Justice Pro: Jurnal Ilmu Hukum ISSN 2684-6896 (Onlin. 2338-9516 (Prin. Volume 6 Number 1. June 2022 https://ejurnal. id/index. KEWENANGAN PENEGAK HUKUM DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA JUDI TOGEL Kurniadi Prasetyo1. Mita Dwijayanti2. Aldi Nurcahyo3 123Fakultas Hukum. Universitas Yos Soedarso Surabaya Email: prasetyokurniadi82@gmail. ABSTRACT Gambling, particularly lottery gambling, remains a serious problem in society due to its widespread and organized circulation, involving various social strata. Lottery gambling is growing rapidly in Sidoarjo Regency due to economic pressures, high unemployment rates, and a deeply rooted gambling mentality within some communities. This study aims to analyze the factors contributing to the widespread circulation of lottery gambling and to examine the authority and efforts of law enforcement, particularly the Sidoarjo Police, in eradicating this crime. The research method used is a normative juridical approach with an approach based on legislation, legal theory, and legal doctrine, supported by empirical evidence in the field. The results indicate that the main factors contributing to the proliferation of lottery gambling include the community's difficult economic conditions, the lure of large profits, gambling habits, weak religious understanding, and the existence of well-organized gambling networks. Eradication efforts by the police are implemented through two approaches: preventive measures in the form of legal counseling, patrols, and outreach to community and religious leaders, and repressive measures through raids, raids, arrests, and law enforcement against gambling perpetrators. However, the effectiveness of law enforcement still faces various obstacles, such as leaks of operational information and a lack of public support. Therefore, strong synergy is needed between law enforcement officials, the government, and the community to suppress and eradicate the practice of lottery gambling sustainably. Keywords: Lottery Gambling. Gambling Crime. Law Enforcement Authority ABSTRAK Tindak pidana perjudian, khususnya judi togel, masih menjadi permasalahan serius di masyarakat karena peredarannya yang luas dan terorganisir serta melibatkan berbagai lapisan sosial. Judi togel berkembang pesat di Kabupaten Sidoarjo seiring dengan tekanan ekonomi, tingginya angka pengangguran, serta mentalitas penjudi yang telah mengakar di sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan maraknya peredaran judi togel serta mengkaji kewenangan dan upaya penegak hukum, khususnya Polres Sidoarjo, dalam memberantas tindak pidana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan doktrin hukum, yang didukung oleh fakta-fakta empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab maraknya judi togel meliputi kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, besarnya iming-iming keuntungan, kebiasaan berjudi, lemahnya pemahaman agama, serta adanya jaringan perjudian yang terorganisir dengan baik. Upaya pemberantasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dilaksanakan melalui dua pendekatan, yaitu upaya preventif berupa penyuluhan hukum, patroli, dan pendekatan kepada tokoh masyarakat serta tokoh agama, serta upaya represif melalui razia, penggerebekan, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap pelaku perjudian. Namun demikian, efektivitas penegakan hukum masih menghadapi berbagai kendala, seperti kebocoran informasi operasi dan kurangnya dukungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat guna menekan dan memberantas praktik perjudian togel secara berkelanjutan. Kata Kunci: Judi Togel. Tindak Pidana Perjudian. Kewenangan Penegak Hukum PENDAHULUAN Latar Belakang Togel merupakan judi yang berupa kupon, dimana para pembeli atau pemasang ini pembeli kupon undian kepada pengecer dan memasangkan angka yang menurut mereka akan keluar pada pengundian yang akan dilakukan pada malam harinya, jika nomor yang mereka pasang tepat atau jitu dengan nomor yang keluar pada pengundian, maka mereka akan memenangkan hadiah yang telah ditentukan. Judi JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM togel ini peredarannya lebih besar dari pada pendahulunya yaitu SDSB, karena judi togel ini pengundiannya dilakukan tiap hari atau setiap malam. Padahal SDSB pengundiannya saat dahulu dilakukan pada malam kamis saja, meskipun judi togel ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tetapi peminatnya sangat bayak, ini terbukti dari semakin banyaknya jumlah pengecer dan omset yang diterima oleh tiap-tiap pengecer tiap harinya. Pada akhir-akhir ini malah terlihat kecenderungan bahwa judi togel ini terkesan dilegalkan oleh aparat. Hal ini dapat dilihat dari semakin beraninya para pengecer menampilkan hasil nomor yang keluar tiap undian yang dilakukan pada malam harinya. Hal ini dapat juga kita lihat dengan semakin banyaknya nama judi togel yang namanya antara lain Togel Joss. Ekor Naga. Sri Rejeki dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo yang peminatnya sangat besar adalah Togel Joss, yang dimana peredarannya sangatlah diminati oleh konsumen dibandingkan judi togel lainnya dan sampai merambah kedesa-desa, yang hal ini sangatlah meresahkan. Dimana para pembelinya kebanyakan dari golongan menengah kebawah yang penghasilannya pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan mereka dibuai oleh mimpi untuk mendapatkan hadiah yang besar begitu mereka dapat menembus angka yang tepat pada saat diundi malam harinya, terkadang ada seseorang yang rela untuk mengorbankan penghasilan mereka yang pas-pasan tersebut hanya untuk membeli kupon judi togel ini. Judi togel masuk pertama kali ke Kabupaten Sidoarjo diperkirakan awal tahun 2008 dan berkembang seiring dengan krisis ekonomi yang tidak menunjukkan akan segera berakhir (Suhendra and Rochmani, n. Di wilayah hukum Polres Sidoarjo judi togel yang paling besar peredarannya berdasarkan peminat pembeli beracuan pada bandar yang membawahi seluruh pengecer untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo. Untuk terhubung antara bandar bukanlah satu hal yang menjadi hambatan untuk saat ini, antar bandar tersebut bisa sangat leluasa sekali berhubungan dengan menggunakan fasilitas telepon ataupun media SMS melalui HP. Ini menunjukkan bukti judi togel ini sudah terorganisir dengan baik sekali, sedangkan untuk peredaran dikota-kota para bandar dapat berhubungan langsung dengan pengecernya, yaitu dengan cara mendatangi secara langsung dan memberikan kupon judi tersebut setiap harinya, sedangkan untuk mengetahui nomor yang keluar setiap harinya para pengecer tersebut berita melalui telepon atau SMS dari bandar pusat ataupun bandar kecilnya (Prasetyo 2. Judi togel ini menggunakan sistem angka yang keluar sebanyak empat angka, pengundiannya dilakukan oleh bandar pusat dan hasilnya akan diketahui sekitar jam 00 WIB dan berita nomor hasil pengundian yang keluar langsung disebarkan keseluruh pengecer secara berantai. Sedangkan untuk mengetahui apakah nomor yang dipasang oleh pembeli keluar, biasanya para pembeli rela untuk bergadang menunggu hasil nomornya diumumkan. Tetapi ada juga yang suka mengetahui nomor yang dipasang itu keluar/cocok atau tidak dengan cara melihat keesokan harinya. Dan bila nomor yang mereka pasang keluar/tembus . esuai antara yang dipasang dengan yang kelua. dapat ditukarkan kupon pembeliannya dengan uang tunai sesuai jumlah nominal uang yang dipasang dan nomor yang tepat. Untuk yang berlokasi di desadesa biasanya uang hasil undian akan mereka terima pada sore harinya. Karena mereka harus menunggu uang yang berada di kota di transferkan ke pengecer Karena berhubungan dengan pembagian keuntungan antara para pengecer dengan bandar kecilnya, maka sekilas terlihat mekanisme kerjanya dari bandar kecil ke pengecernya. Dapatlah kita simpulkan bahwa mereka sudah terorganisir dengan rapi sekali, dimana mereka dapat mengelola sesuatu yang jelas-jelas dilarang oleh pemerintah menjadi sesuatu yang terkoordinir dengan baik melibatkan banyak orang, dan ini tanpa terjamah sedikitpun oleh aparat hukum. JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM Dalam hal ini upaya dari pihak kepolisian belum terlihat sungguh-sungguh, meskipun pihak kepolisian sering melakukan razia terhadap para pengedar judi togel ini tetapi hal ini menyebabkan jumlah dari pengedar dan pengecer berkurang, tetapi malah justru meningkat dari jumlah pengecer dan pembelinya. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang patut kita pertanyakan, apakah aparat kepolisian bersungguh-sungguh ataukah hanya sebagai formalitas saja dari salah satu kewajiban polisi untuk memberantas segala perbuatan yang melanggar hukum. Jika mereka bersungguh-sungguh mengapakah jumlah pengedar semakin bertambah? Dalam hal ini langkah-langkah yang diambil oleh pihak kepolisian belum memperlihatkan hasil yang memuaskan, bisa juga peningkatan jumlah pengedar ini disebabkan dari jumlah peminat judi ini semakin meningkat seiring dengan himpitan ekonomi yang semakin berat dan harga-harga kebutuhan pokok semakin tinggi sehingga mendorong masyarakat untuk melakukan apa saja agar memperoleh penghasilan yang tanpa harus susah payah dengan bekerja keras. Rumusan Masalah . Bagaimana faktor-faktor apa saja yang menyebabkan judi togel banyak beredar di wilayah Kabupaten Sidoarjo? . Bagaimana upaya saja yang dilakukan oleh pihak Polres Sidoarjo untuk memberantas praktek perjudian tersebut? METODE Metode yang digunakan untuk penelitiaan ini adalah metode normatif (Isnaini and Wanda 2. Dari fakta-fakta dilapangan akan dicari permasalahan yang muncul. Kemudian permasalahan tersebut akan dielaborasikan dengan beberapa sumber hukum diantanya perturan perundang-undangan. dogmatika hukum. teori hukum. doktrin mengenai hukum. Dengan begitu akan ditemukan sebuah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mengenai kewenangan penegak hukum dalam upaya pemberantasan tindak pidana judi togel. PEMBAHASAN Faktor-Faktor Apa Saja Yang Menyebabkan Judi Togel Banyak Beredar Di Wilayah Kabupaten Sidoarjo Krisis yang berkepanjangan ditambah dengan naiknya harga BBM, yang mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok, menyebabkan banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, ini dipicu oleh banyaknya warga masyarakat yang kehilangan pekerjaan sehingga menyebabkan makin banyaknya pengangguran yang berdampak pada semakin sulitnya untuk mencari penghasilan karena faktor semakin tingginya angka persaingan mencari kerja. Hal inilah yang menyebabkan banyak warga masyarakat yang mencari jalan pintas guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu jalan pintas yang diambil sebagian oleh masyarakat adalah ikut terlibat dalam permainan judi togel (Isnaini Enik 2. Judi togel sendiri masuk pertama kali ke Kabupaten Sidoarjo sekitar tahun 2008, judi togel merupakan jenis kupon, dimana para pemainnya membeli kupon dari para penjualnya atau dalam hal ini pengecer dan memasang angka tebakan yang dianggap akan keluar pada pengundian malam harinya. Memang jenis judi ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo, karena sebelum judi togel ini beredar sudah pernah terjadi yang sejenis dan diperbolehkan oleh pemerintah yaitu SDSB, walaupun sekarang sudah dilarang untuk peredarannya oleh pemerintah. Seperti permainan judi yang lain, judi togel juga mempunyai pelaku sendiri yang hampir sama dengan judi lainnya yaitu diadakan oleh orang-orang yang sudah sangat JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM menyenangi atau kecanduan terhadap permainan judi, hal ini dapat kita ketahui berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis, penulis menemukan bahwa hampir sebagian besar konsumen atau pembeli judi togel merupakan orang-orang yang telah biasa dalam permainan judi, apakah itu berupa judi kartu, dadu ataupun judi yang lainnya. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa yang namanya mental penjudi akan selalu tertanam pada seseorang yang telah mempunyai kebiasaan atau kesenangan untuk berjudi sehingga apapun bentuk dari judi tersebut, mereka akan selalu untuk memainkan, ataupun terlibat dalam permainan judi tersebut. Orang-orang yang terlibat dalam perjudian tersebut terdiri dari bermacam-macam golongan dari yang sudah tua, berumah tangga, ataupun golongan yang masih muda. Namun berdasarkan hasil pengamatan penulis secara metode observasi, sebagian mereka yang melakukan perbuatan judi togel tersebut adalah kaum laki-laki yang sudah berumah tangga, dan sisanya kaum laki-laki yang masih berusia muda dan belum berumah tangga, baik itu yang sudah bekerja, ataupun yang masih belum bekerja tertarik untuk membeli kupon judi togel ini. Ketika ditanya kepada mereka, ditanya mengapa mereka sampai tertarik untuk membeli kupon judi togel ini? Mereka ratarata menjawab hanya untuk iseng-iseng saja. Padahal bila diperhatikan lebih lanjut dari sekedar iseng itulah makanya dapat mengakibatkan keterusan dan mengakibatkan candu, dan akan menjadi semakin keterusan apabila mereka pernah memperoleh hadiah yang lumayan besar. Maka semakin cepat pula rasa ketergantungan terhadap judi ini semakin terpatri dalam diri mereka. Sehingga judi togel ini melibatkan semua lapisan masyarakat, baik itu para pemudanya ataupun orang yang berusia tua (Salim 2. Kita dapat mengambil persentase mengenai konsumen atau pembeli dari judi togel tersebut. Buruh atau karyawan menempati jumlah tertinggi yang mencapai 47% dari seluruh pembeli, disusul oleh pedagang dengan persentase 13% dari seluruh pembeli, disusul oleh pegawai negeri sipil yang mencapai 10% dari keseluruhan pembeli, disusul kemudian oleh wiraswasta yang mencapai 8%, kemudian disusul oleh ibu rumah tangga dengan persentase 7%, dan yang paling sedikit adalah pelajar yang mempunyai persentase hanya 5%. Walaupun pelajar mempunyai persentase yang paling sedikit, namun hal ini hendaknya menjadi suatu perhatian kepada semua pihak bahwa pelajar atau generasi muda ternyata telah ada yang ikut terlibat dalam tindak pidana judi togel ini dan kita semua harus mencarikan jalan keluarnya yang terbaik agar mereka tidak semakin dalam terjerumus menyenangi judi togel tersebut. Karena pelajar dan pemuda merupakan harapan bangsa dimasa depan sehingga jika pemudanya sudah mulai menjadi penjudi akan dibawa kemana masa depan negeri ini (Prasetyo 2. Judi togel merupakan suatu bentuk yang menurut para pemainnya atau pembelinya untuk jitu dalam menebak angka-angka yang akan keluar, karena dengan begitu mereka akan dapat memenangkan hadiah yang besar seperti apa yang mereka harapkan, namun bukan hanya itu yang menarik dari judi togel ini, karena masih ada beberapa hal yang menarik para pelaku judi togel ini baik dilihat dari pembeli ataupun penjualnya, dalam hal ini pengecer, agen maupun bandarnya, dalam hal ini penulis ingin memberikan sedikit gambaran hal-hal apa saja yang menarik dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan judi togel ini dapat beredar bebas di masyarakat (Prabowo 2. Judi togel pertama kali dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 1999, nama judi togel ini sendiri sebenarnya masih menjadi pertanyaan, siapa pertama kali yang menamainya, namun menurut beberapa masyarakat yang ditanyai mereka menyatakan bahwa nama judi togel itu berasal dari sebutan masyarakat sendiri, jadi nama togel merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri. Terlepas dari itu semua, judi ini ternyata sangat menarik perhatian masyarakat, ini terbukti dengan JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM banyaknya minat masyarakat terhadap judi jenis ini. Berikut ini penulis mencoba untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi penarik pelaku judi togel: Jumlah hadiah yang besar yang dapat dimenangkan oleh masyarakat yang membeli judi togel atau mengikuti judi ini merupakan faktor yang paling utama yang menarik masyarakat untuk ikut dalam permainan judi ini. Betapa besar hadiah yang dapat dimenangkan apabila mereka berhasil menebak dengan benar angka yang keluar, mungkin ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan mengapa judi togel dapat beredar dengan cepat di dalam masyarakat dan menarik banyak masyarakat untuk membelinya. Faktor yang menarik para pengepul dan bandar untuk terlibat dalam judi ini yaitu keuntungan yang besar yang mereka peroleh dari hasil permainan judi togel ini. Seorang agen setiap harinya dapat memperoleh bagian dari bandarnya sebesar 30% dari hasil penerimaan penjualan kupon judi togel oleh para pengecer, pada hal seorang agen biasanya mempunyai pengecer dibawah rata-rata 6-9 orang yang menyetor uang hasil penjualan kupon judi togel kepadanya. Jika kita ratarata penerimaan pengecer setiap malamnya sebesar Rp. 000 dan setiap agen mempunyai pengecer sebanyak 8 orang saja berarti pendapatan yang ia terima sebesar Rp. 000 x 8 = Rp. 000 x 3% = Rp. 000 setiap harinya. Bukankah itu merupakan hasil yang lumayan besar untuk pekerjaan yang tidak begitu berat dan tidak memerlukan banyak tenaga. Sedangkan untuk para bandar, otomatis pendapatan yang mereka terima akan lebih besar dari para pengepul ini, karena sisa penerimaan yang masuk setiap malamnya dikurangi bagian pengecer dan agen semuanya akan masuk ke dalam kantongnya. Ini merupakan faktor yang menyebabkan banyak orang berani untuk menjadi bandar sendiri dengan segala Faktor yang menarik seseorang untuk menjadi pengecer judi togel tidak jauh beda dengan faktor yang menarik agen dan bandar judi togel ini yaitu pendapatan yang besar tanpa harus bekerja keras, hal ini dapat terjadi karena seorang pengecer akan mendapatkan bagian sebesar 20% dari seluruh pendapatan penjualan kupon judi togel yang berhasil ia jual kepada pembeli, 20% merupakan bagian yang lumayan besar untuk pekerjaan yang hanya sekedar menulis dan mengumpulkan uang saja, disaat susah mencari pekerjaan seperti sekarang ini, sehingga banyak masyarakat yang berpikiran sempit untuk ikut terlibat dalam judi togel ini tanpa memikirkan resiko yang akan mereka hadapi apabila mereka sampai tertangkap oleh pihak kepolisian. Faktor-faktor tersebut diatas merupakan alasan-alasan yang menyebabkan banyaknya warga masyarakat yang ikut terlibat dalam permainan judi togel ini, di samping masih rendahnya pemahaman dan penerapan ajaran agama dengan baik, maka mereka tidak akan mudah tergoda untuk terlibat dalam suatu kegiatan yang dilarang agama yaitu berjudi apapun alasannya, karena dalam ajaran agama apapun, bermain judi merupakan suatu hal yang dilarang apapun bentuknya, terlebih lagi dalam agama Islam yang notabenenya merupakan agama mayoritas dianut oleh Tindak pidana perjudian dan judi togel pada khususnya yang terjadi pasti disebabkan atau dilatar belakangi oleh faktor tertentu (Jayanti 2. Adapun faktor yang melatar belakangi dan mendorong terjadinya tindak pidana perjudian dan judi togel pada khususnya berdasarkan pengamatan penulis antara lain: Terjadinya krisis multi dimensi di Indonesia, krisis inilah yang mengakibatkan terjadinya pemutusan hubungan kerja yang berdampak pada semakin banyaknya orang yang kehilangan mata pencahariannya untuk menghidupi keluarganya. Dari hal inilah mengakibatkan orang bersedia melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan salah satu jalan yang mereka tempuh adalah ikut dalam JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM perjudian togel ini, karena permainan judi togel ini menjanjikan pendapatan yang besar bagi mereka yang berhasil menang dalam permainan judi togel tersebut dan hal inilah yang memicu keinginan mereka untuk mendapatkan sesuatu yang besar tanpa harus bekerja keras. Kebiasaan masyarakat untuk melakukan judi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan judi togel dapat beredar dalam masyarakat. Sebagian besar masyarakat di Indonesia telah terbiasa untuk melakukan permainan judi, hal ini dapat kita lihat dengan bermacam-macam nama dan bentuk perjudian yang ada di masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perjudian merupakan tindak pidana yang sudah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, dan hal ini pulalah yang dapat menyebabkan judi togel dapat masuk dan beredar dengan cepat sekali di masyarakat. Adanya mental penjudi dari beberapa orang dalam satu masyarakat dapat mempengaruhi masyarakat yang lain untuk ikut serta dalam bermain judi. Dari beberapa orang tersebut biasanya suatu perjudian dapat berkembang dalam satu lapisan masyarakat, karena ada saja dari mereka yang berhasil menang dalam berjudi dalam hal ini judi togel. Dan memenangkan uang yang besar maka mau tidak mau orang lain yang ada di sekitarnya akan tertarik untuk ikut serta dalam permainan judi tersebut dengan harapan akan dapat memenangkan uang yang banyak seperti orang lain yang memenangkan judi togel. Upaya Yang Dilakukan Oleh Pihak Polres Sidoarjo Untuk Memberantas Praktek Perjudian Tersebut Tugas polisi tidaklah ringan, sebagai ujung tombak dari penegakan hukum, polisi senantiasa dituntut untuk selalu cermat dalam mengambil tindakan-tindakan dalam usahanya untuk menegakkan hukum karena apabila salah sedikit saja dalam tindakan yang diambil maka ia akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang akan menilainya, apabila buruk penilaian masyarakat maka buruk juga citra polisi dimata masyarakat yang nantinya akan berdampak pada krisis ketidak percayaan masyarakat terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh polisi, dan ini akan berakibat sering terjadinya perbuatan main hakim sendiri oleh masyarakat, oleh karena itulah dalam mengambil tindakan untuk mengatasi tindak pidana perjudian ini khususnya judi togel, polisi tidak bisa berbuat atau bertindak semaunya (Prabowo 2. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa perjudian merupakan tindak pidana yang sudah ada sejak lama, meskipun untuk judi togel ini belum begitu lama, tetapi yang namanya judi bagaimanapun juga sama saja, maka diperlukan langkah-langkah yang benar-benar efektif dan dapat langsung mengena pada masyarakat, dan langkah itupun haruslah tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat yang nantinya dapat menimbulkan anggapan bahwa polisi dalam bertindak arogan dan sok berkuasa, karena apabila anggapan ini sampai timbul dalam masyarakat bukannya pujian atau kerja sama yang didapat oleh polisi dari masyarakat melainkan cemooh dan sikap tidak mau kerja sama. Apabila hal ini terjadi maka pekerjaan polisi akan menjadi berat, dalam menghadapi masalah perjudian ini. Polisi dalam memberantas peredaran judi togel menggunakan dua cara atau metode yaitu preventif dan represif. Kedua metode tersebut dianggap efektif karena kedua metode tersebut saling berkesinambungan. Metode pertama yang digunakan preventif yaitu suatu upaya untuk mencegah timbulnya atau berkembangnya suatu kejahatan atau gangguan kamtibmas dan untuk meminimalkan faktor-faktor kriminogen sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi positif . Dalam kaitannya dengan perjudian dan judi togel pada khususnya upaya preventif yang dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya Polres Sidoarjo yaitu antara JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM Mengadakan penyuluhan-penyuluhan secara langsung maupun tidak langung terhadap semua lapisan masyarakat. Penyuluhan ini biasanya dilakukan oleh para ulama dan tokoh masyarakat yang sebelumnya telah mendapat penyuluhan dari pihak kepolisian agar nantinya dapat disebar luaskan kepada masyarakat yang lain tentang bahaya dan kerugian yang dapat dialami apabila menjadi pecandu dari judi togel ini, karena kedua tokoh ini dianggap yang paling efektif dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Mengadakan patroli di daerah-daerah yang dianggap sebagai pusat atau tempat judi togel secara bebas agar penjual dan pembeli tidak dapat melakukan aktivitasnya secara bebas dan dengan sering adanya patroli ini akan membuat mereka untuk berpikir dua kali apabila mereka ingin menjual ataupun membeli judi togel ini. Aparat kepolisian telah melakukan upaya yang maksimal untuk memberantas peredaran judi togel ini, tindakan diatas menunjukkan bahwa kepolisian dalam menganani kasus perjudian dan judi togel pada khususnya menggunakan dua metode yaitu metode preventif dan metode represif, dimana metode preventif sebagian besar dilakukan oleh kesatuan Bimas dibantu oleh satuan Reskrim dengan meningkatkan patroli, sedangkan untuk metode represif dilakukan sepenuhnya oleh kesatuan Reskrim. Metode kedua yaitu metode represif ini digunakan dengan menggunakan kekerasan atau penanggulangan. Metode ini digunakan agar jumlah pembeli dan penjual judi togel dapat dikurangi, bahkan sebisanya dihilangkan, memang tidaklah mudah menghilangkan judi togel ini, tetapi menurut Kasat Serse Polres Sidoarjo, meskipun tidak bisa dihilangkan, namun setidaknya dapat dikurangi dari segi kuantitasnya dari pelaku perjudian ini. Upaya pemberantasan judi togel yang dilakukan dengan penggerebekan biasanya dilakukan pada malam hari dan sebelum melakukan penggerebekan ini biasanya dilakukan terlebih dahulu observasi terhadap sasaran yang akan dituju. Observasi sendiri mempunyai pengertian yaitu meninjau atau mengamati suatu tempat, keadaan atau orang untuk mengetahui baik hal-hal yang biasa maupun yang tidak bisa dan kemudian hasilnya dituangkan dalam suatu laporan (Laka 2. Dari observasi yang dilakukan dapat diketahui kondisi suatu tempat dan orangorang yang berada di tempat tersebut serta aktivitas yang mereka lakukan. Setiap apa yang dilihat dan diamati oleh observer yang kemudian dicatat sehingga dapat menentukan langkah-langkah berikutnya. Petugas kepolisian yang melakukan observasi telah mendapat data yang dianggap cukup, kemudian mengkoordinasikan langkah berikutnya yang akan diambil berdasarkan data berikut, dalam melakukan penggerebekan tempat bandar judi togel dan bandar kecilnya atau agen berkumpul. Biasanya berdasarkan data dari laporan observasi petugas dilapangan, dari data inilah biasanya letak dan tempat yang dijadikan pertemuan atau penyerahan hasil penjualan judi togel tersebut (Laka 3AD). Dalam penggerebekan biasanya polisi menunggu terlebih dahulu saat yang tepat agar para pengecer, agen dan bandarnya semua berkumpul pada tempat yang mereka gunakan untuk bertemu, dengan demikian maka akan didapat hasil penangkapan yang besar beserta dengan barang buktinya, yakni tertangkapnya semua orang yang berhubungan dengan proses perjudian tersebut. Dengan demikian terciptanya suatu perbuatan tindak pidana perjudian, khususnya judi togel yang dilakukan oleh mereka tertangkap tangan oleh petugas kepolisian beserta dengan barang buktinya dari tertangkap tangannya pelaku perjudian tersebut di tangan petugas, maka mereka tidak dapat lolos dari jeratan hukum. Dengan tertangkapnya juga tersebut, mereka tidak dapat mengelak lagi, karena penguat berupa barang bukti yang dilakukan untuk perbuatan tindak kejahatan ditemukan ditempat tersebut. Karena selama ini pelaku judi togel yang sangat sulit JUSTICE PRO: JURNAL ILMU HUKUM untuk ditangkap karena mereka sangat rapi dalam menjalankan usahanya dan pintar dalam menyembunyikan barang buktinya, baik berupa kupon penjualan, buku rekapan, ataupun uang hasil penjualan judi togel tersebut. Sehingga waktu penangkapan dari operasi penggerebekan memang sebaiknya pada saat atau seluruh anggota orang yang berhubungan dengan judi togel tersebut berkumpul pada saat yang bersamaan di suatu tempat, dengan demikian akan mudah untuk menggulung seluruh anggota komplotan tersebut mulai dari bandar besar sampai dengan pengecernya, agar penggerebekan tersebut berjalan dengan sempurna, maka peran dari observer sangatlah penting sekali. Kepolisian Resort Sidoarjo dalam usahanya untuk memberantas perjudian togel tersebut mendapat bantuan berupa pengerahan pasukan tambahan dari Direktorat Reskrim Polda Jawa Timur untuk membantu Polres Sidoarjo dalam melakukan mulai dari proses observasi sampai dengan proses penggerebakan yang disertai dengan penangkapan pelaku judi togel ini. Anggota Polda yang diperbantukan di Polres Sidoarjo biasanya berjumlah 12 orang dan kesemuanya merupakan anggota Reskrim Polda. Menurut beberapa sumber yang diperoleh dilapangan bahwa operasi ini dilakukan oleh jajaran Reskrim dari Polda Jawa Timur inilah yang paling ditakuti oleh pengecer ataupun para agen, bahkan oleh bandar besarnya sekalipun. Karena menurut mereka, jajaran Reserse Polda Jawa Timur dalam melakukan penggerebekan mereka sulit untuk diduga sebelumnya dan apabila ada yang tertangkap maka akan sulit sekali melakukan usaha perdamaian dengan para polisi tersebut. Lain halnya dengan operasi yang dilakukan oleh jajaran Reskrim Polres Sidoarjo sendiri, biasanya setiap operasi yang dilakukan oleh mereka selalu bocor sebelumnya, sehingga akan mudah bagi para pelaku menghilangkan bukti yang ada sehingga dapat mengelak dari tuduhan telah melakukan praktek perjudian. Sehingga tidak dapat diteruskan sampai ke meja hijau atau peradilan. Hal inilah yang menyebabkan mengapa judi togel tetap beredar luas dikalangan masyarakat, karena kurang adanya dukungan dari semua pihak untuk memberantasnya. KESIMPULAN Faktor-faktor penyebab judi togel di Kabupaten Sidoarjo, adalah sebagai adanya Pelaku judi togel, faktor yang menarik pelaku judi togel dan faktor yang mempengaruhi judi togel. Dalam memberantas judi togel dalam masyarakat hendaknya pihak kepolisian lebih mengedepankan pendekatan dengan menggunakan metode preventif, dimana masyarakat sendiri dilibatkan secara aktif yakni dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya dan resiko yang akan masyarakat terima jika mereka sampai terlibat dalam judi togel ini, baik itu sebagai bandar, agen ataupun sebagai pengecer, bahkan pembeli sekalipun. Penyuluhan juga dapat dilakukan dengan meminta bantuan dari tokoh masyarakat dan para tokoh agama yang notabene sangat memahami sifat atau kebiasaan serta budaya dari masyarakat, dengan demikian tujuan yang hendak dicapai akan lebih mudah. Referensi