Jurnal Agrotek UMMAT p-ISSN 2356-2234 | e-ISSN 2614-6541 | SINTA accredited Volume 13, issue 1, 2026 Pengaruh suhu dan pengemasan terhadap kualitas fisik buah terung ungu (Solanum melongena L. The effect of temperature and packaging on the physical quality of purple eggplant fruit (Solanum melongena L. Agus1*. Dewi Firnia1. Kiki Roidelindho1. Andi Apriany Fatmawaty1 1Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Indonesia *corresponding author: aguskimpul9@gmail. Received: 06th February, 2026 | accepted: 25th February, 2026 ABSTRAK Terung ungu (Solanum melongena L. ) dapat mempertahankan kualitas fisiknya hanya dalam interval waktu 3-4 hari pada suhu ruang. Sifat terung ungu yang mudah rusak . dapat di kurangi dengan perlakuan suhu dan kemasan untuk menjaga kualitasnya, terutama dalam upaya memperpanjang umur Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan pengemasan terhadap kualitas fisik buah terung ungu. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Desig. faktorial dengan 2 faktor dan dilakukan dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah suhu penyimpanan yang terbagi menjadi 4 taraf meliputi S1= 4AC. S2=6AC. S3=8AC, dan S4=10AC. Faktor kedua adalah jenis kemasan yang terbagi menjadi 3 taraf yaitu. K1= Plastik wrapping . K2= Plastik High Density Polyenthylene (HDPE), dan K3= Styrofoam. Setiap ulangan terdiri dari 6 buah sehingga jumlah terung ungu yang digunakan adalah 24 buah. Parameter yang diamati meliputi susut bobot (%), kekerasan . m/g/. , warna, dan pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi suhu 8AC dan kemasan plastik wrap merupakan perlakuan terbaik untuk menekan susut bobot serta mempertahankan warna merah keunguan tua dan kekerasan buah hingga 28 HSP (Hari Setelah Pane. Meskipun suhu 10AC menghasilkan nilai pH tertinggi, penggunaan suhu 8AC dengan plastik wrap terbukti paling efektif dalam menjaga kualitas fisik buah terung ungu selama penyimpanan dingin. Kata kunci: jenis kemasan. terung ungu ABSTRACT Purple eggplant (Solanum melongena L. ) can maintain its physical quality only at an interval of 3-4 days at room temperature. The perishable nature of purple eggplants cansbe reduced by temperature and packaging treatments to How to cite: Agus. Firnia. Roidelindho. Fatmawaty. Pengaruh suhu dan pengemasan terhadap kualitas fisik buah terung ungu (Solanum melongena L. Jurnal Agrotek Ummat, 13. , 14-23 Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . maintain their quality, especially in efforts to extend shelf life. This study aims to analyze the effect of temperature and packaging on the physical quality of purple The study employed a factorial Split-Plot Design with two factors and was conducted with two replications. The first factor is storage temperature, which is divided into 4 levels, including S1 = 4AC. S2 = 6AC. S3 = 8AC, and S4 = 10AC. The second factor is the type of packaging, which is divided into 3 levels, namely. K1 = Plastic wrapping . K2 = High-Density Polyethylene (HDPE) Plastic, and K3 = Styrofoam. Each replication consists of 6 pieces, so the number of purple eggplants used is 24. The observed parameters included weight loss (%), hardness . m/g/. , color, and pH. The results showed that the combination of 8AC temperature and plastic wrap packaging was the best treatment to suppress weight loss and maintain the dark purplish red color and fruit hardness until 28 Days After Harvest (DAP). Although 10AC temperature produced the highest pH value, the use of 8AC temperature with plastic wrap proved to be the most effective in maintaining the physical quality of purple eggplant fruit during cold storage. Keywords: packaging type. purple eggplant. storage temperature PENDAHULUAN Terung ungu (Solanum melongena L. merupakan salah satu komoditas dibudidayakan baik secara komersial Dalam setiap 100 gram terung ungu mentah, terkandung nilai gizi yang signifikan. Nutrisi tersebut meliputi 26 kalori, 1 gram protein, 0,2 gram karbohidrat, serta diperkaya dengan vitamin A . , vitamin B . ,04 . , dan vitamin C . (Ramadan & Prastia, 2. Menurut Badan Pusat Statistik, . jumlah produksi terung ungu di Provinsi Banten berfluktuasi, sempat mengalami kenaikan dari 5. 458 ton . , namun kemudian menurun tajam pada 2023 . 862 to. dan 2024 . 643 to. Faktor yang menjadi penyebab produksi terung ungu mengalami penurunan adalah faktor pemupukan yang kurang tepat, luas areal budidaya terung ungu yang masih sedikit, serta cara budidaya yang kurang baik (Ramadhan & Sabli. Selain budidaya yang kurang baik, pasca panen yang tidak efektif juga dapat mempengaruhi kualitas dari terung ungu. Kriteria pemanenan buah terung ungu mengikuti standar sortasi dan grading. Pada sortasi atau dipisahkan berdasarkan perbedaan mutu tanpa penggolongan tingkat, sedangkan grading atau pengkelasan melibatkan pengelompokan ke dalam kelas 1 dan kelas 2 berdasarkan bentuk dan warna. Kualitas dan umur simpan pemanenan yang tepat (Arifky et al. Penyimpanan terung ungu dilakukan untuk menjaga kualitasnya, terutama dalam upaya memperpanjang umur simpan buah terung ungu. Menurut Lestari et al. , . penyimpanan suhu penurunan kadar air, susut bobot dan laju respirasi terung ungu serta dapat meminimalkan resiko kerusakan dan memperpanjang daya simpan terung ungu, sehingga dapat memenuhi Penyimpanan terbaik buah terung ungu adalah pada suhu memperlambat laju respirasi dan Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . mempertahankan kualitas fisik serta Sebaliknya temperatur yang terlalu rendah suhu yang dibawah 7AC dapat menyebabkan chilling injury, yang dapat merusak kualitas terung (Adhamatika et al. , 2. Selain cara penyimpanan, umur simpan juga dapat pengemasan yang tepat dengan menggunakan plastik wrap dan plastik HDPE (High Density Polyethylen. yang digunakan untuk memperpanjang daya simpan buah dengan cara mengurangi penguapan air dan menghambat laju respirasi (Sukesi et al. , 2. Penelitian menganalisis pengaruh variasi suhu berbagai jenis pengemasan terhadap kualitas fisik buah terung ungu dalam Meskipun penerapan suhu memperlambat laju respirasi, risiko munculnya kerusakan akibat suhu dingin . hilling injur. masih menjadi kendala utama yang dapat menurunkan kualitas Melalui penelitian ini, penentuan kombinasi suhu dan jenis kemasan plastik yang paling tepat sangat diperlukan untuk menemukan metode penyimpanan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas kesegaran pada buah terung ungu. Tujuan penelitian ini agar dapat memberikan rekomendasi teknis bagi para petani meminimalkan kehilangan hasil . ostharvest los. serta menjaga nilai METODOLOGI Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial atau dikenal dengan Split Plot. Metode ini dipilih karena struktur percobaan sesuai dengan prinsip split plot yaitu . etak utam. nak peta. Terdiri dari 2 . Faktor pertama yaitu suhu (S) dan Faktor kedua yaitu (K). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 sampel buah terung ungu. Persiapan Sampel Tahapan dilakukan dengan mempersiapkan buah terung ungu yang akan diamati dan diteliti yaitu sejumlah 24 Sampel yang digunakan pada penelitian ini berasal dari hasil panen petani yang berada di Kragilan. Kecamatan Walantaka. Kota Serang. Banten . Sortasi/Grading Sortasi/grading dilakukan untuk digunakan sesuai dengan klasifikasi yang sudah ditentukan yang memiliki kriteria bentuk buah oval, panjang 10-20 cm dengan bobot 150-200 g, serta bersih dari kotoran yang merupakan hasil grading kelas Buah terung yang dianggap tidak layak adalah buah yang tidak masuk kategori kelas 1 dan 2, kerusakan parah ataupun busuk (Setiawan et al. , 2. Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . Pengemasan Pengemasan sampel dilakukan dengan menggunakan 2 jenis kemasan plastik yaitu plastik wrap dan HDPE serta styrofoam. Setiap diletakkan di atas styrofoam yang berperan sebagai alas sampel. Penyimpanan dingin Sampel yang telah melalui proses pengemasan selanjutnya disimpan Pengaruh penyimpanan dingin dan lama kerusakan pada terung (Dahlan et al. Perlakuan digunakan melipui suhu 4 C, 6oC, 8oC dan 10oC. Suhu ini digunakan meliputi kemasan plastik wrap. HDPE Pengamatan Pengamatan dilakukan setiap 4 hari sekali, meliputi hari ke-0, ke-4, ke-8, hari ke-12, hari ke-16, hari ke-20, hari ke-24, dan hari ke-28. Pengamatan dilakukan terhadap susut berat, kesegaran, kekerasan, pH buah, dan warna kulit buah. Analisis Data Pengolahan data Untuk variabel kualitatif analisis data dilakukan secara deskriptif dan variabel kuantitatif dengan analisis ragam (ANOVA) serta apabila terdapat beda nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Susut Bobot (%) Susut bobot pada buah terung ungu Terdapat interaksi antara perlakuan suhu penyimpanan dan jenis kemasan mengahasilkan nilai ratarata penyusutan terkecil yang ditunjukkan oleh perlakuan S1K2 dengan menggunakan suhu 4AC dan jenis kemasan plastik HDPE pada pengamatan hari ke . dan 28 HSP) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya, akan tetapi dengan menggunakan suhu mengalami chilling injury yang disebabkan akibat perlakuan suhu yang terlalu rendah (Yuan et al. Semakin rendah suhu semakin mudah mengalami chilling injury ditandai dengan perubahan warna menjadi browning. Perlakuan S3 . uhu 8AC) menunjukkan buah terbaik pada 1628 HSP yang menghasilkan nilai ratarata tidak berbeda nyata dengan S1 . uhu 4AC) dan S2 . uhu 6AC) yaitu dapat mempertahankan kualitas buah lebih optimal ditandai dengan warna dan teksturnya, namun berbeda nyata dengan perlakuan S4 yang mengalami penyusutan secara signifikan pada suhu 10AC. Hal ini disebabkan karena suhu 8AC menggunakan plastik wrap cukup ideal untuk terung ungu selama penyimpanan dingin dan dapat mempertahankan kualitas buah. Menurut (Nauly et al. , 2. pengemasan yang baik dapat Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . penampilan, serta memperpanjang masa simpan bahan. Penggunaan jenis kemasan plastik pada suhu perubahan suhu yang bersifat reversible (Gaol, 2. Plastik wrap dapat berkontribusi peningkatan konsentrasi COCC dan penurunan OCC, yang secara biologis akan memperlambat laju respirasi buah (Sari et al. , 2. Perubahan kekerasan buah terung ungu selama penyimpanan dingin dapat dilihat pada gambar 1. Susut Bobot (%) S4K3 S4K2 S4K1 S3K3 S3K2 S3K1 Hari Setelah Penyimpanan (HSP) S2K3 S2K2 Gambar 1. Grafik susut bobot buah terung ungu Kekerasan . Tingkat kekerasan pada buah terung ungu merupakan parameter yang diamati dalam penelitian ini. Pada periode pengamatan . HSP) . uhu 8AC) rata-rata kekerasan tertinggi akan tetapi, tidak berbeda nyata dengan S2 . uhu 6AC) dan S4 . uhu 10AC) namun berbeda nyata dengan S1 . uhu 4AC). Hal ini diduga karena proses pelunakan buah berlangsung kekerasan menurun. Di mana nilai tinggi sama dengan lebih lunak dalam pengujian menggunakan alat penetrometer. Hal ini sejalan dengan pendapat Sundari et al. , yang menyatakan bahwa semakin besar angka yang tertera pada alat penetrometer maka semakin lunak buah tersebut atau semakin rendah tingkat kekerasan Perubahan kekerasan buah terung ungu selama penyimpanan dingin dapat dilihat pada gambar 2. Nilai kekerasan buah pada proses pematangan akan berpengaruh terhadap kualitas fisik serta umur (Khasbullah et al. , 2. Tekstur buah terung ungu akan mengalami signifikan selama penyimpanan membuat buah menjadi lunak. Buah Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . Tingkat kekerasan buah terung ungu mengalami perubahan selama periode penyimpanan yang mengakibatkan buah terung ungu mengalami perubahan tekstur dan perubahan warna, hal ini diduga karena dalam beberapa suhu penyimpanan yang digunakan mempengaruhi karakteristik buah. Buah terung ungu yang memiliki kekerasan optimal di tandai dengan kulitnya kencang dan daging buahnya langsung kembali ke bentuk semula tanpa meninggalkan bekas jari ketika disentuh. Tekstur ini menandakan terung masih segar, tidak keriput, dan isinya tidak pahit atau mulai membusuk. S4K3 S4K2 S4K1 S3K3 S3K2 S3K1 S2K3 S2K2 S2K1 S1K3 S1K2 S1K1 Kekerasan . teksturnya menunjukkan terjadinya menuju ke pembusukan An et al. Secara fisiologis, penurunan kekerasan buah terung selama penyimpanan pascapanen memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan integritas sistem jaringan . Tekstur internal jaringan, mencakup kadar air, struktur penyusun dinding sel, serta tekanan turgor. Adapun berkurangnya tingkat kekerasan degradasi dinding sel serta berbagai proses biokimia yang berlangsung selama masa penyimpanan (Suci. Perlakuan Suhu Dan Jenis Kemasan Gambar 2. Grafik kekerasan buah terung ungu pH Buah Penentuan nilai pH pada buah terung ungu merupakan parameter yang diamati dalam penelitian ini. Perlakuan . uhu 10AC) menghasilkan rata-rata pH tertinggi pada . HSP) yaitu 5,67 akan tetapi, tidak berbeda nyata dengan S3 . uhu 8AC) namun berbeda nyata dengan S1 . uhu 4AC) dan S2 . uhu 6AC). Hal ini diduga karena suhu mempercepat laju respirasi dan degradasi asam organik terutama asam sitrat dan asam malat melalui keasaman buah menurun dan pH Menurut Puspitasari Seftiono, . Pada penurunan nilai pH terjadi akibat adanya proses respirasi yang berlangsung lebih cepat sehingga terjadi kenaikan jumlah asam-asam Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . pH yang cenderung asam pada buah terung ungu merupakan pH yang baik untuk menjaga Perubahan pH buah terung ungu selama penyimpanan dingin dapat dilihat pada gambar 3. S4K3 S4K2 S4K1 S3K3 S3K2 S3K1 S2K3 S2K2 S2K1 S1K3 S1K2 S1K1 pH Buah turunnya nilai pH. Menurut Yolla & Ardhista, . selama proses penyimpanan akan terjadi proses hilangnya asam organik yang dirubah menjadi gula dan senyawa Perlakuan Suhu Dan Jenis Kemasan Gambar 3. Grafik pH buah terung ungu Warna Buah Pengamatan warna buah terung ungu dilakukan pada setiap satuan perubahan warna yang terjadi pada hari ke . HSP) atau sebelum penyimpanan sampai dengan hari . HSP) Variasi warna pada buah dipengaruhi oleh perbedaan morfologi seperti bentuk dan ukuran, serta aktivitas metabolisme yang menentukan bagaimana pigmen warna terdistribusi (Kasim et al. Berdasarkan Tabel 1 pada hari ke-1, sebagian besar sampel . menunjukkan warna merah keunguan gelap, sementara dua (S2K1 S4K. menunjukkan warna ungu gelap, menandakan konsentrasi antosianin yang sangat tinggi. Setelah 28 hari, perlakuan dengan suhu terendah serta pengemasan yang paling efektif yaitu (S3K1. S3K2. S3K. atau dengan perlakuan suhu 8oC berhasil mempertahankan warna merah keunguan gelap secara sempurna, menunjukkan keberhasilan dalam menghambat laju reaksi kimia dan aktivitas enzim polifenol oksidase. Sebaliknya, melibatkan suhu yang lebih rendah 4oC dan 6oC atau pengemasan kerusakan pada buah dicirikan dengan tanda awal perubahan Penyimpanan suhu rendah dapat menunda proses pematangan dan pembusukan buah (Rahman dan Copyright A Agus. Firnia. Roidelindho, & Fatmawaty . Faisal, 2. Sebaliknya perlakuan 10AC . uhu pada metabolisme sel sehingga terjadi proses transpirasi yang menyebabkan kehilangan kadar air yang diikuti perubahan warna perubahan pigmen. Hal ini sejalan dengan pendapat Andhika et al. , bahwa perubahan warna pada buah merupakan akibat dari aktivitas respirasi dan transpirasi. Tabel 1. Pengaruah suhu dan pengemasan terhadap warna buah terung ungu Perlakuan S1K1 Merah keunguan gelap P 28 Jingga sedang/Moderat S1K2 Merah keunguan gelap Jingga sedang/Moderat S1K3 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap S2K1 Ungu gelap Merah keunguan gelap S2K2 Merah keunguan gelap Kuning kehijauan pucat S2K3 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap S3K1 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap S3K2 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap S3K3 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap S4K1 Merah keunguan gelap Kuning kehijauan pucat S4K2 Ungu gelap Merah keunguan gelap S4K3 Merah keunguan gelap Merah keunguan gelap SIMPULAN Perlakuan suhu penyimpanan dan jenis kemasan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas fisik buah Penyimpanan suhu 4AC paling baik untuk menjaga susut bobot dengan nilai rata-rata 1,27% pada hari ke-16, 1,30% pada hari ke-20, 1,39% pada hari ke-24, dan 1,26% pada hari Suhu 8AC paling efektif mempertahankan kekerasan buah . ,77 mm/. dan warna merah keunguan gelap yang sempurna pada periode 28 hari setelah penyimpanan. Sedangkan suhu 10AC menghasilkan pH buah tertinggi . Selanjutnya parameter pengamatan susut bobot periode hari ke 4 HSP . ,94%), 8 HSP ,18%), 12 HSP . ,24%), 20 HSP . ,38%), dan 24 HSP . ,45%). Serta terdapat penyimpanan 4AC dan jenis kemasan plastik HDPE terhadap parameter susut bobot periode pengamatan hari ke-16 HSP . ,78%) dan 28 HSP . ,77%). Maka, suhu 8AC dengan kemasan plastik wrap merupakan perlakuan terbaik untuk menjaga kualitas fisik buah terung ungu selamapenyimpanan. DAFTAR PUSTAKA