E-ISSN 2798-3846 Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN PELAKU UMKM DI DESA CIBITUNG TENGAH Agus Wibowo1*. Dwi Kismayanti Respati1. S Suparno1. Ari Saptono1. S Suherman1. Indra Pahala1 Universitas Negeri Jakarta *agus-wibowo@unj. id, dwikisrespati@unj. id, suparno@unj. id, saptono. fe@unj. suherman@unj. id, indrapahala@unj. ABSTRAK Kajian tentang literasi keuangan kaitannya dengan kewirausahaan berkembang sangat signifikan hingga saat ini. Pengetahuan dan keterampilan mengakses aneka sumber daya keuangan memungkinkan pelaku usaha untuk berinvestasi secara strategis guna mendapatkan keunggulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bagi pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Kecamatan Tenjolaya. Bogor, bertujuan mengedukasi pentingnya pemahaman keuangan atau literasi keuangan mereka. Selain itu. PKM juga dibarengi dengan bimbingan inklusi keuangan mengenai pemenuhan kebutuhan permodalan dan akses dana untuk kegiatan usaha para pelaku UMKM. Secara keseluruan, kegiatan PKM terlaksana sesuai target. Hal ini dapat dilihat dari animo peserta kegiatan yang sangat tinggi, sejak pembukaan PKM sampai dengan penutupan. Kendala yang dihadapi antara lain: ketidaktersediaan perangkat suara yang sesuai, sehingga penyampaian materi tidak terdengar jelas oleh peserta, dan internet yang tidak lancar, menjadikan praktik online tidak berjalan efektif. Kegiatan PKM perlu melibatkan banyak pihak dari kalangan perguruan tinggi, maupun pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini akan berkontribusi positif bagi para pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah, baik dari sisi kebijakan maupun pengembangan usaha. Kata Kunci: Pelatihan. Pendampingan. Literasi Keuangan. Teknologi Keuangan. UMKM Desa Cibitung ABSTRACT Studies on financial literacy in relation to entrepreneurship have developed very significantly to Knowledge and skills in accessing various financial resources enable business actors to invest strategically in order to gain a competitive advantage. Community service activities (PKM) for SMEs in Central Cibitung Village. Tenjolaya District. Bogor, aim to educate the importance of understanding finance or their financial literacy. In addition. PKM is also accompanied by financial inclusion guidance regarding meeting capital needs and access to funds for the business activities of SMEs. Overall. PKM activities were carried out according to the target. This can be seen from the very high enthusiasm of the activity participants, from the opening of the PKM to its closing. Obstacles encountered included: unavailability of appropriate sound equipment, so that the delivery of material is not clearly heard by participants, and internet is not smooth, making online practice not run effectively. PKM activities need to involve many parties from universities, as well as related stakeholders. This collaboration will make a positive contribution to SMEs in Central Cibitung Village, both from a policy and business development standpoint. Keywords: Training. Accompaniment. Financial Literacy. Financial Technology. Cibitung Village SMEs Masuk: 5 April 2023 Diterima: 2 Juni 2023 Halaman: 23-32 Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 PENDAHULUAN Kajian tentang literasi keuangan dan ekonomi kaitannya dengan kewirausahaan berkembang sangat signifikan hingga saat ini (Wibowo et al. , 2. Pengetahuan dan keterampilan bagaimana mengakses aneka sumber daya keuangan memungkinkan pelaku usaha untuk berinvestasi secara strategis guna mendapatkan keunggulan kompetitif (McKelvie & Davidsson, 2009. Garcya-Pyrez-de-Lema et al. , 2. Dalam konteks Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), literasi keuangan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman pelakunya agar tidak terjadi kesalahan atau kerugian dalam transaksi. Kesulitan keuangan dapat terjadi karena kurangnya pemahaman tentang produk keuangan yang semakin berkembang seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi kebutuhan dasar bagi setiap masyarakat dan pelaku UMKM yang harus melakukan berbagai aktivitas ekonomi (Setiawan & Saputra, 2. Mengacu kerangka teori human capital literasi keuangan secara praktis menjadi faktor penting terkait terjadinya pengambilan risiko serta lahirnya aneka prilaku inovatif ( Liu. Wang. Chan & Fung, 2. Literasi keuangan ini menurut Timmons et al. sebagai sebuah kemampuan manajerial yang unik dan fundamental bagi pelaku UMKM. Ringkasnya, para pelaku UMKM harus melek finansial agar ketika mengelola proses pengambilan keputusan khususnya yang terkait dengan dampak keuangan dapat efektif. Lebih dari itu, pelaku UMKM melek finansial akan memenuhi syarat untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai trade-off antara risiko dan pengembalian (GarcyaPyrez-de-Lema et al. , 2. Kegiatan berinovasi bagi pelaku UMKM seringkali bergantung pada ketersediaan Ini artinya, kendala keuangan dapat menjadi hambatan serius bagi pelaku UMKM untuk mendorong aktivitas inovatif dalam usahanya (Malamud & Zucchi, 2. Dengan kata lain, keputusan untuk berinovasi dalam kegiatan UMKM selalu memiliki konsekuensi keuanganAiyang solusi jitunya adalah pelaku UMKM memiliki literasi keuangan yang kuat (Oseifuah, 2. Akibat keterbatasan dalam mengakses berbagai sumber keuangan, akhirnya para pelaku UMKM terkendala dalam berinovasi maupun mempertahankan kelangsungan usaha mereka (Canales & Nanda, 2. Dengan demikian, literasi keuangan adalah salah satu keterampilan yang paling relevan untuk Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 pengembangan UMKM, serta meminimalisisr hambatan dalam mengakses sumbersumber pembiayaan usaha (Timmons et al. , 2. Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat digarisbawahi bahwa literasi keuangan harus dimiliki para pelaku UMKM. Hasil studi Salemi . dan Wibowo et al. menunjukkan bahwa literasi keuangan dan ekonomi yang dimiliki oleh pelaku UMKM sangat mendukung kegiatan usahanya (Lusardi, 2. Literasi keuangan dan ekonomi yang diperoleh melalui teori dan praktik baik itu melalui pendidikan maupun pelatihan berpengaruh terhadap intensi pelaku UMKM memulai bisnis baru atau menjalankan usaha yang sudah ada secara maksimal (Rasli et al. , 2013. Ramayah & Harun, 2. Lebih lanjut, studi Setiawan et al. dan Wibowo et al. mencatat bahwa semakin tinggi materi baik teori maupun praktik akan literasi keuangan dan ekonomi yang diperoleh akan meningkatkan kesadaran yang tinggi terkait bagaimana menjalankan usaha, semakin kreatif dalam menciptakan solusi di tengan kesulitan keuangan usaha serta ekonomi yang dihadapi. Apalagi, saat ini perkembangan teknologi yang demikian pesat membutuhkan tingkat literasi keuangan dan ekonomi bagi para pelaku UMKM agar usaha mereka tetap eksis tidak tergerus perubahan (Nurjanah et al. Suratno et al. , 2021. Suparno et al. , 2. Hasil riset Lusardi et al. mencatat bahwa pada umumnya literasi keuangan masih rendah di negara-negara berkembang, dan Indonesia diantaranya. Data temuan Lusardi et al. mengungkap adanya permasalahan pelik, karena bagaimanapun literasi keuangan berdampak pada inklusi dan perilaku keuangan. Di beberapa negara, literasi keuangan bahkan sudah dijadikan program nasional. Di Indonesia, pada tahun 2012. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi lembaga yang mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan dan pasar modal, dengan mengambil alih tugas dari Bapepam-LK. Tahun 2013. OJK juga mengambil alih peran dari Bank Indonesia dalam mengatur dan mengawasi perbankan. Pada tahun 2015. OJK melebarkan cakupannya dengan mengatur dan mengawasi lembaga keuangan mikro. OJK memiliki juga memiliki dua program untuk melindungi konsumen, yaitu program preventif yang meliputi informasi dan edukasi, pelayanan pengaduan, intelijen pasar, dan pengaturan tata tertib pasar. Selain itu. OJK juga memiliki program represif yang meliputi fasilitasi penyelesaian pengaduan, tindakan penghentian kegiatan, dan resolusi alternatif masalah hukum. Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 Desa Cibitung Tengah awalnya merupakan bagian dari dari Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2005 dilakukan pemekaran wilayah menjadi Kecamatan Tenjolaya. Dengan pemekaran daerah tersebut maka saat ini Kecamatan Tenjolaya memiliki tujuh Desa (Thantawi et al. , 2. Desa Cibitung Tengah, sebagaimana daerah yang memiliki potensi UMKM dan wisata yang tinggi lainnya, memerlukan akses permodalan bagi pengembangan kegiatan ekonomi di daerah Namun, kendala yang dihadapi saat ini oleh mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang fasilitas permodalan dan akses dana, serta maraknya kejadian penipuan yang dialami masyarakat dalam kegiatan penggalangan dana yang mudah diakses melalui teknologi. Ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang telah merambah ke seluruh sektor ekonomi, termasuk di sektor jasa keuangan, baik di kota maupun di pedesaan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu ditingkatkan edukasi untuk masyarakat khususnya yang memiliki potensi sebagai pelaku UMKM tentang literasi keuangan dan inklusi keuangan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan benar untuk mengakses dana modal dan tidak terjebak dalam platform pinjaman ilegal. Hal ini selaras dengan program perlindungan konsumen yang dilakukan oleh OJK melalui Selain itu, hasil survei tim PKM menemukan bahwa pelaku UMKM di Desa Cibitung masih menjadikan satu rekening untuk kegiatan bisnis dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini jelas akan mempersulit bagaimana mengevaluasi mana modal untuk usaha dan untuk kegiatan konsumtif. Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Kecamatan Tenjolaya. Bogor juga tidak melakukan pencatatan transaksi secara rinci dan pembuatan laporan keuangan sehingga perkembangan kegiatan usaha mereka tidak dapat dilihat dengan baik. Praktik akuntansi yang seperti ini kurang baik untuk perkembangan kegiatan usaha pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah (Thantawi et al. , 2. METODE Berdasarkan analisis data pada bagian pendahuluan dan survei awal di lokasi, maka tim pengabdian kepada masyaraka menyimpulkan dua permasalahan urgen yang Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 dihadapi para pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah, yaitu: . UMKM setempat membutuhkan informasi dan pengetahuan mengenai fasilitas permodalan dan kemudahan dalam mengaksesnya. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat maka dibarengi oleh tindak kriminal penipuan yang dialami oleh masyarakat saat menghimpun dana permodalan. Guna memberikan jalan keluar atas persoalan di atas, maka kegiatan seminar litersi keuangan menjadi urgen. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang regulator dan pelaku industri di bidang keuangan. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari Pelaku IMKM Desa Cibitung Tengah, serta masyarakat lain yang berpotensi mengembangkan keahliannya untuk menjadi pelaku UMKM. Dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di Desa dan dapat mendorong perkembangan potensi wisata di wilayah tersebut. Tim PKM sebelum mengadakan seminar literasi keuangan, sudah membuat sekenario utama, yaitu: . Tahap perencanaan dengan melakukan pemetaan masalah yang dilakukan oleh tim. Tahap pelaksanaan: merealisasikan solusi bagi permasalahan mitra yang sudah teridentifikasi pada bagian awal proposal ini. Tahap evaluasi: melakukan evaluasi kegiatan dan pembuatan laporan hasil kegiatan PKM. Tahapan-tahapan dalam pelaksanaan solusi bagi mitra/kegiatan PKM yaitu: . Pembukaan oleh tim pengusul . Pemaparan materi oleh narasumber mengenai manfaat literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha . Pemaparan materi mengenai proses pengenalan teknologi pada produk-produk keuangan . Berinteraksi langsung dengan pelaku usaha desa tersebut . Diskusi, tanya jawab dan konsultasi literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha . , dan . Penutupan . Adapun mitra dalam PKM ini adalah para pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Mereka yang terlibat sebagai peserta seminar literasi keuangan, sekaligus dapat berdiskusi menemukan jalan keluar atas permasalaha literasi keuangan bersama tim PKM. Ringkasnya, para pelaku PKM dapat berdiskusi dan bertanya terkait hal-hal dan kesulitan yang mereka hadapi terkait dengan teknologi keuangan dan literasi. PKM berupa seminar literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Desa Cibitung sangat relevan. Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 mengingat latar belakang bidang keilmuan tim pengusul yaitu, pendidikan ekonomi dan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bagi pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Kecamatan Tenjolaya. Bogor, bertujuan mengedukasi pentingnya pemahaman terhadap keuangan atau literasi keuangan mereka. Selain melakukan edukasi literasi keuangan. PKM juga dibarengi dengan melakukan bimbingan untuk inklusi keuangan mengenai pemenuhan kebutuhan permodalan dan akses dana untuk kegiatan usaha para pelaku UMKM. Berdasarkan pengamatan di lapangan, para pelaku UMKM sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar aktif berpendapat dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, khususnya kesulitaan dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan usaha yang legal. Jika mengacu pada The Association Chartered Certified Accountants (ACCA, 2. maka literasi keuangan tidak hanya mencakup pengetahuan konsep keuangan, tetapi juga terkait pemahaman komunikasi konsep ataupun perusahaan, skills dalam pengambilan keputusan keuangan berdasarkan kondisi tertentu. Berdasarkan batasan ACCA, maka pelaku UMKM memanfaatkan pengetahuan keuangannya tersebut dalam proses pengambilan keputusan yang tepat bagi usaha mempertahankan keberlangsungan hidup usaha. Hal ini mendukung temuan studi Setiawan et al. dan Wibowo et al. , di mana edukasi terkait literasi keuangan melalui kegiatan seminar dan praktik, akan meningkatkan kesadaran yang tinggi para pelaku UMKM terkait bagaimana menjalankan usaha, semakin kreatif dalam menciptakan solusi di tengan kesulitan keuangan usaha serta ekonomi yang dihadapi. Kegiatan edukasi literasi keuangan yang dikaitkan dengan perkembangan teknologi juga akan meningkatkan kesiapan para pelaku UMKM agar usaha mereka tetap eksis tidak tergerus perubahan (Nurjanah et al. , 2018. Suratno et al. , 2021. Suparno et al. , 2. Selanjutnya, kegiatan pendampingan literasi keuangan diharapkan memunculkan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya teknologi yang terkait dengan aneka produk Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 keuangan yang legal. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari potensi kerugian yang mungkin akan terjadi pada saat mereka memanfaatkan jasa keuangan yang ditawarkan oleh industri keuangan. Hal ini dapat menjadi solusi nyata untuk menghilangkan jurang pemisah antara masyarakat pelaku UMKM, pemerintah sebagai regulator dan pelaku industri sebagai penyedia jasa. Kegiatan PKM ini relevan dengan studi Garcya-Pyrez-de-Lema et al. dan Setiawan dan Saputra . bahwa pendampingan literasi keuangan yang terkait dengan teknologi sangat penting bagi pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelakunya agar tidak terjadi kesalahan atau kerugian dalam transaksi. Lebih dari itu, kesulitan keuangan dapat terjadi karena kurangnya pemahaman tentang produk keuangan yang semakin berkembang seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi kebutuhan dasar bagi setiap masyarakat dan pelaku UMKM yang harus melakukan berbagai aktivitas ekonomi (Setiawan & Saputra, 2. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan PKM bagi pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Kecamatan Tenjolaya. Bogor, bertujuan mengedukasi pentingnya pemahaman terhadap keuangan atau literasi keuangan mereka. Selain melakukan edukasi literasi keuangan. PKM juga dibarengi dengan melakukan bimbingan untuk inklusi keuangan mengenai pemenuhan kebutuhan permodalan dan akses dana untuk kegiatan usaha para pelaku UMKM. Secara keseluruan, kegiatan PKM terlaksana sesuai target. Hal ini dapat dilihat dari animo peserta kegiatan yang sangat tinggi, sejak pembukaan PKM sampai dengan penutupan. Adapun beberapa kendala dalam pelaksanaan PKM di antaranya: . Ketidaktersediaan perangkat suara yang sesuai, sehingga penyampaian materi tidak terdengar jelas oleh peserta, dan . Internet yang tidak lancar, menjadikan praktik online tidak berjalan Beberapa kendala sebagaimana telah diuraikan, ke depan perlu diantisipasi sejak awal, sehingga tidak mengganggu kegiatan PKM di Desa Cibitung UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan PKM ini tidak akan terselenggara tanpa dukungan pendanaan dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta, melalui SK Rektor UNJ Nomor: Wibowo. Respati. Suparno. Saptono. Suherman dan Pahala Volume 3 Nomor 1 Juni 2023 845/UN39/HK. 2/2023. Tim PKM juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pelaku UMKM di Desa Cibitung Tengah. Kecamatan Tenjolaya. Bogor. Jawa Barat. DAFTAR PUSTAKA