Educate Journal of Community Service in Education Vol. No. , pp. 85-92 | e-ISSN: 2828-5727 http://journal. id/index. php/educate Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan Ikhlas Hamzani1*. Rizka Fahruza Siregar2. Nurhayati3. Suhariyanti4. Erni Suyani5. Sri Mulyani6 Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia1 Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia. Medan. Indonesia2 Universitas Dharmawangsa. Medan. Indonesia3,4,5,6 ikhlashamzani@usk. id*1, rizkafahruza. siregar@gmail. nurhayati@dharmawangsa. id3, suhariyanti@dharmawangsa. ernisuyani@dharmawangsa. id5, srimulyani160165@dharmawangsa. *Corresponding Author Submit: 23 Oktober 2025. revisi: 11 Desember 2025, diterima: 22 Desember 2025 ABSTRAK Literasi membaca merupakan keterampilan fundamental yang harus dikuasai siswa sebagai dasar pembelajaran sepanjang hayat. Namun, minat baca siswa di Indonesia masih tergolong rendah, termasuk di MIS Nurul Hidayah Medan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan minat literasi membaca siswa melalui implementasi program sudut baca. Metode pelaksanaan meliputi persiapan dan perencanaan, pembuatan dan penataan sudut baca, pelaksanaan program literasi, monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan minat baca siswa yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi kunjungan ke sudut baca, antusiasme siswa dalam meminjam buku, dan perkembangan kemampuan literasi siswa. Program sudut baca terbukti efektif sebagai strategi praktis untuk menciptakan budaya literasi di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan literasi membaca siswa. Kata kunci: Literasi membaca. Minat baca. Sudut baca ABSTRACT Reading literacy is a fundamental skill that students must master as a foundation for lifelong learning. However, student reading interest in Indonesia is still relatively low, including at MIS Nurul Hidayah Medan. This community service program aims to foster students' interest in reading literacy through the implementation of a reading corner program. The implementation method includes preparation and planning, creation and arrangement of the reading corner, implementation of the literacy program, monitoring and evaluation. The results of the community service program show a significant increase in students' reading interest, as indicated by an increase in the frequency of visits to the reading corner, students' enthusiasm in borrowing books, and the development of students' literacy skills. The reading corner program has proven effective as a practical strategy for creating a culture of literacy in the school The success of this program is expected to serve as a model for other schools in developing student reading literacy. Keywords: Reading literacy. Reading interest. Reading corner Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. 32585/educate. 7404 | 85 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. PENDAHULUAN Literasi membaca merupakan keterampilan fundamental yang menjadi dasar bagi keberhasilan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat. Kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang. UNESCO . menegaskan bahwa literasi adalah hak asasi manusia yang fundamental dan fondasi untuk belajar sepanjang hayat, yang sangat penting untuk pembangunan sosial dan pembangunan manusia. Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam hal literasi membaca. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022. Indonesia berada pada peringkat ke-71 dari 81 negara dengan skor literasi membaca 359, masih di bawah rata-rata negara-negara OECD yang mencapai 476 (OECD, 2. Data ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Rendahnya minat baca di kalangan siswa menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini. Minat membaca pada usia sekolah dasar sangat penting untuk dikembangkan karena periode ini merupakan masa golden age dalam pembentukan kebiasaan dan karakter anak. Minat baca yang tumbuh sejak dini akan membentuk kebiasaan membaca yang berkelanjutan hingga dewasa dan berdampak positif terhadap prestasi akademik siswa (Rahim. F, 2. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa minat baca siswa di Indonesia masih tergolong Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain keterbatasan akses terhadap bahan bacaan, minimnya fasilitas perpustakaan yang memadai, serta kurangnya pembiasaan membaca di lingkungan sekolah dan keluarga. Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Hidayah Medan sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat dasar menghadapi permasalahan serupa. Berdasarkan observasi awal, teridentifikasi beberapa kendala dalam pengembangan literasi membaca di sekolah ini, di antaranya: . minimnya koleksi buku bacaan yang menarik dan sesuai dengan tingkat usia . belum tersedianya ruang khusus yang nyaman untuk membaca. kurangnya program pembiasaan membaca yang terstruktur. rendahnya motivasi siswa untuk membaca di luar jam pelajaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat dan kemampuan literasi siswa, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu program yang sistematis dan berkelanjutan dalam menumbuhkan minat literasi membaca siswa. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah melalui pengembangan sudut baca . eading corne. di lingkungan Sudut baca merupakan salah satu strategi dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dapat menciptakan ekosistem literasi yang kaya di sekolah (Wiedarti P. , 2. Sudut baca menyediakan akses mudah terhadap bahan bacaan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan membaca. Program sudut baca memiliki beberapa keunggulan, antara lain: . memberikan akses mudah kepada siswa terhadap berbagai jenis buku bacaan. menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dan tidak formal. mendorong terbentuknya budaya baca di sekolah. dapat diintegrasikan dengan berbagai kegiatan pembelajaran (Faradina, 2. Melalui program ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki akses terhadap buku, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan kebiasaan membaca secara mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan minat literasi membaca siswa MIS Nurul Hidayah Medan melalui program sudut baca. Program ini dirancang secara komprehensif, meliputi penyediaan sarana dan prasarana sudut baca, pengadaan koleksi buku bacaan yang menarik dan variatif, pelatihan pengelolaan sudut baca bagi guru, serta implementasi program pembiasaan membaca yang terstruktur. Dengan 32585/educate. 7404 | 86 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap minat dan kemampuan literasi siswa, serta menciptakan budaya baca yang kuat di lingkungan sekolah. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MIS Nurul Hidayah Medan yang beralamat di Jl. Tangguk Bongkar II No. 28 A. Tegal Sari Mandala II. Kec. Medan Denai. Kota Medan. Sumatera Utara 20224. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan, mulai Juli hingga September 2025, dengan melibatkan siswa kelas 1-6 sebanyak 180 siswa dan 12 guru. Adapun tahapan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut : Tabel 1. Tahapan dalam Kegiatan Pengabdian No. Tahapan Pesiapan dan Perencanaan C Pembuatan dan Penataan Sudut Baca Pelaksanaan Program Literasi Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Survey dan analisis kebutuhan di MIS Nurul Hidayah Medan Koordinasi dengan kepala sekolah dan guru mengenai rencana program Identifikasi pembuatan sudut baca Perencanaan desain sudut baca yang menarik dan nyaman Penyusunan pembagian tugas Pembuatan 6 sudut baca di setiap kelas . elas 1-. Penataan ruang dengan dekorasi yang menarik dan ramah anak Pengadaan koleksi buku bacaan yang variatif sesuai tingkat usia Pembuatan rak buku sederhana dan pojok baca yang nyaman Pelibatan siswa dalam mendekorasi dan menata sudut baca Kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai Story telling atau dongeng seminggu sekali Pembuatan karya kreatif hasil membaca . ambar, puisi, cerit. Kegiatan tukar buku antar kelas Pojok berbagi cerita . ook sharing sessio. Pemantauan rutin penggunaan sudut baca Pencatatan frekuensi kunjungan dan buku yang dibaca Evaluasi minat baca melalui angket dan Dokumentasi kegiatan literasi Perbaikan dan pengembangan program berdasarkan evaluasi Waktu 2 minggu 3 minggu 7 minggu Berkelanjutan 32585/educate. 7404 | 87 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Data dikumpulkan melalui: Observasi : Pengamatan langsung terhadap aktivitas literasi siswa Angket : Pengukuran minat baca siswa sebelum dan sesudah program Wawancara : Penggalian informasi dari guru dan siswa tentang program Dokumentasi : Pencatatan jumlah kunjungan dan buku yang dipinjam Focus Group Discussion : Diskusi dengan guru untuk evaluasi program HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berikut ini adalah hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut : Persiapan dan Perencanaan Pada tahap persiapan dan perencanaan, tim pengabdi melakukan survey dan analisis kebutuhan di MIS Nurul Hidayah Medan. Kemudian tim pengabdi melakukan koordinasi dengan kepala sekolah mengenai rencana program kegiatan yang dilakukan. Gambar 1. Tim Pengabdi Sedang Melakukan Koordinasi Dengan Kepala Sekolah Mengenai Rencana Program Kegiatan Sudut Baca Perencanaan dan Penataan Buku Dalam kegiatan ini, tim pengabdi secara bersama-sama menyusun dan menata buku di rak buku. Buku yang akan diletakkan di rak buku berupa buku cerita, dongeng, komik, buku pelajaran, buku ensiklopedia, kamus Bahasa Inggris dan buku lainnya. Gambar 2. Tim Pengabdi Sedang Menyusun dan Menata Buku di Rak Buku Pembuatan Sudut Baca Dalam program kegiatan ini, berhasil menciptakan 6 sudut baca di setiap kelas dengan desain yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa. Setiap sudut baca dilengkapi Rak buku sederhana dengan kapasitas 150-200 buku Karpet atau tikar untuk area duduk yang nyaman Koleksi buku yang variatif . uku cerita, dongeng, komik, buku pelajaran, buku 32585/educate. 7404 | 88 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. ensiklopedia, kamus Bahasa Inggris dan buku lainny. Meja baca untuk siswa Gambar 3. Foto Tim Pengabdi Bersama Kepala Sekolah MIS Nurul Hidayah Medan di Sudut Baca Sekolah Kegiatan Literasi Berbagai kegiatan literasi yang telah dilaksanakan: Membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Siswa diberi kebebasan memilih buku yang ingin Kegiatan ini melatih siswa untuk membiasakan membaca secara rutin. Story telling atau dongeng dilaksanakan setiap JumAoat pagi dengan menghadirkan pendongeng atau guru yang bercerita. Kegiatan ini sangat diminati siswa dan efektif meningkatkan imajinasi serta pemahaman cerita. Karya kreatif literasi siswa membuat berbagai karya hasil membaca seperti gambar ilustrasi cerita, puisi, cerpen sederhana, dan komik. Karya-karya ini dipajang di sudut baca dan koridor sekolah. Book sharing session, kegiatan berbagi cerita tentang buku yang telah dibaca. Siswa antusias menceritakan buku favorit mereka kepada teman-teman. Gambar 4. Siswa sedang membaca buku di sudut baca sekolah Peningkatan Minat Baca Siswa Berdasarkan data yang dikumpulkan selama program berlangsung, terjadi peningkatan signifikan dalam minat baca siswa: Data Kuantitatif: C Frekuensi kunjungan ke sudut baca meningkat dari rata-rata 5 siswa per hari menjadi 25 siswa per hari . eningkatan 300%) C Jumlah buku yang dibaca per siswa meningkat dari rata-rata 2 buku per bulan menjadi 6 buku per bulan C Persentase siswa yang menyatakan suka membaca meningkat dari 35% 32585/educate. 7404 | 89 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. menjadi 79% Waktu yang dihabiskan untuk membaca meningkat dari rata-rata 10 menit menjadi 30 menit per hari Data Kualitatif: C Siswa lebih antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan literasi C Siswa mulai membawa buku bacaan sendiri dari rumah C Meningkatnya diskusi antar siswa tentang buku yang dibaca C Guru melaporkan adanya peningkatan kemampuan berbicara dan menulis C Orang tua memberikan feedback positif tentang perubahan kebiasaan membaca anak di rumah Pembahasan Keberhasilan program sudut baca di MIS Nurul Hidayah Medan sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Wiedarti P. , . bahwa kemudahan akses terhadap bahan bacaan merupakan faktor kunci dalam menumbuhkan minat baca. Penempatan sudut baca di lokasilokasi strategis yang dekat dengan aktivitas siswa sehari-hari terbukti efektif meningkatkan intensitas interaksi siswa dengan buku. Suasana sudut baca yang nyaman, santai, dan menarik juga berperan penting dalam menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Dalman . yang menyatakan bahwa lingkungan yang kaya akan bahan bacaan dan kondusif dapat mendorong tumbuhnya minat baca. Dekorasi yang colourful, bean bag yang nyaman, dan kebebasan memilih buku sesuai minat membuat siswa tidak merasa terbebani saat membaca. Program membaca 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran menunjukkan efektivitas strategi pembiasaan dalam pengembangan literasi. Seperti yang dijelaskan oleh Kemendikbud . dalam panduan Gerakan Literasi Sekolah, pembiasaan membaca secara rutin akan membentuk kebiasaan dan budaya literasi di kalangan siswa. Pada awalnya, beberapa siswa terlihat terpaksa, namun seiring waktu, kegiatan ini menjadi rutinitas yang dinanti-nantikan. Pembiasaan ini juga didukung oleh keteladanan guru yang turut membaca bersama siswa. Modeling dari guru sangat penting karena siswa cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya (Rahim. F, 2. Ketika siswa melihat guru juga membaca dengan antusias, mereka terdorong untuk melakukan hal yang sama. Pentingnya bermain untuk mendukung tumbuh kembang anak, sebagai bentuk dukungan bagi anak dalam mencapai tumbuh kembang yang baik bagi anak usia prasekolah (Wahyudi, 2. Keberagaman bahan bacaan yang disediakan di sudut baca terbukti menjadi faktor penarik minat siswa. Siswa memiliki preferensi bacaan yang berbeda-beda sesuai dengan minat dan tingkat kemampuan mereka. Tersedianya berbagai jenis buku mulai dari komik, cerita bergambar, hingga buku pengetahuan memungkinkan setiap siswa menemukan bacaan yang sesuai dengan minatnya. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari E. S . yang menemukan bahwa keberagaman bahan bacaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan program literasi di sekolah. Ketika siswa menemukan buku yang menarik bagi mereka, motivasi intrinsik untuk membaca akan muncul dengan sendirinya. Selain itu, perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab siswa malas belajar dan membaca, lebih senang bermain game online dan melihat youtube (Siwi, 2. Keberhasilan program ini juga ditentukan oleh integrasi kegiatan literasi dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Kegiatan bercerita, lomba literasi, dan penggunaan sudut baca kelas menjadikan literasi bukan hanya sebuah program terpisah, tetapi menjadi bagian integral dari budaya sekolah. Penelitian Antoro . juga menekankan bahwa pengembangan literasi akan 32585/educate. 7404 | 90 Hamzani et al. Peningkatan Minat Literasi Membaca Siswa melalui Program Sudut Baca di MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. lebih efektif jika terintegrasi dalam seluruh ekosistem sekolah. Dukungan kepala sekolah dan komitmen guru dalam melaksanakan program juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Tanpa dukungan dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, program literasi akan sulit berkelanjutan (Kemendikbud, 2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa implementasi program sudut baca di MIS Nurul Hidayah Medan telah berhasil dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penataan fisik, pengadaan bahan bacaan, pelaksanaan kegiatan literasi, dan pendampingan berkelanjutan. Program sudut baca terbukti efektif meningkatkan minat literasi membaca siswa akibat kemudahan akses, keberagaman bahan bacaan, suasana yang nyaman dan menarik, pembiasaan membaca rutin, keteladanan guru, dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Program sudut baca dapat menjadi model strategi praktis dan efektif untuk menciptakan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar, khususnya di sekolah dengan keterbatasan fasilitas perpustakaan. Untuk keberlanjutan dan pengembangan program sudut baca disarankan kepada sekolah untuk dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan dan pemeliharaan sudut baca, mengintegrasikan program literasi dalam kurikulum sekolah, melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program, mengembangkan sudut baca digital untuk melengkapi buku fisik serta menjalin kerjasama dengan perpustakaan daerah untuk pengadaan buku UCAPAN TERIMA KASIH