Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Mengaplikasikan Konsep Kriteria Kebenaran Koherensi. Korespomdensi dan Paragmatis dalam Menyusun Tesis Khairul Hadi1. Ragil Wahyuda Abrar2. Icha Alvionita3. Mariam Ulfa4 1,2,3,4 Universitas Labuhan Batu. Indonesia Corresponding Author: ragilwahyuda2@gmail. ABSTRACT Key Word Kegiatan penelitian membutuhkan jawaban akhir yang harus dapat dipercaya kebenarannya. Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, perlu pengkajian ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan kejelasan obyek materi sesuai metode yang sesuai dengan kaidah yang relevan dan tersistem. Dalam penulisan ini, pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penelitian pustaka . ibrary Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga teori untuk menentukan kebenaran, yaitu teori koherensi, korespondensi dan Teori koherensi adalah konsisten atau tidak akan bertentangan suatu pernyataan yang baru dengan pernyataan Teori korespondensi adalah teori yang berdasarkan pada fakta yang obyektif, yaitu sebuah pertanyaan akan benar jika pernyataan tersebut berhubungan dengan fakta obyektif yang ada. Teori pragmatisme dinyatakan sebagai pernyataan yang dianggap benar jika pernyataan ataupun konsekuensinya akan memberikan manfaat praktis bagi manusia. Ketiga teori-teori kebenaran tersebut cenderung untuk saling menyempurnakan daripada saling bertentangan, dalam menentukan suatu kesimpulan kegiatan Kriteria Kebenaran. Koherensi. Korespondensi. Paragmatisme. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 10 November 2024 Revised 21 December 2024 Accepted 10 January 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Kegiatan penelitian merupakan salah satu cara berpikir seorang mahasiswa untuk memecahkan masalah yang dialaminya. Dengan melakukan kegiatan penelitian, baik dalam bentuk laporan skripsi, tesis, dan sebagainya. seorang mahasiswa sebagai peneliti harus dapat menemukan teori-teori kebenaran yang dapat mendukung keputusan penelitian yang dilakukannya. Arikunto . menyatakan tesis merupakan karya tulis yang dibuat oleh mahasiswa berdasarkan hasil penelitian yang terencana dan sistematis, bertujuan untuk memecahkan masalah atau menguji hipotesis tertentu. penyusunan tesis, penggunaan teori kebenaran sangat penting untuk membangun argumen yang kuat dan memvalidasi hasil penelitian. Berdasarkan pendapat ini, perlu Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 324-330 bagi seorang peneliti untuk menemukan dan memberikan argumentasi ilmiah yang bersumber dari teori-teori kebenaran yang ditemukan. Untuk memperoleh kebenaran, cara yang ditempuh seorang peneliti di antaranya dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsipprinsip yang lewat penalaran rasional. Kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti. Ilmu pengetahuan harus dibedakan dari fenomena alam. Fenomena alam adalah fakta, kenyataan yang tunduk pada hokum-hukum yang menyebabkan fenomena itu muncul. Ilmu pengetahuan adalah formulasi hasil aproksimasi atas fenomena alam atau simplifikasi atas fenomena tersebut (Natasya, dkk. , 2. Kebenaran ilmiah tidak akan bisa lepas dari makna dan fungsi ilmiah sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan manusia. Dalam mendapatkannya harus melalui tahap-tahap metode ilmiah. Menurut Vardiansyah . , yang dimaksud kebenaran adalah kesesuaian antara pengetahuan dan objek. Sebagian ilmuwan mengatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat sesuai dengan keadaan objek . , bersifat nyata, memiliki realitas dan merupakan bagian dari fenomena alam. Sedang sebagian yang lain mendiskripsikan bahwa lawan dari kebenaran adalah kesesatan, keburukan, dan ketidak benaran. Kebenaran adalah terjadinya kesesuaian yang setia dan kukuh dari petimbangan dan ide kepada fakta pengalaman atau kepada fenomena alam seperti adanya (Mubarok, 2. Kebenaran ilmu pengetahuan berkenaan dengan kejelasan obyek materi yang dikajinya sesuai cara pandang tertentu namun menggunakan metode yang sesuai dengan kaidah yang relevan dan tersistem. Kencana . mengartikan benar sebagai pengetahuan akal berupa ilmu yang dibahas menggunakan logika, adapun pengetahuan budi adalah moral yang dibahas dalam etika, adapun yang dimaksud dengan pengetahuan inderawi adalah seni yang berkaitan dengan estetika. Sedangkan maksud dari pengetahuan kepercayaan berupa agama yang tidak memaksa dan harus diterima secara logika. Soekadijo . mengemukakan proses berpikir yang didasari dengan logika akan melahirkan penalaran. Secara umum penalaran dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif. Penalaran deduktif adalah proses penarikan simpulan khusus berdasarkan prinsip-prinsip umum. Sedangkan penalaran induktif adalah kebalikan dari penalaran deduktif, yaitu proses penarikan simpulan umum dari fakta-fakta yang bersifat khusus. Setiap bentuk penalaran membutuhkan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Suwandi . menyatakan pengetahuan inderawi merupakan struktur terendah dalam struktur tersebut. Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi adalah pengetahuan rasional dan intuitif. Tingkat yang lebih rendah menangkap kebenaran secara tidak lengkap, tidak terstruktur, dan pada umumnya kabur, khususnya pada pengetahuan inderawi dan naluri. Pada tingkat Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 324-330 pengetahuan rasional-ilmiah, manusia melakukan penataan pengetahuannya agar terstruktur dengan jelas. Untuk menemukakan teori kebenaran dalam kegiatan penelitian, secara umum peneliti menggunakan teori korespondensi, koherensi dan pragmatis. Teori kebenaran korespondensi relevan dalam penelitian berbasis data empiris, di mana hipotesis dibuktikan melalui pengumpulan dan analisis data faktual dari lapangan. Teori kebenaran koherensi banyak digunakan dalam penelitian konseptual atau teoretis, di mana argumen yang disusun harus koheren dengan teori yang sudah ada. Sedangkan teori kebenaran pragmatis menyatakan bahwa kebenaran ditentukan oleh manfaat praktis atau konsekuensi yang dihasilkan (Audrian, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka . ibrary researc. , yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber bacaan yang relevan (Sugiyono, 2. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku dan literartur yang memuat kajian tentang konsep kriteria kebenaran korespondensi, koherensi dan paragmatis. Peneliti akan menganalisis berbagai referensi tersebut untuk memahami tentang konsep kriteria kebenaran korespondensi, koherensi dan paragmatis. Melalui pendekatan pustaka ini, penelitian berfokus pada pengumpulan dan kajian literatur yang relevan, baik diterbitkan oleh tokoh-tokoh ahli dalam bidang filsafat pendidikan maupun oleh para peneliti lain yang telah membahas tentang konsep kriteria kebenaran korespondensi, koherensi dan paragmatis. Proses analisis data akan dilakukan dengan cara menelaah dan mengevaluasi berbagai sumber yang ada untuk menggali tentang konsep kriteria kebenaran korespondensi, koherensi dan Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami pemikiran serta penerapanya dalam pendidikan, terutama di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Teori Korespondensi dalam Kebenaran Teori kebenaran korespondensi . orrespondence theory of trut. yang kadang disebut dengan accordance theory of truth, adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesuaian . antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju oleh pernyaan atau pendapat tersebut (Ocsis, 2. Teori kebenaran korespondensi menggunakan alur berpikir induktif, artinya berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 324-330 Dengan pengertian lain, menarik kesimpulan diakhir setelah ada fakta-fakta pendukung yang telah diteliti dan dianalisa sebelumnya (Safitri, 2. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan. Teori kebenaran korespondensi adalah teori kebenaran yang paling awal, sehingga dapat digolongkan ke dalam teori kebenaran tradisional karena aristoteles sejak awal . ebelum abad moder. mensyaratkan kebenaran pengetahuan harus sesuai dengan kenyataan yang diketahuinya (Harweli, 2. Signifikansi teori ini apabila diaplikasikan pada dunia sains dengan tujuan dapat mencapai suatu kebenaran yang dapat diterima oleh semua orang. Seorang ilmuan akan selalu berusaha meneliti kebenaran yang melekat pada sesuatu secara sungguhsungguh, sehingga apa yang dilihatnya itu benar-benar nyata terjadi. Sebagai contoh, gunung dapat berjalan. Untuk membuktikan kebenaran pernyataan ini harus diteliti dengan keilmuan yang lain yaitu ilmu tentang gunung . , ternyata gunung mempunyai kaki . empeng bum. yang bisa bergerak sehingga menimbulkan gempa bumi dan tsunami. Dengan demikian sebuah pertanyaan tidak hanya diyakini kebenarannya, tetapi harus diragukan dahulu untuk diteliti, sehingga mendapatkan suatu kebenaran hakiki (Farida, dkk. , 2. Teori Koherensi dalam Kebenaran Teori kebenaran koherensi atau konsistensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Menurut teori ini kebenaran tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta dan realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri. Teori ini berpendapat bahwa kebenaran ialah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui, diterima dan diakui sebagai benar (Efendi, 2. Suatu proposisi benar jika proposisi itu berhubungan . dengan proposisiproposisi lain yang benar atau pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Dengan demikian suatu putusan dianggap benar apabila mendapat penyaksian . oleh putusan-putusan lainnya yang terdahulu yang sudah diketahui, diterima dan diakui Karena sifatnya demikian, teori ini mengenal tingkat-tingkat kebenaran. Suatu proposisi itu cenderung benar jika proposisi itu coherent . aling berhubunga. dengan proposisi-proposisi lain yang benar, atau jika arti yang dikandung oleh proposisi coherent dengan pengalaman kita. Dalam penyusunan tesis teori koherensi menggunakan alur berpikir deduktif, dengan kata lain dalam berpikir bertolak dari hal- Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 324-330 hal yang umum terlebih dahulu kemudian dilanjutkan ke hal yang lebih khusus (Koto. Kalau dibandingkan dengan teori korespondensi, teori koherensi, pada kenyataannya kurang diterima secara luas dibandingkan teori pertama tadi. Teori ini punya banyak kelemahan dan mulai ditinggalkan. Misalnya, astrologi mempunyai sistem yang sangat koheren, tetapi kita tidak menganggap astrologi benar. Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri (Endraswara, 2. Teori Pragmatisme dalam Kebenaran Amsal . menyatakan teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Menurut teori pragmatis, kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis manusia. Dalam artian, suatu pernyataan adalah benar, jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia. Kosasih . menyatakan pragmatisme merupakan aliran filsafat yang lahir di Amerika serikat akhir abad ke-19, yang menekankan pentingnya akal budi . sebagai sarana pemecahan masalah . roblem solvin. dalam kehidupan manusia baik masalah yang bersifat teoritis maupun praktis. Menimbang teori pragmatisme dengan teori-teori kebenaran sebelumya, pragmatisme memang benar untuk menegaskan karakter praktis dari kebenaran, pengetahuan, dan kapasitas kognitif manusia Tapi bukan berarti teori ini merupakan teori yang terbaik dari keseluruhan teori. Kriteria pragmatisme juga diergunakan oleh ilmuan dalam menentukan kebenaran ilmiah dalam prespektif waktu (Nasarudin, 2. Teori pragmatis meninggalkan semua fakta, realitas maupun putusan/ hukum yang telah ada. Satu-satunya yang dijadikan acuan bagi kaum pragmatis ini untuk menyebut sesuatu sebagai kebenaran ialah jika sesuatu itu bermanfaat atau Teori pragmatisme membantu seorang peneliti untuk merancang penelitian yang fokus pada solusi praktis, fleksibel dalam metodologi, dan bermanfaat bagi masyarakat atau bidang tertentu. Oleh karena itu, keterkaitan teori ini memberikan pendekatan yang relevan dan signifikan dalam menyusun penelitian yang aplikatif dan berorientasi pada hasil (Tahir, 2. KESIMPULAN Kriteria kebenaran dalam penyusunan laporan penelitian, baik dalam bentuk tesis dan sebagainya akan menjadi kuat dan dipercaya hasilnya. Dengan kata lain, laporan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 324-330 penelitian yang baik harus memiliki dasar argumen yang konsisten secara logis . , sesuai dengan kenyataan . , dan memberikan kontribusi yang berguna . Teori koherensi akan melihat kebenaran pernyataan melalui kekonsistensinya dengan kebenaran yang ada dan tidak perlu dibuktikan secara langsung. Teori korespondensi berkaitan dengan pernyataan yang sebelumnya apakah saling berkaitan dengan pernyataan yang sebelumnya benar atau tidak. Sedangkan teori pragmatisme akan berkaitan dengan nilai guna pada manusia atau praktis. Teori-teori kebenaran . oherensi, menyempurnakan daripada saling bertentangan, oleh karena itu ketiga teori disatukan untuk mendapatkan kesesuaian dari pertimbangan dan ide terhadap fakta pengalaman atau keadaan alam yang semestinya. DAFTAR PUSTAKA