Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 PENGARUH PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. KEBIJAKAN HUTANG DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Amalia Bintari1. Indah Rahayu Lestari2. Wahyumi Ekawanti3* 1,2,3 Universitas Budi Luhur 1932500307@student. id, indah. rahayu@gmail. ekawanti@budiluhur. Received: 19-12- 2023 Revised: 30-12-2023 Approved: 10-01-2024 ABSTRAK Nilai Perusahaan merupakan kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh pemerintahan dan penawaran pasar modal yang mereflesikan penilaian masyarakat terhadap kinerja Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh profitabilitas, likuiditas, kebijakan hutang dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Populasinya adalah perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada laporan keuangan periode 2018-2022. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu dan diperoleh sampel sejumlah 50 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda yang dibantu program SPSS Versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profitabilitas yang diukur dengan return on equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas yang diukur dengan current ratio tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan hutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Profitabilitas. Likuiditas. Kebijakan Hutang. Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Perkembangan dalam dunia bisnis saat ini banyak mengalami kemajuan yang begitu pesat dan juga modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perekonomian menjadi lebih baik sehingga dapat menimbulkan persaingan yang ketat dalam dunia bisnis. Setiap perusahaan mempunyai dua tujuan yaitu, tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Dalam tujuan jangka pendek, perusahaan memperoleh laba dan memaksimumkan laba dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Begitu pula dengan tujuan jangka panjang, perusahaan menginginkan dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui meningkatnya kemakmuran pemegang saham (Ririn, 2. Menurut (Imawan & Triyonowati, 2. Nilai Perusahaan dikatakan baik apabila kinerja perusahaan juga baik, maka akan berpengaruh pula pada harga saham serta pada investor yang menginvestasikan modalnya pada perusahaan tersebut. Nilai Perusahaan menjadi persepsi investor terhadap perusahaan, yang dihubungkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Sebelum melakukan investasi, investor akan mencari informasi tentang perusahaan yang mempunyai pendapatan laba dan tingkat pengembalian yang tinggi. Dalam tingginya sebuah nilai perusahaan akan diikuti dengan tingginya kesejahteraan para pemegang saham, kekayaan pemegang saham. Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Dibawah ini ditampilkan grafik rata-rata nilai perusahaan pada data yang diteliti yaitu perusahaan sektor properti dan real estate: Sumber: data diolah sendiri Terlihat pada grafik di atas pergerakan Price to Book Value yang mencapai jumlah rasio tertinggi sebesar 2,091 pada tahun 2019. Grafik pergerakan di atas menjelaskan bahwa tahun 2018 ke tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar 0,631. Pada tahun 2019 ke tahun 2020 terjadi penurunan yang signifikan sebesar 0,554. Pada tahun 2020 ke tahun 2021 terjadi penurunan kembali sebesar 0,517. Pada tahun 2021 ke tahun 2022 terjadi penurunan kembali sebesar 0,011. Terlihat pada grafik diatas bahwa rata- rata PBV perusahaan sektor properti dan real estate pada periode 2018-2022 mengalami penurunan terus menerus, hal ini diikuti dengan harga saham yang turun. Faktor Ae faktor apa saja yang dapat mempengaruhi Nilai Perusahaan. Beberapa faktor yang di prediksi mempengaruhi Nilai Perusahaan yaitu. Faktor yang pertama yaitu Profitabilitas adalah Kinerja keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri selama periode tertentu. Salah satu cara untuk mengukur rasio profitabilitas adalah dengan tingkat hasil seluruh modal Return On Equity (ROE). Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Investor yang potensial akan menganalisis dengan cermat kelancaran suatu perusahaan dan kemampuannya untuk mendapatkan keuntungan, karena mereka mengharapkan dividen dan harga pasar dari Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan (Fallakh & Khusnah, 2. Faktor kedua yang mempengaruhi nilai perusahaan antara lain adalah Likuiditas, yang merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansialnya dalam jangka pendek dengan dana yang tersedia. Seperti membayar gaji, membayar biaya operasional, membayar utang jangka pendek dan yang lain yang membutuhkan pembayaran segera (Chynthiawati & Jonnardi, 2. Likuiditas dapat di ukur dengan menggunakan current ratio. Rasio lancar adalah tingkat suatu perusahaan untuk menggunakan aktiva lancer atau membayar semua kewajiban atau utang lancarnya (Taniman & Jonnardi, 2. Faktor lain yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah Kebijakan hutang, menentukan seberapa besar dana yang dibutuhan perusahaan terhadap hutang. Semakin Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 besar hutang perusahaan maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan tidak dapat membayar kewajibannya. Apabila hutang digunakan oleh perusahaan secara terus menerus maka risiko yang ditanggung perusahaan semakin besar. Risiko yang besar dapat menurunkan harga saham. Maka dari itu perusahaan harus berhati- hati dalam menentukan hutang agar tidak terjadi penurunan nilai perusahaan (Evonia & Sapari, 2. Kebijakan hutang dapat diukur dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan diukur dengan total aktiva, jumlah penjualan, nilai saham dan sebagainya. Ukuran perusahaan dapat dilihat dari bidang bisnis yang sedang dioperasikan, ukuran perusahaan dapat di tentukan dengan total penjualan total aset dan tingkat rata-rata Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengarui mendapatkan laba. Semakin besar suatu ukuran perusahaan, biasanya akan mempunyai kekuatan tersendiri dalam menghadapi masalah masalah bisnis serta kemampuan perusahaan untuk menghadapi permasalahan bisnisnya. Ukuran perusahaan dapat diproksikan melalui logaritma natural (L. dari total aktiva. Sehingga jumlah aktiva dapat terdistribusi secara normal atas ukuran perusahaan yang terlalu besar dan kecil (Kalbuana et al. , 2. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Menurut (Aeni & Asyik, 2. teori ini merupakan suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk investor tentang bagaimana manajemen memindah prospek perusahaan. Sinyal berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Jika manajer menggunakan utangnya secara maksimal maka nilai perusahaan akan bernilai positif di kalangan investor sehingga memungkinkan investor untuk menginvestasikan dananya ke perusahaan. Teori Keagenan (Agency Theor. Menurut (Mentari & Idayati, 2. Agency Theory adalah teori yang menjelaskan tentang hubungan perjanjian keagenan antara principal . emegang saha. dengan agen . Hubungan keagenan terjadi ketika principal memberikan tanggung jawab dan kewenangan mengambil keputusan kepada agen untuk bekerja demi mewujudkan kepentingan perusahaan. Nilai Perusahaan Menurut (Kurniawan & Ardiansyah, 2. Nilai perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh pemerintahan dan penawaran pasar modal yang mereflesikan penilaian masyarakat terhadap kinerja Semakin tinggi nilai perusahaan maka menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai perusahaan serta menjaga kemakmuran para pemegang saham. Nilai perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan Price Book Value (PBV) dengan rumus : PBV = Market Price Per Share Book Value Per Share Sumber: (Silalahi & SIHOTANG, 2. Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Profitabilitas Menurut (Wulandari et al. , 2. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki perusahaan dapat mencerminkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik, sehingga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut dan harga saham pun akan menjadi meningkat kemudian nilai perusahaan pun akan menjadi Profitabilitas dihitung menggunakan proksi Return On Equity (ROE) dengan ROE = Laba bersih setelah pajak Total Ekuitas Sumber: (Hidayat & Arfan, 2. Likuiditas Menurut (Winna & Tanusdjaja, 2. Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan maka dikatakan perusahaan dalam kondisi sehat yang berarti perusahaan mampu melunasi kewajiban jangka pendeknya dalam tepat waktu tidak ada masalah keuangan yang berarti perusahan mampu membayar dividen kepada para pemegang saham. Begitu 23 pula sebaliknya, dalam artinya perusahaan memiliki kesulitan dalam melunasi kewajibannya, sehingga untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham pun akan sulit. Likuiditas dihitung menggunakan proksi Current Ratio (CR) dengan rumus Current Asset Kebijakan Hutang Current Liabilities x 100% Sumber: (V. Dewi & Ekadjaja, 2. Menurut (Setyani, 2. Kebijakan hutang merupakan kebijakan perusahaan tentang seberapa jauh sebuah perusahaan menggunakan pendanaan hutang. Kebijakan Hutang dihitung menggunakan proksi Debt toEquity Ratio (DER). DER Total Hutang Total Ekuitas Sumber: (Mentari & Idayati, 2. Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Ukuran Perusahaan Menurut (Kalbuana et al. , 2. Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengarui mendapatkan laba. Semakin besar suatu ukuran perusahaan, biasanya akan mempunyai kekuatan tersendiri dalam menghadapi masalah masalah bisnis serta kemampuan perusahaan untuk menghadapi permasalahan bisnisnya. Ukuran perusahaan dapat diproksikan melalui logaritma natural (L. dari total aktiva. Ukuran Perusahaan (SIZE) = Ln (Total Asse. Sumber: (Kalbuana et al. , 2. Kerangka Teoritis Profitabilitas Likuiditas Nilai Perusahaan Kebijakan Hutang Ukuran Perusahaan Sumber: data diolah sendiri PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENELITIAN Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (D. Dewi & Suryono, 2. menyatakan bahwa semakin tinggi ROE maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan akan membuat profitabilitas perusahaan tinggi. Profitabilitas yang tinggi akan memberikan sinyal positif bagi investor bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang menguntungkan. Sinyal yang positif tersebut akan banyak mendatangkan para investor untuk menanamkan modalnya dengan harapan mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih besar. Pada penelitian (Mentari & Idayati, 2. menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut peneliti dapat menyusun hipotesis sebagai berikut: H1: Profitabilitas berpengaruh Positif Terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan (Agustin & Andayani, 2. menyatakan bahwa likuiditas menjadi salah satu alat yang digunakan Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya. Tingginya tingkat likuiditas mengindikasikan kesempatan bertumbuh perusahaan cenderung Hal ini membuat tingginya tingkat kepercayaan kreditur dalam memberikan dananya sebab perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi maka dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik oleh investor sehingga dapat membuat nilai yang ada di perusahaan akan menjadi tinggi. Pada penelitian (Agustin & Andayani, 2. menunjukkan bahwa Likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut peneliti dapat menyusun hipotesissebagai berikut: H2: Likuiditas berpengaruh Positif Terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan (Setyani, 2. menyatakan bahwa Kebijakan hutang dapat dilihat dari nilai dividen Debt to Equity Ratio (DER) yang berkaitan dengan struktur modal karena hutang merupakan salah satu komposisi dalam struktur modal. Perusahaan dinilai berisiko apabila memiliki porsi hutang yang besar dalam struktur modal dan tidak banyak investor yang ingin menanamkan investasinya. Penggunaan hutang yang terlampau tinggi juga akan meningkatkan risiko perusahaan, dimana biaya ekuitas akan meningkat yang selanjutnya akan menurunkan harga saham, yang berarti menurunkan nilai perusahaan, dengan demikian peningkatan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan, namun pada titik tertentu akan dapat menurunkan nilai perusahaan. Pada penelitian (Fallakh & Khusnah, 2. menunjukkan bahwa kebijakan hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut peneliti dapat menyusun hipotesis sebagai berikut: H3: Kebijakan Hutang berpengaruh Positif Terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan (Rudangga & Sudiarta, 2. menyatakan ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaanmemperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Ukuran perusahaan merupakan cerminan total dari aset yang dimiliki suatu perusahan. Perusahaan sendiri dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan berskala kecil dan perusahaan berskala Perusahaan yang berskala besar cenderung akan menarik minat investor karena akan berimbas dengan nilai perusahaan nantinya, sehingga dapat dikatakan bahwa besar kecilnya ukuran suatu perusahaan secara langsung berpengaruh terhadap nilai dari perusahaan tersebut. Pada penelitian (Yanti & Darmayanti, 2. menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut peneliti dapat menyusun hipotesissebagai berikut: H4: Ukuran Perusahaan berpengaruh Positif Terhadap Nilai Perusahaan METODE PENELITIAN Tipe Penelitian Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis secara empiris pada perusahaan sektor properti dan real estate pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen adalah metode regresi linier berganda dengan aplikasi software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) ver 22. Metode regersi linier berganda merupakan metode yang mengukur kekuatan antara dua variabel atau lebih dan menunjukkan arah hubungan antar variabel terikat dengan variabel bebas. Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 berjumlah 85 Sampel Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 perusahaan sektor properti dan real estate. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu. Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Kriteria Sampel Penelitian Jumlah Perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode pengamatan 2018-2022 Perusahaan sektor properti dan real estate yang tanggal pencatatan Initial Public Offering (IPO) setelah tahun 2018 Perusahaan sektor properti dan real estate yang secara konsisten tidak menerbitkan laporan tahunan disertai laporan auditor independen di Bursa Efek Indonesia pada periode pengamatan 2018-2022. Jumlah perusahaan yang memiliki kriteria sampel Tahun Pengamatan Teknik Pengujian Data Data penelitian yang sudah diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel penelitian menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2013 dalam perhitungan variabel dan untuk pengolahan data menggunakan program aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 22 for windows dan data analisis dengan menggunakan regresi linier berganda . ultiple linier regressio. melalui uji persyaratan yaitu lolos uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian hipotesis terhadap 4 variabel independen yaitu Profitabilitas. Likuiditas. Kebijakan Hutang dan Ukuran Perusahaan apakah mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel dependennya yaitu Nilai Peusahaan. Y= 1X1 2X2 3X3 4X4 e Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Keterangan: : Nilai Perusahaan : Konstanta : Koefisien Regresi : Profitabilitas : Likuiditas : Kebijakan Hutang : Ukuran Perusahaan : Error PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Hasil uji One Sample Kolmogorov- Smirnov menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih besar dari nilai signifikan 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa data residual pada model regresi berdistribusi secara normal. Terkait uji multikolinearitas, menunjukkan nilai VIF masing-masing variabel independen kurang dari 10 dan nilai tolerance masing-masing variabel independen lebih dari 0,1 dan dapat dikatakan bahwa antar variabel independen dalam model regresi terbebas dari masalah multikolinearitas. Selanjutnya uji heteroskedastisitas menggunakan hasil uji rank-SpearmanAos Rho yang menunjukkan nilai signifikansi untuk masing-masing variabel memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada model regresi. Pengujian yang terakhir yaitu uji autokorelasi dengan uji Durbin Watson (DW) yang menunjukkan kan nilai DW hitung sebesar 2,094 berdasarkan tabel Durbin Watson diperoleh nilai dL = 1,6812 dan nilai dU = 1,7891 . Sehingga dU . ,7. < DW . < 4 Ae dU . - 1,7891 = 2,2109 ). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam penelitian ini. Uji Koefisien Determinasi (Uji R. Tabel 1 (Uji R2 ) Sumber: Hasil Ouput SPSS Ver 22 Berdasarkan output SPSS pada tabel di atas bahwa dari hasil perhitungan diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,148 atau 14,8%. Hal ini menunjukkan bahwa 14,8% variabel Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh Profitabilitas. Likuiditas. Kebijakan Hutang dan Ukuran Perusahaan sedangkan sisanya sebesar . % - 14,8%) = 85,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Uji Kelayakan Model (Uji F) Tabel 2 Uji F Sumber: Hasil Ouput SPSS Ver 22 Pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel yaitu sebesar 7,540 > 2,43 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan Ha diterima yang berarti model penelitian ini layak untuk digunakan. Uji Parsial (Uji T) Tabel 3 Uji T Sumber: Hasil Ouput SPSS Ver 22 Pengujian secara parsial variabel Profitabilitas (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil perbandingan antara t-hitung dan t-tabel adalah t-hitung . > t-tabel 1,976, dan memiliki sig. 0,000 . ,000 < 0. Maka H0 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Jadi dapat disimpulkan variable Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Pengujian secara parsial variabel Likuiditas (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil perbandingan antara t-hitung dan t-tabel adalah t-hitung (-1,. < t-tabel 1,975, dan memiliki sig. 0,156 . ,156 > 0. Maka H0 2 diterima dan Ha 2 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Pengujian secara parsial variabel Kebijakan Hutang (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil perbandingan antara t-hitung dan t-tabel adalah t-hitung . > t-tabel 1,975, dan memiliki sig. 0,007 . ,007< 0. Maka H0 3 ditolak dan Ha 3 diterima. Jadi dapat disimpulkan variabel Kebijakan Hutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 Perusahaan. Pengujian secara parsial variabel Ukuran Perusahaan (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil perbandingan antara t-hitung dan t-tabel adalah t-hitung (-0,. < t-tabel 1,975, dan memiliki sig. 0,527 . ,527 > 0. Maka H0 4 diterima dan Ha 4 ditolak. Jadi dapat disimpulkan variabel Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Intepretasi Hasil Penelitian Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profitabilitas yang diukur menggunakan Return On Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Hal ini dikarenakan Profitabilitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode mencerminkan kemampuan Perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin dalam harga saham. Pengaruh positif profitabilitas terhadap nilai perusahaan, sesuai dengan signalling theory dimana perusahaan yang dalam peningkatan laba memberikan cerminan bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang baik, sehingga memberikan sinyal positif kepada investor yang dapat membuat harga saham meningkat. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau memperoleh laba bersih dari aktivitas operasional Tujuan investor menanamkan saham pada perusahaan adalah agar mendapat return. Sesuai dengan teori signalling bahwa meningkatnya profitabilitas yang terlihat dari laba bersih pada perusahaan akan meningkatkan ekuitas, sehingga memicu respon kepada investor untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan, sehingga meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan (Radja & Artini, 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yuniastri et al. , 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Likuiditas yang diukur dengan rasio Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hal ini karena variabel Likuiditas (CR) yang merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Apabila aktiva lancar yang terdiri dari kas, piutang usaha, persediaan ini semakin tinggi berarti dana yang menganggur di perusahaan, yang mengakibatkan nilai perusahaan rendah. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan (Putri & Wahyuningsih, 2. menyatakan bahwa Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sedangkan penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Damayanti & Darmayanti, 2. yang menyatakan bahwa Likuiditas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kebijakan Hutang yang diukur dengan rasio Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap nilai Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di mana tinggi rendahnya Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 hutang yang dimiliki perusahaan berkaitan dengan tinggi rendahnya nilai perusahaan atau pertumbuhan perusahaan. Investor akan memberikan reaksi positif kebijakan perusahaan mengenai penambahan modal untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui penggunaan hutang dibandingkan dengan modal sendiri. Karena, penggunaan pendanaan dari pihak eksternal dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan perusahaan, melakukan investasi-investasi maupun proyek-proyek yang dapat menguntungkan perusahaan sehingga dapat menambah atau menghasilkan laba atau profit yang tinggi pula. Dengan hal ini dapat menunjukkan bahwa pendanaan dari pihak eksternal akan menurunkan konflik antar pemegang saham dan manajemen selain itu hutang juga dapat digunakan untuk menurunkan kelebihan arus kas dalam perusahaan sehingga dapat meminimalkan pemborosan yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan (Amelia & Sulistyowati, 2. yang menyatakan bahwa kebijakan hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Palupi & Hendiarto, 2. yang menyatakan bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan yang diukur dengan Ln (Total Ase. tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan naik turunnya total aset yang dimiliki perusahaan tidak selalu mempengaruhi nilai perusahaan yang mana ukuran perusahaan dilihat dari total aset tidak menjamin para investor akan tertarik investasi ke perusahaan bisa saja mempunyai aset yang besar namun memiliki tanggungan hutang jangka pendek yang banyak. Oleh karena itu, investor tertarik untuk investasi bukan dikarenakan besar kecil ukuran perusahaan. Investor tetap akan memiliki keinginan investasi jika perusahaan tersebut memiliki jumlah kewajiban yang sehat dan tingkat laba yang tinggi meskipun ukuran perusahaan kecil. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan (Amro & Asyik, 2. yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sedangkan penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Bagaskara et al. yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. KESIMPULAN Maka, kesimpulan yang didapat adalah Return On Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan Current Ratio (CR) dan ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Implikasi Manajerial bagi perusahaan menunjukan: Manajemen perusahaan harus mempertahankan penjualan dalam mengelola profitabilitas, karena dengan meningkatnya jumlah penjualan, laba yang diperoleh perusahaan akan meningkat sehingga akan mempengaruhi meningkatkan nilai perusahaan. Manajemen diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendeknya menggunakan aset lancarnya, sehingga dapat terhindar dari masalah kesulitan keuangan. Manajemen perusahaan perlu memperhatikan total hutang perusahaan yang dapat dimaksimalkan untuk kegiatan operasional perusahaan dalam mengelola kebijakan Hal. Journal of Management and Innovation Entrepreunership (JMIE) Volume 1. No 2 Ae Januari 2024 e-ISSN : 3026-6505 hutang, sehingga perusahaan tidak perlu menggunakan modal yang dapat menurunkan nilai perusahaan. Manajemen perusahaan perlu memperhatikan kinerja perusahaan untuk meningkatkan ukuran perusahaan sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modalnya, karena besar kecilnya ukuran perusahaan dapat mempengaruhi suatu perusahaan dan akan berakibat pada naik atau turunnya nilai perusahaan. Sedangkan bagi investor dalam melakukan investasi sebaiknya memperhatikan informasi dalam laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi yang tepat dan menguntungkan. Implikasi Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memotivasi penelitian selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini juga dapat digunakan oleh pihak manajemen dalam meningkatkan pengelolaan asset dan hutang perusahaan untuk kegiatan opersional guna peningkatan nilai perusahaan, meningkatkan nilai perusahaan berarti memperbesar peluang menigkatkan investor untuk melakukan DAFTAR PUSTAKA