Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Pengaruh Kedalaman terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii Menggunakan Metode Longline Andiska. Henky Irawan. Rika Wulandari Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. INFO NASKAH ABSTRAK Kata kunci: Rumput Laut. Kedalaman. Longline. Pertumbuhan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan rumput laut K. Penelitian ini dilakukan pada buln November 2020 Ae Januari 2021 selama 45 hari dengan 3 hari aklimatisasi di Desa Berakit. Kabupaten Bintan. Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali Analisis data ANOVA dengan menggunakan aplikasi JASP menunjukkan bahwa kedalaman 25 cm atau perlakuan A merupakan hasil terbaik dibanding dengan perlakuan lain. Hasil yang didapatkan pada laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii sebesar . 74 A 0. 01 % / har. , bobot mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar . 24 A 0. dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar . A 0. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan A merupakan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243034@student. henkyirawan@umrah. id, rika. wulandaridwan@umrah. The Effect of Depth on the Growth of Seaweed Kappaphycus Alvarezii using Longline Method Andiska. Henky Irawan. Rika Wulandari Department of Aquaculture. Marine Science and Fisheries of Faculty. Raja Al Haji Maritime University. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Seaweed. Depth. Longline. Growth The aim of the research was to evaluate the influence of depth on the growth of seaweed K. This research was conducted on 21 November 2020 Ae 04 January 2021 for 45 days with 3 days acclimatization in Berakit Village. Bintan Regency. Riau Islands Province. The method used is experimental with a complete randomized design (RAL) with 3 treatments and 3 repeats. Analysis of ANOVA data using JASP application shows that depth of 25cm or A treatment is the best result compared to other treatments. Results obtained at the specific growth rate of K. alvarezii seaweed amounted to . 74 A 0. 01 % / da. , the absolute weight of K. alvarezii seaweed amounted to . 24 A 0. and the absolute growth of K. alvarezii seaweed by . 24 A 0. The results showed that treatment A is the best treatment for growth. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243025@student. henkyirawan@umrah. id, muzahar@umrah. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 PENDAHULUAN Rumput laut merupakan salah satu komoditas penting dari hasil perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Saat ini rumput laut jenis K. alvarezii ini masih menjadi salah satu komoditas andalan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya di Indonesia. Bahkan Kementrian Kelautan dan Perikanan menaikkan target produksi rumput laut yang sebelumnya pada tahun 2016 produksinya hanya mencapai 11 juta ton, di tahun 2017 ini akan dinaikkan menjadi 13,4 juta ton (KKP, 2. Menurut Farnani et al. Salah satu faktor yang sangat penting adalah kedalaman penanaman yang tepat pada saat rumput laut ditanam. Kedalaman penanaman rumput laut sangat perlu diperhatikan karena kedalaman akan mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Menurut Yuanto et al. , kedalaman merupakan parameter fisika yang sangat mempengaruhi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan, yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut. Cahaya matahari tersebut akan digunakan dalam proses fotosintesis. Semakin besar masuknya intensitas cahaya matahari ke dalam perairan maka semakin besar pula pertumbuhan rumput laut. saat ini pembudidaya rumput laut masih belum banyak mengetahui kedalaman yang baik secara efisen dan efektif untuk pertumbuhan rumput laut sehingga banyak pembudidaya rumput laut melakukan budidaya tanpa memikirkan jarak kedalaman serta metode-metode penanaman rumput laut yang baik. maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bibit rumput laut K. alvarezii dengan merancang kedalaman yang optimal dengan metode yang tepat. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari mulai 21 November 2020 hingga 04 Januari 2021. di Perairan Desa Berakit. Kecamatan Teluk Sebong. Kabupaten Bintan. Provinsi Kepulauan Riau. Alat yang digunakan yaitu Pelampung tambahan 1,pelampung tambahan 2, pemberat utama, pemberat tambahan, perahu, gunting, kabel tis, tali PE 12 mm, tali PE 8 mm, tali PE 4 mm, kain pengering, multitester, refraktometer, sarung tanagn, timbangan, alat tulis, kamera, tali rafia. Bahan yang digunakan yaitu rumput laut K. alvarezii sebagai tanaman uji. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan pada setiap perlakuan yaitu 100 gram dengan 3 pengulangan, (Serdiati & Widiastuti 2. Adapun bentuk rancangan penelitiannya adalah sebagai berikut. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Gambar 1. Rancangan penelitian Prosedur Penelitian Persiapan Wadah Wadah yang akan digunakan pada penelitian ini terbuat dari tali PE 4 mm dengan ukuran 2,3m yang diikat pada kayu penyangga yang diletakkan tegak lurus dari pelampung utama dengan panjang kayu masing masing 25 cm,50 cm dan 75 cm. Pada ujung kayu diberi ikatan tali pemberat 6mm dengan ukuran masing masing tiap sudut 3m. Tampak samping Tampak bawah Gambar 2. Skema wadah Penelitian Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Persiapan Bibit Bibit rumput laut yang telah disiapkan dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan organisme yang menempel. Bibit rumput laut yang digunakan berbobot 100 g, bibit rumput laut didapat dari pulau Jaga, kabupaten Karimun sebanyak 8,1 kg. Kondisi rumput laut Jenis K. alvarezii yang dipilih adalah yang muda, segar, bersih serta bebas dari hama lainnya Bibit diikat menggunakan tali rafia dan diletakan pada tali PE 4 mm yang sudah disiapkan menggunakan kabel ties, kemudian diletakan pada jarak A 200 m dari garis pantai dengan jarak tanam antar bibit 25 cm. Lokasi penanaman adalah pasir kasar yang di lakukan pada pagi hari saat cuaca teduh. Pemeliharaan Pemeliharaan atau pengontrolan rumput laut dilakukan setiap hari dengan membersihkan tali ris dan alat-alat lainnya dari lumut atau gulma yang melekat, serta melakukan kontrol kualitas air. Sampling dilakukan satu kali dalam seminggu sebanyak 7 kali mulai M0 sampai M6. Panen dilakukan pada hari ke 42 sesuai dengan percobaan untuk menentukan pertumbuhan rumput laut. Parameter Penelitian Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kemudian ditabulasikan untuk diolah, data tersebut berupa data utama dan data pendukung. Data utama merupakan data yang diambil dari perkembangan rumput laut yaitu pertumbuhan mutlak. Survival Rate, kualitas air. Bobot Akhir Bobot mutlak didapatkan dari pengukuran setiap perlakuan A. B dan C dengan masa pemeliharaan rumput laut K. Aalvarezii selama 42 hari. Pertumbuhan Mutlak Pertumbuhan mutlak didapatkan dari pengukuran awal hingga akhir setiap perlakuan A. B dan C selama 42 hari dengan rumus: G = WT-WO Keterangan: G = Pertumbuhan utlak rata-rata . Wt = Rata-rata bibit pada akhir penelitian . Wo = Rata-rata awal bibit pada awal penelitian . Laju Pertumbuhan Harian/ Spesifik Laju pertumbuhan spesifik diukur sekali dalam 7 hari, selama 42 hari, terdapat 6 kali penyamplingan sampai akhir penelitian. Untuk menghitung LPS digunakan rumus persamaan, (Zonneveld 1. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 LPS = [(Wt/W. l/t Ae . x 100% Keterangan : LPS : Laju pertumbuhan spesifik (%) Wt : Bobot pada waktu t . Wo : Bobot pada awal penelitian . : Jumlah hari pengamatan . Tingkat Kelangsungan Hidup Tingkat kelangsungan hidup adalah perhitungan berapa persen rumput laut yang hidup di akhir penelitian. Perhitungan tingkat kelangsungan hidup dilakukan dengan menghitung rumput laut yang hidup di awal penelitian (N. dan rumput laut yang hidup di akhir penelitian (N. Perhitungan ini dilakukan pada akhir penelitian dengan menggunakan rumus: SR= Nt/No x 100 % Keterangan: = Tingkat kelulushidupan (%) = Jumlah rumput laut yang hidup selama pemeliharaan pada waktu = Jumlah rumput laut pada awal pemeliharaan. Kualitas air Pengukuran parameter kualitas perairan dilakukan setiap sekali dalam seminggu menggunakan alat ukur multitester dan refraktometer yang dilakukan di lokasi budidaya rumput laut K. Pengukuran secara fisika, meliputi: suhu, kecepatan arus,dan kecerahan sedangkan Pengukuran parameter kimia, meliputi: salinitas, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman . H), kecerahan intensitas cahaya dan kekeruhan. Menurut SNI 7572. , pemeliharaan bibit rumput laut yang baik dilakukan pada parameter lingkungan salinitas 30 Ae 33 . , suhu . Ae 32 AC), pH 7,5 Ae 8,5. Analisis Data Data hasil penelitian yang diperoleh diolah menggunakan analisis sidik ragam uji F (ANOVA) yang bertujuan untuk melihat apakah data berpengaruh secara signifikan atau tidak. Dengan menggunakan cara perhitungan dari program aplikasi JASP kemudian dilanjutkan dengan uji tukey jika berpengaruh secara signifikan dengan tarif kepercayaan 95%. Data dari hasil pengamatan tampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. sedangkan data parameter kualitas air dianalisis dengan cara deskriptif. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Bobot Mutlak . HASIL Bobot Akhir Hasil parameter bobot mutlak pada bibit rumput laut K. alvarezii dapat dilihat pada gambar 3. 300,00 24A 0. 48 A 0. 05 A 0. 200,00 100,00 0,00 Perlakuan Gambar 3. Bobot rumput laut K. Aalvarezi (Keterangan: A: Kedalaman 25cm. B: kedalaman 50cm. C: kedalaman Pertumbuhan mutlak . Pertumbuhan Mutlak Nilai rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan A . ,24 A 0,44 . Hasil parameter pertumbuhan mutlak pada bibit rumput laut K. alvarezii dapat dilihat pada gambar 4. 200,00 183,24 A 0,44 a 180,48 A 0,59 b 154,05 A 0,69 c 150,00 100,00 50,00 0,00 Perlakuan Gambar 4. Pertumbuhan mutlak rumput laut K. (Keterangan: A: Kedalaman 25 cm. B: kedalaman 50 cm, dan C: kedalaman 75cm. Setelah dilakukannya analisis statistik menggunakan menggunakan uji sidik ragam ANOVA, menunjukkan hasil yang berbeda nyata dengan nilai P- value 0,001< 0,5. Maka dari itu uji lanjut Tukey perlu dilakukan. Hasil uji lanjut Tukey menunjukkan perlakuan A merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan mutlak. Perlakuan A . ,24 A 0,44 . berbanding nyata terhadap perlakuan B . ,48 A 0,59 . dan perlakuan C . ,05 A 0,69 . Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Laju Pertumbuhan Sfesifik (LPS) Laju Pertumbuhan Spesifik Hasil parameter laju pertumbuhan spesifik pada bibit rumput laut K. dapat dilihat pada gambar 5. 10,00 9,00 8,00 7,00 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00 6,74A0,01 a 6,68A0,01 b 6,05A 0. Gambar 5. Laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. (Keterangan: A: Kedalaman 25 cm. B: kedalaman 50 cm, dan C: kedalaman 75 cm. Tingkat Langsungan Hidup SR Tingkat Kelangsungan Hidup Hasil pengukuran tingkat kelangsungan hidup selama 42 hari pemeliharaan dapat dilihat pada gambar 16 dibawah ini. Hasil parameter laju pertumbuhan spesifik pada bibit rumput laut K. alvarezii dapat dilihat pada gambar 6. 100,00 90,00 80,00 70,00 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 10,00 0,00 92,59A6,42 85,19A12,83 85,19A6,42 Perlakuan Gambar 6. SR rumput laut K. alvarezii (Keterangan: A: Kedalaman 25 cm. kedalaman 50 cm, dan C: kedalaman 75cm. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 Selama penelitian nilai rata-rata perlakuan A - C menunjukkan tidak berbeda nyata perlakuan A . ,59 A 6,. dengan perlakuan B . ,19A12,. , dan C . ,19A6,. Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan One-way ANOVA, menunjukkan hasil yang sama atau tidak berbeda nyata . < 0,. kualitas air Data rata-rata kualitas air selama 42 hari penelitian disajikan dalam bentuk tabel, dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Pengukuran kualitas air Parameter Nilai Standar Sumber Status Suhu Salinitas 32 ppt 28-S32 0C 30-33 ppt SNI 7572. SNI 7572. SNI 7572. Sesuai Sesuai Sesuai Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian cukup mendukung untuk kehidupan rumput laut karena sesuai standar nasional indonesia SNI 7572. , sehingga kualitas air media pemeliharaan berada dalam kisaran optimal untuk pemeliharaan rumput laut K. PEMBAHASAN Pertumbuhan mutlak merupakan pertambahan berat . dengan menghitung selisih antara berat akhir dengan berat awal rumput laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedalaman penanamanan rumput laut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mutlak. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pertumbuhan mutlak alvarezii pada kedalaman berbeda menunjukan adanya perbedaan, dimana hasil analisis sidik ragam (ANOVA) memberikan pengaruh nyata pertumbuhan rumput laut K. alvarezii antara perlakuan A kedalaman 25 cm, perlakuan B kedalaman 50 cm. Perlakuan C kedalaman 75cm. dapat dilihat pada gambar 10 parameter pertumbuhan mutlak terbaik terdapat pada perlakuan A . ,24 A 0,44 . selanjutnya perlakuan B . ,48 A 0,59 . , dan terendah pada perlakuan C . ,05 A 0,69 . Tingginya pertumbuhan pada perlakuan ini disebabkan kedalaman penanaman secara nyata mempengaruhi pertumbuhan rumput laut dari aspek aspek suplei nutrisi dan fotosintesis. Kedalaman sendiri berhubungan erat dengan kecerahan, dan penetrasi cahaya. Susilowati et al. , menyatakan bahwa kecerahan air laut mempengaruhi banyaknya sinar matahari yang masuk. Pada kedalaman 25 cm diperoleh pertumbuhan bobot mutlak tertinggi ddiduga karena jarak antara permukaan air dengan rumput laut tidak terlalu jauh sehingga lebih banyak menyerap sinar matahari yang menyebabkan laju penyerapan makanan dan proses fotosintesis berlangsung lebih cepat. Darmawati . , menyatakan bahwa intesitas matahari sangat berhubungan dengan proses pertumbuhan rumput laut untuk melakukan proses fotoisintesis, melalui proses fotosintesis inilah sel -sel rumput laut akan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 menyerap unsur hara sehingga memacu pertumbuhan rumput laut. rumput laut tumbuh melalui proses proses potosintesis,sebagai organisme produsen sehingga menghasilkan sel-sel hasil dari metabolisme dan digunakan untuk memperbanyak jumlah thallus sehingga ukuran dan jumlah thallus semakin lama semakin banyak. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa kedalaman 25 cm mampu meningkatkan pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode longline, (Sulilowati et al. ,2. Namun berbanding terbalik dengan penelitian Darmawati . , yang menyatakan kedalaman 50 adalah kedalaman yang optimal. Oleh karena itu hasil dari penelitian ini kedalaman 25 cm sampai kedalaman 50 mampu meningkatkan parameter bobot mutlak dan pertumbuhan mutlak rumput laut. Laju pertumbuhan spesifik adalah tingkat persentase pertumbuhan rumput laut perhari yang dihitung selama masa pemeliharaan 42 hari. Berdasarkan tiap grafik yang menjelaskan laju pertumbuhan spesifik dari perlakuan A sampai perlakuan C, minggu ke 2 dan 4 merupakan minggu puncak pertumbuhan rumput laut alvarezii hal ini sesuai dengan pernyataan Risnawati et al. , bahwa pada hari ke -10 masih rendah hal ini di karena rumput laut masih mengalami proses adaptasi pada lingkungan. Setelah dapat beradaptasi pada lingkungan rumput laut mengalami proses pertumbuhan hingga dapat mencapai titik maksimum untuk Titik maksimun pertumbuhan rumput laut yaitu pada minggu ke 2 Ae 4 atau dalam jangka waktu 15 Ae 28 hari hal ini K. alvarezii merupakan organisme fotosintetik dengan masa tumbuh pendek kurang dari 30 hari dapat dipanen serta menurut Rama et al. , menyatakan masa panen rumput laut 35 hari. Tingkat kelangsungan hidup adalah persentase bibit rumput laut yang hidup hingga masa pemeliharaan 42 hari. Pada saat penelitian terdapat rumput laut yang lepas dan hanyut yang diakibatkan oleh arus. hal ini sesuai dengan penyataan Afandi dan Syam . 8 ), bahwa arus dan ombak yang terlalu besar dapat merusak dan menghanyutkan rumput laut. Perbedaan kelangsungan hidup rumput laut K. alvarezii disebabkan karna adanya beberapa faktor luar di antaranya sargassum dan lamun mati yang melekat pada rumput laut saat pasang surut menarik dari ikatan bibit rumput laut. hasil pengamatan kualitas air pada saat penelitian tergolong baik. Nilai parameter kualitas air masih dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan K. alvarezii, dimana K. alvarezii mempunyai kisaran-kisaran kualitas air optimal dalam mendukung pertumbuhannya. Meskipun tidak berpengaruh mematikan namun suhu air dapat menghambat pertumbuhan rumput laut. suhu yang diperoleh selama penelitian rata-rata 29,05 0C. Kisaran suhu tersebut masih memungkinkan Aalvarezii dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kordi . , suhu air yang cocok untuk pertumbuhan rumput laut eucheuma sp. antara 20-32 0C. hal ini juga disampaikan oleh Tri Wijayanto et al. , suhu yang baik untuk budidaya rumput laut adalah 30AC. Kisaran suhu ini termasuk kisaran optimum untuk pertumbuhan rumput laut dengan standar (SNI 2 2. Pengukuran salinitas selama penelitian rata-rata 32 ppt. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wibowo et al. , salinitas yang ideal untuk budidaya rumput laut adalah 30 Ae 33 ppt. salinitas dilokasi penelitian menunjukan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 2 . Tahun 2021. E-ISSN 2579-6291. Halaman 25-35 kisaran yang relatif baik untuk pertumbuhan rumput laut. hal ini dikarenakan pada saat penelitan masih termasuk musim kemarau yang secara umum dengan intensitas curah hujan yang rendah. pengukuran salinitas pada penelitian ini sudah cukup baik berdasarkan (SNI 7579. Nilai pH adalah derajat keasaman yang diukur dari banyaknya ion H atau ion OHAe yang terlarut dalam air. Kadar pH memiliki skala nilai dari 0 s. 14 dan tidak memiliki dimensi. Kondisi ph perairan selama penelitian masih dalam kategori baik dalam menunjang pertumbuhan rumput laut. hal ini sesuai dengan pendapat Muslimin et al. , rumput laut diketahui sangat baik pertumbuhannya pada pH normal air laut yaitu antara 7,5 Ae 8,0. Hasil pengukuran pH pada parameter ini ialah 8,4 Hasil penelitian pada penelitian sesuai dengan standar SNI 7579. , dimana pH yang optimal untuk permeliharaan rumput laut K. alvarezii yaitu 7,5 Ae 8,5. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yang berjudul pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan longline dasar adalah : Kedalaman memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut alvarezii dengan metode longline. Kedalaman 25 cm merupakan kedalaman optimal pada metode longline, hasil yang didapatkan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar 24 A 0. 44 g. SARAN Disarankan kedalaman dalam budidaya rumput laut K. alvarezii dianjurkan menggunakan kedalaman 25 cm sebagai jarak kedalaman optimal, serta adanya penelitian lanjutan pada lokasi yang sama dengan metode longline dengan bobot Serta penelitian lanjutan pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan rumput laut dengan metode longline kurungan (Net ba. bertingkat antara kedalaman 25 Ae 50 cm. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang ikut membantu dalam proses awal peenelitian sampai dengan terbitnya jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA