LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Oktober 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || Penerapan Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi dengan Pendekatan Circ Berbasis Media Augmented Reality Hendro Cahyono 1. Sutardi 2. Ida Sukowati 3 *1-3 Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 ptkhendro@gmail. 2 sutardi@unisda. 3 idasukowati@unisda. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi pendahuluan yang menunjukkan bahwa 54,05% peserta didik belum mencapai ketuntasan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Berapa faktor penyebabnya adalah: . guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi teks deskripsi secara sistematis, . guru kurang maksimal dalam membimbing peserta didik selama proses menulis. guru belum mampu meningkatkan minat peserta didik terhadap aktivitas menulis, . metode pengajaran kurang efektif menyebabkan rendahnya motivasi belajar menulis teks deskripsi. Tujuan penelitian ini adalah . Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari aktivitas peserta didik. Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari aktivitas . Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari hasil belajar peserta didik Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas peneliti sebagai guru di kelas V Sekolah Dasar dan peserta didik yang berjumlah 16 Peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan nontes. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas peserta didik dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan perolehan skor 785 dengan persentase 78,13% pada pertemuan I, dan meningkat pada pertemuan II menjadi 885 dengan persentase 85,43%. Persentase ketuntasan klasikal pembelajaran menulis teks deskripsi mengalami peningkatan dari 50% pada pertemuan satu menjadi 100% pada pertemuan dua. Simpulan yang didapat dari hasil penelitian mengenai penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition Berbasis Media Augmented Reality di Kelas V Sekolah Dasar, adalah meningkatnya aktivitas peserta didik, aktivitas guru dan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Teks Deskripsi. Cooperative Integrated Reading and Composition. Augmented Reality. ABSTRACT This study is motivated by the results of preliminary observations which show that 54. 05% of students have not achieved completeness in learning to write descriptive texts. The factors that cause this are: . teachers have difficulty in explaining the descriptive text material systematically, . teachers are not optimal in guiding students during the writing process. teachers have not been able to increase students' interest in writing activities, . teaching methods are less effective causing low motivation to learn to write descriptive texts. The objectives of this study are . To determine the application of learning to write descriptive texts with the Cooperative Integrated Reading and Composition approach based on Augmented Reality media in grade V of SD Negeri 2 Tritunggal reviewed from student activities. To find out the application of learning to write descriptive texts with the Cooperative Integrated Reading and Composition approach based on Augmented Reality media in grade V of SD Negeri 2 Tritunggal reviewed from teacher activities. To find out the application of learning to write descriptive texts with the Cooperative Integrated Reading and Composition approach based on Augmented Reality media in grade V of SD Negeri 2 Tritunggal reviewed from the learning outcomes of students. The type of research used in this study is qualitative The research subjects consisted of researchers as teachers in grade V of Elementary School and students totaling 16 students. The data collection techniques used are tests and non-tests. The data obtained was then processed using quantitative and qualitative descriptive analysis techniques. The results of the study showed that student activities in learning to write descriptive texts with a https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. score of 785 with a percentage of 75. 77% in the first meeting, and increased in the second meeting to 885 with a percentage of 85. The percentage of classical completeness of learning to write descriptive texts increased from 70. 27% in the first meeting to 100% in the second meeting. The conclusion obtained from the results of the research regarding the application of learning to write descriptive texts with the Cooperative Integrated Reading and Composition approach Based on Augmented Reality Media in Grade V of Elementary School, is the increase in student activities, teacher activities and student learning outcomes. Kata Kunci: Descriptive Text. Cooperative Integrated Reading and Composition. Augmented Reality . This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang masih terpusat pada guru, di mana guru menjadi satu-satunya sumber informasi dan pengetahuan. Akibatnya, peserta didik tidak terlatih untuk belajar secara mandiri. Mereka cenderung pasif dan hanya menunggu penyampaian materi dari guru tanpa ada inisiatif untuk mencari atau menggali informasi sendiri. Pola pembelajaran semacam ini menghambat perkembangan keterampilan membaca peserta didik, mengurangi minat mereka terhadap eksplorasi pengetahuan, serta menghambat kreativitas mereka dalam memecahkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan materi pelajaran (Slameto, 2017:. Di sisi lain, menulis merupakan salah satu bentuk aktivitas komunikasi yang menggunakan tulisan sebagai media utama untuk menyampaikan pesan atau ide (Mulyati, 2015:. Kegiatan menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata di atas kertas, tetapi merupakan sebuah proses yang melibatkan langkah-langkah sistematis. Proses ini mencakup pengembangan gagasan atau ide yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk bahasa tulis. Dalam praktiknya, proses menulis melibatkan beberapa tahapan yang saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh dan terstruktur (Nafiah, 2017:. Dengan demikian, menulis menjadi sebuah keterampilan yang memerlukan latihan, pemahaman, dan penerapan strategi tertentu untuk menghasilkan karya tulis yang bermakna dan efektif. Keterampilan menulis memiliki banyak manfaat yang signifikan dalam pengembangan diri dan pembelajaran. Menurut Akhadiah dalam Simatupang . , ada beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh dari aktivitas menulis, yaitu: . Menulis memungkinkan seseorang untuk memahami sejauh mana pengetahuan yang dimilikinya dalam suatu topik tertentu. Proses menulis mendorong munculnya ide-ide baru dan memungkinkan eksplorasi pemikiran yang lebih mendalam. Dengan menulis, seseorang terlibat dalam pencarian, penyerapannya, serta penguasaan informasi yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Menulis membantu mengungkapkan ide-ide dengan cara yang jelas, terstruktur, dan tersurat sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Melalui tulisan, seseorang dapat merefleksikan pemikirannya, mengevaluasi pemahaman, dan memperbaiki kekurangan secara obyektif. Proses analisis yang dilakukan saat menulis membantu individu memahami masalah secara konkret dan mencari solusi secara sistematis. Aktivitas menulis mendorong individu untuk lebih proaktif dalam memahami dan mempelajari hal-hal baru. Keterampilan menulis membiasakan seseorang untuk berpikir secara analitis dan kritis, sehingga mampu menyusun argumen atau pendapat yang kuat dan berdasar. Menulis bukan sekadar menyusun kata, frasa, atau kalimat, melainkan memerlukan pemahaman dan penerapan aturan bahasa tertentu agar hasil tulisan dapat dipahami dan diterima oleh pembaca. Berdasarkan tahapan belajar bahasa yang dikemukakan oleh Hammond dalam Hamzah . , pembelajaran menulis sebaiknya dimulai sejak jenjang sekolah dasar. Menulis adalah aktivitas menyampaikan pesan berupa gagasan, perasaan, dan informasi secara tertulis kepada orang lain. Sebagai salah satu bentuk komunikasi verbal, menulis melibatkan beberapa unsur, yaitu penulis sebagai pengirim pesan, isi tulisan, media tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan. Menurut Akhadiah dalam Simatupang . , menulis adalah proses menyampaikan gagasan, perasaan, dan informasi secara tertulis kepada pihak lain. Sebagai keterampilan berbahasa, menulis termasuk kegiatan yang Kompleksitas ini terletak pada kemampuan penulis dalam menyusun dan mengorganisasikan isi tulisannya, serta menuangkannya ke dalam bentuk bahasa tulis yang sesuai dengan konvensi penulisan. Tarigan . juga menyatakan bahwa menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung tanpa interaksi tatap muka dengan orang lain. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang Pendidikan Dasar (SD) memberikan peluang bagi peserta didik untuk memperluas wawasan tentang diri sendiri, hubungan sosial, kebudayaan, serta peluang kerja dalam konteks global. Melalui pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik dapat mengakses dunia luar dan memahami berbagai cara berpikir. Pemahaman mereka terhadap aspek sosial-budaya dan interkultural membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan mempelajari budaya lain serta interaksinya dengan budaya Indonesia, peserta didik tidak hanya memperdalam pemahaman mereka terhadap budaya Indonesia tetapi juga memperkuat identitas diri dan menumbuhkan sikap menghargai perbedaan. Hasil observasi dari asesmen yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa 54,05% peserta didik belum mencapai ketuntasan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi teks deskripsi secara sistematis, kurang maksimal dalam membimbing peserta didik selama proses menulis, belum mampu meningkatkan minat peserta didik terhadap aktivitas menulis, serta kurang efektif dalam menarik perhatian mereka untuk mendengarkan Kondisi ini berdampak pada keterampilan menulis peserta didik, yang ditunjukkan dengan minimnya latihan menulis teks deskripsi, rendahnya kemampuan memilih diksi yang tepat, dan ketergantungan peserta didik pada teman kelompok saat bekerja bersama. Selain itu, peserta didik juga belum terampil dalam menentukan tema yang sesuai untuk menggambarkan isi teks deskripsi secara baik. Melihat hasil belajar yang kurang memuaskan ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik, khususnya pada peserta didik kelas V di SD Negeri 2 Tritunggal. Berdasarkan diskusi antara peneliti dan guru kelas V, diputuskan untuk menggunakan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang didukung dengan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi masalah pembelajaran, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dan keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik secara signifikan. Pendekatan CIRC adalah program komprehensif untuk mengajarkan membaca dan menulis di kelas pada tingkat yang lebih tinggi dan menengah. Kelebihan pendekatan CIRC menurut Suyitno . 5: . adalah: . meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah, sebab peserta didik mendapat teks deskripsi sebagai ilustrasi untuk memudahkan dalam mengungkapkan ide dalam membuat sebuah teks deskripsi. dominasi guru dalam pembelajaran berkurang, sebab dalam pembelajaran ini menekankan keaktifan peserta didik. peserta didik termotivasi pada hasil secara teliti, sebab dalam kelompok mementingkan peran dari setiap individu untuk bekerja. peserta didik dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya sebab mereka diberikan teks deskripsi dan diminta untuk menemukan tema dan gagasan untuk dijadikan teks deskripsi. membantu peserta didik yang lemah dalam pembelajaran, sebab setiap individu saling membantu sehingga hasil yang dicapai akan baik. meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal pada teks deskripsi. Pemanfaatan AR sebagai media pembelajaran pada materi teks deskripsi memberikan sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan pemahaman, menarik perhatian, dan menumbuhkan minat peserta didik. Media ini juga memungkinkan peserta didik untuk lebih fokus dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan teknologi AR diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi, baik dari segi pemahaman materi maupun hasil belajar mereka secara keseluruhan. Penelitian yang dilakukan oleh Ni Gusti Ayu Mirah Wariandari . mengambil sampel peserta didik kelas 5 dari SDN 5 Gianyar dan SDN 7 Gianyar. Penelitian tersebut berjudul "Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition Berbantu Peta Konsep terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman. " Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang dibantu dengan peta konsep memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Dengan uji statistik, diperoleh nilai thitung = 8,7619 yang dibandingkan dengan ttabel pada derajat kebebasan . = 56 dan tingkat signifikansi 5%. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan model CIRC berdampak positif pada kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah penggunaan pendekatan CIRC sebagai model pembelajaran. Namun, perbedaannya terletak pada variabel terikat yang digunakan. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah pada kemampuan membaca pemahaman, sementara penelitian penulis lebih menekankan pada pengembangan keterampilan menulis teks deskripsi. Tujuan pada penelitian ini adalah. Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari aktivitas peserta didik. Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari aktivitas guru. Untuk mengetahui penerapan pembelajaran menulis teks deskripsi dengan pendekatan Cooperative Integrated Reading and Composition berbasis media Augmented Reality di kelas V SD Negeri 2 Tritunggal ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Saryono . , penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menggali, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari fenomena sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur, atau digambarkan melalui pendekatan Sugiyono . juga menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berlandaskan pada prinsip postpositivisme dan digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alami . ebagai lawan eksperime. , di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Hal yang serupa dijelaskan oleh Maleong . , yang mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami fenomena dalam konteks sosial secara alami, dengan menekankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dan fenomena yang sedang diteliti. Data merujuk pada fakta, informasi, atau keterangan yang digunakan sebagai bahan baku dalam penelitian untuk memecahkan masalah atau mengungkap suatu gejala. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata-kata, bukan Data kualitatif diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara, analisis dokumen, dan observasi (Sugiyono, 2017:. Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari pihak-pihak terkait, termasuk data sekolah yang diambil dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Sumber data dalam penelitian merujuk pada asal-usul data yang digunakan untuk memudahkan identifikasi sumber data tersebut. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan oleh peneliti, sebagaimana dijelaskan oleh Arikunto . , berasal dari tiga hal, yaitu person . , place . , dan paper . Person, sebagai sumber data yang berbentuk orang, merujuk pada individu yang memberikan informasi melalui jawaban lisan dalam wawancara. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai sumber data utama. Place, sebagai sumber data berupa tempat, mengacu pada lingkungan yang diamati baik dalam keadaan statis maupun dinamis. Dalam konteks ini, objek penelitian adalah lingkungan sekolah, yang mencakup sarana dan prasarana sekolah serta pengamatan terhadap suasana yang mendukung di sekolah. Paper, sebagai sumber data berupa lembaran, mencakup dokumen-dokumen yang berisi data terkait dengan sekolah dan arsip penting yang dimiliki oleh peserta didik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen yang berfungsi sebagai alat pengumpulan data. Instrumen merupakan sarana yang digunakan saat penelitian dilakukan dengan metode tertentu. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan meliputi angket untuk menilai aktivitas dan tes hasil belajar dalam bentuk soal objektif. Teknik analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk menyusun, mengolah, dan menghubungkan seluruh data yang diperoleh di lapangan sehingga dapat diambil kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Peneliti menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Data Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan I Observasi dilakukan pada aktivitas peserta didik, dan keterampilan menulis teks deskripsi peserta didik, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Deskripsi Aktivitas Peserta Didik Pertemuan I Aktivitas peserta didik yang diamati dalam penelitian dikelompokkan menjadi kegiatan visual, oral, mendengarkan, menulis, mental dan kegiatan emosional. Dari keenam pengelompokkan tersebut diperinci menjadi tujuan indikator yang disesuaikan dengan pendekatan CIRC. Data observasi aktivitas peserta didik kelas V SD Negeri 2 Tritunggal yang berjumlah 16 peserta didik memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Hasil Aktivitas Peserta didik Pertemuan I Peserta S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 Total Skor Skor Maksilan Persentase (%) Indikator Yang Diamati 79,69 76,56 82,81 79,69 78,13 78,13 71,88 Skor Persentase 78,13 Keterangan Indikator: A : Mempersiapkan diri dalam pembelajaran B : Bertanya dan menjawab pertanyaan C : Mendengarkan penjelasan guru D : Berdiskusi dengan kelompoknya E : Terampil dalam menerapkan, menangkap makna dan menulis teks deskripsi F : Membacakan hasil diskusi G : Menyimpulkan pembelajaran bersama guru Berdasarkan tabel hasil observasi aktivitas peserta didik memperoleh skor 78,13 dengan kategori aktif. Hasil rekapitulasi observasi aktivitas peserta didik pada pertemuan I dalam pembelajaran menulis teks deskripsi diperoleh persentase 78,13% dengan kategori aktif. Aktivitas Mengajar Guru Pertemuan I Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer dari kegiatan belajar mengajar atau tatap muka, pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang menerapkan pendekatan CIRC dengan tujuan mengukur sejauh mana kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan CIRC. Pengamatan dilakukan menggunakan lembar observasi yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2: Hasil Observasi Pertemuan I No. Aspek yang diamati Mempersiapkan peserta didik dalam kondisi masuk pada Melakukan apersepsi dan memotivasi Memberikan pertanyaan yang dapat merangsang peserta didik dalam pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang akan dicapai Guru memberikan penjelasan tentang materi pembelajaran Memfasilitasi peserta didik dengan media yang telah disiapkan Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok Guru memberikan penjelasan aturan dalam pendekatan CIRC Guru memberi kesempatan peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang telah di berikan secara bergiliran Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui peserta didik Membuat kesimpulan bersama-sama dengan peserta didik dan memberi penguatan terhadap materi yang telah isampaikan Menutup pelajaran dan berdoAoa Jumlah Skor Nilai = (X = Oc x : . Skor Rata-rata Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Keterangan: Skor Maksimal = 100 Sangat Baik = 81 Ae 100 Baik = 71 Ae 80 Cukup = 61 Ae 70 Kurang = 50 Ae 60 Skor nilai dari pertemuan pertama yaitu 78 pada pertemuan kedua yakni 79, sehingga diperoleh rata-rata 78. Dari semua aspek mendapatkan kriteria baik, sehingga pembelajaran yang terjadi pada pertemuan I sudah berjalan dengan baik tetapi belum Dari hasil evaluasi di atas tentunya akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada pertemuan II. Hasil Belajar Peserta Didik Pertemuan I Kemampuan menulis Peserta didik dalam Menulis teks deskripsi diukur dengan memberikan evaluasi pada setiap akhir pembelajaran, adapun Kemampuan menulis peserta didik kelas V pada pertemuan I adalah sebagai berikut: Tabel 3: Hasil Keterampilan Menulis Teks deskripsi Pertemuan I Nama Peserta didik Aan Romadhona Ahmad Nauval A Albi Alexi P. Indikator yang Diamati Skor Annisa Safa R. Arshaka Virendra Avierdha Adiba Azmi Bilal R. Fahma Faridha Filza Farzana Iqbal Romadhoni Celvin Putra Zafir Rayyan Qonita Isman T Syafiq Ammar D. Syahrul Putra Zoane Abigail G Total Skor Indikator Skor Maksimal Persentase Indikator (%) 76,56 73,44 76,56 81,25 82,81 78,13 Keterangan : : Ketepatan isi dan topik utama : Pemilihan kata : Penggunaan struktur teks : Kejelasan objek atau hal yang dibahas di dalam teks : Tata bahasa Pada pertemuan I ada 8 peserta didik . %) yang mendapat skor di atas kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (Ou. dan masih ada 8 peserta didik . %) yang mendapat skor di bawah kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan kriteria ketuntasan belajar klasikal yaitu 50%. Skor tertinggi yaitu 90, dan skor terendah adalah Deskripsi Data Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan II Deskripsi Aktivitas Peserta Didik Pertemuan II Hasil aktivitas peserta didik pada pertemuan II dalam pembelajaran menulis teks deskripsi melalui pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality memperoleh data sebagai berikut: Tabel 4: Hasil Aktivitas Peserta didik Pertemuan II Peserta S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 Total Skor Skor Maksilan Persentase (%) 89,06 84,38 Indikator Yang Diamati 89,06 82,81 84,38 90,63 90,63 Skor Persentase 87,28 Skor yang diperoleh pada pertemuan II adalah 87,28 dengan kategori sangat aktif. Hasil observasi aktivitas peserta didik yang diperoleh pada pertemuan II melalui pendekatan CIRC dengan jumlah persentase 85,43% dengan kategori sangat aktif. Aktivitas Mengajar Guru Pertemuan II Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer dari kegiatan belajar mengajar atau tatap muka, pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang menerapkan pendekatan CIRC dengan tujuan mengukur sejauh mana kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan CIRC. Tabel 5: Hasil Observasi Pertemuan II No. Aspek yang diamati Mempersiapkan peserta didik dalam kondisi masuk pada Melakukan apersepsi dan memotivasi Memberikan pertanyaan yang dapat merangsang peserta didik dalam pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang akan dicapai Guru memberikan penjelaskan tentang materi pembelajaran Memfasilitasi peserta didik dengan media yang telah disiapkan Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok Guru memberikan penjelasan aturan dalam pendekatan CIRC Guru memberi kesempatan peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang telah di berikan secara bergiliran Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui peserta didik Membuat kesimpulan bersama-sama dengan peserta didik dan memberi penguatan terhadap materi yang telah disampaikan Menutup pelajaran dan berdoAoa Jumlah Skor Nilai = (X = Oc x : . Skor Rata-rata Kriteria Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Skor nilai dari pertemuan pertama yaitu 81, pada pertemuan kedua yakni 81, sehingga diperoleh rata-rata 81. Aspek-aspek pada pertemuan I telah mengalami peningkatan pada pertemuan II. Paparan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Pertemuan II Evaluasi pada pertemuan II berupa menulis teks deskripsi dengan unsur kebahasaan yang terkait dengan Teks deskripsi terkait isu aktual, adapun hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 6: Hasil Keterampilan Menulis teks deskripsi Pertemuan II Nama Peserta didik Aan Romadhona Ahmad Nauval A Albi Alexi P. Annisa Safa R. Arshaka Virendra Avierdha Adiba Azmi Bilal R. Fahma Faridha Filza Farzana Iqbal Romadhoni Celvin Putra Zafir Rayyan Qonita Isman T Indikator Yang Diamati Skor Syafiq Ammar D. Syahrul Putra Zoane Abigail G Total Skor Indikator Skor Maksimal Persentase Indikator (%) 82,81 82,81 84,38 84,38 87,50 84,38 Dari data keterampilan menulis teks deskripsi, menunjukkan bahwa 16 peserta didik mendapat nilai di atas kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Skor tertinggi adalah 95 dan skor terendah adalah 75. Pembahasan Hasil Aktivitas Peserta didik Indikator aktivitas peserta didik dalam pembelajaran menulis teks deskripsi melalui pendekatan CIRC yaitu mempersiapkan diri dalam pembelajaran pada pertemuan I mendapat skor 51 dengan persentase 79,69%. Hampir seluruh peserta didik sudah melakukan persiapan dengan baik. Namun ada beberapa peserta didik yang belum melakukan persiapan dengan maksimal. Pada pertemuan kedua mengalami kenaikan yaitu mendapat skor 57 dengan persentase 89,06% karena hampir seluruh peserta didik mempersiapkan perlengkapan belajar dengan baik. Hasil observasi aktivitas peserta didik secara keseluruhan pada pertemuan II memperoleh skor rata-rata sebesar 85,43% dengan kategori sangat aktif. Skor ini mengalami peningkatan dari skor yang diperoleh pada pertemuan I. Peningkatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran menulis teks deskripsi melalui pendekatan CIRC ini didukung oleh pendapat Dierich . alam Hamalik, 2004: . yang mengemukakan bahwa aktivitas pembelajaran meliputi visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, emotional activities, drawing activities, motor activities, mental activities, emotional activities. Kegiatan tersebut terlaksana secara optimal apabila ditunjang dengan pembelajaran yang sesuai dengan karak-teristik peserta didik, situasi kelas dan materi yang diajarkan. Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Dari hasil penelitian rata-rata persentase Aktivitas guru dengan menggunakan pendekatan CIRC pada pertemuan I dan II, dapat diambil kesimpulan, dengan menggunakan pendekatan CIRC Aktivitas yang dilakukan guru dapat berjalan dengan baik, peran peserta didik dalam proses pembelajaran sudah aktif, sehingga berkembangnya potensi yang dimiliki peserta didik secara mandiri dalam rangka meningkatkan hasil belajar. Berarti penggunaan pendekatan CIRC dapat meningkatkan proses pembelajaran yang baik. Dilihat dari peningkatan pada saat guru memberikan materi kepada peserta didik pada pertemuan 1 dan 2 mengalami peningkatan sebesar 3,5%. Hasil Observasi Keterampilan Menulis (Kemampuan menuli. Peserta didik. Hasil belajar keterampilan menulis teks deskripsi melalui pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality menunjukkan bahwa pertemuan I skor yang diperoleh adalah 78,13. Skor tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan yakni sebanyak 85% dari semua peserta didik mendapat skor memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, sebab peserta didik yang mendapat nilai memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran sejumlah 16 peserta didik. Pada pertemuan II mengalami kenaikan dari skor dengan rata-rata 84,38 atau dengan kriteria ketuntasan klasikal sebesar 100% pada pertemuan II. Peningkatan skor tersebut disebabkan pada pertemuan I peserta didik belum memahami penggunaan diksi yang tepat sesuai fungsinya, peserta didik juga belum memahami penggunaan struktur teks yang b a i k d a n benar. Pada pertemuan II, hasil temuannya berupa: peserta didik sudah mampu memilih diksi yang tepat penggunaannya sesuai fungsinya. Peserta didik sudah memahami penggunaan struktur teks yang benar, dan terbiasa dalam penggunaan pernyataan umum atau pembukaan, deretan penjelasan atau isi dan interpretasi atau Berdasarkan data tersebut terjadi peningkatan kemampuan menulis dari pertemuan I sampai pertemuan II. Pencapaian tersebut telah sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Pencapaian indikator ini adalah 1 0 0 % dari 16 peserta didik di kelas V mengalami ketuntasan. Hal tersebut didukung oleh wawancara peserta didik dan dokumentasi. Simpulan Simpulan yang didapat dari hasil penelitian mengenai kemampuan menulis peserta didik melalui pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality pada peserta didik kelas V SD Negeri 2 Tritunggal, adalah meningkatnya aktivitas peserta didik, aktivitas guru dan hasil belajar. Peningkatan tersebut akan dijelaskan secara rinci adalah. Penerapan pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan perolehan skor 785 dengan persentase 78,13% pada pertemuan I, dan meningkat pada pertemuan II menjadi 885 dengan persentase 85,43%. Penerapan pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dapat meningkatkan rata-rata presentase Aktivitas guru pada pertemuan I sebesar 78% dan pada pertemuan II sebesar 81% atau mengalami peningkatan sebesar 3%. Penerapan pendekatan CIRC menggunakan media berbasis Augmented Reality dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik. Pada pertemuan satu, diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 50% dengan skor rata-rata kelas 78,13 dan meningkat pada pertemuan dua sebesar 100% dengan skor rata-rata kelas 84,38. Daftar Pustaka