yang bersifat inklusif. Menurut kami. De La Torre kurang menekankan hal YAKKUM melakukan pelayanan yang bersifat holistik dalam kesehatan fisik, mental dan sosial yang transformatif, serta bersifat inklusif. Hal ini yang menjadi poin positif dan menjadi contoh untuk lembaga misi dan sosial baik dari kalangan Kristen maupun yang lainnya dalam melakukan pelayanan, pemberdayaan, dan pembinaan. Gambar 2. Observasi Lapangan Sumber: Dokumentasi Penelitian (Oktober, 2. KESIMPULAN Sebagai lembaga Kristen yang bergerak di bidang kesehatan. YAKKUM hadir dan menjadi agen yang berusaha memerdekakan hak orang terpinggirkan secara holistik dan Serangkaian karya YAKKUM berupa refleksi dan aksi yang memuat pelayanan, pemberdayaan, dan pembinaan yang disertai kasih sayang. Perumusan visi dan misi YAKKUM menjadi patokan untuk bergerak aktual. Secara substansi, aktivitas yang dilakukan YAKKUM ialah berbuat kebajikan dengan keberadaan unit-unit kerja. Hal itu bisa tampak ketika YAKKUM memulai aktivitasnya dengan melakukan observasi pada lingkungan sosial, kemudian melakukan refleksi sebagai analisis sosial. Kemudian. YAKKUM juga tetap menekankan kuasa berdoa. Setelah itu, mereka berlanjut kepada aksi dan tindakan yang nyata . raksis aktua. untuk memenuhi hak orang yang terpinggirkan. Pada akhirnya. YAKKUM melakukan penilaian ulang untuk membuat sistem etika baru. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 2 (Desember, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. sekaligus melanjutkan kegiatan positif mereka secara konstan. Dengan demikian. YAKKUM menjadi gerakan yang berkarya untuk memerdekakan hak orang terpinggirkan secara holistik dan inklusif. Ucapan Terima Kasih Terima kasih banyak untuk pimpinan, pengurus, dan aktivis YAKKUM yang telah memberikan sambutan dan kesempatan kepada kami sebagai mahasiswa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, termasuk mengamati empat unit kesehatan masyarakat dan kemanusiaan, sehingga bisa belajar dan terlibat langsung dengan kegiatan yang dilakukan oleh YAKKUM, serta notabene mendukung penelitian ini. Berikut video dokumentasi peneliti: https://youtu. be/LQBU2LP4NNE?si=ZfdDFrYWMaqNBFvx DAFTAR PUSTAKA