Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil AoAlamin dalam Pendidikan Lingkungan Luluk ZakiyahA. Sufinatin AisidaA A MI Sulaimaniyah Jombang. Indonesia A Universitas Darul AUlum Jombang. Indonesia Email: lulukzakiyahoi@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin (P5P2RA) dalam membangun kesadaran lingkungan peserta didik di MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan, guru kelas, peserta didik, dan wali murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5P2RA dilaksanakan secara terencana melalui pembelajaran berbasis projek dengan mengintegrasikan tema gaya hidup berkelanjutan dan nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin, seperti berkeadaban, keteladanan, toleransi, serta sikap dinamis dan inovatif. Program ini berperan sebagai penguatan pembelajaran intrakurikuler dan terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan peserta didik, yang tercermin dari perubahan sikap dalam menjaga kebersihan, memanfaatkan barang bekas, serta meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kolaboratif di madrasah. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan perbedaan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa P5P2RA memiliki kontribusi penting dalam penguatan karakter dan pembentukan kesadaran lingkungan peserta didik di madrasah. Kata Kunci: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin, kesadaran lingkungan, pendidikan karakter. Kurikulum Merdeka PENDAHULUAN Pendidikan abad ke-21 dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial peserta didik terhadap lingkungan. Krisis lingkungan global, seperti perubahan iklim, pencemaran, dan degradasi ekosistem, menuntut adanya pergeseran paradigma pendidikan yang tidak lagi semata-mata berorientasi pada penguasaan pengetahuan, melainkan juga pada pembentukan kesadaran, sikap, dan perilaku pro43 Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 lingkungan sejak usia dini. Pendidikan dipandang sebagai instrumen strategis untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan etika ekologis dalam kehidupan sehari-hari (Chawla & Cushing, 2. Dalam konteks Indonesia, upaya menjawab tantangan tersebut diwujudkan melalui penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguatan kompetensi esensial, serta pengembangan karakter peserta didik. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan ruang bagi satuan pendidikan dan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta responsif terhadap dinamika sosial dan lingkungan (Hamdi et al. , 2. Salah satu ciri utama Kurikulum Merdeka adalah penguatan pembelajaran berbasis projek melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. , yang bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman belajar yang bermakna. Pembelajaran berbasis projek . roject-based learnin. telah lama diakui sebagai pendekatan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, serta tanggung jawab peserta didik. Melalui projek, siswa didorong untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar, memecahkan masalah nyata, bekerja sama dalam tim, serta menghasilkan produk yang relevan dengan konteks kehidupan mereka (Kokotsaki et al. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan nilai melalui pengalaman langsung, refleksi, serta interaksi sosial yang bermakna. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Profil Pelajar Pancasila dirumuskan sebagai gambaran ideal karakter pelajar Indonesia yang mencakup enam dimensi utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa orientasi pendidikan nasional tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik sebagai warga negara dan warga dunia (Hamdi et al. , 2. Dalam kaitannya dengan isu lingkungan, dimensi gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif memiliki relevansi yang kuat untuk mendorong peserta didik agar peka terhadap permasalahan lingkungan serta mampu merancang solusi yang berkelanjutan. Bagi satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, penguatan Profil Pelajar Pancasila diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman melalui Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin (P2RA). Profil ini menekankan pembentukan karakter peserta didik yang moderat, toleran, berakhlak mulia, serta membawa kemaslahatan bagi sesama manusia dan Konsep rahmatan lil Aoalamin secara substansial menegaskan bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam sebagai amanah yang harus dijaga dan dilestarikan. Dalam perspektif pendidikan Islam, manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral untuk memelihara keseimbangan dan keberlanjutan Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan . ducation for sustainable developmen. yang menekankan pentingnya Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 integrasi aspek pengetahuan, nilai, dan tindakan dalam membentuk perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan (Wals et al. , 2. Dengan demikian, integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin dalam pendidikan lingkungan menjadi relevan secara pedagogis, ideologis, dan teologis. Tema gaya hidup berkelanjutan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan ruang yang luas bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan lingkungan yang kontekstual. Melalui tema ini, peserta didik dapat dilibatkan dalam berbagai aktivitas nyata, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, pelestarian lingkungan sekolah, serta kampanye kebersihan dan kesehatan lingkungan. Pendidikan lingkungan yang berbasis pengalaman langsung terbukti lebih efektif dalam membentuk sikap dan perilaku pro-lingkungan dibandingkan pendekatan yang hanya bersifat informatif (Chawla & Cushing, 2. Lebih lanjut, pendekatan pembelajaran berbasis projek dalam pendidikan lingkungan memungkinkan peserta didik untuk tidak hanya memahami masalah lingkungan secara konseptual, tetapi juga mengembangkan rasa memiliki . ense of ownershi. terhadap lingkungan di sekitarnya. Proses ini mendorong terbentuknya kesadaran ekologis yang tidak bersifat sesaat, melainkan terinternalisasi dalam kebiasaan dan pola pikir peserta didik (Kokotsaki et al. , 2. Dalam konteks ini, integrasi nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil AAlamin menjadi penting agar pendidikan lingkungan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan etika, moral, dan spiritual peserta didik. Meskipun secara konseptual integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin dalam pendidikan lingkungan memiliki landasan yang kuat, kajian empiris yang secara khusus membahas implementasi integrasi tersebut di tingkat madrasah ibtidaiyah masih relatif terbatas. Sebagian penelitian tentang Kurikulum Merdeka dan P5 lebih banyak menyoroti aspek kebijakan, perencanaan pembelajaran, atau penguatan karakter secara umum, sementara dimensi integrasi nilai keislaman dan dampaknya terhadap kesadaran lingkungan peserta didik belum banyak dikaji secara mendalam (Hamdi et al. Di sisi lain, penelitian tentang pendidikan lingkungan menunjukkan bahwa perubahan perilaku tidak cukup dicapai melalui peningkatan pengetahuan semata, tetapi memerlukan pendekatan yang menyentuh aspek nilai, sikap, dan pengalaman personal peserta didik (Chawla & Cushing, 2007. Wals et al. , 2. Hal ini menguatkan argumen bahwa pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan nilai religius memiliki potensi yang lebih besar untuk membentuk perilaku berkelanjutan dalam jangka Implementasi pembelajaran berbasis projek juga sangat dipengaruhi oleh konteks sekolah, peran guru sebagai fasilitator, serta relevansi projek dengan kehidupan nyata peserta Kokotsaki et al. menegaskan bahwa keberhasilan project-based learning tidak hanya ditentukan oleh desain kurikulum, tetapi juga oleh kualitas pendampingan guru dan keterlibatan aktif peserta didik dalam seluruh proses pembelajaran. Dengan demikian, kajian berbasis konteks lokal menjadi penting untuk memahami bagaimana integrasi Profil Pelajar Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Pancasila dan Rahmatan Lil AAlamin benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di madrasah. Dalam konteks madrasah ibtidaiyah, integrasi tersebut memiliki karakteristik tersendiri karena madrasah tidak hanya mengemban misi pendidikan nasional, tetapi juga misi pendidikan keislaman. Nilai-nilai religius yang diajarkan di madrasah dapat menjadi modal penting dalam memperkuat pendidikan lingkungan, terutama dalam membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan Integrasi ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki motivasi internal yang kuat untuk melakukannya secara konsisten (Wals et al. , 2. Namun, tanpa adanya kajian empiris yang sistematis, integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil AAlamin dalam pendidikan lingkungan berpotensi hanya menjadi wacana normatif di tingkat dokumen kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang secara khusus mengkaji bagaimana integrasi tersebut direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi dalam praktik pembelajaran, serta bagaimana dampaknya terhadap pembentukan kesadaran lingkungan peserta didik (Hamdi et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin dalam pendidikan lingkungan merupakan isu yang penting dan strategis untuk dikaji. Secara teoretis, kajian ini berkontribusi pada pengembangan literatur tentang pendidikan karakter, pendidikan lingkungan, dan pendidikan Islam dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan pengelola madrasah dalam merancang pembelajaran berbasis projek yang lebih integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kesadaran lingkungan peserta didik (Chawla & Cushing, 2007. Kokotsaki et al. , 2016. Wals et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji secara mendalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin (P5P2RA) dalam membangun kesadaran lingkungan peserta Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan memahami fenomena sosial dan praktik pendidikan secara holistik dalam konteks alamiah, khususnya terkait perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penguatan profil pelajar di lingkungan madrasah (Sugiyono, 2. Desain studi kasus digunakan karena penelitian difokuskan pada satu satuan pendidikan sebagai kasus tunggal yang ditelaah secara mendalam dan kontekstual. Penelitian dilaksanakan di MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung. Kabupaten Jombang. Jawa Timur, pada periode April hingga Juni 2025. Lokasi ini dipilih karena madrasah tersebut telah mengimplementasikan program P5P2RA secara terstruktur dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan budaya madrasah, serta memiliki komitmen kuat terhadap penguatan karakter dan kepedulian lingkungan peserta didik. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pihak-pihak yang dianggap memiliki informasi relevan dan mendalam terkait implementasi program. Informan utama meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan, lima orang guru kelas, peserta didik kelas I dan II, serta beberapa wali murid. Pemilihan informan ini didasarkan pada pertimbangan keterlibatan langsung mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan P5P2RA, sehingga data yang diperoleh diharapkan mencerminkan kondisi empiris secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung aktivitas pembelajaran, kegiatan proyek, budaya madrasah, serta perilaku peserta didik yang mencerminkan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil AAlamin. Observasi dilakukan secara sistematis dengan menggunakan lembar observasi dan catatan lapangan untuk merekam peristiwa, interaksi, serta praktik pendidikan yang relevan (Sugiyono, 2. Wawancara dilakukan secara terstruktur terbuka kepada kepala madrasah, guru, peserta didik, dan wali murid. Teknik ini dipilih agar peneliti memperoleh data yang mendalam sekaligus tetap terarah sesuai fokus penelitian. Panduan wawancara disusun berdasarkan indikator perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hasil yang dicapai, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi P5P2RA. Seluruh proses wawancara didokumentasikan melalui catatan lapangan untuk menjaga keakuratan data. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan dari observasi dan wawancara. Dokumen yang dianalisis meliputi profil madrasah, visi dan misi, modul ajar, perangkat pembelajaran, dokumentasi kegiatan proyek, serta foto-foto aktivitas pembelajaran dan budaya madrasah. Teknik ini berfungsi untuk memverifikasi data sekaligus memberikan gambaran kontekstual mengenai implementasi program di lapangan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahap utama: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi (Miles & Huberman dalam Sugiyono, 2. Pada tahap kondensasi data, peneliti menyeleksi, memfokuskan, dan mengelompokkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi ke dalam tema-tema utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penguatan P5P2RA. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dan tabel ringkas untuk memudahkan pemahaman pola dan hubungan antar-temuan. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan secara bertahap dan diverifikasi terus-menerus selama proses penelitian berlangsung hingga diperoleh temuan yang kredibel. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari kepala madrasah, guru, peserta didik, dan wali murid. Sementara itu, triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan Dengan strategi ini, data yang diperoleh diharapkan memiliki tingkat kredibilitas dan keandalan yang tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin (P5P2RA) di MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung dilaksanakan secara terencana, terintegrasi, dan kontekstual dengan tujuan membangun kesadaran lingkungan peserta didik. Berdasarkan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, temuan penelitian dapat dikelompokkan ke dalam tiga aspek utama, yaitu: . perencanaan program P5P2RA, . pelaksanaan kegiatan P5P2RA dalam pembelajaran dan budaya madrasah, serta . hasil dan dampak implementasi terhadap kesadaran lingkungan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Sulaimaniyah telah menyusun perencanaan P5P2RA secara sistematis dengan mengacu pada kebijakan kurikulum dan visi misi Perencanaan tersebut mencakup penentuan tema projek, penyesuaian dengan karakteristik peserta didik kelas 1 dan 2, serta integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin dalam program sekolah. Kepala madrasah dan tim kurikulum berperan aktif dalam merancang arah kebijakan dan teknis pelaksanaan projek, sementara guru kelas berperan dalam menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran yang relevan dengan tema lingkungan. Tema lingkungan dipilih karena dinilai kontekstual dengan kebutuhan peserta didik serta kondisi lingkungan sekolah dan sekitarnya. Dalam perencanaan tersebut, nilai-nilai utama yang ditekankan meliputi kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, gotong royong, kemandirian, serta penguatan akhlak dan sikap rahmatan lil Aalamin. Perencanaan juga mencakup penentuan bentuk kegiatan, indikator capaian, serta strategi evaluasi yang akan digunakan oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5P2RA di MI Sulaimaniyah dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler/projek, dan penguatan melalui budaya madrasah. Dalam kegiatan intrakurikuler, guru mengintegrasikan nilai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin ke dalam materi pelajaran, khususnya pada pembelajaran tematik yang berkaitan dengan lingkungan. Peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan menggunakan sumber daya secara bijak melalui aktivitas belajar di kelas dan luar kelas . Pada kegiatan projek, peserta didik dilibatkan secara langsung dalam aktivitas nyata, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, menanam dan merawat tanaman, memilah sampah, serta membuat karya sederhana dari bahan bekas. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik, sementara peserta didik menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman . Selain itu, budaya madrasah juga menjadi sarana penting dalam penguatan P5P2RA. Kebiasaan menjaga kebersihan kelas, membuang sampah pada tempatnya, merawat fasilitas sekolah, serta pembiasaan sikap sopan, santun, dan saling menghargai terus ditanamkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Berdasarkan hasil observasi, budaya madrasah ini berkontribusi dalam membentuk kebiasaan positif peserta didik secara berkelanjutan. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5P2RA memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan peserta didik. Peserta didik mulai menunjukkan perubahan perilaku, seperti lebih peduli terhadap kebersihan kelas, tidak membuang sampah sembarangan, serta lebih aktif dalam kegiatan merawat tanaman dan lingkungan sekolah. Guru dan orang tua juga mengonfirmasi adanya perubahan sikap peserta didik, baik di sekolah maupun di rumah, meskipun tingkat konsistensinya masih bervariasi antar individu. Selain perubahan perilaku, penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan pemahaman peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Nilai rahmatan lil Aalamin tidak hanya dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih sayang terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Dengan demikian. P5P2RA tidak hanya berfungsi sebagai program kurikuler, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan kesadaran ekologis peserta didik . Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, perbedaan tingkat pemahaman guru dalam mengintegrasikan nilai P5P2RA, serta pengaruh lingkungan luar sekolah yang kadang kurang mendukung. Kendala-kendala ini memengaruhi konsistensi implementasi dan hasil yang dicapai, meskipun secara umum program P5P2RA dinilai berjalan dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi P5P2RA di MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung merupakan upaya strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin ke dalam pendidikan lingkungan. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan perlu dikembangkan secara terpadu melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pembiasaan di sekolah (Kemendikbud, 2020. Lickona, 1. Integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil AAlamin dalam konteks pendidikan lingkungan di MI Sulaimaniyah menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari konteks kehidupan nyata peserta didik. Nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang dikembangkan melalui projek selaras dengan konsep pendidikan karakter yang menekankan pada pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung (Lickona, 1. Temuan ini juga menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis projek efektif dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial peserta didik (Thomas. Dalam perspektif pendidikan Islam, nilai rahmatan lil Aalamin menekankan pentingnya sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap seluruh ciptaan, termasuk lingkungan. Implementasi P5P2RA di MI Sulaimaniyah menunjukkan bahwa nilai tersebut tidak hanya diajarkan secara konseptual, tetapi juga dipraktikkan melalui kegiatan nyata, seperti menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian dalam bidang pendidikan agama Islam yang menekankan pentingnya internalisasi nilai melalui Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari . isalnya, penelitian-penelitian di jurnal pendidikan agama Isla. Hasil penelitian menegaskan bahwa peran guru sangat sentral dalam keberhasilan implementasi P5P2RA. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan kepedulian Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada keteladanan dan konsistensi pendidik dalam membangun budaya sekolah yang positif (Lickona, 1. Budaya madrasah yang mendukung, seperti pembiasaan menjaga kebersihan dan sikap saling menghargai, memperkuat proses internalisasi nilai pada peserta didik. Temuan ini menguatkan teori bahwa budaya sekolah merupakan faktor kunci dalam pembentukan karakter dan perilaku peserta didik secara berkelanjutan (Deal & Peterson, 2. Dengan demikian. P5P2RA tidak berdiri sendiri sebagai program, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di madrasah. Perubahan perilaku peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis projek dan pembiasaan memiliki dampak nyata terhadap pembentukan karakter. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pendidikan lingkungan yang efektif harus melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan nyata agar terjadi perubahan sikap dan perilaku (Tilbury, 1. Namun, variasi tingkat konsistensi perilaku peserta didik juga menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan, baik dari sekolah maupun keluarga. Faktor lingkungan luar sekolah yang kurang mendukung menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan hasil program. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan karakter dan lingkungan merupakan proses jangka panjang yang dipengaruhi oleh berbagai konteks sosial peserta didik (Lickona, 1991. Tilbury, 1. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian tentang integrasi Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin dalam pendidikan lingkungan di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis projek dan budaya sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus karakter religius peserta didik. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi sekolah dan madrasah lain dalam merancang dan mengimplementasikan program P5P2RA yang kontekstual dan Guru dan pengelola sekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan karakter dan Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang masih terbatas pada satu madrasah serta subjek penelitian yang relatif kecil. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak sekolah dan menggunakan pendekatan metodologis yang beragam agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas P5P2RA dalam berbagai konteks pendidikan. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AAlamin (P5P2RA) di MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung telah berjalan secara terencana dan kontekstual melalui pembelajaran berbasis projek dengan tema gaya hidup berkelanjutan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penguatan pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga efektif dalam menanamkan nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, toleransi, dan sikap berkeadaban. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif pada peserta didik, khususnya dalam peningkatan kesadaran lingkungan, yang tercermin dari kebiasaan menjaga kebersihan, memanfaatkan barang bekas, serta partisipasi aktif dalam kegiatan kolaboratif di madrasah. Meskipun demikian, pelaksanaan P5P2RA masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis projek, serta perbedaan karakter dan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, disarankan agar pihak madrasah terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program melalui penguatan koordinasi antar guru, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran projek yang lebih kreatif, fleksibel, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, tujuan penguatan karakter dan kesadaran lingkungan dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan cakupan yang lebih luas, baik dari segi subjek, lokasi, maupun pendekatan metodologis, misalnya dengan menggunakan metode kuantitatif atau campuran untuk mengukur dampak P5P2RA secara lebih komprehensif. Penelitian lanjutan juga dapat memfokuskan kajian pada dampak jangka panjang program ini terhadap pembentukan karakter dan perilaku peserta didik, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih kuat bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan karakter di madrasah. REFERENSI