JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 74-79 ISSN : 2985-4768 ANALISIS DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT. PESONA PUTRA PERKASA CABANG PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN Dita Murni Gulo1 Email : Ditamurnigulo@Gmail. Com 1 Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Anton Nurhidayat2 Email : Dosen02200@Unpam. Ac. Id2 Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis disiplin kerja karyawan pada PT. Pesona Putra Perkasa cabang Pamulang kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan model fenomenologi. Berdasarkan Hasil dan analisis penelitian yang telah dilakukan maka penlis bahwa Disiplin kerja di PT. Pesona Putra Perkasa berjalan baik. Namun, dalam kondisi tertentu, perusahaan tetap memberikan toleransi sebagai bentuk empati terhadap kendala pribadi karyawan. Sistem pengawasan yang diterapkan, baik melalui absensi maupun pemantauan atasan, turut menjaga kedisiplinan tetap terjaga. Penerapan sanksi dan penghargaan juga dilakukan secara adil untuk mendorong kepatuhan dan motivasi kerja. Kata Kunci: Disiplin Kerja Karyawan ABSTRACK The purpose of this study is to determine the analysis of employee work discipline at PT. Pesona Putra Perkasa Pamulang branch. South Tangerang city. This study is a study that uses a qualitative approach with a phenomenological Based on the results and analysis of the research that has been done, the author that. Work discipline at PT. Pesona Putra Perkasa is running well. However, under certain conditions, the company still provides tolerance as a form of empathy for employee personal obstacles. The implemented supervisory system, both through attendance and superior monitoring, helps maintain discipline. The application of sanctions and rewards is also carried out fairly to encourage compliance and work motivation. Keywords: Employee Work Discipline PENDAHULUAN Karyawan dalam suatu perusahaan adalah kumpulan orang-orang yang terseleksi dalam rangka melaksanakan suatu pekerjaan yang sudah dirancang oleh manajemen perusahaan untuk melakukan atau melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan dan dilaksanakan sebaik-baiknya demi kepentingan perusahaan dalam melaksanakan bisnis dan usaha dari perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan dapat dicapai apabila perusahaan mampu mengolah, menggerakan, serta menggunakan sumber daya manusia yang dimiliki secara efektif dan efisien. Peran manusia dalam hal ini pegawai dalam organisasi perusahaan memegang peranan yang penting sebagai penggerak dari setiap kegiatan. Pegawai merupakan faktor penting dan penentu dalam pencapaian yang ingin diraih perusahaan. Manajemen merupakan satu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Hasibuan, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index 2017:. Dalam kehidupan organisasi, sumber daya manusia dirasakan semakin besar peranannya. Hal ini dikarenakan pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang penting dalam pencapaian Demikian pula didalam suatu kepemimpinan perusahaan, sumber daya manusia adalah faktor utama yang patut dipertimbangkan. Kinerja karyawan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Kinerja tidak hanya diukur dari hasil kerja semata, tetapi juga dari proses kerja, sikap profesional, disiplin, dan konsistensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dalam era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang berkinerja tinggi, memiliki komitmen kuat, dan mampu bekerja secara efektif serta efisien. Kinerja perusahaan sangat tergantung oleh kinerja bawahannya, oleh karena itu perusahaan menetapkan standar kinerja yang harus dicapain oleh setiap karyawannya. Kinerja yang baik dapat tercipta apabila perusahaan memiliki pesaing dalam usahanya. Perusahaan-perusahaan tersebut berlomba-lomba untuk JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 74-79 mendapatkan konsumen lebih banyak dibandingkan dengan pesaingnya (Jaelani, 2. Perusahaan tersebut bersaing agar dapat memiliki kinerja yang maksimal. Untuk mengukur kinerja yang dicapai karyawan, perusahaan melakukan penilaian kinerja. Penilaian kinerja tersebut merupakan sebuah mekanisme yang dilakukan untuk memastikan bahwa para pekerja mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan dan memberikan hasil kerja yang memuaskan sehingga dapat menaikkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dalam menjalankan setiap tugasnya perusahaan menilai setiap kinerja dan produktivitas karyawannya, apakah sesuai dengan pelaksanaan yang telah ada didalam perusahaan Penegakan disiplin kerja sangat berhubungan dengan peningkatan kinerja para karyawannya. Fenomena kinerja karyawan di PT. Pesona Putra Perkasa Cabang Pamulang, khususnya pada bagian pengajuan pinjaman KTA, menunjukkan sejumlah kendala yang memengaruhi produktivitas dan kualitas pelayanan. Beberapa karyawan masih belum mampu mencapai target harian pengajuan yang ditetapkan perusahaan. Selain itu, kedisiplinan waktu menjadi masalah utama, di mana banyak pegawai datang terlambat dan meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerja berakhir. Kurangnya ketelitian dalam memverifikasi dokumen pengajuan juga sering menyebabkan berkas dikembalikan oleh analis pusat. Fenomena ini mengindikasikan lemahnya pemahaman terhadap SOP yang berlaku serta minimnya kontrol dari Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan dan menurunkan kepercayaan nasabah. Selain meningkatkan disiplin kerja, untuk memotivasi pegawai dalam bekerja perusahaan perlu memberikan insentif kepada pegawai dengan adil dan layak agar pegawai termotivasi dalam bekerja dengan baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dengan semaksimal mungkin, diharapkan semua kegiatan akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kinerja merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah perusahaan dalam upayanya untuk menciptakan suatu produk atau jasa. Kinerja biasanya identik dengan proses pekerjaan dikalangan pegawai suatu perusahaan. Karena kinerja inilah yang akan memberikan suatu hasil bagiperusahaan tersebut. Menurut Sutrisno . AuKinerja adalah hasil kerja karyawan dilihat dari aspek kualitas, kuantitas, waktu kerja, dan kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasiAy. Kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap pegawai memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan Kinerja pegawai harus dapat ditentukan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 dengan pencapaian target selama periode waktu yang dicapai organisasi Peneliti mengambil judul Analisis Disiplin Kerja Karyawan pada PT Pesona Putra Perkasa cabang Pamulang Kota Tangerang Selatan, setelah peneliti melakukan kegiatan penelitian berdasarkan observasi awal yang ditemukan oleh peneliti yaitu adanya fenomena pada kedisiplinan pegawai, seperti masih terlihat Pegawai yang mengabaikan ketepatan waktu untuk hadir di kantor, menggunakan jam kerja untuk hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Laporan kehadiran yang diabaikan apabila tidak hadir/tidak masuk kerja, dimana semua ini dapat menganggu kinerja karyawan karena tidak sesuai dan mengakibatkan lemahnya kinerja karyawan karena kedisiplinan yang kurang dapat dilaksanakan dan diterapkan karyawan. Berdasarkan tabel 1. 1 di atas, dapat dilihat bahwa Tahun 2021, tingkat pelanggaran tercatat sebesar 1,48% dari total jam kerja yang tersedia, dengan jumlah pelanggaran sebanyak 170 kasus. Bentuk pelanggaran tertinggi adalah keterlambatan . Tahun 2022, tingkat pelanggaran menurun menjadi 1. 35%, dengan total 172 Penurunan ini dapat menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karyawan terhadap kedisiplinan, atau hasil dari upaya manajerial dalam pembinaan disiplin. Tahun 2023, tingkat pelanggaran kembali naik ke 1,53%, dengan jumlah pelanggaran tertinggi dalam tiga tahun terakhir yaitu 210 kasus. Kenaikan ini perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama karena terdapat peningkatan signifikan pada jumlah keterlambatan dan alpha. Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa disiplin karyawan pada PT. Pesona Putra Perkasa masih belum optimal baik meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian Sugiyono mengemukakan Metode penelitian kualitatif adalah suatu metode yang bertumpu dari filsafat postpositivisme, metode penelitian kualitatif dipakai untuk penelitian yang berfokus kepada kondisi obyek yang alamiah. Selain ittu menggunakan teknik pengambilan data dengan triangulasi . , analisis yang bersifat induktif atau kualitatif. Hasil yang diperoleh dari menggunakan penelitian kualitatif sendiri adalah menekankan pada makna dari JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 74-79 Menurut Harahap . Aupenelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang menggambarkan semua data atau keadaan subjek atau objek penelitian kemudian dianalisis dan dibandingkan berdasarkan kenyataan yang sedang berlangsung pada saat ini dan selanjutnya mencoba untuk memberikan pemecahan masalahnya dan dapat memberikan informasi yang mutakhir sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta lebih banyak dapat diterapkan pada berbagai masalahAy. ISSN : 2985-4768 Dari pernyataan para informan diatas dapat Semua kedisiplinan waktu adalah aspek penting dalam meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas. Karyawan percaya ketepatan waktu bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga tanggung jawab profesional yang harus dijunjung oleh setiap karyawan. Sikap positif ini menunjukkan kesadaran kolektif akan dampak kedisiplinan waktu terhadap kinerja tim dan pencapaian tujuan perusahaan. Apa langkah yang diambil oleh perusahaan jika ada karyawan yang terlambat? Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Gambaran dari penelitian ini. Memahami disiplin kerja Sempu sangat bergantung pada jawaban informan. Peneliti ingin menjabarkan dengan detail sebagai Bagaimana pandangan Anda mengenai kedisiplinan waktu di tempat kerja? Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: Kemudian pertanyaan untuk triangulasi yang di ajukan kepada manajer yaitu Apakah kedisiplinan waktu yang diterapkan saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan? Bapak Edi Sukandi. kom menjawab: https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Kemudian pertanyaan untuk triangulasi yang di ajukan kepada manajer yaitu Bagaimana efektivitas peraturan yang diterapkan untuk menjaga kedisiplinan di tempat kerja? Bapak Edi Sukandi. kom menjawab: Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Perusahaan menerapkan sistem teguran dan sanksi yang berjenjang bagi karyawan yang Sebagai langkah awal, karyawan yang terlambat akan mendapatkan peringatan lisan atau Jika keterlambatan berlanjut, maka tindakan disiplin yang lebih tegas akan diberikan. Hal ini menunjukkan perusahaan berkomitmen untuk menjaga kedisiplinan sambil memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperbaiki perilaku Karyawan. Sejauh mana Anda merasa peraturan perusahaan dijalankan dengan konsisten? Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: Kemudian pertanyaan untuk triangulasi yang di ajukan kepada manajer Seberapa sering karyawan mengalami kesulitan dalam mematuhi peraturan perusahaan, dan apa alasannya? Bapak Edi Sukandi. kom menjawab: Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Mayoritas informan merasa peraturan perusahaan diterapkan dengan cukup JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 74-79 konsisten, meskipun ada beberapa situasi di mana Karyawan penegakan peraturan tidak hanya terkait dengan disiplin, tetapi juga mempertimbangkan konteks tertentu yang dihadapi oleh karyawan. Sikap ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya adaptasi dalam lingkungan kerja yang dinamis. Bagaimana sikap Anda terhadap peraturan perusahaan yang ada? Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: Kemudian pertanyaan untuk triangulasi yang di ajukan kepada manajer Apakah tindakan perusahaan dalam menangani pelanggaran disiplin sudah cukup tegas dan adil? Bapak Edi Sukandi. kom menjawab: Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Semua informan menunjukkan dukungan terhadap peraturan yang ada, menganggapnya sebagai pilar penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik. Karyawan menghargai peraturan sebagai panduan yang membantu menjaga kedisiplinan dan kinerja tim. Sikap positif ini mencerminkan kesepakatan aturan berfungsi untuk meningkatkan kolaborasi dan efisiensi di tempat kerja. Apakah Anda merasa tanggung jawab Anda di tempat kerja sudah sesuai dengan harapan Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: Kemudian pertanyaan untuk triangulasi yang di ajukan kepada manajer Sejauh mana karyawan memahami tanggung jawab masing-masing dalam tim atau unit Bapak Edi Sukandi. kom menjawab: https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Informan merasa tanggung jawab Karyawan di tempat kerja sejalan dengan harapan perusahaan, meskipun beberapa di antaranya membutuhkan arahan tambahan. Ini menunjukkan ada kesadaran yang baik tentang peran masing-masing, pengembangan lebih lanjut agar semua karyawan dapat memahami tugas dan tanggung jawab Karyawan dengan jelas. Bagaimana cara Anda menangani tugas atau tanggung jawab yang lebih berat atau mendesak? Bapak M. A Bayu Samudra menjawab: Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Karyawan menunjukkan pendekatan proaktif dalam menangani tugas yang lebih berat atau mendesak, dengan fokus pada prioritas dan kolaborasi. Karyawan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dalam situasi yang memerlukan. Karyawan tidak ragu untuk meminta bantuan. Pendekatan ini menunjukkan ada budaya kerja yang saling mendukung di antara rekan-rekan. Dari pernyataan para informan diatas dapat penulis simpulkan Informan mendukung sistem sanksi dan penghargaan yang diterapkan perusahaan sebagai cara untuk memotivasi kedisiplinan. Karyawan percaya sistem ini adil dan dapat mendorong Karyawan untuk menjaga kedisiplinan secara lebih konsisten. Pendapat ini menunjukkan karyawan mengapresiasi upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang menyeimbangkan antara penghargaan dan tanggung Pembahasan Penelitian Pada pembahasan pertama tentang bagaimana pandangan karyawan mengenai kedisiplinan waktu di tempat kerja, penulis dapat menyimpulkan bahwa Karyawan memandang kedisiplinan waktu sebagai aspek yang sangat penting dalam mendukung efisiensi dan produktivitas kerja. Kesadaran kolektif tercermin dari sikap proaktif dan tanggung jawab yang tinggi terhadap ketepatan waktu, yang dipandang sebagai bagian dari profesionalisme kerja. Pada pembahasan kedua tentang apa langkah yang diambil oleh perusahaan jika ada karyawan yang terlambat, penulis dapat menyimpulkan bahwa Perusahaan menerapkan sistem sanksi berjenjang, dimulai dari teguran lisan, peringatan tertulis, hingga sanksi disipliner. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan perbaikan sekaligus menegaskan pentingnya komitmen terhadap waktu kerja. Pada pembahasan ketiga tentang sejauh mana karyawan merasa peraturan perusahaan dijalankan dengan konsisten, penulis dapat menyimpulkan bahwa Mayoritas karyawan merasa bahwa peraturan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 74-79 perusahaan dijalankan secara konsisten. Namun, dalam kondisi tertentu, perusahaan menunjukkan fleksibilitas sebagai bentuk empati terhadap situasi pribadi karyawan, seperti kendala jarak tempuh atau kebutuhan mendesak lainnya Pada pembahasan keempat tentang bagaimana sikap karyawan terhadap peraturan perusahaan yang ada, penulis dapat menyimpulkan bahwa Karyawan menunjukkan sikap mendukung dan menghormati peraturan yang ada. Mereka memandang aturan sebagai pedoman yang membantu menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan kerja, serta meningkatkan kolaborasi antar tim. Pada pembahasan kelima tentang apakah tanggung jawab yang diberikan sudah sesuai dengan harapan perusahaan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Sebagian besar karyawan merasa bahwa tanggung jawab yang diberikan telah sesuai dengan harapan perusahaan. Namun, masih terdapat beberapa karyawan yang memerlukan arahan tambahan, sehingga penting bagi manajemen untuk terus melakukan pembinaan dan komunikasi yang efektif. Pada pembahasan keenam tentang bagaimana cara karyawan menangani tugas atau tanggung jawab yang lebih berat atau mendesak, penulis dapat Karyawan mengutamakan prioritas pekerjaan dan tidak ragu meminta bantuan rekan kerja untuk menyelesaikan tugas berat atau mendesak. Budaya kolaborasi dan saling mendukung telah terbentuk dengan baik di lingkungan perusahaan. Pada pembahasan ketujuh tentang apakah ada pengawasan khusus terkait kedisiplinan kerja di perusahaan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pengawasan terhadap kedisiplinan kerja dilakukan secara rutin oleh atasan langsung. HRD, serta melalui sistem absensi dan laporan kerja. Pengawasan ini bertujuan memastikan seluruh karyawan mematuhi peraturan dan menjaga standar disiplin. Pada bagaimana tanggapan karyawan terhadap sistem sanksi atau penghargaan terkait kedisiplinan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Sistem sanksi dan penghargaan yang diterapkan perusahaan dinilai adil dan efektif dalam meningkatkan motivasi serta kedisiplinan kerja. Karyawan mendukung sistem tersebut karena mampu mendorong komitmen terhadap tanggung jawab dan memberikan motivasi positif Secara menyimpulkan bahwa disiplin kerja di PT. Pesona Putra Perkasa berjalan dengan baik berkat adanya kesadaran, sistem pengawasan, dan penerapan sanksi serta penghargaan yang seimbang. Namun, perusahaan tetap perlu melakukan evaluasi dan pembinaan berkelanjutan agar kedisiplinan dan kinerja karyawan semakin optimal sesuai dengan tujuan organisasi. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 KESIMPULAN AuBerdasarkan hasil dan analisis dari penelitian yang telah dilakukan maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa:Ay Disiplin kerja di PT. Pesona Putra Perkasa berjalan baik. Namun, dalam kondisi tertentu, perusahaan tetap memberikan toleransi sebagai bentuk empati terhadap kendala pribadi Sistem diterapkan, baik melalui absensi maupun pemantauan atasan, turut menjaga kedisiplinan Penerapan sanksi dan penghargaan juga dilakukan secara adil untuk mendorong kepatuhan dan motivasi kerja. DAFTAR PUSTAKA