Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pengaruh gaya belajar dan belajar matematika realistis terhadap hasil belajar Siswa kelas V SDN 11 Lubuk Buaya Padang Laila Hasanah Universitas Negeri Padang. Jln. Dr. Hamka. Kota Padang and Indonesia lailahasanah060481@gmail. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 18 Maret 2023 Direvisi: 4 Juli 2023 Disetujui: 28 Oktober 2023 Tersedia Daring: 1 Januari 2024 Kata Kunci: Gaya Mengajar Model RME Hasil Belajar Keywords: Learning Style Model RME Learning Outcomes ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena peneliti ingin mengetahui pengaruh gaya belajar dan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SD. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan merupakan jenis Non Equivalent Pre-Test and Post-Test Control Group Design. Sampel penelitian untuk kelas eksperimen adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 11 Lubuk Buaya yang berjumlah 27 siswa dan kelas kontrol adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 11 Lubuk Buaya yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data berupa 20 soal tes pilihan ganda. Uji Independent Sample T-Test berfungsi untuk menguji hipotesis yang diperoleh Sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa penerapan gaya belajar dan model pembelajaran Realistic Mathematics Education mempunyai pengaruh dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 11 Lubuk Buaya Padang meningkat. Diketahui kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil pretes sebesar 65,25 dan rata-rata pretes kelas kontrol sebesar 65. Sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 84 > 72,5. ABSTRACT This research was conducted because researchers wanted to know the influence of learning styles and the Realistic Mathematics Education (RME) learning model on student learning outcomes in fifth grade elementary school mathematics subjects. This research method is quantitative and is a type of Non Equivalent Pre-Test and Post-Test Control Group Design. The research sample for the experimental class was all class V students at SD Negeri 11 Lubuk Buaya, totaling 27 students and the control class was all class V students at SD Negeri 11 Lubuk Buaya, totaling 27 students. The data collection technique is in the form of 20 multiple choice test questions. The Independent Sample T-Test serves to test the hypothesis obtained by Sig. 000 < 0. Based on the results, it shows that Ha is accepted and Ho is rejected. It can be concluded that the application of the Realistic Mathematics Education learning style and learning model has an influence and the learning outcomes of class V students at SD Negeri 11 Lubuk Buaya Padang increase. It is known that the experimental class obtained an average pretest result of 65. 25 and the control class pretest average was 65. Meanwhile, the posttest average of the experimental class was higher than the control class, namely 84 > 72. A2024. Laila Hasanah This is an open access article under CC BY-SA license Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pendahuluan Dalam proses pembelajaran siswa tidak didorong untuk mengembangkan kemampuan Proses pembelajaran di kelas diarahkan pada kemampuan siswa dalam menghafal suatu informasi, otak, siswa dipaksa untuk mengingat dan mengerjakan suatu informasi tanpa dituntut untuk memahami apa yang diingatnya untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini mengakibatkan ketika siswa lulus sekolah, mereka secara teori cerdas, namun buruk penerapannya dalam kehidupan. Kedepan, siswa akan menghadapi tantangan yang berat karena kehidupan masyarakat global selalu berubah setiap saat, oleh karena itu mata pelajaran matematika perlu dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan sosial yang dinamis. Untuk mencapai kompetensi tersebut perlu diciptakan suatu proses pembelajaran yang dapat menempatkan siswa sebagai subjek belajar, sehingga pengalaman belajar yang diperolehnya melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan menjadi kompetensi bagi siswa di masa depan dan berfungsi di masyarakat. Guru merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam pembelajaran yang merupakan tugas dan kewajibannya. Pembelajaran akan berhasil jika guru selalu mengadakan kompetisi Tentunya sebelum melaksanakan pembelajaran, seorang guru merancang perangkatnya, mulai dari program semester, silabus, hingga rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sehubungan dengan RPP, penguasaan materi merupakan suatu keharusan bagi seorang guru dalam memantau proses pembelajaran. Masih banyak guru yang tidak menggunakan model pembelajaran tersebut, sehingga yang terbawa di sekolah adalah menerima ilmu dari guru, bukan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi siswa. Pembelajaran dengan metode konvensional seolah menjadi sebuah kewajiban yang harus dihadapi oleh kelas. Guru sebagai sumber belajar, maka ia mempersiapkan segala kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan mulai dari merumuskan tujuan, menyampaikan materi, menggunakan metode, memilih media, merancang kegiatan hingga melakukan evaluasi. Setiap kegiatan yang dilakukan tidak disertai tujuan yang jelas maka tidak akan mencerminkan kegiatan yang dilakukan, begitu pula evaluasi yang tidak didasarkan pada pencapaian tujuan akan menghasilkan feedback yang buruk. Guru yang profesional di bidangnya berarti guru yang mempunyai kemampuan atau kualifikasi khusus di bidang pembelajaran atau dengan kata lain guru yang terdidik dan terlatih serta mempunyai pengalaman yang kaya di bidangnya. Dalam hal ini merencanakan dan mengembangkan proses pembelajaran merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki seorang guru. Dalam merencanakan skenario pembelajaran, guru harus memikirkan berbagai cara atau metode yang dapat memungkinkan siswa memperoleh kemampuan yang ingin dikuasainya setelah mengikuti proses pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan dan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran merupakan upaya untuk memvariasikan metode pembelajaran yang dipilih. Dengan memanfaatkan media dalam pembelajaran, guru mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan keberhasilan siswa dalam belajar tidak hanya bergantung pada gurunya saja melainkan faktor dalam dirinya seperti minat, motivasi, kreativitas dalam Keberhasilan siswa dalam belajar tidak hanya bergantung pada gurunya saja, tetapi juga faktor dalam dirinya, seperti minat, motivasi, kreativitas dalam belajar. Tugas guru adalah menciptakan suasana yang memungkinkan faktor-faktor tersebut muncul dan berkembang dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan penulis pada bulan Januari 2023 di kelas V SDN 11 Lubuk Buaya diketahui jumlah siswa SDN II kelas V sebanyak 32 orang dengan waktu pembelajaran pukul 07. 30 WIB sampai dengan pukul 12. 45 WIB. Sedangkan guru yang Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. mengajar pada gelar yang sama mempunyai ijazah S1/A IV dan mempunyai kemampuan yang Fenomena lain yang dilihat dari data Dinas Pendidikan Kota Padang adalah nilai numerasi SDN 11 Lubuk Buaya berada pada kategori merah dan kuning dan tidak pernah mendapat nilai diatas standar yang telah ditetapkan. Di sisi lain fenomena yang terlihat selama ini dalam proses pembelajaran di sekolah, di SDN 11 SDN Lubuk Buaya proses pembelajaran dilakukan secara monoton dan tidak melihat karakteristik masing-masing siswa, guru menjelaskan bahwa materi pembelajaran yang didengarkan siswa masih bersifat konvensional, sedangkan gaya belajarnya disesuaikan dengan karakteristik. siswa belum melaksanakannya dengan baik, hal ini merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran Matematika di kelas V antara lain: . proses pembelajaran belum bertumpu pada filosofi konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengetahuan adalah aktivitas aktif siswa yang mencermati lingkungannya dan bersikap kritis. kegiatan pembelajaran umumnya dilakukan melalui ceramah . kemampuan awal dan aktivitas belajar rendah ditunjukkan dengan kurangnya aktivitas siswa dalam mencapai pengetahuannya sendiri . siswa pasif . hasil belajar Matematika siswa belum maksimal menunjukkan prestasi yang menggembirakan, terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti remedial . kurangnya interaksi siswa di kelas . guru sering membiarkan siswa belajar secara mandiri . dari proses pembelajaran matematika, hasil belajar siswa yang kurang dari yang diharapkan. kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan dipandang sebagai permasalahan yang perlu segera diatasi dan solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran matematika realistik (PMR). Pembelajaran matematika pada hakikatnya menuntut guru untuk mengeksplorasi konsep, teori, dan pengetahuan sosial agar siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Metode Dalam penelitian ini ditentukan model pembelajaran yang berbeda dengan menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran matematika dan kelas kontrol pada pembelajaran matematika siswa kelas V SD Negeri 11 Lubuk Buaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dan akan dilihat hasil belajarnya berdasarkan gaya belajar pada kategori auditori, visual, dan audio visual. Populasi dalam penelitian ini direncanakan adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri yang mempunyai karakteristik hampir sama pada gugus I. II di Kecamatan Lubuk Buaya dan Sampel. Sampel menurut Sutrisno Hadi dalam Cholid Narbuko . adalah sebagian individu dari seluruh individu penelitian yang diteliti. Artinya sampel adalah bagian dari Jika populasinya besar, maka penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut karena keterbatasan waktu, oleh karena itu peneliti akan menggunakan data yang diambil dari populasi tersebut. Dengan kata lain populasi yang terdiri dari 14 sekolah dilakukan dengan cara random sampling dengan mengacak 14 sekolah dengan jumlah kelompok belajar kelas V sebanyak 16 orang untuk dijadikan lokasi penelitian karena sekolah mempunyai hak yang sama. Dipilih 2 kelompok lokal kelas V yang diseleksi menggunakan RME, 1 kelas tanpa menggunakan model RME. Pengembangan Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar yang diberikan pada awal penelitian dan post test pada akhir penelitian. Instrumen penelitian hasil belajar Instrumen penelitian hasil belajar adalah tes mata pelajaran matematika untuk variabel hasil belajar Matematika. Tes tersebut saya buat sendiri yaitu tes objektif berbentuk pilihan ganda dengan 4 pilihan. Datanya dalam skala interval dengan rentang 0-100, dalam hal ini siswa yang salah menjawab semua soal dalam tes mendapat skor Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. dan siswa yang menjawab semua soal salah mendapat skor 1 . (B). Instrumen Penelitian Gaya Belajar Variabel gaya belajar dijadikan instrumen berupa angket atau angket dengan menggunakan skala Likert . kala motivas. Kuesioner digunakan untuk membedakan antara motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah. Instrumen ini dirancang dengan menggunakan jawaban yaitu Selalu (SL). Sering (SR). Kadang-kadang (KK). Jarang (JR) dan Tidak Pernah (TP). Masing-masing mempunyai skor 5, 4, 3, 2, 1 untuk pernyataan positif atau 1, 2, 3, 4, 5 untuk pernyataan negatif. (C). Hasil Uji Validitas Manajemen merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat validitas dan keaslian suatu instrumen. Arikunto . untuk mengetahui dan memilih butir soal yang valid dan reliabel, instrumen tes diuji, kemudian dapat dicari uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan diferensiasi. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada siswa kelas V SDN 11 Lubuk Buaya Padang dengan cara menemui siswa secara langsung dan pengisian angket oleh siswa tidak dibawa pulang. Hasil belajar diambil dari hasil yang diperoleh dari tes objektif berupa pilihan ganda yang diberikan setelah 5 kali pertemuan. Teknik Analisis Data Deskripsi Data Deskripsi data ini menyajikan keadaan data setiap kelompok data untuk setiap kelompok data penelitian, seperti skor rata-rata . , standar Skor minimum, skor maksimum. Pengujian persyaratan analisis Uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji homogenitas dengan analisis varians. Hal ini digunakan karena peneliti hanya membandingkan dua kelompok sampel. Uji normalitas menggunakan teknik Uji Kolmogrof Smirnof (K-S Tes. dengan menggunakan aplikasi SPSS Uji homogenitas data hasil belajar untuk membuktikan persamaan varians setiap perlakuan melalui analisis varians. Uji normalitas dan uji homogenitas secara keseluruhan pada kelas eksperimen dan kontrol motivasi tinggi dan motivasi rendah menunjukkan data berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0, 05 sehingga pengujian hipotesis dapat Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik analisis data dengan menggunakan SPSS 22. Untuk melihat perbedaan hasil belajar Matematika kelompok siswa dengan motivasi tinggi dan rendah digunakan statistik uji t. Untuk menguji hipotesis keempat digunakan uji t dengan rumus: Di mana: X1= rata-rata data sampel 1 X2= rata-rata data sampel 2 n1= Jumlah anggota sampel 1 n2= Jumlah anggota sampel 2 Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji t dengan pengambilan keputusan pada tingkat signifikan E = 0, 05, apabila thitung > ttabel maka Ho ditolak. H1 diterima dan jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Pengujian hipotesis digunakan bersamaan dengan uji F . Berdasarkan hasil analisis menggunakan anova dua arah pengambilan keputusan pada taraf signifikan = 0, 05 apabila F hitung > F tabel dan Ho ditolak maka H1 diterima Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian penerapan model Realistic Mathematics Education (RME) memberikan pengaruh terhadap aspek kognitif siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol dan memberikan 20 soal pilihan ganda. Pencapaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah 70 dengan menggunakan rumus 100 . ilai maksima. Ae70 (KKM)/3 = 10 . anjang rentan. diperoleh hasil sebagai berikut: Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Table 1. Daftar Distribusi Frekuensi Hasil Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen Kelas Eksperimen Kategori Pretest Tidak cukup Cukup Baik Baik Sekali No Interval < 69 Jumlah Siswa Postest Berdasarkan hasil yang diperoleh dari nilai pretest pada tabel diatas, dari 27 siswa yang memperoleh <69 terdapat 12 siswa, 70 Ae79 terdapat 5 siswa, 80 Ae 89 terdapat 5 siswa, dan 90 Ae 100 terdapat 5 siswa. Sedangkan dari 20 siswa yang nilai posttestnya <69 berjumlah 2 orang, 70 Ae79 berjumlah 3 siswa, 80 Ae89 berjumlah 8 siswa, dan 90 Ae100 berjumlah 14 siswa. Disimpulkan berdasarkan sebaran data diperoleh hasil yang kurang baik dan baik yang terlihat dari rata-rata interval skor tertinggi yaitu interval skor < 69 dan interval skor 80 Ae 89 yaitu masing-masing 14 siswa. Table 2. Daftar Distribusi Frekuensi Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol Interval Interval < 69 Jumlah Siswa Kelas Kontrol Kategori Tidak cukup Cukup Baik Baik Sekali Pretest Postest Berdasarkan hasil yang diperoleh dari nilai pretest pada tabel diatas, dari 27 siswa yang memperoleh <69 terdapat 11 siswa, 70 Ae79 terdapat 7 siswa, 80 Ae 89 terdapat 5 siswa, dan 90 Ae 100 terdapat 4 siswa. Sedangkan dari 20 siswa yang nilai posttestnya <69 berjumlah 2 orang, 70 Ae 79 berjumlah 14 siswa, 80 Ae 89 berjumlah 8 siswa, dan 90 Ae 100 berjumlah 3 Disimpulkan berdasarkan sebaran data diperoleh hasil yang kurang baik dan baik, terlihat dari interval skor rata-rata, interval skor tertinggi <69 dan interval skor 80 Ae 89 yaitu siswa sebanyak 3 orang. Aspek kognitif 1 merupakan salah satu ranah aktivitas mental atau otak untuk mengukur pencapaian hasil belajar dari pretest dan posttest. Oleh karena itu, untuk mengetahui hasilnya, sebelum mendapat perlakuan model Realistic Mathematics Education (RME), siswa diberikan soal pretest. Setelah soal pretest selesai, tahap selanjutnya adalah menerapkan model Pendidikan Matematika Realistik pada tema 5, subtema 3, dan materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dengan melakukan lima langkah pada model RME. Menurut Trianto . , sintaksis model RME adalah: Pertama, mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan menggunakan gaya belajar yang berbeda-beda dan dengan bantuan metode pembelajaran dan LKPD. Kedua, menjelaskan masalah kontekstual dengan siswa menjawab pertanyaan terkait pecahan bunga dan makanan sesuai pemahamannya. Langkah ketiga menyelesaikan masalah kontekstual dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mengerjakan LKPD dengan menggunakan media berupa buah-buahan. Langkah keempat membandingkan dan mendiskusikan jawaban yaitu presentasi masing-masing kelompok di depan kelas. Langkah kelima menyimpulkan dengan caranya sendiri yaitu cara menjumlahkan pecahan yang penyebutnya sama adalah dengan menjumlahkan pembilangnya. Setelah pemberian perlakuan model Realistic Mathematics Education (RME) dilanjutkan dengan Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. pemberian soal posttest yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan pada aspek kognitif. Dengan model RME ini aspek kognitif siswa meningkat. Terbukti nilai posttest lebih tinggi dari pretest yaitu kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil pretest sebesar 65, 25 sedangkan rata-rata hasil posttest sebesar 84. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan hasil posttest meningkat sebesar 18, 75. Uji independen sample t test dengan sig. O 0, 05 yaitu 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa model Pendidikan Matematika Realistik dapat meningkatkan aspek kognitif siswa menurut pendapat Wijaya . Keunggulan model Pendidikan Matematika Realistik adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang hubungan matematika dengan kehidupan sehari-hari, serta memberikan pemahaman kepada siswa bahwa matematika merupakan suatu bidang studi. yang dikonstruksi dan dikembangkan sendiri oleh peserta didik, bukan hanya oleh mereka yang disebut ahli dalam bidangnya. Dari pertanyaan dan media yang telah diberikan kepada siswa dalam proses pembelajaran dapat membangun keaktifan dalam Penelitian ini juga didukung oleh penelitian terdahulu yaitu Musfirah pada tahun 2019 dengan judul AuPengaruh Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN No. 44 Manongkoki IIK Kab. TakalarAy Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dengan rata-rata pretest sebesar 53,5 dan rata-rata posttest sebesar 88,5 Sedangkan untuk pengujian hipotesis diperoleh thitung > tabel yaitu 7,23 > 2,09. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terbukti penerapan model Realistic Mathematics Education (RME) berpengaruh pada aspek kognitif dan mengalami peningkatan sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya setelah diberikan perlakuan, model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) mempunyai pengaruh terhadap aspek kognitif siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Negeri 11 Lubuk Buaya. Daftar Pustaka Arikunto. Suharsimi. Proseidur Peineilitian Suatu Peindeikatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara. Deipdiknas. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 teintang Sisteim Peindidikan Nasional & Peiraturan Peimeirintah RI Tahun 2010. Bandung: Citra Umbara. Disman, dkk. Peiningkatan Beirpikir Kritis Meilalui Meitodei Peimbeilajaran Beirbasis Masalah Deingan Animasi Analisis Grafis. Jurnal Peindididikan Eikonomi Indoneisia. Vol. 1 No. May 2020. (Diakseis 30 April 2. Eiko Purwana. Agung, dkk. Peimbeilajaran IPS di MI. Eidisi Peirtama. Surabaya: Aprinta. Fajar. Arniei. Portofolio dalam Peimbeilajaran IPS. Bandung: Reimaja Rosdakarya. Gunawan W. Adi. Geinius Leiarning Strateigy. Jakarta: Grameidia Pustaka Utama. Hamalik. Oeimar. Proseis Beilajar Meingajar. Bandung: Rosdakarya. Hamalik. Oeimar. Strateigi Peimbeilajaran Beirorieintasi Standar Proseis Peindidikan. Jakarta: Keincana Preinada Meidia Group. Slameito. Beilajar dan Faktor-Faktor Yang Meimpeingaruhi. Jakarta: Rineika Cipta. Sudarman. Probleim Baseid Leiarning Suatu Modeil Peimbeilajaran untuk Meingeimbangkan dan Meiningkatkan Keimampuan Meimeicahkan Masalah. Samarinda: FKIP Univeirsitas Mulawarman Samarinda. Sudijono. Annas. Peingantar Eivaluasi Peindidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Peirsada. Laila Hasanah (Pengaruh gaya belajarA. Academy of Education Journal Vol. No. Januari 2024. Page: 204-211 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Sudijono. Annas. Peingantar Statistik Peindidikan. Jakarta: Rajawali Preiss. Susanto. Ahmad. Teiori Beilajar dan Peimbeilajaran di Seikolah Dasar. Jakarta: Preinada Meidia Group. Suyono dan Haryono. Beilajar dan Peimbeilajaran. Bandung: PT Reimaja Rosdakarya. Suyono. Ei. Von Glaseirsfeild. Constructivism In Eiducation yang dikutip oleih Suyono. Beilajar dan Peimbeilajaran. Bandung: PT Reimaja Rosdakarya. Syah. Muhibbin. Psikologi Beilajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Peirsada. Tim Peingeimbang Ilmu Peindidikan FIP-UPI. Ilmu dan Aplikasi Peindidikan Bagian I: Ilmu Peindidikan Teioritis. Bandung: Impeirial Bhakti Utama. Trianto. Meindeisain Modeil Peimbeilajaran Inovatif-progreisif. Jakarta: Keincana Preinada Meidia Group. Trianto. Meingeimbangkan Modeil Peimbeilajaran Teimatik. Jakarta: Preistasi Pustaka.