FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIK TERHADAP KEHAMILAN DI KLINIK PRATAMA TANJUNG DELITUA TAHUN 2025 Pebrinawanti Br Saragih1. Rhina Chairani Lubis2. Ruseni3. Masni4. Lili Nurmaliza5 STIKes Indah Medan Email: pebrinawantisaragih81@gmail. ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik, keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan gizi . alori dan protei. yang berlangsung lama atau menahun. Berdasarkan data WHO kematian ibu masih cukup tinggi setiap hari di seluruh dunia sekitar 808 perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan, kematian itu berkembang disebabkan oleh Kekurangan Energi Kronik Terhadap Kehamilan ( KEK ) dan anemia selama kehamilan sebesar 40%. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronik(KEK) terhadap kehamilan di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross cectional. Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 33 responden Pengambilan data dengan cara accidental sampling, analisis data menggunakan uji chi square Dari hasil penelitian ini terdapat 33 responden terdapat 18 orang . ,2%) berpengetahuan kurang dan 6 orang . ,2%) berpengetahuan baik dan terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan pengetahuan ibu hamil yang mayoritas berpendidikan SMP 9 orang ( 27%) berpengetahuan kurang dan minoritas berpendidikan Perguruan Tinggi 1 orang . ,0%) berpengetahuan baik dengan pvalue 0,014,dan berdasarkan sumber informasi mayoritas responden mendapatkan sumber informasi dari teman atau keluarga 16 orang . %) berpengetahuan kurang, dan minoritas mendapatkan sumber informasi dari media cetak dan media papan 1 orang . ,0%) dengan P-Value 0. 033 dan tidak bekerja mayoritas 25 orang . ,8%) berpengetahunan kurang dan minoritas 8 orang . ,2%) berpengetahuan baik, berdasarkan pekerjaan p- value 0,08. Berdasarkan usia responden mayoritas berusia 20-35 Tahun 20 orang . ,6%) berepengetahuan baik dan minoritas > 35 Tahun 3 Orang . 1%) berpengetahuan kurang berdasarkan p- value 0,043 , berdasarkan paritas mayoritas primipara 22 orang. ,7%) berpengetahuan kurang dan minoritas grande multipara 1 orang berpengetahuan baik dengan p- value 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kankarakteristik ibu hamil. Kata Kunci: Karakteristik. Pengetahuan. Kekurangan Energi Kronik (KEK) prempuan meninggal akibat komplikasi dalam kehamilan atau persalinan,kematian ibu berkembang disebabkan oleh KEK dan anemia selama kehamilan sebesar 40%. (WHO,2. Angka Kematiaan Ibu (AKI) didunia tahun 2019 yaitu sebanyak 303. 000 jiwa. kemudiaan Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100. kelahiran hidup . Prevalensi angka kematian ibu (AKI) di Indonesia menempati posisi LATAR BELAKANG Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil merupakan suatu keadaan ibu kurangnya asupan protein dan energi pada masa timbulnya gangguan kesehatan pada ibu dan ( Herdiani Novera, 2023 ) Dari data World Health Organization (WHO),kematian tinggi,setiap hari diseluruh dunia sekitar 808 tertinggi di Asia Tenggara yaitu 307/100. kelahiran hidup. (ASEAN,2. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Indonesia pada tahun 2018 menunjukan masih tingginya prevalensi kekurangan gizi pada ibu hamil di Indonesia,antara lain sebanyak 17,3% ibu hamil dalam kondisi Kekurangan Energi Kronis. (Riskesdas , 2. Di Indonesia dari jumlah ibu hamil 382 orang diketahui sekitar 451. ,6%) dengan LILA <23,5 cm, hal ini mengindikasikan bahwa wanita hamil beresiko Kekurangan Energi Kronik(KEK). (Kemenkes RI 2. Di provinsi Sumatera Utara, berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2019, prevalensi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik ( KEK ) 963 Ae 3. 525 dan meningkat pada Prevalensi berdasarkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan yang didapatkan pada tahun 2020 ibu hamil yang mengalami kekurangan enegi kronik( KEK ) sebanyak 334 ibu hamil ( Dinkes Tapanuli Selatan 2020 ) Prevalensi Kekurangan Energi Kronik(KEK) di provinsi Sumatera Utara pada tahun 2019 sebesar 48,3% dan ibu hamil KEK sebesar 14,9%,dan di Kota Medan 9,16% ( Kemenkes RI,2019 ) Dari latarbelakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) Terhadap Kehamilan Au. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah AuApakah faktor-faktor mempengaruhipengetahuan ibu hamil tentang kekuranganenergi kronik (KEK) terhadap kehamilan di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang bertujuan faktor-faktor memengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Klinik Pratama Tanjung Delitua tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada bulan Maret 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data terstruktur yang terdiri dari 20 pertanyaan, dengan sistem penilaian berupa skor 5 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah. Kategori pengetahuan dibagi menjadi baik . Ae100%), cukup . Ae70%), dan kurang (<50%). Data dianalisis melalui tahapan editing, coding, skoring, dan tabulating. Analisis mendeskripsikan distribusi frekuensi masingmasing variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi = 0,05 untuk melihat hubungan antara variabel independen . endidikan, usia, pekerjaan, paritas, dan sumber informas. dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang KEK. HASIL Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan, sumber informasi,Pekerjaan. Usia dan Paritas di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025. Variabel Independen Pendidikan SD SMP SMA Perguruan Tinggi Paritas Primipara Multipara Grande Multipara Total Variabel Independen Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Sumber Informasi Media Cetak Media Elektronik Media Papan Pertugas Kesehatan Teman atau Keluarga Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Usia < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Berdasarkan hasil penelitian terhadap 33 ibu hamil di Klinik Pratama Tanjung Delitua tahun 2025, mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA . ,7%), memperoleh informasi tentang KEK dari teman atau keluarga . ,5%), tidak bekerja . ,8%), berada dalam rentang usia 20Ae 35 tahun . ,6%), dan sebagian besar merupakan primigravida . ,7%). Dari segi tingkat pengetahuan, sebagian besar responden tergolong memiliki pengetahuan yang kurang tentang Kekurangan Energi Kronik . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Responden di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahawaa dari 33 responden mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 18 responden . ,5%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 6 responden ( 18,2%). Analisis Bivariat Tabel 3. Hubungan Pendidikan RespondenTerhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK)Terhadap kehamilan Di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025 Pendidikan Pengetahuan Baik Total Cukup Kurang SMP SMA Perguruan Jumlah 0,014 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang diteliti mayoritas responden yang berpendidikan SMP memiliki pengetahuaan kurang sebanyak 9responden ( 27 % ) dan minoritas berpengetahuan baik pada ibu berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 1 responden ( 3,0 % ). Berdasarkan ujichi square di dapat p value = 0,014 dimana p value < 0,05 sehingga terbukti adanya hubungan signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik ( KEK ) pada ibu hamil. Ternyata pendidikan ibu hamil mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik ( KEK) di klinik pratama tanjung Delitua tahun 2025. Tabel 4. Hubungan Sumber Informasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK)Terhadap kehamilan Di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025 Sumber Pengetahuan Baik Total Cukup Kurang Media cetak Media elektronik Media papan Petugas kesehatan Teman atau Jumlah 0,033 Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang diteliti ibu hamil mayoritass berpengetahuan kurang dengan sumber informasi dari teman atau keluarga sebanyak 13 responden . %) dan minoritas berpengetahuan baik dengan sumber informasi dari mediaa elektronik sebanyak 1 responden . ,0%). Berdasarkan uju chi square di dapat p value = 0,033 dimana p value < 0,05 sehingga terbukti adanya hubungan signifikan antara sumber informasi dengan pengetahuan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik ( KEK ) pada ibu hamil. Ternyata sumber informasi ibu hamil mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik ( KEK) di klinik pratama tanjung Delitua tahun Tabel 5. Hubungan pekerjaan RespondenTerhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK)Terhadap kehamilan Di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025 Pekerjaan Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total 0,008 Bekerja Tidak bekerja Jumlah Berdasarkan tabel 5. dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang diteliti mayoritas responden yang tidak bekerja pengetahuan kurang sebanyak 17responden . %)danyang memiliki pengetahuan baik sebagai pekerja sebanyak 2 responden . %). Berdasarkan uju chi square di dapat p value = 0,008 dimana p value < 0,05 sehingga terbukti adanya hubungan signifikan antara pekerjaan dengan pengetahuan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Ternyata pekerjaan ibu hamil mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik ( KEK) di klinik pratama tanjung Delitua tahun 2025. Tabel 6. Hubungan Usia RespondenTerhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK)Terhadap kehamilan Di Klinik Pratama Tanjung Delitua Tahun 2025 Usia <20 Tahun Pengetahuan Total Baik Cukup Kurang 20-35 Tahun >35 Tahun Jumlah 0,043 Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 33 responden yang diteliti mayoritas responden yang berumur 20-35 Tahun memiliki pengetahuan kurang sebanyak 9 orang . %) sedangkan minoritas pengetahuan cukup yaitu pada usia responden <20 tahun 1 orang . ,0%). Berdasarkan uju chi square di dapat p value = 0,043 dimana p value < 0,05 sehingga terbukti adanya hubungan signifikan antara usia dengan pengetahuan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik ( KEK ) pada ibu hamil. Ternyata usia ibu hamil mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik ( KEK) di klinik pratama tanjung Delitua tahun 2025. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) terhadap kehamilan di Klinik Pratama Tanjung Delitua tahun 2025, diketahui bahwa pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 54,5%, dan hanya 18,2% yang berpengetahuan Hal ini sejalan dengan teori Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa pengetahuan diperoleh melalui proses penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Faktor pendidikan turut memengaruhi tingkat pengetahuan, di mana sebagian besar responden berpendidikan SMA . ,7%) dan hanya sedikit yang berpendidikan rendah (SD) maupun tinggi (Perguruan Tingg. , masingmasing sebesar 3%. Hal ini mendukung teori Kemenkes RI . bahwa pendidikan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian Lely . signifikan antara pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK . = 0,. pula tingkat pengetahuan individu. Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian Rifatul Masrikhiyah dkk . yang menemukan hubungan signifikan antara sumber informasi dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK. Faktor pekerjaan juga berperan, di mana 75,8% responden adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja, sementara hanya 24,2% yang bekerja. Menurut Arikunto . , pekerjaan berkaitan dengan aktivitas dan akses terhadap informasi yang dapat memengaruhi wawasan seseorang. Hasil ini sejalan dengan temuan Lely . yang menunjukkan hubungan signifikan antara pekerjaan dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK . = 0,. Faktor mayoritas responden berusia 20Ae35 tahun . ,6%), sementara hanya 9,1% yang berusia >35 tahun. Menurut Wahyuni . , usia yang cukup matang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memahami informasi Hasil ini didukung oleh penelitian Fitri Luthfiatil Nuri dkk yang menemukan adanya hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan KEK dengan nilai p = 0,027. Faktor terakhir adalah paritas, di mana primigravida . ,7%) dan hanya 3% yang Menurut Yunamawan . , paritas berhubungan dengan pengalaman kehamilan yang turut memengaruhi pemahaman terhadap kondisi kehamilan, termasuk risiko KEK. Hasil ini sejalan dengan penelitian Lely . yang Selain itu, sumber informasi menjadi faktor penting dalam membentuk pengetahuan. Sebagian besar responden memperoleh informasi dari teman atau keluarga . ,5%), sedangkan hanya 3% yang mendapatkannya dari media cetak dan papan informasi. Ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo . yang menyebutkan bahwa semakin banyak informasi yang diterima, maka semakin tinggi menunjukkan hubungan signifikan antara paritas dan pengetahuan ibu hamil tentang KEK . = 0,. Alini Tjut. Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Tentang PemanfaatanBuku KIA (Stikes Nurul Hasanah Kutacane ) Diakses : September 2021 Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan, sumber informasi, pekerjaan, usia, dan paritas merupakan faktor-faktor penting yang memengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronik. Temuan ini memperkuat teori-teori yang ada dan sejalan dengan berbagai hasil penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya karakteristik individu dan akses informasi dalam meningkatkan pemahaman ibu terhadap risiko KEK selama kehamilan. Anggraini Isti Dian, ddk. Penguatan Layanan Primer dalam Mencegah Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil di Kota Bandar Lampung(Fakultas Kedokteran Universitas Lampun. Diakses : 2019 ASEAN,2020Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja PUSKESMAS Bogor Utara Tahun 2022 Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia http://ejournal2. id/index. p/PROMOTOR Diakses Maret 2023 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 33 responden di Klinik Pratama Tanjung Delitua bulan Maret 2025, dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK), yaitu sebesar 54,5%, dan hanya 18,2% yang memiliki pengetahuan baik. Pengetahuan ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pendidikan, di mana sebagian besar responden berpendidikan SMA . ,7%), serta memperoleh informasi dari teman atau keluarga . ,5%). Dari segi pekerjaan, sebagian besar ibu hamil tidak bekerja . ,8%). Berdasarkan usia, mayoritas berusia 20Ae35 tahun . ,6%), dan dari segi paritas, sebagian besar adalah primigravida . ,7%). Selain itu, pada aspek isi pengetahuan, seluruh responden menjawab benar pada pernyataan nomor 1 . %), namun hanya 45% yang menjawab benar pada pernyataan nomor 18, yang menunjukkan adanya ketimpangan pemahaman pada aspek-aspek tertentu terkait KEK. Dengan menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan akses informasi bagi ibu hamil untuk mencegah risiko KEK selama kehamilan. Hakameri suci cecen. Nilam Rizky Yulia Efendi. Juli Selvi Yanti. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Ketidaknyamanan Trimrester i Di PMB Ernita Kota Pekanbaru (Jurnal Kebidanan Terkini https://doi. org/10. 25311/jkt/Vol2. Iss2. 24 Diakses : 2022 Hayati. Faktor Faktor Hipertensi Dalam Kehamilan Di Wilayah Puskesmas Pujud Kabupaten Rokan Hilir. 9Institut Kesehatan Dan Teknologi Al Insyirah Fakultas Kesehatan Program Studi Kebidanan Program Sarjana Pekanbar. Kemenkes RI 2020Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronis ( KEK ) Pada Ibu Hamil DiPuskesmas Gunung Anyar Surabaya ( Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ) Diakses : Agustus 2023 DAFTAR PUSTAKA