Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 62 Ae 69 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender dan Mawar Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Serang Yenny Aulya*. Retno Widowati. Diana Nur Afni Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Yenny Aulya . aulya@civitas. Received: January 6 2021. Accepted: February 23 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Umumnya, ibu yang akan bersalin akan merasakan perasaan cemas dan takut. Rasa takut dan cemas akan sangat buruk akibatnya dalam proses persalinan. Ibu yang sedang bersalin mengalami tingkat kecemasan yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka. Data di analisis menggunakan per t test untuk mengetahui perbedaan efektifitas aromaterapi mawar dan lavender terhadap kecemasan pada ibu bersalin. Pengambilan data sampel dibagi 2 yaitu, sampel 10 kelompok ibu bersalin dengan terapi lavender dan 10 kelompok ibu bersalin dengan terapi mawar. Instrument penelitian terdiri dari lembar observasi pemberian di wilayah kerja puskesmas walantaka serang tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender . <0,. dan ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi mawar . <0,. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara aromaterapi dan mawar . >0,. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemasan ibu Bidan penolong persalinan bisa menggunakan aromaterapi mawar untuk menurunkan tingkat kecemasan terhadap ibu bersalin. Kata Kunci: Aromaterapi Lavender. Aromaterapi Mawar. Tingkat Kecemasan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Setiap wanita menginginkan persalinan yang mudah dan lancar, namun tidak jarang pada saat persalinan terdapat hambatan dan perlu dilakukan tindakan. Umumnya, ibu yang akan bersalin akan merasakan perasaan cemas dan takut. Rasa takut dan cemas akan sangat buruk akibatnya dalam proses persalinan. Ibu yang sedang bersalin mengalami tingkat kecemasan yang meningkat sehingga menyebabkan persalinan menjadi patologis. Rasa takut terhadap proses persalinan tentu akan memberikan efek tidak baik. Ketika seseorang mengalami cemas pesan tersebut disampaikan oleh reseptor keseluruh tubuh secara otomatis mengeluarkan Auhormone stressAy (Kuswandi, 2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender danA. Persalinan adalah proses pengeluaran . hasil konsepsi yang dapat hidup di luar uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses tersebut dapat dikatakan normal atau spontan jika bayi yang dilahirkan berada pada posisi letak belakang kepala dan berlangsung tanpa bantuan alat-alat atau pertolongan, serta tidak melukai ibu dan bayi. Pada umumnya proses ini berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam (Sondakh, 2. Kecemasan itu sendiri dapat diartikan sebagai pengalaman emosi seseorang yang akan mengalami hal yang baru, sehingga membuat seseorang merasakan suatu perasaan yang waswas, seolah ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada dirinya ( Lestari, 2. Menurut Peplau . terapi kecemasan dibagi menjadi 2 yaitu terapi farmakologi/ obat-obatan . dan terapi non-farmakologis/ cara alami atau dengan psikoterapi . Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan ibu bersalin dapat digunakan aromaterapi (Dewi, dkk 2. Pada saat persalinan, jika seseorang merasa cemas maka otak akan mengalirkan zat yang menutup pengeluaran endorphin sehingga semakin luar biasa sakit yang dirasakan dan menyebabkan ibu menjadi stress dalam mengahadapi persalinannya yang membuat impuls nyeri bertambah banyak dan lemahnya kontraksi otot rahim (Aprilia, 2. Pada persalinan kala I, nyeri yang dirasakan bersifat viseral yang ditimbulkan dari kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang dipersyarafi oleh serabut aferen simpatis dan ditransmisikan ke medula spinalis pada segmen Thorakal 10 Ae Lumbal 1 melalui serabut saraf delta dan serabut syaraf C yang berasal dari dinding lateral dan fundus uteri. Nyeri akan bertambah dengan adanya kontraksi isometrik pada uterus yang melawan hambatan oleh leher rahim/uterus dan perineum (Maryunani, 2. Menurut WHO . , bahwa 75% sekitar 810 wanita meninggal karena sebab yang dapat dicegah terkait dengan kehamilan dan persalinan. Antara 2000 dan 2017, rasio kematian ibu (MMR, jumlah kematian ibu per 100. 000 kelahiran hidu. turun sekitar 38% di seluruh Adapun angka kematian ibu berkisar 305 per 100. 000 menurut Survei Angka Sensus(Supa. Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi di ASEAN yaitu 214 per 100. 000 kelahiran hidup dan masih jauh dari target global SDGAos (Suitainable Development Goal. yaitu 70 per 100. 000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu (AKI) di Provinsi Banten pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2017. Pada tahun 2018 sebanyak 247 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 227 orang (Dinkes Provinsi Banten, 2. Nyeri persalinan dapat terjadi pada semua ibu bersalin, baik ibu bersalin primi maupun multi karena menurut Judha . nyeri disebabkan karena adanya peregangan perineum dan vulva, adanya tekanan uterus vertical saat kontraksi dan adanya penekanan bagian terendah janin secara progresif pada fleksus lumboskral, kandung kemih, dan struktur sensitif panggul yang lain. Penatalaksanaan nyeri secara farmakologi lebih efektif dibanding dengan tindakan nonfarmakologi, namun tindakan nonfarmakologi lebih mahal dan sebagian besar memiliki efek yang merugikan sedangkan tindakan nonfarmakologi lebih murah, sederhana, efektif dan tanpa efek yang merugikan (Yanti, 2. Pentingnya menggunakan aromaterapi lavender dan mawar untuk persalinan yaitu agar mempermudah proses persalinan karena bersifat menenangkan dan akan meringankan rasa nyeri pada ibu bersalin, selain itu juga aromaterapi lavender dan mawar mudah di dapatkan dengan harga yang masih bisa di jangkau. Aromatherapy Lavender merupakan salah satu minyak esensial analgetik yang mengandung 8% terpena dan 6% keton. Monoterpena merupakan jenis senyawa terpena yang paling sering ditemukan dalam minyak atsiri tumbuhan. Ekstrak lavender berkualitas tinggi tidak hanya sesuai dengan monograf ini namun idealnya melebihi spesifikasi tersebut dengan kandungan linalil asetat yang lebih tinggi . dealnya 3345%) dan lavandulil asetat (Ou1,5%), dan batas yang lebih rendah untuk kandungan cineol. merupakan senyawa ester yang terbentuk melalui penggabungan asam organik dan alkohol. Journal for Quality in Women's Health Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender danA. Ester sangat berguna untuk menormalkan keadaan emosi serta keadaan tubuh yang tidak seimbang (Appleton J, 2. Menurut hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sharfina . Uji wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,003 ( < 0,. menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan intensitas nyeri yang bermaksa antara sebelum diberi aromaterapi lavender dengan sesudah diberi aromaterapi lavender pada kelompok intervensi. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri persalinan pada kelompok yang diberi aromaterapi lavender. Salah satu herbal esensial yang digunakan dalam aromaterapi adalah mawar. Aroma mawar efektif pada sistem saraf pusat. Dua bahan dari aromaterapi mawar, sytrinol dan 2-phenyl ethyl alcohol, pada mawar dikenal sebagai agen anti ansietas. Menggunakan mawar oil mengurangi kecemasan sebesar 71% dalam persalinan dan hanya 14% dari mereka yang membutuhkan pembiusan likal (Kheirkhah dkk 2. Menurut hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rahma . , menunjukkan bahwa hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar, didapatkan nilai significancy 0,000 . <0,. , dengan demikian disimpulkan Auterdapat perbedaan tingkat kecemasan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh pemberian aroma terapi lavender dan aroma terapi mawar terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan two group pretest and posttest design. dengan melakukan pretest sebelum memberikan perlakuan dan posttest setelah memberikan perlakuan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari total populasi yaitu sebagian 20 ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka serang. Cara pengambilan sempel dilakukan dengan tehnik total sampling. Analisa bivariat yaitu dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi Dengan tujuan untuk melihat perbedaan nilai rata-rata pada variabel dependent digunakan uji T Test Dependent HASIL Tabel 1. Uji Homogenitas Terhadap Kecemasan Pada Aromaterapi Lavender dan Mawar Sebelum Intervensi Levene Statistik Sig Aromaterapi Lavender 0,557 Aromaterapi Mawar 0,370 (Uji one way anov. Berdasarkan Tabel 4. 1 terlihat bahwa nilai signifikasi terhadap kecemasan aromaterapi lavender 0,557 . > 0,. dan mawar 0,370 . > 0,. , artinya bahwa kecemasan pada kelompok aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar sebelum intervensi memiliki varian yang sama atau homogen. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Terhadap Kecemasan Pada Aromaterapi Lavender Statistik Sig. Pretest 0,952 0,691 Posttest 0,895 0,152 (Shapiro-Wil. Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa nilai signifikasi data pemberian aromaterapi lavender sebelum . adalah 0,691 . > 0,. , dan nilai signifikasi data pemberian Journal for Quality in Women's Health Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender danA. aromaterapi lavender sesudah . adalah 0,152 . > 0,. sehingga berdasarkan uji normalitas shapiro kedua data tersebut dinyatakan berdistribusi normal. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Terhadap Kecemasan Pada Aromaterapi Mawar Statistik Sig. Pretest 0,896 0,198 Posttest 0,859 0,074 (Shapiro-Wil. Berdasarkan tabel 4. 3 menunjukkan bahwa nilai signifikasi data pemberian aromaterapi Mawar sebelum . adalah 0,198 . > 0,. , dan nilai signifikasi data pemberian aromatherapi Mawar sesudah . adalah 0,074 . > 0,. sehingga berdasarkan uji normalitas shapiro kedua data tersebut dinyatakan berdistribusi normal. Tabel 4. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Wakantaka tahun 2020 Pengaruh kecemasan Mean Std. Std. P Value Deviasi Error Pretest 2,90 1,197 0,037 Posttest 2,10 0,994 Berdasarkan tabel 4. 4 diketahui rata-rata terhadap kecemasan sebelum mendapat intervensi pemberian aromaterapi lavender adalah 2,90 kondisi dengan standar deviasi 1,197, sedangkan sesudah mendapat intervensi pemberian aromaterapi lavender diketahui rata-rata terhadap kecemasan 2,10 dengan standard deviasi 0,994. Berarti terjadi pengurangan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender. Hasil uji statistik didapat nilai p value 0,037 pada 0,05 didapat p < maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh intervensi pemberian aromatherapi mawar terhadap kecemasan pada ibu bersalin di wilayah kerja puskesmas walantaka serang tahun 2020. Tabel 5. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Mawar Terhadap Kecemasan Pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Wakantaka tahun 2020 Pengaruh kecemasan Mean Std. Std. P Value Deviasi Error Pretest 3,60 1,350 0,001 Posttest 2,00 1,054 Berdasarkan tabel 4. 5 diketahui rata-rata kondisi tingkat kecemasan sebelum mendapat intervensi pemberian aromaterapi mawar adalah 3,60 kondisi dengan standar deviasi 1,350, sedangkan sesudah mendapat intervensi pemberian aromaterapi mawar diketahui rata-rata kondisi kecemasan 2,00 dengan standard deviasi 1,054. Berarti terjadi pengurangan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar. Hasil uji statistik didapat nilai p value 0,001 pada 0,005 didapat p maka dapat disimpulkan jadi terhadap kecemasan pada ibu bersalin setelah pemberian aromaterapi lavender dibanding dengan aromaterapi mawar, tidak ada perbedaan signifikan. Aromaterapi mawar lebih memiliki tingkat penurunan kecemasan yang besar 3,60-2,00 dibandingkan dengan aromaterapi lavender 2,90-2,10. dapat disimpulkan aromaterapi mawar lebih signifikan untuk penurunan tingkat kecemasan pada ibu bersalin. PEMBAHASAN Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Tahun 2020 Diketahui pengaruh terhadap kecemasan sebelum mendapat intervensi pemberian aromaterapi lavender adalah 2,90 dengan standar deviasi 1,197, sedangkan sesudah mendapat intervensi pemberian aromaterapi lavender diketahui pengaruh terhadap kecemasan 2,10 dengan standard deviasi 0,994. Berarti terjadi pengurangan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender. Hasil uji statistik didapat nilai p value 0,037 pada 0,05 didapat p < maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh intervensi pemberian aromaterapi mawar terhadap kecemasan pada ibu bersalin di wilayah kerja puskesmas walantaka serang tahun 2020. Lavender merupakan salah satu jenis aromaterapi. Aromaterapi lavender menurut Tarsikah dalam Susilarini . merupakan salah satu minyak esensial analgesik yang mengandung 8% terpena dan 6% keton. Monoterpena merupakan jenis senyawa terpena yang paling sering ditemukan dalam minyak atsiri tanaman. Pada aplikasi medis monoterpena digunakan sebagai sedatif. Minyak lavender juga mengandung 30-50% linalil asetat. Linalil asetat merupakan senyawa ester yang terbentuk melalui penggabungan asam organik dan Ester sangat berguna untuk menormalkan keadaan emosi serta keadaan tubuh yang tidak seimbang, dan juga memiliki khasiat sebagai penenang serta tonikum, khususnya pada sistem saraf. Wangi yang dihasilkan aromaterapi lavender akan menstimulasi talamus untu mengeluarkan enkefalin, berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami. Enkefalin merupakan neuromodulator yang berfungsi untuk menghambat nyeri fisiologi. Menurut hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sharfina . Uji wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,003 ( < 0,. menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan intensitas nyeri yang bermaksa antara sebelum diberi aromaterapi lavender dengan sesudah diberi aromaterapi lavender pada kelompok intervensi. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri persalinan pada kelompok yang diberi aromaterapi lavender. Menurut asumsi peneliti terjadinya penurunan kecemasan terhadap pemberian aromaterapi lavender pada ibu bersalin, dikarenakan lavender sifatnya menenangkan tidak hanya rasa cemas tetapi juga bisa mengurangi rasa yang di alami pada saat proses persalinan. Journal for Quality in Women's Health Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender danA. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Mawar Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Tahun 2020 Diketahui rata-rata terhadap kecemasan sebelum mendapat intervensi pemberian aromaterapi mawar adalah 3,60 dengan standar deviasi 1,350, sedangkan sesudah mendapat intervensi pemberian aromaterapi mawar diketahui rata-rata kondisi tingkat kecemasan 2,00 dengan standard deviasi 1,054. Berarti terjadi pengurangan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar. Hasil uji statistik didapat nilai p value 0,001 pada 0,05 didapat p < , maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh intervensi pemberian aromaterapi mawar terhadap kecemasan pada ibu bersalin di wilayah kerja puskesmas walantaka serang tahun 2020. Pada saat aromaterapi minyak atsiri bunga mawar dihirup, molekul yang mudah menguap akan membawa unsur aromatic yang terkandung di dalamnya seperti geraniol dan linalool kepuncak hidung dimana silia-silia muncul dari sel-sel reseptor. Apabila molekul molekul menempel pada rambut-rambut tersebut, suatu pesan elektro kimia akan ditransmisikan melalui saluran olfaktori kedalam system limbic. Hal ini akan merangsang memori dan respon Hipotalamus yang berperan sebagai regulator memunculkan pesan yang harus disampaikan ke otak. Pesan yang diterima kemudian diubah menjadi tindakan berupa senyawa elektrokimia yang menyebabkan perasaan tenang dan rileks serta dapat memperlancar aliran Menurut hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rahma . , menunjukkan bahwa hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar, didapatkan nilai significancy 0,000 . <0,. , dengan demikian disimpulkan Auterdapat perbedaan tingkat kecemasan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi mawar. Menurut asumsi peneliti aromaterapi mawar sama halnya dengan aromaterapi lavender bisa menurunkan kecemasan pada ibu bersalin karena sama sama mempunyai efek menenangkan dan rileks dan mampu memberikan sensari aromatik agar ibu tersebut lebih percaya diri. Perbandingan Aromaterapi Lavender dan Mawar Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Setelah Intervensi Diketahui bahwa rata-rata kecemasan terhadap ibu bersalin pada aromaterapi lavender sesudah intervensi adalah 2,10 dengan standar deviasi 1,054, sedangkan pada aromaterapi mawar adalah 2,00 dengan standar devasi 0,994. Hasil uji statistik diperoleh nilai t 0,429 dan p value 0,673, pada alpha 0,05 diketahui p > alpha maka dapat disimpulkan jadi tidak ada perbandingan yang signifikan terhadap kecemasan pada ibu bersalin setelah pemberian aromaterapi lavender dan mawar. Aromaterapi lavender bekerja dengan mempengaruhi tidak hanya fisik tetapi juga tingkat Kandungan lavender oil yang terdiri dari linalool, linalylacetate dan 1,8 Ai cincole dapat menurunkan, mengendorkan dan melemaskan secara spontan ketengan seseorang yang menangalami spasme pada otot. Minyak aromaterpi masuk ke rongga hidung melalui pengirupan langsung akan bekerja lebih cepat, karena molekul-molekul minyak esensial mudah menguap, oleh hipolalamus aroma tersebut diolah dan dikonversikan oleh tubuh menjadi suatu aksi dengan pelepasan subtansi neurokimia berupa zat endorphin dan serotonin, sehingga berpengaruh langsung pada organ penciuman dan dipersepsikan oleh otak untuk memberikan reaksi yang membuat perubahan fisiologis pada tubuh, pikiran, jiwa dan menghasikan efek menenangkan pada tubuh (Balkam, 2. Manfaat dari aromaterapi mawar dapat menumbuhkan perasaan tenang . pada jasmani, pikiran dan rohani dapat menjauhkan dari perasaan cemas dan gelisah . aelani, 2. Journal for Quality in Women's Health Perbandingan Efektivitas Aromaterapi Lavender danA. Menurut asumsi wasis pujiati . hasil uji yang digunakan untuk mengetahui perbedaan pada perlakuan aromaterapi lavender dan mawar ialah uji Mann-Whitney. Uji ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara dua kelompok yang tidak berpasangan. Analisa uji Mann-Whitney diperolehp valuesebesar 0,114 . >0,. dimana Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lavender dengan mawar dalam penurunan nyeri menstruasi. Menurut asumsi peneliti, adanya perbedaan hasil tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh frekuensi terhadap kecemasan ibu bersalin, hal tersebut dikarenakan rasa nyeri pada saat persalinan dapat mengakibatkan rasa cemas, oleh karena itu sebelum proses persalinan ibu bisa melakukan rileksasi/inhalasi menggunakan aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar, maka ibu akan merasakan ketenangan pada saat akan menjelang KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar pada ibu bersalin di wilayah kerja puskesmas walantaka tahun 2020 sebagai berikut Ada pengaruh signifikan antara aroma terapi lavender dengan penurunan terhadap kecemasan pada ibu bersalin p value 0,037 pada 0,05. Ada pengaruh signifikan antara aroma terapi Mawar dengan penurunan terhadap kecemasan pada ibu bersalin p value 0,001 pada 0,05. Tidak ada perbandingan yang signifikan antara aromaterapi lavender dan mawar t 0,429 dan p value 0,673 DAFTAR PUSTAKA