Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 38-45 http://jurnal. id/tekniksipilunaya ISSN 2407-9200 (Onlin. Available online at w. id/tekniksipil ISSN 2407-9200 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Teknik Sipil Unaya Analisis Kuat Tarik Serbuk Gergaji dengan Lem Epoxy Sebagai Bahan Perbaikan Kayu Khairol Anwar*1. Muhammad Zardi1. Mery Silviana1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia. *Email korespondensi: sikhoi19141016@gmail. Diterima Desember 2025. Disetujui 31 Januari 2026. Dipublikasi 31 Januari 2026 Abstract: This study aims to analyze the mechanical properties of composite materials made from 0. mm sawdust and epoxy glue as an alternative wood repair material, particularly for traditional buildings that use red meranti wood. This research uses an experimental method by producing test specimens measuring 250 x 25 x 16 mm, following ASTM E8 standards. The variations in sawdust content used are 20%, 40%, and 50% of 10 grams of sawdust. Meanwhile, the epoxy variations are 80%, 60%, and 50% of 25 grams of epoxy glue. The mixed samples are left to cure at room temperature for 24 hours, then oven-heated at 60AC for 2 hours to ensure maximum curing, and subsequently tested using a tensile testing machine to obtain data on ultimate tensile strength, yield stress, and strain. The results show that sample A-03 performed the best, with the highest yield stress of 8. 20 kg/mmA, maximum strain of 16. and the highest tensile strength of 12. 55 kg/mmA. The composition of 60% epoxy and 40% sawdust is the optimal ratio to produce a composite material that is strong, flexible, and suitable for structural wood repair applications. Moreover, the use of sawdust as a raw material supports the concept of wood waste utilization and the development of environmentally friendly materials. Keywords: Sawdust, epoxy resin, tensile test, yield strength. Strain. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik material komposit berbahan dasar serbuk kayu gergaji dengan ukuran 0,5 mm dan lem epoxy sebagai alternatif bahan perbaikan kayu, khususnya pada bangunan adat yang menggunakan kayu meranti merah. Metode penelitian ini bersifat eksperimental, dengan membuat benda uji berukuran 250 x 25 x 16 mm sesuai dengan ukuran pada ASTM E8. Pada penelitian ini variasi jumlah serbuk gergaji 20%, 40% dan 50 % dari 10 gram serbuk gergaji. Pada variasi lem epoxy terdiri dari 80%, 60% dan 50% dari 25 gram lem epoxy. Sampel yang sudah melalui proses pencampuran akan dibiarkan mengeras pada suhu kamar selama 24 jam, kemudian dipanaskan dalam oven dengan suhu 60A C selama 2 jam untuk memastikan pengerasan maksimal dan akan dilanjutkan dengan pengujian menggunakan mesin uji tarik untuk mendapatkan data kuat tarik maksimum, tegangan luluh, dan regangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel A-03 memberikan performa terbaik, dengan nilai tegangan luluh tertinggi sebesar 8,20 kg/mmA, regangan maksimum sebesar 16,70%, serta kuat tarik tertinggi sebesar 12,55 kg/mmA. Komposisi 60% epoxy dan 40% serbuk kayu merupakan rasio optimal untuk menghasilkan material komposit yang kuat, lentur, dan cocok untuk aplikasi perbaikan kayu struktural. Selain itu, penggunaan serbuk gergaji sebagai bahan baku turut mendukung konsep pemanfaatan limbah kayu dan pengembangan material ramah lingkungan. Kata kunci : Serbuk kayu gergaji, lem epoxy, uji tarik, tegangan luluh, regangan. Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. - 38 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 38-45 http://jurnal. id/tekniksipilunaya Penelitian tentang Analisis Kuat Tarik Serbuk Dengan latar belakang ini, penelitian ini Gergaji dengan Lem Epoxy Sebagai Bahan bertujuan untuk menganalisis kuat tarik material Perbaikan Kayu berkaitan erat dengan hal ini. kayu dengan perbaikan serbuk gergaji dan lem Dalam penelitian tersebut, serbuk gergaji, yang Penelitian ini diharapkan dapat memberikan merupakan sisa hasil pengolahan kayu, digunakan wawasan baru dan solusi praktis dalam bidang sebagai bahan campuran dalam pembuatan material perbaikan kayu dan material komposit. pengganti atau bahan perbaikan kayu yang lebih Dengan memanfaatkan serbuk gergaji, penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas Permasalahan dan regangan kayu komposit terhadap variasi serbuk gergaji yang dicampur dengan lem epoxy, persentase serbuk kayu 20%, 40% dan 50% bahan pengikat yang dikenal memiliki kekuatan dari 10 gram serbuk gergaji dan persentase lem tinggi dan ketahanan terhadap air serta perubahan epoxy terdiri dari 80%, 60% dan 50% dari 25 Ketika diterapkan pada kayu meranti merah gram lem epoxy sebagai bahan perbaikan yang digunakan dalam bangunan adat Aceh, penggunaan lem epoxy bersama serbuk gergaji bisa memberikan solusi perbaikan yang efisien. sudah mulai rapuh atau rusak. sebagai bahan perbaikan kayu. perbaikan kayu. perbaikan ini tidak hanya memberikan solusi membantu melestarikan struktur bangunan yang sudah ada tanpa harus menggantinya sepenuhnya. Hal ini sangat relevan dengan upaya pelestarian budaya dan warisan arsitektur lokal, di mana pendekatan berbasis material alami dan ramah lingkungan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus memperpanjang bangunan tersebut. Dengan demikian, penelitian ini sangat berperan dalam memberikan Aceh KAJIAN PUSTAKA Kelas Kayu Di Indonesia, kayu dibagi menjadi beberapa kelas kekuatan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh SNI 7973:2013 (Standar Nasional Indonesia Kekuatan Kay. Kelas-kelas berdasarkan hasil uji laboratorium yang mengukur sifat mekanik kayu, seperti kekuatan tekan, tarik, dan lentur. A Kelas I (Kekuatan Sangat Tingg. : Kayu dengan kekuatan sangat tinggi, cocok digunakan untuk elemen struktural utama yang menahan beban menggunakan kayu meranti merah sebagai material berat, seperti balok utama atau kolom. Contoh: Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. Berapa persentase optimum serbuk kayu dan lem epoxy yang baik digunakan sebagai bahan Dalam konteks bangunan adat Aceh, teknik terhadap masalah kerusakan kayu, tetapi juga Bagaimana kuat tarik kayu komposit terhadap variasi persentase serbuk kayu dan lem epoxy Campuran ini dapat digunakan untuk menambah kekuatan tarik dan memperbaiki bagian kayu yang Bagaimana karakteristik bahan yaitu tegangan Jati. Merbau. - 39 - ISSN 2407-9200 (Onlin. A Kelas II (Kekuatan Tingg. : Kayu dengan kekuatan tinggi yang cocok untuk rangka atap 0,40 Ae 0,30 500 Ae 360 < 0,30 < 360 300 Ae 215 < 215 Sumber : (PKKI, 1. membutuhkan kekuatan tetapi tidak terlalu besar Menurut (Wahyudi & Sitanggang, 2. , beban yang diterima. Contoh: Bangkirai. Ulin berat jenis (BJ) kayu Meranti Merah 0,52 . ,30 - dan Meranti. Meranti yaitu kayu komersial kelas satu, kelas A Kelas i (Kekuatan Menenga. : Kayu dengan awet i dan IV, dan kelas kuat II dan V. Kandungan kekuatan sedang, sering digunakan untuk kadar selulosa pada kayu meranti merah adalah 49,6 konstruksi ringan seperti dinding partisi, lantai, - 56,1% Keawetan kayu Medang tidak memiliki atau konstruksi lainnya yang tidak menahan perbedaan dengan kayu lainnya. beban berat. Contoh: Mahoni. Akasia. A Kelas IV (Kekuatan Renda. : Kayu dengan Shorea Leprosula Miq. (Pohon Meranti Mera. kekuatan rendah, digunakan untuk keperluan Kayu meranti merah, dengan nama botani non-struktural seperti furniture ringan atau Shorea elemen yang tidak menahan beban besar. Dipterocarpaceae. Kayu ini memiliki variasi warna Contoh: Pinus. Sengon. yang beragam, mulai dari hampir putih, cokelat Kayu yang dipakai dalam penelitian adalah pucat, merah, cokelat muda, hingga cokelat tua. berjenis meranti. Kayu jenis ini sering digunakan Teksturnya cenderung kasar hingga agak kasar, untuk pembuatan rangka atap, usuk, kuda-kuda, dengan serat kayu yang umumnya lurus, meskipun tiang, gongsol, plafon dan lain sebagainya. Pada kadang-kadang penelitian ini digunakan salah satu bahan bakunya Permukaan kayu meranti merah relatif halus atau dari kayu kelas II, yaitu berupa serbuk gergaji dan sedikit licin, dan seringkali tampak mengilap balok kayu meranti merah. Dengan mengetahui setelah diproses. Kayu ini juga sering digunakan berat jenis kayu yang akan diklasifikasikan dalam pembuatan barang-barang fungsional dan berdasarkan kriteria kelas kayu, dapat mengacu dekoratif lainnya karena keindahan dan kekuatan pada tabel 2. yang dimilikinya (Achmad, 2. Tabel 1. Kriteria Kelas Kayu Berdasarkan Kelas Kuat Berat Jenis . g/cm. i Ou 0,90 0,90 Ae 0,60 0,60 Ae 0,40 Ou 1100 1100 Ae 725 725 Ae 500 Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. Pohon meranti merah (Shorea Leprosula Miq. Kekuatan Kekuatan Lengkung Absolut termasuk dalam golongan kayu keras dengan bobot Kekuatan TekanAbsolut yang bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang. Berat jenis kayu meranti merah berkisar antara 0,3 . g/cm. hingga 0,86 g/cmA pada kadar air 15%. Kandungan Ou 650 kadar selulosa pada kayu meranti merah adalah 650 Ae 425 49,6-56,1%. Kayu ini banyak ditemukan di wilayah 425 Ae 300 Indonesia, terutama di Sumatera. Kalimantan. Maluku, dan sebagian Sulawesi. Salah satu spesies - 40 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 38-45 http://jurnal. id/tekniksipilunaya yang umum digunakan adalah Shorea parvifolia Dyer, mempengaruhi sifat fisiknya (Arif et al. , 2. ketersediaannya di kawasan tersebut. Kayu meranti merah temasuk kedalam kelas awet II (Allo et al. Lem Epoxy sebagai Pengikat Lem Epoksi adalah perekat termoset berbasis Usia kayu yang digunakan untuk konstruksi resin poliepoksi yang memerlukan zat curing umumnya berkisar antara 20 hingga 30 tahun. sam/bas. untuk mengeras. Produk ini tersedia Sebelum digunakan, kayu tersebut melalui proses dalam sistem satu atau dua komponen, dengan pengawetan alami. Perawatan alami terjadi melalui proses curing yang bervariasi tergantung pada suhu proses pembakaran yang dilakukan secara rutin saat dan jenis zat pengeras yang digunakan. Keunggulan proses memasak di area dapur, yang menghasilkan utama lem Epoksi meliputi ketahanannya terhadap panas dan asap yang membantu mengawetkan minyak, bahan kimia, panas, dan cuaca ekstrem. Selain itu, perawatan kimiawi dilakukan serta kekuatan adhesi tinggi tanpa penyusutan atau "creep. Penggunaan meningkatkan ketahanan kayu terhadap cuaca. Uji kuat Tarik (Direct Tensile Strengt. kelembapan, dan serangan hama (Nasution et al. Kuat tarik merupakan parameter penting dalam mengevaluasi sifat mekanik dari kayu karena memperlihatkan kekuatan material dalam menahan Penggunaan Serbuk Gergaji dalam Material beban tarik. Ukuran yang digunakan untuk benda Komposit uji penelitian ini adalah 250 x 25 x 16 mm sesuai Serbuk gergaji merupakan hasil sampingan dengan ukuran pada ASTM E8. dari industri pengolahan bahan baku kayu yang Oleh karena itu, pengujian kuat tarik sangat biasanya tidak lagi digunakan, berupa butiran- penting dilakukan untuk menjamin keamanan butiran kayu yang menjadi limbah. Limbah ini struktur bangunan dan kelayakan penggunaannya seringkali menumpuk tanpa dimanfaatkan lebih dalam aplikasi konstruksi. Hasil pengujian kuat lanjut oleh industri tersebut. Serbuk gergaji tarik juga digunakan sebagai acuan dalam termasuk dalam kategori serat alam berbentuk partikel yang dihasilkan dari proses pemotongan Pengujian dilakukan sesuai dengan atau penghalusan kayu. Serat alam umumnya ASTM C307-03 dengan ukuran benda uji seperti memiliki massa jenis berkisar antara 1,3 hingga 1,4 pada dan Perhitungannya dilakukan sesuai dengan g/cmA, sehingga massa jenis serbuk gergaji pun persamaan . cenderung berada dalam rentang yang sama. Oleh karena itu, pengujian kuat tarik Kesamaan ini disebabkan oleh komposisi struktural sangat penting dilakukan untuk menjamin serbuk gergaji yang masih mempertahankan keamanan struktur bangunan dan kelayakan karakteristik serat kayu asli, termasuk kandungan penggunaannya dalam aplikasi konstruksi. Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. - 41 - ISSN 2407-9200 (Onlin. Hasil pengujian kuat tarik juga digunakan sebagai acuan dalam perhitungan kekuatan dan A-03 A-04 desain struktur bangunan. Pengujian dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN sesuai dengan ASTM C307-03 dengan ukuran Hasil Uji Tegangan Luluh (Yield Strengt. benda uji seperti pada dan Perhitungannya Grafik tegangan luluh menunjukkan variasi dilakukan sesuai dengan persamaan . ycE nilai tegangan luluh antar sampel dengan kode A-01 hingga A-04. Sampel A-01 yang merupakan kayu ya murni tanpa campuran mencatat tegangan luluh Keterangan : Kuat tarik (MP. Beban (N) Luas bidang . sebesar 6,65 kg/mmA, yang digunakan sebagai acuan pembanding. Pada sampel A-02 . omposisi lem epoxy 80% dan serbuk gergaji 20%), terjadi penurunan signifikan hingga 3,40 kg/mmA, yang METODE PENELITIAN 48,87% Proporsi campuran yang dipakai pada metode dibanding A-01. Penurunan ini kemungkinan penelitian ini berbahan dasar dari serbuk gergaji disebabkan oleh distribusi serbuk yang kurang kayu kelas II . ayu meranti mera. , serbuk gergaji merata atau ikatan antar partikel yang kurang dan lem epoxy dilakukan dengan mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan dan memvariasikan Sebaliknya, nilai tegangan luluh tertinggi komposisinya antara Serbuk Gergaji dan Lem diperoleh oleh sampel A-03 . omposisi lem epoxy Epoxy. Variasi tersebut dilakukan agar bisa 60% dan serbuk gergaji 40%), yaitu 9,89 kg/mmA, mengetahui persentase komposisi yang optimal yang menunjukkan peningkatan sebesar 48,72% dengan mengambil persentase tengah agar bisa dibanding A-01. Hasil ini menunjukkan bahwa Setiap spesimen uji tarik disiapkan pada komposisi ini terjadi sinergi yang baik antara dengan menggunakan campuran serbuk kayu kekuatan ikatan epoxy dan kepadatan serbuk kayu, gergaji seberat 10 gram sebagai bahan pengisi menghasilkan struktur komposit yang mampu . , dan lem epoxy sebanyak 25 gram sebagai menahan tegangan lebih besar sebelum mengalami bahan perekat utama. Komposisi ini ditentukan deformasi plastis. berdasarkan perbandingan massa yang bertujuan Sementara itu, sampel A-04 . omposisi lem untuk menghasilkan ikatan yang optimal antara epoxy 50% dan serbuk gergaji 50%) hanya partikel serbuk kayu dan bahan perekat. menghasilkan tegangan luluh sebesar 4,04 kg/mmA. Tabel 2. Proporsi Campuran atau menurun 39,40% dibanding A-01. Hal ini No. Kode Sampel A-01 A-02 Bahan Baku Serbuk Lem Epoxy Gergaji (%) . (%) . Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. persentase serbuk kayu dapat meningkatkan kekuatan pada titik tertentu . eperti pada A-. , kelebihan serbuk justru dapat menurunkan kualitas - 42 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 38-45 http://jurnal. id/tekniksipilunaya ikatan dan kekuatan struktur secara keseluruhan. dan kuat, namun tidak terlalu lentur. Dengan demikian, dari hasil ini dapat disimpulkan Sementara itu, sampel A-03 dengan komposisi bahwa komposisi campuran yang optimal untuk epoxy 60% dan serbuk kayu 40% menunjukkan tegangan luluh berada pada kisaran 60% epoxy dan nilai regangan tertinggi, yaitu 18,85%, atau 40% serbuk gergaji, karena dapat meningkatkan meningkat 26% dibandingkan kayu murni. Hal ini kemampuan menahan tegangan plastis secara menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan signifikan dibandingkan kayu murni maupun serbuk kayu, semakin besar kemampuan material komposisi campuran lainnya. Untuk lebih jelasnya untuk mengalami deformasi. Meskipun demikian, bisa dilihat pada Gambar 1. serta-merta mencerminkan kekuatan material, karena seperti telah dibahas sebelumnya pada uji tegangan luluh. A-03 justru memiliki nilai kekuatan terendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada komposisi ini material menjadi lebih fleksibel namun kehilangan ketahanan terhadap beban tarik. Sampel A-04 yang mengandung epoxy dan Gambar 1. Grafik Hasil Uji Tegangan Luluh serbuk kayu masing-masing 50% menunjukkan nilai regangan sebesar 10,66%, sedikit lebih tinggi Hasil Uji Regangan (Elengatio. Sampel A-01 yang merupakan kayu murni tanpa campuran menunjukkan nilai regangan sebesar 14,95%. Nilai ini mencerminkan sifat alami kayu yang memiliki tingkat elastisitas cukup baik sebelum mengalami patah. Nilai regangan ini menjadi tolok ukur dalam membandingkan dari A-02 namun masih lebih rendah dibanding kayu murni. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kandungan serbuk kayu ditingkatkan, sifat kaku dari epoxy tetap mendominasi perilaku regangan Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada Gambar 2. performa deformasi material komposit pada sampel Sampel A-02 yang merupakan campuran epoxy 80% dan serbuk kayu 20% menunjukkan nilai regangan sebesar 10,59%, atau lebih rendah 29,2% A-01. Penurunan mengindikasikan bahwa dominasi kandungan Gambar 2. Grafik Hasil Regangan epoxy dalam material menyebabkan material menjadi lebih kaku dan kurang mampu mengalami Hasil Uji Kuat Tarik (Tensile Stregt. deformasi elastis. Hal ini sesuai dengan sifat dasar Bisa disimpulkan bahwa sampel A-03, yang epoxy sebagai bahan perekat yang cenderung kaku terdiri dari 60% epoxy dan 40% serbuk kayu Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. - 43 - ISSN 2407-9200 (Onlin. gergaji, menunjukkan nilai kuat tarik tertinggi KESIMPULAN DAN SARAN sebesar 14,13 kg/mmA. Jika dibandingkan dengan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah kayu murni (A-. yang memiliki kuat tarik sebesar 12,57 kg/mmA, maka terjadi peningkatan sebesar 12,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa komposisi ini kesimpulan terhadap beberapa pengujian yang mampu menciptakan struktur material yang cukup dilakukan antara lain: padat dan kuat untuk menahan beban tarik secara Sampel A-03 . % epoxy dan 40% serbuk gergaj. menunjukkan tegangan luluh tertinggi Sebaliknya, sampel A-02, dengan komposisi sebesar 9,89 kg/mmA, meningkat 48,72% epoxy 80% dan serbuk kayu 20%, memiliki nilai dibanding kayu murni (A-. Komposisi ini kuat tarik terendah yaitu 8,69 kg/mmA, yang berarti terbukti paling efektif dalam meningkatkan terjadi penurunan sebesar 30,9% dibandingkan ketahanan terhadap deformasi plastis. dengan A-01. Penurunan ini mengindikasikan Penurunan tegangan luluh terjadi pada A-02 dan bahwa kandungan epoxy yang terlalu tinggi tanpa A-04, menunjukkan bahwa baik kelebihan cukup serbuk kayu sebagai pengisi menyebabkan maupun kekurangan serbuk dalam campuran ikatan material menjadi kurang efektif dalam dapat mengurangi kekuatan struktur. Regangan tertinggi juga diperoleh oleh A-03 menghadapi gaya tarik maksimum. Sampel A-04, dengan rasio epoxy dan serbuk sebesar 18,85%, menunjukkan bahwa material kayu 50:50, memiliki kuat tarik sebesar 10,29 tersebut tidak hanya kuat tetapi juga cukup kg/mmA, atau mengalami penurunan sebesar 18,1% Kayu murni (A-. memiliki regangan dibandingkan A-01. Nilai ini menunjukkan bahwa 14,95%, lebih rendah dari A-03 namun lebih meskipun komposisinya seimbang, material belum tinggi dari A-02 dan A-04, yang menandakan mampu menyamai kekuatan tarik alami kayu bahwa campuran tertentu bisa meningkatkan Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada Nilai kuat tarik tertinggi diperoleh oleh A-03. Gambar 3. yaitu 14,13 kg/mmA, meningkat 12,42% dibanding A-01 ,57 kg/mmA). A-02 mengalami penurunan drastis hingga 8,69 kg/mmA. A-04 peningkatan kecil dibanding A-02 namun tetap lebih rendah dari A-01. Dari ketiga parameter mekanik yang diuji. Gambar 3. Grafik Hasil Uji Kuat Tarik komposisi 60% epoxy dan 40% serbuk kayu (A. terbukti sebagai komposisi optimal, karena mampu meningkatkan kuat tarik, tegangan Analisis Kuat Tarik Serbuk GergajiA. (Anwar. Zardi, & Silviana, 2. - 44 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 38-45 http://jurnal. id/tekniksipilunaya luluh, dan regangan secara bersamaan. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Peningkatan persentase serbuk hingga 50% (A- Matematika Dan Ilmu Pengetahuan . menyebabkan penurunan pada semua Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor. parameter mekanik, yang menunjukkan bahwa Allo. Zakir. , & Nafie. La. kelebihan serbuk dapat menurunkan daya ikat Pemanfaatan serbuk kayu meranti merah dan homogenitas material. (Indonesia Chimica Acta, 4(II), 1Ae14. Nasution. Alvan. Hadibroto. , & Saran Sarwa. Teknologi Konstruksi Berdasarkan hasil penelitian yang telah Rumah Kayu Tradisional Mandailing. dilakukan, penulis memberikan beberapa saran Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 8. , 15Ae21. pengembangan lebih lanjut terhadap material Arif. Irawan. , & Jainudin. komposit dari serbuk kayu gergaji dan lem epoxy: Analisis Sifat Mekanis Perbandingan Uji lebih lanjut dengan variasi komposisi Campuran Komposit Serbuk Gergaji campuran yang berbeda untuk menemukan Kayu Jati Dengan Matrik Epoxy Untuk rasio optimal antara kekuatan tarik dan Material Kampas Rem Cakram. Jurnal Technopreneur (JTec. , 7. , 58Ae63. Mempertimbangkan penggunaan serat atau modifikasi resin epoxy untuk meningkatkan kekuatan luluh tanpa mengorbankan elastisitas. Melakukan uji perbandingan dengan serbuk kayu dari berbagai jenis untuk melihat pengaruh karakteristik serat dan kepadatan kayu terhadap hasil komposit. DAFTAR PUSTAKA