Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 DOI: https://doi. org/10. 70285/6hc3p497 Pengaruh Net Profit Margin. Debt Equity Ratio. Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba pada PT Alkindo Naratama Tbk Periode 2014-2023 Siti Nuraini1. Rachmawaty2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang 1,2 siti26072001@gmail. com1, dosen01925@unpam. Received 01/09/2. Revised 05/09/2025 | Accepted 14/09/2025 *Korespondensi Penulis ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor konsumer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2023. Pertumbuhan laba yang stabil dan positif merupakan indikator penting dalam menilai kinerja keuangan perusahaan dan daya tarik investasi. Namun, volatilitas pasar dan perubahan kondisi ekonomi sering kali menyebabkan fluktuasi yang signifikan, menciptakan sebuah celah penelitian . esearch ga. tentang faktor-faktor internal yang paling dominan mempengaruhi fenomena ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji hipotesis dan melihat pengaruh variabel independen secara simultan maupun parsial terhadap variabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan. NPM. DER, dan TATO memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Secara parsial. NPM dan TATO menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sementara DER tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efektivitas operasional dan pemanfaatan aset menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan laba, sementara tingkat utang tidak menjadi penentu utama dalam konteks pertumbuhan perusahaan pada sektor ini. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat literatur yang ada tentang determinan pertumbuhan laba dan memberikan panduan praktis bagi manajemen perusahaan dan investor dalam pengambilan keputusan strategis. Kata Kunci: Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Total Asset Turnover. Pertumbuhan Laba ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), and Total Asset Turnover (TATO) on Profit Growth in consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2018-2023 period. Stable and positive profit growth is a crucial indicator in assessing a company's financial performance and investment attractiveness. However, market volatility and changing economic conditions often cause significant fluctuations, creating a research gap regarding the most dominant internal factors influencing this phenomenon. This study Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 uses a quantitative approach with secondary data obtained from the companies' annual financial The analytical method used is multiple linear regression to test the hypotheses and observe the effect of the independent variables on the dependent variable, both simultaneously and partially. The results show that, simultaneously. NPM. DER, and TATO have a significant effect on profit Partially. NPM and TATO show a positive and significant effect, while DER does not have a significant effect. These findings imply that operational effectiveness and asset utilization are key factors in driving profit growth, while the level of debt is not a major determinant of company growth in this sector. This study provides a theoretical contribution by strengthening the existing literature on the determinants of profit growth and offers practical guidance for company management and investors in strategic decision-making. Keywords: Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio. Total Asset Turnover. Profit Growth PENDAHULUAN Laba merupakan salah satu indikator utama yang menunjukkan keberhasilan manajemen perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Pertumbuhan laba menjadi cerminan dari kemampuan perusahaan dalam meningkatkan keuntungan dari tahun ke tahun, yang pada gilirannya mencerminkan kinerja dan prospek di masa depan. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, manajemen keuangan yang efektif menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan. Penelitian terbaru oleh Simanjuntak dan Wijaya . serta Purnomo dan Anggraini . menunjukkan bahwa faktor internal seperti rasio profitabilitas dan efisiensi operasional memiliki peran dominan dalam mendorong pertumbuhan laba. Sebaliknya, rasio utang sering kali menunjukkan hubungan yang kompleks dan tidak selalu linier, menciptakan sebuah "gap" antara teori dan praktik Konsep profitabilitas merujuk pada kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktivitas Menurut Hidayat dan Lestari . , rasio seperti Net Profit Margin (NPM) adalah alat vital untuk mengukur efisiensi manajemen dalam mengendalikan biaya dan memaksimalkan laba Sementara itu, struktur modal mengacu pada komposisi utang dan ekuitas yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan (Santoso dan Wijaya, 2. Rasio Debt to Equity Ratio (DER), seperti yang dijelaskan oleh Puspitasari dan Handayani . , menjadi indikator utama tingkat leverage keuangan. Tingginya DER bisa meningkatkan risiko finansial, namun juga dapat memacu pertumbuhan jika utang digunakan untuk investasi produktif. Terakhir, efisiensi operasional dinilai dari seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Total Asset Turnover (TATO) adalah rasio yang mengukur efisiensi ini, di mana menurut Susanto dan Amelia . TATO yang tinggi menandakan penggunaan aset yang optimal. Research gap yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya inkonsistensi hasil dari studistudi terdahulu mengenai pengaruh DER terhadap pertumbuhan laba. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa utang dapat menjadi katalisator pertumbuhan (Purnomo & Anggraini, 2. , sementara yang lain menemukan bahwa utang yang berlebihan justru dapat menghambat pertumbuhan karena beban bunga yang tinggi (Simanjuntak & Wijaya, 2. Kebaruan . penelitian ini terletak pada penggunaan data terkini . dari sektor konsumer yang sensitif terhadap perubahan daya beli masyarakat, serta analisis mendalam mengenai bagaimana NPM. DER, dan TATO berinteraksi dalam konteks ekonomi pasca-pandemi. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Pertumbuhan Laba PT Alkindo Naratama Tbk Periode 2014-2023 (Dalam Rupia. Tahun Laba Bersih tahun Berjalan 21,061,034,612 24,079,122,338 25,229,505,223 29,035,395,397 42,650,954,208 78,421,735,355 65,331,041,553 100,771,009,640 65,764,485,236 2,432,375,361 Sumber: Laporan keuangan PT. Alkindo Naratama Tbk. Laba tahun Berjalan Sebelumnya 22,589,101,552 21,061,034,612 24,079,122,338 25,229,505,223 29,035,395,397 42,650,954,208 78,421,735,355 65,331,041,553 100,771,009,640 65,764,485,236 Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: apakah NPM. DER, dan TATO secara simultan dan parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor konsumer di BEI? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio, dan Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan sektor konsumer di BEI. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori manajemen keuangan dan menjadi acuan praktis bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan variabel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor konsumer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2023. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu, seperti ketersediaan laporan keuangan lengkap dan tidak mengalami delisting selama periode penelitian. Dari total populasi, didapatkan 15 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel. Proses ini memastikan data yang digunakan akurat dan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan sampel yang diunduh dari situs resmi BEI. Data yang dikumpulkan meliputi laba bersih, total ekuitas, total utang, total aset, dan penjualan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat data yang relevan secara sistematis untuk setiap variabel dari tahun 2018 hingga Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjamin validitas dan keandalan data sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Langkah awal adalah melakukan uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, untuk memastikan model regresi yang digunakan memenuhi syarat BLUE (Best Linear Unbiased Estimato. Setelah asumsi klasik terpenuhi, dilakukan analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan secara simultan dengan uji F untuk melihat pengaruh bersama-sama dari seluruh variabel independen dan Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan secara parsial dengan uji t untuk melihat pengaruh masing-masing variabel secara individual terhadap pertumbuhan laba. Selain itu, digunakan pula analisis koefisien determinasi (R. untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan laba pada perusahaan sampel cukup bervariasi selama periode penelitian. Pertumbuhan laba menunjukkan volatilitas yang tinggi, terutama pada tahun 2020-2021 yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Rata-rata NPM juga menunjukkan fluktuasi, di mana perusahaan dengan NPM tertinggi cenderung memiliki laba yang lebih stabil. Sementara itu. DER rata-rata berada pada tingkat moderat, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini masih dapat mengelola utang dengan baik. TATO menunjukkan efisiensi yang beragam, dengan beberapa perusahaan memiliki TATO yang sangat tinggi, menandakan kemampuan mereka dalam menghasilkan penjualan dari aset yang dimiliki. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi semua kriteria. Data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas, tidak ada gejala heteroskedastisitas, dan tidak ada Ini menegaskan bahwa model regresi yang dibangun adalah valid dan dapat digunakan untuk pengujian hipotesis. Validitas model ini menjadi landasan kuat untuk interpretasi hasil regresi yang akan dipaparkan selanjutnya. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan. NPM. DER, dan TATO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai sig. uji F yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen ini secara bersama-sama memiliki peran penting dalam memprediksi pertumbuhan laba. Temuan ini sejalan dengan teori manajemen keuangan yang menyatakan bahwa profitabilitas, struktur modal, dan efisiensi aset merupakan faktor fundamental yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa NPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai koefisien regresi yang positif mengindikasikan bahwa setiap kenaikan NPM akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba. Hal ini logis karena NPM mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan menghasilkan laba bersih dari setiap unit penjualan, yang merupakan esensi dari pertumbuhan laba. Semakin efisien perusahaan, semakin besar potensi pertumbuhannya. Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Model ( Constant ) Std. Error Beta NPM DER TATO Sig. Sumber: Data diolah dengan SPSS 27 oleh peneliti. Berdasarkan tabel 4. 10 diatas, maka model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Y = Oe170,124 (Y) 16,948 (NPM) Oe 0,280 (DER) 93,094 (TATO) Berdasarkan persamaan tersebut, bisa diinterpretasikan menjadi: Nilai konstanta . diketahui sebesar -170,124. Artinya nilai tersebut merupakan keadaan variabel pertumbuhan laba ketika tidak ada variabel Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover. Nilai koefisien regresi Net Profit Margin menunjukan nilai positif sebesar 16,948. Artinya Pertumbuhan Laba akan naik sebesar 16,948 untuk tiap kenaikan 1 satuan dalam Net Profit Margin. Nilai koefisien regresi Debt to Equity Ratio diketahui bernilai -0,280. Artinya Pertumbuhan Laba akan turun sebesar 0,280 untuk tiap kenaikan 1 satuan dalam Debt to Equity Ratio. Nilai koefisien regresi Total Asset Turnover menunjukan nilai positif sebesar 93,086. Artinya Pertumbuhan Laba akan naik sebesar 93,086 untuk tiap kenaikan 1 satuan dalam Total Asset Turnover. Hasil uji t untuk TATO juga menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Koefisien regresi yang positif menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi penggunaan aset (TATO) akan meningkatkan pertumbuhan laba. Temuan ini konsisten dengan literatur yang ada, di mana pemanfaatan aset yang efektifAibaik itu aset tetap maupun aset lancarAi akan mengoptimalkan pendapatan dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan laba. Perusahaan dengan aset yang tidak produktif akan kesulitan untuk bersaing dan tumbuh. Sementara itu, hasil uji t untuk DER menunjukkan bahwa variabel ini tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Meskipun secara teori utang bisa menjadi alat untuk membiayai ekspansi dan pertumbuhan, temuan ini mengindikasikan bahwa pada perusahaan sampel, tingkat utang yang ada belum secara signifikan memengaruhi kemampuan mereka untuk tumbuh. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tingkat utang yang masih dalam batas aman atau penggunaan utang yang tidak terlalu agresif untuk ekspansi besar. PEMBAHASAN Temuan bahwa NPM memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba sejalan dengan teori bahwa profitabilitas adalah pendorong utama kinerja keuangan. Ketika perusahaan mampu mengendalikan biaya operasional dan menghasilkan laba bersih yang lebih besar, laba yang tersedia untuk reinvestasi atau distribusi kepada pemegang saham akan meningkat, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan di masa depan. Temuan ini mendukung penelitian terdahulu oleh Hidayat dan Lestari . , yang menemukan hubungan positif antara NPM dan kinerja laba. Hal ini menegaskan bahwa fokus pada efisiensi operasional adalah strategi yang tepat untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Pengaruh TATO yang signifikan juga memperkuat argumen bahwa efisiensi dalam pengelolaan aset adalah faktor krusial. Perusahaan yang dapat menghasilkan penjualan tinggi dari setiap dolar aset yang dimilikinya cenderung lebih produktif dan memiliki posisi yang lebih baik untuk mencapai pertumbuhan laba. Temuan ini konsisten dengan penelitian oleh Susanto dan Amelia . , yang menekankan pentingnya manajemen aset yang efektif. Dengan demikian, investasi pada teknologi atau proses yang meningkatkan produktivitas aset dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan TATO dan, pada akhirnya, pertumbuhan laba. Di sisi lain, tidak signifikannya pengaruh DER terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sampel merupakan temuan menarik dan menjadi solusi dari gap penelitian yang ada. Ini mengindikasikan bahwa di sektor konsumer, perusahaan mungkin lebih berhati-hati dalam menggunakan utang untuk pembiayaan, atau bahwa pasar menganggap utang sebagai beban yang Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 dapat meningkatkan risiko daripada sebagai katalis pertumbuhan. Hal ini berbeda dengan temuan Purnomo dan Anggraini . di sektor lain yang menemukan hubungan positif, menunjukkan bahwa implikasi utang sangat tergantung pada konteks industri. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika keuangan di sektor konsumer. Implikasinya adalah bahwa manajemen perusahaan sebaiknya lebih fokus pada peningkatan efisiensi operasional (NPM dan TATO) sebagai strategi utama untuk mencapai pertumbuhan laba yang sehat dan berkelanjutan. Mengandalkan utang secara agresif mungkin tidak memberikan dampak positif yang signifikan, bahkan berpotensi meningkatkan risiko Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa investor dan analis pasar harus lebih memperhatikan rasio profitabilitas dan efisiensi aset (NPM dan TATO) saat mengevaluasi prospek pertumbuhan perusahaan di sektor konsumer. Mereka harus lebih berhati-hati dalam menafsirkan tingkat utang (DER) dan tidak secara langsung menganggapnya sebagai indikator pertumbuhan. Fokus pada efisiensi operasional akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang potensi pertumbuhan. Secara keseluruhan, pembahasan ini menegaskan kembali bahwa pertumbuhan laba adalah hasil dari kombinasi faktor internal yang terkelola dengan baik. Penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi teoriteori keuangan yang ada, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana faktor-faktor ini bekerja di dalam sebuah sektor industri yang spesifik, memecahkan inkonsistensi yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya. SIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa simpulan utama sesuai dengan tujuan penelitian. Pertama, secara simultan. Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO) secara signifikan memengaruhi pertumbuhan laba pada perusahaan sektor konsumer di BEI. Hal ini menunjukkan bahwa gabungan dari faktor profitabilitas, struktur modal, dan efisiensi operasional sangat krusial bagi pencapaian pertumbuhan. Kedua, secara parsial. Net Profit Margin (NPM) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pertumbuhan laba. Ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk mengelola biaya dan meningkatkan laba bersih adalah pendorong utama pertumbuhan. Peningkatan profitabilitas secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kemampuan perusahaan untuk mendanai ekspansi. Ketiga, secara parsial. Total Asset Turnover (TATO) juga memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini menegaskan pentingnya efisiensi dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan penjualan. Perusahaan yang mampu mengoptimalkan penggunaan asetnya akan memiliki keunggulan kompetitif. Keempat. Debt to Equity Ratio (DER) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Simpulan ini menunjukkan bahwa di sektor konsumer yang menjadi fokus penelitian ini, tingkat utang yang ada tidak menjadi penentu utama dalam mencapai pertumbuhan. Ini bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan cenderung konservatif atau bahwa pasar tidak merespons secara positif penggunaan utang yang tinggi. Kelima, penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan memperjelas inkonsistensi temuan sebelumnya, khususnya terkait dengan pengaruh DER. Implikasinya adalah bahwa model analisis untuk memprediksi pertumbuhan laba harus lebih memprioritaskan indikator profitabilitas dan efisiensi aset, terutama di sektor konsumer. Secara singkat, pertumbuhan laba pada perusahaan sektor konsumer di BEI lebih dipengaruhi oleh seberapa efisien mereka beroperasi dan seberapa baik mereka memanfaatkan asetnya, bukan Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 seberapa besar utang yang mereka miliki. Manajemen keuangan yang sehat harus fokus pada peningkatan NPM dan TATO untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA