DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global id/index. php/devote Vol. No. 4, 2024 e-ISSN: 2962-4029 UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KADER KESEHATAN DAN TIM PENGGERAK PKK DALAM STIMULASI. DETEKSI DINI DAN INTERVENSI TUMBUH KEMBANG ANAK DI DESA DUTOHE KECAMATAN KABILA BONE BOLANGO Suwarli Mobiliu. Lisdiyanti Usman. Suwarni Loleh. Poltekkes Kemenkes Gorontalo *Corresponding Author: suwarlimobiliu@poltekkes. Article Info Article history: Received December 4, 2024 Revised December 7,2024 Accepted December 24, 2024 Keywords: Knowledge Skills Child Development ABSTRAK Pembangunan kesehatan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih di dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensi majemuk seusia dengan potensi genetiknya. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan Stimulasi. Deteksi. Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 tahap, tahap pertama yaitu tahap persiapan berupa pengurusan ijin kegiatan, pembuatan media dan menentukan jadwal kegiatan. Tahap kedua pelaksanaan kegiatan yaitu memberikan edukasi dan pelatihan cara menstimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang dan pembentukan kelompok kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak. Tahap ketiga yaitu monitoring dan evaluasi pada kader kesehatan dan tim penggerak PKK terkait kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum kegiatan 90% kurang setelah kegiatan 60% kbaik. Keterampilan sebelum kegiatan 100% kurang setelah kegiatan 80% baik. Kesimpulannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan tim penggerak PKK dalam memberikan edukasi, pelatihan cara menstimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang dan pembentukan kelompok kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak ABSTRACT Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Health development through child health efforts carried out as early as possible since the child is still in the womb until the first five years of life, is aimed at maintaining its survival while improving the quality of life of the child in order to achieve optimal growth and development both physically, mentally, emotionally and socially and have multiple intelligences according to their genetic potential. The purpose of community service is to improve the knowledge and skills of Health Cadres and the PKK Team in implementing Stimulation. Detection. Early Intervention of Child Growth and Development. This Community Service activity is carried out in 3 stages, the first stage is the preparation stage in the form of managing activity permits, making media and determining the activity schedule. The second stage of implementing the activity is providing education and training on how to stimulate, detect early and intervene growth and development and the formation of a Child Growth and Development Care working group. The third stage is monitoring and evaluation of health cadres and the PKK team related to the activities that have been carried out. The results of the activity showed an increase in knowledge before the activity 90% less after the activity 60% good. Skills before the activity 100% less after the activity 80% good. In conclusion, community service activities can improve the knowledge and skills of health cadres and PKK driving teams in providing education, training on how to stimulate, early detection and intervention of growth and development and the formation of Child Growth and Development Care working groups. How to cite: Mobiliu. Usman. , & Loleh. , . UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KADER KESEHATAN DAN TIM PENGGERAK PKK DALAM STIMULASI. DETEKSI DINI DAN INTERVENSI TUMBUH KEMBANG ANAK DI DESA DUTOHE KECAMATAN KABILA BONE BOLANGO. Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3. , 187Ae192. https://doi. org/10. 55681/devote. org/10. 55681/devote. | 187 Mobiliu et al org/10. 55681/devote. PENDAHULUAN Pembangunn kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya keshatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih di dalam Upaya kersehatan ibu yang dilakukan sebelum dan semasa hamil hingga melahirkan, ditujukan untuk menghasilkan keturunan yang sehat dan lahir dengan selamat . ntact surviva. Upaya kesehatan yang dilakukan serjak anak masih dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidyupannya, ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hiudpnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun soaial serta memiliki intelegensi majemuk seusia dengan potensi genetiknya (Kemenkes, 2. Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10 % dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadaoi serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang. Selain hal-hal tersebut, berbagai factor lingkungan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak perlu di eliminasi. Melakukan intervensi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindak lanjuti setiap keluhan orangtua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya (Kemenkes,2. Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyim,pangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga, masyarakat . PKK, tokoh masyarakat, organisasi profesi, dl. dengan tenaga professional . esehatan, pendidkan dan sosia. akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal (Kemenkes,2. Sesuai hasil Riskesdas, 2018 didapatkan bahwa di Kabupaten Bone Bolango jumlah yang ditimbang 77,31, frekuensi penimbangan < dari 8 kali 31,99%, diukur panjang badan dan tinggi badan 42,76%, serta frekuensi pengukuran 1 kali 10,48%. Jumlah balita yang ada di Kabupaten Bone Bolango sebanyak 6317 orang, khususnya jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Kabila sebanyak 356 orang dan jumnlah balita di Desa Dutohe 106 orang (Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolang. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kader Kesehatan Desa Dutohe masih jumlah balita . sia 1 Ae 5 tahu. berjumlah 106 orang,. Junlah Kader Kesehatan Desa Dutohe berjumlah 10 orang serta Tim Penggerak PKK berjumlah 30 orang. Karena pada dasarnya setiap anak akan melewati proses tumbuh kembang sesuai dengan tahapan usianya. Untuk memantau tumbuh kembang anak dengan baik, maka Kader dan Tim Penggerak PKK perlu mengetahui sekaligus mengenali cirri-ciri serta prinsip tumbuh kembang anak, seperti pada usia berapa akan muncul gerakan, kata-kata maupun perilaku, dan pada usia berapa kemampuan tersebut digantikan dengan gerakan, kata-kata dan perilaku yang lebih matang, dan hal tersebut bisa disampaikan kepada orang tua yang mempunyai anak balita. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini akan memberikan pengetahuan serta ketrampilan kepada Kader dan Tim Penggerak PKK dalam rangka pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan Kegiatan yang dimaksudkan ini adalah bagaimana melakukan stimulasi, deteksi dan interevnsi penyimpangan tumbuh kembang pada balita. Agar supaya tercipta rangsangan otak balita sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara/bahasa, sosialisasi, dan kemandirian verlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak. Kegiatan ini dilakukan di Desa Dutohe,Kabupoaten Bone Bolango. Jumlah penduduk di Desa Dutohe berjumlah 1400 jiwa, dengan mata pencaharian berbagai segi, ada PNS, dagang dan yang lebih dominan adalah petani. Dari segi tingkat pendidikan, masyarakat Desa Dutohe sebagian besar berpendidikan sekolah menengah ke bawah. Sebagai masyarakat yang bisa dikatakan masyarakat awam dengan tumbuh kembang anak, juga tidak mengetahui apa tujuan serta manfaat deteksi dan intervensi tumbuh kembang, sehingga melalui Kader dan Tim Penggerak PKK untuk bisa melakukan edukasi sekaligus mengajarkan bagaimana DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global | 188 Mobiliu et al org/10. 55681/devote. cara menstimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang anak kepada ibu-ibu yang mempunyai anak balita sehingga penyimpngan yang terjadi akan segera terselesaikan dengan baik. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan tentang stimulasi, deteksi, interevsni dini tumbuh kembang anak sehingga dapat tercapai kehidupan yang normal dan selalu akan memperhatikan tumbuh kembang anak sedini mungkin, sehingga kualitas tumbuh kembang anak akan Juga untuk memotivasi ibu-ibu yang mempunyai anak balita untuk memperhatikan tumbuh kembang anaknya dan melalkukan stimulasi sedini mungkin apabila terjadi penyimpangan antara pertumbuhan dan Adapun tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan Stimulasi. Deteksi. Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. METODE PELAKSANAAN Metode pada kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap sebagai berikut: Persiapan Adapun persiapan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut : Berkoordinasi dengan kepala pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk teknis tempat, waktu dan teknis kegiatan. Berkoordinasi dengan tim pengabmas dan mitra dalam penentuan target/sasaran kegiatan, bentuk dan waktu kegiatan yang dilakukan Menyusun dan mendesain media edukasi dalam bentuk leaflet dan power point Menyusun jadwal pemberian edukasi dan jadwal pelatihan pada Kader Kesehatan dan Penggerak PKK Desa Dutohe Kabupaten Bone Bolango Pelaksanaan Melakukan pengukuran pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan dan TIM penggerak PKK sebelum kegiatan dilakukan Memberikan edukasi tentang stimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang anak. Memberikan pelatihan tentang stimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang anak. Melaksanakan kerjasama dengan melibatkan pemegang program Penyakit Diabetes Mellitus Monitoring dan Evaluasi Melakukan monitoring dan evaluasi terkait hasil pelaksanaan stimulasi, deteksi dini, dan intervensi tumbuh kembang anak dan kelompok kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak pada Kader Kesehatan dan Penggerak PKK Desa Dutohe Kabupaten Bone Bolango Melakukan pengukuran pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan dan TIM penggerak PKK sebelum kegiatan dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, pada tanggal 20 Juni untuk tahap 1 dan 23 September untuk tahap 2 Desa Dutohe Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango didapatkan hasil sebagai berikut : Untuk pre test diikuti oleh 20 peserta dan diberikan pertanyaan sebanyak 10 item pertanyaan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Anak yang terdapat dalam Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) adalah sebagai berikut: DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global | 189 Mobiliu et al org/10. 55681/devote. Diagram 1. Distribusi Frekuensi Pre Tes dan Post Tes Pengetahuan SDIDTK Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK Desa Dutohe Kabupaten Bone Bolango. Post CUKUP KURANG Pre BAIK Hasil pengukuran kuesioner Pre dan Post Test terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan dan tim Penggerak PKK. Sebelum dilakukan edukasi didapatkan 18 Kader dan Tim Penggerak PKK dengan kategori Kurang t . %) dan Cukup 2 orang . %). Setelah dilakukan edukasi didapatkan 12 orang . %) Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dengan kategori baik, 4 orang dengan kategori Cukup dan 4 orang dengan kategori Kurang. Hasil dengan kategori Baik ini akan membantu Kader dan Tim Penggerak PKK untuk dapat melaksanakan pemantauan dan monitoring Tumbuh kembang Anak secara kontinyu. Hal ini penting menjadi perhatian yang serius pada Kader Kesehatan dan Tim Pemnggerak PKK, agar akan terpantau anak-anak yang pertumbuhan dan perkemnbangannya tidak sesuai, sehingga bisa di tindak lanjuti dengan intervensi yang akan disampaikan kepada ibu anak untuk melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak, agar anak-anak tersenbut dapat tumbuh dan berkembang sedsuai dengan yang diharapkan dan aakan mendapatkan anak yang sehat baik fisik, sosial, bicara maupun Diagram 2. Distribusi Frekuensi Pre Tes dan Post Ketrampilan Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK Desa Dutohe Kabupaten Bone Bolango. Chart Title Baik Cukup Pre DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Kurang Post | 190 Mobiliu et al org/10. 55681/devote. Hasil penghukuran dengan mengunakan kuesioner untuk tingkat ketrampilan Kader Keehatan dan Tim Penggerak PKK Desa Dutohe Kabupaten Bone Bolango, didaparkan pada saat Pre Test semuanya Kurang . atau 100%, setelah dilakukan Post Test dengan diberikan intervensi serta edukasi sekaligus demonstrasi bagaimana melakukan pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak di dapatkan Baik sevbanyak 16 orang . %), dan yang masih Kurang 4 orang . %). Hasil ini akan membantu Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK untuk lebih mengetahui cara mengukur serta menilai pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan Format SDIDTK sehingga kegiatan ini dapat dijadikan satu program kerja Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK pada saat pelaksanaan Pos Yandu melalui Kelompok Kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak yang sudah di legal kan oleh Pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa. Kegiatan SDIDTK ini dapat dilaksanakan dengan adanya Mitra Kelompok Kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak dengan orang tua, pengasuh atau anggota keluarga lainnya guna untuk meninglkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan karena keberhasilan pembinaan tumbuh kembang ini, tidak hanya meningkatkan status kesehatan dan gizi anak, tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang dengan optimal. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian pada 36 orang kader kesehatan di Majalengka yang menunjukan terdapat pengaruh penggunaan metode ceramah dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, (Adistie et al. , 2. Sejalan pula dengan penelitian (Afiatna et al. , 2. menyatakan metode ceramah, demonstrasi dan simulasi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Pendidikan kesehatan melalui metode ceramah terbukti dapat meningkatkan pengetahunan, (Akbar et , 2. Sementara untuk dapat meningkatkan keterampilan kader kesehatan, diperlukan adanya perpaduan metode lain agar memberikan hasil yang lebih maksimal. Perpaduan metode ceramah, simulasi dan demonstrasi dalam pemberian pendidikan kesehatan dapat membantu peningkatan keterampilan, (Asrawati, 2. Dalam pemberian pendidikan kesehatan media yang digunakan yaitu leaflet dan Media leaflet sudah terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta mengubah kebiasaan untuk menjaga kesehatannya, (Hakim et al. , 2. Kader kesehatan adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat sekitar dalam Primary Health Care yang dikembangkan melalui posyandu yang sudah diberi bekal pengetahuan dan keterampilan kesehatan, (Rosidin et al. , 2. Kader kesehatan berperan sebagai penggerak dan pengelola upaya-upaya kesehatan primer di masyarakat, (Notoatmodjo, 2. Sehingga upaya-upaya kesehatan primer dapat berkembang dan berjalan secara optimal di masyarakat akan tetapi kader harus memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan sesuai dengan pelatihan yang pernah diikuti dan memiliki kepercayaan dari masyarakat, (Sumartini et al. , 2. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah salah satu lembaga kemasyarakatan Desa/ Kelurahan yang mewadahi partisipasi masyarakat dalam bidang pemberdayaan kesejahteraan keluarga. PKK berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang untuk terlaksananya program PKK, (Kementerian Dalam Negeri, 2. Hal ini tentunya sejalan dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. PKK sebagai fasilitator dan penggerak kader kesehatan untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam menstimulasi dan deteksi dini perkembangan anak. PKK sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali membentuk kelompok kerja kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak yang. KESIMPULAN DAN SARAN Pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan Stimulasi. Deteksi. Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak menunjukan hasil yang signifikan. Hasil kegiatan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan sebelum DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global | 191 Mobiliu et al org/10. 55681/devote. kegiatan 90% kategori kurang setelah kegiatan 60% kateori baik. Keterampilan sebelum kegiatan 100% kategori kurang setelah kegiatan 80% kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan tim penggerak PKK dalam memberikan edukasi, pelatihan cara menstimulasi, deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang dan pembentukan kelompok kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak. Saran dari kegiatan ini yaitu setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini kader kesehatan dan tim penggerak PKK diharapkan dapat melanjutkan untuk tetap menjadi agen perubahan untuk lingkungannya dengan secara aktif melakukan deteksi dini dan intervensi tumbuh kembang melalui kelompok kerja Peduli Tumbuh Kembang Anak. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Gorontalo khususnya Jurusan Keperawatan yang memberi dukungan hingga terlaksananya program pengabdian kepada masyarakat ini, serta ucapan terima kasih juga kepada semua Tim Pengabdian Masyarakat bekerjasama dengan Tim Tim Penggerak PKK Desa Dutohe yang telah menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA