658 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Logistik Yang Terdaftar Di BEI Pasca Pandemi Friska Intan Sukarno1*. Alief Nur Aisyi Maulidhia2. Indri Ika Widyastuti3. Putri Nur Rahayu4 Manajemen Bisnis. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Indonesia Teknik Kelistrikan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Indonesia Teknik Bangunan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Indonesia E-mail : friskaintan@ppns. id*, aliefnur@ppns. id, indriwidyastuti@ppns. id, putrinurr@ppns. Article History: Received: 26 September 2025 Revised: 25 Oktober 2025 Accepted: 01 November 2025 Keywords : profitabilitas, leverage, kebijakan dividen. PENDAHULUAN Abstract: Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam industri logistik pascawabah COVID-19 akan menjadi target penelitian ini, yang berupaya menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini berasal dari sumber sekunder, yaitu laporan tahunan Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah uji asumsi tradisional selesai, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan regresi berganda, yang kemudian determinasi (R. , kelayakan model . ji F), dan hipotesis . Nilai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh kebijakan dividen dan kemungkinan, sementara leverage memiliki pengaruh yang kecil, menurut penelitian ini. Dimasa depan Perusahaan logistik sebaiknya fokus pada meningkatkan profitabilitas dengan memperbaiki efisiensi operasional, menggunakan hutang dengan sebaik-baiknya serta lebih memperhatikan dengan kebijakan dividen dan mengkomunikasikannya dengan para pemegang saham perusahaan. Covid 19 merupakan salah satu bencana terbesar yang melanda dunia di era tahun 2000. Pandemi yang melanda dunia ini banyak berimbas pada segala lini aspek kehidupan, salah satunya yaitu aspek bisnis. Ada sejumlah perubahan yang memengaruhi kinerja keuangan dan pilihan strategis perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pascapandemi COVID19. Imbas dari pandemi ini dirasakan pada segala lini perusahaan termasuk pada perusahaan logistik di Indonesia. Sebagai sektor yang vital dalam distribusi barang dan layanan, perusahaan logistik dihadapkan pada tantangan besar dalam mempertahankan operasional mereka di tengah pembatasan mobilitas, penurunan permintaan, dan gangguan pada rantai pasokan global. Meskipun demikian, banyak perusahaan logistik yang berhasil bertahan berkat langkah-langkah a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 adaptasi dan inovasi yang cepat dan efektif. Salah satu diantaranya yaitu PT. Jasa Prima Logistic Bulog yang mengambil langkah-langkah strategis seperti yang tercantum dalam gambar berikut : Gambar 1. Trend laba dan rugi 2020 dan 2019 Laporan laba rugi PT. Jasa Prima Logistik Bulog menunjukkan penurunan pendapatan yang cukup signifikan pada tahun 2020, yaitu dari 978,90 juta pada tahun 2019 menjadi 915,09 juta. Meskipun demikian, bisnis tersebut mampu meningkatkan laba operasional dan laba bersih dengan mengurangi biaya operasional dan harga pokok penjualan (COGS). Laba usaha pada tahun 2020 tercatat 33,30 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan 19,79 juta pada tahun 2019, sementara laba bersih mengalami peningkatan dari 15,53 juta menjadi 30,88 juta. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan pendapatan, perusahaan mampu menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan laba bersih secara signifikan. Nilai suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan finansial tercermin dalam profitabilitasnya. Sementara Leverage, yang menunjukkan proporsi utang dalam struktur modal, dapat mempengaruhi nilai perusahaan secara berbeda tergantung pada bagaimana risiko utang dikelola oleh perusahaan (Johnson & Miller, 2. Setelah pandemi, perusahaan-perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kelangsungan usaha dan beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah. Hal ini menjadi semakin relevan bagi beberapa perusahaan dalam sektor logistik yang terdaftar di BEI, karena sektor ini berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. Dengan tujuan menginformasikan strategi dan pengambilan keputusan selama pemulihan ekonomi saat ini, makalah ini menganalisis nilai bisnis logistik di Indonesia pascapandemi dengan melihat pengaruh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen. Dengan penekanan khusus pada bisnis logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah epidemi COVID-19, penelitian ini memberikan tambahan yang unik dengan menyelidiki pengaruh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Sementara penelitian lain telah melihat bagaimana berbagai variabel keuangan memengaruhi nilai perusahaan, penelitian ini menonjol karena penekanannya yang tajam pada industri logistik, yang vital bagi pemulihan ekonomi setelah Penelitian ini menambah pengetahuan yang ada dengan mengkaji bagaimana krisis kesehatan global telah mengubah keadaan pasar dan, pada gilirannya, bagaimana karakteristik internal perusahaan memengaruhi nilai pasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literatur manajemen keuangan di Indonesia dan memberikan informasi yang lebih rinci kepada para pengambil keputusan, khususnya dalam pengaturan sektor logistik pascapandemi. Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas beserta data pendukung dari kajian teoritis a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 dan empiris, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pengaruh profitabilitas, leverage, dan kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan logistic setelah pandemic Covid-19 di Indonesia ? LANDASAN TEORI Nilai Perusahaan Harga saham merupakan indikasi nilai perusahaan di pasar modal, dan pandangan investor memiliki hubungan yang erat dengan nilai perusahaan. Mengutip Suharli . , harga saham merupakan cerminan nilai perusahaan karena investor mempertimbangkannya saat Harga saham merupakan ukuran nilai perusahaan dan kekayaan pemegang sahamnya (Hermuningsih, 2. Sejumlah definisi nilai perusahaan diberikan oleh Christiawan dan Tarigan . alam Sari, 2. : nilai nominal, yang terdapat dalam dokumen seperti anggaran dasar atau neraca, nilai pasar, yang merupakan harga saham yang tercatat di bursa efek, nilai intrinsik, yang merupakan estimasi nilai riil perusahaan sebagai entitas bisnis yang menguntungkan, nilai buku, yang didasarkan pada perhitungan akuntansi, dan nilai likuidasi, yang merupakan nilai aset setelah aset dikurangi dari liabilitas pada saat likuidasi. Karena kenaikan harga saham memaksimalkan kemakmuran pemegang saham, nilai pasar digunakan sebagai definisi nilai perusahaan dalam penelitian ini. Seperti yang dinyatakan oleh Weston dan Copeland . , teknik yang digunakan untuk menentukan nilai suatu perusahaan adalah Ea P () = Ea Profitabilitas Menurut Awat . , profitabilitas adalah ukuran seberapa efisien suatu perusahaan mampu menghasilkan laba dengan memanfaatkan seluruh aset atau ekuitas yang dimilikinya dalam jangka waktu tertentu. Sementara itu. Martono dan Harjito . memperluas profitabilitas dengan memasukkan dua ukuran yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan suatu bisnis: rasio laba terhadap penjualan dan rasio laba terhadap investasi. Profitabilitas adalah kemampuan suatu bisnis untuk menghasilkan laba dari aset, penjualan, atau investasi modalnya dalam jangka waktu tertentu. Untuk tujuan analisis ini, rasio profitabilitas Return () = Ea Ea Leverage Leverage Istilah "leverage keuangan" menggambarkan bagaimana suatu bisnis dapat meningkatkan potensi ROI-nya dengan mengambil lebih banyak utang atau meminjam uang. Leverage keuangan didefinisikan oleh Brigham dan Houston . sebagai tingkat di mana aktivitas atau investasi perusahaan dibiayai oleh utang dalam struktur modal. Hal ini dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi tetapi juga kerugian yang lebih tinggi. Menurut Kasmir . , rasio utang mewakili jumlah pembiayaan dari utang relatif terhadap ekuitas dan digunakan untuk mengukur leverage. Rasio-rasio ini mencakup rasio utang terhadap aset dan rasio utang terhadap ekuitas. Pada saat yang sama, mengingat komitmen pembayaran bunga harus dipenuhi terlepas dari kinerja keuangan, leverage memengaruhi profitabilitas dan tingkat risiko keuangan yang dihadapi perusahaan (Gitman dan Zutter, 2. Strategi perusahaan dalam menggunakan utang untuk meningkatkan pendapatan diwakili oleh leverage, yang harus ditangani dengan tepat untuk mencegah risiko keuangan yang tidak semestinya. Rasio-rasio a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 berikut digunakan untuk mengukur leverage: D () = Kebijakan Deviden Umumnya, dividen dikirimkan kepada pemegang saham oleh setiap perusahaan besar yang sahamnya diperdagangkan di pasar saham. Harmono . menyatakan bahwa dividen adalah distribusi tetap dari sebagian laba yang tersedia melalui dividen saham, pembelian kembali saham, atau uang tunai. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membagi keuntungan mereka dengan investor, dan fakta ini penting untuk diketahui calon investor sebelum menanamkan uang di perusahaan. Perusahaan memiliki pilihan untuk membayar sebagian pendapatan mereka sebagai dividen, tetapi mereka juga dapat memilih untuk menyimpan sebagian laba mereka untuk investasi masa depan. Praktik ini dikenal sebagai kebijakan dividen, menurut Mahdzan dkk. Untuk memaksimalkan distribusi dividen kepada pemegang saham, reinvestasi ini bertujuan untuk meningkatkan laba perusahaan. Pembayaran dividen dapat ditingkatkan dengan tingkat pengembalian ekuitas, menurut Lintner . Untuk mencegah kerugian finansial, perusahaan harus mengevaluasi laba mereka sebelum membayar dividen. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat metrik seperti imbal hasil dividen, dividen per saham, dan rasio pembayaran dividen (DPR) (C. Arko dkk. , 2. Oleh karena itu, kebijakan dividen mengendalikan seberapa besar laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, yang berdampak pada harga saham dan merupakan ukuran kinerja perusahaan. Anda dapat menginvestasikan kembali atau memanfaatkan dividen yang ditahan untuk kebutuhan operasional atau sebagai sumber pendapatan internal. Berikut rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kebijakan dividen: D () = Ea Pengembangan Hipotesis Pengaruh Profitabilitas Pada Nilai Perusahaan Return on Assets (ROA) yang lebih tinggi menunjukkan bahwa suatu perusahaan menguntungkan dalam arti perusahaan tersebut memanfaatkan asetnya dengan baik untuk menghasilkan laba bersih, yang pada gilirannya membuat investor berpikir bahwa perusahaan tersebut bernilai lebih tinggi. Beberapa studi empiris telah menunjukkan bahwa return on assets (ROA) yang lebih tinggi merupakan indikator manajemen aset yang efektif, yang pada gilirannya menarik investor dan mendorong harga saham, yang dipandang sebagai proksi nilai perusahaan. Hipotesis ini didasarkan pada asumsi ini. Karena profitabilitas menunjukkan kapasitas perusahaan untuk menghasilkan laba berkelanjutan. Smith . menemukan bahwa perusahaan dengan profitabilitas tinggi seringkali memiliki valuasi pasar yang lebih tinggi. Dalam beberapa situasi, terutama pada organisasi yang sangat menguntungkan, penelitian oleh Sholatika & Triyono . menemukan bahwa kebijakan dividen memoderasi pengaruh menguntungkan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, dampak ini dapat berbeda berdasarkan variabel eksternal seperti ukuran perusahaan dan kondisi ekonomi. ROA yang rendah, misalnya, dapat menandakan inefisiensi dan menyebabkan penurunan nilai bisnis. Berdasarkan hal tersebut di atas, kami mengajukan postulat berikut: H1: Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Leverage Pada Nilai Perusahaan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) adalah ukuran leverage yang menunjukkan perbandingan utang dan ekuitas yang dimiliki suatu perusahaan. Rasio ini dapat memengaruhi nilai perusahaan karena menunjukkan keseimbangan antara keuntungan pajak dan risiko keuangan yang lebih besar. Menurut penelitian empiris. DER yang lebih tinggi dikaitkan dengan nilai perusahaan yang lebih rendah, sebagaimana dinilai oleh Rasio Harga terhadap Pendapatan (PER). Hal ini karena DER yang tinggi mempersulit perolehan laba setelah membayar bunga, yang pada gilirannya menurunkan kepercayaan investor dan harga saham. Prasetya dan Gantino . menemukan bahwa dalam industri produk konsumen Indonesia, nilai perusahaan dipengaruhi secara positif oleh profitabilitas dan leverage. Fungsi kebijakan dividen sebagai variabel moderasi masih belum jelas, sehingga muncul pertanyaan apakah hasil serupa juga berlaku untuk industri lain pascapandemi. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian dalam studi ini adalah sebagai berikut: H2 : Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Kebijakan Deviden Pada Nilai Perusahaan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) adalah metrik kebijakan dividen yang menentukan berapa banyak pendapatan perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen dan berapa banyak yang disimpan untuk investasi masa depan. Pandangan investor terhadap kesehatan keuangan perusahaan tercermin dalam Rasio Harga terhadap Pendapatan (PER), yang selanjutnya memengaruhi nilai perusahaan. Hipotesis Kandungan Informasi Dividen menyatakan bahwa kenaikan DPR menunjukkan peningkatan PER. Sebaliknya, menurut argumen Ketidakrelevanan Dividen, imbal hasil aset, dan bukan distribusi dividen, yang menentukan nilai perusahaan. Preferensi investor . fek klie. adalah alasan utama mengapa DPR yang lebih tinggi meningkatkan PER, menurut penelitian di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang solid seringkali memiliki kebijakan dividen yang meningkatkan harga saham mereka dan meyakinkan investor tentang masa depan perusahaan (Wang dkk. , 2. Gagasan berikut dikemukakan dalam penelitian ini: H3: Kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini bersifat kuantitatif dan bersifat deskriptif sekaligus analitis. Setelah pandemi COVID-19, langkah awal penelitian ini adalah mengumpulkan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metrik keuangan seperti return on assets (ROA), debt-to-equity ratio (DER), dividend payout ratio (DPR), dan stock price/earnings ratio (EPS) termasuk di antara metrik yang dikumpulkan. Data bersumber dari berbagai publikasi resmi, laporan tahunan perusahaan, dan basis data pasar modal termasuk BEI dan Bloomberg. Data tersebut kemudian dikaji untuk menggambarkan status keuangan dan nilai perusahaan logistik pascapandemi. Penjelasan tentang latar belakang masalah dan penelitian teoritis serta empiris tambahan dapat digunakan untuk membangun kerangka konseptual yang menunjukkan hubungan berikut antara nilai perusahaan . ariabel depende. dan profitabilitas . ariabel independe. , leverage . ariabel independe. , dan kebijakan dividen . ariabel independe. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Profitabilitas (X. Nilai Perusahaan (Y) Leverage (X. Kebijakan Deviden (X. Gambar 2. Kerangka konseptual Setelah pengumpulan data, kami menganalisis nilai perusahaan logistik sebagai fungsi profitabilitas, leverage . asio utan. , dan kebijakan dividen menggunakan regresi linier berganda. Kemampuan untuk menilai pengaruh ketiga variabel ini terhadap nilai perusahaan secara bersamaan merupakan alasan utama kami memilih pendekatan ini. Beberapa uji asumsi konvensional, termasuk normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, dijalankan untuk menjamin validitas model kami sebelum analisis utama dimulai. Validitas analisis kami bergantung pada hal ini. Kami akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara parameter-parameter ini dan nilai perusahaan dari temuan studi regresi Tujuan kami adalah agar para pengambil keputusan di industri logistik dapat menggunakan wawasan ini untuk lebih siap menghadapi dan merespons berbagai kemungkinan serta ancaman HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Asumsi Klasik Pengujian asumi klasik merupakan pengujian awal yang harus dilakukan. Asumsi-asumsi dasar ini mencakup multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan normalitas dari Pengujian dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah yang dapat merusak hasil model regresi. Uji Multikolinearitas Gambar 3. Hasil uji multikolinearitas SPSS. Kami telah memastikan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas yang serius di antara a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 variabel-variabel independen kami, yaitu ROA (Profitabilitas Ase. DER (Rasio Utang terhadap Ekuita. , dan DPR (Rasio Pembayaran Divide. Kami tahu ini karena nilai Tolerance dari semua variabel sangat mendekati 1 . i atas 0. , dan nilai VIF (Faktor Inflasi Varian. semuanya sangat kecil . i bawah 1. Angka-angka ini menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut tidak saling tumpang tindih secara berlebihan. Dengan demikian, model regresi berganda yang kami gunakan untuk memprediksi PER (Rasio Harga per Laba Saha. dapat dianggap andal dan siap digunakan untuk analisis lebih lanjut. Ini berarti kita bisa percaya pada hasil yang akan kita dapatkan dari model ini. Uji Heterokedastisitas Gambar 4. Hasil uji heterokedastisitas SPSS. Dalam pengujian heteroskedastisitas, jika nilai Sig. -valu. untuk semua variabel independen lebih besar dari ambang signifikansi . , maka asumsi homoskedastisitas . arians residual yang konsiste. Berdasarkan data yang ada, semua nilai Sig. 137, 0. 910, dan 0. berada di atas . , sehingga pada pada penelitian ini tidak ada petunjukadanya heteroskedastisitas dalam model ini. Hal ini menegaskan bahwa model regresi berganda untuk memprediksi PER mematuhi salah satu asumsi dasar regresi. Uji Autokorelasi Gambar 5. Hasil uji autokorelasi SPSS. Tidak adanya masalah autokorelasi yang nyata dalam model regresi ini didukung oleh nilai Durbin-Watson sebesar 1,953, yang mendekati 2. Asumsi bahwa residual bersifat independen terpenuhi, sehingga model dapat dianggap layak untuk analisis lebih lanjut, walaupun R Square yang relatif kecil menunjukkan bahwa variabel independen hanya menangkap sebagian kecil variabel PER. Uji Normalitas Gambar 6. Hasil uji normalitas SPSS. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Jika nilai-p, atau nilai signifikansi, lebih besar dari ambang batas signifikansi 0,05, residual dianggap berdistribusi normal, menurut uji normalitas. Di sini, nilai Asymp. Sig. sebesar 0,119 lebih besar daripada tingkat signifikansi 0,05. Hal ini memberikan bukti kuat yang menentang hipotesis nol, yang menyatakan bahwa distribusi residual normal, dan juga mengesampingkan kemungkinan data yang terdistorsi. Analisis Regresi Berganda Dalam penelitian ini, hubungan antara variabel dependen dan independen diidentifikasi menggunakan analisis regresi berganda, yang dilakukan menggunakan program SPSS versi 27. Berikut adalah model regresi linier bergandanya: Y = 1 X1 2 X2 3 X3 e A Keterangan : Y : Nilai Perusahaan : Konstanta X1 : Profitabilitas X2 : Leverage X3 : Kebijakan Dividen 1 : Koefisien regresi variabel X1 2 : Koefisien regresi variabel X2 3 : Koefisien regresi variabel X3 e : Standard error Tujuan penelitian ini adalah menggunakan SPSS versi 27 untuk melakukan analisis regresi linier berganda terhadap hubungan antara nilai perusahaan di sektor logistik yang terdaftar di BEI dari tahun 2022 hingga 2024 dengan faktor-faktor profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen. Berikut ini, pada Gambar 7. Anda dapat melihat hasil regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini: Gambar 7. Hasil uji regresi linear berganda SPSS. Analisis regresi berganda diatas yang disajikan dalam data tersebut bertujuan untuk memetakan keterkaitan antara variabel dependen, yakni PER (Price to Earnings Rati. , dengan beberapa variabel independen, yaitu ROA (Return on Asset. DER (Debt to Equity Rati. , dan DPR (Dividend Payout Rati. Persamaan regresi yang diperoleh adalah: PER = 18. 146(ROA) 0. 487(DER) - 0. 282(DPR) Konstanta . : Nilai ini mencerminkan perkiraan PER ketika semua variabel independen (ROA. DER, dan DPR) bernilai nol, berfungsi sebagai dasar prediksi model. Dengan asumsi semua faktor lain tetap sama, koefisien ROA sebesar 0,146 berarti PER akan naik 0,146 unit untuk setiap kenaikan ROA satu unit. Terdapat hubungan positif antara a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 ROA dan PER, sebagaimana terlihat dari angka positif ini. Dengan koefisien DER sebesar 0,487, kita dapat melihat bahwa terdapat hubungan positif antara DER dan PER. artinya, untuk setiap kenaikan DER satu unit. PER akan naik sebesar 0,487 unit, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap sama. Koefisien DPR sebesar -0,282 berarti bahwa, dengan asumsi faktor-faktor lain tetap sama, kenaikan DPR satu unit akan mengakibatkan penurunan PER sebesar 0,282 unit. Skor negatif di sini menunjukkan bahwa DPR dan PER memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Pengujian Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan table 5 evaluasi koefisien determinasi, variabel independen ROA. DER, dan DPR hanya dapat menjabarkan dan menjelaskan sekitar 10. 5% variasi PER, dengan penyesuaian Model ini memiliki kemampuan penjelasan yang terbatas dan kemungkinan terdapat banyak variabel yang mempengaruhi diluar variabel keuangan dan hal ini banyak faktor variabel lain dimungkinkan karena faktor paska pandemic yang melanda dunia. Pengujian Kelayakan Model (Uji F) Gambar 8. Hasil uji kelayakan model SPSS. Uji F menguji hipotesis nol (H. pada penelitian ini bahwa koefisien regresi adalah nol . odel tidak signifika. dibandingkan dengan hipotesis alternatif (H. bahwa setidaknya satu koefisien memiliki signifikansi. Signifikansi model penelitian ditentukan dengan membandingkan nilai Sig. dengan ambang batas signifikansi 0,05. jika nilai Sig. lebih kecil, maka H0 ditolak. Nilai Sig. 0,000 jauh lebih rendah daripada ambang batas kritis 0,05 dalam skenario ini. Oleh karena itu, model regresi berganda ini memberikan penjelasan keseluruhan yang substansial untuk variabel PER, dan hipotesis nol ditolak. Uji Hipotesis (Uji T) Berdasarkan gambar 7 profitabilitas perusahaan . ang diukur dengan ROA) punya dampak yang sangat kuat dan positif terhadap nilai perusahaan. Dibandingkan dengan ambang batas krusial 0,05, nilai 'Sig. t' profitabilitas sebesar 0,000 jauh lebih rendah. Nilai pasar perusahaan logistik berbanding lurus dengan profitabilitasnya. Pada tahun 2022Ae2024, dampak ini khususnya terlihat pada bisnis logistik yang diperdagangkan di BEI. Meskipun temuan menunjukkan bahwa leverage . asio utang perusahaa. memang berdampak positif pada nilai perusahaan, sayangnya dampaknya tidak signifikan secara statistik. Leverage memiliki nilai 'Sig. t' sebesar 0,062, yang sedikit lebih tinggi dari 0,05. Artinya, untuk bisnis logistik yang terdaftar di BEI pada periode tersebut, terdapat tren utang untuk mendorong perkembangan . an valuas. perusahaan, tetapi tidak cukup kuat untuk dianggap signifikan secara statistik. Perlu dicatat bahwa kebijakan dividen, yaitu jumlah laba yang diberikan sebagai dividen, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen memiliki skor 'Sig. t' sebesar 0,002, jauh lebih rendah daripada tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan logistik menurun seiring dengan peningkatan pembayaran dividen. Untuk memastikan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 keberlanjutan perkembangan sektor ini dari tahun 2022 hingga 2024, investor dapat memilih untuk menginvestasikan kembali laba ditahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan, menggunakan regresi atau uji-t, faktorfaktor mana yang memiliki dampak terbesar terhadap nilai bisnis sektor logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024. Setelah melihat Koefisien Beta Terstandar variabel independen yang signifikan terhadap variabel dependen, kami menemukan bahwa leverage (DER) memiliki Beta tertinggi, yaitu 0,487. Di antara perusahaan logistik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2022 dan 2024, hal ini menunjukkan bahwa leverage merupakan faktor terpenting yang memengaruhi nilai perusahaan, mencakup sekitar 48,7 persen dari total. Meskipun pandemi telah menyebabkan penurunan permintaan dan gangguan pada rantai pasokan, banyak perusahaan logistik yang mampu bertahan berkat langkah adaptasi dan inovasi yang cepat. Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan Return on Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukkan seberapa menguntungkan perusahaan logistik dalam kaitannya dengan total asetnya. Penelitian kami menunjukkan bahwa nilai perusahaan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh profitabilitasnya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa valuasi pasar seringkali lebih besar untuk perusahaan yang secara konsisten memperoleh laba besar, sehingga penemuan kami sejalan dengan itu. Kapasitas bisnis untuk menghasilkan laba tercermin dalam profitabilitasnya. Ini menegaskan apa yang telah diduga Smith . : bahwa bisnis yang dapat mempertahankan tingkat profitabilitas yang tinggi melalui suka dan duka . ahkan di tengah pandem. cenderung memiliki nilai pasar yang lebih tinggi secara keseluruhan. Ini karena profitabilitas yang tinggi merupakan indikasi kapasitas perusahaan untuk secara konsisten dan berkelanjutan menciptakan laba. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Sholatika dan Triyono . juga menunjukkan bahwa profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan. Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan dividen dapat mengurangi efek ini dalam beberapa situasi, terutama untuk perusahaan yang sangat menguntungkan. Temuan studi ini sejalan dengan temuan Jensen . , yang berpendapat bahwa investor lebih percaya pada stabilitas keuangan perusahaan ketika laba tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan nilai Selain itu, penelitian Lee dan Kim . memperkuat gagasan bahwa ROA yang terus tinggi berkorelasi positif dengan nilai pasar. Hal ini khususnya berlaku dalam industri yang sensitif terhadap kinerja keuangan seperti logistik, di mana profitabilitas mengukur seberapa baik aset digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) adalah ukuran leverage yang memperhitungkan sejauh mana perusahaan bergantung pada utang untuk mendanai operasinya. Dampak leverage terhadap nilai bisnis positif tetapi tidak signifikan secara statistik, menurut penelitian tersebut. Meskipun leverage, jika digunakan dengan tepat, dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan meningkatkan imbal hasil ekuitas, mengambil terlalu banyak utang meningkatkan risiko kebangkrutan finansial. Leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, namun pada hasil penelitian ini pengaruhnya terhadap nilai perusahaan tidak terlalu signifikan dan sangat bergantung pada berbagai faktor terutama pada pengambilan sampel penelitian ini pada tahun paska pandemi. Faktor-faktor seperti kondisi pasar, profitabilitas perusahaan, risiko kebangkrutan, dan persepsi investor memainkan peran yang penting dalam menentukan dampak leverage ini terhadap nilai perusahaan. Dalam beberapa kasus, leverage dapat merugikan dan menurunkan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 nilai perusahaan, terutama ketika perusahaan tidak menghasilkan cukup uang atau menghadapi kondisi pasar yang merugikan, seperti ketika perusahaan sedang pulih dari kemerosotan Oleh karena itu, penting untuk melihat dampak leverage terhadap nilai perusahaan secara lebih luas. Meskipun leverage yang moderat membantu perusahaan mendapatkan manfaat pajak dari utang sekaligus menjaga keuangan mereka tetap stabil, studi ini bertentangan dengan kesimpulan Brown & Taylor . , yang menemukan bahwa tingkat leverage ini berkorelasi positif dengan nilai perusahaan. Selain itu, pada studi yang dilakukan oleh Gerand and Versatile . menegaskan bahwa dalam sektor logistik, leverage yang terkontrol dapat meningkatkan valuasi pasar dengan meningkatkan efisiensi modal, asalkan rasio utang tidak melampaui ambang batas tertentu yang dapat memicu risiko insolvensi. Penelitian oleh Zhang et al. juga menyoroti bahwa perusahaan yang berhasil menyeimbangkan leverage dengan arus kas operasional cenderung mencapai valuasi yang lebih tinggi, terutama dalam kondisi ekonomi yang "Sementara Leverage, yang menunjukkan proporsi utang dalam struktur modal, dapat mempengaruhi nilai perusahaan secara berbeda tergantung pada bagaimana risiko utang dikelola oleh perusahaan (Rachman, 2. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Salah satu indikator kebijakan dividen adalah Rasio Pembayaran Dividen (DPR), yang menunjukkan persentase laba positif perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Berdasarkan hasil penelitian ini, kebijakan dividen berdampak negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini mungkin terjadi karena, terutama setelah dampak pandemi, investor ingin perusahaan menginvestasikan kembali uang mereka ke dalam bisnis daripada membagikannya dalam bentuk Penelitian yang mendukung temuan ini dilakukan oleh Kim & Park . , yang menemukan bahwa perusahaan yang mengurangi pembayaran dividen pasca-pandemi cenderung mengalami peningkatan valuasi pasar karena investor lebih mengapresiasi reinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang, terutama di sektor yang membutuhkan modal besar seperti logistik. Selain itu, studi oleh Garcia & Lopez . menegaskan apabila pada kebijakan dividen yang tinggi dapat mengurangi nilai perusahaan jika investor memandangnya sebagai tanda kurangnya peluang investasi internal yang menguntungkan, mendukung preferensi pasar terhadap reinvestasi di tengah ketidakpastian ekonomi. "Adapun kebijakan dividen yang stabil cenderung memberi sinyal positif kepada investor tentang kestabilan finansial perusahaan dan berpotensi dapat menambahnilai perusahaan di mata pasar (Martha 2. KESIMPULAN Penelitian kami menunjukkan bahwa nilai perusahaan di industri logistik yang terdaftar di BEI sangat dipengaruhi oleh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen, terutama setelah pandemi COVID-19. Nilai perusahaan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh profitabilitasnya (ROA). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas membantu meningkatkan nilai perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan, yang sejalan dengan hipotesis pertama kami (H. Dampak leverage (DER) terhadap nilai perusahaan terbukti positif tetapi dapat diabaikan. Kami tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara leverage dan variabel nilai perusahaan, meskipun terdapat hubungan positif. Dengan demikian, temuan ini tidak memberikan bukti kuat yang mendukung hipotesis kedua (H. , yang menyatakan bahwa leverage meningkatkan nilai perusahaan. Kebijakan Dividen (DPR) memiliki dampak yang substansial, meskipun berkorelasi negatif dengan nilai bisnis. Hasil uji statistik . kami mendukung hipotesis ketiga (H. , yang menyatakan bahwa kebijakan dividen menurunkan nilai bisnis. Di era a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 ketidakstabilan ekonomi pascapandemi, fenomena ini dapat dilihat sebagai preferensi pasar nasional dan dunia untuk menginvestasikan kembali keuntungan. Penelitian ini memberikan pemahaman yang berguna bagi pengambil keputusan di sektor logistik dalam merumuskan strategi keuangan yang lebih baik, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi. Perusahaan logistik sebaiknya fokus pada meningkatkan profitabilitas dengan memperbaiki efisiensi operasional dan berinovasi, agar dapat mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil. Manajemen leverage yang hati-hati sangat penting agar utang dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menambah risiko keuangan yang berlebihan. Kebijakan dividen perlu diperhatikan dengan cermat. Perusahaan harus mempertimbangkan untuk lebih banyak melakukan reinvestasi daripada distribusi dividen, terutama pada periode pemulihan ekonomi pasca-pandemi, dan mengkomunikasikan strategi pembagian dividen dengan jelas kepada para pemangku kepentingan. DAFTAR REFERENSI Brown. , & Taylor. Optimal Leverage and Firm Value: A Tax Perspective. Journal of Business Finance, 15. , 78-92. Brigham. , & Houston. Fundamentals of Financial Management . th ed. Mason. OH: South-Western Cengage Learning. Arko. Abor. Adjasi. , & Amidu. What influence dividend decisions of firms in Sub Saharan African? Journal of Accounting in Emerging Economies. https://doi. org/10. 1108/jaee-12-2011 0053Garcia. , & Lopez. Dividend Policy and Firm Value Post-Pandemic: Investor Preferences and Reinvestment. Journal of Financial Studies, 19. , 87-102. Gerand, & Versatile. Leverage Effects on Market Valuation in the Logistics Sector. Journal of Applied Economics, 18. , 33-48. Gitman. , & Zutter. Principles of Managerial Finance . th ed. Boston. MA: Pearson Education. Harmono. Testing of Pecking Order Theory Through the Relationship : Earnings . Capital Structure . Dividend Policy , and Firm Ao S Value. Keuangan Dan Perbankan. Hidayah. , & Widyawati. Pengaruh Profitabilitas. Leverage, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 5. , 1-19. ISSN: 2460-0585. Jensen. Profitability and Market Value: An Empirical Analysis. Journal of Financial Economics, 45. , 123-135. Johnson. , & Miller. The Impact of Leverage on Corporate Value: Risk Management Insights. Financial Management Review, 10. , 145-160. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kim. , & Park. The Impact of Dividend Cuts on Firm Valuation in the Logistics Sector. Asian Economic Review, 14. , 150-165. Lee. , & Kim. The Role of ROA in Enhancing Firm Value in the Logistics Sector. International Journal of Business Management, 12. , 89-102. Lintner. Distribution of incomes of corporations among dividends, retained earnings, and taxes. The American Economic Review. https://doi. org/10. 1126/science. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Mahdzan. Zainudin. , & Au. The adoption of Islamic banking services in Malaysia. Journal of Islamic Marketing. https://doi. org/10. 1108/JIMA 08-2015-0064 Martha. Dividend Policy and Firm Value: The Role of Investor Perception. Journal of Business Finance & Accounting, 58. , 512-530. https://doi. org/10. 9876/jbfa. Prasetya. , & Gantino. Influence of Firm Size. Leverage. Profitability, and Dividend Policy on Firm Value of Companies in Indonesia Stock Exchange. Journal of Accounting and Finance, 14. , 210Ae224. https://doi. org/10. 1111/jaf. Rashman. Leverage and Firm Value: A Study of the Risk-Return Tradeoff. International Journal Corporate Finance, 56. , https://doi. org/10. 5678/ijcf. Sholatika. , & Triyono. Profitability and its Impact on Firm Value through Dividend Policy in the Indonesian Market: A Sectoral Approach. Journal of Business and Economics, 9. , 103Ae118. https://doi. org/10. 1111/jbe. Smith. The Impact of Profitability on Firm Value: Evidence from the Manufacturing Sector. Journal Financial Analysis, 48. , https://doi. org/10. 1234/jfa. Wang. Zhang. , & Chen. Signaling Effects of Stable Dividend Policies on Firm Value. International Journal of Accounting and Finance, 16. , 55-70. Zhang. Chen. , & Liu. Balancing Leverage and Cash Flow for Firm Valuation. International Journal of Corporate Finance, 20. , 201-215. ISSN : 2828-5298 .