KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Bikel SIN-KB: Solusi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Reflektif Guru dan Kepala Sekolah dalam Pembelajaran Ali Murtadlo1 dan Nenin Maining Tiyas2 1 Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Jombang. Jawa Timur. Indonesia 2 SDN Curahmalang 2 Kecamatan Sumobito. Jombang. Jawa Timur. Indonesia * Correspondence: m. murtadlo74@gmail. Article Info Abstract Article history: Submitted : 26-02-2025 Accepted : 12-04-2025 Published : 14-04-2025 This study investigates the impact of the Bikel SIN-KB program on improving the reflective practices of teachers and school principals in primary schools, focusing on enhancing teaching quality and student outcomes through the development of learning communities and the application of the Inquiry Cycle in Community Learning. Conducted in 18 primary schools in Mojowarno. Jombang. Indonesia, the research used a qualitative approach with action research methodology, consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data collected through interviews, observations, and document analysis revealed significant improvements in teachers' and principals' skills in developing learning communities and applying reflective practices. The implementation of the Inquiry Cycle fostered collaboration and problem-solving among educators, which ultimately led to better teaching practices and student achievement. The study also emphasized the need for continuous professional development tailored to the specific needs of each school and The findings suggest that the Bikel SIN-KB program effectively supports reflective teaching practices and collaboration, contributing to enhanced educational Future research should consider expanding the scope to include more schools and examine the long-term impact of reflective practices on student performance. Keywords: Reflective Culture. SINK-KB Bikel. Quality of Learning Copyright & License: How to cite this article: Murtadlo. , & Tiyas N. Bikel SINKB: Solusi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Reflektif Guru dan Kepala Sekolah dalam Pembelajaran. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora. https://doi. org/10. 51135/kambotivol5issue2p PENDAHULUAN Peran guru dan kepala sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap transformasi pembelajaran siswa (Sergiovanni, 2009. Fullan, 2007. Leithwood & Jantzi, 2006. Hargreaves, 2000. Aziz & Zakir, 2. Akselerasi transformasi ini dapat terjadi dengan lebih cepat apabila guru dan kepala sekolah secara rutin meningkatkan kompetensinya melalui metode yang tepat. Berbagai kegiatan seperti pelatihan, mentoring, coaching, fasilitasi, konsultasi, dan pengembangan komunitas belajar dapat menjadi sarana untuk peningkatan kompetensi ini (From & Kirkpatrick, 2014. Fullan. Schwarz, 2005. Schwarz, 2005. Silberman, 2. Komunitas belajar berfungsi sebagai wadah bagi guru dan kepala sekolah untuk berkolaborasi secara berkelanjutan, mengembangkan budaya KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 reflektif, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada gilirannya berdampak pada hasil belajar siswa. Namun, berdasarkan hasil diskusi penulis dengan kepala sekolah di 18 SD binaan selama periode 24 April hingga 15 Mei 2024, lebih dari 70% kepala sekolah mengeluhkan kualitas pembelajaran yang dianggap kurang berkualitas. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa . ttps://surl. li/mengapajh. Temuan ini juga dikonfirmasi oleh hasil observasi kinerja kepala sekolah oleh pengawas sekolah. Dari enam kepala sekolah yang memilih siklus peningkatan kualitas pembelajaran dalam Rencana Hasil Kerja (RHK) ke-7, pengawas sekolah bersama kepala sekolah mengamati proses pembelajaran di kelas. Dari 18 guru yang diobservasi, sekitar 83% di antaranya masih menerapkan pengajaran tradisional dan tidak dapat mengimplementasikan keterampilan mengajar dasar dengan baik . ttps://shorturl. at/VBup. Studi dokumen terhadap capaian rapor pendidikan tahun 2024 semakin memperkuat temuan Dari empat aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu kepemimpinan pembelajaran, kualitas pembelajaran, iklim sekolah, dan pengelolaan satuan pendidikan, aspek kualitas pembelajaran menunjukkan capaian yang paling rendah. Dari 18 SD yang dinilai, tujuh sekolah . ,89%) memperoleh nilai rendah dalam kualitas pembelajaran, lima sekolah . ,76%) mendapatkan nilai sedang, dan enam sekolah . ,33%) berhasil dengan nilai baik. Dengan demikian, lebih banyak SD yang mendapatkan capaian kurang baik . ,65%) dibandingkan dengan yang memperoleh nilai baik . ,33%) . ttps://shorturl. at/VBup. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran antara lain: . Banyak guru yang memiliki disiplin ilmu yang tidak sesuai dengan bidang ajarnya . iss-matc. Kualifikasi guru yang belum setara sarjana. Kurangnya motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Proses rekrutmen guru yang tidak sesuai dengan sistem yang Berbagai upaya telah dilakukan, namun belum efektif, antara lain: . Diklat pengembangan kompetensi yang dilakukan di sekolah-sekolah hanya berorientasi untuk memenuhi poin RHK pada pengelolaan kinerja, tanpa berkaitan langsung dengan upaya intervensi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tidak berbasis pada kebutuhan kelas. Tidak adanya kontrol terhadap hasil pengembangan kompetensi yang Selain itu, guru dan tenaga kependidikan di sekolah juga belum memiliki budaya reflektif yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa. Ketidakpahaman dalam melaksanakan budaya reflektif inilah yang menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kualitas pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini. Bikel SIN-KB dapat menjadi solusi yang tepat (Johnson & Johnson, 2009. Fernandez & Paulus, 2024. Meuthia, 2023. Suhertina, 2. Bikel SIN-KB adalah akronim dari Bimbingan Kelompok melalui penerapan Siklus Inkuiri Komunitas Belajar. Pemilihan Bikel SIN-KB didasarkan pada beberapa alasan: . Memberikan pemahaman tentang penerapan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar . Memupuk kerjasama dan demokrasi antar sesama guru dan kepala sekolah. Membiasakan pemecahan masalah secara kolaboratif. Memberikan pengalaman nyata kepada kepala sekolah dan guru melalui pemodelan penyelesaian masalah (Fernandez & Paulus. State of the art kajian ini terdapat pada permasalahan terkait rendahnya kualitas pembelajaran di sekolah dasar, dengan fokus pada peran guru dan kepala sekolah. Walaupun berbagai penelitian sebelumnya, seperti yang dikemukakan oleh Sergiovanni, . Fullan, . Leithwood & Jantzi, . Hargreaves, . , telah menekankan pentingnya kepemimpinan dalam pendidikan sebagai faktor utama dalam transformasi pembelajaran, artikel ini menyajikan kebaruan dengan menggali masalah konkret yang dihadapi oleh sekolah-sekolah di Indonesia, khususnya 18 sekolah dasar yang menjadi objek studi ini. Temuan yang dihasilkan memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi guru dan kebutuhan pembelajaran yang seharusnya diterapkan di kelas, yang pada gilirannya berdampak negatif pada hasil belajar siswa. Kebaruan lainnya dalam artikel ini adalah pengusulan Bikel SIN-KB sebagai metode yang https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 mengintegrasikan siklus inkuiri komunitas belajar dalam upaya memperbaiki kualitas pembelajaran. Metode ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung mengenai penerapan budaya reflektif dan untuk memfasilitasi kerjasama antara guru dan kepala sekolah dalam menyelesaikan masalah pembelajaran secara kolaboratif. Penggunaan Bikel SIN-KB sebagai intervensi yang berbasis pada kolaborasi antar sesama praktisi pendidikan merupakan langkah inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan berdampak positif pada hasil belajar siswa, yang menjadi tujuan utama dari setiap reformasi pendidikan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, masalah utama yang dihadapi oleh sekolah-sekolah dasar di Indonesia adalah rendahnya kualitas pembelajaran yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidaksesuaian antara kompetensi guru dan kebutuhan pembelajaran yang diharapkan. Kurangnya budaya reflektif di kalangan guru dan kepala sekolah juga menjadi faktor penting yang menghambat peningkatan kualitas pembelajaran. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah dasar serta menguji efektivitas penerapan Bikel SIN-KB dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif, terutama dalam hal peningkatan kompetensi guru dan penerapan budaya reflektif di sekolah-sekolah dasar. II. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini dilaksanakan melalui siklus yang terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Jenis penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan perubahan yang terjadi dalam penerapan budaya reflektif di kalangan guru dan kepala sekolah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sumber data berasal dari guru dan kepala sekolah yang ada di 18 SD binaan di Kecamatan Mojowarno. Kabupaten Jombang. Teknik analisis data yang digunakan mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menilai apakah tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam membangun budaya reflektif yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa melalui pengembangan komunitas belajar di Penelitian ini bersifat deskriptif, fokus pada menggambarkan perubahan budaya reflektif yang terjadi dalam praktik pembelajaran di sekolah. Budaya reflektif tersebut diterapkan melalui siklus inkuiri komunitas belajar yang dimulai dengan refleksi awal, dilanjutkan dengan perencanaan, implementasi, dan diakhiri dengan evaluasi. Proses ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana penerapan budaya reflektif berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pengembangan budaya reflektif yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah dalam kegiatan komunitas belajar di sekolah. Observasi ini juga mencatat peristiwa penting serta mengidentifikasi masalah yang muncul selama pengembangan komunitas belajar. Wawancara dilaksanakan dengan guru dan kepala sekolah untuk menggali pengalaman mereka serta persepsi terkait perubahan dalam praktik pengembangan komunitas belajar. Selain itu, studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan dokumen atau catatan terkait perubahan yang terjadi dalam pengembangan komunitas belajar, seperti laporan hasil tes, catatan dari guru dan kepala sekolah, serta refleksi mereka mengenai proses yang telah dilakukan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama siklus tindakan pengembangan komunitas belajar di sekolah. Penelitian ini juga melibatkan perbandingan tes yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Bikel SIN-KB, guna mengetahui adanya perubahan keterampilan yang dimiliki oleh guru dan kepala sekolah dalam menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan (Plannin. Tahap perencanaan dimulai dengan melakukan studi pendahuluan untuk menentukan kebutuhan para guru dan kepala sekolah . ttps://shorturl. at/bKpI. Setelah itu, koordinasi dilakukan dengan pengurus gugus sekolah, teman sejawat, dan Koordinator Wilayah (KOrwilke. untuk memastikan bahwa kegiatan ini mendapatkan dukungan yang diperlukan. Selanjutnya, tim kerja dibentuk untuk memfasilitasi jalannya kegiatan . ttps://shorturl. at/fxFC. Langkah berikutnya adalah menentukan kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung kelancaran program, serta menyusun instrumen penilaian yang akan digunakan dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan . ttps://shorturl. at/xHgtW). Personalia yang terlibat dalam tahap perencanaan ini antara lain: Sudarsono. Pd. (Koordinator Wilaya. Heny M. Pd. (Ketu. Kasiani. Pd. (Sekretari. Masruroh. Pd. (Bendahar. Fenny D. (Pengatur Kegiata. , dan seluruh guru serta kepala sekolah yang menjadi sasaran kegiatan. Studi awal yang dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa guru dan kepala sekolah . ttps://shorturl. at/bKpI. menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa sangat Data tersebut tercermin dalam Tabel 1, yang menunjukkan hasil penilaian keterampilan menerapkan budaya reflektif sebelum mengikuti program Bikel SIN-KB. Kriteria penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut: A . - . sangat baik. B . - 85,. C . - 70,. cukup, dan D (< . TaIel 1. Rekap Hasil Penilaian Keterampilan Menerapkan Budaya Reflektif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran SeIelum Mengikuti Bikel SIN-KB Na. Indikator Ketercapaian Keterampilan mengembangkan komunitas belajar. Keterampilan menerapka siklus inkuiri komunitas belajar. Keterampilan menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui komunitas belajar sehingga berdampak pada hasil belajar murid. Skar Ketercapaian Skar Maksimal KeIerhasilan (Skar AuYaAy: Skar maksima. Ketercapaian KeIerhasilan (%) 50,00 11,11 0,00 20,37 20,37% Berdasarkan data pada tabel diatas, hasil penilaian keterampilan dalam menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa sebelum mengikuti program Bikel SIN-KB memperoleh nilai 20,37%, yang masuk dalam kategori kurang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya guru dan kepala sekolah yang belum memiliki keterampilan dalam mengembangkan komunitas belajar. Bahkan, di antara mereka, tidak banyak yang terampil dalam menerapkan siklus yang harus dijalani untuk mengembangkan budaya reflektif, sehingga mereka kesulitan untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah mengadakan rapat koordinasi untuk memastikan semua sumber daya yang dibutuhkan dapat dipenuhi. Rapat ini dilaksanakan di SDN Mojojejer 1 pada tanggal 18 Mei 2024, pukul 12. 30 s. 30 WIB. Rapat tersebut dihadiri oleh Koordinator Wilayah, pengawas sekolah, dan empat kepala sekolah dari SD binaan . ttps://shorturl. at/fxFC. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Pelaksanaan (Actio. Pelaksanaan Bikel SIN-KB dikombinasikan dengan bimbingan pengelolaan kinerja guru dan kepala Hal ini dilakukan karena, berdasarkan capaian rapor pendidikan SD binaan pada tahun 2023 dan 2024, aspek kualitas pembelajaran memperoleh capaian yang paling rendah. Untuk meningkatkan capaian ini, diperlukan intervensi khusus melalui pengelolaan kinerja yang melibatkan penerapan siklus inkuiri komunitas belajar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, tanggal 27-28 April 2024. Lokasi kegiatan dilaksanakan di SDN Kedungpari 3 dan dihadiri oleh Ketua PGRI Jombang. Tempat duduk di bagian depan diisi oleh Ketua PGRI. Koordinator Wilayah (Korwilke. , dan pengawas sekolah, sementara bagian lainnya di ruang pertemuan diisi dengan 34 peserta. Pada hari pertama, materi yang disampaikan meliputi beberapa topik utama: . Fitur pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah, . Perencanaan . enyusunan SKP), . Pemantauan kinerja . iskusi persiapan dan observasi kinerj. , . Pembinaan kinerja . iskusi tindak lanjut, upaya tindak lanjut, dan refleks. , serta . Penilaian kinerja . paya refleksi, upaya belajar, dan perubahan prakti. (Nawas, 2. Pengelolaan kinerja yang berhubungan dengan pembelajaran diintervensi melalui penerapan Siklus Inkuiri Komunitas Belajar (SIN-KB). Pembimbing menyampaikan materi dengan penuh semangat, dimulai dengan menjelaskan tujuan bimbingan sebagai kontrak capaian bersama, agar peserta dapat fokus untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Kalimat motivasi juga disampaikan untuk membangkitkan semangat peserta. Ice breaking diberikan untuk memulai kegiatan, dan keceriaan para peserta tampak jelas dengan senyum serta sorakan kegembiraan Dengan komitmen bersama, seluruh peserta bertekad untuk belajar dengan serius dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Setelah mendapatkan motivasi, semangat peserta semakin meningkat dan mereka tampak antusias mengikuti kegiatan. Pada hari kedua, materi pokok yang disampaikan meliputi: . Pemahaman terhadap peran komunitas belajar, . Siklus inkuiri komunitas belajar, dan . Penerapan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan dimulai dengan pemutaran video tentang penerapan Siklus Inkuiri Komunitas Belajar (SIN-KB), yang terdiri dari: . Refleksi awal, . Perencanaan, . Implementasi, dan . Evaluasi. Saat melakukan praktik, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menghasilkan karya terbaik mereka (Fernandez & Paulus, 2024. Aziz & Zakir, 2022. Meuthia, 2. Suasana di ruangan menjadi semakin riuh ketika beberapa peserta berhasil menyelesaikan tugas pembimbingan mereka. Hal ini memotivasi peserta lainnya untuk segera menyelesaikan tugas Kehebohan semakin terasa ketika pembimbing menyampaikan batas waktu penyelesaian Bagi peserta yang mengalami kesulitan, mereka meminta bantuan teman yang telah menyelesaikan tugas. Tidak hanya itu, peserta juga aktif bertanya kepada pembimbing. Dengan sabar, pembimbing memberikan layanan mandiri maupun kelompok bagi peserta yang membutuhkan bantuan. Sesi praktik penerapan siklus inkuiri komunitas belajar pun dimulai sesuai Setiap kelompok menunjuk satu model dan berlomba memilih tempat yang nyaman untuk melaksanakan praktik . ttps://shorturl. at/fJBU. Suasana semakin meriah ketika kelompok tertentu berhasil menyelesaikan tugas mereka dan bersorak kegembiraan. Kehebohan ini menghalangi peserta untuk menyentuh snack yang telah disiapkan oleh panitia. Pukul 14. 45 WIB, seluruh peserta berhasil melewati saat-saat kritis dan berhasil menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan. Ungkapan rasa puas, senang, dan bangga terdengar jelas dari peserta. Mereka mengakhiri kegiatan dengan bersama-sama mengucapkan kata "yes!" secara serempak pada pukul 15. 30 WIB. Acara kemudian ditutup dengan bacaan hamdalah Sebelum meninggalkan ruang bimbingan, acara diakhiri dengan lagu "Di Sini Senang," yang penuh keceriaan. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Observasi (Observatio. Penilaian dan evaluasi hasil kerja peserta dilakukan setelah kegiatan bimbingan selesai. Hasil penilaian dapat dilihat pada Tabel 2. Kriteria penskoran yang digunakan adalah sebagai berikut: A . - . sangat baik. B . Ae 85,. C . Ae 70,. cukup, dan D (< . Hasil penilaian dan evaluasi hasil kerja peserta, terlihat pada tabel berikut ini. TaIel 2. Rekap Hasil Penilaian Keterampilan Menerapkan Budaya Reflektif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Setelah Mengikuti Bikel SIN-KB Na. Indikator Ketercapaian Keterampilan mengembangkan komunitas belajar. Keterampilan menerapka siklus inkuiri komunitas belajar. Keterampilan menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui komunitas belajar sehingga berdampak pada hasil belajar murid. Skar Ketercapaian Skar Maksimal KeIerhasilan (Skar AuYaAy: Skar maksima. Ketercapaian KeIerhasilan (%) Berdasarkan data di tabel diatas, keterampilan dalam menerapkan budaya reflektif yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah meningkat secara signifikan. Jika dibandingkan dengan hasil penilaian sebelum mengikuti Bikel SIN-KB, terdapat peningkatan yang sangat besar, yaitu mencapai 79,63%. Sebelum mengikuti bimbingan, skor capaian hanya 20,37%, yang masuk dalam kategori kurang. Namun, setelah mengikuti bimbingan, capaian tersebut meningkat pesat hingga mencapai 100%, yang masuk dalam kategori sangat baik. Peningkatan ini terjadi karena seluruh peserta bimbingan sangat antusias mengikuti kegiatan dan berhasil menerapkan siklus inkuiri komunitas belajar dalam membangun budaya reflektif. Hal ini pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, serta pada hasil belajar murid. Refleksi . Selain melakukan penilaian dan evaluasi terhadap penerapan budaya siklus inkuiri komunitas belajar, pengawas sekolah juga menilai dampak dari bimbingan yang telah diberikan. Berdasarkan instrumen evaluasi yang diisi oleh 50 orang guru dari 18 sekolah binaan secara acak, hasil evaluasi dampak keberhasilan kegiatan Bimkel SIN-KB dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran melalui penerapan SIN-KB dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini. Tingkat ketercapaian ditentukan berdasarkan skala sebagai berikut: 4 = Seluruh guru terlibat, 3 = Sebagian besar guru terlibat, 2 = 50% guru terlibat, dan 1 = Sebagian kecil guru terlibat. Kriteria penskoran adalah A . - . sangat baik. B . Ae 85,. C . Ae 70,. cukup, dan D (< . TaIel 3. Rekap Evaluasi Dampak Bimbingan Bikel SIN-KB Na. Indikatar Guru dan kepala sekolah terampil membentuk komunitas belajar di sekolah. Guru terbiasa menyampaikan permasalahan pembelajaran dalam komunitas belajar di sekolah. Guru bekerja sama menyusun rencana penyelesaian masalah pembelajaran dalam komunitas belajar. Guru mempraktikkan langkah intervensi masalah pembelajaran melalui pemodelan. Guru melakukan refleksi bersama setelah pemodelan. Skar Ketercapaian Skar Maksimal Skar Ketercapaian NA = Skar Peralehan / Skar Maksimal x 100 Ketercapaian 100% . mat bai. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Berdasarkan hasil secara umum pada tabel diatas, evaluasi pelaksanaan bimbingan menunjukkan dampak yang sangat baik terhadap budaya reflektif yang diterapkan oleh guru dan kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa. Semua indikator memperoleh nilai 100%, yang masuk dalam kategori sangat baik. Seluruh sekolah telah berhasil membentuk komunitas belajar, dan guru mulai terbiasa untuk menyampaikan permasalahan pembelajaran dalam komunitas belajar di sekolah. Guru juga bekerja sama dalam menyusun rencana penyelesaian masalah pembelajaran melalui komunitas belajar. Selain itu, mereka mempraktikkan langkah-langkah intervensi masalah pembelajaran melalui pemodelan, dan melakukan refleksi bersama setelah pemodelan tersebut. Perbandingan Keterampilan Guru dan Kepala Sekolah Sebelum dan Setelah Mengikuti Bikel SIN-KB Dalam upaya untuk menilai efektivitas pelaksanaan Bikel SIN-KB, penting untuk membandingkan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam menerapkan budaya reflektif sebelum dan setelah mengikuti program ini. Perbandingan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana program Bikel SIN-KB berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam membentuk komunitas belajar, menerapkan siklus inkuiri komunitas belajar, serta mengembangkan budaya reflektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan melihat hasil perbandingan ini, kita dapat mengukur dampak nyata dari program terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, serta mengetahui sejauh mana peningkatan keterampilan tersebut berpengaruh pada hasil belajar siswa. Hasil perbandingan keterampilan guru dan kepala sekolah sebelum dan setelah mengikuti Bikel SIN-KB, terlihat berikut ini. TaIel 4. Rekap Perbandingan Hasil Penilaian Keterampilan Menerapkan Budaya Reflektif untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran SeIelum Mengikuti Bikel SIN-KB Na. Indikator Ketercapaian Keterampilan mengembangkan komunitas belajar. Keterampilan menerapka siklus inkuiri komunitas belajar. Keterampilan menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui komunitas belajar sehingga berdampak pada hasil belajar murid. Skar Ketercapaian Skar Maksimal KeIerhasilan (Skar AuYaAy: Skar maksima. x 100%) Keberhasilan Skor Kenaikan (%) Sebelum Sesudah Makimal Berdasarkan hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa Bikel SIN-KB memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebelum mengikuti Bikel SIN-KB, keterampilan guru dalam mengembangkan komunitas belajar sangat terbatas, dengan hanya 16 dari 34 guru yang berhasil melaksanakan hal tersebut. Namun, setelah mengikuti program ini, seluruh peserta berhasil mengembangkan komunitas belajar di sekolah mereka, dengan peningkatan sebesar 53% pada indikator ini. Hal ini menunjukkan bahwa Bikel SIN-KB efektif dalam mengajarkan cara membangun dan memelihara komunitas belajar di lingkungan sekolah. Keterampilan lain yang mengalami peningkatan signifikan adalah penerapan siklus inkuiri komunitas belajar. Sebelum pelatihan, hanya 3 guru yang berhasil menerapkan siklus ini, yang mencerminkan tingkat pemahaman yang rendah terhadap konsep ini. Namun, setelah mengikuti Bikel SIN-KB, seluruh peserta berhasil menerapkan siklus inkuiri komunitas belajar, dengan skor maksimal tercapai. Peningkatan ini sangat tinggi, mencapai 91%, yang menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat berpengaruh dalam membekali guru dan kepala sekolah dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengimplementasikan siklus inkuiri dalam komunitas belajar mereka. Indikator yang menunjukkan dampak terbesar adalah keterampilan dalam menerapkan budaya https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebelum mengikuti Bikel SIN-KB, tidak ada guru atau kepala sekolah yang berhasil menerapkan budaya reflektif dalam pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar murid. Namun, setelah mengikuti program ini, seluruh peserta berhasil menerapkan budaya reflektif, dengan peningkatan 100%. Ini menandakan bahwa program ini berhasil merubah pola pikir dan praktik guru dalam menerapkan refleksi sebagai bagian dari pembelajaran yang lebih berkualitas. Secara keseluruhan, skor ketercapaian sebelum mengikuti Bikel SIN-KB adalah 19, yang menunjukkan tingkat keterampilan yang masih sangat rendah. Setelah pelatihan, skor ketercapaian meningkat tajam menjadi 102, dengan peningkatan total 81%. Hal ini menunjukkan bahwa Bikel SINKB sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dan kepala sekolah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Program ini berhasil memberikan keterampilan yang lebih baik dalam membentuk komunitas belajar, menerapkan siklus inkuiri, dan menerapkan budaya reflektif, yang semuanya berdampak langsung pada pembelajaran yang lebih baik di sekolah. IV. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil yang disajikan dalam teks ini, dapat disimpulkan bahwa Bikel SIN-KB memberikan dampak yang sangat signifikan dalam meningkatkan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam menerapkan budaya reflektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebelum mengikuti program Bikel SIN-KB, keterampilan guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan komunitas belajar, menerapkan siklus inkuiri komunitas belajar, dan menerapkan budaya reflektif sangat Namun, setelah mengikuti program ini, seluruh peserta berhasil menerapkan keterampilan tersebut dengan sangat baik, seperti yang terlihat dari peningkatan skor ketercapaian yang Peningkatan yang paling mencolok terlihat pada keterampilan menerapkan budaya reflektif, yang meningkat 100% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, keterampilan dalam menerapkan siklus inkuiri komunitas belajar juga menunjukkan peningkatan yang tinggi, mencapai 91%, sementara keterampilan dalam mengembangkan komunitas belajar meningkat sebesar 53%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa program Bikel SIN-KB sangat efektif dalam membekali guru dan kepala sekolah dengan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang pada gilirannya berdampak positif pada hasil belajar siswa. Secara keseluruhan, skor ketercapaian peserta meningkat dari 19 sebelum mengikuti Bikel SIN-KB menjadi 102 setelah mengikuti program ini, dengan total kenaikan sebesar 81%. Hal ini membuktikan bahwa Bikel SIN-KB berhasil meningkatkan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam aspek-aspek penting yang mendukung kualitas pembelajaran, serta memberikan dampak positif yang besar pada praktik pembelajaran yang lebih reflektif dan efektif di sekolah. Program ini, dengan mengintegrasikan siklus inkuiri komunitas belajar dan budaya reflektif, terbukti mampu menciptakan perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Saran Peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar sangat penting untuk memastikan hasil belajar murid terus berkembang. Salah satu upaya yang efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui pengembangan komunitas belajar di sekolah. Melalui pengembangan komunitas belajar, dengan menerapkan Siklus Inkuiri Komunitas Belajar, beberapa tujuan utama dapat tercapai. Pertama, dapat meningkatkan penerapan budaya reflektif yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan hasil belajar murid. Kedua, pengembangan komunitas belajar dapat memupuk kerjasama dan demokrasi di antara sesama guru dan kepala sekolah. Ketiga, budaya kolaborasi dapat terbentuk, yang memudahkan guru dan kepala sekolah dalam memecahkan masalah secara bersama-sama. Terakhir, kepala sekolah dan guru akan mendapatkan pengalaman nyata melalui intervensi pemodelan dalam penyelesaian masalah yang dihadapi di kelas. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 Selain itu, pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah atau kelas. Pengembangan ini harus berfokus pada permasalahan pembelajaran yang dihadapi di masing-masing kelas. Untuk memastikan hal ini tercapai, langkah pertama adalah melakukan identifikasi masalah secara kolaboratif dalam komunitas belajar, sehingga masalah yang dihadapi dapat ditemukan dan dicari solusi bersama. Setelah itu, perlu disusun rencana penyelesaian masalah secara kolektif, karena pada dasarnya permasalahan yang muncul di kelas tertentu adalah masalah bersama yang memerlukan penyelesaian bersama. Selain itu, pemodelan untuk penyelesaian masalah harus dilakukan, di mana guru dan kepala sekolah dapat menunjukkan cara mengatasi masalah tersebut. Terakhir, evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tindak lanjut yang diberikan tepat sasaran dan efektif dalam mengatasi permasalahan yang terjadi, sehingga dapat mencapai solusi yang tuntas. Keterbatasan dan Rekomendasi bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, pengembangan komunitas belajar melalui penerapan Siklus Inkuiri Komunitas Belajar masih terbatas pada sejumlah sekolah dasar yang menjadi objek penelitian, yakni 18 sekolah di Kecamatan Mojowarno. Kabupaten Jombang. Oleh karena itu, hasil penelitian ini mungkin belum dapat digeneralisasi untuk seluruh sekolah dasar di Indonesia. Kedua, meskipun penelitian ini mengidentifikasi dan mengatasi berbagai masalah pembelajaran, pendekatan yang digunakan dalam identifikasi masalah dan pemecahan solusi lebih bersifat kolaboratif dan belum melibatkan studi lebih mendalam terkait faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas pembelajaran, seperti faktor sosial dan ekonomi. Ketiga, meskipun evaluasi dilakukan secara menyeluruh, penelitian ini terbatas pada pengukuran keberhasilan dalam penerapan budaya reflektif dan siklus inkuiri komunitas belajar, tanpa mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap perkembangan akademik siswa. Berdasarkan keterbatasan tersebut, beberapa saran untuk penelitian yang akan datang adalah sebagai berikut: Pertama, perluasan cakupan penelitian ke lebih banyak sekolah di berbagai daerah agar dapat menghasilkan temuan yang lebih representatif dan generalisabel. Penelitian selanjutnya juga dapat melibatkan faktor eksternal yang mempengaruhi kualitas pembelajaran, seperti peran orang tua, kondisi sosial-ekonomi siswa, serta kebijakan pendidikan daerah. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan komunitas belajar dan siklus inkuiri komunitas belajar terhadap hasil belajar siswa, guna melihat apakah perubahan yang terjadi pada guru dan kepala sekolah benar-benar membawa perubahan yang signifikan pada prestasi siswa dalam jangka panjang. Ketiga, saran lain adalah agar penelitian mendatang dapat mengembangkan instrumen evaluasi yang lebih terperinci, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan guru dan kepala sekolah, tetapi juga pada peningkatan keterampilan siswa dalam berkolaborasi dan berpikir reflektif. Penghargaan Sujud syukur kami hanya kepada-Mu ya Allah. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Atas takdirMu penulis bisa menjadi pribadi yang berpikir, berilmu, beriman, dan bersabar. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah dalam meraih keridloan-Mu. Proses penulisan artikel ini tentu memerlukan perhatian, ketekunan, kesabaran, dan konsentrasi yang tinggi sehingga butuh dukungan moril dari orang terdekat, keluarga AusakinahkuAy. Untuk itu penulis sampaikan terima kasih dan sekaligus penulis persembahkan karya ini kepada: Kedua orang tua tersayang Almh. Ibu Sutikah dan Bpk. Shodikin. Isteri saya tercinta Nenin Maining Tiyas. Ma. Pd. Pd. Lima anak kami yang hebat yakni Muhammad Isthilakhul Choiri. Ahmad Yazid Dzikrullah. Asathinuzzaman Aryakhiya. RifAoatun Nadhifah, dan Ainiya Faida Azmi. Semoga menjadi anakanak yang salih dan salihah, tangguh dalam mencari ilmu demi kemuliyaan hidup di dunia dan Aamiin. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 5. Nomor 2. Hal: 92-102 DAFTAR PUSTAKA