Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM 5T 1 A UNTUK MENINGKATKAN ANGKA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ronald Fransyaigu1. Asnawi2. Bunga Mulyahati3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar universitas Samudra Jln. Meurandeh. Langsa Lama. Kota Langsa Email : ronaldfransyaigu. unsam@gmail. Abstrak Kompetensi literasi dasar . enyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitungmemperhitungkan, dan mengamati- menggamba. sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat mengingkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan Selain itu, peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks . isan, tulis, visua. Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemahaman dan keterampilan peningkatan literasi kepada para g uru S D di Kota Langsa. Setelah diberi pendampingan, selanjutnya mereka didampingi dan dibimbing untuk menerapkan program 5T 1A dalam rangka meningkatkan literasi anak sekolah SD. Dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, terlihat program 5T 1A bisa dijadikan salah satu program yang membantu guru dalam meningkatkan angka literasi siswa sekolah dasar apabila program tersebut dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan angka literasi yang diharapkan dalam pengabdian ini terukur dari meningkatnya ketrampilan yang mendukung literasi meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang cukup signifikan. Kata kunci : Literasi. Program 5t 1A. Pendampingan Guru. Angka Literasi Siswa Abstract Competence basic literacy . istening-speaking, reading-writing, calculating, calculating, and observin. should be embedded since primary education, then continued in higher education so that learners can improve their ability to access information and knowledge. In addition, students are able to distinguish useful information and not useful. That's because literacy lead s one to the ability to understand the message embodied in various forms of text . ral, written, visua. Methods of this activity in the form of mentoring understanding and skills to increase literacy to elementary school teachers in the city Langsa. After being given assistance, they are then assisted and mentored to implement the 5T 1A program in order to increase the literacy of elementary school children. From the results of the implementation of community service, 5T 1A program can be seen as one of the programs that assist teachers in increasing the literacy rate of elementary school students if the program is done continuously. The expected increase in literacy figures in this service is measured by the increasing skills that support literacy including listening, speaking, reading and writing significantly. Keywords : Literacy, 5t 1A Program. Teacher Assistance. Literacy Elementary Student Elemen Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis merupakan fondasi atau dasar penentu keberhasilan kegiatan belajar siswa. Sebagai keterampilan yang mendasari lainnya, pembelajaran literasi perlu mendapat perhatian serius dari para guru. Dalam melaksanakan pembelajaran literasi ini, guru harus memperhatikan kebutuhan, minat, latar belakang, serta usia siswa. Mengingat pentingnya pembelajaran literasi bagi siswa sekolah dasar, maka guru sekolah dasar dalam program pengabdian ini perlu diberikan pelatihan dan pendampingan tentang pemahaman serta pengalikasian kegiatan 5T 1A. Ruang lingkup 5T 1A, yaitu: aktu yang tepat, kapan, dan berapa lam. pembelajaran literasi diberika. , task . ugas apa saja yang sesuai dengan kebutuhan, minat, latar belakang usia siswa, text . emilihan tek. Teaching . trategi digunakan dalam pembelajaran literasi yang Talk . embelajaran berbahasa lisa. , dan . enis yang sesuai dengan kebutuhan PENDAH ULUAN Gerakan lierasi Sekolah yang digagas dan dikembangkan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan salah satu alasan yang mendasari program pengabdian kepada masyarakat ini dipandang sangat penting untuk dilaksanakan. Data penelitian dalam Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2011 menunjukan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam memahami bacaan berada dibawah rata-rata internasional. Melalui penguatan kompetisi literasi, terutama literasi dasar, peserta didik diharapkan dapat akses lebih luas pada kompetensi tersebut dapat diperbaiki. Kompetensi literasi dasar . enyimakberbicara, membaca-menulis, mengamatimenggamba. sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat mengingkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Selain itu, peserta didik mampu membedakan bermanfaat dan tidak Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks . isan, tulis, visua. Proses belajar mengajar di dalam kelas membutuhkan pengetahuan dan keterampilan guru yang bisa menjadikan siswanya kritis, kreatif, dan aktif. Seorang guru yang baru mengajar beberapa tahun atau pun seorang guru yang sudah berpengalaman, bekerja keras menjadi seorang pendidik sejati. Pesatnya termasuk ilmu pendidikan telah mengubah paradigma para pengajar di sekolah tentang bagaimana mengajar di dalam kelas dengan melibatkan keaktifan dan kreativitas siswanya. Pembelajaran di sekolah dasar merupakan kegiatan yang cukup menantang bagi guru. Selain keterampilan bagaimana mengelola kelas, guru diharapkan menguasai materi yang akan Literasi di sekolah dasar merupakan dasar bagi keterampilan literasi di kelas selanjutnya. Pentingnya literasi bukan hanya dilihat dari keterampilannya saja, namun yang paling penting adalah bagaimana sikap siswa terhadap literasi dan sejauh mana motivasi mereka dalam berpartisipasi aktif di kegiatan II. METODE PELAKSANAAN Metode Kegiatan ini berupa pendampingan pemahaman dan keterampilan peningkatan literasi melalui program 5T 1A kepada para guru SD di Kota Langsa. Setelah diberi pendampingan, selanjutnya mereka dibimbing untuk menerapkan hasil pelatihan dalam rangka meningkatkan literasi anak sekolah SD Kegiatan pendampingan ini dilakukan di ruang pertemuan dan ruang kelas SDN 5 Langsa. Tabel Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Aktivitas M emp erk u at k emi t raan un tu k k egi at an p en gabd ian k ep ad a masya rak at d en gan mi t ra u n tu k b erb agi p eran dan t an ggu n gj awab Pen gk aj i an p ri n sip -p ri n si p program 5T 1A dalam peningkatan literasi anak SD Metode Focus Group Discusion 2 h ari Pen d amp in Gu ru 4 k ali Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pen d amp in gan p emb i n aan p ri n sip -p ri n sip program 5T 1A dalam peningkatan literasi anak SD Evalu asi k egi at an Pen d amp Menulis Gu ru d an Si swaGroup 8 k ali Focus Circle time Discusi on 2 h ari 15 menit 30 Ae 07. Senin 15 menit 5 menit 55 Ae 12. Selasa Ae Sabtu 25 menit Membaca 15 menit 00 Ae 07. Kamis 15 menit Sementara itu, partisipasi mitra dalam pelaksanaan program ini ditunjukkan oleh peran dan tanggungjawab berikut : Tabel 2. Pembagian peran dan tanggungjawab mitra kerjasama Aktivitas Metode M emp erk u at k emi t raan un tu k Focus Group k egi at an p en gabd ian k ep ad a Discusion 2 masya rak at d en gan mi t ra h ari u n tu k b erb agi p eran dan t an ggu n gj awab Pen gk aj i an p ri n sip -p ri n si p Pen d amp in gan program 5T 1A dalam Gu ru 4 k ali peningkatan literasi anak SD Pen d amp in gan p emb i n aan p ri n sip -p ri n sip program 5T 1A dalam peningkatan literasi anak SD Evalu asi k egi at an Pen d amp in gan Gu ru d an Si swa 8 k ali Focus Group Discusion 2 h ari Berdasarkan tabel kegiatan disatas dapat dikemukakan beberapa hal penting. Hal penting pertama adalah pembelajaran literasi harus Hal ini perlu dilakukan dengan harapan terbentuknya kebiasaan literasi pada diri siswa. Hal kedua adalah kegiatan pembiasaan literasi dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat namun berkesinambungan. Program pelaksanaannya cukup 5 sampai 10 menit namun dilakukan secara konsisten setiap hari. Singkatnya waktu pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan karakteristik anak sekolah dasar yang rentang konsentrasinya terbatas saat menyimak temannya berbicara i. HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan waktu pembelajaran literasi yang efektif perlu mendapat perhatian khusus sehingga tujuan pembelajaran literasi dapat tercapai. Penentuan waktu ini meliputi kapan, setiap hari apa, jam berapa, dan berapa lama . aktu yang dibutuhka. dalam pelaksanaan pembelajaran Sehingga pada tahapan pertama dalam program ini kami menawarakan kegiatan dengan penentuan waktu yang diatur dalam program pembiasaan membaca. Berikut kegiatan yang dilaksanakan dalama tahapan ini. Tabel 3. Rancangan pembagian waktu Alokasi waktu Total per Minggu Membaca 15 menit 07. 30 menit Senyap 00 Ae 07. enerapkan Rabu Jumat Kegiatan . Time Penentuan waktu pembelajaran literasi yang efektif perlu mendapat perhatian khusus sehingga tujuan pembelajaran literasi dapat tercapai. Penentuan waktu ini meliputi kapan, setiap hari apa, jam berapa, dan berapa lama . aktu yang dibutuhka. dalam pelaksanaan pembelajaran Sehingga pada tahapan pertama dalam program ini kami menawarakan kegiatan dengan penentuan waktu yang diatur dalam program pembiasaan membaca. Berikut kegiatan yang dilaksanakan dalama tahapan ini. Tabel 3. Rancangan pembagian waktu Kegiatan Alokasi waktu Total per Minggu Membaca 15 menit 07. 30 menit Senyap 00 Ae 07. enerapkan Rabu Jumat Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Menulis 15 menit 30 Ae 07. Senin 15 menit Circle time 5 menit 55 Ae 12. Selasa Ae Sabtu 25 menit Membaca 15 menit 00 Ae 07. Kamis 15 menit Berdasarkan tabel kegiatan disatas dapat dikemukakan beberapa hal penting. Hal penting pertama adalah pembelajaran literasi harus Hal ini perlu dilakukan dengan harapan terbentuknya kebiasaan literasi pada diri siswa. Hal kedua adalah kegiatan pembiasaan literasi dapat ilakukan dalam waktu relatif singkat namun berkesinambungan. Program circle time misalnya, waktu pelaksanaannya cukup 5 sampai 10 menit namun dilakukan secara konsisten setiap hari. Singkatnya waktu pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan karakteristik anak sekolah dasar yang rentang konsentrasinya terbatas saat menyimak temannya berbicara Kegiatan menulis diary pun tidak perlu dilakukan dalam rentang waktu yang relative Yang terpenting adalah bahwa siswa memiliki jadwal menulis diary. Kegiatan menulis diary pun tidak perlu dilakukan dalam rentang waktu yang relative Yang terpenting adalah bahwa siswa memiliki jadwal yang konsisten untuk menulis Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah bahwa saat merencanakan satu kegiatan literasi memperhatikan lamanya pelaksanaan. Oleh sebab itu, pembuatan jadwal kegiatan literasi perlu dilakukan secara cermat sehingga tidak terjadi dua kegiatan literasi yang membutuhkan waktu yang sangat lama. Apabila dalam satu hari terdiri dari beberapa kegiatan literasi, guru perlu juga memperhatikan variasi kegiatan dan variasi tujuan pencapaian keterampilan. Misalnya, dalam satu hari satu kelas memiliki kegiatan membaca senyap dan circle time. Kegiatan keterampilan dan minat membaca sedangkan kegiatan ke dua bertujuan untuk meningkatkan Pemilihan waktu untuk melaksanaan suatu kegiatan di pagi hari atau siang hari harus menjadi pemikiran guru. Hal terakhir yang harus perhatikan adalah konsistensi pelaksanaan program. Hal ini berarti program literasi yang telah ditetapkan serta jadwal yang telah disepakati harus dilaksanakan oleh seluruh warta sekolah dengan penuh tanggung jawab. Dalam konteks ini, konsistensi tidak berarti kegiatan bersifat kaku melainkan kegiatan harus tetap harus bersifat fleksibel dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah. Harapan setelah kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan ini bisa dilaksanakan meskipun tanpa pendampingan. Task Tugas adalah jenis pekerjaan/aktivitas otentik yang harus dilakukan siswa selama mengikuti pembelajaran literasi. Tugas literasi menuntut unjuk kerja atau produk yang pembelajaran literasi dilaksanakan. Pemberian tugas yang tepat kepada siswa diyakini akan membantu siswa memiliki pengalaman dan keterampilan literasi sesuai tujuan yang Oleh sebab itu, tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya bervariasi. Variasi tugas dimaksudkan untuk melayani perbedaan Perbedaan individu siswa selanjutnya menjadi dasar penentuan bobot, jenis, dan produk tugas yang harus dihasilkan. Perbedaan individu yang dapat dijadikan landasan bagi penganekaragaman tugas antara lain kemampuan siswa, motivasi siswa, dan gaya belajar siswa. Berdasarkan kemampuan siswa, guru harus mampu menentukan jenis tugas yang Siswa yang kemampuan membaca dan menulis permulaan ataupun tingkat kemampuan peralihan diberikan tugas literasi yang berbeda dengan siswa yang telah mencapai tingkat berkembang ataupun tingkat mandiri. Oleh karena itu dalam tahapan kedua program ini guru dituntut memberikan tugas sesuai dengan perbedaan siswa terutama dalam jenis kemampuannya. Proses pendampingan dilakukan untuk membantu memberikan pelayanan kepada siswa sesuai karakteristiknya sehingga menghasilkantugas yang bervariasi. Selain variasi tugas yang diberikan, hal yang perlu diperhatikan guru adalah bahwa setiap tugas yang diberikan harus disertai bimbingan dan arahan. Pada salah satu karya siswa yang kami perhatikan, terlihat tulisan siswa yang Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat cukup rapi. Untuk menghasilkan tulisan tersebut, guru membimbing siswa untuk menentukan topik yang akan dijadikan bahan tulisan. Kemudian siswa dibimbing untuk dapat menghasilkan karya yang rapi. Teknik yang dapat digunakan oleh siswa adalah menggunakan kertas bergaris sebagai alas kertas polos sehingga pola garis kertas alas dapat digunakan sebagai pola menulis pada kertas polos. Melalui teknik ini tulisan siswa akan terpola cetak dengan baik dan rapi. Strategi keterampilan literasi dengan arahan dan bimbingan guru. Beberapa strategi yang tergolong memadukan beberapa keterampilan literasi antara lain sebagai berikut. Literat Circle Literature pembelajaran literatur yang dilandasi konsep belajar sambil Strategi menekankan aktivitas otentik siswa dalam mempelajari karya atau teks sastra melalui berbagai kegiatan literasi baik membaca, menulis, menyimak, maupun berbicara. Literacy . Teks Dalam pemilihan teks, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Teks yang diajarkan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan, minat, usia, latar belakang, lingkungan belajar, dan budaya Hal ini perlu dilakukan sejalan dengan kenyataan bahwa isi teks cerita yang diberikan oleh guru tidak sekedar memberi manfaat emotif tetapi membantu pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek Dalam pemilihan teks, ada beberapa karakteristik Beberapa kriteria yang dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan teks tersebut meliputi Bahasa mencakup aspek kosakata, organisasi teks, gaya bahasa, dan perkiraan isi teks, format teks mencakup aspek kaidah tata- cetak . dan ilustrasi, dan konten dan konsep mencakup aspek keakraban isi dan genre teks (Fountas&Pinnell, 2008. USAID, dan Hadaway & Young, 2. Dari jenis karakteristik pemilhan teks tersebut, itu dijadikan arahan dalam penggunaan teks yang dipergunakan dalam kegiatan dalan tahap ketiga dalam proses ini. Work Stations Literacy Work Stations merupakan strategi pembelajaran literasi yang dilaksanakan dengan memanfaatkan area di dalam kelas. Strategi ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara individu ataupun berkelompok. Diller . 3: . menyatakan bahwa literacy berbagai kegiatan dan atau memperkaya hasil belajar yang diperoleh siswa. Selama berkegiatan di literacy work stations siswa berlatih membaca, menulis, menyimak, dan berbicara menggunakan berbagai media literasi yang tersedia. Talk (Kegiatan yang Mengembangkan Keterampilan Berbahasa Lisa. Keterampilan berbahasa lisan terdiri dari Pembelajaran keterampilan berbahasa lisan mengajak siswa berlatih memahami dan menggunakan bahasa lisan secara baik dan Untuk mencapai tujuan ini, guru harus didorong untuk merancang dan menyimak dan berbicara yang sehingga pengalaman belajar bermakna bagi Dalam menggunakan berbagai kegiatan pembelajaran yang tepat. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berbicara dan menyimak adalah kegiatan circle Circle time merupakan salah satu kegiatan literasi yang bertujuan keterampilanberbahasa lisan siswa. Dalam Teaching Strategy (Strategi Pembelajara. Strategi pembelajaran atau teaching strategy bervariasi agar tercipta pembelajaran literasi yang efektif. Strategi yang dapat digunakan dapat beraneka ragam. Secara umum strategi tersebut dapat bersifat mengintegrasikan empat keterampilan literasi ataupun strategi yang sifatnya berfokus pada satu keterampilan literasi Beberapa strategi tersebut diuraikan sebagai berikut. Strategi Terintegra Jurnal Vokasi. Vol 2 No. 2 Oktober 2018 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat kegiatan circletime, siswa dilatih menceritakan dibawanya dengan kalimat sendiri secara detail. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka proses peningkatan angka kiterasi, dikarenakan dalam tahap ini siswa tidak hanya sekedar dilatih berbicara tapi dalam tahapan ini siswa dilatih memahami tutur bahasa lisan dan menggunakan bahasa lisannya itu secara efektif literasi siswa sekolah dasar perlu dilakukan. Sementara direkomendasikan adalah perlunya dilakukan kegiatan yang serupa yang fokusnya untuk guru dan siswanya sekolah dasar di Kota Langsa. Dalam program pengabdian ini perlu diberikan pelatihan dan pendampingan tentang pemahaman serta pengalikasian kegiatan 5T Ruang lingkup 5T 1A, yaitu: . aktu yang tepat, kapan, dan berapa lam. pembelajaran literasi diberika. , . ugas apa saja yang sesuai dengan kebutuhan, minat, latar belakang dan usia siswa, . emilihan tek. , . teachinng strategy . trategi yang digunakan dalam pembelajaran literasi yang efekti. , . embelajaran keterampilan berbahasa lisa. , dan . enis penilaian yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Asesmen (Penilaian Pembelajaran Literas. Penilaian merupakan bagian yang tidak Penilaian berperan informasi tentang ada tidaknya perubahan positif yang terjadi pada siswa dan seberapa Melaksanakan penilaian khususnya yang berhubungan dengan hasil belajar siswa merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru, karena penilaian merupakan yang berfungsi sebagai alat ukur tercapai tidaknya tujuan Tujuan penilaian antara lain: C memantau pertumbuhan dan perkembangan belajar siswa. C mengetahui apakah siswa telah atau belum mencapai kompetensi yang C mendiagnosis kesulitan belajar siswa sehingga memungkinkan melakukan C ataukah remedi, dan C mengetahui hasil pembelajaran mendorong guru untuk merefleksi diri sehingga termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. REFERENSI