Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index GO ORGANIK: PELATIHAN PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR KOTORAN KAMBING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN DI DESA JERO GUNUNG Edwin Muslim1. Rohyatul Audil2. Ridoni Saoloan Purba3. Astika Sari Dewi4. Nurani Asiyah5. Elda NurAo Atika6. Raudatul Jannah7. Nurisnaniah8. Wahyu Anggara Desa9. Roni Zulfansah10. Candra Eka Puspitasari*11 1Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. FATEPA, 2Program Studi Matematika. Fakultas MIPA 3Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Mataram, 4Jurusan Ilmu Kesehatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 5Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. FKIP 6Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Mataram. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram, 8Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP 9Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Hukum, 10Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan , 11Apotek Pendidikan Universitas Mataram Universitas Mataram Jalan. Majapahit No. 62 Mataram-NTB. Indonesia *korespondensi : candrapuspitasari@unram. Artikel history : Received Revised Published : 04 Februari 2024 : 27 Maret 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Mayoritas masyarakat Desa Jero Gunung bekerja sebagai petani dan peternak dengan salah satu permasalahan utama yaitu ketersediaan pupuk yang terbatas untuk memenuhi nutrisi tanaman dan menunjang hasil pertanian. Selain itu, dari aspek peternakan, masyarakat kurang memanfaatkan potensi limbah kotoran ternak. Maka, perlu dilakukan kegiatan untuk menggali potensi dan mensosialisasikan potensi tersebut kepada masyarakat yakni dengan Go-Organic yakni pelatihan pembuatan pupuk organik Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman peternak dan petani di Desa Jero Gunung mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan ternak khususnya kambing. Metode kegiatan pelatihan yang dilakukan berupa sosialisasi yang terdiri dari penyampaian materi oleh pakar Mitra Kerja Samadari CV. Persada Hijau , sesi tanya jawab, dan praktik pembuatan pupuk organik yang dipandu oleh fasilitator yaitu mahasiswa KKN PMD Desa Jero Gunung. Masyarakat yang hadir antusias terhadap kegiatan terlebih karena hasil kegiatan berupa pupuk trichokompos yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Kata Kunci : Go-organic, pelatihan, pupuk organik, kotoran kambing Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Berdasarkan informasi dari website resmi desa Jero Gunung . , desa Jero Gunung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sakra Barat dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan peternak. Para petani di desa Jero Gunung masih mengandalkan pupuk kimia sebagai sumber nutrisi utama bagi tanamannya. Permasalahan yang kerap ditemui oleh para petani yaitu terkait ketersediaan pupuk yang masih terbatas dan biayanya yang relatif mahal (Lestary & Muhammad, 2. Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dan tidak disertai penggunaan dosis yang tepat juga dapat menimbulkan dampak negatif yaitu dapat merusak kesuburan tanah, bahkan mengubah sifat fisik, biologi, dan kimia tanah (Kania & Maghfoer, 2. Selama ini, para petani kurang sadar terhadap potensi yang cukup besar dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi, salah satunya yaitu dengan pengolahan limbah kotoran hewan ternak menjadi pupuk organik. Potensi ini dapat dilihat dari melimpahnya kotoran hewan ternak yang tidak dimanfaatkan. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan tata cara pengolahannya. Bahan organik seperti kotoran kambing perlu diolah sebelum digunakan sebagai pupuk tanaman dengan cara dikomposkan. Pengomposan perlu dilakukan agar pada saat proses penguraian bahan organik di dalam tanah yang mengandung cukup air dan udara tidak mengganggu pertumbuhan tanaman akibat dari proses penguraian yang begitu cepat. Pengomposan juga dapat menambah pasokan unsur hara dan humus ke dalam tanah pada saat proses penguraian. Bahan organik segar memiliki struktur yang sangat kasar dan dayanya terhadap air kecil, pengomposan dapat mengurai struktur tersebut menjadi lebih sederhana dan stabil sehingga tanah tidak menjadi kering dan menjadi lebih subur. Pengolahan kotoran kambing menjadi kompos merupakan cara pengolahan bahan organik yang baik sebelum digunakan sebagai pupuk karena kotoran kambing tidak selalu tersedia saat diperlukan (Prihandini & Purwanto, 2. Trichokompos merupakan pupuk organik yang dibuat melalui proses pengomposan menggunakan bahan baku dari limbah kotoran hewan ternak yang telah disederhanakan oleh mikroba dekomposer Trichoderma sp (Suyana et al. , 2. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peternak dan petani di desa Jero Gunung mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan ternak kambing. pelatihan pembuatan pupuk ini ditujukan untuk membantu petani memecahkan permasalahan yang dihadapinya begitu juga dengan peternak agar bisa mengurangi limbah kotoran hewan ternak. METODE KEGIATAN Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Desa Jero Gunung pada hari kamis, 4 Januari 2024, pukul 09. 00 s/d 12. 30 dengan 20 orang peserta yang terdiri dari petani dan peternak desa Jero Gunung kecamatan Sakra Barat, kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara sosialisasi, diskusi, dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan denganpenyampaian materi selama 60 menit di dalam ruangan oleh pemateri yang merupakan konsultan Bioteknologi. Ghazanfar Husein. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index . Kompos, . Pupuk kandang, . Bahan Kompos, . Kandungan unsur hara, . Kandungan unsur hara kotoran hewan, . Trichokompos, . Kandungan mikroba dekomposer, . Cara membiakkan dekomposer, . Pembiakan dekomposer, . Cara pembuatan kompos, . Pembuatan pupuk kompos. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung selama 15 menit. Peserta menanyakan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan kepada pemateri. Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk trichokompos. Pelatihan dilakukan di luar ruangan dan berlangsung selama 45 menit. Kegiatan pelatihan diawali dengan pembiakan dekomposer kemudian pembuatan pupuk trichokompos. Alat dan bahan yang digunakan pada saat pelatihan ini adalah terpal, sekop, ember, dan gayung. Bahan yang digunakan yakni kotoran hewan ternak . ada praktik ini kotoran kambin. , probiotik yang terdiri dari molase, dedak dan sekam padi, garam, dan air, serta bakteri trichoderma sebagai mikroba pengurai . untuk mempercepat proses fermentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pembuatan pupuk trichokompos merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata PMD Universitas Mataram tahun 2023/2024 yang dilaksanakan di bidang pertanian dan peternakan desa Jero Gunung pada hari kamis, 4 Januari 2024, 00 s/d 30 dengan 20 orang peserta yang terdiri dari petani dan peternak desa Jero Gunung kecamatan Sakra Barat, kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dimana narasumber memaparkan materi secara langsung di depan peserta Pelatihan pembuatan pupuk organik dilakukan menggunakan metode sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, serta praktik. Hasil dari pelatihan ini peserta mengetahui cara pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, manfaat serta keunggulan pupuk organik. Pupuk organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pupuk anorganik diantaranya dapat menjaga agar tanah tidak terdegradasi dan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik yang beredar saat ini memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu pupuk trichokompos (Pelealu dan Baideng. Pupuk Trichokompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dibuat melalui proses pengomposan menggunakan bahan baku dari limbah kotoran hewan ternak yang telah diuraikan secara sempurna oleh mikroba dekomposer Trichoderma sp (Suyana et al. , 2. Trichoderma sp merupakan jamur yang tumbuh di tanah tepatnya di sekitar akar Jamur ini bekerja dengan cara memberikan sinyal auksin dan juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, khususnya sayur-sayuran (Sutarman & Prahasti. Trichoderma yang terkandung dalam pupuk organic mampu melawan patogen dalam tanah terutama agar meningkatkan kandungan nitrogen dan karbon (Djatmiko & Slamet, 1997 dalam Lehar, 2. Jamur ini dapat menghasilkan senyawa yang mampu merusak struktur sel patogen dengan memecahkan dinding sel (Tehuyo, 2. Bahan baku yang kami gunakan untuk membuat pupuk trichokompos adalah kotoran kambing. Kotoran kambing dapat dijadikan alternatif pengganti pupuk anorganik dikarenakan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index kandungan N dan K masing-masing dua kali lebih besar daripada kotoran sapi. Selain itu, waktu fermentasi kotoran kambing lebih singkat dibandingkan dengan pupuk kandang sapi dan babi (Roidah, 2. Gambar 1. Penyampaian materi oleh pemateri Pembuatan pupuk organik Trichokompos terdiri dari 2 tahapan yaitu sebagai Tahap pembiakan dekomposer Tahap ini dimulai dengan mengumpulkan bahan bahan untuk pengembangbiakan dekomposernya yaitu 20 ml dekomposer, 500 gram molase, 500 gram garam kasar, 1 kg dedak. setelah semua bahan disiapkan masukan semua bahan ke dalam wadah dan tambahkan 10 liter air bersih, lalu aduk rata dan tutup wadah dengan rapat selama 4 pada hari ke-5 cairan dekomposer bisa digunakan untuk fermentasi sekitar 2 ton bahan kompas. Gambar 2. Proses pembiakan dekomposer Tahap pembuatan kompos atau pupuk organik Trichokompos Tahap ini dimulai dengan mengumpulkan bahan bahan pembuatan kompos seperti mengumpulkan kotoran kambing, sekam padi dan tanah subur. Kemudian kotor Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index kambing dan tanah subur dicampur dalam satu wadah berupa terpal. kotoran kambing dan tanah subur yang telah dicampur diberikan cairan dekomposer, kemudian ditutup untuk proses pematangan. selama proses pematangan yang berlangsung selama 7 sampai 10 hari, pupuk setiap harinya diaduk untuk membuat pupuk matang dengan Gambar 2. Proses pencampuran Kegiatan pelatihan ini juga menghasilkan produk berupa 100 kg pupuk trichokompos yang kemudian disalurkan kepada masyarakat di desa Jero Gunung. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme masyarakat yang tinggi yang ditunjukkan dengan keaktifan masyarakat saat diskusi maupun saat demonstrasi pembuatan pupuk organik trichokompos. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh setelah terselenggaranya kegiatan adalah masyarakat antusias dan merasa terbantu dengan pelatihan yang diselenggarakan karena pembuatan pupuk trichokompos dapat dilakukan dengan bahan yang mudah ditemukan dan memiliki nilai yang lebih ekonomis dibandingkan pupuk anorganik. Saran Saran untuk kegiatan kedepannya yaitu melakukan evaluasi terhadap kontinuitas hasil pelaksanaan kegiatan dan menambah jenis pelatihan terkait ternak dan pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan di Desa Jero Gunung. Sakra Barat. LombokTimur. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Desa Jero Gunung beserta jajarannya. Mitra Kerja Sama CV. Persada Hijau, serta LPPM Universitas Mataram. DAFTAR PUSTAKA