EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pengaruh Variasi Gaya Mengajar Guru Pendidikan IPS Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai Caterina Lo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ekasakti Email: caterinapadang66@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi gaya mengajar guru Pendidikan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 79 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 378 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan 32 pernyataan berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai t-hitung 3,173 > ttabel 1,991 dan signifikansi 0,002 < 0,05. Semakin bervariasi gaya mengajar yang diterapkan, semakin baik hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengadopsi metode pengajaran yang lebih variatif guna meningkatkan efektivitas Kata Kunci: Variasi Gaya Mengajar. Guru Pendidikan IPS. Hasil Belajar. Siswa PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang menjadi faktor utama dalam kemajuan suatu negara. Menurut Sudjana . 1: . , pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks globalisasi, kualitas SDM yang unggul akan menentukan daya saing suatu bangsa. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan adalah metode pengajaran yang diterapkan oleh guru. Variasi gaya mengajar menjadi aspek penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Menurut Uno . EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 . , variasi dalam metode mengajar dapat meningkatkan minat, perhatian, dan motivasi belajar siswa. Dengan menerapkan berbagai pendekatan pengajaran, guru dapat menyesuaikan materi dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna. Hasil belajar siswa merupakan indikator utama dalam menilai efektivitas proses Dimyati dan Mudjiono . 3: . mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keberhasilan dalam setiap ranah ini sangat dipengaruhi oleh strategi dan metode yang digunakan guru dalam Jika metode yang digunakan kurang bervariasi, siswa cenderung kehilangan minat, yang berakibat pada rendahnya pemahaman terhadap materi pelajaran. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berilmu, dan mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru perlu menerapkan pendekatan yang bervariasi dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang monoton dan kurang interaktif dapat menyebabkan kejenuhan, sehingga menghambat pencapaian hasil belajar yang optimal (Sanjaya, 2018: . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar memiliki hubungan erat dengan hasil belajar siswa. Mustika dan Rahmi . 9: . menemukan bahwa metode pengajaran yang variatif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil akademik mereka. Demikian pula, penelitian Pusparini . 9: . menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan pendekatan yang lebih bervariasi memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menerima metode pengajaran konvensional. Dalam praktiknya, masih banyak guru yang menerapkan metode mengajar yang cenderung statis dan kurang memperhatikan gaya belajar siswa. Sebagian siswa merasa kesulitan memahami materi karena metode yang digunakan tidak sesuai dengan preferensi belajar mereka. Akibatnya, motivasi belajar mereka menurun, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar (Rahman, 2018: . Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan variasi gaya mengajar dalam proses pembelajaran. EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi gaya mengajar guru Pendidikan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana variasi dalam metode pengajaran dapat memengaruhi pencapaian akademik siswa. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: "Seberapa besar pengaruh variasi gaya mengajar guru Pendidikan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai?" Dengan menjawab pertanyaan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menguji pengaruh variasi gaya mengajar guru Pendidikan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pendekatan ini dipilih karena dapat memberikan analisis yang objektif berdasarkan data numerik, sehingga memungkinkan pengujian hipotesis secara sistematis dan terukur (Sugiyono, 2010: . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan jumlah 378 siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh 79 siswa sebagai responden. Teknik ini digunakan untuk memastikan bahwa setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, sehingga dapat meningkatkan validitas hasil penelitian (Riduwan, 2011: . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 32 item pernyataan berbasis skala Likert. Kuesioner ini dirancang untuk mengukur variasi gaya mengajar guru serta hasil belajar siswa. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan bahwa setiap item mampu mengukur variabel yang diteliti secara akurat dan konsisten (Arikunto, 2010: EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan beberapa teknik statistik. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian memenuhi standar pengukuran yang baik. Selanjutnya, untuk menguji hipotesis, digunakan uji-t dan regresi linier sederhana. Uji-t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variasi gaya mengajar terhadap hasil belajar siswa, sementara regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat (Sugiyono, 2010: . Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 24. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam menarik kesimpulan mengenai pengaruh variasi gaya mengajar terhadap hasil belajar siswa. Dengan metode penelitian yang terstruktur ini, diharapkan penelitian dapat memberikan temuan yang valid dan dapat digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kejuruan. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Uji Normalitas dan Homogenitas Sebelum melakukan analisis data lebih lanjut, langkah awal yang harus dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Normalitas data sangat penting karena banyak teknik statistik parametrik yang mengasumsikan bahwa data yang digunakan harus berdistribusi normal (Ghozali, 2016: . Dalam penelitian ini, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dikatakan berdistribusi normal (Sugiyono, 2017: . Selain uji normalitas, penelitian ini juga melakukan uji homogenitas untuk memastikan bahwa varians antar kelompok data yang dibandingkan bersifat Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah kelompok data memiliki varians yang sama atau tidak, sehingga analisis statistik yang digunakan dapat memberikan hasil yang akurat (Priyatno, 2018: . Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Levene dengan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dianggap memiliki varians yang EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk masingmasing variabel lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Hal ini berarti bahwa teknik statistik parametrik seperti uji-t dan regresi linier sederhana dapat digunakan untuk menguji hipotesis Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Variabel Nilai Sig. (Kolmogorov-Smirno. Kesimpulan Variasi Gaya Mengajar 0,124 Normal Hasil Belajar Siswa Normal 0,086 (Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 24. 0, 2. Sementara itu, hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa data memiliki varians yang sama atau homogen. Dengan demikian, asumsi homogenitas terpenuhi, dan analisis statistik dapat dilakukan dengan lebih valid. Hasil uji homogenitas ditampilkan pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Levene Variabel Nilai Sig. (Leven. Kesimpulan Variasi Gaya Mengajar 0,237 Homogen Hasil Belajar Siswa Homogen 0,198 (Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 24. 0, 2. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini memenuhi asumsi distribusi normal dan homogen. Oleh karena itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, seperti uji-t dan regresi linier sederhana, dapat diterapkan secara tepat untuk menguji hubungan antara variasi gaya mengajar guru dan hasil belajar siswa. Analisis Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa. Analisis regresi linier sederhana bertujuan untuk melihat hubungan antara satu variabel independen (X), yaitu variasi gaya mengajar guru, terhadap satu variabel dependen (Y), yaitu EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 hasil belajar siswa (Sugiyono, 2017: . Model regresi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi perubahan dalam hasil belajar siswa berdasarkan variasi gaya mengajar yang diterapkan oleh guru. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh persamaan regresi sebagai berikut: Y=66,990 0,196X Persamaan ini mengindikasikan bahwa jika variasi gaya mengajar guru meningkat sebesar satu satuan, maka hasil belajar siswa akan meningkat sebesar 0,196 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Konstanta sebesar 66,990 menunjukkan bahwa jika tidak ada variasi gaya mengajar (X = . , maka hasil belajar siswa tetap berada pada angka tersebut. Hasil analisis regresi dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Variabel Konstanta Koefisien Regresi (B) t-hitung Sig. 66,990 Variasi Gaya Mengajar (X) 0,196 3,173 0,002 (Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 24. 0, 2. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,173 yang lebih besar dari t-tabel . dengan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Semakin tinggi variasi dalam gaya mengajar yang diterapkan oleh guru, maka semakin baik hasil belajar yang diperoleh siswa (Arikunto, 2010: . Selain itu, nilai koefisien determinasi (RA) dalam penelitian ini sebesar 0,149, yang berarti bahwa variasi gaya mengajar guru berkontribusi sebesar 14,9% terhadap hasil belajar siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai ini menunjukkan bahwa meskipun variasi gaya mengajar berpengaruh terhadap hasil belajar, terdapat faktor lain yang juga memiliki pengaruh terhadap prestasi akademik siswa, seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, dan metode evaluasi yang diterapkan oleh sekolah (Dimyati & Mudjiono, 2013: . Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, dapat disimpulkan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan berbagai strategi mengajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji-t untuk mengetahui pengaruh variasi gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa. Uji-t digunakan untuk menguji apakah variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2017: . Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah: HCA (Hipotesis No. : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variasi gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa. HCA (Hipotesis Alternati. : Terdapat pengaruh yang signifikan antara variasi gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,173, sedangkan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% . dengan derajat kebebasan . = 77 adalah 1,991. Karena t-hitung . > t-tabel . dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, maka HCA ditolak dan HCA diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji-t dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Uji-t Pengaruh Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar Siswa Variabel t-hitung t-tabel Sig. Variasi Gaya Mengajar (X) 3,173 Kesimpulan 1,991 0,002 HCA Ditolak. HCA Diterima (Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 24. 0, 2. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin bervariasi metode pengajaran yang digunakan oleh guru, maka semakin baik hasil belajar yang diperoleh siswa. Guru yang mampu menggunakan berbagai teknik pengajaran, seperti diskusi, simulasi, dan studi kasus, dapat meningkatkan partisipasi serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran (Arikunto, 2010: . Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa variasi gaya mengajar memiliki hubungan positif dengan motivasi dan prestasi akademik siswa (Mustika & Rahmi, 2019: . EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung teori belajar yang menyatakan bahwa siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga penerapan metode pengajaran yang bervariasi akan lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan yang monoton (Dimyati & Mudjiono, 2013: . Dengan kata lain, semakin beragam metode yang digunakan guru, semakin besar kemungkinan siswa untuk memahami dan menguasai materi pelajaran dengan baik. Oleh karena itu, guru disarankan untuk terus meningkatkan kreativitas dalam mengajar guna menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik. Berdasarkan hasil uji hipotesis ini, dapat disimpulkan bahwa variasi gaya mengajar guru berkontribusi secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, guru diharapkan mampu menerapkan berbagai strategi pengajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik siswa. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan referensi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih berorientasi pada metode pengajaran yang fleksibel dan adaptif. PEMBAHASAN Pengaruh Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Keterlibatan dan Hasil Belajar Siswa Variasi gaya mengajar merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Guru yang mampu menerapkan berbagai metode pengajaran dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran (Sanjaya, 2018: . Penerapan variasi dalam gaya mengajar tidak hanya mencakup penggunaan metode yang berbeda, tetapi juga melibatkan aspek verbal, non-verbal, serta interaksi yang lebih dinamis antara guru dan siswa di dalam kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis regresi linier sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 66,990 0,196X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam variasi gaya mengajar akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0,196 satuan. EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Hal ini membuktikan bahwa semakin bervariasi gaya mengajar yang diterapkan oleh guru, semakin baik pula hasil belajar siswa. Selain itu, hasil uji-t menunjukkan nilai t-hitung . > t-tabel . dengan signifikansi 0,002 < 0,05, yang berarti bahwa hipotesis alternatif (HCA) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi gaya mengajar secara nyata memengaruhi keterlibatan dan hasil belajar siswa (Sugiyono, 2017: . Tabel 1 berikut menunjukkan hasil uji regresi linier sederhana yang memperkuat temuan Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Konstanta Koefisien Regresi (B) t-hitung Sig. Kesimpulan 66,990 Variasi Gaya Mengajar (X) 0,196 3,173 0,002 Signifikan (Sumber: Data primer diolah dengan SPSS 24. 0, 2. Keberagaman metode pengajaran memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Menurut Dimyati dan Mudjiono . 3: . , keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh metode yang diterapkan oleh guru. Siswa yang terlibat aktif dalam diskusi, simulasi, atau metode pembelajaran berbasis proyek cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan siswa yang hanya menerima materi secara pasif melalui Penelitian sebelumnya juga menunjukkan hasil serupa. Mustika dan Rahmi . 9: . menemukan bahwa variasi metode pengajaran guru berhubungan positif dengan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran, guru dapat menarik minat siswa yang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. Lebih lanjut, variasi gaya mengajar juga berperan dalam meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Menurut teori belajar konstruktivis yang dikemukakan oleh Piaget, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman mereka sendiri melalui pengalaman langsung (Uno, 2010: . Guru yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan menantang akan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka di kelas. EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 Selain itu, variasi dalam metode pengajaran dapat membantu mengatasi Banyak pembelajaran berlangsung secara monoton dan tidak melibatkan mereka secara aktif. Oleh karena itu, guru yang mampu menggunakan kombinasi metode, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media interaktif, dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif (Arikunto, 2010: . Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya variasi gaya mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan mengadaptasi strategi pengajaran yang lebih fleksibel dan inovatif, guru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Selain itu, penerapan variasi gaya mengajar juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap hasil belajar mereka. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar guru lebih memperhatikan penerapan variasi metode mengajar dalam proses pembelajaran. Sekolah juga perlu memberikan pelatihan kepada guru agar mereka dapat mengembangkan keterampilan dalam menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik siswa. Dukungan Penelitian Sebelumnya terhadap Temuan Ini Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan dan hasil belajar siswa diperkuat oleh berbagai penelitian sebelumnya. Mustika dan Rahmi . 9: . menemukan bahwa siswa yang diajar dengan metode yang bervariasi menunjukkan peningkatan dalam hasil belajar mereka dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode yang Dalam penelitian mereka, variasi gaya mengajar guru meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada prestasi akademik mereka. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Pusparini . 9: . juga menunjukkan adanya hubungan positif antara variasi gaya mengajar dengan hasil belajar siswa. Dalam studinya, ia menemukan bahwa siswa yang menerima pembelajaran dengan metode yang lebih bervariasi, seperti diskusi kelompok. EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 simulasi, dan studi kasus, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang hanya mendapatkan pembelajaran dengan metode ceramah. Hasil ini sejalan dengan temuan penelitian ini yang menunjukkan bahwa semakin bervariasi gaya mengajar yang diterapkan oleh guru, semakin tinggi hasil belajar yang dicapai siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Rahman dkk. 8: . juga memberikan bukti tambahan bahwa variasi metode pengajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Mereka menemukan bahwa siswa yang terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima materi secara pasif. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat temuan bahwa variasi gaya mengajar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Widodo . 0: . , yang meneliti pengaruh variasi gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa sekolah menengah atas. Dalam penelitian tersebut, ditemukan meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar, yang pada akhirnya berdampak positif pada hasil belajar mereka. Temuan ini mendukung hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar berkontribusi terhadap pencapaian akademik siswa. Sebuah studi yang dilakukan oleh Setyawati . 8: . tentang efektivitas model pembelajaran inovatif juga mendukung temuan ini. Dalam studinya, ia menemukan bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih bervariasi, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah, memiliki dampak yang lebih besar terhadap pemahaman dan retensi materi dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Dengan kata lain, pembelajaran yang lebih dinamis dan variatif cenderung memberikan hasil belajar yang lebih baik bagi siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Priyono dkk. 8: . juga mengungkapkan bahwa variasi metode pengajaran berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar Mereka menyimpulkan bahwa ketika guru menggunakan lebih banyak teknik pengajaran yang melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi interaktif dan EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 pembelajaran berbasis teknologi, maka hasil belajar siswa cenderung meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini yang menegaskan pentingnya variasi gaya mengajar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dikaitkan dengan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Suharsimi . 1: . Dalam studinya, ia menyoroti pentingnya penyesuaian metode pengajaran dengan karakteristik siswa. menemukan bahwa siswa dengan gaya belajar visual lebih mudah memahami materi ketika menggunakan media berbasis gambar dan video, sementara siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih baik memahami konsep melalui aktivitas fisik dan praktik Oleh karena itu, variasi gaya mengajar memungkinkan guru untuk menjangkau lebih banyak siswa dengan gaya belajar yang berbeda. Lebih lanjut, penelitian oleh Winarsih dan Yono . 1: . juga mendukung temuan ini. Dalam penelitian mereka tentang keterampilan Pendidikan IPS siswa SMA, ditemukan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus menunjukkan peningkatan keterampilan akademik dan praktik yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya mengikuti metode ceramah. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan variasi dalam gaya mengajar dapat memberikan manfaat tidak hanya dalam hal hasil akademik tetapi juga dalam pengembangan keterampilan praktis siswa. Dukungan tambahan terhadap temuan ini juga datang dari penelitian oleh Kusumadewi . 1: . , yang mengkaji pengaruh variasi gaya mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa variasi dalam teknik mengajar, seperti penggunaan alat peraga, permainan edukatif, dan pemanfaatan teknologi, secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan produktif. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa temuan dalam penelitian ini memiliki dasar empiris yang kuat. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan pola yang konsisten, yaitu bahwa variasi dalam metode pengajaran berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil akademik. Oleh karena itu, temuan dalam penelitian ini semakin EISSN: 2774-5112. PISSN: 2774-5120 Volume 4. Issue 2. Juli 2024 memperkuat pentingnya variasi gaya mengajar sebagai faktor utama dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah. KESIMPULAN Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi gaya mengajar guru Pendidikan IPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan survei, penelitian ini menemukan bahwa variasi gaya mengajar guru memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji-t menunjukkan bahwa semakin bervariasi metode pengajaran yang digunakan guru, semakin baik pula hasil belajar Regresi linier sederhana menunjukkan bahwa variasi berkontribusi sebesar 14,9% terhadap hasil belajar siswa, sementara faktor lain juga memengaruhi pencapaian akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode pengajaran yang dinamis dan inovatif dapat meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa terhadap materi. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan strategi pengajaran yang lebih variatif guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA