Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok The Relationship Between The Level of Knowledge and Public Attitudes Towards Pulmonary Tuberculosis Prevention Behavior in RW 01 Sawangan Baru SubDistrict Depok City Satriani1. Uswatun Hasanah2. Esty Irianingsih1 Kesehatan Masyarakat STIKes Widya Darma Husada Tangerang Keperawatan STIKes Widya Darma Husada Tangerang Korespondensi Penulis : satriani@wdh. ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a lung infection caused by Mycobacterium tuberculosis and remains a health problem in Indonesia, with high case and death rates. Analyzing the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community with the behavior of preventing pulmonary tuberculosis in RW 01. Sawangan Baru Village. Depok City. Using observational analytical research with a quantitative approach. The population in this study was all residents domiciled in the RW 01 area of Sawangan Baru Village. Depok City, with a sample of 273 people taken using the Proportionate Stratified Random Sampling technique in 4 RTs. Analysis used the Spearman Rank test. Spearman's test showed a significant relationship between knowledge . =0. r=0. and attitudes . =0. r=0. with pulmonary tuberculosis preventive behavior. Knowledge and attitudes are significantly related to tuberculosis prevention behavior. The active role of sub-districts in community empowerment for tuberculosis prevention, utilization of results by educational institutions, increased outreach by health workers, and community participation in clean and healthy living behaviors. Keywords : Tuberculosis. Knowledge. Attitude. Behavior of Tuberculosis Paru Prevention ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis pada paru yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kasus dan kematian yang Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru. Kota Depok. Menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian : Studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang berdomisili di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok dengan sampel sebanyak 273 orang yang diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling di 4 RT. Analisis menggunakan uji Rank Spearman. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan . =0,000. r=0,. dan sikap . =0,000. r=0,. dengan perilaku pencegahan tuberkulosis paru. Pengetahuan dan sikap berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis paru. Saran : Peran aktif kelurahan dalam pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan tuberkulosis, pemanfaatan hasil oleh institusi pendidikan, peningkatan penyuluhan oleh tenaga kesehatan, dan partisipasi masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci : Tuberkulosis. Tuberkulosis Paru Pengetahuan. Sikap. Perilaku Pencegahan Penyakit PENDAHULUAN Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Tuberkulosis sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya dilaksanakan di banyak negara sejak tahun Penyakit disembuhkan dengan berobat secara pengobatan (Trijaniarti et al. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) Tahun diperkirakan 10,8 juta orang menderita tuberkulosis di seluruh dunia. 5,9 juta lakilaki, 3,6 juta perempuan, dan 1,3 juta anakanak. Kemudian pada tahun 2024, 30 negara dengan beban tuberkulosis yang tinggi menyumbangkan 56% atau setara 000 jiwa kasus tuberkulosis Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus tuberkulosis tertinggi di dunia setelah India. Setiap tahunnya diperkirakan terdapat sekitar 000 kasus tuberkulosis dan 125. kematian akibat penyakit ini, yang setara dengan rata-rata 14 kematian per jam (World Health Organization 2. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 kasus tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir, yaitu sebanyak 94. kasus pada tahun 2022, meningkat menjadi 226 kasus pada tahun 2023 . aik 114,9%), dan kembali naik menjadi 798 kasus pada tahun 2024 . aik 10,6%). Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Depok 2024 di Kota Depok tercatat 6. 549 kasus pada tahun 2022, meningkat menjadi 8. kasus pada tahun 2023 . aik 30,3%), namun sedikit menurun pada tahun 2024 261 kasus . urun 3,3%) (Badan Pusat Statistik Jawa Barat 2. Masih tingginya angka kejadian tuberkulosis hal ini berkaitan dengan perilaku pencegahan penyakit ini, yang salah satunya dipengaruhi oleh tingkat Menurut teori perilaku Lawrence Green perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor predisposisi . engetahuan, sikap, tingkat pendidikan, ekonomi, dan preseps. , faktor pemungkin . ingkungan dan ketersediaan saran. , dan . ukungan masyarakat/keluarga, dan motivas. Pengetahuan, sikap, dan perilaku merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap status kesehatan baik pada tingkat individu maupun masyarakat. Ketiga faktor tersebut juga memiliki efektivitas program penanggulangan dan pencegahan penyakit. Pengetahuan adalah hasil dari pengalaman seseorang tentang Dalam proses mengetahui, selalu ada subjek . ang mengetahu. dan objek . ang diketahu. , dan keduanya tidak bisa pandangan atau perasaan yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai terhadap objek tertentu. Dengan kata lain, sikap selalu memiliki arah dan tertuju pada sesuatu, tidak ada sikap yang muncul tanpa adanya objek sebagai sasarannya (Khairunnisa et al. Berdasarkan Puskesmas Sawangan, kasus tuberkulosis di Kelurahan Sawangan Baru mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022 tercatat 37 kasus, kemudian menurun menjadi 5 kasus pada tahun 2023, namun kembali meningkat menjadi 22 kasus pada Pola ini menggambarkan bahwa tuberkulosis masih menjadi masalah perhatian khusus di wilayah tersebut (Dinas Kesehatan Kota Depok 2. Hasil studi pendahuluan juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang . %), sikap positif . %), namun perilaku pencegahan masih kurang . %). Temuan ini menggambarkan bahwa meskipun ada kecenderungan sikap pengetahuan dan perilaku pencegahan pengendalian tuberkulosis paru di wilayah Berdasarkan latar belakang ini peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok. METODE Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain studi penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru. Kota Depok, pada periode bulan Maret hingga Agustus 2025. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok sebanyak 939 orang. Pengambilan sampel pada penelitian Probability Sampling dengan metode Proportionate Stratified Random Sampling, berdasarkan rumus Lemeshow diperoleh 273 responden yang diambil dari 4 RT di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru. Penelitian pencegahan penyakit tuberkulosis paru yang diadaptasi dan modifikasi dari penelitian Astuti 2013 dan Ekastuti 2021 yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang akan diberikan dan diisi oleh responden. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat dengan menggunakan uji Rank Spearman yang disajikan dalam HASIL Analisa Univariat Tabel 1. Gambaran Karakteristik Responden Pada Masyarakat di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Karakteristik Jenis Kelamin Laki Ae Laki 35,9% Perempuan 175 64,1% Total 273 100% Usia Remaja . Ae 18th. 3,3% Dewasa . Ae 59th. 235 86,1% Lansia (Ou60th. 10,6% Total 273 100% Pekerjaan Wiraswasta 25,3% Mahasiswa/Pelajar 12,8% Wirausaha/Pedagang 13,6% Guru 3,7% PNS 1,1% IRT 20,9% Tidak Bekerja 4,8% LainnyaA. 17,9% Total 273 100% Pendidikan Terakhir SMP 16,5% SMA/Sederajat 184 67,4% D3/S1/S2/S3 (Perguruan Tingg. 16,1% Total 273 100% Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 1 distribusi frekuensi karakteristisk responden dapat diketahui bahwa sebagian besar dari responden di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru berjenis kelamin perempuan yaitu . ,1%). Berdasarkan kelompok usia, hampir seluruh dari responden berada pada kategori usia dewasa . - 59th. yaitu sebanyak 235 responden . ,1%). Selain itu jika dilihat dari jenis pekerjaan, responden terbanyak bekerja sebagai wiraswasta yaitu sebanyak 69 responden . ,3%). Berdasarkan Pendidikan terakhir, sebagian besar dari SMA/Sederajat responden . ,4%). Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Tabel 2. Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Pengetahuan Baik 185 67,8% Cukup 26,7% Kurang 5,5% Total 273 100% Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan menunjukkan hasil pengetahuan terkait penyakit tuberkulosis. Dapat diketahui besar dari responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik yaitu sebanyak 185 reponden . ,8%). Tabel 3. Gambaran Sikap Masyarakat Mengenai Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Sikap Positif 169 61,9% Negatif 104 38,1% Total 273 100% Sumber : Data Primer, 2025 Hasil tabel 3 diperoleh hasil sikap masyarakat mengenai perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Sebagian besar dari responden memiliki sikap positif tuberkulosis paru yaitu sebanyak 169 responden . ,9%). Tabel 4 Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Perilaku Pencegahan Baik 207 75,8% Cukup 20,9% Kurang 3,3% Total 273 100% Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil penelitian mengenai gambaran perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru yaitu hampir dari seluruh responden menunjukkan perilaku pencegahan yang baik, yaitu sebanyak 207 responden . ,8%). Analisa Bivariat Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Tabel 5. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Perilaku Pencegahan Total Pengetahuan Baik Cukup Kurang Nilai r P value Baik 173 63,4 12 0 0,0 185 67,8 Cukup 12,1 39 14,3 1 0,4 73 26,7 0,633 0,000 Kurang 8 2,9 Total 207 75,8 57 20,9 9 3,3 273 100 Sumber : Data Primer, 2025 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Berdasarkan hasil tabel 5 diketahui bahwa hampir seluruh dari responden yang memiliki pengetahuan baik menunjukkan perilaku pencegahan tuberkulosis yang juga baik yaitu sebanyak 173 responden . ,5%) dari total 185 responden. Hasil uji Correlation Spearman diperoleh nilai p value = 0,000, karena nilai p< 0,05 hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit Nilai Coefficient Correlation . diperoleh nilai 0,633 yang menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Arah hubungan yang diperoleh adalah positif, artinya semakin tinggi responden maka semakin baik pula perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru yang ditujukkan. Hubungan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Tabel 5. Hubungan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Perilaku Pencegahan Total Sikap Baik Cukup Kurang Nilai r P value Positif 155 56,8 14 0 0,0 169 61,9 Negatif 52 19,0 43 15,8 9 3,3 104 38,1 0,479 0,000 Total 207 75,8 57 20,9 9 3,3 273 100 Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa dari 165 responden yang memiliki sikap positif, hampir seluruh dari responden yaitu sebanyak 155 responden . ,9%) menunjukkan perilaku pencegahan yang Hasil uji Correlation Spearman menunjukkan nilai p value = 0,000 dimana p<0,05 hubungan yang bermakna antara sikap PEMBAHASAN Analisa Univariat Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Hasil penyajian data di tabel 1 karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah perempuan, yaitu sebanyak 175 orang . ,1 %). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Armanda et al. , . di Puskesmas Tuban yang menunjukkan bahwa mayoritas responden juga berjenis kelamin perempuan 32 responden . ,8 %). Menurut peneliti banyaknya responden perempuan perempuan lebih terbiasa mengikuti kegiatan di lingkungan RW seperti posyandu, penyuluhan, dan survei Oleh karena itu, dominasi responden perempuan dalam penelitian ini dengan perilaku pencegahan penyakit Nilai Coefficient Correlation . diperoleh nilai 0,479 yang berarti terdapat hubungan yang sedang antara sikap dengan perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru dan hubungan yang terbentuk memiliki arah positif. berpotensi memengaruhi hasil temuan pada variabel pengetahuan. Karakteristik responden berdasarkan Hasil penelitian dan penyajian data di tabel 1 hampir seluruh responden berada pada kelompok usia dewasa . Ae59 tahu. yaitu sebanyak 235 responden . ,1%). Penelitian yang dilakukan oleh Rahman et , . menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kelompok usia produktif, yaitu sebesar 55 orang . %). Hal ini sejalan dengan temuan pada penelitian ini, di mana usia dewasa lebih Menurut peneliti responden usia dewasa cenderung lebih mandiri. Selain itu, berpikir yang dimiliki oleh kelompok usia dewasa ini memungkinkan mereka lebih kesehatan, sehingga berpotensi memiliki pengetahuan yang lebih baik. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Karakteristik responden berdasarkan Berdasarkan penyajian data di tabel 1 mayoritas responden memiliki status pekerjaan wiraswasta, yakni sebanyak 69 responden . ,3%). Hasil serupa ditemukan dalam penelitian Kaka et. , . yang menunjukkan bahwa 20 orang . ,7%) bekerja di sektor Menurut peneliti individu yang bekerja umumnya memiliki rutinitas yang menuntut interaksi sosial, sehingga mereka lebih terbiasa menerima dan menyaring informasi kesehatan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir Hasil penelitian dan penyajian data di tabel 1 sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pendidikan terakhir SMA/sederajat, yaitu sebanyak 184 orang . ,4%). Penelitian dilakukan oleh Nisa et al. , . juga menunjukkan bahwa pendidikan terakhir SMA/SLTA sebanyak 12 orang . %). Menurut dengan latar belakang pendidikan menengah dimiliki responden dalam penelitian ini dapat responden mengenai tuberkulosis paru, seseorang maka semakin besar pula kemampuannya dalam mengakses dan memahami informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Penyakit Tuberkulosis Paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Berdasarkan hasil tabel 2 diatas menunjukkan hasil pengetahuan terkait penyakit tuberkulosis paru. Dapat diketahui sebagian besar dari responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik yaitu sebanyak 185 reponden . ,8%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pramesty & Nofrika . di masyarakat Pulogebang Jakarta Timur yang lebih dominan memiliki pengetahuan baik mengenai tuberkulosis yaitu 180 responden . ,28%). Peneliti perbedaan hasil tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan, akses informasi, dan peran petugas kesehatan dalam membentuk pengetahuan masyarakat. Gambaran Sikap Masyarakat Mengenai Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 3 sikap masyarakat terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Sebagian besar dari responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis yaitu sebanyak 169 responden . ,9%). Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Yakub masyarakat di Kelurahan Watonea juga memiliki sikap positif terhadap upaya pencegahan tuberkulosis yaitu sebesar 66 orang . ,3%). Asumsi peneliti terhadap sikap positif yang ditunjukkan responden dalam penelitian ini kemungkinan terbentuk karena adanya pengaruh dari berbagai faktor yaitu pengetahuan, pengalaman pribadi, lingkungan sosial dan budaya, media massa, serta faktor emosional. Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Pada Masyarakat di RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4 mengenai perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru diperoleh bahwa penelitian mengenai perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru yaitu hampir dari seluruh responden menunjukkan perilaku pencegahan yang baik, yaitu sebanyak 207 responden . ,8%). Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Mujahidah et al. yang menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar juga memiliki perilaku pencegahan yang baik terhadap penyakit tuberkulosis. Peneliti menunjukkan perilaku pencegahan yang baik diperngaruhi oleh mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sebagian besar juga menunjukkan sikap positif terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Analisa Bivariat Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Hasil analisis data menggunakan Uji Rank Spearman Rho menghasilkan nilai p value = 0,000 ( p < 0,. sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan responden terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,633 yang dapat disimpulkan bahwa hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku pencegahan memiliki hubungan yang searah dengan kekuatan hubungan yang kuat. Hasil ini sejalan dengan penelitian Susanto et al. yang menunjukkan bahwa terdapat pengetahuan terhadap perilaku. Dari analisis diatas diperoleh p value = 0. Namun hasil ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Meilia et al. , . menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Peneliti berpendapat bahwa pengetahuan yang baik dapat menjadi dasar terbentuknya perilaku pencegahan tuberkulosis paru yang baik. Hubungan Sikap Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis SIMPULAN Berdasarkan hasil analisa univariat bahwa dari 273 yang diteliti di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok, sebagian besar responden yang secara sebanyak 175 responden . ,1%). Hampir seluruh responden berada pada rentang usia dewasa . -59 tahu. sebanyak 235 responden . ,1%). Pekerjaan terbanyak bekerja di sektor wiraswasta sebanyak 69 responden . ,3%), serta sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir pada jenjang SMA/Sederajat sebanyak 184 . Memiliki pencegahan penyakit tuberkulosis paru yaitu sebanyak 185 responden . ,8%). Menunjukkan sikap yang positif mengenai pencegahan peyakit tuberkulosis paru yaitu sebanyak 169 responden . ,9%). Hasil menggunakan Uji Rank Spearman Rho menghasilkan nilai p value = 0,000 ( p < 0,. terdapat hubungan yang signifikan antara pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,479 yang menyatakan bahwa ada hubungan yang sedang dan searah antara sikap masyarakat terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru. Hasil ini sejalan dengan penelitian Sulistiyana & Susanti, . yang signifikan antara sikap keluarga upaya pencegahan penyakit TB paru karena tingkat signifikansinya <0,05 . value = 0,. Ayurti et al. , . dalam penelitiannya mengungkapkan pendapat yang berbeda yaitu ditemukan bahwa tidak ada hubungan sikap terhadap perilaku keluarga dalam pencegahan penularan signifikansinya . value = 0,. Peneliti berpendapat bahwa sikap kesadaran individu terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Dan telah menerapkan perilaku yang penyakit tuberkulosis paru yaitu sebanyak 207 responden . ,8%). Berdasarkan hasil analisa biavariat didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru di Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok . value = 0,000. r = 0,. Hubungan tersebut bersifat positif. dengan kekuatan hubungan yang tergolong kuat. Selanjutnya, terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit tuberkulosis paru Wilayah RW 01 Kelurahan Sawangan Baru Kota Depok . value = 0,000. r = 0,. Hubungan tersebut bersifat positif dengan kekuatan hubungan sedang. SARAN Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 504-512 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap MasyarakatA. (Satriani. Uswatun Hasanah, dk. Tenaga kesehatan atau puskesmas frekuensi dan efektivitas penyuluhan mengenai tuberkulosis paru, dengan pendekatan yang partisipatif dan masyarakat setempat. Selain itu, puskesmas juga diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan preventif seperti pemberian vaksin BCG secara menyeluruh khususnya pada balita, serta memfasilitasi kegiatan yang dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku pencegahan tuberkulosis paru secara aktif dan konsisten di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan. Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam mencari informasi terkait penyakit tuberkulosis serta mengikuti diselenggarakan oleh pihak kelurahan maupun tenaga kesehatan. Dengan pengetahuan yang memadai dan pencegahan penyakit, diharapkan masyarakat mampu membiasakan diri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan tuberkulosis paru. DAFTAR PUSTAKA