Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Volume 5. Nomor 1. Maret 2024 ISSN 2721 - 4311 http://jurnal. id/index. php/JISP Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan Karakter Anak Di Era Digital Family Sociology Practices in Building Children's Character Education in the Digital Era Faizal Hamzah Lubis1*. Sigit Hardiyanto1 . Prodi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Indonesia *E-mail: faizalhamzah@umsu. Abstrak Praktik sosiologi keluarga ke era digital sangat berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak. Era digital bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi pola komunikasi Komunikasi antara orang tua dan anak telah mengalami perubahan besar. Artikel ini membahas tentang perubahan komunikasi orangtua-anak di era digital dan dampaknya terhadap hubungan orangtua-anak. Artikel ini juga membahas dampak positif dan negatif dari perubahan komunikasi antara orang tua dan anak, serta strategi yang dapat digunakan orang tua untuk mengoptimalkan komunikasi dengan anak di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peralihan sosiologi keluarga dapat mempengaruhi proses pendidikan karakter anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan melakukan telaah dari berbagai sumber baik dari Al-Quran. Hadits, buku ilmiah, jurnal, dokumen dan tulisan-tulisan lain sebagai pembanding dan penunjang yang digunakan untuk memperoleh data. Hasil analisis menunjukkan bahwa era digital telah membawa perubahan dalam pola komunikasi dalam keluarga. Interaksi antar anggota keluarga sering kali dilakukan melalui perangkat elektronik, yang dapat menyebabkan kurangnya komunikasi langsung dan kurangnya waktu bersama. Selain itu, media sosial juga memberikan dampak besar terhadap pengalaman dan paparan anak-anak terhadap konten yang mungkin memiliki risiko negatif. Kata Kunci: Era Digital. Sosiologi Keluarga. Komunikasi Keluarga. Karakter Anak Abstract The practice of family sociology in the digital era has a great influence on children's character education. The digital era along with the development of information and communication technology has influenced family communication Communication between parents and children has undergone major changes. This article discusses changes in parent-child communication in the digital era and its impact on parent-child relationships. This article also discusses the positive and negative impacts of changes in communication between parents and children, as well as strategies that parents can use to optimize communication with children in the digital era. This research aims to analyze how the shift in family sociology can influence the process of children's character education. The research method used in this research is library research which aims to collect data and information by reviewing various sources including the Al-Quran. Hadith, scientific books, journals, documents and other writings as comparisons and supports used to obtain data. The results of the analysis show that the digital era has brought changes in communication patterns within the family. Interactions between family members are often done via electronic devices, which can lead to a lack of face-to-face communication and a lack of time together. Apart from that, social media also has a big impact on children's experiences and exposure to content that may have negative risks. Keywords: Digital era. Family Sociology. Family Communication. Child Character. Cara citasi : Lubis. Faizal Hamzah. Hardiyanto. Sigit. Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan Karakter Anak Di Era Digital. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Vol 5 No 1 Maret 2024, 10-19. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 1. Maret 2024, 10-19 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini berkembang dengan pesat dalam beberapa waktu dekade terakhir telah mengubah cara hidup dan interaksi manusia secara mendasar. Era digital telah membawa banyak perubahan yang sangat signifikan di berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk struktur dan dinamika dalam keluarga perubahan ini juga berpengaruh dalam pertumbuhan pendidikan karakter anak. Perubahan yang terjadi tidak dapat diabaikan begitu saja, yang dimana hubungan sebuah keluarga dan penerapan pendidikan karakter pada anak merupakan dua pilar utama dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi (Prasetyo & Trisyanti, 2. Seiring dengan melajunya arus informasi yang disajikan, membawa berbagai Berbagai kemudahan yang ditawarkan menimbulkan adanya ruang disrupsi. Ruang disrupsi membawa dampak yang cukup siginifikan bagi masyarakat. Khususnya generasi penerus kita. Di era disrupsi, di mana segala hal berubah dengan cepat, anakanak harus dibekali dengan kemampuan edukasi memadai. Karena anak-anak era kekinian banyak bersinggungan dengan internet, maka literasi digital menjadi salah satu alternatif yang paling mungkin untuk membangun pondasi pendidikan karakter era kini (Lalo, 2. Keluarga merupakan sosial atau unit terkecil masyarakat yang di dalamnya terdapat orang-orang yang menyatu atau disatukan oleh hubungan persaudaraan (Satya Yoga et al. , 2. Kelompok sosial tersebut antara lain terdiri dari kepala keluarga yakni orang tua . uami dan istr. dan juga terdapat seorang anak, bahkan lebih. Hal ini tidak berlaku bagi semua keluarga karena ada juga keluarga yang didalamnya tidak terdapat anak, melainkan hanya terdiri dari suami dan istri saja (Saputra et al. , 2. Kehadiran seorang anak dalam keluarga patut disyukuri sebab tidak semua orang dapat mengalami hal yang sama. Ketika anak terlahir dalam sebuah keluarga, maka anak itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tuanya (Suyanto, 2. Mendidik anak sedari kecil merupakan kewajiban bagi orang tua. Seorang anak akan melihat, dan meniru segala tindakan yang dilakukan dihadapannya sehingga tua mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pertumbuhan seorang anak (Sari, 2. Lubis. Faizal Hamzah. Hardiyanto. Sigit. Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan Sosiologi keluarga salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana interaksi dan hubungan antar anggota keluarga agar menjadi semakin relevan dalam menyelami perubahan yang terjadi di tengah masyarakat modern (Rustina, 2. Peralihan sosiologi keluarga dalam konteks pendidikan karakter anak mengajukan pertanyaan kritis mengenai bagaimana nilai-nilai, norma, dan identitas keluarga dapat berubah seiring dengan adanya teknologi digital yang begitu masif (Awaru, 2. Era digital membawa tantangan dan peluang yang berdampak langsung pada anak-anak sebagai generasi masa depan. Di satu sisi, kemajuan teknologi telah memberikan akses lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, di sisi lain, dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial menyebabkan anak-anak menjadi tidak produktif dan ini menyebabkan perkembangan kreativitas anak-anak menjadi pasif. Orang tua merupakan salah satu lembaga pendidikan yang pertama dan paling utama dalam diri seorang anak, karena seorang anak dibesarkan dan dilahirkan dari orag tua, serta akan berkembang menuju dewasa. Orang tua merupakan panutan pagi seorang karena setiap anak mula-mula mengagumi orang tuanya semua tingkah orang tuanya di tiru oleh anak anaknya. Tingkah laku anak akan menjadi baik jika tingkah laku orang tua nya baik. Dan tinggah laku anak akan menjadi buruk jika orang tuanya berprilaku buruk. Dengan kata lain orang tua lah yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menentukan karakter baik buruknya anak. Orang tua memiliki peran mengawasi dan membimbing anaknya. Peran orang tua ini dapat dilakukandengan cara memberikan edukasi tengtang dunia digital. Peran mengawasi yang dilakukanorang tuatersebutbertujuan agar anaknya tetap memiliki sebagainya, sedangkan memahami apa yang mereka pelajari di era digital saat ini. Berbagai kasus yang bermunculan akhir-akhir ini cukup mencemaskan. Khususnya dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara. Bisa dikatakan, hampir pada tiap aspek dan bidang kehidupan dapat dijumpai hal-hal negatif. Mulai dari sikap dan perbuatan individu ke individu atau kelompok sampai pada situasi dan kondisi yang Misalnya kasus kenakalan remaja, seks bebas yang dipertontonkan, kekerasan, persekusi, dan lain sebagainya. Perilaku tidak terpuji ini ternyata juga telah menjangkiti kaum elite politik. Acara saling mengumpat pun menjadi hal yang lumrah, tidak lagi dianggap hal yang tabu. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 1. Maret 2024, 10-19 Salah satu yang menjadi tantangan adalah disrupsi di bidang pendidikan khususnya Teknologi era digital memberikan kompensasi bagi seseorang. Bahkan dalam proses belajar mengajar pun seorang siswa tidak perlu tatap muka dengan guru. Yang tidak disadari justru inilah bisa menjadi ancaman, yakni bisa terjadi proses reduksi Nilai-nilai etika dan sopan santun memiliki predisposisi yang lebih besar untuk luntur (Sawitri et al. , 2. Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap perasaan, perkataan, dan pernuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum tata krama, budaya, dan adat istiadat (Budiman & Suva, 2. Pembentukan karakter di era digital saat ini juga sangat ditentukan oleh orang tua, terutama pada masa pertumbuhan. Masa yang menentukan bagaimana pembentukan Karena itu anak yang sering diberikan nasehat, melihat hal-hal yang baik, kasih sayang yang cukup, maka setelah dewasa karakter anak akan terbentuk dengan baik (Yelvita, 2. Pembentukan karakter erat kaitannya dengan moral dan adat istiadat. Moralitas sudah ada pada setiap orang. Moralitas ini masih perlu dipupuk dan dikembangkan Mau tak mau. Kemudian karakter dikelola dari segi moral dan adat istiadatnya Nah, perlu dilakukan upaya penguatan pendidikan karakter agar tidak mudah hilang terpengaruh pada era globalisasi saat ini (Fimansyah, 2. Pendidikan karakter anak menjadi hal yang semakin penting bagi setiap orangtua dalam menghadapi realitas era digital. Bagaimana keluarga atau orangtua, sebagai agen sosialisasi utama bagi anak-anaknya dalam beradaptasi dan memberikan contoh atau arahan dalam membangun sebuah karakter yang kuat dan berintegritas di tengah maraknya arus informasi yang terus mengalir melalui berbagai platform media digital (Nuraini & Mahmud, 2. Dengan mendalamnya pemahaman tentang bagaimana interaksi sosial, pola asuh, dan nilai-nilai yang terdapat dalam keluarga berperan dalam membentuk karakter anak. Dari latar belakang di atas, sudah sepantasnya nilai-nilai karakter itu diterapkan kepada anak-anaknya sesuai dengan perkembangan era digital. Dengan adanya teknologi digital yang begitu masif. Era digital membawa tantangan dan peluang yang berdampak langsung pada anak-anak sebagai generasi masa depan. Di satu sisi, kemajuan teknologi telah memberikan akses lebih luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, di sisi lain, dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial menyebabkan anak-anak Lubis. Faizal Hamzah. Hardiyanto. Sigit. Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan menjadi tidak produktif dan ini menyebabkan perkembangan kreativitas anak-anak menjadi pasif. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang diperoleh dari beberapa dokumen yang terdapat di media sosial. Penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yaitu suatu riset kepustakaan atau penelitian murni (Adlini et al. , 2. Jenis penelitian ini dapat menghasilkan data yang nantinya berupa ucapan atau tulisan serta perilaku orang-orang yang diamati pada konteks tertentu, dikaji dari sudut pandang yang utuh. Yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan melakukan telaah dari berbagai sumber baik dari buku ilmiah, jurnal, dokumen dan tulisan-tulisan lain sebagai pembanding dan penunjang yang digunakan untuk memperoleh data, konsep dan informasi tentang praktik sosiologi keluarga dalam membangun pendidikan karakter anak di era digital (Fitrah & Luthfiyah, 2. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu mencari data-data tentang praktik sosiologi keluarga dalam membangun pendidikan karakter anak di era digital di berbagai beberapa platform media sosial seperti YouTube. Facebook, instagram dan whatsapp (Zed, 2. Disamping itu juga analisis data didapatkan berasal dari gambar status pada media sosial instagram dan whatsapp, yang berkaitan dengan praktik sosiologi keluarga dalam membangun pendidikan karakter anak di era digital (Adlini et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemajuan teknologi memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan masyarakat termasuk dalam ruang lingkup keluarga. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi saat ini terutama berbasis teknologi digital memberikan dampak positif dan juga dampak negatif bagi tumbuh kembang anak dalam keluarga. Teknologi digital, salah satunya internet menjadi satu aspek penting dalam faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Teknologi digital secara keseluruhan merevolusi cara kita melakukan bisnis, melakukan penelitian, memilih hiburan, dan bahkan bagaimana bersosialisasi. Kemunculan teknologi digital sesungguhnya bersifat netral, positif dan negatif yang dapat muncul dari alat ini tentu tergantung dari Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 1. Maret 2024, 10-19 Teknologi digital akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, jadi dapat membantu perkembangan anak. Era digital dimana merupakan istilah yang digunakan dalam kemunculan dunia digital, jaringan internet, atau lebih khusus lagi teknologi informasi. Era digital ditandai dengan adanya teknologi, di mana terjadi peningkatan pada kecepatan dan arus pergantian pengetahuan dalam ekonomi dan kehidupan masyarakat (Udji Asiyah. Ratna Azis Prasetyo, 2. Orang tua yang merupakan bagian dari masyarakat informasi tidak dapat mengelak bahwa anak-anak di era digital tak pernah lepas dari bendabenda yang berhubungan dengan teknologi. Teknologi baru adalah salah satu indikator yang paling terlihat dari munculnya zaman baru, dan juga untuk menandakan kedatangan masyarakat informasi. Revolusi teknologi informasi menyebabkan tersebarnya teknologi komunikasi dan hal tersebutlah yang dapat menginsiprasi terciptanya masyarakat baru. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan di lapangan tentang praktik sosiologi keluarga terhadap pendidikan karakter anak di era digital saat ini bahwasanya karakter tidak bisa diajarkan dengan pendekatan teori untuk anak-anak, tetapi harus diajarkan dengan perilaku dan contoh perbuatan. Praktik sosiologi keluarga khususnya orang tua kepada anaknya menjadi solusi dari semua persoalan ini. Keluarga merupakan sekolah pertama sang anak sebelum ia berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar rumahnya. Dalam keluarga, sang anak dibentuk agar memiliki kekebalan terhadap pengaruh negatif. Era digital mempunyai dua sisi, yaitu tantangan dan peluang. Era digital menjadi sebuah tantangan sekaligus harapan dalam dunia pendidikan. Dalam konteks pendidikan anak, era digital memiliki tantangan terhadap pembentukan karakter anak sejak dini. Kondisi tersebut memaksa anak untuk hidup di era digital yang penuh dengan persaingan, individualistis, materialistis, dan memunculkan banyaknya permainan-permainan modern yang dapat mengikis permainan yang biasa anak lakukan sehari-hari di rumahnya. Era digital memberikan dampak yang signifikan terhadap aspek tumbuh kembang Pengaruh tersebut menjadi bagian dari kepribadian anak, sehingga anak lebih cenderung menyukai permainan modern dibandingkan permainan yang berasal dari budaya lokal. Selain itu, era digital dapat mengubah pola pikir dan interaksi sosial anak (Bakhri, 2. Secara sosiologis, anak-anak senang bermain dengan teman-teman yang seumuran dan seumuran. Hal ini menjadi bukti bahwa anak-anak menyukai permainan yang sebenarnya, namun banyak tayangan dan acara hiburan yang memaksa anak-anak Lubis. Faizal Hamzah. Hardiyanto. Sigit. Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan untuk mengurangi waktu yang dihabiskannya di sekitar karena sibuk dengan Sementara itu, ada tiga dampak perkembangan teknologi digital bagi anak, antara Pertama tumbuh kembang anak yang belum maksimal karena terlalu lama asyik dengan gadget. Mereka tidak hanya menghambat pertumbuhan secara fisik, tetapi mereka juga mengalami kesulitan berbicara dengan jelas karena terlalu banyak menonton kartun atau game online tanpa komunikasi verbal. Perkembangan mental anak juga sering terhambat/terganggu. mereka kehilangan konsentrasi dalam belajar dan mengalami rasa kedewasaan yang salah karena pikiran mereka terus-menerus terfokus pada acara TV atau game di ponsel pintar mereka (Muslimin et al. , 2. Kedua anak bisa ketagihan jika terus menerus menggunakan gadget. Bukan sekedar untuk mencari informasi tetapi juga untuk bermain, berkomunikasi dengan orang lain di dunia Setidaknya akan menunjukkan 11 tanda yang bisa diamati oleh para orangtua: . Fokus berkurang, . Menjadi lebih emosional, . Sulit mengambil keputusan, . Kematangan semu, terlihat besar fisik tetapi jiwanya belum matang, . Sulit berkomunikasi dengan orang lain, . tidak ada perubahan raut muka untuk mengekspresikan perasaan, . Daya juang rendah, . Mudah terpengaruh, . Anti sosial dan sulit berhubungan dengan orang lain, . Melemahnya kemampuan merasakan sensasi di dunia nyata, . Tidak memahami nilai-nilai moral (Muslimin et , 2. Ketiga, dari segi kesehatan, anak dapat yakin bahwa pola makannya tidak teratur, hanya makan yang disukainya, dan kurang tidur. Hal ini jelas berbahaya bagi kesehatan anak. Mereka menggunakan perhatian, energi dan pikiran mereka untuk melihat apa yang tersedia di perangkat mereka dan bermain dengannya, memastikan bahwa seiring waktu mereka menjadi lemah secara fisik karena kekurangan gizi dan kurang istirahat. Belum lagi dampaknya terhadap kesehatan mata. Mereka mungkin rentan terhadap penyakit mata akibat kelelahan ekstrem dan paparan radiasi. Telinga Anda dapat terpengaruh jika Anda mendengarkan musik di headphone terlalu lama atau dengan volume yang terlalu tinggi (Muslimin et al. , 2. Dalam penelitian sebelumnya Hermawan mengemukakan salah satu cara upaya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak di dalam sebuah keluarga Di era digital seperti saat ini, pertama pemberian bantuan sangatlah diperlukan dalam pemanfaatan teknologi bagi anak-anak. kedua dukungan berupa memungkinkan agar orang tua mengambil alih pengawasan anak-anak dan mengarahkan konten-konten Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 1. Maret 2024, 10-19 positif agar anak dapat memperoleh manfaat dari kemajuan teknologi disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini harus dilakukan oleh orang tua sebagai pendidik anak Bertujuan untuk mempelajari cara menggunakan teknologi digital melalui interaksi sehari-hari dan menggunakan berbagai media online dengan benar, aman dan benar (Hermawan, 2. Di era digital saat ini, anak-anak lebih tertarik dengan perangkatnya. Yang bisa anak-anak lakukan sepanjang hari hanyalah bermain atau menonton TV. Orang tua harus bisa mengingat dan mengatur waktu belajar anaknya. Hal ini dapat dicapai dalam praktik sosiologi keluarga dalam pembentukan karakter anak dengan menetapkan waktu belajar antara pukul 18. 00 hingga 20. 00 atau dengan menetapkan waktu bermain anak hanya satu hingga dua jam per hari. Di era digital saat ini, anak juga perlu dibekali dengan keterampilan literasi digital yang dapat membantunya berinteraksi dengan dunia maya tanpa batas. Kompetensi literasi digital merupakan bagian dari kompetensi media digital (Soedarwo et al. , 2. literasi digital adalah minat, kompetensi dan kemampuan seseorang dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, memperoleh pengetahuan baru, membangun, menciptakan dan berkomunikasi dengan orang lain untuk berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Literasi digital merupakan upaya untuk mengaktifkan model pendidikan karakter bagi anak dalam tantangan di era digital ini dan membiasakan mereka mengumpulkan informasi dan mengelolanya secara efektif. Melalui pembiasaan meningkatkan keterampilan digital, anak dapat belajar memiliki sifat damai. Jangan kasar terhadap informasi, tidak mudah menerima berita bohong, dan dapat membangun ilmu pengetahuan baru yang lebih efektif agar dapat berkontribusi bagi kemajuan, persatuan, dan perdamaian bangsa dan negara. Ketika anak sudah memiliki keterampilan digital anak pasti akan memiliki sikap sopan serta ramah, mereka juga akan mampu membangun perdamaian di dunia maya. Kita mungkin khawatir tentang ketidaksopanan dan ujaran kebencian di media sosial. Maka dari itu pendidikan karakter pada anak di era digital menjadi sebuah alternatif yang tidak layak dilakukan kita saling memandang. Kita bisa memulainya dari rumah. Mulailah mengajarkan kepada anak arti kedamaian, kebaikan dan mengatur waktu terhadap anak. Lubis. Faizal Hamzah. Hardiyanto. Sigit. Praktik Sosiologi Keluarga Dalam Membangun Pendidikan SIMPULAN Di era digital, masyarakat menghadapi tantangan kompleks terkait penggunaan teknologi, terutama dalam hal pengasuhan anak-anak. Meskipun teknologi membawa manfaat seperti akses informasi yang lebih luas, namun juga membawa dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial yang dapat menghambat perkembangan kreativitas anak-anak. Peran orang tua dan pemerintah sangat penting dalam memberikan pengawasan, batasan, dan literasi digital kepada anak-anak, serta memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang tangguh dalam menghadapi arus informasi yang luar biasa di era digital ini. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, rekan sejawat dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah memberikan kontribusi pemikiran penelitian ini. Dan tak lupa pula peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan karya ilmiah ini dari awal hingga selesai. Namum peneliti menyadari, bahwa penyusunan artikel ilmiah ini belum mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk kesempurnaanya. Semoga artikel ilmiah ini dapat bermanfaat bagi peneliti sendiri dan bagi para pembaca pada umumnya. DAFTAR PUSTAKA