JALHu: Jurnal Al-Mujaddid Humaniora Volume . Nomor. , (Oktobe. p-ISSN: 2476-8855 e-ISSN: x-x Pendidikan Karakter Anak dan Dampak Terhadap OrangTua Sisran STIE SyariAoah Al-Mujaddid Tanjung Jabung Timur Email. amashoari@gmail. Corresponding Author: Sisran Abstrak Pendidikan karakter anak sangat dibutuhkan supaya kelangsungan kehidupan di negri ini lebih beradap,sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945,pendidikan anak adalah salah satu upaya bangsa ini untuk mencegah terkikisnya etika anak jaman now yang terkesan tanpa beban dalam melakukan kesalahan,anak adalah ujung tombak harapan bangsa yang sedang berkembang ini,karena usia anak yang menginjak remaja atau yang dalam istilah pra pubertas sangatlah rentan akan perbuatan yang menyimpang,sifat rasa ingin tau yang tinggi dan cenderung ingin mencoba inilah sering membuat anak usia pra pubertas terjerumus dalam narkoba dan kejahatan lainya,maka dipandang perlu yang namanya pendidikan karakter ini dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Nasional,anak adalah amanat kita sebagai seorang pendidik atau orang tua atau orang yang lebih dewasa daripada mereka,dengan pendidikan karakter insyaAlloh paling tidak kita bisa meminimalisir keterjerumusan anak. Kata Kunci: Dampak,Pendidikan Karakter dan Anak PENDAHULUAN Pembangunan karakter sangatlah dibutuhkan di negri kita tercinta ini yang merupakan amanat Pancasila dan UUD 1945,anak adalah mahkota,anak adalah harapan Bangsa,anak adalag generasi penerus orang tua,anak adalah tumpuhan segala harapan,maka dari itu karena perlunya anak punya jiwa cinta tanah air dan bangsa,kita menyayanginya dengan cara mendidik mereka dengan pendidikan karakter,apabila anak tanpa didasari dengan pengenalan nilai nilai pancasila,maka sekian tahun lagi anak anak kita tidak akan faham tentang bagaimana mencintai negaranya,bagaimana menghormati pahlawanya,menghormati orang yang mendidiknya,terlebih orang tua yang telah melahirkanya Apa wujud dukungan kita terhadap dalam perwujudan cita cita pembangunan karater yang sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945,pemerintah mewajibkan pembangunan karakter sebagai prioritas utama pembangunan nasional,secara implisit ditegaskan dalam RPJPN atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025. disitu dijelaskan bahwa pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional,yaitu mewujudkan masyarakan yang Auberakhlak mulia,bermoral,beretika,berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah PancasilaAy Page 45 ( sumber: Undang Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( UUSPN ) Tidak salah pemerintah memilih RPJPN dan UUSPN untuk diterapkan di indonesia yang notabene sangat beragam suku bahasa dan agama,tidak kita pungkiri bahwa kecanggihan teknologi sangatlah dibutuhkan,bukan berarti kita harus terseret arus,kecanggihan apapun yang sudah mulai masuk negri ini bahkan sampai pelosok sudah sangat mudah mengakses berbagai macam aplikasi baik yang positif maupun yang negatif,dan apabila kecanggihan tersebut tanpa di imbangi dengan pendidikan karakter yang mamadahi maka sudah barang tentu nasib anak anak harapan bangsa akan kehilangan masa depan,bahkan kehilangan negeri tercinta ini. Kecanggihan teknologi penting,pendidikan karakter untuk anak jauh lebih penting dari pendidikan apapun,belakangan ini nilai moral dan mental anak anak kita sudah mengalami degradasi,tergerus oleh budaya luar yang tidak menguntungkan bangsa ini khususnya anak bangsa yang mulai menginjak remaja. Dalam hal ini yang paling berperan adalah orang tua,bagaimana mendampingi anak apabila sedang melihat TV maupun Hand phone. gerakan sadar berpendidikan karakter sedang gencar gencarnya di galakkan pemerintah untuk menepis budaya luar yang kurang menguntungkan anak bangsa. pendidikan karakter tidak semata mata menunjukkan anak kepada mana yang benar dan mana yang salah,akan tetapi lebih pada menanamkan bagaimana cara berbuat yang baik. dan pengetahuan yang baik. oral knowin. LANDASAN TEORI Karakter menurut Lickona terbagi atas beberapa bagian yang tercakup di Sebagaimana yang dikemukakan oleh Lickona di bawah ini: Character so conceived has three interrelated parts: moral knowing, moral feeling, and moral behavior. Good character consists of knowing the good, desiring the good, and doing the good, habits of the mind, habits of the heart, and habits of action. All three are necessary for leading a moral life, all three make up moral maturity. When we think about the kind of character we want for our children, it's clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within. 1: . Berdasarkan pendapat Lickona di atas dapat dijelaskan bahwa karakter terdiri atas tiga korelasi antara lain moral knowing, moral feeling, dan moral behavior. Karakter itu sendiri terdiri atas, antara lain: mengetahui hal-hal yang baik, memiliki keinginan untuk berbuat baik, dan melaksanakan yang baik tadi berdasarkan atas pemikiran, dan perasaan apakah hal tersebut baik untuk dilakukan atau tidak, kemudian dikerjakan. Ketiga hal tersebut dapat memberikan pengarahan atau pengalaman moral hidup yang baik, dan memberikan kedewasaan dalam bersikap. Page 46 Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh thomas lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Suyanto . mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuatkeputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan AumesinAy yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu. ertajaya, 2. METODOLOGI Dalam penulisan ini, peneliti menggunkan analisis data secara kualitatif deskriftif, yaitu setelah semua data berhasil peneliti kumpulkan, maka peneliti menjelaskan secara rinci dan sistematis sehingga tergambar secara umum dan dapat dipahami dengan jelas kesimpulan akhirnya. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini Observasi dan wawancara (Sugiono 2. menyatakan bahwa observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara penulis turun kelapangan untuk melihat secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan objek penelitian. Dengan melihat langsung kelapangan maka peneliti dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi di Sedangkan Wawancara, (Moloeng 2. mendefinisikan wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukan informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontribusikan makna dalam suatu topic tertentu. Yaitu melakukan Tanya jawab langsung oleh narasumber atau respnden untuk memperolah informasi sesuai data yang diperlukan. PEMBAHASAN Anak yang berkarakter adalah anak yang ber etika, mempunyai akhlak yang baik,yang bermoral terpuji dan berperilaku positif tentunya. Menurut wynne 1991 . alam Sutiah: 2. kata karakter berasal dari bahasa yunani yang berarti Auto markAy . dan memfokuskan pada bagaimana mengaplikasikan nilai tindakan atau tingkah laku,disebut berkarakter jelek adalah apabila orang tersebut berprilaku jahat,pembohong,rakus dan sebagainya. demikian sebaliknya apabila orang tersebut baik hati,jujur ramah dan hal baik yang lain maka disebut orang itu berkarakter baik. Pendidikan Karakter anak bertujuan untuk mengembangkan nilai nilai karakter pada seorang anak dengan tujuan negara yang membutuhkan generasi yang akan datang menjadi lebih bermatabat,berakhlak mulia dan menanamkan kejujuran sejak Page 47 dini. Pendidikan karakter anak berfungsi untuk membangun bangsa yang multikultural dan membangun peradaban yang sempurna,berbudi luhur,cerdas,berfikir dan berperilaku baik,berakhlak mulia dan berbudi luhur. Pendidikan karakter anak bisa dengan berbagai media antara lain: Keluarga. Lingkungan. Satuan pendidika. Masyarakat. Pemerintah. Dunia usaha. Media massa. Beberapa sumber nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter anak antara lain: Agama Manusia indonesia adalah manusia yang beragama,ada 6 Agama yang syah menurut pemerintah,dari ke enam Agama itulah masyarakat lndonesia menempa generasinya dengan agama pilihan mereka,karena negara indonesia adalah negara yang beragama itulah bangsa indonesia menerapkan nilai nilai karakternya dengan karakter yang berlandaskan Agama,karena pada dasarnya agama apapun itu tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk berbuat sesat. Pancasila Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia,maka dari itu NKRI bisa berdiri kokoh ini karena adanya dasar negara yang kuat,karena nilai nilai yang ada dalam pancasila ini dipakai untuk mengatur kehidupan beragama,bermasyarakat dan berpolitik sekalipun. Budaya Kata orang bijak,Budaya adalah cermin karakter bangsa,jika budaya itu kotor,maka kotor pulalah bangsa itu,jika budaya itu santun,maka santun pulalah negara itu,maka dengan adanya budaya santun yang dimiliki oleh negeri ini dijadikan sumber nilai pendidikan berkarakter. Tujuan Pendidikan Nasional Sangatlah jelas bahwa tujuan pendidikan nasional kita dijadikan tolok ukur pendidikan karakter,karena tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa. Salah satu sumber pembentuk karakter anak adalah satuan pendidikan dasar,satuan pendidikan dasar atau bahkan lebih dipersempit menjadi taman bermain anak ( PAUD ) Pendidikan Anak Usia Dini Atau Taman Kanak Kanak yang bersambung ke Sekolah Dasar merupakan pondasi pembentukan mental anak dari dini,dari mental yang tidak cengeng itulah doktrin pembentukan karakter yang agamis dan pancasilais mulai diterapkan,disana diajarkan bagaimana cara berbudaya cara menghormati guru,cara menghormati orang lain,cara menghormati orang tua,dikenalkan dengan kepedulian dan hal hal positif yang lain. jadi tak usah diragukan lagi bahwa metode yang dipakai satuan pendidikan di negri ini tak usah disangsikan lagi. Orang tua sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak selain di sekolahan dan lingkungan, jika orang tua salah mendidik anak maka salah pula anak memilih jalannya,orang tua bijak akan menghasilkan anak yang bijak pula, sangatlah di Page 48 untungkan apabila orang tua yang mempunyai anak yang berkarakter agamis dan pancasilais,orang tua akan cenderung pasrah kepada dimana anaknya mengenyam pendidikan,apalagi yang kedua orang tua si anak semua pekerja,maka sudah barang tentu sekolah tempak menimba ilmulah orang tua bergantung,kelemahan pengawasan orang tua adalah tugas berat seorang pendidik,dalam hal ini kehadiran seorang guru sangat di harapkan orang tua anak, tanpa pengawasan yang ketat dari fihak sekolah,anak yang lemah pengawasan orang tua akan cenderung dimakan oleh lingkungan,disaat lingkungannya baik tentunya tugas seorang pendidik akan otomatis ringan,dan apabila sebaliknya maka tugas seorang pendidik akan cenderung berat. Dan apabila karakter anak terbentuk oleh lingkungan sekolah yang notabene bagus,disiplin dan ramah,maka tugas orang tua otomatis ringan,maka dampak pendidikan karakter anak dari sekolah sangatlah membuat orang tua tersebut sangat dampak positif karakter anak akan menguntungkan para orang tua,itu asumsi apabila orang tua kurang bisa mengawasi anaknya dengan maksimal,belum lagi saat orang tua anak sudah mendidik anaknya dirumah dengan pendidikan karakter yang positif,seorang pendidik pun akan semakin ringan tugasnya dalam dalam mendidik anak didiknya. Maka simbiosis mutualisme akan terjalin. Kak seto dalam bukunya,home school menyatakan,bahwa mendidik anak tidak harus didalam kelas,bisa dimanapun asal anak tersebut nyaman. Kartini kartono,psikologi anak Anakmu bukanlah anakmu,anakmu adalah anak jaman,kartini kartono dalam bukunya psikologi anak menyatakan bahwa,mendidik anak yang baik adalah diawali dengan pendidikan yang berkarakter dengan mencontohi anak dengan perkataan dan perbuatan yang baik yang diawali dari kedua orang tuanya dirumah,karena perilaku anak adah cerminan kehidupan para orang tua dirumah. KESIMPULAN Dimana ada satuan pendidikan,disitulah pusat pendidikan karakter yang sesungguhnya,karena tujuan pendidikan nasional menyinggung rumusan kualitas manusia indonesia,untuk mewujudkan cita cita pembangunan karakter yang tercantum dalam dasar negara kesatuan republik indonesia dan Undang Undang Dasar 1945,dan juga mengkikis habis budaya yang tidak menguntungkan bangsa ini, maka pemerintah menjadikan pembangunan karakter menjadi target prioritas pembangunan nasional. Pembangunan karakter anak diharapkan menjadi filter dari segala bentuk keburukan termasuk budaya dari luar yang berdampak pada kemunduran bangsa tercinta ini,pendidikan karakter anak juga diharap bisa melahirkan anak bangsa yang berkarakter dan bermartabat yang nantinya diharapkan menumbuhkan generasi yang siap membela bangsa dan negara tercinta ini. REFERENSI.