Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka Dan Keterampilan Berfikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 8 Padang Regita Safitri1*. Dessyta Gumanti2, dan Reni Respita3 1,2,3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: safitriregita2@gmail. Received: 11/07/2025 . Revised: 20/07/2025 . Accepted: 04/08/2025 . Published: 08/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap Kurikulum Merdeka dan keterampilan berpikir kritis, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase E di SMA Negeri 8 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Populasi berjumlah 348 siswa, dengan sampel 186 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik random sampling. Data persepsi Kurikulum Merdeka dan berpikir kritis dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dilakukan uji prasyarat meliputi normalitas, heteroskedastisitas, homogenitas, multikolinearitas, dan linearitas. Analisis lanjutan mencakup regresi linear berganda, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (RA) dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan persepsi siswa terhadap Kurikulum Merdeka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi . = Ae12,295. p = 0,000 < 0,. , yang diinterpretasikan bahwa persepsi yang rendah dapat diikuti hasil belajar tinggi karena meningkatnya usaha belajar mandiri. Keterampilan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan . = 3,126. p = 0,002 < 0,. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (F = 75,582. p = 0,000 < 0,. Nilai RA sebesar 0,452 menunjukkan 45,2% variasi hasil belajar ekonomi dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan 54,8% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. Persepsi Siswa. Keterampilan Berpikir Kritis. Hasil Belajar Abstract This study analyzes the partial and simultaneous effects of studentsAo perceptions of the Merdeka Curriculum and critical thinking skills on the economics learning outcomes of Phase E students at SMA Negeri 8 Padang. The research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The population consisted of 348 students, with a sample of 186 students determined using the Slovin formula through random sampling. Data on perceptions of the Merdeka Curriculum and critical thinking skills were collected through questionnaires, while learning outcomes were obtained from documentation. The instruments were tested for validity and reliability, and prerequisite tests included normality, heteroscedasticity, homogeneity, multicollinearity, and Further analyses involved multiple linear regression, t-tests. F-tests, and the coefficient of determination (RA), processed using SPSS version 25. The results show that studentsAo perceptions of the Merdeka Curriculum had a negative and significant effect on economics learning outcomes . = Ae12. p = 0. 000 < 0. , interpreted as low perceptions being accompanied by higher outcomes due to increased independent learning efforts. Critical thinking skills had a positive and significant effect . = 3. p = 0. 002 < 0. Simultaneously, both variables had a significant effect on learning outcomes (F = 75. p = 0. 000 < 0. The RA value of 0. 452 indicates that 2% of the variance in economics learning outcomes is explained by the two variables, while the remaining 8% is influenced by other factors outside the study. Keywords: Merdeka Curriculum. Student Perceptions. Critical Thinking Skills. Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi seseorang baik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor, sehingga menjadi individu produktif yang dapat melakukan pembangunan diberbagai aspek baik membangun dirinya, maupun masyarakat, bangsa dan negaranya. Pendidikan harus berbanding lurus dengan perkembangan teknologi. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 304 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ karena perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memberikan dampak yang sangat luas terhadap aspek kehidupan manusia baik dibidang ekomoni, politik sosial, budaya dan termasuk dalam bidang pendidikan. Setiap guru tentu mempunyai tujuan akhir yang harus dicapai salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah hasil belajar siswa lebih baik dar Hasil belajar merupakan penilaian dari proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar juga dapat diartikan hasil dari proses kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui apakah suatu program pembelajaran yang dilaksanakan telah berhasil atau tidak, yang didapat dari jerih payah siswa itu sendiri sesuai kemampuan yang ia miliki. Jadi dapat diartikan bahwa hasil belajar merupakan usaha sadar yang dicapai oleh siswa dengan pembuktian untuk mendapatkan umpan balik tentang daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan hasil belajar dalam Hasil belajar terbagi kedalam beberapa jenis (Pratiwi, 2. mengkasifikasikan jenisjenis hasil belajar menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotoris. Ranah kognitif berkenan dengan hasil belajar intelektual, ranah afektif berkenan dengan sikap dan ranah psikomotoris berkenaan dengan hasl belajar keterampilan. Oleh karena itu secara tidak langsung guru dituntut untuk mengembangkan kemampuannya, guru juga dituntut untuk lebih professional, kreatif, inovatif dan proaktif. Munculnya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan adanya Merdeka Belajar memberikan pergeseran pandangan di dunia pendidikan. Konsep Merdeka Belajar terkandung arti kemandirian dan kemerdekaan bagi lembaga pendidikan baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Menurut Makarim . , konsep merdeka belajar dipilih karena terinspirasi dengan filsafat K. H Dewantara dengan esensi pendidikannya bermakna kemerdekaan dan kemandirian. Penerapan konsep pendidikan di Indonesia sering sekali tidak sesuai dengan keadaan siswa maupun guru. Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal. Menurut Kemendikbud . Kurikulum Merdeka menekankan pada pendekatan pembelajaran yang responsif, inklusif, dan berpusat pada siswa. Kurikulum ini dirancang untuk membantu siswa mengembangkan kompetensikompetensi abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Fenomena persepsi siswa terhadap Kurikulum Merdeka menunjukkan beragam pandangan yang mencerminkan pengalaman belajar mereka dalam sistem pendidikan baru Sebagian besar siswa mengapresiasi fleksibilitas dan kebebasan memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat, sehingga mereka merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam proses Namun, tidak sedikit pula siswa yang merasa bingung dan terbebani dengan tanggung jawab memilih jalur pembelajaran sendiri, terutama karena kurangnya pendampingan atau pemahaman yang cukup tentang pilihan-pilihan tersebut. Selain itu, perubahan pendekatan pembelajaran yang lebih berpusat pada proyek dan kolaborasi dinilai menarik oleh sebagian siswa, tetapi ada juga yang merasa kesulitan beradaptasi, terutama mereka yang terbiasa dengan metode pembelajaran konvensional. Di SMA Negeri 8 Padang masih terdapat siswa yang belum memahami sepenuhnya tentang kurikulum merdeka. Hal tersebut disebabkan kurangnya fokus pada materi yang Siswa masih kesulitan dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka, terkadang gaya belajar yang dilaksanakan masih pada kurikulum sebelumnya. Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa mengenai kurikulum merdeka, siswa diberikan kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang diminati, namun hal ini dapat mengakibatkan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 305 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ ketidakjelasan pemahaman materi. Siswa mungkin fokus pada bidang yang sudah dikuasai, mengabaikan bidang lain yang seharusnya juga dipelajari. Hal ini dapat mengurangi kedalaman pemahaman mereka dalam berbagai aspek pengetahuan. Siswa sering kali mengalami kesulitan dalam membagi waktu, sehingga tugas yang diberikan guru menumpuk terutama menjelang ujian. Adapun faktor internal lainnya yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Wicaksono . Siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang baik cenderung memiliki hasil belajar yang lebih tinggi karena kemampuan tersebut meningkatkan pemahaman, analisis, dan penyelesaian masalah dalam proses belajar. Iskandar . , menyatakan bahwa keterampilan berpikir kritis adalah kegiatan penalaran yang bersifat refleks, kreatif, dan berorientasi pada proses pemikiran yang menghasilkan pembentukan konsep dan analisis. Menurut Kusumasari . , meskipun keterampilan berpikir kritis sangat penting, kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan tersebut dan hasil belajar siswa saat ini. Dari observasi menunjukkan bahwa banyak siswa yang cenderung menerima informasi yang disampaikan oleh guru tanpa mempertanyakan darimana sumber Siswa juga tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru atau teman sekelas, sehingga mengurangi kesempatan untuk memahami materi. Fenomena yang penulis temui ketika berdiskusi siswa terlihat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah atau tugas yang membutuhkan pemikiran kritis, seperti menganalisis teks atau membuat kesimpulan berdasarkan data. Sebagian siswa juga tidak mengerjakan tugas dengan tepat waktu, karena menunggu jawaban dari temannya. Mereka mungkin terbiasa dengan pembelajaran hafalan dan kurang terlatih untuk menganalisis informasi secara kritis. Lingkungan kelas yang tidak mendukung dapat membuat siswa enggan untuk mengajukan pertanyaan atau mengekspresikan pendapat yang berbeda, karena takut dikritik atau dianggap salah. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka Dan Keterampilan Berfikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 8 Padang. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjenis kuantitatif yang menguji dugaan dan hipotesis berdasarkan data-data yang dikumpulkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Padang, letak geografisnya sangatlah strategis yaitu terletak di Jalan Adinegoro Km 18 Lubuk Buaya Padang, pada bulan Juni 2025 s/d Juli 2025. Variabel dalam penelitian ini adalah Persepsi siswa mengenai kurikulum merdeka (X. Keterampilan Berfikir Kritis (X. , sebagai variabel independen sedangkan variabel dependen yaitu Hasil Belajar (Y). Sementara itu, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa fase E dengan total keseluruhan populasi 348 siswa dan jumlah sampel yang didapatkan menggunakan rumus slovin adalah sebanyak 186 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan dokumentasi dan angket. Dalam penelitian ini penulis menggunakan uji deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Analisis ini menggunakan spss versi 25. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 306 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian regresi linear berganda perlu dilakukan lebih dahulu pengujian pra-syarat analisis yang terdiri dari: Hasil Uji Normalitas Untuk menguji normalitas dalam penelitian ini digunakan uji Kormogorov-Smirnov dengan menggunakan SPSS versi 25. Berikut ini adalah hasil pengujiannya. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Unstandardized Residual ,0000000 8,50017685 0,065 0,065 -0,045 0,065 ,200c Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS Versi 25 Berdasarkan 1 tabel diatas dapat dilihat nilai Asymp. Sig. -taile. > sig. yu yaitu 200 > 0,05 dari nilai sampel sebanyak 186 yang berarti data yang diuji berdistribusi secara Hasil Uji Linearitas Hasil uji linearitas untuk memutuskan apakah analisis yang mensyaratkan hubungan linear layak digunakan, terutama regresi linear dan korelasi Pearson. Berikut ini adalah hasil Tabel 2. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table X1* Between Groups (Combine. Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Sum of Squares 1655,468 44,455 1611,013 14916,817 16572,285 Mean Square 78,832 44,455 80,551 90,956 Sig. ,867 ,489 ,886 ,634 ,485 ,606 Dari table diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikan pada Deviation From Linearity sebesar 0,606 > dari 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan fungsional linear yang signifikan antara variabel X1 dengan variabel Y, karena nilai linearity lebih besar dari 0,05. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 307 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Hasil Analisa Regresi Linear Berganda Analisa Regresi Linear berganda merupakan analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Hasil uji uji regresi linear berganda dapat dilihat pada tebel dibawah ini. Tabel 3. Hasil Analisa Regresi Linear Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 95,286 6,136 Persepsi Siswa -,849 ,069 Keterampilan Berpikir Kritis ,277 ,089 Standardized Coefficients Beta -,694 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai Y = 95,286 - 0,849 ycU1 0,277 ycU2 Nilai constant sebesar 95,286. Nilai constant ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen yaitu persepsi siswa . cU1 ) dan keterampilan berfikir kritis . cU2 ) bernilai 0, maka nilai hasil belajar adalah sebesar 95,286 menunjukkan bahwa konstanta ini sifnifikan secara statistik. Koefisien regresi persepsi siswa (X. adalah -0,849 dengan nilai sig 0,000. Nilai koefisien negatif ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan negatif antara persepsi siswa dengan hasil belajar. Jika persepsi siswa dinaikkan sebesar 1 satuan, maka hasil belajar turun sebesar 0,849 dan sebaliknya. Koefisien regresi keterampilan berfikir kritis (X. adalah 0,277 dengan nilai sig 0,002. Nilai koefisien positif ini menunjukkan adanya hubungan positif antara keterampilan berfikir kritis dengan hasil belajar secara statistik. Jika keterampilan berfikir kritis dinaikkan sebesar 1 satuan, maka hasil belajar naik sebesar 0,277 dan Hasil Uji Homogenitas Uji Homogenitas untuk mengetahui apakah beberapa variabel populasi data adalah sama atau tidak. Uji homogenitas dalam penelitian ini dapat diliat pada tabel berikut ini. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Hasil variabel x1 dan x2 Levene Statistic ,516 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Sig ,473 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikan 0,473 maka 0,473 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini homogen. Karena penelitian ini naka dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 308 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Hasil Uji Multikolinearitas Multikolinearitas merupakan pengujian untuk mengidentifikasi suatu model regresi dapat dikatakan baik atau tidak. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka Keterampilan Berfikir Kritis Tolerance VIF ,901 1,110 ,901 Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 1,110 Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semua variabel telah lolos dari uji multikolinearitas dengan penjabaran sebagai berikut : variabel persepsi siswa mengenai kurikulum merdeka dan keterampilan berfikir kritis tidak terjadi . idak ada hubungan antara kedus variabe. dikarenakan nilai VIF yang bernilai lebih kecil dari 10,00 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10. Hasil Analisa Regresi Linear Berganda Analisa Regresi Linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Hasil uji uji regresi linear berganda dapat dilihat pada tebel dibawah ini. Tabel 6. Hasil analisa regresi linear Model (Constan. Persepsi Siswa Keterampilan Berpikir Kritis Dependent Variable: Hasil Belajar Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 95,286 6,136 -,849 ,069 ,277 ,089 Standardized Coefficients Beta -,694 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai Y = 95,286 - 0,849 ycU1 0,277 ycU2 Nilai constant sebesar 95,286. Nilai constant ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen yaitu persepsi siswa . cU1 ) dan keterampilan berfikir kritis . cU2 ) bernilai 0, maka nilai hasil belajar adalah sebesar 95,286 menunjukkan bahwa konstanta ini sifnifikan secara statistik. Koefisien regresi persepsi siswa (X. adalah -0,849 dengan nilai sig 0,000. Nilai koefisien negatif ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan negatif antara persepsi siswa dengan hasil belajar. Jika persepsi siswa dinaikkan sebesar 1 satuan, maka hasil belajar turun sebesar 0,849 dan sebaliknya. Koefisien regresi keterampilan berfikir kritis (X. adalah 0,277 dengan nilai sig 0,002. Nilai koefisien positif ini menunjukkan adanya hubungan positif antara keterampilan berfikir kritis dengan hasil belajar secara statistik. Jika keterampilan berfikir kritis dinaikkan sebesar 1 satuan, maka hasil belajar naik sebesar 0,277 dan sebaliknya. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 309 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Uji F Uji f digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama. Hasil uji f dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 7496,713 3748,357 75,582 Residual 9075,572 49,593 Total 16572,285 Dependent Variable: Hasil Belajar Predictors: (Constan. Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka. Keterampilan Berpikir Kritis Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Sig. ,000b Berdasarkan tabel di atas, diperoleh f hitung sebesar 75,582 > 3,05 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel bebas persepsi siswa mengenai kurikulum merdeka (X. dan keterampilan berfikir kritis (X. secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu variabel hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang. Uji T Uji f digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 8. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 95,286 6,136 -,849 ,069 ,277 ,089 Model 1 (Constan. Persepsi Siswa Keterampilan Berpikir Kritis Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Standardized Coefficients Beta -,694 ,177 15,529 -12,295 3,126 Sig. ,000 ,000 ,002 Berdasarkan tabel 8 di atas diperoleh kesimpulan: Pengaruh variabel persepsi siswa (X. terhadap hasil belajar (Y) diperoleh t hitung -12,295 > t tabel 1,973, dengan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05. Artinya secara parsial persepsi siswa terhadap kurikulum merdeka berpengaruh negatif terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang dan berpengaruh secara statistik. Pengaruh variabel keterampilan berfikir kritis (X. terhadap hasil belajar (Y) diperoleh t hitung 3,126 > t tabel 1,973 dengan nilai signifikannya sebesar 0,002 < 0,05. Artinya secara parsial keterampilan berfikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 310 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi . cI2 ) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 9. Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square ,673a ,452 ,446 Predictors: (Constan. Persepsi Siswa. Keterampilan Berpikir Kritis Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Versi 25 Std. Error of the Estimate 7,042 Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R Square sebesar 0,452 mengindikasikan bahwa kontribusi variabel persepsi siswa dan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 45,2%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di uar variabel yang diteliti. PEMBAHASAN Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 8 Padang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa mengenai Kurikulum Merdeka memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-hitung sebesar -12,295 yang secara absolut jauh melebihi nilai t-tabel 1,973, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Menariknya, koefisien regresi yang bernilai negatif mengindikasikan bahwa semakin rendah persepsi siswa terhadap Kurikulum Merdeka, justru semakin tinggi hasil belajar ekonomi yang mereka capai. Temuan ini terkesan bertolak belakang dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang secara umum menyatakan bahwa persepsi positif terhadap kurikulum baru cenderung meningkatkan hasil belajar siswa. Namun demikian, temuan dalam penelitian ini tidak dapat serta-merta dianggap menyimpang, melainkan perlu dilihat sebagai refleksi dari konteks implementasi Kurikulum Merdeka yang kompleks dan belum merata di setiap satuan Menurut Robbins . dalam teorinya mengenai persepsi, individu menafsirkan informasi dan realitas berdasarkan pengalaman masa lalu, sikap, motivasi, dan lingkungan Dengan demikian, persepsi bukan hanya terbentuk dari apa yang disampaikan oleh guru atau sistem kurikulum, tetapi juga dari kesenjangan antara harapan dan pengalaman aktual siswa di dalam kelas. Jika siswa merasa Kurikulum Merdeka membingungkan, terlalu fleksibel, atau tidak sesuai dengan gaya belajar mereka, maka terbentuklah persepsi negatif. Namun, persepsi negatif tersebut tidak selalu berujung pada rendahnya hasil belajar. Dalam konteks ini, justru muncul mekanisme kompensasi, di mana siswa terdorong untuk belajar lebih keras secara mandiri guna mengatasi kebingungan yang mereka alami. Pengaruh Keterampilan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 8 Padang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis berpengaruh signifikan dan positif terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini dibuktikan melalui hasil analisis statistik yang memperoleh nilai t-hitung sebesar 3,126, yang lebih besar dari t-tabel 1,973, serta nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05. Dengan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 311 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar ekonomi yang dicapai. Keterampilan berpikir kritis memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. Menurut Wicaksono . , siswa dengan keterampilan berpikir kritis yang baik akan lebih mampu memahami materi, menganalisis informasi, serta menyelesaikan masalah secara logis dan sistematis. Dengan kata lain, berpikir kritis membantu siswa dalam menggali makna dari informasi yang diterima, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasional. Kemampuan ini sangat relevan dalam pembelajaran ekonomi yang menuntut pemahaman konsep-konsep yang abstrak serta penerapannya dalam kehidupan nyata. Pengaruh Persepsi Siswa Mengenai Kurikulum Merdeka dan keterampilan berpikir kritis Terhadap Hasil Belajar Siswa Fase E Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 8 Padang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa mengenai Kurikulum Merdeka dan keterampilan berpikir kritis secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini terbukti dari nilai F hitung sebesar 75,582 yang lebih besar dibandingkan nilai F tabel sebesar 3,05, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi terhadap hasil belajar ekonomi sebesar 45,2%, sedangkan sisanya sebesar 54,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Fakta ini menegaskan pentingnya kedua aspek tersebut dalam memengaruhi capaian akademik siswa pada mata pelajaran ekonomi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh persepsi siswa mengenai kurikulum merdeka (X. dan keterampilan berfikir kritis (X. terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase E di SMA Negeri 8 Padang maka dapat disimpulkan: Persepsi siswa mengenai Kurikulum Merdeka berpengaruh negatif namun signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar Ae12,295 < t-tabel 1,973 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien regresi menunjukkan pengaruh negatif, artinya semakin rendah persepsi siswa terhadap kurikulum merdeka, hasil belajar ekonomi mereka justru cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena siswa tetap berupaya belajar secara mandiri meskipun merasa kurang nyaman dengan sistem kurikulum merdeka, sehingga tetap memperoleh hasil belajar yang baik. Keterampilan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 3,126 > t-tabel 1,973 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05. Semakin tinggi keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar ekonomi Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis membantu siswa dalam memahami materi, menganalisis soal, dan mengaitkan teori ekonomi dengan kehidupan sehari-hari. Persepsi siswa mengenai Kurikulum Merdeka dan keterampilan berpikir kritis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase E di SMA Negeri 8 Padang. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai F-hitung sebesar 75,582 > Ftabel 3,05 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti kedua variabel secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi pada hasil This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 312 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ belajar ekonomi siswa sebesar 45,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini menunjukkan pentingnya keterampilan berpikir kritis untuk membantu siswa dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka dalam upaya meningkatkan hasil belajar ekonomi. DAFTAR PUSTAKA