Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENGUATAN KETRAMPILAN LITERASI DALAM MEWUJUDKAN IKLIM INKLUSIVITAS MELALUI BUKU CERITA DAN SOSIODRAMA Wahyu Dewi Sulistyarini1. Muhammad Rafli Aidillah1. Candra Sulistyorini3. Siti Raudah4 Program Studi SI Ilmu Keperawatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Program Studi SI Administrasi Kesehatan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Program Studi SI Ilmu Kebidanan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda Korespondensi: wahyudewis@itkeswhs. Abstrak Latar belakang: Dalam mewujudkan iklim inklusifitas perlu adanya pendidikan karakter bagi anak untuk meningkatkn rasa kepedulian, kerjasama, menghargai perbedaan dan empati terhadap sesamanya. Dengan adanya Pendidikan inklusif, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental dan social atau meiliki kecerdasan dan atau bakat Istimewa untuk memperoleh Pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Tujuan: meningkatkan ketrampilan literasi dalam mewujudkan iklim inklusivitas di Sekolah Dasar melalui buku cerita dan sosiodrama. Metode: Program ini dijalankan melalui 6 tahapan yaitu. sosialisasi, . penyusunan naskah dan alur cerita anak dan sosiodrama, . persiapan dan Latihan drama, . intervensi membaca buku cerita anak dan penampilan sosiodrama, . pendampingan dan evaluasi dan ke . keberlanjutan program. Hasil: dua buku yang disusun adalah Ulur Ular Nagana dan Siti terbang Tinggi dan terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan . , sikap (. dan perilaku . setelah dilakukan pembacaan buku cerita dan sosiodrama bersama. Simpulan: Program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada anak-anak sekolah dasar tentang nilai-nilai inklusivitas, seperti toleransi, kesetaraan, dan empati. Pendekatan kreatif melalui buku cerita dan sosiodrama memperkaya pengalaman belajar anak-anak, meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kerjasama. Kata kunci: inklusifitas. Abstract Background: In realizing an inclusive condition, character education is needed for children to increase their sense of caring, cooperation, respect for differences and empathy towards others. With inclusive education, it provides the widest possible opportunity for all students who have physical, emotional, mental and social disabilities or have special intelligence and/or talents to obtain quality education according to their needs and abilities. Objective: to improve literacy skills in realizing an inclusive condition in Elementary Schools through story books and sociodrama. Method: This program is carried out through 6 stages, namely. socialization, . preparation of scripts and storylines for children and sociodramas, . preparation and drama practice, . intervention in reading children's story books and sociodrama performances, . mentoring and evaluation and . program sustainability. Results: The two books compiled were Ulur Ular Nagana and Siti Terbang Tinggi and there were significant differences in knowledge . , attitudes (. and behavior . after reading story books and sociodramas together. Conclusion: This program provides a deeper understanding to elementary school children about the values of inclusivity, such as tolerance, equality, and empathy. The creative approach through story books and sociodramas enriches children's learning experiences, improves social, communication, and cooperation skills. Keywords: inclusivity. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Peningkatan Vol. 8 No. November 2024 (Puspita & Rosyidiana, 2. Selain pada anak-anak memiliki dampak yang itu, literasi inklusifitas pada anak-anak masyarakat yang lebih inklusif dan mengembangkan sikap yang positif Social terhadap teman sebaya yang berbeda, exclusion dan peer rejection yang sering termasuk perbedaan budaya, ras, agama, terjadiseakan menjauhkan inklusif dari dan kemampuan (Rahim, 2. jangkauan yang seharusnya diterapkan Dalam dan menjadi fenomena masalah saat ini. inklusifitas perlu adanya pendidikan Hal tersebut tentunya memiliki dampak karakter bagi anak untuk meningkatkan terhadap kondisi emosi dan perilaku rasa kepedulian, kerjasama, menghargai Anakpun dapat mengalami gangguan (Rofisian, pada akademik, penurunan perilaku Dengan adanya Pendidikan inklusif, memberikan kesempatan seluas-luasnya (Elenbass Killen, karakteristik temperamental dan harga kepada semua peserta diri rendah (Rutland, et. , 2. mempunyai kelainan fisik, emosional. Penelitian sebelumnya didik yang bahwa anak-anak akan membentuk dan kecerdasan dan atau bakat Istimewa mengidentifikasi kelompoknya secara untuk memperoleh Pendidikan yang Bahasa, gender ataupun karakteristik kemampuannya (Amka, 2. Inklusivitas menjadi isu penting mendapat penolakan bagi anak dengan yang harus terus diadvokasi. Pada latar belakang dan kondisi yang berbeda (Coyne, et. , 2. Literasi tentang kurangnya iklim inklusivitas adalah inklusifitas dapat membantu anak-anak Angka keragaman manusia, sehingga mereka bullying di Kalimantan Timur terus dapat menjadi individu yang lebih meningkat selama 5 tahun terakhir. Data Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Dinas Pemberdayaan Kependudukan. Perempuan Vol. 8 No. November 2024 sebanyak 27 guru yang merupakan guru mata Pelajaran dan guru wali kelas. Perlindugan Anak (DKP3A) pada tahun Jumlah total peserta didik berjumlah 499 siswa mulai dari kelas 1 sampai kekerasan dan meningkat drastis pada dengan 6 dengan latar belakang yang tahun 2023 yakni sebanyak 1108 kasus. berbeda - beda dari segi geografis Begitupun Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat 140 kasus selama budaya, agama dan keturunan. Selain Kutai Kartanegara merupakan salah SDN Tenggarong menerima peserta didik tanpa batasan, satu Kabupeten di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki luas 27. 000 km2. heterogenitas latarbelakang dan karakter Penduduk dari para siswa. Kabupaten tersebut adalah suku Kutai Mengarah pada analisis situasi yang dengan dialek Kutai sehari-harinya. telah dilakukan, tim merencanakan Namun di daerah tersebut juga banyak untuk melaksanakan upaya promotif terdapat pendatang dari berbagai daerah dan preventif berupa edukasi dan diluar Kalimantan Timur yang telah belakang agama dan budaya berbeda melalui buku cerita dan sosiodrama. Begitupun Kutai Kartanegara menjadi salah satu hal yang Berdasarkan dapat kita jumpai disana. SDN 007 Tenggarong Pendidikan Tenggarong yang merupakan jantung inklusivitas dan mencegah terjadinya Kabupaten Kutai Kartanegara. SDN AuBERSAMA KITA BISA berilmu, santun, mandiri, kreatif, storytelling dan sosiodrama (Martini, inovatif, amanah, indah, sehat dan , 2024. Arisandy, 2. Selain itu, amanAy ini memiliki Guru di sekolah penelitian lain menyebutkan bahwa Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 siswa yang terlibat dalam kegiatan Adapun tahapan dalam dongeng dan sosiodrama cenderung memiliki sikap yang lebih inklusif dan masyarakat adalah sebagai berikut: Sosialisasi perilaku bullying disbanding kelompok Sosialisasi dilaksanakan dalam lain (Catur, et. , 2. Sehingga kegiatan lokakarya bersama para penerapan kedua pendekatan ini dalam Tenggarong sekaligus kembali membantu menciptakan budaya sekolah menguatkan advokasi tentang merangkul dan menghindarkan dari Tindakan (Suwarni, tercermin dalam setiap kegiatan Oleh karena hal tersebut, tim pembelajaran baik itu akademik Pendidikan masyarakat berupa penyusunan buku SDN semua siswa dan Kegiatan dilakukan di awal dan diakhir bekerjasama, toleransi, kesetaraan dan saling menghargai bagi siswa sekolah Masyarakat. Pada kegiatan juga dan pihak yang terlibat dalam kegiatan pengetahuan, sikap dan perilaku melihat data awal siswa sekolah METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian Masyarakat tentang pengetahuan. ini bertempat di SDN 007 Tenggarong dengan keseluruhan proses kegiatan cerita dongeng dan sosiodrama Berfokus Penyusunan naskah dan alur Tema yang diangkat pada buku cerita berfokus pada 2 hal yakni kemudian alur cerita diadaptasi menjadi AuWalaupun sebuah alur cerita dalam sosiodrama AuJangan bekerjasamaAy Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) majuAy. Penyusunan Vol. 8 No. November 2024 diangkat dan dituangkan dalam perilaku siswa sehingga lebih terampil dalam mempraktekkan selanjutnya dibuat nilai-nilai desain dan ilustrasi gambar yang sesuai dengan naskah cerita dan dengan kemampuan menghargai, dilengkapkan menjadi sebuah buku dongeng untuk dicetak dan menguatkan antara sesama siswa dalam belajr dan berkarya. Buku Persiapan sehari-hari diharapkan menjadi jendela awal Persiapan dan latihan kegiatan bersama mahasiswa dan siswa berimanajinasi dalam peran yang Sekolah Dasar. Pendampingan untuk lebih menekankan tentang siswa dan interaksi sosial antara isu tersebut dan lebih mendalami Latihan sehari-harinya tanpa batasan waktu dan tempat. Pendampingan dan evaluasi Pendampingan dilakukan selama orangtua/wali proses kegiatan sebagai uoaya Sosiodrama diperankan oleh mahasiswa dan melibatkan evaluasi peoses kegiatan yang Intervensi Selain itu evaluai juga dilakukan untuk mengukur Intervensi 2 kegiatan ini dan indikator capaian yang telah Hasil evaluasi akan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) direkap dan dituangkan dalam HASIL DAN PEMBAHASAN laporan akhir dan menjadi bahan HASIL pertimbangan dalam merancang Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan rencana tindak lanjut kegiatan. Keberlanjutan Program cerita. Latihan drama dan pementasan Buku ini menceritakan seorang anak laki-laki yang berkebutuhan dengan keterbatasan pada dirinya. Ongoi pada agenda pembacaan buku cerita dan teman-temannya menyebarkan kuesioner evaluasi kepada nagana yang akan ditampilkan pada penuh ambisi untuk membantu buku ini menggambarkan meski Adapun evaluasi kegiatan dilaksanakan setempat di Kutai Kartanegara, jangkauan yang lebih luas. Dengan mengangkat budaya menanamkan nilai inklusivitas di serta berkomunikasi dengan orang bergerak dalam advokasi dan Ongoi intelektual kesulitan berinteraksi Sehingga akan terus memiliki Tuna Grahita dengan inklusifitas setelah kegiatan ini Buku cerita anak berjudul ULUR ULAR NAGANA diharapkan pihak sekolah juga ditulis adalah sebagai berikut: bersama para siswa. Adapun 2 Buku yang Prinsip dari kegiatan ini adalah drama serta membaca buku cerita anak Keberlanjutan program kegiatan Vol. 8 No. November 2024 Festival Erau Tenggarong. Dengan dukungan teman-teman, dan orang- perilaku tentang inklusifitas. orang sekelilingnya Ongoi pun menyelesaikan ulur ulur nagana yang dibuat teman-temannya itu meski sedikit mengganggu dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 membuat hasilnya tidak sesuai tetal Selanjutnya cerita buku tersebut teman-temannya sangat mengerti diadopsi dalam naskah drama yang diperankan oleh mahasiswa dan siswa akhirnya ulur ulur nagana pun jadi sekolah yang berlatih Bersama selama dibuat oleh Ongoi dan teman- 10 minggu dalam mewujudkan cerita drama menjadi sebuah pementasan, mengarak nagana mereka di Erau bersamaan dengan pembacaan buku dengan sangat gembira. Para mahasiswa dan siswa sangat Buku cerita anak berjudul SITI TERBANG TINGGI Buku ini menceritakan seorang Ongoi sekaligus menyimak pembacaan buku cerita dan penampilan drama yang anak perempuan bernama siti yang Selain itu, pementasan tari mengalami kejadian sampai harus dan nyanyian juga ditampilkan sebagai kehilangan salah satu kaki nya dan sekarang menggunakan kaki palsu , keikutsertaan kegiatan ini. Meski dengan kaki palsu nya dan berbagai rintangan yang dilalui siti Tidak pernah kehilangan mimpi Teman Teman Dengan Untuk Gambar 3. Pemain drama siswa dan menyerah dalam mimpinya dan Adapun akhirnya siti bisa mengikuti lomba dilakukan adalah dengan melakukan lari dengan semangat dan bahagia. pengukuran pengetahuan, sikap dan Gambar 1. Buku Ulur Ular Nagana perilaku tentang inklusifitas pada 20 Gambar 2. Siti Terbang Tinggi siswa yang tergambar pada data berikut: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 perilaku siswa tentang inklusifitas yang didalamnya mengupas tentang kerjasama. Gambar 4. Keterlibatan guru, siswa dan PEMBAHASAN mahasiswa dalam PKM Pendekatan Tabel 1. Pengetahuan tentang inklusifitas pada siswa sekolah Data Sebelu 2 Sesud Nilai Nilai Pendidikan pemahaman tentang perbedaan dan Mea P Melalui cerita, anak Ae Tabel 2. Sikap tentang inklusifitas pada inklusif dengan sesamanya (Monoyiou siswa sekolah & Symeonidou, 2. Hal penting Data Sebelu 2 Sesud Nilai Nilai Mea P karakter psikologis anak-anak tersebut untuk melihat minat dalam menangkap cerita-cerita Nilai Nilai kesesuaian dengan fantasi dan imaginasi pada siswa sekolah implementasi buku cerita kepada anak Table 3. Perilaku tentang inklusifitas Data yang mencerminkan kehidupan sehari- Mea P harinya (Dere, 2. Pesan moral yang disampaikan dalam buku cerita juga Sebelu 2 Sesud Dari table tersebut dapat disimpulkan pemahaman anak tentang nilai-nilai inklusivitas yang diangkat dalam cerira bahwa ada perbedaan yang signifikan pada (Afnida, perubahan mean pengetahuan, sikap dan Dalam penyusunan alur cerita anakpun harus Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 memperhatikan Bahasa, gambar atau pemilihan, pembagian dan pembinaan ilustrasi dan tokoh cerita yang dibuat peran harus disesuaikan dengan minat untuk meningkatkan daya tarik cerita dongeng (Mulei, et. , 2. Selain seluas-luasnya bagi setiap siswa untuk itu, pemilihan tema-tema yang sesuai terlibat kegiatan sosiodrama dengan dengan nilai yang akan ditanamkan dalam dongeng tersebut juga harus jelas memainkan peran dengan baik dan dan dapat tersirat dalam setiap alur sesuai dengan tema yang diangkat. cerita yang dibuat (Engliana, et. Kegiatan ini dipandang menarik dan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung siswa dalam memahami pengalaman dan perspektif orang lain (Ahyani & Dhania, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Gambar 5. Membaca cerita bersama KESIMPULAN Program Pendekatan dengan tema "Penguatan Ketrampilan dilakukan dikalangan anak sekolah Literasi yakni pendekatan sosiodrama yang Inklusivitas di Sekolah Dasar melalui melibatkan kelompok dan berfokus Buku Cerita Anak dan Sosiodrama" pada masalah social dengan melibatkan berhasil memberikan pemahaman yang interasi antara siswa dan pemain untuk memahami dan menginternalisasi nilai- nilai social dan moral melalui peran yang dimainkan dalam suatu skenario. kesetaraan, dan empati. Melalui buku Pemilihan skenario dan alur cerita harus cerita yang mengajarkan keberagaman Mewujudkan anak-anak nilai-nilai perkembangan anak, pemahaman dan melibatkan peran aktif siswa, program ketrampilan siswa sekolah dasar (Diah, ini mampu membangun kemampuan , et. , 2. Begitupun dalam anak-anak untuk menghargai perbedaan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 dan bekerja sama dengan teman-teman membangun masyarakat yang inklusif mereka dari berbagai latar belakang. Keterlibatan guru dan dan pihak sekolah mempersiapkan generasi muda yang siap hidup dalam masyarakat yang program, dengan peran mereka sebagai beragam dan multikultural. fasilitator literasi dan contoh yang nilai-nilai UCAPAN TERIMA KASIH Disampaikan kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pe lingkungan sekolah dan rumah. Selain Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata sosiodrama tidak hanya memperkaya komunikasi, dan kerjasama mereka. REFERENSI SARAN