Andesti, dkk PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG PROTEIN HEWANI MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING 1,2, 3 Andesti1. Rohani2. Vera yuanita3 Program Studi Di Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email: andestiandesti59@gmail. com1, ghinakiyasah@gmail. com2, vyunita72@gmail. ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2020 Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara mencapai 31,8%, (Ashilah et al. Tujuan Penelitian adalah diketahui peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang protein hewani melalui media audio visual sebagai upaya pencegahan stunting Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan media audio visual adalah 49,33 dan rata-rata pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi media audio visual protein hewani mengalami peningkatan menjadi 49,48. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media audio visual berpengaruh dalam meningkatkan Sikap ibu dalam mencegah stunting diperoleh nilai signifikan sebesar 49,53 lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau . value 0,000 0,. maka dapat dinyatakan ada pengaruh media audio visual terhadap sikap ibu dalam mencegah stunting di PMB Ferawati SST Palembang tahun 2024. Diharapkan dapat menyempurnakan lagi penelitian ini dengan melakukan penelitian serupa menggunakan sampel yang lebih banyak lagi, menggunakan metode yang berbeda serta menggunakan intervensi lain seperti menggunakan leaflet, booklet atau menggunakan media whattsapp sehingga penelitian Tentang Pemberian Media Audio Visual Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dapat Lebih baik lagi Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. Ibu Hamil. Pencegahan Stunting. Media Audio Visual. ABSTRAK According to World Health Organization (WHO) data in 2020. Indonesia is the second highest in Southeast Asia at 31. 8%, (Ashilah et al. The purpose of the research is to know the increase in knowledge and attitudes of pregnant women about animal protein through audio-visual media as an effort to prevent stunting. This study uses a quasi-experimental research design with a pretest-posttest control group design approach. Based on the results of the study, it is known that the average knowledge of mothers before being given audio-visual media is 49. 33 and the average knowledge of mothers after being given audiovisual media education on animal protein has increased to 49. So it can be concluded that audio-visual media has an effect in improving the mother's attitude in preventing stunting obtained a significant value of 49. 53 which is smaller than the significant level of 5% or . , then it can be stated that there is an influence of audio-visual media on the attitude of mothers in preventing stunting at PMB Ferawati SST Palembang in 2024. It is hoped that this research can be further refined by conducting similar research using more samples, using different methods and using other interventions such as using leaflets, booklets or using whattsapp media so that research on the provision of Audio Visual Media as an Effort to Prevent Stunting can be even better Keywords: Knowledge. Attitude. Pregnant Women. Stunting Prevention. Audio Visual Media. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Andesti, dkk PENDAHULUAN Stunting atau kurang gizi kronik adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Keadaan yang sudah terjadi sejak lama, bukan seperti kurang gizi akut. Stunting dapat juga terjadi sebelum kelahiran dan disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola asuh makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan (Kemenkes, 2. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek . dari standar usianya (Rantesigi et al. , 2. Data Prevalensi Anak Balita Stunting menurut Organisasi Kesehatan Dunia Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2020 Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara mencapai 31,8%. Tahun 2021 mencapai 31,8%, dan pada tahun 2022 angka stunting mecapai 26,4%, dan pada tahun 2023 angka stunting mecapai 27,4%(Hatijar, 2. Prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar pada tahun 2021 sebesar 24,4%, sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 24%, dan pada tahun 2023 menjadi 20,3%. Prevalensi stunting di Kota Palembang pada tahun 2021 sebesar 24,8%, sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 18,6%, dan pada tahun 2023 menjadi 20,3%(Ashilah et al. Perbaikan gizi dan kesehatan ibu hamil sangat terkait dengan tingkat pendidikan, pengetahuan, serta sikap dalam pemenuhan kebutuhan zat gizi selama hamil. Pengetahuan yang tidak memadai dan praktik yang tidak tepat peningkatan gizi. Pada umumnya, orang tidak menyadari pentingnya gizi selama kehamilan dan dua tahun pertama Perempuan sering tidak menyadari pentingnya gizi mereka sendiri (Rantesigi et al. , 2. Kurangnya kesadaran tentang pentingnya gizi ibu akan berdampak pada kurangnya upaya yang dilakukan untuk pencegahan stunting. Kondisi ini tentunya akan berlanjut sampai dengan anak lahir dan tumbuh. Dalam perkembangannya, anak yang bertubuh pendek dianggap wajar dan tidak berdampak untuk perkembangan anak selanjutnya sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Kelas ibu hamil merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saat kehamilan. Materi yang diberikan pada program kelas ibu hamil salah satunya tentang perawatan kehamilan, terutama dalam penyiapan dan pemenuhan gizi masa hamil (Kementerian Kesehatan RI 2. Dampak dari gangguan pada masa hamil bayi dan anak, khususnya stunting perkembangan kognitif dan meningkatnya risiko terhadap penyakit infeksi dan lebih Stunting berhubungan dengan performa sekolah, bahkan, pada tingkat lanjut dapat menurunkan tingkat produktivitas di masa Stunting juga merefleksikan gangguan pertumbuhan sebagai dampak dari rendahnya status gizi dan kesehatan pada periode pre- dan post-natal. UNICEF framework menjelaskan tentang faktor penyebab terjadinya malnutrisi. Dua penyebab langsung stunting adalah faktor penyakit dan asupan zat gizi. Kedua faktor ini berhubungan dengan faktor pola asuh, akses terhadap makanan, akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi lingkungan (Rosmalina et al. , 2. Salah mempengaruhi terjadinya masalah gizi adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Andesti, dkk tentang gizi seimbang. Seorang ibu yang memiliki pengetahuan dan sikap tentang gizi yang kurang akan berpengaruh pengetahuan yang baik terkait dengan seimbang (Rantesigi et al. , 2. Pencegahan stunting sendiri sudah dilakukan yaitu dari masa kehamilan seorang ibu terutama sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pengetahuan ibu tentang sikap dan perilaku seorang ibu dalam mencegah Dalam pengetahuan dan sikap ibu tentang kesehatan dan gizi perlunya paket gizi, yaitu pemberian makanan tambahan, vitamin A, dan tablet tambah darah pada ibu hamil dan balita, dan memahami tentang pengasuhan yang tepat. Salah satu program pencegahan stunting adalah dengan pendekatan keluarga misalnya dengan melakukan kunjungan ANC secara rutin (K1-K. yang diterapkan oleh Karena stunting bisa dicegah mulai dari pemeriksaan ANC, konsumsi Fe, kebutuhan nutrisi, dan mengindari paparan asap rokok (Nurfatimah et al. Meningkatkan asupan protein Telur sebagai salah satu pangan hewani merupakan salah satu makanan penunjang pertumbuhan yang sangat baik dengan nilai bioavailabilitas protein mendekati 100%. Mengkonsumsi satu telur satu hari mampu menurunkan resiko stunting pada balita(Maherawati et al. Dari Neraca Bahan Makanan terlihat bahwa dari rata-rata konsumsi protein per kapita per hari sebesar 44. gram, hanya 10 persen yang berasal dari sumber-sumber hewani . aging, telur, susu dan ika. Selain itu terlihat pula bahwa protein berasal dari ikan memberikan kontribusi sekitar 66 persen dari jumlah keseluruhan konsumsi pro-tein hewani (Yasmin, 2. Cara Peningkatan Pengetahuan melalui Video merupakan media edukasi yang menarik perhatian yang dapat lebih banyak sehingga mampu memberikan hasil yang optimal, video dapat di putar berulang kali tanpa merubah materinya. bisa meningkatkan efektifitas kegiatan edukasi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami apa yang di sampaikan saat proses edukasi atau pembelajaran yang perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video, dengan selisi median anatara pre-test dan post-tes yaitu sebesar (Kemenkes. Berdasarkan survei pendahuluan banyak ibu hamil yang belum mengetahui tentang manfaat protein hewani untuk mencegah stunting dalam kehamilan berdasarkan survei dari hasil wawancara dari ibu hamil belum mengerti tentang manfaat protein hewani untuk mencegah METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Dalam desain ini, akan terdapat dua kelompok ibu hamil, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan intervensi berupa media audio visual mengenai pentingnya konsumsi protein hewani untuk pencegahan stunting, dan kelompok kontrol yang Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang protein hewani akan diukur sebelum dan sesudah intervensi. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2024. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Andesti, dkk Waktu penelitian Penelitian ini di lakukan di PMB Ferawati Palembang. Teknik Pengumpulan Data Tahap Pretest: Sebelum diberikan intervensi, ibu hamil mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap terkait protein hewani. Intervensi: Ibu hamil diberikan edukasi melalui media audio visual tentang pentingnya konsumsi protein hewani selama kehamilan Edukasi dilakukan secara individu atau kelompok melalui perangkat media elektronik yang dimiliki responden. Tahap Posttest: Setelah intervensi selesai, ibu hamil kembali mengisi kuesioner yang sama untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisa ini dilakukan terhadap pengetahuan ibu sebelum dilakukan IntervensI dan pengetahuan ibu setelah diberikan media audio visual serta sikap ibu sebelum diberikan media audio visual dan sikap ibu setelah diberikan media audio visual menggunakan uji statistik yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berhubung data pengetahuan dan sikap berdistribusi normal maka analisa data yang digunakan menggunakan uji paired sampel t-test dengan taraf signifikan = 0,05 dimana ketentuannya adalah jika nilai p value > . berarti tidak ada pengaruh dan jika p value < . berarti ada pengaruh. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu sebelum diberikan media audio visual sebagian besar berpengetahuan kurang . ,7%). Sedangkan pengetahuan responden setelah peningkatan dimana sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 49 responden . ,3%). Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan media audio visual adalah 49,53 dan rata-rata pengetahuan ibu setelah diberikan media audio visual mengalami peningkatan menjadi 49,82. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media tentangprotein hewani. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji paired sampel t test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau . value = 0,000 < 0,. maka dapat dinyatakan ada pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang proyein hewani di PMB Ferawati SST Palembang tahun 2024. Hasil penelitaian ini telah sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Anggraini et al. , 2. yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,001 . < 0,. dan ada perbedaan yang signifikan antara sikap Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,004 . < 0,. Selain pengaruh edukasi kesehatan melalui pendekatan video edukasi berbasis budaya, dari hasil pre test dapat dilihat bahwa ibu hamil masih memiliki persepsi keliru yang memerlukan penjelasan karena akan berdampak buruk bagi Hasil penelitaian ini telah sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Anggraini et al. , 2. yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,001 . < 0,. dan ada perbedaan yang signifikan antara sikap Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Andesti, dkk audio visual dengan p value 0,004 . < 0,. Selain pengaruh edukasi kesehatan melalui pendekatan video edukasi berbasis budaya, dari hasil pre test dapat dilihat bahwa ibu hamil masih memiliki persepsi keliru yang memerlukan penjelasan karena akan berdampak buruk bagi Sesuai dengan hasil penelitian (Rini, 2. menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan Ibu. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif . dan visual . yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan Penelitian ini didukung oleh Sarmaida . dimana penggunaan media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang protein hawani dalam pencegahan stunting. Penelitian Ode . , dimana penggunaan media audio visual berpengaruh terhadap ibu hamil dan peningkatan atas apa yang telah diketahui dari pesan kesehatan(Rini, audiovisual sebagai media penyuluhan pengetahuan ibu tentang pengaruh media audio visual terhadap pngetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan hasil penelitian membuktikan bahwa media audio visual . < 0. memiliki pengaruh lebih tinggi dibandingkan dengan media lain(Rini. Berdasarkan Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Promosi Kesehtan Dengan Media Audio Visual Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Pencegahan Stunting Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Matanggor Kabupaten Padang Lawas Utara Dengan Nilai P 0,000. Pada Penelitian Ini Ditemukan Hasil Penelitian Dari 15 Responden Rata- Rata Skor Pengetahuan Sebelum Intervensi Adalah 5,53 Dan Setelah Dilakukan Promosi Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terjadi Peningkatan Pengetahuan Kader Yaitu Rata-Rata 7,87 Pemberian Penyuluhan Kesehatan Melalui Media Audio Visual Merupakan Salah Satu Metode Dan Media Yang Digunakan Untuk Dapat Meningkatkan Pengetahuan. Sikap Dan Tindakan Yang Berkaitan Dengan TugasTugasnya Sebagai Seorang Kader Yang Dipilih Dari Masyarakat Itu Sendiri Karena Dianggap Sebagai Yang Paling Dekat Dengan Masyarakat. Dalam Pelaksanaan Tugasnya Kader Dituntut Untuk Mampu Mempengaruhi Ibu Balita Dan Ibu Hamil Untuk Datang Ke Posyandu Seperti Halnya Penelitian Yang Menjelaskan Bahwa Peran Kader Sangat Berhubungan Dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Desa Sumber Datar Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Keranji (Kasumayanti, 2. Hal Ini Sejalan Dengan Hasil Penelitian Alfridsyah Et All . Mengatatakan Bahwa Pendidikan Kesehatan Mampu Meningkatkan Pengetahuan. Peningkatan Pengetahuan Terjadi Dikarenakan Adanya Kemauan Dalam Diri Untuk Mengikuti Dan Mengetahui Upaya Pencegahan Stunting. Hal Ini Sesuai Dengan Teori (Syapitri et , 2. Yang Mengatakan Bahwa Sebagian Besar Pengetahuan Manusia Diperoleh Melalui Mata Dan Telinga. Hasil Penelitian Menunjukkan Ada Pengaruh Pencegahan Stunting Kader Posyandu Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Promosi Kesehatan Dengan Media Audio Visual. Hal Ini Dapat Di Lihat Dari Nilai Rata- Rata Skor Pengetahuan Sebelum Intervensi Adalah 5,53 Dan Setelah Dilakukan Promosi Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terjadi Peningkatan Pengetahuan Kader Yaitu Rata-Rata 7,87. Oleh Karena Itu Diperlukan Upaya Pemberian Informasi Yang Berkelanjutan Di Posyandu Oleh Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Andesti, dkk Kader Dan Bidan Melalui Media Audio Visual. Melalui Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Audio Visual. Masyarakat Dapat Memanfaatkan Semua Alat Indranya Untuk Mengingat. Mengenali. Mengingat Kembali Apa Yang Telah Di Dengar Maupun Dilihat. Sehingga Dapat Memudahkan Ibu Untuk Memahami Pesan. SARAN Berisi Ringkasan Dari Uraian Mengenai Hasil Dan Pembahasan Dengan Mengacu Pada Tujuan Penelitian Diharapkan Dapat Menyempurnakan Lagi Penelitian Ini Dengan Melakukan Penelitian Serupa Menggunakan Sampel Yang Lebih Banyak Lagi. Menggunakan Metode Yang Berbeda Serta Menggunakan Intervensi Lain Seperti Menggunakan Leaflet. Booklet Atau Menggunakan Media Whattsapp Sehingga Penelitian Tentang Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Protein Hewani Melalui Media Audio Visual Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dapat Lebih Baik Lagi. DAFTAR PUSTAKA