Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Efektifitas Tambalan Nikotin Terhadap Konsumsi Rokok Pada Pekerja Rumah Sakit Tati Suryati1*. Devi Trianingsih2. Rian Agus Setiawan3 Dian Novianti3 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika Jakarta *Koresponden: Devi Trianingsih. Alamat: Jl Bintaro Raya No 10 Tanah Kusir Jakarta 12240. Email: devi. trianingsih27@gmail. Received: 03 februari | Revised: 26 februari | Accepted: 12 maret Abstrak Latar Belakang: Kecanduan rokok sebagian besar disebabkan oleh nikotin, zat adiktif yang mempengaruhi system saraf pusat dan menghasilkan efek yang menyenangkan seperti relaksasi dan peningkatan konsentrasi. Namun, nikotin juga membuat ketagihan, menyulitkan perokok untuk berhenti meskipun mereka menyadari risiko kesehatan yang terlibat. Di lingkungan Rumah Sakit (RS), pekerja perokok tidak hanya membahayakan kesehatannya sendiri, tetapi juga dapat memberikan contoh perilaku yang kurang sehat bagi pasien dan rekan kerja. Mengurangi konsumsi rokok di kalangan pekerja RS menjadi penting dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung promosi kesehatan. Salah satu metode yang digunakan untuk membantu mengatasi ketergantungan nikotin adalah terapi penggantian nikotin (NRT), yang bertujuan untuk menggantikan nikotin dari rokok dengan dosis terkontrol untuk mengurangi gejala penarikan nikotin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek tambalan nikotin pada konsumsi rokok pada pekerja di RS X. Metodologi Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu dengan desain pre post test tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian ini adalah 51 pekerja RS X yang mengonsumsi rokok. Sampel penelitian ini sejumlah 17 orang dengan teknik pengambilan konsekutif. Responden diberikan tambalan nikotin selama 3-4 jam dan dilakukan selama 7 hari. Instrumen penelitiian adalah kuesioner untuk karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin dan pendidikan terakhir serta lembar pengamatan konsumsi rokok sebelum dan sesudah intervensi Hasil: Hasil uji statistic sampel uji t-test memperoleh nilai p = 0,000 (<0,. yang berarti bahwa ada efek dari tambalan nikotin pada konsumsi rokok pada pekerja di RS X. Kesimpulan: : Penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu kesehatan dalam memberikan pengetahuan public dan wawasan tentang tambalan nikotin pada konsumsi rokok. Kata Kunci: Tambalan Nikotin. Konsumsi Rokok. Merokok Latar Belakang berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung coroner, kanker paru, yang masih menjadi kendala sampai saat ini di Indonesia penyakit paru obstruktif kronik dan gangguan system maupun dunia. Rokok mengandung ribuan bahan kimia (Tivany Ramadhani. Usna Aulia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2. , mencatat bahwa Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 setiap tahun lebih dari tujuh juta orang meninggal akibat keinginan untuk merokok (Fihiruddin. Hanafi. Inayati, mengkonsumsi rokok aktif, dan sekitar satu juta lainnya , & Hasbi, 2. Di antara berbagai bentuk terapi akibat paparan asap rokok secara pasif. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya dampak negatif rokok merupakan salah satu metode yang paling mudah digunakan, terhadap kesehatan individu dan masyarakat secara luas. praktis, dan memiliki tingkat kepatuhan yang relative tinggi Prevalensi merokok masih tergolong tinggi di (Urbaningrum. , & Hilmi, 2. Indonesia, terutama di kalangan laki-laki usia produktif. Tambalan Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey Indonesia transdermal yang mengandung nikotin dan ditempelkan Report 2021 menunjukkan bahwa 70,2 juta orang atau pada kulit untuk memberikan nikotin secara perlahan ke 34,5% orang dewasa menggunakan tembakau (WHO, 2. dalam tubuh melalui system transdermal (Majdi. Sadigh- Tidak terkecuali dalam lingkungan RS, yang seharusnya Eteghad. , & Gjedde, 2. Penggunaan tambalan nikotin menjadi tempat paling mendukung perilaku hidup bersih tidak memerlukan tindakan invasif dan dapat digunakan dan sehat. Fakta bahwa sejumlah pekerja RS adalah perokok dalam aktifitas harian tanpa mengganggu pekerjaan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bertentangan dengan prinsip pelayanan kesehatan promotif tambalan nikotin dapat secara signifikan membantu dan preventif yang diemban oleh institusi tersebut. mengurangi konsumsi rokok dan meningkatkan peluang Pekerja RS, termasuk tenaga kesehatan maupun keberhasilan berhenti merokok, terutama jika tenaga non-medis, merupakan kelompok yang memiliki dengan motivasi tinggi dan dukungan psikososial (Liu. -Y. peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang Tien. -Y. Hung. -L. Wu. -J. Su. -H. Yeh, 2. sehat dan mendukung upaya promosi kesehatan (Wasliati. Efektifivitas . Saputri. Panjaitan. Octavariny. , & Octavia, dibuktikan di negara-negara lain, masih terbatas penelitian Ketika pekerja RS menjadi perokok aktif hal ini bukan di Indonesia yang secara khusus mengkaji dampak hanya berisiko terhadap kesehatan pribadi, tetapi juga dapat penggunaannya terhadap konsumsi rokok, terutama pada mempengaruhi persepsi pasien dan masyarakat terhadap kelompok pekerja RS. Konteks budaya, social dan lingkungan institusi layanan kesehatan itu sendiri (Ravsanjani. kerja yang berbeda di Indonesia dapat mempengaruhi Tetteng. , & Fakhri, 2. Di samping itu, perilaku efektifitas intervensi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk merokok di tempat kerja dapat menyebabkan paparan asap mengkaji sejauh mana tambalan nikotin dapat berperan sebagai strategi intervensi dalam mengurangi perilaku meningkatkan risiko penyakit akibat paparan rokok pasif merokok pada pekerja RS di Indonesia. (Zakiah. Furqaani. , & Dharmmika, 2. Upaya untuk membantu pekerja RS berhenti Penelitian merokok menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Salah penurunan konsumsi rokok pada pekerja RS. Pemahaman satu strategi yang telah banyak diterapkan secara global untuk mendukung proses berhenti merokok adalah terapi lingkungan RS, diharapkan hasil penelitian ini dapat pengganti nikotin (Lani Maulina. Kinanti Septia R. Rahmi memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan program Sabarini A. M Zidan Ardhana. Sofa Hanifah. Ahmad Reza, intervensi berhenti merokok yang lebih efektif dan aplikatif Ahmad Rezi. Qisti Andarun. Yulia Adira N, 2. Terapi ini di lingkungan institusi pelayanan kesehatan. bekerja dengan memberikan nikotin dalam dosis yang lebih Peneliti rendah dan lebih aman dibandingkan dengan rokok, terhadap kebijakan manajemen sumberdaya manusia di RS, sehingga membantu mengurangi gejala putus zat dan khususnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 mendukung gaya hidup sehat. Program berhenti merokok Populasi sejumlah 51 orang. Sampel penelitian merupakan yang terstruktur dan berbasis bukti dapat menjadi bagian dari strategi promosi kesehatan kerja yang lebih luas, yang keseluruhan populasi dalam penelitian. Dalam menentukan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup jumlah sampel, peneliti mempertimbangkan kebutuhan pekerja dan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. analisis yang direncanakan. Berdasarkan pertimbangan Penelitian tersebut, jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan tambalan nikotin sebagai intervensi dalam menurunkan sebanyak 15 orang (Isnawan, 2. Antisipasi kemungkinan konsumsi rokok pada pekerja RS. Penelitian ini diharapkan adanya dropout sebesar 10%, sehingga total responden dapat menjawab pertanyaan AuApakah penggunaan tambalan adalah 17 orang. Teknik pengambilan sampel yang nikotin secara konsisten dapat memberikan dampak digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling, signifikan terhadap konsumsi merokok pada pekerja RS?Ay. yaitu tekniik pengambilan sampel berdasarkan urutan Keberhasilan dalam menurunkan konsumsi rokok di subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sampai kalangan pekerja RS melalui metode tambalan nikotin tidak jumlah yang ditentukan terpenuhi selama periode penelitian hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat (Vaughan. Grant. Moroz. Ngawaka. , & Mulcahy, memberikan efek domino yang positif dalam membentuk Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pekerja budaya hidup sehat di lingkungan kerja, meningkatkan RS yang merupakan perokok aktif batangan. Sementara produktifitas kerja serta meningkatkan citra RS sebagai kriteria eksklusi mencakup pekerja yang memiliki gangguan institusi yang mendukung kesehatan masyarakat secara pendengaran atau penciuma serta memiliki alergi terhadap Metode Penelitian Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian merupakan salah satu cara Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian sistematis yang digunakan untuk mengukur fenomena alam kuantitatif berjenis penelitian eksperimen semu dengan maupun social yang diamati, dalam penelitian ini yaitu rancangan desain pre-post tes tanpa kelompok kontrol. pengukuran variable konsumsi rokok sebelum dan sesudah Rancangan eksperimen semu merupakan penelitian yang intervensi tambalan nikotin. Kuesioner yang digunakan berguna dalam melihat perubahan keadaan saat diberikan dalam penelitian ini bersifat tertutup, dengan alternative perlakuan dengan pengontrolan ketat dalam kondisi jawaban yang telah disediakan untuk memudahkan analisais tertentu (Abraham. , & Supriyati, 2. Tujuan dari studi dan menjaga konsistensi data. Kuesioner terdiri dari tiga ini untuk mengukur intervensi tanpa menggunakan karakteristik responden, yang mencakup data usia, jenis Bagian kelamin, dan tingkat pendidikan. Setiap pertanyaan dalam Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapatnya pengaruh tambalan nikotin terhadap konsumsi rokok pada pekerja RS X memastikan kejelasan dan kemudahan pengisian. Bagian kedua dari instrument berfokus pada pelaksanaan intervensi, yaitu penggunaan tambalan nikotin. Intervensi dilakukan dengan bantuan alat pendukung Populasi dan Sampel berupa jam tangan untuk memantau lama pemakaian harian Populasi dalam penelitian ini didefinisikan sebagai serta berpedoman pada standar operasional prosedur seluruh pekerja RS yang merupakan perokok batangan. pemberian tambalan nikotin. Standar ini digunakan untuk Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 menjamin bahwa prosedur intervensi dilakukan secara subyek yang sama. Pemilihan uji t berpasangan didasarkan seragam kepada seluruh responden yaitu berdurasi 3-4 jam pada penelitian yang bersifat pre-post tes pada kelompok selama 7 hari berturut-turut. tunggal (Akbar. Reza. Sulia Sukmawati. Katsirin, 2. Bagian ketiga dalam dari instrument penelitian Hal ini bertujuan untuk menilai secara langsung efek adalah lembar observasi yang digunakan untuk mencatat intervensi dengan membandingkan dua kondisi berbeda jumlah rokok harian responden. Lembar observasi ini dalam periode waktu yang sama. digunakan dua kali, yaitu sebelum pemberian intervensi . ebagai data pretes. dan setelah selesai periode intervensi Pertimbangan Etik . ebagai data posttes. Data dari lembar observasi inilah Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik yang menjadi dasar utama dalam analisis perubahan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Universitas konsumsi rokok yang terjadi sebagai akibat dari penggunaan Muhammadiyah tambalan niikotin. KEPK/UMP/135/XII/2024. Purwokerto Persetujuan setelah melaluui proses telaah terhadap protocol penelitian. Pengumpulan Data yang mencakup aspek metodologi, risiko dan manfaat, serta Pengumpulan Data dilakukan pada bulan Oktober perlindungan terhadap hak dan kesejahteraan subjek 2024 sd Februari 2025 di salah satu RS BUMN Jakarta. Analisa Data Hasil Penelitian Analisa data dalam penelitian ini bertujuan untuk Analisa Univariat menggambarkan karakteristik responden serta menguji Tabel 4. 1 Distribusi responden berdasarkan usia pengaruh intervensi tambalan nikotin terhadap konsumsi pekerja di RS X . rokok pada pekerja RS. Proses analisa dilakukan dalam tiga Usia Frekuensi Persentase (%) tahap, yaitu analisa univariate, uji normalitas dan analisa 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun Total Analisa univariat digunakan untuk memberikan deskripsi pada setiap variabel penelitian. Karakteristik yang Selain itu, dilakukan juga analisa terhadap konsumsi rokok responden sebelum dan sesudah pemberian intervensi tambalan nikotin. Dalam penelitian ini, distribusi normal data diuji dengan pendekatan nilai skewness yang dibandingkan dengan standar error untuk menentukan nilai z-skewness. Dari hasil pengukuran uji normalitas didapatkan hasil bahwa data berdistribusi normal dengan nilai Z-Skewness untuk pre 0,889 dan post 0,687. Setelah diketahui data berdistribusi normal, maka dilakukan analisa bivariate menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan rerata konsumsi rokok sebelum dan sesudah intervensi tambalan nikotin pada Tabel 4. 1 menggambarkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 26-35 tahun . ,9%), diikuti oleh kelompok usia 36-45 tahun . ,3%) dan usia 46-55 tahun . ,8%). Tabel 4. 2 Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin pekerja di RS X . Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Laki-laki Total Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa seluruh responden dalam penelitian ini adalah laki-laki . %). Tabel 4. 3 Distribusi responden berdasarkan pendidikan Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 pekerja di RS X . Pengukuran Baku Pendidikan Frekuensi Persentase (%) Sebelum 21,53 4,170 SMA/K Sesudah 12,29 2,823 Perguruan 0,000 Tabel 4. 5 menunjukkan hasil uji bivariate t Tinggi berpasangan dengan nilai p sebesar 0,000 . <0,. , yang Total berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi Tabel 4. 3 memberikan gambarana bahwa sebagian rokok sebelum dan sesudah pemberian tambalan nikotin. besar responden memiliki latar belakang pendidikan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian perguruan tinggi . ,5%), sedangkan sisanya . ,5%) tambalan nikotin efektif menurunkan konsumsi rokok pada berpendidikan SMA/K. pekerja di RS X Tabel 4. 4 Rata-rata konsumsi rokok sebelum pemberian intervensi tambalan nikotin Hasil Penelitian Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pekerja di RS X . tambalan nikotin secara signifikan berpengaruh terhadap Parameter Nilai penurunan konsumsi rokok pada pekerja RS. Hasil uji Rata-rata . 21,53 statistic yang menunjukkan nilai p sebesar 0,000 . <0,. Simpangan Baku (SD) 4,170 mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna Nilai Minimum-Maksimum antara pemberian intervensi tambalan nikotin dengan Tabel 4. 4 menunjukkan sebelum intervensi, rata-rata perubahan perilaku merokok responden. Artinya, intervensi konsumsi rokok harian responden adalah 21,53 batang, yang dilakukan selama 7 hari mampu memberikan dampak dengan konsumsi minimum 15 batang dan maksimum 30 positif terhadap pengurangan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari oleh responden. Tambalan nikotin merupakan salah satu bentuk Tabel 4. 5 Rata-rata konsumsi rokok sesudah pemberian terapi pengganti nikotin yang bekerja dengan cara intervensi tambalan nikotin mengalirkan nikotin dosis rendah secara perlahan melalui pekerja di RS X . , kemudian diserap ke dalam aliran darah (King. Vena. , de Wit. Grant. , & Cao, 2. Parameter Nilai Mekanisme ini bertujuan untuk mengurangi keinginan Rata-rata . 12,29 merokok dengan mengurangi gejala withdrawal atau gejala Simpangan Baku (SD) 2,823 putus zat nikotin (Yammine. Green. Kosten. , de Nilai Minimum-Maksimum Dios. Suchting. Lane. Verrico. , & Schmitz, 2. , yang seringkali menjadi hambatan utama dalam intervensi, rata-rata konsumsi rokok harian menurun proses berhenti merokok. Gejala tersebut antara lain berupa menjadi 12,29 batang, dengan rentang konsumsi 8 hingga 18 rasa gelisah, mudah marah, peningkatan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, dan keinginan kuat untuk merokok kembali. Tabel Dalam penelitian ini, tambalan nikotin digunakan selama 3-4 jam setiap hari selama 7 hari. Durasi ini relative Analisa Bivariat Tabel 4. 5 Pengaruh tambalan nikotin terhadap konsumsi singkat jika dibandingkan dengan protocol standar terapi rokok pekerja di RS X . pengganti nikotin yang biasanya digunakan selama 16-24 Waktu Rata-rata Simpangan Nilai p jam per hari (Baker. Piper. Smith. Bolt. Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Stein. , & Fiore, 2. Meskipun demikian, hasil (Reskiadin dkk, 2. Beberapa responden mungkin penelitian tetap menunjukkan bahwa intervensi dengan mengalami tantangan psikologis seperti stress kerja atau durasi singkat dapat memberikan hasil yang bermakna jika tekanan social yang dapat mempengaruhhi keberhasilan dilakukan secara konsisten, terlebih jika peserta memiliki berhenti merokok secara jangka panjang. Oleh karena itu, motivasi instrinsik untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan tambalan nikotin sebaiknya tidak berdiri kebiasaan merokok. sendiri, melainkan disertai dengan pendekatan lain seperti Temuan ini sejalan dengna sejumlah peneitian edukasi, konseling perilaku atau dukungan kelompok. sebelumnya yang juga menunjukkan bahwa tambalan Keberhasilan penggunaan tambalan nikotin juga nikotin efektif membantu perokok dalam mengurangi dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap efektivitas dan konsumsi atau berhenti merokok. Sebuah studi yang kenyamanan penggunanya (Paul M. Cinciripini. George dilakukan oleh (James M. Davis. Luisa Masclans, 2. Kypriotakis. Charles Green. David Lawrence. Robert M. menyimpulkan bahwa penggunaan terapi pengganti nikotin. Anthenelli. Jennifer Minnix, 2. Responden yang memiliki termasuk tambalan nikotin, meningkatkan kemungkinan pengalaman positif selama menggunakan tambalan nikotin, berhenti merokok. Efektifitas ini menjadi alasan mengapa seperti berkurangnya dorongan merokok atau tidak tambalan nikotin banyak digunakan dalam program- merasakan efek samping yang berarti cenderung berespon program berhenti merokok di berbagai negara. Selain manfaat fisiologis, penggunaan tambalan Sebaliknya, pada responden yang memiliki pengalaman nikotin juga memiliki keunggulan dari segi kenyamanan dan tidak nyaman dalam penggunaan tambalan nikotin seperti fleksibilitas penggunaan (Dai. , 2. , terutama bagi tidak adanya perubahan signifikan pada keinginan merokok, individu dengan aktifitas tinggi, seperti pekerja RS. Pekerja berpersepsi kurang tertarik untuk melanjutkan penggunaan RS umumnya memiliki jam kerja yang padat dan tidak selalu tambalan nikotin untuk jangka panjang. memungkinkan untuk menjalani program konseling intensif Pencapaian hasil yang optimal dalam program atau terapi tatap muka. Dalam hal ini, tambalan nikotin promosi kesehatan kerja, institusi seperti RS dapat menjadi solusi praktis yang dapat digunakan tanpa mempertimbangkan untuk mengintegrasikan penggunaan mengganggu aktifitas kerja sehari-hari. tambalan nikotin. Program tersebut dapat mencakup Pekerja RS juga memiliki peran penting dalam penyediaan tambalan nikotin secara berkala, edukasi promosi kesehatan di tempat kerja maupun dalam pelayanan mengenai manfaat dan cara penggunaan yang tepat, serta kepada pasien. Ketika pekerja RS yang merokok dapat dukungan psikososial untuk mendorong perubahan perilaku mengurangi konsumsi atau bahkan berhenti merokok, hal ini secara menyeluruh. Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat akan memberikan dampak positif terhadap citra institusi bagi individu yang ingin berhenti merokok, tetapi juga kesehatan, serta dapat mendorong lingkungan kerja yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang lebih lebih sehat (Suarti, 2. Hal ini sangat penting mengingat sehat dan produktif. RS seharusnya menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup sehat, termasuk dalam pengendalian konsumsi rokok. Meskipun Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa tambalan nikotin dapat menjadi alternative intervensi yang efektif dalam mengurangi konsumsi rokok, bahkan dalam penelitian ini bersifat terbatas . , hasilnya tetap jangka waktu singkat. Intervensi ini relevan untuk menunjukkan adanya penurunan konsumsi rokok yyang diterapkan di lingkungan kerja seperti RS, dengan gambaran Namun demikian, perlu diingat bahwa proses berhenti merokok tidak hanya bergantung pada aspek fisiologis, tetapi juga pada faktor psikologis dan social Penelitian lanjutan secara jangka panjang Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 pendekatan multifaset, serta evaluasi keberlanjutan efek penggunaan tambalan nikotin, sehingga dapat memperoleh gambaran efektivitas yang lebih komprehensif. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tambalan nikotin konsumsi rokok pada pekerja RS. Intervensi yang diberikan selama 7 hari, dengan durasi pemakaian tambalan selama 34 jam per hari, menunjukkan efektivitas yang bermakna secara statistic, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p = 0,000 . <0,. Tambalan nikotin, sebagai salah satu bentuk terapi pengganti nikotin, terbukti mampu membantu mengurangi dorongan untuk merokok dengan mengatasi gejala putus zat nikotin secara fisiologis. Efektivitasnya dalam menurunkan jumlah konsumsi rokok bahkan dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan bahwa intervensi ini berpotensi untuk diadopsi sebagai bagian dari program promotif dan preventif dalam konteks kesehatan kerja. Implementasi intervensi ini di lingkungan RS dinilai strategis, mengingat pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai teladan dalam gaya hidup sehat. Dukungan dalam keberlanjutan hasil yang dicapai, peneliti diintegrasikan dengan strategi pendukung lainnya seperti edukasi kesehatan, konseling perilaku, serta dukungan psikososial secara berkelanjutan. Referensi